JURNAL TABGHA Volume 3 No. 2 Oktober 2022 P-ISSN 2722-6190 E-ISSN 2830-5299 PENGARUH PEMAHAMAN PEMBINAAN KELUARGA KRISTEN TERHADAP KEBAHAGIAAN KELUARGA DI GEREJA BETHEL INDONESIA TABGHA BATAM CENTER - BATAM George Rudi Hartono Pasaribu1. Duma Tambunan2. Andreas Eko Nugroho3 Sekolah Tinggi Teologi Tabgha Batam1 2. Sekolah Tinggi Teologi Bethel The Way3 Email: george@st3b. id1, duma. tambunan@gmail. com2, andreasnugroho68@gmail. Abstract This study aims to determine how much influence Christian Family Development has on family happiness at Bethel Indonesia Tabgha Batam Center Church. By using quantitative methods with a research sample of 120 respondents who have attended Christian pre-marital and post-marital Data collection techniques by giving questionnaires to respondents, followed by data analysis. The test results show: . level (X) is in the high category at significance < 0. 05, in the range 218. 31 high class, . level (Y) is in the high category, at significance < 0. 05 , in the range of 115. 79 Ae 56, . The results of the regression test (X) have a coefficient of 16. 389 > 1. 987, then Ho is rejected and Ha is accepted. Both variables have a significance value < 0. wo side. Thus, the results of the t test show a positive and significant effect of the variable (X), on (Y), . the results of the analysis of determination R Square obtained a number of 0. 753 or . 3%), this indicates that the percentage contribution of the influence of family development (X ) to family happiness (Y) is 75. while the 7% is influenced by other variables, it can be concluded that the influence of family development has a high effect on family happiness. Keywords: Family. Family Development. Family Happiness. Christian Family. Tabgha. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh Pembinaan Keluarga Kristen terhadap kebahagiaan keluarga di Gereja Bethel Indonesia Tabgha Batam Center. Degan menggunakan metode kuantitatif dengan sampel penelitian 120 responden yang pernah mengikuti pembinaan pranikah dan pascanikah Kristen. Teknik pengumpulan data dengan memberikan angket kepada responden, dilanjutkan dengan analisis data. Hasil pengujian menunjukkan: . tingkat (X) berada pada kategori tinggi pada signifikansi < 0,05, pada rentang 218,60 - 223,31 kelas tinggi, . tingkat (Y) berada pada kategori tinggi, pada signifikansi < 0,05, dalam kisaran 115,79 Ae 119,56, . Hasil uji regresi (X) memiliki koefisien 16,389 > 1,987, maka Ho ditolak dan Ha diterima. Kedua variabel tersebut memiliki nilai signifikansi < 0,025 . ua sis. Dengan demikian hasil uji t menunjukkan pengaruh positif dan signifikan variabel (X), terhadap (Y), . hasil analisis determinasi R Square diperoleh angka sebesar 0,753 atau . ,3%), hal ini menunjukkan bahwa persentase kontribusi pengaruh pembinaan keluarga (X) terhadap kebahagiaan keluarga (Y) adalah 75,3%. sedangkan sisanya sebesar 24,7% dipengaruhi oleh variabel lain, maka dapat disimpulkan bahwa pengaruh pembinaan keluarga berpengaruh tinggi terhadap kebahagiaan keluarga. Kata Kunci: Keluarga. Pembinaan Keluarga. Kebahagiaan Keluarga. Keluarga Kristen. Tabgha. PENDAHULUAN Keluarga adalah lembaga yang pertama ada di dunia ini. Allah menciptakan keluarga supaya berbahagia. Tuhan memiliki rencana bagi keluarga yang Ia bentuk. Alkitab memulai kisah keluarga dari keluarga di Taman Eden. Tetapi tujuan dan rencana Allah dari semula itu hilang karena keluarga yang ada di Taman Eden jatuh dalam dosa. Pada zaman modern ini, banyak keluarga yang tidak mengalami kebahagiaan. Jadi penelitian untuk mencari masalahnya dan bagaimana untuk mencapai kebahagiaan yang sesuai dengan firman Tuhan. Pernikahan bukanlah sekedar acara gereja yang memberkati calon pasangan suami isteri, tetapi pada hakekatnya adalah bentuk kerjasama kehidupan antara pria dan wanita di dalam masyarakat. Keluarga merupakan lembaga masyarakat yang paling kecil tetapi sangat penting. Kebahagiaan dalam pernikahan adalah keadaan yang sangat diimpikan setiap pasangan keluarga. Menurut data statistik dari Komnas Perempuan di atas, pada bulan Januari sampai dengan Mei 2020, kekerasan dalam rumah tangga merupakan laporan JURNAL TABGHA Volume 3 No. 2 Oktober 2022 paling tinggi, dari data tersebut dapat dilihat jumlah laporan kekerasan terhadap istri Hal mengindikasikan adanya hubungan yang tidak harmonis yang mengakibatkan tidak ada kebahagiaan dalam rumah tangga. (Komnas Perempuan 2020, 1Ae. dari data laporan tersebut adalah keluargakeluarga yang belum mengikuti atau tidak pernah mengikuti bimbingan pra-nikah di dalam Gereja. Dari setiap masalah yang terjadi seperti di atas, maka keluargakeluarga yang beribadah di Gereja Bethel Indonesia Tabgha Batam Center bisa mengalami salah satu masalah tersebut. Keluarga yang tidak memiliki pondasi yang benar melalui pembinaan keretakan karena tidak berdiri dalam posisi yang benar, yang sudah di tetapkan sesuai firman Tuhan. Suami tidak berfungsi sebagai kepala keluarga, isteri tidak berfungsi sebagai penolong, dan anakanak tidak menghormati orangtua. Ketidak jelasan posisi tersebut disebabkan oleh kehampaan komunikasi. Salah satu penyebab terbesar dari krisis dan konflik yang terjadi dalam keluarga adalah pendapat antar sesama anggota keluarga. (Pandensolang 2. Pembinaan pembaharuan, usaha dan tindakan atau kegiatan yang dilakukan secara berdaya guna dan berhasil guna dengan baik, menurut KBBI berasal dari kata: bina, pembinaan . emAbiAna. Kata Nomina . ata bend. , dapat diartikan: . proses, . usaha, tindakan, dan kegiatan yang dilakukan memperoleh hasil yang lebih baik. (Wikipedia 2. Sedangkan Mathis dalam manajemen Sumberdaya Manusia mengatakan bahwa pembinaan adalah orang-orang mencapai kemampuan tertentu untuk membantu mencapai tujuan organisasi, oleh karena itu proses sangat terkait dengan tujuan organisasi. (Mathis and John 2012, . Sedangkan Ivancevich memberi defenisi pembinaan sebagai usaha untuk meningkatkan kinerja pegawai dalam pekerjaannya sekarang atau dalam pekerjaan lain yang akan dijabatnya (Ivancevich 2010, . Dari beberapa defenisi diatas, dapat diartikan bantuan dari seseorang atau sekelompok orang yang ditujukan kepada orang atau sekelompok orang lain Tabel. 1 Laporan Kekerasan Dalam Rumah Tangga Jenis Laporan Kekerasan Dalam Rumah Tangga Ke Komnas Perempuan Jan-mei 2020 P-ISSN 2722-6190 E-ISSN 2830-5299 Gereja Bethel Indonesia Tabgha Batam telah sejak lama menyediakan pelayanan bimbingan secara serius. Para jemaat dapat merasakan pelayanan bimbingan pranikah yang di Sebelum mereka dilayani dalam pemberkatan nikah kudus, pasangan tersebut sudah dilayani dalam bimbingan pranikah selama 3 bulan dengan materimateri bimbingan pranikah. Menurut data statistik Gereja, data pernikahan di GBI Tabgha Batam Center dari tahun 20162021 (Departemen Pelayan Jemaat 2. Fenomena lain adalah kasus yang tersorot pada jemaat yang mengalami konflik rumah tangga, hingga berniat untuk bercerai, faktor penyebab kasus tersebut antara lain adalah: perselingkuhan, obatobat terlarang, ada keluarga yang sakit, meninggal dunia sehingga menyebabkan kesedihan yang mendalam, informasi ini terangkum melalui data pelayanan Jemaat di GBI Tabgha Batam Center sebanyak 50 orang yang mengalami berbagai macam konflik dalam keluarga, dan sebagian besar JURNAL TABGHA Volume 3 No. 2 Oktober 2022 melalui materi pembinaan dengan tujuan dapat mengembangkan kemampuan, sehingga tercapai apa yang diharapkan. Pernikahan adalah lembaga yang Allah pakai sebagai mitra-Nya untuk melakukan mandat Allah dalam dunia ini. Allah tidak menyerahkan mandat-Nya kepada Adam ketika ia masih seorang diri, tetapi diberikan kepada Adam dan Hawa. (Sinaga 2015, . Kejadian 1:28 Allah memberkati mereka, lalu Allah memberkati mereka: AuBeranakcuculah dan bertambah penuhilah bumi dan taklukkanlah itu, berkuasalah atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas segala binatang yang merayap di bumi. (LAI 1. P-ISSN 2722-6190 E-ISSN 2830-5299 pemahaman secara mendasar bahwa seks adalah sesuatu yang indah dan kudus, yang dapat dinikmati hanya dalam rumah tangga pernikahan oleh suami isteri yang sah. Mendidik Anak dan Mezbah Keluarga dan Tertanam Dalam Gereja Lokal. Dalam memberikan pengertian kepada setiap orang tua yang memiliki anak, bahwa pendidikan anak adalah tanggungjawab utama orang tua. Pentingnya Mezbah keluarga supaya tetap tinggal dalam pengurapan dan menikmati berkat yang spesifik (Mazmur 127:1-2. Wahyu 6:. Berbeda untuk saling melengkapi dan Dengan Keluarga Besar. Dalam modul ini memberikan pengertian bahwa setiap pribadi memiliki karakteristik masingmasing yang satu berbeda dengan yang lain, berapa lamapun mereka menikah tetap berbeda satu sama lain dan agar setiap pasangan dapat memaksimalkan potensi dirinya dan pasangannya dan mengelola kelemahan dirinya dan Materi-materi (Gereja Bethel Indonesia 2. Dasar-dasar Pernikahan Kristen. Modul ini dimulai dengan menjelaskan dasardasar Kristen Alkitabiah Allah menciptakan keluarga? Komunikasi Dalam Pernikahan. Dalam modul ini memberikan teknik-teknik berkomunikasi untuk meningkatkan keintiman dalam hubungan suami isteri dan keluarga. Pekerjaan Dan Mengelola Keuangan. Menolong pasangan suami isteri untuk mengalami hidup yang berkecukupan dan menjadi berkat bagi orang lain. Dalam modul ini memberikan pengertian bahwa pekerjaan adalah merupakan mandat yang Allah berikan kepada manusia sejak penciptaan Mengubah Konflik Menjadi Berkat. Dalam modul ini memahami keluarga sebagai realitas sosial dan sebagai tubuh Kristus yang terdiri dari banyak anggota, tidak terlepas dari perbedaan, bahkan konflik, memahami faktor-faktor yang dapat memunculkan konflik dalam keluarga dan langkah-langkah untuk mengatasi atau mengelola konflik tersebut secara etis, sehat dan alkitabiah sehingga dapat menjadi Sembilan Bulan Pertama Dalam Hidup. Keluarga Berencana Dalam Terang Alkitab. Seks Dalam Pernikahan. Dalam materi Pembinaan Paska nikah Pembinaan paskanikah dapat Di sini seorang individu atau pasangan mengikuti prinsip-prinsip yang telah digariskan dan mengembangkan suatu rencana atau program mereka Misalnya, mereka mau belajar prinsip-prinsip Konseling-konseling pernikahan dibutuhkan pada saat ada kecemasan, keragu-raguan, kekerasan, ada emosi-emosi yang negatif yang menyebabkan ketegangan dan Intinya, dilakukan pada saat informasi dibutuhkan. Pembinaan diberikan pada saat rencana dan prosedur yang khusus perlu untuk konseling dilaksanakan ketika masalah muncul, stres yang berat timbul atau pada saat hal yang tidak biasa atau unik, perlu Seorang Tuhan pembimbing pernikahan haruslah cukup JURNAL TABGHA Volume 3 No. 2 Oktober 2022 terampil dan bersedia menyelenggarakan konseling pranikah, tetapi bisa saja menyelenggarakan pertemuan konseling masalah berat barulah pembimbing pernikahan kembali berjumpa dengan pasangan tersebut. Tapi sebagaimana kisah klasik yang terus dipentaskan, sebagian besar pasangan yang mengalami masalah gawat dalam rumah tangganya, cenderung menghindari pertemuan dengan pembimbing maupun hamba Tuhan. Pikiran mereka hanya tertuju kepada: Bagaimana sumber sakit hati dan kekecewaan tersebut? dan jalan yang paling cepat yang mereka pilih umumnya adalah perceraian. (Desefentison 2013, . Oleh karena itu, konseling kesempatan yang sangat tepat untuk meneguhkan kembali ikatan pernikahan, sebelum masalah-masalah kecil menjadi besar atau memicu perselisihan yang Secara garis besar adapun tujuan konseling pasca pernikahan adalah: . Mengevaluasi kembali sejauh mana pasutri telah menerapkan kebenaran-kebenaran yang diajarkan dalam konseling pranikah. Menolong pasutri baru tersebut untuk mempertajam kembali hal yang mungkin belum/kurang konseling pranikah. Mendampingi mereka dalam memecahkan beberapa masalah yang baru muncul dan perlu dibicarakan dengan kehadiran seorang . Memberikan semangat pernikahan mereka melalui tindakan nyata sebagaimana yang telah diajarkan dalam konseling pranikah. Dalam lanjutan temuan lainnya peneliti mendapati sikap memandang rendah pasangan atas dasar latar belakang keluarga, pendidikan, dan ekonomi kerap kali terjadi dalam keluarga. Suami atau isteri banyak mengabaikan tata krama terhadap isteri atau kepada suami, sering berkata-kata kasar dan berbicara kotor. Hal seperti ini akan membuat ketegangan yang bisa memicu pertengkaran dalam P-ISSN 2722-6190 E-ISSN 2830-5299 (Departemen Pelayan Jemaat Dapat dilihat dari data faktor Indonesia ditemukan bahwa perselisihan dan pertengkaran terus-menerus menjadi faktor utama dalam tiga tahun kebelakang dan proporsi tiap tahunnya terus meningkat. (Databoks 2. Tabel. 2 Data tabel Faktor Perceraian 2018-2021 (Dalam Perse. Faktor Perselisihan dan Ekonomi Meninggalkan salah satu pihak Kekerasan dalam rumah Mabuk/Alkohol Murtad Dihukum Penjara Poligami Judi Zina Kawin Paksa Madat Cacat Badan Lain-lain Total 46,63 52,94 60,57 28,25 27,57 24,41 18,24 13,82 11,89 2,24 1,79 1,12 0,88 0,22 0,64 0,27 0,42 0,38 0,27 0,86 0,28 0,31 0,55 0,37 0,24 0,30 0,20 1,30 0,32 0,45 0,22 0,20 0,24 0,09 0,66 0,26 0,22 0,17 0,11 0,09 0,08 0,00 Setiap tahunnya angka perceraian dari berbagai faktor terus meningkat, sebelum dan sesudah melangsungkan Oleh sebab itu harus ada kemampuan keluarga dan anggota keluarga dalam menghadapi berbagai tantangan, baik dari dalam maupun dari (Heath 2016, . Pertengkaran kecil yang terjadi dalam suatu rumah tangga kristen adalah hal yang lumrah sebenarnya, tetapi bisa menyulut konflik. Sebab meski mereka sama-sama manusia, namun mereka masih manusia biasa yang penuh dengan keinginan daging dan hawa nafsu serta sifat egois. Ada banyak penyebab mengapa bisa terjadi pertengkaran, di antaranya: masalah keuangan, tidak memiliki keturunan meski menikah sudah empat tahun lebih, suami tidak bekerja. JURNAL TABGHA Volume 3 No. 2 Oktober 2022 P-ISSN 2722-6190 E-ISSN 2830-5299 gabungan kata AuberuntungAy dan Aunasib baikAy. Setiap orang, dengan berbagai tingkatan usia dan latar belakang, memiliki gambaran yang berbeda-beda tentang (Jalalluddin 2008, . Secara didefenisikan berbeda oleh masing-masing Sebagian literatur menyebutkan happiness merupakan subjective wellbeing . esejahteraan individu yang sifatnya Kesenangan atau kesusahan bergantung pada persepsi apakah dirinya mampu berfungsi dengan baik, bagi dirinya sendiri, keluarga dan masyarakat. (Sonny Harry B. Dari beberapa penjelasan di atas, dapat diartikan bahwa bahagia adalah suatu keadaan dan bukan benda. Sedangkan kesenangan atau ketentraman itu sendiri. Jadi secara harfiah bahagia atau kebahagiaan merupakan suatu keadaan. Sebagai sesuatu yang menggambarkan suatu keadaan, maka kebahagiaan adalah sesuatu yang menjadi tujuan, harapan yang ingin dicapai oleh setiap manusia. Dan ketika tujuan dan harapannya tercapai maka ia akan merasa puas, senang dan anak-anak menghormati orangtua, masalah hubungan seks suami isteri, dan segudang permasalahan lain. (Tedjo 2009, . Masyarakat mengukur kemudahan untuk dicintai dan popularitas, daya tarik seksual dan produk-produk Salah satu yang dapat dilakukan gereja adalah membangun kehidupan iman yang kuat untuk jemaat anak-anak muda,termasuk pembinaan konseling pranikah. (Morib Tujuan bimbingan pranikah adalah supaya rumah tangga dibangun bukan di atas pasir melainkan di atas batu. Dengan kata lain, konseling pranikah memiliki tujuan untuk membimbing calon pasangan Kedewasaan yang dimaksud di sini adalah kedewasaan rohani yang memotivasi mereka terlibat di dalam melayani Tuhan. Melalui pemahaman tujuan dari konseling ini maka pasangan pranikah diharapkan mampu untuk membina dan membangun sebuah keluarga Kristen yang kuat sesuai dengan kehendak Tuhan. Pasangan menjadi teladan bagi keluarga-keluarga lain dan menjadi terang di tengah keluarga keluarga non-Kristen. Akhirnya pasangan ini akan melahirkan anak-anak yang takut akan Tuhan dan menjadi sebuah keluarga yang mengasihi Tuhan dan mengasihi Ciri-ciri Kebahagiaan Dalam Keluarga Kebahagiaan keluarga terutama tergantung pada kualitas dari suatu pernikahan dan pola relasi antar kedua Kebahagiaan adalah kondisi perasaan yang tenang, damai, bebas dari rasa tekanan dan ketakutan. Pernikahan untuk mencari kebahagiaan, dua orang yang saling mencintai hanya dapat dibenarkan merealisasikan cinta kasihnya itu dalam ikatan perkawinan. Nahuway mengatakan bahwa kebahagiaan ini dapat bersifat jasmani yaitu terpenuhi kebutuhan jasmaniah dan khususnya sex tetapi dapat juga bersifat (Nahuway 1990, . , sedangkan Warren diupayakan lebih dari sisi pencegahan (Warren 2016, . Indrawan dalam Kamus Lengkap Bahasa Indonesia Masa Kini mengatakan AuBahagia artinya bahagia, hati senang, beruntungAy. (WS 1999, . Kebahagiaan Keluarga Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia: bahagia/baAhaAgia/ . keadaan atau perasaan senang dan tenteram . ebas dari segala yang menyusahkan . (KBBI 2. Kata bahagia juga dapat dijumpai dalam Inggris (Happines. Jerman (Gluc. Latin (Felicita. Yunani (Eutychia. Eudaimoni. , dan Arab (Falah. SaAoada. Kata ini keberuntungan, kesenangan, peluang baik, dan kejadian yang baik. Dalam bahasa Cina (Xing F. , kebahagiaan terdiri dari JURNAL TABGHA Volume 3 No. 2 Oktober 2022 Keluarga keluarga yang dasarnya adalah firman Tuhan. Jika pasangan suami isteri mau memakai ajaran firman Tuhan untuk membangun lembaga pernikahan mereka, pasti lembaga pernikahan mereka akan terbangun kokoh, bahagia, dan sejahtera. Perkawinan suami isteri harus dibangun di atas dasar Kristus. Kristuslah yang menjadi pengikat hubungan suami isteri. Karena Yesus membangun perkawinan Kristen di atas dasar Yesus. Sang firman itu. Pernikahan akan menjadi kokoh apabila dibangun di atas nilai-nilai dan prinsip alkitabiah. Keluarga kristiani harus rumahtangganya di atas firman Tuhan. Pasangan yang dewasa adalah mereka bisa menerima pasangan apa adanya, bersyukur, merasa puas, membanggakan dan mendukung pasangannya untuk mencapai yang terbaik. Ia selalu berpikir dan berbuat sesuatu untuk kebaikan (Ndoen 2008, . Segala aktivitas dalam keluarga dijalankan sesuai dengan firman Tuhan. Semakin memedulikan Allah dan melalaikan firmanNya, semakin hancurlah keluarga itu. Seribu satu macam masalah akan timbul dan menggerogoti rumah tangga. Namun, sebagai orang percaya, keluarga kristen harus bersikap dan bertindak sebaliknya. Keluarga Kristen harus selalu mengandalkan Tuhan dan firman-Nya dalam segala perkara, terutama dalam membangun rumah tangga Kristen, karena firman-Nya mengatakan dalam Ibrani 3:4 AuSebab setiap rumah dibangun oleh seorang ahli bangunan, tetapi ahli bangunan segala sesuatu ialah Allah. (Abraham 2010, . Roma AuHendaklah kamu saling mengasihi sebagai saudara, dan saling mendahului dalam member hormat. Ay Sebuah prinsip Alkitab mengatakan kalau dalam hubungan antara anggota keluarga saling mengasihi dan saling menghormati. Prinsip ini akan sangat baik diterapkan dalam keluarga. Suami isteri adalah dua individu yang telah dipersatukan oleh Allah, sehingga hidup suami dan isteri adalah sehakekat ikatan P-ISSN 2722-6190 E-ISSN 2830-5299 lahir dan batin yang tidak boleh diputuskan, kecuali karena kematian. Keluarga kristen adalah pemberiaan Tuhan yang tidak ternilai harganya, di mana apabila keluarga itu di kuasai oleh Tuhan Yesus sendiri niscaya keluarga itu menjadi taat dan kuat Tuhan memperkembangkan dan mematangkan pribadi-pribadi yang luhur. (Homrighausen. G 2005, . Mulai sejak mereka diberkati dalam pernikahan, di dalam diri masing-masing harus tertanam, berakar, dan tumbuh serta berbuah hakekat hidup yang berdasarkan firman Tuhan. Inilah yang membuat keluarga kuat. Hubungan suami isteri dan menggambarkan terjadinya hubungan masing-masing dengan Tuhan Yesus sebagai nahkoda atau jurumudi keluarga. Mills Berdua lebih baik dari pada seorang diri, karena mereka akan dapat menanggung sama-sama beban yang dihadapinya. Karena kalau mereka jatuh yang seorang dapat menghibur yang lainnya, dimana Allah bermaksud agar suami Isteri menemukan suatu dimensi kelengkapan besar di dalam diri mereka. (Mills 1993, . Menikah dengan orang yang dicintai bukan berarti tidak ada perbedaan, tetapi bagaimana menumbuhkan cinta di tengah perbedaan itulah seni satu Para pasangan muda yang masuk dalam pernikahan pada umumnya berpikir menikah pasti bahagia karena Kenyataannya. Ternyata walaupun menikah dengan orang yang kita kasihi, ada Aupadang gurunAy yang harus keluarga lalui. Terjadi gesekangesekan, tidak semua kerinduan sebelum menikah dapat dipenuhi oleh pasangan. Cinta adalah sesuatu yang hidup, butuh perawatan untuk dapat bertumbuh semakin kuat dan semakin kokoh. Sebatang pohon yang tinggi pastilah memiliki akar yang kuat dan dalam. Ketika angin kencang berhembus, pohon itu tidak akan tumbang, tetapi tetap bertahan, karena memiliki cinta yang kokoh dan (Sinaga 2012, . Keluarga dapat terjaga dan terpelihara, kalau di keluarga tercipta JURNAL TABGHA Volume 3 No. 2 Oktober 2022 menyenangkan, dan membahagiakan. Suami dan isteri memiliki tanggungjawab kudus untuk mengasihi dan memelihara satu sama lain dan bertanggungjawab untuk membuat anak-anak bahagia. Kelurga yang kuat adalah keluarga yang saling mengasihi antara anggota keluarga. Berdasarkan latar belakang dari permasalahan yang telah di uraikan di atas maka ditemukan sejumlah masalah yang berhubungan variable penelitian: Adanya temuan keluarga-keluarga jemaat yang belum mengikuti dan Adanya temuan tindakan kekerasan di dalam rumah tangga terhadap istri dan anak-anak. Adanya temuan pertengkaran di dalam rumah tangga di akibatkan oleh Adanya temuan jemaat yang merasa tidak berbahagia setelah menikah. Adanya jemaat yang tidak mengetahui fungsi dan peran mereka di dalam keluarga dan pernikahan. Dari permasalahan pada poin 1 dan 4: Adanya temuan keluarga-keluarga pentingnya bimbingan keluarga. Adanya temuan jemaat yang merasa tidak berbahagia setelah menikah. P-ISSN 2722-6190 E-ISSN 2830-5299 Kerangka Berfikir Kerangka berpikir yang dikembangkan dalam penelitian ini dapat digambarkan dalam model penelitian sebagai berikut: Observasi Kesimpulan Identifikasi. Masalah Pembahasan Landasan Teori Proses Analysis Metodologi Penelitian Sampel Final Output Analysis Rumusan Hipotesis Berdasarkan rumusan masalah di bab pertama dengan teori beserta penelitian dapat disusun sebagai berikut: Peneliti menduga tingkat pemahaman pembinaan keluarga di Gereja Bethel Indonesia Tabgha Batam adalah Peneliti menduga tingkat kebahagiaan keluarga di Gereja Bethel Indonesia Tabgha Batam adalah sedang. Pengaruh pemahaman pembinaan keluarga di Gereja Bethel Indonesia Tabgha Batam adalah tinggi. Dilihat dari latar belakang masalah, identifikasi masalah, maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: Seberapa pembinaan dalam keluarga di Gereja Bethel Indonesia Tabgha Batam Center. Seberapa tingkat kebahagiaan keluarga di Gereja Bethel Indonesia Tabgha Batam Center. Seberapa besar pengaruh pemahaman pembinaan keluarga dalam terhadap kebahagiaan keluarga di Gereja Bethel Indonesia Tabgha Batam Center. METODE PENELITIAN Penelitian ini dilakukan di Gereja Bethel Indonesia Tabgha Batam yang terletak di wilayah pelayanan Badan Pengurus Daerah Kepulauan Riau Gereja Bethel Indonesia dan berdomisili di Kota Batam. (Pasaribu 2. Penelitian ini dilaksanakan mulai bulan Oktober 2021 sampai dengan bulan Mei 2022. Metode penelitian yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah rancangan penelitian kuantitatif dengan metode survei. Penelitian ini bertujuan untuk menguji hipotesis yang menyatakan pengaruh variabel bebas . ependent variabe. Dalam penelitian ini JURNAL TABGHA Volume 3 No. 2 Oktober 2022 variabel bebasnya adalah pemahaman pembinaan kerja kristen . elanjutnya disebut X), dan variabel terikatnya adalah kebahagiaan keluarga . elanjutnya disebut Y). bersamaan valid. Penghitungan validitas konstruksi ini dilakukan maksimal sampai tiga kali penghitungan, yang kemudian disebut dengan iterasi, di mana dalam iterasi ortogonal ditetapkan terlebih dahulu r kriteria. Dengan nilai degree of freedom . = n-2 = 28, maka berdasarkan tabel critical values of the person diperoleh r kriteria sebesar 0. Penghitungan dilakukan dengan bantuan program SPSS Dari hasil Uji validitas variable (X) didapati bahwa dari 49 butir instrumen yang direncanakan, setelah dilakukan uji validitas pertama ternyata didapati 3 butir pernyataan tidak valid, dan dilanjutkan dengan uji validitas orthogonal ke-2 dengan 46 butir, didapati semua butir dengan hasil valid, dengan demikian instrumen selanjutnya dapat dipergunakan untuk pengambilan data di lapangan, hasil uji validitas akhir tergambar dalam table di bawah ini: Rancangan Pola Pengaruh. Var (X) Pembinaan Keluarga P-ISSN 2722-6190 E-ISSN 2830-5299 Var (Y) Kebahagian Keluarga Variabel (X) dibagi kepada enam dimensi, yang diurai menjadi: . Dasar pernikahan Kristen. Komunikasi yang baik . Berbeda untuk saling melengkapi . Melangkah dan menciptakan diri menjadi orang tua yang bijak . Membina kebersamaan . Mempersiapkan diri untuk menghadapi konflk yang terus menerus dan seni mengendalikan reaksi. Dan Variabel (Y) terdiri dari tiga dimensi, yaitu: . Berakar dalam Tuhan, . Suasana yang tenang dan nyaman, . Suasana Populasi dalam penelitian ini adalah keluarga yang menikah di Gereja Bethel Indonesia Tabgha Batam Center. Jumlah populasi yang akan diteliti adalah sebesar 175 keluarga dengan rentang usia pernikahan satu sampai sepuluh tahun. Jumlah sebanyak 120 keluarga. Peneliti akan membagikan kuesioner kepada para responden dan jawaban dari responden akan digunakan peneliti sebagai data primer yang kemudian akan di analisis. Untuk melakukan validasi awal dilakukan dengan uji coba instrumen dimana dalam penelitian ini sebanyak 30 sampel uji coba, data yang digunakan dalam uji validitas sebanyak 30 responden yang merupakan sampel dari populasi penelitian. Dalam konstruksi dengan pendekatan iterasi ditemukannya butir-butir yang secara Tabel 1. Uji Validitas Var (X) r Butir 0,419 0,419 0,371 0,563 0,653 0,619 r Tabel 0,361 0,361 0,361 0,361 0,361 0,361 Hasil Valid Valid Valid Valid Valid Valid Dari hasil Uji validitas variable (Y) didapati bahwa dari 25 butir instrumen yang direncanakan, setelah dilakukan uji validitas didapati semua butir dengan hasil valid, sehingga tidak perlu dilakukan pengujian orthogonal tahap berikutnya, dengan demikian instrumen selanjutnya dapat dipergunakan untuk pengambilan data di lapangan, hasil uji validitas akhir tergambar dalam table di bawah ini: Tabel 2. Uji Validitas Var (Y) r Butir r Tabel Hasil 0,705 0,361 Valid 0,555 0,361 Valid 0,819 0,361 Valid 0,791 0,361 Valid 0,793 0,361 Valid 0,738 0,361 Valid Koefisien reliabilitas instrument variable pemahaman pembinaan keluarga JURNAL TABGHA Volume 3 No. 2 Oktober 2022 (X) dengan butir yang valid sejumlah 46 butir diperoleh indeks reliabilitas 0,966 . angat bai. jika hasilnya signifikan . ignifikansi <0,. , maka model linier. Uji linieritas merupakan uji prasyarat yang biasanya dilakukan jika akan melakukan analisis korelasi atau regresi linier. Uji Autokorelasi, adalah dengan Uji Durbin-Watson dengan ketentuan: - du4-dl, maka Ho ditolak, artinya terjadi autokorelasi. - dl t tabel, 16,389 > 1. maka Ho ditolak dan Ha diterima, artinya Variabel Pembinaan Keluarga (X) Kesejahtraan Keluarga (Y) di Gereja Bethel Indonesia Tabgha Batam. Dependent Variable: Kebahagiaan Keluarga Konstanta diangka -35,082. artinya jika Pembinaan Keluarga (X) nilainya 0, maka Kebahagiaan Keluarga (Y) jemaat Gereja Bethel Indonesia Gedung Tabgha Batam JURNAL TABGHA Volume 3 No. 2 Oktober 2022 P-ISSN 2722-6190 E-ISSN 2830-5299 Visi Press. Gereja Bethel Indonesia. Bimbingan Pernikahan. Edited by Tim Penyusun. Jakarta: BPH Gereja Bethel Indonesia. Heath. Warren Stanley. Keluarga Kristen. Bandung: Biji Sesawi. Homrighausen. Pendidikan Agama Kristen. Jakarta: BPK Gunung Mulia. Ivancevich. John M. Human Resource Management. Internatio. New York: Mc Graw Hill. Jalalluddin. Rakhmad. Meraih Kebahagiaan. Bandung: Simbiosa Rekatama Media. KBBI. Departemen Pendidikan Nasional. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Edisi Keti. Jakarta: Balai Pustaka. Komnas Perempuan. AuLembar Fakta Dan Poin Kunci Catatan Tahunan Komnas Perempuan Tahun 2020,Ay 5. https://komnasperempuan. id/down load-file/405. LAI. Alkitab Terjemahan Baru (TB). Jakarta: Lembaga Alkitab Indonesia. Mathis. Robert L. , and H. Jackson. John. Manajemen Sumber Daya Manusia. Terjemahan. Jakarta: Salemba Empat. Mills. Dick. Cara Meraih Pemikahan Bahagia. Jakarta: Yayasan Pekabaran Injil. Morib. Anderias Mesak. AuPentingnya Pelayanan Konseling Pranikah. Ay Logon Zoes: Jurnal Teologi 3 . Nahuway. Jakub. Isteri Yang Cakap Melebihi Permata. Yogyakarta: Yayasan ANDI. Ndoen. Bram Soei. Kemuliaan Pernikahan. Yogyakarta: Yayasan ANDI. Pandensolang. Welly. Keluarga Kristen Rumah Tuhan. Jakarta: STT AGAPE. Pasaribu. George Rudi Hartono. AuPengaruh Etos Kerja Kristen Terhadap Kinerja Pekerja Di Gereja Bethel Indonesia Tabgha Batam. Ay Jurnal Imparta 1 . : 68Ae78. https://ejournal. id/index. mparta-tabgha/article/view/18. Priyatno. Duwi. Mandiri Belajar KESIMPULAN Hipotesis ke 1 yang menyatakan bahwa tingkat Pembinaan Keluarga pada kategori sedang adalah tidak terbukti dalam penelitian ini, karena hasil penelitian membuktikan bahwa (X) berada pada kategori tinggi pada signifikansi < 0. tepatnya berada pada range 218,60 - 223 ,31 kelas tinggi, jadi tingkat Pembinaan Keluarga di Gereja Bethel Indonesia berada pada posisi tinggi. Hipotesis ke 2 yang menyatakan bahwa tingkat kebahagiaan keluarga pada kategori sedang adalah terbukti dalam penelitian ini, karena hasil penelitian membuktikan bahwa (Y) tersebut berada pada kategori tinggi, pada signifikansi < 0,05, tepatnya berada pada range 115,79 Ae 119,56 kelas kategori tinggi. Hipotesis 3 yang menyatakan pengaruh pembinaan keluarga terhadap kebahagiaan keluarga di Gereja Bethel Indonesia Gedung Tabgha Batam adalah tinggi terbukti, karena hasil penelitian menyimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara variabel (X) terhadap (Y) pada < 0,05. Besarnya persentase sumbangan pengaruh (X) secara parsial terhadap (Y) adalah sebesar 75,3%. Sementara sisanya 24,7%. DAFTAR PUSTAKA