Proper:Jurnal Penelitian Pertanian Terapan Vol 1 . 2023 eISSN 2988-506X Potensi Ketersediaan dan Kebutuhan Beras dalam Kaitannya dengan Ketahanan Pangan di Kabupaten Mamuju Potential of rice supply and demand in relation to food security in Mamuju Regency Subhan1. Junaedi2*. Darmawan2 1 Mahasiswa Program Magister Terapan Program Studi Ketahann Pangan. Politeknik Pertanin Negeri Pangkajene Kepulauan. Pangkep 90655. 2 Program Studi Ketahanan Pangan. Politeknik Pertanian Negeri Pangkajene Kepulauan. Pangkep 90655. *Corresponden Author Email: junaedi@polipangkep. ABSTRAK Beras menjadi salah satu produk pertanian utama dan menjadikan pertanian sebagai sektor paling penting dalam perekonomian di Indonesia. Ketergantungan masyarakat Indonesia pada beras menjadikan pertanian sebagai garda terdepan ketahanan pangan Indonesia. Beras memiliki nilai strategis utama sebagai makanan pokok. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis ketersediaan beras di Kabupaten Mamuju dan mengetahui tingkat konsumsi beras setiap tahunnya dalam 5 tahun terakhir . di Kabupaten Mamuju. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Dimana data diolah menggunakan software MS Excel. Analisis data dilakukan terhadap produksi dan ketersedian beras. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa: . Ketersediaan beras di Kabupaten Mamuju mengalami penurunan dalam 5 tahun terakhir walaupun memiliki kecendrungan peningkatan pada 2 tahun terakhir. Ketersediaan beras tertinggi terjadi pada tahun 2018 dengan produksi sebesar 469 ton dan terakhir produksi beras 52. 144 ton pada tahun 2022, . Kebutuhan beras di Kabupaten Mamuju terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun seiring dengan peningkatan jumlah penduduk. Kebutuhannya pada tahun 2018 sebesar 23. 455 ton terus meningkat hingga mencapai 25. 753 ton pada tahun 2022. Kebutuhan beras di Mamuju meningkat dari tahun ke tahun, namun secara umum Kabupaten Mamuju tergolong daerah Terdapat 8 kecamatan yang surplus dan 3 kecamatan kondisi defisit. Daerah defisit disebabkan secara geografis berada pada wilayah pesisir dan kepulauan dengan topografi wilayah pegunungan yang juga tidak memungkinkan untuk areal persawahan. Kata kunci : Beras. Ketahanan Pangan. Ketersediaan Beras. Kebutuhan Beras ABSTRACT Rice is one of the main agricultural products and makes agriculture the most important sector in the Indonesian Indonesian people's dependence on rice makes agriculture the frontline of Indonesia's food security. Rice has the main strategic value as a staple food. This study aims to determine and analyze the availability of rice in Mamuju Regency and determine the level of rice consumption each year in the last 5 years . in Mamuju Regency. This research uses a quantitative descriptive method, where the data is processed using MS Excel software. Data analysis was carried out on rice production and availability. The results showed that: . Rice availability in Mamuju Regency has decreased in the last 5 years although it has an increasing trend in the last 2 years. The highest rice availability occurred in 2018 with a production of 78,469 tons and the last rice production was 52,144 tons in 2022, . Rice demand in Mamuju Regency continues to increase from year to year in line with the increase in population. The need in 2018 is 23,455 tons and continues to increase until it reaches 25,753 tons in 2022. The need for rice in Mamuju increases from year to year, but in general Mamuju Regency is classified as a surplus area. There are 8 sub-districts that are surplus and 3 sub-districts that are deficit. The deficit areas are geographically located in coastal and island areas with mountainous topography which also does not allow for rice fields Keyword : Rice, food security. Rice availability. Rice needs PENDAHULUAN Bagi Indonesia, pangan sering diidentikkan dengan beras karena jenis pangan ini merupakan makanan pokok utama. Beras menjadi salah satu produk pertanian utama dan menjadikan pertanian sebagai sektor penting dalam perekonomian di Indonesia. Ketergantungan masyarakat Indonesia pada Subhan et al beras menjadikan pertanian sebagai garda terdepan ketahanan pangan Indonesia. Beras memiliki nilai strategis utama sebagai makanan pokok. Industri perberasan memiliki pengaruh yang besar dalam bidang ekonomi . alam hal penyerapan tenaga kerja, pertumbuhan dan dinamika ekonomi perdesaan, sebagai wage goo. , lingkungan . enjaga tata guna air dan kebersihan udar. dan sosial politik . ebagai perekat bangsa, mewujudkan ketertiban dan keamana. Beras juga merupakan sumber utama pemenuhan gizi yang meliputi kalori, protein, lemak dan vitamin (Perum Bulog, 2. Sebagai bahan pangan utama, beras menjadi salah satu produk pertanian utama dan menjadikan pertanian sebagai sektor penting dalam perekonomian di Indonesia. Ketergantungan masyarakat Indonesia pada beras menjadikan pertanian sebagai salah satu sektor yang sangat strategis sebagai garda terdepan ketahanan pangan Indonesia. Tantangan terbesar sektor pertanian berasal dari tidak seimbangnya laju pertumbuhan penduduk dengan luas lahan pertanian pangan. Luas tanah pertanian yang relatif tetap, bahkan cenderung mengalami penurunan, berbanding terbalik dengan laju pertumbuhan penduduk Indonesia. Menurut Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia, jumlah penduduk Indonesia yang tercatat pada tahun 2022 lebih dari 273 juta jiwa (Ditjen Dukcapil-Kemendagri, 2. Berdasarkan perhitungan Global Food Security Index (GFSI), indeks ketahanan pangan Indonesia pada 2022 berada di level 60,2, lebih tinggi dibanding periode 2020. Ketahanan pangan Indonesia tahun 2022 masih di bawah rata-rata global yang indeksnya 62,2, serta lebih rendah dibanding rata-rata Asia Pasifik yang indeksnya 63,4. Indeks ketahanan pangan GFSI 2022 diukur berdasarkan empat indikator, yakni keterjangkauan harga pangan . , ketersediaan pasokan . , kualitas nutrisi . uality and safet. , serta keberlanjutan dan adaptasi . ustainability and adaptatio. indikator keberlanjutan dan adaptasi. GFSI menilai kebijakan negara dalam beradaptasi dengan perubahan iklim, pemeliharaan lingkungan, sampai manajemen kebencanaan yang dapat mempengaruhi keamanan pasokan pangan (BKP-Kementan, 2. Hasil penilaian seluruh indikator tersebut dinyatakan dalam skor berskala 0-100. Semakin tinggi skornya, kondisi ketahanan pangan dinilai semakin baik. Secara umum. GFSI menilai harga pangan di Indonesia cukup terjangkau dibanding negara-negara lain. Hal ini terlihat dari skor affordability Indonesia yang mencapai 81,4, cukup jauh di atas rata-rata Asia Pasifik yang skornya 73,4. Namun, ketersediaan pasokan pangan Indonesia dinilai kurang baik dengan skor 50,9. Kualitas nutrisi juga hanya mendapat skor 56,2, sedangkan keberlanjutan dan adaptasi skornya 46,3. Di tiga indikator ini ketahanan Indonesia dinilai lebih buruk dibanding rata-rata negara Asia Pasifik. Hal ini tidak lepas dari sifat produksi komoditi pangan itu sendiri yang musiman dan berfluktuasi karena sangat mudah dipengaruhi oleh iklim/cuaca. Perilaku produksi yang sangat dipengaruhi iklim tersebut sangat mempengaruhi ketersediaan pangan nasional. Jika produksi padi di Indonesia dikonversikan menjadi beras untuk konsumsi pangan penduduk, maka produksi padi sepanjang Januari hingga Desember 2021 setara dengan 31,36 juta ton beras, atau mengalami penurunan sebesar 140,73 ribu ton . ,45 perse. dibandingkan 2020 yang sebesar 31,50 juta ton (BPS, 2. Kabupaten Mamuju merupakan salah satu wilayah yang memiliki sumber daya alam yang cukup Hal ini mengindikasikan sudah sewajarnya mencapai ketahanan pangan sendiri. Ketersediaan beras di Kabupaten Mamuju dapat ditingkatkan dengan melihat banyaknya jumlah petani yang mengusahakan tanaman padi yang ditunjang dengan ketersediaan lahan pertanian. Dukungan pemerintah daerah dalam upaya peningkatan produksi dan produktivitas padi juga terus dilakukan melalui peningkatan prasarana dan sarana pertanian serta pendampingan pertanian melalui kegiatan penyuluhan pertanian. Dengan melihat jumlah penduduk dan kebutuhan konsumsi beras perkapita, mestinya Kabupaten Mamuju sudah dapat mencukupi bahkan dapat mensuplai beras ke daerah lain setiap tahunnya, tetapi pada kenyataannya Kabupaten Mamuju justru masih mendatangkan beras dari kabupaten lain untuk mencukupi kebutuhan akan beras. Ketergantungan akan beras yang didatangkan dari daerah lain untuk memenuhi kebutuhan mengindikasikan bahwa produksi dan distribusi beras di Kabupaten Mamuju belum dilakukan secara efisien. Berdasarkan uraian tersebut, maka tujuan penelitian ini adalah untuk . mengkaji bagaimana kondisi ketersediaan beras di Kabupaten Mamuju dan . mengetahui berapa besar konsumsi beras setiap tahunnya di Kabupaten Mamuju Ketersediaan dan Kebutuhan Beras dengan Ketahanan Pangan, 76-83 METODE Tempat dan Waktu Penelitian ini dilakukan di Kabupaten Mamuju Provinsi Sulawesi Barat. Pemilihan lokasi dilakukan secara sengaja . dengan pertimbangan bahwa Kabupaten Mamuju merupakan wilayah penghasil beras terbesar kedua setelah Kabupaten Polman dan tingginya produksi beras yang dihasilkan dari luas lahan baku sawah yang dianggap sangat memungkinkan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi beras bagi sekitar 270. 000 jiwa. Penelitian dilaksanakan pada bulan Oktober hingga Desember 2022. Jenis dan Sumber Data Jenis data yang digunakan pada penelitian ini adalah data kuantitatif yang berupa data time series dalam kurun waktu 5 tahun terakhir, dari tahun 2018-2022. Data runtut waktu (Time Serie. adalah data yang secara kronologis disusun menurut waktu pada satu variabel tertentu. Pada penelitian ini data yang diperoleh berupa data jumlah penduduk dan data produksi padi gabah kering giling. Sumber data yang digunakan adalah data sekunder. Adapun instansi yang dijadikan sumber data dalam penelitian ini adalah BPS (Badan Pusat Statisti. Kabupaten Mamuju. Badan Ketahanan Pangan Kabupaten Mamuju. Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Peternakan Kabupaten Mamuju dan Badan Urusan Logistik (Bulo. Teknik Analisis Data Teknik analisis data yang digunakan ialah analsisis deskriptif kuantitatif menggunakan data Pengumpulan data sekunder dilakukan dengan menginventarisasi dokumen-dokumen dari Badan Pusat Statistik, khususnya Analisis Bahan Pokok. Ketersediaan beras dihitung melalui rumus yang terlampir dalam peraturan Menteri Pertanian tentang Pedoman Sistem Kewaspadaan Pangan dan Gizi seperti berikut (BKP- Kementan, 2. Rnet = (P x . -S F W)) x C Keterangan : Rnet : Produksi netto beras . on/tahu. : Produksi padi GKG . on/tahu. : Benih . ,9%) : Pakan . ,44%) W : Tercecer . ,4%) C : Konversi padi ke beras . ,74%) Produksi netto beras diasumsikan sebagai ketersediaan beras. Angka 62,74% adalah angka konversi gabah kering giling ke beras yang ditetapkan oleh BPS. Analisis kebutuhan beras dilakukan dengan mengolah data statistik berupa jumlah penduduk masing-masing kecamatan dan konversi kebutuhan konsumsi beras penduduk di Indonesia per hari per kapita, yaitu sebesar 1,571 kg/orang/minggu. Persamaan yang digunakan adalah: KB = JP Kec x C x M Keterangan: : Kebutuhan beras JP Kec : Jumlah penduduk masing-masing kecamatan : Rata-rata konsumsi beras/orang /minggu . ,571 k. : Jumlah Minggu dalam setahun . ,143 mingg. Hasil dari perhitungan dengan menngunakan persamaan tersebut kemudian dikurangi, sehingga akan dapat diketahui kategori wilayah surplus atau defisit beras. Apabila ketersediaan lebih besar dari kebutuhan beras, maka wilayah dikatakan surplus beras, sedangkan apabila ketersediaan beras lebih kecil dari kebutuhan beras, maka wilayah dikatakan defisit beras. Subhan et al HASIL DAN PEMBAHASAN Ketersediaan Ketersediaan beras di Kabupaten Mamuju pada tahun 2018 adalah yang tertinggi. Dan ketersediaan beras terendah berada pada tahun 2020. Hal ini ditunjukkan oleh jumlah GKG (Gabah Kering Gilin. tahun 2018 sebanyak 135. 465 ton dan GKG (Gabah Kering Gilin. tahun 2020 sebanyak 959 ton. Kecamatan dengan jumlah ketersediaan beras tertinggi selama lima tahun adalah Kecamatan Tommo yaitu 20. 658 ton pada tahun 2018. Di susul oleh Kecamatan Papalang pada tahun 2018 yaitu 100 ton. Kemudian di tahun 2019, 2020, 2021 dan 2022 Kalukku menjadi Kecamatan dengan ketersediaan beras tertinnggi yaitu sebanyak 13. 033 ton di tahun 2019, adalah 8. 239 ton pada tahun 2020, sebesar 10. 403 ton di tahun 2021 dan sebesar 13. 537 ton di tahun 2022. Adapun jumlah ketersediaan beras terendah pada tahun 2018, 2019, 2020, 2021, dan 2022 berada pada Kecamatan Mamuju. Ini karena Mamuju yang merupakan ibukota kabupaten berada di pesisir pantai serta sebagian wilayahnya memiliki topografi pegunungan. Kondisi ini sesuai dengan gambaran Suarni . yang menjelaskan bahwa kondisi geografis menentukan potensi suatu wilayah, termasuk dalam menanam komoditas padi. Selain itu faktor kondisi sosial masyarakat di Kecamatan Mamuju yang lebih menekuni nelayan tangkap dan petaninya lebih memilih membudidayakan ubi kayu, cengkeh serta kakao menjadi faktor penentu lainnya. 90,000 80,000 78,469 70,000 59,335 60,000 52,144 50,000 40,524 43,579 40,000 30,000 20,000 10,000 Gambar 1. Ketersediaan Beras di Kabupaten Mamuju Tahun 2018 - 2022 Berdasarkan Gambar 1, diketahui bahwa selama lima tahun ketersediaan beras di Kabupaten Mamuju mengalami penurunan walaupun kemudian pada 2 tahun terakhir memiliki kecendrungan Penurunan produksi mulai terlihat pada tahun 2019 dengan produksi sebanyak 19. 134 ton dengan penuruan 24,4 % dan tahun 2020 produksi sebesar 18. 811 ton ( turun 31,7 %). Sedangkan pada tahun 2021 dan 2022 mengalami sedikit peningkatan yaitu sebesar 3. 055 ton . ,5 %) untuk tahun 565 ton . ,7 %) untuk tahun 2022. Ketersediaan beras tertinggi terjadi pada tahun 2018 469 ton, kemudian mengalami penurunan menjadi 59. 335 ton di tahun 2019 dan 40. 524 ton pada tahun 2020, dan kembali mengalami peningkatan ketersediaan menjadi 43. 579 ton pada tahun 2021 dan 52. 144 ton pada tahun 2022 Kondisi penurunan produksi di Kabupaten Mamuju karena terjadinya kecenderungan budidaya pada komoditas lain, tingkat serangan hama dan penyakit serta alih fungsi lahan sawah ke lahan Namun untuk dapat meningkatkan produksi, petani masih memungkinkan melakukan perbaikan produksi khususnya dengan memperbaiki teknis budidaya, karena kendala utama yang umumnya dihadapi petani adalah peningkatan efisiensi teknis. Hal ini sejalan hasil penelitian Junaedi, et al. , . yang menemukan bahwa rata-rata nilai efisiensi teknis yang diperoleh petani sawah adalah 0,77 atau 77%, artinya petani mempunyai peluang untuk meningkatkan nilai efisiensi teknisnya untuk Ketersediaan dan Kebutuhan Beras dengan Ketahanan Pangan, 76-83 mendapatkan hasil yang lebih tinggi yaitu sebesar 16,91%. Selanjutnya mengacu pada penelitian Rahmad, et al. , . salah satu upaya yang juga dapat dipertimbangkan adalah perbaikan varietas, dimana diketahui bebrapa hasil pengujian varietas padi, diantaranya Varietas Inpari 10 yang memiliki tinggi tanaman, jumlah anakan produktif dan berat gabah per 1000 biji tertinggi, sementara Varietas Inpari 3 memiliki tinggi tanaman, jumlah malai per batang dan jumlah gabah per malai tertinggi sedangkan Varietas Cisantana memiliki produksi gabah kering panen tertinggi. Setiap kecamatan di Kabupaten Mamuju memiliki karakteristik wilayah yang berbeda Ae beda, sehingga ketersediaan beras juga berbeda Aebeda. Karakteristik wilayah dapat berupa karakteristik fisik maupun sosial wilayah. Variasi ketersediaan beras dapat diketahui melalui pemetaan. Pemetaan ketersediaan beras dapat menjadi acuan untuk mengetahui hubungan antara karakteristik wilayah, hubungan satu kecamatan dengan kecamatan lainnya, serta dampaknya terhadap ketersediaan beras. Berdasarkan hasil penelitian Dwi . dapat diketahui bahwa variabel produksi padi, harga beras dan luas panen berpengaruh positif dan signifikan terhadap Ketersediaan Beras. Kecamatan dengan tingkat ketersediaan beras yang sama mengalami pengelompokan. Kecamatan dengan tingkat ketersediaan beras rendah terletak mengelompok di sebelah Barat Kabupaten Mamuju. Kecamatan dengan tingkat ketersediaan beras sedang mengelompok di sebelah Selatan Kabupaten. Kecamatan dengan tingkat ketersediaan beras tinggi berada di bagian tengah menuju utara Kabupaten Mamuju. Kondisi ini disebabkan karena kecamatan di sebelah Barat umumnya merupakan daerah Sedangkan disebelah Selatan umumnya topografi berbukit, sementara untuk Utara adalah wilayah dengan areal persawahan yang luas karena topografi yang umumnya datar. Kebutuhan Beras Beras merupakan makanan pokok yang keberadaannya tidak bisa tergantikan hingga saat ini. Konsumsi per kapita per tahun mempengaruhi ketersediaan beras. Semakin besar jumlah penduduk maka ketersediaan beras semakin besar. Ketersediaan beras menjadi suatu keharusan pada suatu daerah, walaupun faktor ini saja tidak cukup untuk menjabarkan ketersediaan beras disuatu daerah. Beikut adalah jumlah penduduk disetiap kecamatan di Kabupaten Mamuju yang dapat mempengaruhi kebutuhan beras disetiap kecamatan dapat dilihat pada Gambar 2. 8,000 7,000 6,000 5,000 4,000 3,000 2,000 1,000 Gambar 2. Kebutuhan Beras di Kabupaten Mamuju Tahun 2018 - 2022 Berdasarkan Gambar 2 terlihat bahwa kecamatan dengan kebutuhan tertinggi adalah Kecamatan Mamuju dan Kalukku, hal ini karena kedua kecamatan tersebut adalah merupakan kecamatan dengan Subhan et al jumlah penduduk tertinggi. Kebutuhan beras di Kecamatan Mamuju, mulai dari 5. 945 ton untuk tahun 2018, 6. 132 ton untuk tahun 2019, 6. 318 ton untuk tahun 2020, 6. 504 ton untuk 2021 hingga 6. 692 ton untuk tahun 2022. Kecamatan dengan kebutuhan beras terendah adalah Kecamatan Bala-Balakang. Bonehau dan Kalumpang. Beras sebagai barang konsumsi sangat dipengaruhi oleh banyak tidaknya orang yang akan mengkonsumsi beras tersebut, semakin banyak orang yang mengkonsumsi beras maka semakin tinggi pula kebutuhan beras (Andani, 2008 . Abdullah, et al, 2. Kecamatan Bala-balakang merupakan kepulauan yang baru dimekarkan dari Kecamatan Simboro, sedangkan Bonehau dan Kalumpang adalah kecamatan dengan topografi pengunungan dan bukit, serta aliran sungai yang banyak. Ketiga kecamatan tersebut memiliki kebutuhan yang rendah karena jumlah penduduk yang sedikit. Selain itu kendala utama yang menjadi faktor penyebabnya adalah akses terhadap beras sangat minim, sehingga kadang menggunakan komoditi lain untuk subtitusi makanan. Hal ini juga yang menyebabkan banyak penduduknya memilih untuk untuk keluar dari daerah tersebut. Untuk Kecamatan Bala Balakang memilih ke Kalimantan, sedangkan Bonehau memilih ke Mamuju atau Kalukku. Pasira, et al, . menemukan bahwa tingkat aksesibilitas pangan yang yang paling berpangaruh dan termasuk kategori tinggi adalah akses fisik, sedangkan akses ekonomi dan akses sosial termasuk kategori rendah. Kebutuhan beras di Kabupaten Mamuju terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun seiring dengan peningkatan jumlah penduduk. Kebutuhannya pada tahun 2018 sebesar 23. 455 ton terus meningkat pada hingga mencapai tahun 2019 sebesar 24. 023 ton, tahun 2020 sebesar 24. 595 ton, tahun 2021 163 ton dan tahun 2022 sebesar 25. 753 ton pada tahun 2022. Daerah Defisit Ae Surplus Produksi beras berfluktuasi mengikuti pola tanam, sementara konsumsi beras stabil sepanjang Surplus beras umunya meningkat pada masa panen . ulan Februari-Apri. , sementara pada musim kemarau dan musim tanam (Oktober-Januar. mengalami defisit. Surplus beras menjadi salah satu strategi pengendalian inflasi, hal tersebut dapat dilakukan dengan memanfaatkan surplus yang dicapai menjadi cadangan pangan pemerintah. Berdasarkan hasil analisis terhadap ketersediaan dan kebutuhan beras dapat diketahui kondisi ketersediaan beras pada masing-masing kecamatan di Kabupaten Mamuju sebagaimana ditunjukkan pada Tabel 1. Tabel 1. Daerah Defisit - Surplus di Kabupaten Mamuju Kecamatan Kalukku Tapalang Tapalang Barat Simboro Bala Balakang Mamuju Kalumpang Bonehau Papalang Sampaga Tommo Jumlah Klasifikasi Sumber : Hasil Olah Data, 2022 Keterangan. tanda ( ) = Surplus dan tada (-) = Defisit Berdasarkan Tabel 1 diketahui bahwa secara keseluruhan Kabupaten Mamuju tergolong daerah yang surplus beras, dimana terdapat 8 kecamatan yang surplus dan hanya 3 kecamatan yang tergolong Ketersediaan dan Kebutuhan Beras dengan Ketahanan Pangan, 76-83 Secara umum kecamatan yang surplus beras dikarenakan kondisi alam yang mendukung serta luas lahan yang dimanfaatkan sedangkan kecamatan yang defisit beras dikarenakan berada di daerah kepulauan dan pesisir yang tidak memiliki lahan sawah sehingga tidak menghasilkan produksi padi. Untuk itu perlu distribusi yang baik agar akses pangan dapat memenuhi kebutuhan secara regional, menurut Sari . pemenuhan kebutuhan beras tidak hanya mencakup jumlah yang harus disediakan, tetapi juga stabilitas dan kemampuan produksi untuk mencukupi kebutuhan penduduk di wilayah Pratama, et al. , . juga menambahkan bahwa faktor aksesibilitas menjadi elemen penting dalam menjamin ketersediaan beras di masing-masing wilayah serta pemerataan beras kepada seluruh Kabupaten Mamuju selama 5 tahun terakhir berhasil menjadi salah satu kabupaten yang surplus beras di Provinsi Sulawesi Barat. Hal ini tidak bisa lepas dari hasil kolaborasi pemerintah daerah dan pelaku usaha pertanian tanaman pangan, khususnya padi di Kabupaten Mamuju melalui intervensi baik langsung maupun tidak langsung terhadap sarana dan prasarana produksi. Sehingga menyikapi kondisi tersebut Kabupaten Mamuju dapat menerapkan beberapa strategi lain diantaranya gerakan pangan murah, operasi pasar murah, penjualan beras Bulog ke pasar tradisional, kerja sama antar daerah, stabilisasi pasokan pangan, pengawasan mutu, gizi, dan keamanan pangan, serta pengentasan kerawanan pangan dan mutu gizi. Sementara itu melihat posisinya yang sangat strategis di tengah-tengah pulau Sulawesi Bagian Barat yang berbatasan langsung selat Makassar dan Provinsi Kalimantan Timur, menjadikan Kabupaten Mamuju sebagai salah satu daerah yang akan menjadi daerah penopang atau penyanggah ibu kota negara (IKN) baru yaitu Nusantara yang berada di Penajam Paser Utara. Kalimantan Timur. KESIMPULAN Ketersediaan beras di Kabupaten Mamuju mengalami penuruhan selama 5 tahun terakhir dengan kecendrungan peningkatan pada 2 tahun terakhir. Ketersediaan beras tertinggi terjadi pada tahun 2018 sebesar 78. 469 ton, kemudian mengalami penurunan menjadi 59. 335 ton di tahun 2019 dan 524 ton pada tahun 2020, dan kembali mengalami peningkatan ketersediaan menjadi 43. ton pada tahun 2021 dan 52. 144 ton pada tahun 2022. Kebutuhan beras di Kabupaten Mamuju terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun seiring dengan peningkatan jumlah penduduk. Kebutuhannya pada tahun 2018 sebesar 23. 455 ton terus meningkat pada hingga mencapai 25. 753 ton pada tahun 2022. Berdasarkan jumlah ketersediaan dan kebutuhannya. Kabupaten Mamuju dalam 5 tahun terakhir . termasuk daerah yang surplus beras. DAFTAR PUSTAKA