Seminar & Call for Economic Paper (SCPE) UKMC 2025 04 Juli 2025 E-ISSN: 2963-153X Pengaruh Sistem Informasi Akuntansi Terhadap Kualitas Laporan Keuangan UMKM di Era Digitalisasi Anisa Salsabila1. Jovita Febryana 2 Universitas PGRI Mpu Sindok Nganjuk Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis . salsabil01@gmail. Abstrak Perkembangan teknologi informasi di era digitalisasi memberikan dampak signifikan terhadap berbagai sektor usaha, termasuk Usaha Mikro. Kecil, dan Menengah (UMKM). Salah satu aspek penting dalam pengelolaan keuangan UMKM adalah penerapan Sistem Informasi Akuntansi (SIA) untuk menghasilkan laporan keuangan yang akurat, relevan, dan tepat waktu. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh sistem informasi akuntansi terhadap penyajian laporan keuangan pada UMKM di era digital. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif melalui studi literatur dan wawancara semiterstruktur pada beberapa pelaku UMKM. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan sistem informasi akuntansi berbasis digital mampu meningkatkan kualitas laporan keuangan UMKM dalam hal ketepatan waktu, keakuratan data, dan kemudahan akses informasi keuangan. Namun demikian, tantangan seperti keterbatasan literasi digital dan biaya implementasi masih menjadi kendala dalam optimalisasi sistem Kesimpulannya. SIA berperan penting dalam meningkatkan kualitas laporan keuangan UMKM di era digital, meskipun dibutuhkan upaya pendampingan dan pelatihan bagi pelaku usaha. Kata Kunci: Sistem Informasi Akuntansi. UMKM. Laporan Keuangan. Digitalisasi Abstract The development of information technology in the era of digitalization has had a significant impact on various business sectors, including Micro. Small, and Medium Enterprises (MSME. One of the important aspects in the financial management of MSMEs is the implementation of an accounting information system (AIS) to produce financial reports that are accurate, relevant, and timely. This study aims to analyze the influence of accounting information systems on the presentation of financial reports in MSMEs during the digital era. The research method used is descriptive qualitative through literature studies and semistructured interviews with several MSME actors. The results of the study show that the implementation of digital-based accounting information systems is able to improve the quality of MSME financial reports in terms of timeliness, data accuracy, and ease of access to financial information. However, challenges such as limited digital literacy and implementation costs remain obstacles in optimizing the system. AIS plays an important role in improving the quality of MSME financial reports in the digital era, although efforts in providing assistance and training for business owners are still needed. Keywords: Accounting Information Systems. MSMEs. Financial Statements. Digitalization PENDAHULUAN Era digital telah membawa perubahan besar dalam pengelolaan usaha, termasuk bagi sektor Usaha Mikro. Kecil, dan Menengah (UMKM). Saat ini. UMKM dituntut untuk mampu menyajikan informasi keuangan yang cepat, akurat, dan dapat diakses secara digital untuk mendukung pengambilan keputusan bisnis. Salah satu alat bantu penting dalam pengelolaan keuangan tersebut adalah sistem informasi akuntansi (SIA). SIA merupakan sistem berbasis teknologi informasi yang digunakan untuk mencatat, mengelola, dan menyajikan laporan keuangan perusahaan. Melalui penerapan SIA, pelaku UMKM diharapkan dapat menyajikan laporan keuangan yang lebih baik, yang pada akhirnya 68 | Journal of UKMC National Seminar On Accounting Proceeding. Vol. No. Ags 2025 akan meningkatkan daya saing dan kredibilitas usaha di mata investor, perbankan, dan Perkembangan teknologi informasi telah memberikan dampak yang signifikan terhadap berbagai aspek kehidupan, termasuk dalam pengelolaan informasi keuangan pada sektor usaha Usaha Mikro. Kecil, dan Menengah (UMKM) merupakan bagian penting dari perekonomian Indonesia. Namun, tantangan utama yang dihadapi oleh UMKM adalah keterbatasan dalam menyusun laporan keuangan yang akurat dan tepat waktu. Salah satu solusi yang dapat dimanfaatkan adalah penerapan Sistem Informasi Akuntansi (SIA). SIA memungkinkan pencatatan transaksi secara otomatis dan real-time, sehingga meningkatkan efisiensi dan akurasi dalam penyusunan laporan keuangan. Di era digitalisasi saat ini, banyak aplikasi berbasis cloud dan perangkat lunak akuntansi yang dirancang khusus untuk kebutuhan UMKM. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana pengaruh SIA terhadap kualitas laporan keuangan UMKM di Indonesia, khususnya di wilayah Jawa Timur. Dalam konteks persaingan usaha yang semakin ketat dan kompleks, laporan keuangan menjadi alat utama dalam pengambilan keputusan, baik untuk kepentingan internal manajerial maupun eksternal seperti kreditur, investor, maupun pemerintah. UMKM dituntut untuk dapat menyajikan informasi keuangan secara cepat dan akurat agar mampu merespons dinamika pasar serta meningkatkan kredibilitas dan daya saing usahanya. Namun, fakta di lapangan menunjukkan bahwa banyak UMKM masih mengelola pembukuan secara manual atau bahkan tidak menyusun laporan keuangan sama sekali. Hal ini disebabkan oleh keterbatasan pemahaman tentang akuntansi, minimnya pelatihan dan edukasi, serta kurangnya akses terhadap teknologi pendukung. Untuk menjawab tantangan tersebut, salah satu solusi yang dapat dimanfaatkan oleh UMKM adalah penerapan Sistem Informasi Akuntansi (SIA). SIA merupakan sistem terkomputerisasi berbasis teknologi informasi yang dirancang untuk mencatat, memproses, dan menghasilkan informasi akuntansi secara sistematis. Melalui implementasi SIA, proses pencatatan transaksi keuangan dapat dilakukan secara otomatis, efisien, dan real-time. Hal ini tidak hanya mengurangi kemungkinan kesalahan manusia . uman erro. , tetapi juga meningkatkan konsistensi dan keandalan informasi keuangan yang dihasilkan. Dalam era digital saat ini, penggunaan aplikasi akuntansi berbasis cloud seperti Accurate Online. Jurnal by Mekari. Zahir Accounting, dan sejenisnya memberikan kemudahan bagi UMKM dalam mengelola keuangan tanpa harus memiliki keahlian teknis yang mendalam di bidang akuntansi. Ketersediaan dan pemanfaatan teknologi akuntansi yang tepat dapat membantu UMKM menyusun laporan keuangan yang memenuhi karakteristik kualitatif seperti relevansi, keandalan, kemudahan pemahaman, dan ketepatan waktu. Laporan keuangan yang berkualitas akan memudahkan UMKM dalam mengakses pembiayaan dari lembaga keuangan, menjalin kemitraan strategis, serta memenuhi kewajiban perpajakan dengan lebih baik. Namun, meskipun potensi manfaatnya besar, tidak semua UMKM mampu mengadopsi SIA secara efektif karena kendala teknis, biaya, dan budaya organisasi. Oleh karena itu, penelitian ini menjadi penting untuk dilakukan guna mengetahui sejauh mana pengaruh penggunaan Sistem Informasi Akuntansi terhadap kualitas laporan keuangan UMKM, khususnya di era digitalisasi saat ini. Penelitian ini akan difokuskan pada wilayah Jawa Timur, mengingat provinsi ini memiliki jumlah UMKM yang besar dan heterogen. Dengan menganalisis hubungan antara penerapan SIA dan kualitas laporan keuangan, diharapkan penelitian ini dapat memberikan kontribusi bagi peningkatan kapasitas keuangan UMKM, serta menjadi dasar bagi perumusan kebijakan atau program pelatihan yang lebih terarah dalam mendukung transformasi digital sektor UMKM di Indonesia. 69 | Journal of UKMC National Seminar On Accounting Proceeding. Vol. No. Ags 2025 TINJAUAN PUSTAKA Sistem Informasi Akuntansi (SIA) Sistem Informasi Akuntansi (SIA) adalah sebuah sistem yang bertugas mengumpulkan, mencatat, memproses, dan menyajikan informasi keuangan yang diperlukan dalam proses pengambilan keputusan manajerial dan operasional sebuah organisasi. Menurut Wicaksono et al. , penerapan SIA yang baik dalam perusahaan dapat meningkatkan efisiensi operasional dan keakuratan laporan keuangan, serta mempermudah manajemen dalam mengakses informasi keuangan secara real-time. Penerapan SIA berbasis digital juga memberikan kemudahan integrasi antar bagian dalam perusahaan, sehingga proses pencatatan transaksi hingga pelaporan dapat berjalan lebih efektif. Laporan Keuangan UMKM Laporan keuangan merupakan salah satu instrumen penting yang digunakan untuk menggambarkan kondisi keuangan dan kinerja usaha dalam suatu periode. Standar Akuntansi Keuangan Entitas Mikro. Kecil, dan Menengah (SAK EMKM) 2022 menyebutkan bahwa laporan keuangan UMKM sekurang-kurangnya terdiri dari laporan posisi keuangan, laporan laba rugi, dan catatan atas laporan keuangan. Penelitian oleh Hidayat et al. menunjukkan bahwa UMKM yang menggunakan sistem akuntansi digital cenderung memiliki laporan keuangan yang lebih akurat, lengkap, dan tepat waktu dibandingkan UMKM yang masih menggunakan pencatatan manual. Digitalisasi dan Pengaruhnya Terhadap UMKM Digitalisasi merupakan proses transformasi aktivitas bisnis dari sistem manual menjadi berbasis teknologi digital. Menurut Sari & Firmansyah . , digitalisasi memberikan dampak positif terhadap kelangsungan UMKM dengan meningkatkan kecepatan akses informasi, efisiensi biaya operasional, dan efektivitas proses akuntansi. Dalam konteks laporan keuangan, digitalisasi sistem akuntansi mampu mempercepat proses pelaporan, meminimalisir kesalahan pencatatan, dan memudahkan pelaku usaha dalam memonitor kondisi keuangan secara real-time. METODE PENELITIAN Jenis dan Pendekatan Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif, yaitu penelitian yang berupaya menggambarkan, menganalisis, dan menjelaskan fakta-fakta di lapangan terkait penerapan sistem informasi akuntansi dan dampaknya terhadap laporan keuangan UMKM tanpa menggunakan perhitungan statistik. Teknik Pengumpulan Data a Studi Literatur Data diperoleh melalui telaah terhadap buku-buku, artikel ilmiah, jurnal nasional bereputasi (SINTA 1 dan SINTA . , serta publikasi online yang relevan dengan topik sistem informasi akuntansi, laporan keuangan UMKM, dan a Wawancara Semi-Terstruktur Peneliti melakukan wawancara semi-terstruktur kepada beberapa pelaku UMKM di wilayah Kota X yang telah menerapkan sistem informasi akuntansi berbasis digital. Wawancara ini bertujuan untuk menggali informasi langsung 70 | Journal of UKMC National Seminar On Accounting Proceeding. Vol. No. Ags 2025 mengenai pengalaman, manfaat, serta hambatan yang dihadapi dalam penerapan SIA terhadap penyusunan laporan keuangan. Teknik Analisis Data a Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis kualitatif interaktif, yang terdiri dari beberapa tahap, yaitu: a Reduksi Data: Proses merangkum, memilih hal-hal pokok, memfokuskan pada hal-hal penting, dan membuang data yang tidak relevan. a Penyajian Data: Menyajikan data hasil wawancara dan studi literatur dalam bentuk narasi deskriptif untuk memudahkan penarikan kesimpulan. a Penarikan Kesimpulan: Menyimpulkan hasil penelitian berdasarkan data yang telah dianalisis, disesuaikan dengan teori-teori yang mendukung. Instrumen Penelitian Instrumen utama dalam penelitian ini adalah peneliti sendiri . uman instrumen. , dibantu dengan panduan wawancara dan checklist studi literatur untuk memastikan data yang diperoleh relevan dengan topik penelitian. PEMBAHASAN Perkembangan teknologi informasi yang sangat pesat dalam beberapa tahun terakhir telah memberikan pengaruh signifikan terhadap berbagai sektor usaha, tak terkecuali pada Usaha Mikro. Kecil, dan Menengah (UMKM). Dalam era digitalisasi seperti saat ini, kebutuhan akan sistem yang dapat mengelola data dan informasi secara cepat, akurat, serta dapat diakses secara fleksibel menjadi keharusan bagi setiap pelaku usaha, termasuk UMKM. Salah satu sistem yang berperan penting dalam pengelolaan keuangan UMKM adalah sistem informasi akuntansi(SIA). Sistem ini tidak hanya berfungsi sebagai alat pencatatan transaksi keuangan semata, melainkan juga sebagai sarana yang membantu pelaku usaha dalam menyusun laporan keuangan yang relevan, akurat, dan dapat digunakan untuk pengambilan keputusan bisnis yang lebih efektif. Hasil penelitian yang dilakukan menunjukkan bahwa penerapan sistem informasi akuntansi berbasis digital memiliki dampak positif terhadap berbagai aspek dalam proses penyusunan laporan keuangan UMKM. Sebelum beralih ke sistem digital, sebagian besar pelaku UMKM masih mengandalkan metode pencatatan manual, baik menggunakan buku kas, lembar kerja sederhana, maupun aplikasi spreadsheet seperti Microsoft Excel. Cara tersebut cenderung memiliki berbagai kelemahan, di antaranya risiko keterlambatan pencatatan, kesalahan perhitungan, kurangnya keteraturan data, serta kesulitan dalam menyusun laporan keuangan yang sistematis dan terstruktur. Masalah ini seringkali menjadi penghambat dalam proses pengambilan keputusan manajerial dan menyebabkan pelaku usaha kesulitan dalam memantau kondisi keuangan usahanya secara berkala. Setelah menerapkan SIA berbasis aplikasi akuntansi digital, pelaku UMKM mulai merasakan berbagai manfaat langsung. Salah satunya adalah peningkatan ketepatan waktu dalam penyusunan laporan keuangan. Dengan adanya fitur otomatisasi pencatatan transaksi dan rekap laporan, proses penyusunan laporan posisi keuangan, laporan laba rugi, dan arus kas dapat dilakukan secara cepat dan tepat waktu. Informasi keuangan yang sebelumnya hanya dapat disusun di akhir bulan atau akhir tahun kini dapat diakses secara harian, bahkan real-time. Kondisi ini tentu memberikan keuntungan strategis bagi pelaku usaha, terutama dalam situasi pasar yang dinamis, di mana keputusan-keputusan penting perlu diambil dengan cepat berdasarkan kondisi keuangan yang aktual. 71 | Journal of UKMC National Seminar On Accounting Proceeding. Vol. No. Ags 2025 Selain itu, sistem informasi akuntansi terbukti mampu meningkatkan keakuratan dan keandalan data keuangan. Kesalahan pencatatan transaksi yang sering terjadi pada pencatatan manual, seperti salah nominal, pengelompokan akun yang keliru, hingga ketidaksesuaian saldo kas, dapat diminimalisir dengan adanya fitur validasi dan klasifikasi otomatis pada aplikasi Temuan ini selaras dengan penelitian Wicaksono et al. yang menyebutkan bahwa penerapan sistem akuntansi digital dapat menurunkan risiko human error dalam pencatatan keuangan dan meningkatkan kualitas laporan keuangan yang dihasilkan. Manfaat lain yang dirasakan pelaku UMKM setelah menggunakan SIA adalah kemudahan akses terhadap informasi keuangan usaha. Sebagian besar aplikasi akuntansi digital saat ini telah berbasis cloud, sehingga data keuangan dapat diakses kapan saja dan di mana saja menggunakan perangkat smartphone maupun komputer yang terhubung ke internet. Hal ini memberikan fleksibilitas bagi pelaku usaha dalam memantau arus kas, memeriksa stok barang, dan mengevaluasi laba rugi usaha secara langsung tanpa harus menunggu laporan dari staf administrasi keuangan. Kondisi ini juga membantu pelaku UMKM dalam menghadapi situasi mendesak, seperti menentukan harga jual baru saat harga bahan baku naik atau memutuskan pembelian stok barang ketika permintaan pasar meningkat. Walaupun memberikan banyak manfaat, penelitian ini juga mengidentifikasi berbagai tantangan dalam penerapan sistem informasi akuntansi pada UMKM. Salah satunya adalah keterbatasan literasi digital, terutama di kalangan pelaku usaha yang sudah berusia lanjut atau belum terbiasa menggunakan teknologi digital. Beberapa informan mengaku kesulitan memahami menu dan fitur aplikasi akuntansi serta mengalami kendala teknis saat pertama kali menggunakan Tantangan ini menjadi salah satu hambatan yang cukup serius, mengingat keberhasilan penerapan sistem informasi akuntansi sangat ditentukan oleh kemampuan pelaku usaha dalam mengoperasikan aplikasi dengan baik. Selain itu, biaya berlangganan aplikasi akuntansi digital juga menjadi pertimbangan bagi sebagian besar UMKM. Meskipun banyak aplikasi yang menawarkan versi gratis, namun fitur yang disediakan sering kali terbatas dan tidak memenuhi kebutuhan laporan keuangan lengkap sesuai Standar Akuntansi Keuangan Entitas Mikro. Kecil, dan Menengah (SAK EMKM). Akibatnya, pelaku UMKM yang membutuhkan fitur tambahan seperti laporan persediaan, arus kas, atau rekap transaksi bulanan harus membeli paket berbayar yang harganya relatif tinggi bagi usaha kecil. Hal ini sejalan dengan penelitian Ramadhani & Yuliana . yang menyebutkan bahwa biaya langganan sistem digital menjadi salah satu faktor yang menghambat optimalisasi penerapan digitalisasi akuntansi di sektor UMKM. Lebih lanjut, penelitian ini juga menemukan bahwa kurangnya program pelatihan dan pendampingan teknis dari pemerintah maupun lembaga terkait menjadi faktor lain yang menghambat penerapan SIA secara optimal di kalangan UMKM. Beberapa pelaku usaha menyampaikan bahwa informasi tentang aplikasi akuntansi digital masih minim, dan belum banyak program pelatihan yang khusus membahas tentang manajemen keuangan berbasis aplikasi bagi UMKM. Padahal, literasi digital merupakan salah satu kunci utama dalam proses transformasi digital UMKM di era industri 4. 0 saat ini. Dari hasil pembahasan tersebut dapat disimpulkan bahwa keberhasilan penerapan sistem informasi akuntansi di UMKM sangat dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu kemampuan digital pelaku usaha, biaya implementasi sistem, ketersediaan pelatihan, serta kemudahan akses sistem yang user friendly. Tanpa dukungan faktor-faktor tersebut, pelaku UMKM akan kesulitan memanfaatkan sistem informasi akuntansi secara optimal, dan manfaat yang ditawarkan oleh digitalisasi laporan keuangan tidak akan dapat dirasakan secara maksimal. 72 | Journal of UKMC National Seminar On Accounting Proceeding. Vol. No. Ags 2025 Temuan dalam penelitian ini juga memperkuat studi-studi sebelumnya yang menyatakan bahwa digitalisasi akuntansi mampu meningkatkan efektivitas dan efisiensi pengelolaan laporan keuangan UMKM, serta membantu pelaku usaha dalam pengambilan keputusan yang lebih cepat dan tepat. Oleh karena itu, penerapan sistem informasi akuntansi berbasis digital menjadi suatu kebutuhan mendesak bagi UMKM yang ingin bersaing di era digitalisasi yang semakin HASIL Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh melalui wawancara semi-terstruktur kepada lima pelaku Usaha Mikro. Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kota X serta studi literatur dari berbagai sumber terbaru, dapat dibahas beberapa temuan penting terkait pengaruh sistem informasi akuntansi (SIA) terhadap laporan keuangan UMKM di era digitalisasi. Penerapan Sistem Informasi Akuntansi berbasis digital terbukti memberikan dampak positif terhadap proses pencatatan dan penyusunan laporan keuangan. Pelaku UMKM yang sebelumnya menggunakan metode pencatatan manual mengaku mengalami berbagai kendala, seperti keterlambatan pembuatan laporan, kesalahan perhitungan, serta ketidakteraturan arsip transaksi. Setelah beralih menggunakan aplikasi akuntansi digital seperti Accurate. Jurnal. id, dan BukuKas, proses pencatatan transaksi keuangan menjadi lebih mudah, cepat, dan sistematis. Dari segi ketepatan waktu penyajian laporan keuangan, mayoritas informan menyampaikan bahwa dengan bantuan SIA, laporan keuangan dapat diselesaikan tepat waktu, bahkan bisa diakses kapan saja melalui perangkat elektronik. Hal ini sangat membantu pelaku usaha dalam memenuhi kewajiban pelaporan kepada instansi terkait dan mempercepat proses pengambilan keputusan manajerial, seperti menentukan harga jual produk, menetapkan target penjualan, hingga mengatur arus kas harian. Penggunaan SIA juga berpengaruh terhadap keakuratan dan keandalan informasi Sistem akuntansi digital dilengkapi fitur otomatisasi yang dapat meminimalisir kesalahan pencatatan transaksi dan perhitungan, sehingga laporan keuangan yang dihasilkan lebih akurat dan dapat dipertanggungjawabkan. Selain itu, data transaksi yang tersimpan secara elektronik memungkinkan pelaku UMKM melakukan audit internal dengan lebih mudah. Kemudahan akses informasi keuangan menjadi salah satu manfaat yang sangat dirasakan oleh pelaku UMKM setelah menggunakan SIA. Aplikasi berbasis cloud memungkinkan laporan keuangan diakses secara real-time melalui smartphone atau komputer, tanpa perlu menunggu laporan bulanan. Kondisi ini membuat pelaku usaha dapat memantau kondisi keuangan kapan saja dan di mana saja, yang pada akhirnya membantu dalam merespons perubahan pasar atau kebutuhan operasional dengan lebih cepat. SIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan melalui metode kualitatif deskriptif dengan teknik wawancara semi-terstruktur kepada beberapa pelaku Usaha Mikro. Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kota X serta melalui kajian literatur terhadap berbagai sumber ilmiah terbaru, dapat disimpulkan bahwa penerapan sistem informasi akuntansi (SIA) memiliki peran yang sangat penting dan signifikan dalam meningkatkan kualitas laporan keuangan UMKM di era digitalisasi saat ini. 73 | Journal of UKMC National Seminar On Accounting Proceeding. Vol. No. Ags 2025 Seiring dengan pesatnya perkembangan teknologi informasi, kebutuhan akan sistem pelaporan keuangan yang cepat, akurat, dan dapat diakses secara fleksibel menjadi salah satu faktor krusial bagi keberlangsungan dan kemajuan UMKM. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas pelaku UMKM yang sebelumnya masih menggunakan sistem pencatatan manual mengalami berbagai permasalahan seperti keterlambatan dalam penyusunan laporan keuangan, ketidaktepatan dalam pencatatan transaksi, dan kesulitan dalam proses monitoring kondisi keuangan usaha. Kondisi tersebut pada akhirnya berdampak pada ketidaktepatan pengambilan keputusan bisnis yang berkaitan dengan pengaturan harga, pengelolaan arus kas, dan perencanaan usaha ke depan. Setelah menerapkan sistem informasi akuntansi berbasis digital melalui berbagai aplikasi akuntansi, pelaku UMKM menyatakan bahwa kualitas laporan keuangan yang dihasilkan mengalami peningkatan signifikan. Ketepatan waktu penyusunan laporan menjadi lebih terjamin karena fitur pencatatan transaksi dan pelaporan dapat dilakukan secara otomatis dan real-time. Keakuratan data keuangan juga meningkat karena sistem dapat meminimalisir kesalahan pencatatan yang umumnya sering terjadi pada pencatatan manual. Selain itu, kemudahan akses laporan keuangan secara daring melalui smartphone maupun komputer memungkinkan pelaku usaha untuk melakukan monitoring kondisi keuangan usaha kapan saja dan di mana saja tanpa harus menunggu laporan akhir bulan. Namun demikian, penelitian ini juga menemukan bahwa penerapan sistem informasi akuntansi dalam lingkungan UMKM tidak terlepas dari berbagai tantangan. Beberapa pelaku usaha menyampaikan bahwa keterbatasan literasi digital, terutama di kalangan pelaku UMKM berusia lanjut, menjadi kendala yang cukup serius dalam pemanfaatan sistem tersebut. Selain itu, tingginya biaya langganan aplikasi akuntansi digital dengan fitur lengkap menjadi pertimbangan bagi sebagian pelaku UMKM yang memiliki omzet terbatas. Oleh karena itu, upaya pendampingan, pelatihan, serta penyediaan aplikasi akuntansi yang terjangkau sangat dibutuhkan agar pemanfaatan SIA dapat diimplementasikan secara merata dan optimal oleh pelaku UMKM di Indonesia. Secara umum, penelitian ini mempertegas hasil studi sebelumnya yang menyatakan bahwa keberhasilan pengelolaan keuangan UMKM di era digital sangat bergantung pada kemampuan pelaku usaha dalam memanfaatkan teknologi informasi, khususnya sistem informasi akuntansi. Dengan demikian. SIA bukan hanya sekadar alat bantu administrasi keuangan, melainkan juga sebagai sarana strategis dalam meningkatkan daya saing usaha, memperbaiki sistem pelaporan keuangan, dan mendukung pengambilan keputusan bisnis yang lebih akurat dan berbasis data. SARAN Berdasarkan kesimpulan yang telah diuraikan, maka peneliti memberikan beberapa saran strategis yang diharapkan dapat menjadi masukan bagi pelaku UMKM, pemerintah, pengembang aplikasi akuntansi, serta peneliti selanjutnya dalam upaya mengoptimalkan penerapan sistem informasi akuntansi di sektor UMKM di era digitalisasi saat ini. Pelaku UMKM Disarankan agar mulai beradaptasi dengan perkembangan teknologi informasi khususnya di bidang akuntansi. Pelaku usaha perlu memahami bahwa laporan keuangan yang baik, akurat, dan tepat waktu merupakan salah satu faktor penting dalam menjaga kesehatan finansial usaha. Oleh karena itu, pelaku UMKM diharapkan dapat berinisiatif untuk memanfaatkan sistem informasi akuntansi, baik dalam versi gratis maupun berbayar sesuai kemampuan usaha, serta secara aktif mengikuti pelatihan-pelatihan 74 | Journal of UKMC National Seminar On Accounting Proceeding. Vol. No. Ags 2025 digitalisasi keuangan yang diselenggarakan oleh pemerintah, komunitas bisnis, maupun pihak swasta. Pemerintah Daerah. Dinas Koperasi, dan Instansi Terkait Diharapkan lebih proaktif dalam memberikan pendampingan, pelatihan teknis, dan sosialisasi mengenai pentingnya penerapan sistem informasi akuntansi bagi pelaku UMKM. Selain itu, pemerintah juga perlu memfasilitasi akses teknologi bagi UMKM di wilayah pedesaan maupun pinggiran kota yang masih mengalami kesulitan dalam penerapan sistem digital. Tidak hanya itu, pemerintah sebaiknya menyediakan program subsidi atau insentif berupa potongan biaya berlangganan aplikasi akuntansi digital bagi UMKM dengan omzet tertentu, agar mereka tidak terbebani oleh biaya operasional Pengembangan Aplikasi Akuntansi Digital Diharapkan dapat menyediakan produk aplikasi yang ramah pengguna . ser friendl. , mudah dioperasikan oleh pelaku usaha yang memiliki keterbatasan literasi digital, serta menawarkan harga yang terjangkau bagi UMKM dengan fitur laporan keuangan dasar yang sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan Entitas Mikro. Kecil, dan Menengah (SAK EMKM). Selain itu, pengembang aplikasi perlu memperbanyak program pelatihan daring maupun offline sebagai bentuk layanan purna jual untuk meningkatkan kemampuan pelaku UMKM dalam mengoperasikan sistem akuntansi digital secara optimal. Lembaga Pendidikan dan Akademisi Lembaga pendidikan, khususnya di bidang ekonomi dan akuntansi, diharapkan dapat berkontribusi aktif dalam mendukung digitalisasi UMKM melalui kegiatan pengabdian masyarakat, pelatihan, dan pendampingan berbasis teknologi. Kurikulum pendidikan juga dapat disesuaikan agar mencakup praktik penggunaan sistem informasi akuntansi berbasis digital yang aplikatif untuk UMKM, sehingga lulusan siap membantu masyarakat dalam pengelolaan keuangan berbasis teknologi. Komunitas dan Asosiasi UMKM Komunitas UMKM memiliki peran penting sebagai jembatan informasi dan Disarankan agar komunitas atau asosiasi UMKM lebih aktif dalam membangun budaya berbagi informasi, termasuk berbagi pengalaman dalam penggunaan aplikasi Pembentukan forum diskusi atau kelas komunitas mengenai literasi digital dan keuangan akan sangat membantu percepatan adopsi sistem informasi akuntansi. Lembaga Keuangan dan Perbankan Pihak perbankan dan lembaga keuangan dapat mendorong UMKM untuk memiliki laporan keuangan yang baik dengan memberikan insentif, seperti kemudahan akses pembiayaan atau bunga ringan, bagi UMKM yang menerapkan sistem akuntansi digital. Mereka juga dapat bekerja sama dengan penyedia aplikasi akuntansi dalam penyediaan paket bundling untuk nasabah UMKM. Peningkatan Literasi Digital Keuangan Program peningkatan literasi digital dan literasi keuangan perlu lebih diperluas, tidak hanya menyasar UMKM di kota-kota besar, tetapi juga UMKM di daerah tertinggal, terpencil, dan terluar. Kolaborasi antara sektor publik dan swasta diperlukan untuk memperluas jangkauan edukasi serta menciptakan materi pembelajaran yang sederhana, praktis, dan mudah dipahami. Evaluasi dan Monitoring Penerapan SIA di UMKM 75 | Journal of UKMC National Seminar On Accounting Proceeding. Vol. No. Ags 2025 Dianjurkan adanya sistem evaluasi berkala terhadap efektivitas penerapan sistem informasi akuntansi di kalangan UMKM. Hal ini penting untuk menilai sejauh mana sistem tersebut membantu meningkatkan kualitas laporan keuangan dan mendukung pertumbuhan usaha. Evaluasi ini dapat menjadi dasar untuk perbaikan kebijakan atau pengembangan aplikasi ke depan. DAFTAR PUSTAKA