Vol 6. No 2. Maret 2024. org/10. 38189/jtbh. ISSN 2654-5691 . 2656-4904 . Available at: e-journal. id/index. php/jbh Lateness Eschatology: Analisis Kritis atas Keterlambatan Kedatangan Mempelai Laki-laki dalam Matius 25:1-13 Carel Hot Asi Siburian1 siburiancarel@gmail. Abstract The topic of delayed parousia is often a central theme in New Testament eschatology. However, this understanding only ends at the level of human Auexpectation. Ay This means that what is awaited has not yet arrived. Interestingly, only in the parable of the ten virgins (Matt. 25:1-. , the AupersonAy who is expected to arrive, has arrived. He is the bridegroom. This is where the novelty of the research in this article lies, because the arrival of this awaited AufigureAy gives rise to lateness eschatology and not delayed eschatology. The main argument of this article is that . it is very strange to accept the fact that Jesus arrives late at His own feast . f the reader still equates the figure of Jesus with the bridegroo. , and therefore, . lateness eschatology arises only in this parable. However, both delayed and lateness are not due to God Himself announcing the delay or postponement of His coming, but rather due to human over-expectation. Finally, this article opens up the discourse of whether there really is such a AulatenessAy and why the theme appears in Matthew's Gospel. Keywords: Matthew 25:1-13. lateness eschatology. late bridegroom Abstrak Tema mengenai penundaan parousia sering kali menjadi bagian sentral dalam eskatologi Perjanjian Baru. Namun pemahaman tersebut hanya berhenti sebatas AupengharapanAy oleh manusia saja. Artinya, yang ditunggu masih belum tiba. Menariknya, hanya dalam perumpamaan sepuluh gadis (Mat. 25:1-. AusosokAy yang diharapkan tiba, telah tiba. Ia adalah mempelai laki-laki. Di sinilah letak kebaruan penelitian dalam artikel ini, sebab ketibaan AusosokAy yang ditunggu ini menimbulkan paham lateness eschatology dan bukan delayed eschatology. Argumen utama dari artikel ini adalah bahwa . sangat aneh menerima kenyataan bahwa Yesus datang terlambat dalam pesta-Nya sendiri . ika pembaca masih menyejajarkan figur Yesus dengan mempelai laki-lak. , dan oleh sebab itu, . muncul paham tentang lateness eschatology hanya dalam perumpamaan ini. Namun baik itu delayed maupun lateness, keduanya bukan karena Allah pada diri-Nya sendiri menyampaikan keterlambatan atau penundaan kedatangan-Nya, melainkan akibat pengharapan berlebih oleh manusia. Akhirnya, artikel ini membuka wacana apakah memang ada AuketerlambatanAy seperti itu dan mengapa tema tersebut muncul dalam Injil Matius. Kata-kata kunci: Matius 25:1-13. lateness eschatology. keterlambatan mempelai Sekolah Tinggi Filsafat Theologi Jakarta. CopyrightA 2024. Jurnal Teologi Berita Hidup. ISSN 2654-5691 . , 2656-4904 . Carel Hot Asi Siburian: Lateness Eschatology: Analisis Kritis atas Keterlambatan Kedatangan Mempelai Laki-laki dalam Matius 25:1-13 PENDAHULUAN Salah satu aspek penting dalam diskusi mengenai eskatologi Kristen adalah konsep kedatangan Kristus kembali, atau yang dalam bahasa Yunani kerap disebut dengan istilah AuparousiaAy2. yang umumnya merujuk pada sebuah kedatangan. 3 Konsep kedatangan Kristus kembali berbicara mengenai Ausituasi-ciri kedatanganAy dan bukan tentang Auwaktu-situasi Ay4 Namun terdapat dialektika yang menarik antara dua gagasan yang saya hadirkan, yaitu antara penundaan parousia dan keterlambatan parousia. Dapat dikatakan bahwa konsep tentang penundaan parousia muncul dalam hampir seluruh PB yang berbicara mengenai eskatologi, namun tidak dengan keterlambatan parousia. Sebut saja surat Paulus kepada jemaat di Tesalonika. di suratnya yang kedua. Paulus meminta agar jemaat tidak menganggap bahwa kedatangan Kristus kembali akan terjadi dalam waktu dekat . Tes. 2:1-. Hal ini ia sampaikan sebab muncul AukemungkinanAy bahwa Paulus salah dalam memprediksi waktu kedatangan Kristus dalam suratnya yang pertama,5 sehingga kedatangan Kristus kembali. Auseolah-olahAy mengalami penundaan. Auketerlambatan,Ay sebab yang ditunggu oleh mereka masih belum datang. Bahkan Paulus juga berharap Kristus akan datang ketika ia masih hidup. Namun pengharapan tersebut menjadi AukeliruAy bagi dirinya sendiri. 6 Meski demikian, munculnya perbedaan ini harus didasari pada paham bahwa surat 1 Tesalonika merupakan bagian dari proto-Pauline, sedangkan surat 2 Tesalonika merupakan bagian dari deutro-Pauline. sehingga perbedaan pemahaman itu menjadi mungkin sebab surat-surat Paulus dalam deutro-Pauline kemungkinan ditulis oleh murid-murid Paulus, bukan oleh Paulus sendiri. Douglas, ed. Ensiklopedi Alkitab Masa Kini (Jilid 1:A-L) (Jakarta: Yayasan Komunikasi Bina Kasih, 2. , 287. Istilah parousia sendiri bermakna kehadiran atau ketibaan . Kor. 14:27. 2 Kor. yang dalam istilah Yunani digunakan untuk merujuk pada kedatangan seorang penguasa. Franco Montanari. Greek English - The Brill Dictionary of Ancient Greek (Leiden: Brill, 2. AuSituasi-ciriAy yang dimaksud dalam artikel ini adalah AujenisAy kedatangan. Kedatangan Kristus kembali lebih berfokus pada apakah kedatangan-Nya tertunda atau terlambat. Sedangkan Auwaktu-situasiAy kedatangan, lebih berfokus pada AukapanAy hari kedatangan-Nya. ealized eschatolog. atau di masa depan . uture eschatolog. Stephen M. Miller. Panduan Lengkap Alkitab (Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2. , 502Ae503. Drewes. Surat 1-2 Tesalonika: Tafsiran Alkitab Kontekstual-Oikumenis (Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2. , 93Ae100, 133Ae148. Samuel B. Hakh. Perjanjian Baru: Sejarah. Pengantar, dan Pokok-Pokok Teologisnya (Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2. , 241. Adrio Kynig. The Eclipse of Christ in Eschatology - Toward a Christ-Centered Approach (Grand Rapids: William B. Eerdmans Publishing, 1. , 194. Raymond E. Brown. An Introduction to the New Testament (London: Yale University Press, 2. , 213Ae16. Carson and Douglas J. Moo. An Introduction to the New Testament (Grand Rapids: Zondervan, 2. , 534Ae42. Mark Allan Powell. Introducing The New Testament - A Historical. Literary, and Theological Survey (Grand Rapids: Baker Academic, 2. , 402, 408. CopyrightA 2024. Jurnal Teologi Berita Hidup. ISSN 2654-5691 . , 2656-4904 . Jurnal Teologi Berita Hidup. Vol 6. No 2. Maret 2024 Surat 2 Petrus juga memperlihatkan permasalahan yang serupa yang terjadi di jemaat Tesalonika. Di dalam surat 2 Petrus 3:1-16, terlihat hadirnya para pengejek yang mana ejekan ini memiliki tiga bagian, yaitu . penolakan dan ejekan terhadap parousia, . penolakan tentang kematian leluhur, dan . pernyataan menyeluruh tentang kosmologi. Para pencemooh mengklaim bahwa segala sesuatu berlanjut sejak dunia diciptakan, tanpa adanya hal yang berubah. 8 Mengenai penundaan parousia itu sendiri. Petrus menganggap bahwa penundaan justru merupakan kebaikan Allah bagi manusia . Ptr. dan ia merujuk Paulus sebagai orang yang juga menggagas pemikiran yang sama dengannya. Berkaitan dengan penjelasan di atas, artikel ini akan menawarkan pemikiran baru bahwa ajaran mengenai penundaan parousia muncul dalam PB, namun tidak dengan ajaran mengenai keterlambatan parousia. Artikel ini menunjukkan bahwa melalui . an hany. perumpamaan sepuluh gadis (Mat. 25:1-. , muncul wacana ajaran keterlambatan parousia. Tidak seperti ajaran tentang parousia pada umumnya dalam PB, keterlambatan parousia justru memperlihatkan bahwa sang Anak Manusia. AutelahAy tiba. Ia tidak jauh hanya sebatas pengharapan saja, namun benar-benar sudah tiba. Namun yang paling utama dalam bahasan ini adalah bahwa hal itu terjadi sebab pengharapan berlebih oleh manusia akan hari kedatangan-Nya . eski belum terjad. METODE Artikel ini ditulis dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif yang berujung pada tawaran pembacaan baru terhadap keterlambatan kedatangan mempelai laki-laki dalam Matius 25:1-13. Saya lebih dahulu membahas perbedaan definisi antara delayed eschatology . dengan lateness eschatology . , di mana dalam pembahasannya, kedua definisi sering kali disatukan. merujuk pada penundaan parousia. Padahal dalam telaah lebih jauh, delayed berbeda dengan lateness. Delayed berkenaan dengan suatu kepastian waktu, namun yang ditunggu tidak datang-datang . ampir seluruh PB menunjukkan hal in. , sedangkan lateness juga berkenaan dengan kepastian waktu, namun yang ditunggu telah datang melewati batas waktu yang ada. Secara sistematis, saya akan membahas terlebih dahulu beberapa paham yang berbeda dengan delayed eschatology yang juga telah mendahului diskusi-diskusi tentang eskatologi sebelumnya . odel klasi. Dari sana, saya berangkat membahas delayed Richard B. Vinson, 1 and 2 Peter. Jude (Georgia: Smyth & Helwys Publishing, 2. , 350Ae51. Duane F. Watson and Terrance Callan, eds. First and Second Peter (Grand Rapids: Baker Publishing, 2. , 204Ae5. Gerd Theissen. The New Testament - History. Literature. Religion (London: T & T Clark, 2. CopyrightA 2024. Jurnal Teologi Berita Hidup. ISSN 2654-5691 . , 2656-4904 . Carel Hot Asi Siburian: Lateness Eschatology: Analisis Kritis atas Keterlambatan Kedatangan Mempelai Laki-laki dalam Matius 25:1-13 eschatology itu sendiri. Kemudian saya membahas secara ringkas dan kritis tentang perumpamaan sepuluh gadis (Mat. 25:1-. dan berakhir pada tawaran bahwa muncul paham lateness eschatology . dalam perumpamaan tersebut. HASIL DAN PEMBAHASAN Definisi dan Penyatuan Paham: Delayed dan lateness Dari pemaparan ringkas di bagian pendahuluan, terlihat bahwa penggunaan istilah AutertundaAy lebih banyak merujuk pada pemahaman pengharapan eskatologi yang tidak Umumnya, istilah-istilah tersebut memang digunakan secara bergantian. Namun secara etimologi, kedua kata tersebut memiliki pemaknaan yang berbeda. Secara harfiah. AupenundaanAy dapat diterjemahkan sebagai AudelayedAy yang berarti tertunda. menghalangi untuk sementara waktu. atau bergerak perlahan. 10 Makna AudelayedAy juga berarti Auterjadi pada waktu yang lebih lambat dari yang diharapkan atau dimaksudkan. Ay11 Sedangkan AuketerlambatanAy dapat diterjemahkan sebagai AulatenessAy atau AulateAy yang berarti atau sesuatu yang bergerak di belakang waktu yang tepat. 12 AuLatenessAy juga berarti Auterjadi atau tiba setelah waktu yang direncanakan atau diharapkan. Ay13 Dua pemahaman di atas menunjukkan adanya perbedaan antara AupenundaanAy dengan Auketerlambatan. Ay Penundaan berarti berkaitan dengan kepastian waktu. Artinya . alam konteks artikel in. , kedatangan Kristus kembali sesungguhnya sudah pasti terjadi, namun peristiwa tersebut tertunda. AuTertundaAy lebih bersifat umum dan merujuk pada peristiwa atau kedatangan yang AudiantisipasiAy dan terjadwal untuk terjadi di suatu waktu, tetapi kemudian mengalami penundaan. Penundaan. berarti berada dalam skenario, sedangkan keterlambatan lebih menekankan bahwa kedatangan Kristus kembali, terlambat dari ekspektasi yang sebelumnya diharapkan. Bahkan dengan hadirnya paham AuketerlambatanAy ini, dimensi AuwaktuAy justru semakin kuat. Artinya, keterlambatan berkaitan erat dengan waktu yang telah ada, namun kedatangan Kristus kembali tidak datang sesuai waktu yang telah ada tersebut . amun Ia AutelahAy tiba/datan. Di sisi lain, keterlambatan cenderung berhubungan dengan ketidakjelasan dan ketidakpastian waktu. berada di luar skenario. Tertunda berkaitan dengan suatu hal yang ditangguhkan akibat suatu sebab, sedangkan terlambat berkaitan dengan Aumelewati waktu yang ditentukan. Ay https://w. com/search?q=delayed . iakses 30 November 2. https://dictionary. org/dictionary/english/delayed . iakses 30 November 2. https://w. com/search?q=lateness . iakses 30 November 2. https://dictionary. org/dictionary/english/lateness . iakses 30 November 2. CopyrightA 2024. Jurnal Teologi Berita Hidup. ISSN 2654-5691 . , 2656-4904 . Jurnal Teologi Berita Hidup. Vol 6. No 2. Maret 2024 Pada akhirnya, penggunaan istilah AuketerlambatanAy atau AupenundaanAy itu sendiri sering kali bercampur aduk. Akibatnya hampir tidak ada perbedaan mendasar antara makna Aupenundaan parousiaAy dengan Auketerlambatan parousia. Ay Menurut Anthony A. Hoekema, teolog yang pertama kali menggunakan istilah delayed parousia adalah Albert Schweitzer . 14 Ia menyampaikan bahwa Yesus salah dalam memperkirakan waktu kedatanganNya kembali, sehingga parousia . agi yang mengharapkanny. mengalami penundaan. Yesus digambarkan seolah AuberharapAy akan peristiwa parousia yang segera terjadi di masa ketika Ia masih berada di bumi. 15 Bahkan lebih jauh. Schweitzer, seperti yang disampaikan Hoekema, melihat bahwa Yesus tidak hanya salah memprediksi kedatangan-Nya, namun salah pada keseluruhan konteks eskatologis. 16 Peristiwa parousia tidak kunjung datang yang menyebabkan sebuah kekecewaan. 17 Ada pula istilah lain yang awalnya juga berasal dari Schweitzer, yaitu thoroughgoing eschatology yang lebih berpusat pada misi eskatologi Yesus di dunia. Mengutip Schweitzer, seperti yang disampaikan Carl R. Holladay, istilah tersebut pada akhirnya merujuk pada kehadiran Yesus sebagai inkarnasi ke tengah-tengah manusia, yang dianggapnya sebagai awal permulaan eskatologi. Di sisi lain, istilah Auketerlambatan parousiaAy jarang digunakan dalam konteks teologi, atau kalaupun digunakan, maknanya AudisetarakanAy dengan makna Aupenundaan Ay Padahal jika kita menelisik penggunaan kata ini lebih jauh, sepatutnya, penundaan berkaitan dengan kedatangan Kristus kembali dengan segera atau apa yang saya sebut dengan future-close eschatology. Ulrich Beyer juga mengatakan hal yang demikian, bahwa Aumasa transisiAy, yaitu masa antara yang AusudahAy dan yang AuakanAy seharusnya tidak terjadi dalam waktu yang panjang. Menurutnya, apa yang dinantikan, hendaknya tiba pada waktu yang seharusnya tidak jauh lagi. 19 Tentunya future-close eschatology ini tidak dapat diasosiasikan dengan atau lateness keterlambatan tidak menuntut hal yang AuharusAy segera datang. Ringkasnya. AutertundaAy atau AupenundaanAy berbicara mengenai kepastian bahwa parousia memang akan terjadi. Namun tidak ada yang tahu sampai kapan peristiwa parousia Albert Schweitzer. The Quest of the Historical Jesus: A Critical Study of its Progress from Reimarus to Wrede (New York: The Macmillan Company, 1. , 358Ae360. Hoekema. The Bible and The Future, 111. Sitanggang. Hermeneutika Pneumatologis: Suara Alkitab adalah Suara Roh?, 97. Ulrich Beyer. Garis-Garis Besar Eskatologi dalam Perjanjian Baru (Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2. , 1. Hoekema. The Bible and The Future, 111. Carson and Moo. An Introduction to the New Testament, 119. Carl R. Holladay. A Critical Introduction to the New Testament (Nashville: Abingdon Press, 2. , 112Ae15. Beyer. Garis-Garis Besar Eskatologi dalam Perjanjian Baru, 39. CopyrightA 2024. Jurnal Teologi Berita Hidup. ISSN 2654-5691 . , 2656-4904 . Carel Hot Asi Siburian: Lateness Eschatology: Analisis Kritis atas Keterlambatan Kedatangan Mempelai Laki-laki dalam Matius 25:1-13 itu ditunda. Di sisi lain, penundaan menuntut sebuah hal yang harus segera tiba dalam waktu Beyer mengatakan bahwa semakin lama seseorang menunggu, maka semakin nyata bahwa kedatangan-Nya telah terlambat. 20 Namun AuterlambatAy atau AuketerlambatanAy, di sisi lain, baru dapat disebut AuterlambatAy apabila AuIaAy telah datang, namun tidak dalam waktu yang telah ditentukan. Memang di sini, ia juga berbicara mengenai kepastian bahwa parousia akan terjadi, namun terjadi melewati waktu yang ada, dan seperti yang saya sampaikan sebelumnya. AuketerlambatanAy pada akhirnya tidak menuntut sebuah hal yang harus segera tiba dalam waktu dekat. Menariknya, ketika hampir seluruh PB menunjukkan pemahaman delayed eschatology, perumpamaan sepuluh gadis dalam Matius 25:1-13 justru menghadirkan paham lateness eschatology. Sepuluh gadis dalam perumpamaan tersebut tidak sedang dalam tahap AuberharapAy akan kedatangan mempelai. Mereka memang AutahuAy bahwa pesta akan dimulai pukul AusekianAy, dan mereka telah mempersiapkan segala sesuatu untuk menyambut kedatangan-Nya . ahkan bukan tidak mungkin tamu undangan yang hadir juga tahu bahwa mempelai akan tiba pukul AusekianA. Namun Matius 25:5 memperlihatkan bahwa mempelai laki-laki justru datang terlambat ke pestanya sendiri. Makalah ini menawarkan istilah baru sebagai pengembangan dari delayed eschatology, yaitu lateness escatology. Istilah ini menggambarkan situasi di mana ada ketidaksesuaian waktu dalam pemahaman eskatologi, yang mungkin telah mengalami penundaan dari waktu yang diharapkan, namun masih dalam konteks ekspektasi di masa Namun lebih lanjut, perumpamaan sepuluh gadis (Mat. 25:1-. justru menghadirkan pemahaman eskatologi yang berbeda dengan pemahaman eskatologi lainnya dalam seluruh PB. Ia . aca: kedatangan Kristus kembal. baru bisa disebut AuterlambatAy, apabila Ia telah tiba, namun melewati batas waktu. Selama Ia belum tiba, ia masih Autertunda. Ay Makalah ini akan membuka wacana bahwa Alkitab, khususnya PB, justru menghadirkan paham tentang lateness eschatology melalui perumpamaan sepuluh gadis (Mat. 25:1-. Model Klasik: Realized dan Future Setidaknya muncul beberapa pemahaman yang mendasari diskusi tentang eskatologi. Saya melihat sebenarnya pemahaman tersebut hanya berkutik pada elemen-elemen yang Hanya saja muncul beberapa penyebutan terhadapnya. Pertama adalah realized eschatology, yang pertama kali disampaikan oleh C. Dodd. Pada level pemahaman ini, orang-orang percaya bahwa kehidupan atau peristiwa eskatologi sesungguhnya telah bahkan Beyer, 39Ae40. CopyrightA 2024. Jurnal Teologi Berita Hidup. ISSN 2654-5691 . , 2656-4904 . Jurnal Teologi Berita Hidup. Vol 6. No 2. Maret 2024 sedang terjadi di zaman mereka. Orang-orang percaya bahwa mereka telah hidup di zaman akhir atau di waktu akhir, di mana melalui inkarnasi Yesus Kristus, peristiwa dahsyat eskatologi telah dan masih terus terjadi hingga kini. Realized eschatology melihat bahwa elemen-elemen seperti Kerajaan Allah, kebangkitan, dan penghakiman, telah tercapai dalam pengalaman individu dan komunitas pada saat ini. Realized eschatology sejatinya berkaitan dengan delayed parousia, sebab peristiwa eskatologinya mungkin memang telah terjadi di masa kini, namun realisasinya, yaitu kedatangan Yesus, masih terjadi di masa depan, namun AuterusAy mengalami penundaan . agi mereka yang mengharapkanny. Maka seperti yang disampaikan sebelumnya. Schweitzer melihat bahwa Yesus mengklaim peristiwa eskatologi telah terjadi ketika Ia hidup bersama dan datang sebagai manusia. Ketimbang berpikir pada peristiwa apokaliptik-eskatologi yang yang akan terjadi di masa depan. Yesus lebih banyak memberi pengajaran bahwa pelayanan-Nya di dunia itulah yang menjadi tanda bahwa peristiwa eskatologi telah hadir. tanpa gambaran kerajaan Allah di masa depan yang jauh. 22 Inilah sebabnya, jenis paham eskatologi ini diberi nama realized. yang berarti bahwa peristiwa eskatologi tidak terjadi di masa depan, melainkan telah hadir di masa kini. Dalam Injil Yohanes, eskatologi yang pada umumnya bersifat futuristik dipandang telah dicapai di masa kini. Bagi Yohanes, masa depanlah yang menentukan masa kini (Yoh. Hal ini disebut dengan istilah realized eschatology, di mana UC telah datang dalam rupa seorang manusia. 24 Menurut Schnackenburg. Injil Yohanes adalah contoh paling tepat dalam PB yang menunjukkan tentang realized eschatology, di mana Allah mewahyukan diri secara definitif dalam diri Yesus . Yoh 1:14, . 25 Hal ini serupa dengan yang disampaikan Tim Chester dalam tulisannya bahwa Kerajaan Allah telah hadir di dunia karena Kristus telah hadir di tengah-tengah manusia. Hoekema. The Bible and The Future, 17. Lee Martin McDonald. The Story of Jesus in History and Faith - An Introduction (Grand Rapids: Baker Academic, 2. , 25. Carson and Moo. An Introduction to the New Testament, 429, 446Ae47. Andrew T. Lincoln. Paradise Now and Not Yet - Studies in the Roleof the Heavenly Dimension in PaulAos Thought with Spesial Reference to His Eschatology (Cambridge: Cambridge University Press, 1. , 37. Kedua pakar ini juga melihat bahwa jemaat Korintus tampak sangat mengharapkan kedatangan Kristus segera. Hal ini disebut dengan istilah over-realized eschatology. Bahkan peristiwa eskatologi sudah terjadi dalam diri manusia. Hakh. Perjanjian Baru: Sejarah. Pengantar, dan Pokok-Pokok Teologisnya, 315. Raymond E. Brown. The Community of Beloved Disciple (London: Geoffrey Chapmen, 1. , 48Ae51. Rudolf Schnackenburg. The Gospel According to St. John: Commentary on Chapters 5-12 (London: Burns & Oates, 1. , 426Ae37. Tim Chester. Mission and the Coming of God - Eschatology, the Trinity and Mission in the Theology of Jyrgen Moltmann and Contemporary Evangelicalism (Milton Keynes: Paternoster, 2. , 141Ae CopyrightA 2024. Jurnal Teologi Berita Hidup. ISSN 2654-5691 . , 2656-4904 . Carel Hot Asi Siburian: Lateness Eschatology: Analisis Kritis atas Keterlambatan Kedatangan Mempelai Laki-laki dalam Matius 25:1-13 Kedua adalah future eschatology. Istilah lain yang sering digunakan juga adalah linier eschatology. Dalam PB, future eschatology yang paling jelas terlihat dalam kitab Wahyu. 27 Seperti yang disampaikan Thomas R. Schreiner, jika Injil Yohanes dan surat-surat Yohanes . ermasuk surat 2 Tesalonika, 2 Korintus, dan 2 Petrus di ata. dicirikan oleh realized eschatology, maka kitab Wahyu terkenal karena future eschatology-nya dan penekanannya pada penghakiman dan keselamatan di masa depan. 28 Istilah lain yang sering digunakan merujuk pada future eschatology ini adalah consistent eschatology. Paham ini menyebut bahwa Yesus adalah seorang AunabiAy yang datang untuk menubuatkan bencana apokaliptik yang akan segera terjadi, yang akan mengantarkan pemerintahan Allah. Dalam pandangan ini, kerajaan Allah terjadi masa depan. 29 Namun ada pula yang tetap percaya bahwa Yesus memang akan datang kembali, di samping pandangan yang melihat bahwa Yesus memang salah ketika mengatakan bahwa kedatangan-Nya sudah dekat. Hoekema memberikan beberapa referensi ayat dalam Alkitab yang merujuk pada pemahaman future eschatology. Matius 24:14 yang berbunyi. AuInjil Kerajaan ini akan diberitakan di seluruh dunia menjadi kesaksian bagi semua bangsa, sesudah itu barulah kesudahan tibaAy, memberikan tendensi bahwa akan ada satu jangka waktu tertentu yang akan berlangsung sebelum kedatangan Kristus kembali. 31 Namun lebih lanjut, yang mana saya asumsikan bahwa hal ini merupakan sebuah pengembangan dari future eschatology, muncul juga pemahaman dalam Alkitab yang berbicara mengenai ketidaktahuan akan hari akhir Ketidaktahuan ini sudah pasti berhubungan erat dengan sifat eskatologi yang akan terjadi jauh di masa depan sana. Waktunya tidak diketahui oleh manusia. Sebagai perpaduan dari kedua model paham eskatologi di atas, muncul pula istilah inaugurated eschatology. Menurut pemahaman ini, kita tidak perlu menunggu akhir sebuah cerita sebelum kita mulai menghayati urutan narasi dari awal hingga akhir. 33 David L. Turner misalnya, membaca Matius 8:28-29 sebagai teks yang memperlihatkan paham inaugurated Pertanyaan setan kepada Yesus yang bertanya. AuApakah Engkau ke mari untuk menyiksa kami sebelum waktunya?Ay menunjukkan bahwa pemerintahan Allah di masa Thomas R. Schreiner. New Testament Theology - Magnifying God in Christ (Grand Rapids: Baker Academic, 2. , 814. Schreiner, 830. David L. Turner. Matthew - Baker Exegetical Commentary on the New Testament (Grand Rapids: Baker Academic, 2. , 42Ae43. Hoekema. The Bible and The Future, 111Ae12. Hoekema, 119. Hoekema, 120Ae21. Richard Middleton. A New Heaven and a New Earth: Reclaiming Biblical Eschatology (Grand Rapids: Baker Academic, 2. , 71. CopyrightA 2024. Jurnal Teologi Berita Hidup. ISSN 2654-5691 . , 2656-4904 . Jurnal Teologi Berita Hidup. Vol 6. No 2. Maret 2024 depan sudah merambah wilayah kekuasaan Iblis. 34 Namun ada juga yang mengatakan bahwa paham mengenai realized eschatology sekalipun tidak akan dapat AumenggantikanAy future Hal ini disebabkan karena pergumulan Ilahi dengan kuasa-kuasa kegelapan masih terus berlanjut hingga kini,35 sehingga kuranglah tepat menyebut jika peristiwa eskatologi telah terjadi di masa ketika kejahatan masih ada di dunia. Delayed Eschatology dalam PB Pemahaman atau ide mengenai realized eschatology, future eschatology, atau inaugurated eschatology pada pembahasan sebelumnya lebih condong berbicara mengenai AuwaktuAy dan AukapanAy kedatangan-Nya. Ketiganya berbicara mengenai kapan peristiwa eskatologi itu terjadi. yang berbicara perihal kekinian eskatologi, namun ada juga yang berbicara mengenai eskatologi di masa depan. Namun di sisi lain, studi PB juga mengenal istilah atau pemahaman yang lain dari yang tiga di atas, yaitu delayed eschatology. Sebagian besar pembahasan mengenai tema ini telah hadir sejauh pembahasan di bagian pengantar. Delayed eschatology berkaitan dengan pengharapan yang tidak tercapai dari manusia akan kedatangan segera Kristus kembali, sama seperti yang terjadi di zaman para rasul. para rasul mulai mati satu per satu, namun kedatangan Kristus kembali pun belum terjadi. Namun letak AupenundaanAy bukan pada Allah, melainkan pada harapan manusia yang tidak terpenuhi . engharapan berlebi. Seorang pakar bernama Ebenhaizer Timo mengutip pandangan yang disampaikan dalam 2 Petrus mengenai penundaan parousia. Baginya, penundaan terjadi karena Allah yang menginginkannya. Melalui peristiwa penundaan parousia. Allah memberikan kesempatan bagi manusia untuk mempersiapkan diri menyambut hari yang besar . eristiwa Bahkan penundaan ini bermaksud agar seluruh makhluk, bahkan yang tidak terlihat sekalipun, dapat ikut serta dalam peristiwa besar tersebut. Penundaan ini juga berarti memberi kesempatan Iblis untuk kembali ke jalan yang benar. 37 Untuk tiba pada kesimpulan ini, memang Timo mengutip pandangan Karl Barth tentang Allah yang membagi-bagikan kehidupan-Nya bagi sesama ciptaan. Namun bagi saya pribadi, mengatakan bahwa penundaan terjadi sebab Allah sedang memberikan kesempatan pada manusia, merupakan kesimpulan yang tergesa-gesa, sehingga pandangan Timo patut dikritisi ulang, khususnya Turner. Matthew - Baker Exegetical Commentary on the New Testament, 246. Brown. An Introduction to the New Testament, 227Ae28. Sitanggang. Hermeneutika Pneumatologis: Suara Alkitab adalah Suara Roh?, 104. Ebenhaizer I Nuban Timo. Manusia dalam Perjalanan Menjumpai Allah yang Kudus - Suatu Pemikiran Eklesiologi dan Eskhatologi Kontekstual di Indonesia (Salatiga: Universitas Kristen Satya Wacana, 2. , 172Ae174. CopyrightA 2024. Jurnal Teologi Berita Hidup. ISSN 2654-5691 . , 2656-4904 . Carel Hot Asi Siburian: Lateness Eschatology: Analisis Kritis atas Keterlambatan Kedatangan Mempelai Laki-laki dalam Matius 25:1-13 dalam konteks PB. Namun yang pasti, delayed eschatology tidak menunjukkan Allah yang telah tiba. Dalam pemahaman ini. AuAllahAy-nya belum tiba dan masih hanya sebatas pengharapan manusia saja. Keterlambatan kedatangan mempelai laki-laki (Mat. 25:1-. Armand Barus, mengutip pandangan Jeremias, mengatakan bahwa perumpamaan sepuluh gadis (Mat. 25:1-. dalam tradisi aslinya, tidak sedang berbicara mengenai Jeremias berpendapat bahwa unsur parousia memang muncul dalam perumpamaan tersebut, namun kemunculannya merupakan tambahan alegoris dari jemaat mula-mula. Ia melihat bahwa perumpamaan ini dipandang oleh jemaat mula-mula sebagai teks yang berbicara mengenai kedatangan Kristus kembali, sedangkan bagi pembaca pertama, teks ini dipandang lebih pada peringatan tentang krisis eskatologi, di mana Allah akan datang untuk menghukum bangsa Israel. 38 Hal serupa juga disampaikan oleh Vicky Balabanski, bahwa ayat 13 dalam perumpamaan ini tidak sejalan dengan kisah di ayat-ayat Balabanski, mengutip pandangan Armand Puig i Tyrrech, melihat bahwa tema Auberjaga-jagalahAy yang muncul dalam ayat 13 bukan merupakan bagian integral dalam perumpamaan dan merupakan interpolasi . Matius. Secara ringkas, perayaan pesta perkawinan yang berlangsung di malam hari memang bukan menjadi hal yang asing dalam tradisi Palestina. Yahudi, maupun daerah sekitarnya40 . an Yesus memang banyak menyampaikan perumpamaan yang sesuai dengan konteks pendengar di masa it. 41 Perumpamaan sepuluh gadis dalam sejarah konteksnya memang memberi gambaran yang sekilas sesuai dengan latar belakang sejarah perkawinan dalam tradisi Palestina. Yahudi, maupun daerah-daerah sekitar . Namun persoalan yang Armand Barus. Perumpamaan Yesus (Jakarta: Scripture Union Indonesia, 2. , 526Ae27. Vicky Balabanski. Eschatology in the Making Mark. Matthew, and the Didache (Cambridge: Cambridge University Press, 1. , 26Ae40. Curtis Mitch and Edward Sri. The Gospel of Matthew Ae Catholic Commentary on Sacred Scripture (Grand Rapids: Baker Academic, 2. , 339. Craig S. Keener. A Commentary on the Gospel of Matthew (Grand Rapids: William B. Eerdmans Publishing Company, 1. , 717. Julius Scott. Jewish Backgrounds of the New Testament (Grand Rapids: Baker Academic, 1. , 278. Philip J. King and Lawrence E. Stager. Kehidupan Orang Israel Alkitabiah (Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2. , 61Ae63. Barus. Perumpamaan Yesus, 522. Meski demikian, sejauh referensi yang ada, hanya disebutkan bahwa pesta diadakan setelah matahari terbenam, bukan tengah malam. Hingga titik ini, dapat disimpulkan bahwa mempelai laki-laki memang sangat terlambat karena ia baru tiba pada tengah malam. Jeannine K. Brown. Matthew - Commentary Series (Grand Rapids: Baker Books, 2. , 282. Robert H. Mounce. Matthew - Understanding The Bible Commentary Series (Grand Rapids: Baker Books, 2. , 232. CopyrightA 2024. Jurnal Teologi Berita Hidup. ISSN 2654-5691 . , 2656-4904 . Jurnal Teologi Berita Hidup. Vol 6. No 2. Maret 2024 paling menonjol adalah ketiadaan mempelai perempuan dalam perumpamaan42 dan tidak adanya alasan yang jelas mengapa mempelai laki-laki mengalami keterlambatan. Menurut Basser dan Cohen, mempelai laki-laki sudah berada di tempat perkawinan lebih awal di malam hari dan pergi sebentar, lalu kembali saat perkawinan akan dimulai. Dia berharap agar para gadis mempersiapkan perlengkapan yang diperlukan saat dia datang. Namun para gadis mengharapkan dia kembali lebih cepat, dan ketika dia tidak kembali sesuai harapan mereka, mereka semua pergi tidur. 44 A. Argyle, seperti yang dikutip oleh Witherington i, mengatakan bahwa keterlambatan mempelai laki-laki menunjukkan usaha tawar-menawar mahar untuk menunjukkan harga diri mempelai perempuan. Hal yang pasti dalam perumpamaan ini adalah bahwa pertunangan sudah 46 Namun AumisteriAy keterlambatan kedatangan mempelai laki-laki masih belum terpecahkan. Dalam konteks pembacaan alegoris, keterlambatan ini tentu terkait dengan penundaan parousia. AuBerjaga-jagaAy dalam hal ini mungkin berarti melakukan persiapan pribadi. Namun, jika pembaca menghilangkan pembacaan alegoris, keterlambatan mempelai laki-laki tetap menjadi suatu misteri. Dalam Matius 25:1-13, tampaknya mempelai laki-laki tidak terlambat karena sedang melakukan tawar-menawar mahar. Kemungkinan lain adalah bahwa ia tersesat di jalan atau bahkan mungkin ia bukan mempelai laki-laki yang diharapkan datang ke pesta perkawinan. Lateness Eschatology dalam Perumpamaan Sepuluh Gadis (Mat. 25:1-. Balabanski mengatakan demikian. Auif the story were constructed to address the delay of ChristAos return, it is difficult to explain why certain elements are to be taken allegorically, according to Bornkamm . uch as the bridegroom, and the dela. , and certain elements . uch as the number ten, the oil, the vessels, etc. ) are not. 47 Balabanski dalam tulisannya yang lain juga telah melihat tendensi serupa yang mengarah pada Auketerlambatan parousiaAy dan bukan pada Aupenundaan parousia. Ay Ketika menyebut beberapa keberatan atau keanehan dalam perumpamaan sepuluh gadis. Balabanski menggunakan kata lateness untuk merujuk Balabanski. Eschatology in the Making Mark. Matthew, and the Didache, 24Ae25. Hal ini tidak akan terlalu banyak dibahas dalam artikel ini. Saya masih meragukan pendapat ini. Tidak ada tendensi dalam teks yang memperlihatkan bahwa mempelai laki-laki telah ada lebih dahulu Audi sana. Ay Herbert W. Basser and Marsha B. Cohen. The Gospel of Matthew and Judaic Traditions: A Relevance-Based Commentary (Leiden: Brill, 2. , 640. Ben Witherington i. Matthew - Smyth & Helwys Bible Commentary (Peake Road: Smyth & Helwys Publishing, 2. , 406. Turner. Matthew - Baker Exegetical Commentary on the New Testament, 595. Vicky Balabanski. AuOpening the Closed Door: A Feminist Rereading of the AoWise and Foolish VirginsAo (Mat. ,Ay in The Lost Coin - Parables of Women. Work, and Wisdom, ed. Mary Ann Beavis (London: Sheffield Academic Press, 2. , 76. CopyrightA 2024. Jurnal Teologi Berita Hidup. ISSN 2654-5691 . , 2656-4904 . Carel Hot Asi Siburian: Lateness Eschatology: Analisis Kritis atas Keterlambatan Kedatangan Mempelai Laki-laki dalam Matius 25:1-13 keterlambatan dimulainya pesta perkawinan. Ia tidak menyebutnya. Audelayed of the beginning of the wedding feastAy, tetapi. Aulateness of the beginning of the wedding feast. Ay48 Pada akhirnya harus diakui bahwa manusia tidak AulayakAy untuk menyebut bahwa kedatangan Kristus kembali mengalami AupenundaanAy, apalagi Auketerlambatan. Ay Namun dalam diskursus teologi PB, hadir sebuah pemahaman akan penundaan parousia. Hanya saja, sifat dari penundaan itu hanya terjadi dalam diri manusia, bukan dalam skenario kehidupan yang diberikan Allah. Manusia berharap bahwa Kristus akan kembali dalam beberapa waktu yang dekat darinya, namun ternyata tidak. Kehidupan masih terus berjalan. Bagi mereka, parousia menjadi tertunda, namun bagi Allah, mungkin perjalanan menuju kedatangan-Nya masih jauh di masa depan. Di sisi lain, yang membuat saya akhirnya membahas tema ini adalah munculnya tendensi pemahaman di luar delayed eschatology, yaitu lateness eschatology. Seluruh tema eskatologi dalam PB berbicara mengenai penundaan, sebab pada akhirnya Kristus yang ditunggu masih belum datang. Namun perumpamaan sepuluh gadis dalam Matius 25:1-13 menunjukkan bahwa mempelai laki-laki yang sering kali disejajarkan dengan figur Yesus, tiba dalam pesta perkawinan di tengah malam. Memang pada akhirnya tidak ada tendensi di dalam teks yang secara gamblang mengatakan bahwa mempelai laki-laki mengalami Namun setidaknya ada dua hal yang membuat saya tiba pada kesimpulan bahwa sesungguhnya, kesepuluh gadis dalam perumpamaan tersebut tidak sedang dalam tahap AuberharapAy akan kedatangan mempelai laki-laki, melainkan mereka memang tahu kapan mempelai laki-laki akan tiba di pesta perkawinan. Hal pertama adalah persiapan yang telah dilakukan oleh kesepuluh gadis. Matius 25:1-4 menunjukkan logika bahwa kesepuluh gadis telah mempersiapkan kedatangan Artinya, kalaupun masih sulit menerima logika-fakta bahwa kesepuluh gadis telah mengetahui pukul berapa mempelai akan datang, minimal dari persiapan yang ada, kesepuluh gadis telah mengetahui bahwa mempelai akan datang. Hal ini semakin diperkuat dengan hadirnya Matius 25:5 yang berbunyi. Aukarena mempelai itu lama tidak datang-datang Ay Kedua adalah tamu undangan yang mungkin juga telah lama menunggu pesta perkawinan dimulai. Memang tidak ada rujukan Autamu undanganAy di dalam teks. Namun dengan basis pendekatan tradisi kuno dan tugas dari gadis-gadis untuk menyongsong Balabanski. Eschatology in the Making Mark. Matthew, and the Didache, 24. CopyrightA 2024. Jurnal Teologi Berita Hidup. ISSN 2654-5691 . , 2656-4904 . Jurnal Teologi Berita Hidup. Vol 6. No 2. Maret 2024 mempelai,49 maka logikanya adalah tamu undangan juga telah lama menunggu di sana. Tidak mungkin tamu dari pesta perkawinan juga adalah gadis-gadis. Dengan demikian, baik itu kesepuluh gadis dan tamu undangan, dalam perumpamaan ini, dan dengan landasan pembahasan di atas, keduanya tidak sedang dalam tahap berharap. Keduanya memang tahu bahwa mempelai akan datang dengan segera. Namun mempelai laki-laki mengalami keterlambatan dari batas waktu yang ada, yang membuat bahkan kesepuluh gadis yang disebut AubijaksanaAy tertidur menunggu keterlambatan tersebut. Dengan demikian, lateness eschatology hanya muncul dalam perumpamaan sepuluh gadis ketika sebagian besar PB berbicara mengenai delayed eschatology. Wacana ini membuka diskursus apakah keterlambatan kedatangan itu benar adanya atau tidak. Meski demikian, paham lateness eschatology ini AumengharuskanAy penyejajaran yang baik antara Yesus dengan mempelai laki-laki, padahal jika skenario perumpamaan ini dibaca ulang, pembaca akan menemukan banyak sekali persoalan tekstual yang membuat penyejajaran figur Yesus dengan mempelai laki-laki sulit dilakukan. Namun tentu saja, hal itu akan menjadi pembahasan selanjutnya dalam mengupas tuntas perumpamaan ini. KESIMPULAN Hadirnya paham lateness eschatology dalam hal ini menjadikan Matius unik dibanding penulis PB lainnya, sebab paham tersebut ditemukan hanya dalam perumpamaan sepuluh gadis (Mat. 25:1-. akibat dari keterlambatan kedatangan Kristus kembali. Hanya dalam perumpamaan ini pula, mempelai . ang sering disejajarkan dengan Yesu. telah tiba, namun terlambat. Selebihnya dalam PB, bahkan kitab Wahyu, masih mengharapkan kedatangan Kristus kembali. Namun makalah ini juga berargumen bahwa baik itu delayed maupun lateness, keduanya menjadi eksis bukan karena Allah pada diri-Nya sendiri menyampaikan keterlambatan atau penundaan kedatangan-Nya, melainkan akibat ketidaksesuaian waktu kedatangan dengan harapan yang dimiliki. REFERENSI