AL-MUHITH JURNAL ILMU AL-QURAoAN DAN HADITS E-ISSN : 2963-4024 . edia onlin. P-ISSN : 2963-4016 . edia ceta. DOI : 10. 35931/am. PEMBELAJARAN AL-QURAoAN MENGGUNAKAN METODE TILAWATI DAN UMMI Muhammad Yasir yasirrenoseries@gmail. UIN Antasari Banjarmasin Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mendeskripsikan pembelajaran Al-QurAoan melalui dua metode yang populer dan banyak digunakan di Indonesia, yaitu metode Tilawati dan metode Ummi. Fokus penelitian ini adalah pada efektivitas pendekatan masing-masing metode, struktur pembelajaran, serta sistem evaluasi yang diterapkan dalam membentuk kemampuan membaca Al-QurAoan yang sesuai dengan kaidah tajwid dan makharijul huruf. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan . ibrary researc. Data dikumpulkan dari berbagai sumber seperti buku, jurnal ilmiah, laporan, dan literatur lain yang relevan dengan topik pembelajaran Al-QurAoan menggunakan kedua metode Teknik analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif untuk menggambarkan karakteristik, keunggulan, dan kekhasan dari masing-masing metode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode Tilawati memiliki sistem pembelajaran bertingkat melalui enam jilid dan tahapan lanjutan dengan pendekatan klasikal dan individual baca simak, serta evaluasi melalui munaqosyah. Sementara metode Ummi menekankan pada 10 pilar mutu, pendekatan klasikal dan individual, serta evaluasi berjenjang yang Keduanya efektif dalam meningkatkan kemampuan membaca Al-QurAoan peserta didik secara Namun, metode Ummi lebih terstruktur dari sisi manajemen mutu dan pelaporan, sementara metode Tilawati unggul dalam fleksibilitas pendekatan pengajaran. Kedua metode dapat diterapkan secara luas dalam pendidikan Islam di Indonesia dengan adaptasi sesuai kebutuhan lembaga. Kata Kunci: Pembelajaran Al-QurAoan. Metode Ummi. Metode Tilawati Abstract This study aims to analyze and describe QurAoanic learning through two popular and widely used methods in Indonesia, namely the Tilawati method and the Ummi method. The focus of this research is on the effectiveness of each methodAos approach, the structure of the learning process, and the evaluation systems applied to develop the ability to read the QurAoan in accordance with the rules of tajwid and makharijul This research employs a qualitative approach using library research methods. Data were collected from various sources such as books, academic journals, reports, and other literature relevant to QurAoanic learning using both methods. Data analysis was conducted qualitatively and descriptively to portray the characteristics, strengths, and distinctive features of each method. The results show that the Tilawati method employs a tiered learning system through six levels . and an advanced stage, utilizing both classical and individual "read-and-listen" approaches, with assessments carried out through munaqosyah . ral examination. In contrast, the Ummi method emphasizes 10 pillars of quality, combines classical and individual teaching strategies, and implements a systematic, tiered evaluation process. Both methods are effective in gradually improving studentsAo QurAoanic reading skills. However, the Ummi method is more structured in terms of quality management and reporting, while the Tilawati method offers greater flexibility in teaching approaches. Both methods can be widely applied in Islamic education in Indonesia with adaptations based on institutional needs. Keywords: QurAoanic Learning, the Ummi Method. Tilawati Method Al-Muhith: Jurnal Ilmu Al-QurAoan dan Hadits Vol. 4 No. Juli - Desember 2025 Muhammad Yasir: Pembelajaran Al-QurAoan Menggunakan Metode Tilawati dan Ummi A Author. 2025 This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4. 0 International License. PENDAHULUAN Al-QurAoan merupakan pedoman dan petunjuk hidup bagi umat islam, yang sudah tidak ada keraguan di dalamnya (Al-QurAoa. Mengingat sangat pentingnya Al-QurAoan sebagai pedoman dan petunjuk hidup bagi umat Islam, maka umat Islam harus mampu membaca AlQurAoan dengan benar sesuai dengan kaidah atau aturan membacanya. Hal ini dijelaskan dalam wahyu yang Allah turunkan pada Nabi Muhammad SAW. Allah memberikan perintah pertama untuk membaca. Perintah tersebut terdapat dalam Al-QurAoan surat Al-AoAlaq ayat 1- 5 Artinya: Bacalah dengan . nama Tuhanmu yang Menciptakan. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmulah yang Maha pemurah, yang mengajar . dengan perantaran kalam. Dia mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahuinya. 1 Hal tersebut menunjukkan bahwa, sejak awal agama Islam sudah menyerukan kepada manusia untuk Sebab wahyu Allah pun tidak dapat diterima tanpa dibaca terlebih dahulu. Karena dengan membaca, akan memperoleh informasi yang mencakup isi dan memahami makna bacaan. Agar umat Islam mampu membaca Al-QurAoan dengan benar sesuai dengan kaidah atau aturan yang benar, maka perlu diadakan pembelajaran Al-QurAoan bagi seluruh umat Islam. Membaca al-QurAoan harus melalui proses pembelajaran dengan menggunakan metode. Diperlukan metode yang proporsional untuk mencetuskan generasi penerus yang mampu bersaing dalam bidang membaca Al-QurAoan. Sebab dengan metode yang tepat akan menjadi jaminan meratanya ketercapaian dari sebuah pembelajaran. 3 Untuk itu perlu dilakukan pembelajaran AlQurAoan agar umat Islam mampu membaca AlQurAoan sesuai dengan kaidah atau aturan yang benar. Kaidah atau aturan yang harus diperhatikan dalam membaca Al-QurAoan antara lain: ilmu tajwid, makharijul huruf, serta mampu mengucapkan bunyi panjang maupun pendek. Metode pembelajaran membaca Al-QurAoan di Indonesia sudah berkembang dan sangatlah Dalam penelitian ini peneliti berfokus pada pembelajaran Al-QurAoan menggunakan metode Tilawati dan Ummi saja. Alasan peneliti hanya berfokus pada 2 metode saja yaitu metode Tilawati dan metode Ummi karena metode ini sangat mudah untuk diterapkan dalam belajar membaca Al-QurAoan selain itu juga materi-materi penunjangnya sangat relevan dan mudah Departemen Agama RI. Al-QurAoan dan Terjemahannya, (Bandung: CV Insan Kamil, 2. , h. Henry Guntur Taringan. Membaca sebagai suatu keterampilan berbahasa, (Bandung: Angkasa Bandung, 2. , h. Faisol. Cara mudah belajar Ilmu Tajwid, (Malang: UIN Maliki Press, 2. , h. Faisol. Cara mudah belajar Ilmu Tajwid (Malang: UIN Maliki Press, 2. , h. Al-Muhith: Jurnal Ilmu Al-QurAoan dan Hadits Vol. 4 No. Juli - Desember 2025 Muhammad Yasir: Pembelajaran Al-QurAoan Menggunakan Metode Tilawati dan Ummi dipahami dari berbagai usia. Oleh sebab itu penulis merasa perlu mengadakan penelitian yang berjudul Pembelajaran Al-QurAoan menggunakan Metode Tilawati dan Metode Ummi. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan metode studi kepustakaan . ibrary researc. yaitu teknik pengumpulan data dengan melakukan penelaahan terhadap buku, jurnal, catatan, serta berbagai laporan serta literatur ilmiah yang berkaitan dengan pembelajaran Al-QurAoan menggunakan metode Tilawati dan metode Ummi. HASIL DAN PEMBAHASAN Pengertian Metode Pembelajaran Al-QurAoan Metode berasal dari kata yunani yaitu metodos yang berarti melalui jalan, melewati atau 5 Adapun dalam bahasa Arab, metode ini dikenal dengan sebutan thariqah yang berarti beberapa langkah strategis yang dipersiapkan untuk mengerjalan sesuatu. Syaiful Bahri memberikan definisi dengan suatu cara yang dipergunakan untuk mencapai tujuan yang telah 6 Adapun definisi dari Ahmad Tafsir adalah sekumpulan cara yang dianggap paling tepat dan cepat dalam mengajar atau cara menyajikan materi yang efektif dan efesian dalam melaksanakan sebuah pembelajaran. 7 Suryo Subroto memberikan definisi dengan tambahan fungsinya sebagai alat untuk mencapai tujuan. Imansjah Alipandie mendefinisikan metode dengan sebuah cara sistematis yang digunakan untuk mencapai suatu tujuan. Dengan mengacu pada beberapa definisi yang telah disebutkan di atas, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa metode adalah kumpulan dari cara, jalan dan teknik terbaik yang dipilih pendidik dalam proses pembelajaran guna mencapai tujuan pembelajaran yang sudah ditetapkan dengan efektif dan efesian. Proses pembelajaran adalah sebuah kondisi yang di dalamnya terdapat usaha untuk menjadikan peserta didik belajar sesuatu sehingga muncul perubahan padanya dalam hal tingkah laku. Arti dari sebuah pembelajaran secara sederhana adalah usaha untuk memberikan pengaruh emosi, intelektual dan spiritual pada peserta didik sehingga mau untuk belajar dengan tanpa paksaan. Dalam kegiatan pembelajaran terdapat interaksi pembelajaran. Interaksi pembelajaran ini adalah sebuah aktifitas mengajar pendidik dan belajar peserta didik yang di dalamnya terdapat unsur-unsur manusiawi, material, prosedur dan perlengkapan untuk mencapai tujuan Dari beberapa definisi yang disebutkan dapat diambil sebuah gagasan tentang Armai Arif. Pengantar Ilmudan Metode Pendidikan Islam, (Jakarta: Ciputat Pers, 2. , h. Syaiful Bahri Djamarah. Guru dan Anak Didik dalam Interaksi Edukatif, (Jakarta: Rineka Cipta, 2. , h. Basyiruddin Usman. Metodologi Pembelajaran Agama Islam, (Jakarta: Ciputat Pers, 2. , h. Al-Muhith: Jurnal Ilmu Al-QurAoan dan Hadits Vol. 4 No. Juli - Desember 2025 Muhammad Yasir: Pembelajaran Al-QurAoan Menggunakan Metode Tilawati dan Ummi proses pembelajaran yaitu kegiatan pendidik dalam menumbuhkan keterampilan dan sikap peserta didik serta perubahan tingkah laku melalui sebuah pembelajaran. Adapun metode pembelajaran adalah penerapan dari strategi pembelajaran tersebut. Sedangkan pengertian Al-QurAoan diambil dari bahasa Arab AuQaraAoa. YaqroAou. Qiroatan atau QurAoananAy artinya menghimpun huruf-huruf serta kata-kata dari satu bagian kebagian yang lain secara teratur. Pendapat dari Al-AsyAari tentang Al-QurAoan adalah berasal dari Qarana artinya beriringan antara huruf demi huruf, ayat demi ayat atau QaraAoin artinya saling membenarkan antara satu ayat dengan ayat yang lain. 8 Menurut Abu Syubhah Al-QurAoan adalah bentuk masdhar dari kata kerja QaraAoa yang berarti berarti sebuah AubacaanAy. Diambil dari kata inilah yang kemudian diartikan bahwa Al-Quryn adalah kitab suci yang diturunkan Allah Swt kepada Nabi Muhammad Saw. Definisi Al-QurAoan yang dijelaskan oleh Abdul Wahab Khallaf adalah kalam Allah Swt yang diturunkan kepada nabi Muhammad Saw Melalui malaikat Jibril yang tujuanya untuk menjadi hujjah kerasulan nabi Muhammad Saw serta sebagai pedoman umat manusia dan membacanya termasuk dalam kategori ibadah Sedangkan menurut Quraish Shihab Al-QurAan biasa didefinisikan sebagai firman-firman Allah yang disampaikan oleh malaikat Jibril As. redaksinya kepada nabi Muhammad Saw. dan diterima oleh umat secara mutawatir. 9 Sehingga dapat diambil kesimpulan bahwa metode pendidikan atau pembelajaran Al- QurAoan adalah sekumpulan cara atau langkah strategis dan terencana yang ditempuh untuk mencapai tujuan pembalajran Al-QurAoan. Dalam kegiatan membaca Al-QurAoan sendiri diperlukan juga untuk memperhatikan adab saat membacanya. Adab tersebut adalah sebagai berikut, yaitu: Belajar dengan cara musyafahah dan talaqqi, orang yang belajar membaca Al-QurAoan hendaknya belajar dengan orang secara langsung mulut ke mulut. Dengan belajar langsung akan mengurangi risiko kesalahan dalam pembacaan serta mempermudah pengoreksian. Mengikhlaskan niat, pembaca Al-QurAoan hendaknya menghilangkan semua niat buruk yang terbersit di hatinya sebelum membaca Al-QurAoan baik niat itu berupa harta, pangkat dan jabatan atau bahkan saingan antar sesama. Yang ada di hatinya adalah hanya niat untuk beribadah melalui bacaan Al-QurAoan. Membaca Al-QurAoan dalam keadaan suci, artinya harus berwudhu terlebih dahulu. Berpakaian sopan dan menghadap qiblat. Membaca TaAowawudz dan Basmalah. Zaini Syahminan. Wawasan Al-Qur'an Tentang Pembangunan Manusia Seutuhnya, (Kalam Mulia, 1. , h. Ramyulis. Ilmu Pendidikan Islam, (Jakarta: Kalam Mulia, 2. , h. Al-Muhith: Jurnal Ilmu Al-QurAoan dan Hadits Vol. 4 No. Juli - Desember 2025 Muhammad Yasir: Pembelajaran Al-QurAoan Menggunakan Metode Tilawati dan Ummi Tadabbur Makna Al-QurAoan, seorang pembaca Al-QurAoan hendaknya berusaha menggerakkan hati untuk memahami makna ayat yang dibacanya. Dengan memahaminya, maka akan mudah untuk mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari. Memperbagus suara dengan membaca menggunakan irama, dalam membaca Al-QurAoan juga dianjurkan dengan memperindah bacaan dengan lagu yang tentunya juga dengan memperbagus suara saat membaca. Karena suara yang bagus akan semakin mengguncangkan hati yang membaca dan yang mendengar. Tidak menyela bacaan dengan pembicaraan lain dan hendaknya membaca Al-QurAoan dengan KhusuAo serta KhuduAo. Macam-macam Metode Pembelajaran Al-QurAoan dan Cara Pembelajarannya Metode Tilawati Tilawati terinspirasi dari kata bahasa Arab yang berarti bacaanku. Metode ini lahir pada era 2000 yang merupakan sebuah metode yang mempunyai ciri khas yaitu menggunakan pendekatan baca simak dan klasikal dengan takaran yang simbang di antara keduanya. Nama ini diambil dari impian dan doAoa dari para penyusunnya yaitu menjadikan Al-QurAoan sebagai bacaan yang paling utama di antara bacaan-bacaan yang lain. 10 Penyusun dari metode ini adalah KH. Masrur Masyhud. KH. Tohir Al-Aly. KH. Drs. Syadzili dan Drs. Muaafa. Tingkatan yang ada dalam proses pembelajaran membaca Al-QurAoan menggunakan metode ini adalah 2 tingkatan yaitu tingkatan dasar untuk mempelajari jilid 1-6 dan tingkatan lanjutan yaitu mempelajari bacaan Al-QurAoan langsung. Untuk naik dari tingkatan pertama sampai tingkatan terakhir dilaksanakan uji kelayakan yang disebut dengan Munaqosyah. Munaqosyah ini dimulai dari Munaqosyah jilid sampai Munaqosyah AlQurAoan. Prinsip dari metode ini adalah dengan mengajarkan pembaca untuk mampu membaca Al-QurAoan dengan tartil dan benar, membaca dengan lagu rost, menggunakan praga khusus dalam setiap pembelajaran serta menyeimbangkan dan memaksimalkan klasikal baca simak serta klasikal individual secara seimbang. Adapun tingkatan yang ada dalam proses pembelajaran membaca Al-QurAoan menggunakan metode ini adalah 2 tingkatan yaitu tingkatan dasar untuk mempelajari jilid 1-6 dan tingkatan lanjutan yaitu mempelajari bacaan AlQurAoan langsung. Untuk naik dari tingkatan pertama sampai tingkatan terakhir dilaksanakan uji kelayakan yang disebut dengan Munaqosyah. Munaqosyah ini dimulai dari Munaqosyah jilid sampai Munaqosyah Al-QurAoan Abdurahman Hasan. Strategi Pembelajaran Al-QurAoan Metode Tilawati, (Surabaya: Pesantren Nurul Falah, 2. , h. Abdurahman Hasan. Strategi Pembelajaran Al-QurAoan Metode Tilawati, (Surabaya: Pesantren Nurul Falah, 2. , h. Al-Muhith: Jurnal Ilmu Al-QurAoan dan Hadits Vol. 4 No. Juli - Desember 2025 Muhammad Yasir: Pembelajaran Al-QurAoan Menggunakan Metode Tilawati dan Ummi Adapun perlengkapan yang dibutuhkan dalam pembelajaran membaca Al- QurAoan menggunakan metode ini adalah: buku panduan siswa, alat peraga, meja belajar yangdi tata menyerupai huruf AuUAy, alat penunjuk praga dan buku siswa, buku prestasi, absensi, buku program realisasi dan panduan kurikulum. 12 Materi dari jilid 1 adalah pengenalan tentang huruf hijaiyah terpisah berharakat fathah. Pembacaanya secara landung tanpa dieja. Setiap huruf yang dipelajari memiliki penekanan dengan diberi tanda merah pada setiap huruf Materi jilid 2 berisi tentang pengenalan huruf yang berharkat kasrah,dhammah dan tanwin, kemudian dilanjutkan dengan pengenalan macam huruf AuTaAy serta pengenalan bacaan Mad ThobiAoi. Pada jilid ini sudah diberikan keterangan di bagian bawah halaman tentang penekanan pembahasan. 14 Jilid 3 berisi tentang huruf-huruf sukun, lam sukun, pembacaan AuAlif LamAy Qomariyah yang pembacaannya ditekan, makroj sin, syin dan AuRoAy sukun serta Mad Lin. Jilid 4 berisi tentang pelajaran huruf yang bertasydid. Gunnah Musyaddadah. Mad Wajib dan Mad Jaiz. Lafdzul Jalalah kapan dibaca tebal atau tipis serta mempelajari Al Syamsiyah dan Ikhfa Hakiki dibaca samar disertai dengung selama satu setengah alif. Kemudian dilanjutkan dengan pengenalah Huruf MuqothtoAoah dan Idgham Bighunnah. Jilid 5 lanjutan dari pembelajaran Idgham Bigunnah. Qolqolah. Iqlab. Idgam Mimi dan Ikhfak Syafawi. Idgham Bilaghunnah dan hukum bacaan Ro. Mad Lazim Kilmi Mutasaqqal dan Mukhaffaf serta tanda waqof. 16 Jilid 6 berisi tentang praktek pembelajaran dari jilid 1-5 dengan menggunakan surat-surat pendek pilihan mulai dari surat Ad-Duha sampai surat AnNas, mempelajari ayat Musykilat. Adapun tingkatan lanjutan setelah jilid 6 adalah pendalaman materi dari jilid 1-6 yaitu Al-QurAoan. 17 Metode Tilawati memiliki kelibahan diantaranya, yaitu: Standar tajwid yang ketat, tilawati menekankan penerapan tajwid sejak awal belajar, bahkan di level dasar. Menggunakan lagu/maqamat, mengajarkan membaca Al-QurAoan dengan lagu atau irama tartil sederhana yang mudah ditiru. Abdurahman Hasan. Strategi Pembelajaran Al-QurAoan Metode Tilawati, (Surabaya: Pesantren Nurul Falah, 2. , h. Hasan Sadzili. Metode Praktis Cepat Lancar membaca Al-QurAoan Untuk TK/TP Al- qurAoan. Jilid 1, (Surabaya: Pesantren Al-Qur'an Nurul Fala. , h. Hasan Sadzili. Metode Praktis Cepat Lancar membaca Al-QurAoan Untuk TK/TP Al- qurAoan. Jilid 2, (Surabaya: Pesantren Al-Qur'an Nurul Fala. , h. Hasan Sadzili. Metode Praktis Cepat Lancar membaca Al-QurAoan Untuk TK/TP Al- qurAoan. Jilid 3, (Surabaya: Pesantren Al-Qur'an Nurul Fala. , h. Hasan Sadzili. Metode Praktis Cepat Lancar membaca Al-QurAoan Untuk TK/TP Al- qurAoan. Jilid 5, (Surabaya: Pesantren Al-Qur'an Nurul Fala. , h. Hasan Sadzili. Metode Praktis Cepat Lancar membaca Al-QurAoan Untuk TK/TP Al- qurAoan. Jilid 6, (Surabaya: Pesantren Al-Qur'an Nurul Fala. , h. Al-Muhith: Jurnal Ilmu Al-QurAoan dan Hadits Vol. 4 No. Juli - Desember 2025 Muhammad Yasir: Pembelajaran Al-QurAoan Menggunakan Metode Tilawati dan Ummi Pelatihan guru yang terstandar, guru harus mengikuti pelatihan dan bersertifikat agar mengajar sesuai standar metode. Sistematis dan bertingkat, materi disusun bertahap dari dasar hingga mahir, cocok untuk anak-anak dan dewasa. Menumbuhkan kedisiplinan, siswa tidak bisa melanjutkan ke jilid berikutnya sebelum lulus ujian dari jilid sebelumnya. Dalam penggunaan metode Tilawati setiap siswa diharuskan untuk mengikuti tes kenaikan jilid untuk bisa naik ke tingkatan selanjutnya. Begitupun guru yang mengajar menggunakan metode Tilawati akan di tes untuk dilihat kelayakannya. Tes ini disebut dengan Munaqosyah. Munaqosyah adalah proses evaluasi atau uji untuk mengetahui seberapa tinggi tingkat pemahaman materi Tilawati. 18 Munaqosyah dibagi menjadi dua yaitu munaqosyah jilid dan munaqosyah Al-QurAoan. Penjelasannya sebagai berikut: Munaqosyah Jilid Tes ini dilakukan dengan cara Munaqisy yang melakukan tes meminta siswa untuk membaca 10 halaman yang mewakili dari pokok pembahasan jilid yang di tes. Kemudian Munaqisy akan mencatat kesalahan bacaan yang dibaca oleh siswa kemudian menghitung dan menentukan kelulusannya. Tes ini dilaksanakan di jilid 1 sampai jilid 5. Adapun jilid 6 ikut pada munaqosyah Al-QurAoan. Munaqosyah Al-QurAoan Tes ini dilaksanakan dengan cara munaqasah akan meminta siswa untuk membacakan ayat secara acak dalam waktu 5 menit dengan bacaan tartil standar metode Tilawati. Kemudian munaqisy akan mencatat kesalahan bacaan siswa dan menghitungnya untuk menentukan kelulusannya. Tim menentukan nilai maksimal dan minimal yang harus Nilai tersebut pada setiap aspek kemudian dikurangi kesalahan bacaan. Dalam pembelajaran membaca Al-qurAoan menggunakan metode Tilawati ada ketentuan alokasi waktu yang digunakan. Pembelajaran di jilid 1 sampai 5 harus ditempuh selama 15 bulan. Adapun ketentuannya adalah sebagai berikut: Jumlah tatap muka dalam setiap jilid adalah 5 kali tatap muka dalam seminggu. Setiap tatap muka durasinya adalah 75 menit dengan perinciannya sebagai berikut: 5 menit untuk membaca doAoa pembuka dengan teknik klasikal, 15 menit materi peraga dengan teknik klasikal, 30 menit matari buku tilawati dengan teknik baca simak, 20 menit materi penunjang dengan teknik klasikal dan 5 menit terakhir adalah doAa penutup dengan teknik Tim Munaqisy Pondok Pesantren Nurul Falah. Panduan Munaqosyah, (Surabaya: Pesantren Nurul Falah, 2. , h. Al-Muhith: Jurnal Ilmu Al-QurAoan dan Hadits Vol. 4 No. Juli - Desember 2025 Muhammad Yasir: Pembelajaran Al-QurAoan Menggunakan Metode Tilawati dan Ummi Dalam prosesnya pendekatan pembelajaran yang digunakan ada 2 macam yaitu pendekatan klasikal dan pendekatan individual baca simak. Penjelasannya sebagai berikut: Pendekatan klasikal Pendekatan klasikal adalah pendekatan yang mengikutsertakan semua yang ikut dalam pembelajaran. Guru akan meminta siswa untuk mendengarakan bacaan yang dicontohkan oleh guru, kemudian guru meminta siswa untuk menirukan bacaan secara bersama-sama atau berkelompok dengan menggunakan alat praga, dan yang terakhir guru dan siswa membaca bersama-sama. Tujuan dari klasikal ini adalah untuk menanamkan pembiasaan pada siswa tentang lagu Rost serta melancarakan bacaan siswa. Pendekatan individual baca simak Pendekatan dengan teknik individual baca simak ini adalah dengan guru mencontohkan bacaan, kemudian guru meminta satu siswa untuk membaca sedang yang lain menyimak bacaan siswa yang sedang membaca. Kemudian guru meminta siswa yang lain untuk membaca secara bergiliran dan begitu seterusnya. 19 Manfaatnya adalah mampu mengkondisikan kelas menjadi kondusif dan tertib tidak ada siswa yang bergurau atau Metode Ummi Metode ini disusun oleh Masruri dan A. Yusuf MS pada tahun 2007. Metode ini ditashih oleh salah satu gurubesar IAIN Sunan Ampel Surabaya dalam bidang ilmu Al-QurAoan yaitu Roem Rowi. Kemudian pentashihan kedua kepada Al-Hafidz Mudawi MaAoArif yang mempunyai Sanad Muttasil sampai kepada Rasulullah Saw riwayat Hafs dan QiroAoah Asyaroh. Metode Ummi muncul pada pertengahan tahun 2007 yang dibentuk oleh sebuah tim dalam lembaga yang bernama Konsorsium Pendidikan Islam (KPI) yang berpusat di Kota Surabaya. Adapun latar belakang dari disusunnya metode ini adalah semakin banyaknya kebutuhan sekolah-sekolah yang berbasis Islam terhadap pembelajaran Al-QurAoan serta metode yang pas dan ditunjang dengan manajemen mutu yang baik serta kesadaran dari penyusun bahwa pembelajaran Al-QurAoan juga membutuhkan pembenahan dan pengembangan dari segi konten yang disajikan atau sistem dan metode yang mendukungnya. Buku panduan Ummi terbagi menjadi 3: buku panduan jilid yang memiliki 6 jilid, buku tajwid serta buku panduan gharib. Jilid 1 berisi tentang pengenlan huruf hijaiyah secara terpisah dan berharakat fathah mulai alif sampai yaAo yang jumlahnya 2 sampai 3 huruf per Jilid 2 berisi tentang lanjutan pengenalan harakat dimulai dari harakat kasrah Abdurahman Hasan. Strategi Pembelajaran Al-QurAoan Metode Tilawati, (Surabaya: Pesantren Nurul Falah, 2. Masruri dan A. Yusuf. Belajar Mudah Membaca Al-QurAoan Ummi, (Surabaya: KPI, 2. , h. Al-Muhith: Jurnal Ilmu Al-QurAoan dan Hadits Vol. 4 No. Juli - Desember 2025 Muhammad Yasir: Pembelajaran Al-QurAoan Menggunakan Metode Tilawati dan Ummi kemudian dhammah dilanjutkan dengan pengenalan harakat fathatain, kasratain, dhammatain menggunakan huruf bersambung yang diakhiri dengan pengenalan angka Arab dari 1 sampai Jilid 3 berisi tentang pengenalan tanda baca panjang mad thabiAoi, mad wjib muttasil dan mad wajib munfasil kemudian diakhiri dengan pengenalan angka Arab dari angka 100 21 Jilid 4 berisi tentang pengenalan bacaan yang ditekan saat membaca dimulai dari huruf mati . am, tha, sin, mim, ya, ra. Aoain, ha, kha, ha, ghain, ta, fa, dan kaf suku. kemudian dilanjutkan dengan pengenalan tasydid atau syiddah yang pembacaannya juga Pada jilid ini diakhiri dengan pengenalan perbedaan bacaan huruf sukun berupa tha, sin, dan syin. Aoain, hamzah dan kaf, ha, kha, ha yang berharakat sukun. Jilid 5 berisi tentang pengenalan waqof, membaca samar, iqlab serta lafdzul jalalah yang dibaca tebal atau tipis. Jilid 6 berisi tentang pengenalan bacaan qalqalah atau bacaan mantul, pengenalan bacaan idgham bilaghunnah, idzhar, nun iwad serta cara membaca lafadz ana yang dibaca pendek. Pokok pembahasan tajwid buku Ummi memuat tentang hukum nun sukun dan tanwin. Gunnah musyaddadah, mim sukun, idgham dan macamnya, hukum bacaan idzhar, hukum bacaan raAo dan alAo serta macam-macam mad. 22 sedangkan pokok pembahasan dari buku Gharibul QurAoan metode Ummi adalah pengenalan bacaan yang harus berhati-hati di dalam Metode Ummi mempunyai sistem yang menjadi standarisasi metode Ummi yang diterapkan di suatu lembaga. Sistem ini disebut dengan 10 pilar metode Ummi. 10 pilar dari mutu metode Ummi tersebut adalah sebagai berikut:23 Goodwill Management, dalam hal ini terdapat support dari penyelenggara pendidikan yang menggunakan metode ummi, support kurikulum. SDM dan kesejahteraan guru serta sarana dan prasarana yang memadai. Sertifikasi guru, sertifikasi guru dilakukan untuk mendapatkan kesetaraan mutu dari pengajar Al-QurAoan yang menggunakan metode Ummi. Sertifikasi ini melalui tahapan tashih bacaan kemudian dilanjutkan tahsin. Setelah tahap ini akan diikutkan sertifikasi secara utuh kemudian tahap yang terakhir yaitu pendampingan dari guru yang sudah ditunjuk untuk mendampingi calon guru dalam mengajar sebanyak 9 kali tatap muka. Tahapan baik dan benar, tahapan yang dimaksud adalah tahapan pembelajaran yang meliputi pembukaan, apersepsi, penanaman konsep, pemahaman konsep, keterampilan, evaluasi dan penutup. Masruri dan A. Yusuf. Belajar Mudah Membaca Al-QurAoan Ummi Jilid I, (Surabaya: KPI, 2. Masruri dan A. Yusuf. Belajar Mudah Membaca Al-QurAoan Ummi Jilid IV, (Surabaya: KPI, 2. , h. Al-Muhith: Jurnal Ilmu Al-QurAoan dan Hadits Vol. 4 No. Juli - Desember 2025 Muhammad Yasir: Pembelajaran Al-QurAoan Menggunakan Metode Tilawati dan Ummi Target jelas dan terukur. Tahapan yang jelas ini dimaksudkan agar Ummi Fondation mampu mengukur apakah metode Ummi mampu diterapkan di lembaga tersebut di samping agar mempermudah proses evaluasi dari Ummi Foundation. Mastery learning yang konsisten, mastery learning atau ketuntasan belajar menjadi bagian yang penting dalam setiap tingkatan jilid. Hal ini juga mendapatkan perhatian khusus dari Ummi Foundation agar standarisasi tidak berubah dan menurun. Waktu memadai, dalam pembelajaran Al-QurAoan metode ummi waktu yang menjadi standar dari metode ummi adalah 60x4 tatap muka setiap pekannya. Quality Control yang Intensif, quality control dilakukan untuk memastikan produk atau lulusan siswa yang menempuh pembelajaran Al- QurAoan dengan Ummi mulai tahap awal hingga tes. Rasio guru dan siswa proporsional. Jumlah siswa yang diajar menjadi bahan pertimbangan Ummi Foundation. Ketetapan yang dikeluarkan adalah 1: . Satu orang hanya boleh mengajar 10 sampai 15 siswa. Progress raport setiap siswa, pertama, dari guru kepada koordinator Ummi. Kedua, dari guru kepada orang tua siswa dan yang ketiga, dari koodinator Ummi kepada lembaga yang Koordinator yang andal dalam memimpin segala sumber daya dan disiplin administrasi di Metode Ummi memiliki beberapa kelebihan dalam penerapannya dalam pembelajaran Al-QurAoan diantaranya, yaitu: Mengutamakan tartil dan fasih, fokus utama adalah bacaan yang tartil, bukan sekadar cepat Pendekatan komunikatif, kontekstual, dan menyenangkan, terutama untuk anak-anak. Bersanad dan terstandar. Pengajaran dilakukan oleh guru bersanad dan tersertifikasi, sehingga mutunya terjaga. Mengintegrasikan nilai-Nilai karakter, selain baca Al-QurAoan. Ummi mengajarkan adab dan akhlak Islami dalam proses belajar. Ada Pembelajaran tahfidz dan pemahaman. Ummi tidak hanya mengajarkan membaca, tapi juga menghafal dan memahami isi Al-QurAoan dalam kurikulum lanjutan. Dalam penerapannya metode Ummi pada pembelajaran langsung, pengulangan dan curahan kasih sayang, metode ummi juga memberikan klasifikasi agar pembelajaran yang dilaksanakan menjadi kondusif dan efisien serta efektif dengan metodologi pembelajaran mengaji Ummi. Untuk metodologi pembelajaran mengaji Ummi terbagi menjadi 4 yaitu: Al-Muhith: Jurnal Ilmu Al-QurAoan dan Hadits Vol. 4 No. Juli - Desember 2025 Muhammad Yasir: Pembelajaran Al-QurAoan Menggunakan Metode Tilawati dan Ummi Individual atau Privat Metode ini digunakan untuk kelas rendah antara jilid 1 sampai jilid 2. Adapun cara mengajar menggunakan metode ini adalah dengan meminta satu persatu siswa untuk menyetorkan bacaan dan siswa yang lain diminta untuk menunggu giliran membaca sambil membaca buku Ummi. Klasikal Individual Metode ini digunakan untuk siswa yang berbeda halaman dalam satu jilid. Digunakan untuk jilid 2 sampai jilid 3. Adapun cara mengajarnya adalah dengan guru mengajak siswa untuk membaca bersama kemudian setelah dirasa cukup guru memanggil satu per satu siswa untuk menyetor bacaan sedangkan siswa yang lain diminta untuk membaca buku ummi sembari menunggu giliran. Klasikal Baca Simak Konsep dari metode ini hampir sama dengan yang sebelumnya yaitu digunakan pada siswa yang berbeda halaman dalam satu jilid untuk jilid 3 ke atas. Adapun cara mengajarnya adalah dengan guru mengajak siswa untuk membaca bersama kemudian guru memanggil siswa secara bergiliran untuk menyetorkan bacaan sedangkan siswa yang lain sambil menunggu giliran diminta untuk menyimak bacaan siswa yang sedang setor. Klasikal Baca Simak Murni Metode ini digunakan pada siswa yang halaman dan jilidnya sama. Metode ini dipakai pada jilid 5 ke atas. Adapun cara mengajarnya adalah dengan mengajak siswa untuk membaca secara klasikal atau bersama kemudian dilanjutkan dengan baca simak murni yaitu dengan meminta siswa yang lain menyimak bacaan siswa yang sedang menyetorkan bacaan masing-masing siswa. Peserta didik Ummi diharuskan melalui beberapa tahapan untuk naik jilid. Diantara tahapan tersebut adalah siswa bisa naik jilid jika mampu menguasai semua isi jilid yang sudah ditempuh yang berjumlah 40 halaman. Tes yang dilakukan mulai dari halaman 1 sampai halaman 40 dengan acak. Tes ini dilakukan oleh koordinator Ummi. Untuk tes akhir dilakukan oleh timdari Ummi yang disebut dengan Munaqosyah. Adapun pembagian waktu pembelajaran Ummi adalah: Pembukaan 5 menit, hafalan surat pendek 10 menit, klasikal 10 menit, individual/baca simak 30 menit, drill/doa, penutup 5 menit. Ummi Fondation. Ummi Fondation. Buku Pedoman Pembelajaran Al-QurAoan Metode Ummi (Surabaya: 2. , h. Al-Muhith: Jurnal Ilmu Al-QurAoan dan Hadits Vol. 4 No. Juli - Desember 2025 Muhammad Yasir: Pembelajaran Al-QurAoan Menggunakan Metode Tilawati dan Ummi KESIMPULAN Metode pembelajaran Al-QurAoan merupakan unsur penting dalam keberhasilan proses pendidikan Al-QurAoan di berbagai lembaga Islam. Hasil kajian menunjukkan bahwa Metode Tilawati dan Metode Ummi adalah dua pendekatan yang terstruktur dan sistematis, masingmasing menawarkan strategi pembelajaran yang khas dalam membentuk kemampuan membaca Al-QurAoan peserta didik secara efektif dan efisien. Metode Tilawati menekankan kombinasi antara pendekatan klasikal dan individual baca simak yang bertingkat, dengan penilaian melalui mekanisme munaqosyah yang ketat. Sementara Metode Ummi dibangun dengan sistem mutu berbasis 10 pilar dan pembelajaran berbasis klasikal serta individual dengan kontrol kualitas yang intensif dan tahapan penguasaan materi yang Kedua metode menunjukkan efektivitas dalam meningkatkan keterampilan membaca AlQurAoan siswa, sekaligus menanamkan kedisiplinan, keteraturan, dan akurasi bacaan sesuai kaidah DAFTAR PUSTAKA