Vol. 3 No. 2 Edisi Mei 2023 ISSN. Jurnal Imiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Journal Page is available to https://jurnal. id/index. php/JIPDAS Email: jipdas8@gmail. PENERAPAN MODEL CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING (CTL) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA SUBTEMA SUHU DAN KALOR KELAS V SDN 153064 LOPIAN 1 Oleh: Fitri Ani 1*. Nurbaiti2. Mara Judan Rambey3 1*,2,3 Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar. Fakultas Ilmu Pendidikan Sosial dan Bahasa Institut Pendidikan Tapanuli Selatan Email: Fitrianisiregar91@gmail. Received: 12 April 2023 Article history: Revised: 27 April 2023 Published: 20 Mei 2023 Accepted: 20 Mei 2023 Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas V SDN 153064 Lopian 1 pada Subtema Suhu dan Kalor Melalui Model Contextual Teaching and Learing (CTL) Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Penelitian ini terdiri dari 2 Siklus. Setiap Siklus tersebut meliputi tahap perencanaan, tindakan. Observasi dan refleksi. Subjek dalam penelitian ini adalah guru dan siswa kelas V SDN 153064 Lopian 1 siswa Laki-laki 9 orang dan siswa perempuan 11 orang. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini adalah tes dan observasi. Instrumen-instrumen penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah soal tes dan lembar observasi. Jenis data dalam penelitian ini adalah Kualitatif, kriteria keberhasilan yang dicapai siswa maupun guru dalam penelitian ini dilihat dari adanya perubahan kearah perbaikan dan meningkatnya hasil belajar siswa. dan Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan model Contextual Teaching and Learning (CTL) mampu meningkatkan hasil belajar siswa pada Subtema Suhu dan Kalor. Hal itu terlihat dari persentase nilai siswa yang mencapai nilai KKM pada Subtema Suhu dan Kalor. Berdasarkan analisis data belajar siswa diperoleh , pada siklus I ketuntasan belajar siswa sebanyak 7 orang atau 35% dan persentase yang tidak tuntas sebesar 13 orang atau 65% dengan nilai rata-rata 66,25. Sedangkan pada siklus II persentase ketuntasan belajar siswa sebesar 17 orang atau 85% Sedangkan yang tidak tuntas sebesar 3 orang atau 15% dengan nilai rata-rata siswa 80,75. Sehingga dapat disimpulkan bahwa penerapan model Contextual Teaching and Learning dapat meningkatkan Hasil belajar siswa pada Subtema Suhu dan Kalor di Kelas V SDN 153064 Lopian 1. Kata Kunci: Hasil Belajar. Model Contextual Teaching and Learning. Siswa Kelas V SDN 153064 Lopian 1. PENDAHULUAN Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar siswa secara aktifmengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual, keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara. Pendidikan sebagai usaha yang dilakukan dengan sengaja dan direncanakan agar tercipta pembelajaran yang mampu mengaktifkan siswa. Hal ini bertujuan untuk mengembangkan berbagai potensi yang dimiliki siswa agar mampu berkembang secara optimal. Potensi ini tidak hanya penting bagi siswa, namun juga bagi masyarakat, bangsa dan negara. Vol. 3 No. 2 Edisi Mei 2023 ISSN. Jurnal Imiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Journal Page is available to https://jurnal. id/index. php/JIPDAS Email: jipdas8@gmail. Salah satu upaya untuk meningkatkan mutu pendidikan tersebut di Indonesia adalah dengan cara meningkatkan kualitas belajar siswa dan memperbaiki proses belajar mengajar disekolah. Belajar mengajar pada dasarnya adalah interaksi atau hubungan timbal balik antara guru dan siswa dalam suatu proses pembelajaran. Karena dalam proses belajar mengajar sering dijumpai hal-hal yang bisa menimbulkan kesulitan pada siswa dalam hal belajar terutama pada pembelajaran tematik. Hasil observasi yang dilakukan oleh peneliti pada tanggal 29 Oktober 2022 di kelas V SDN 153064 Lopian 1 . Perolehan hasil belajar siswa belum dapat dikatakan tuntas karena persentase ketuntasan klaksikalnya belum mencapai 70%. Siswa yang tuntas berjumlah 5 Orang, dengan presentase klasikalnya 25% sedangkan siswa yang tidak tuntas berjumlah 15 Orang dengan persentase Rendahnya hasil belajar siswa dalam pembelajaran mengakibatkan hasil pencapaian prestasi belajar siswa kurang tercapai. Hal itu terbukti dengan tidak tercapainya nilai KKM (Kriteria Ketuntasan Minima. Untuk KKM di SDN 153064 Lopian 1 sendiri mencapai 69. Didalam kurikulum 2013 di SDN 153064 Lopian 1 siswa akan melakukan remedial atau pengayaan jika nilai tidak mencapai KKM. Perolehan nilai rata-rata ulangan harian siswa yakni hanya 60-65 dari jumlah murid 20 Orang. Sebanyak 15 siswa yang belum tuntas yaitu sekitar 75% dan siswa yang mencapai KKM yaitu hanya 5 siswa sekitar 25% yang dinyatakan tuntas. Rekapitulasi Nilai Ulangan Harian Siswa IPA kelas V SDN 153064 Lopian 1 Nilai KKM Keterangan Jumlah Siswa Ou69 Tuntas <69 Tidak Tuntas Jumlah (Sumber: Dokumentasi daftar nilai Ulangan Harian siswa kela. Persentase Berdasarkan uraian yang telah dijelaskan di atas dan hasil observasi yang telah dilakukan peneliti dilapangan, maka perlu satu tindakan guru untuk mencarai dan menerapkan suatu model pembelajaran yang tepat untuk meningkatkan hasil belajar siswa. Salah satunya model pembelajaran Contextual Teaching And Learning (CTL), model Contextual Teaching And Learning (CTL) adalah suatu strategi pembelajaran yang menekankan kepada proses keterlibatan secara penuh untuk dapat menemukan materi yang di pelajari dan menghubungkannya dengan situasi kehidupan nyata sehingga mendorong siswa untuk dapat menerapkannya dalam kehidupan mereka. Pembelajaran kontekstual merupakan konsep belajar yang membantu guru mengaitkan antara materi yang diajarkannya dengan situasi dunia nyata dan mendorong pembelajar membuat hubungan anatar materi yang diajarkannya dengan penerapannya dalam kehidupan mereka sebagai anggota keluarga dan masyarakat . Pengajaran dan pembelajaran kontekstual atau Contextual Teaching And Learning (CTL) merupakan suatu konsepsi yang membantu guru mengaitkan konten mata pelajaran dengan situasi dunia nyata dan memotivasi siswa membuat hubungan antara pengetahuan dan penerapannya dalam kehidupan mereka sebagai anggota keluarga, warga negara, dan tenaga kerja Sehubungan dengan masalah diatas, peneliti tertarik melakukan penelitian tentang tindakan kelas dengan judul : AuPenerapan Model Contextual Teaching And Learning (CTL) Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pada Subtema Suhu dan Kalor Kelas V SDN 153064 Lopian 1Ay. Menurut Rumisi ( dalam Irham 2017: . Belajar merupakan sebuah proses yang dilakukan individu untuk memperoleh perubahan tingkah laku, yang mana perilaku hasil belajar tersebut relatif menetap, baik perilaku yang dapat diamati secara langsung yang terjadi pada individu sebagai sebuah hasil latihan dan pengalaman sebagai dampak interaksi antar individu dengan lingkungannya. Belajar merupakan proses dalam diri individu yang berinteraksi dengan lingkungan untuk mendapatkan perubahan dalam perilakunya, belajar adalah aktivitas mental/psikis yang berlangsung dalam interaksi aktif dengan lingkungan yang menghasilkan perubahan-perubahan dalam pengetahuan, keterampilan dan sikap . Menurut Skinne . alam Hardini 2017: . Belajar adalah suatu proses adaptasi atau penyesuaian tingkah laku yang berlangsung secara progresif. belajar juga dipahami sebagai suatu perilaku, pada saat Vol. 3 No. 2 Edisi Mei 2023 ISSN. Jurnal Imiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Journal Page is available to https://jurnal. id/index. php/JIPDAS Email: jipdas8@gmail. orang belajar, maka responsnya menjadi lebih baik. Sebaliknya jikalau tidak belajar, responsnya Berdasarkan pendapat beberapa ahli belajar adalah suatu aktivitas yang dilakukan oleh seseorang dengan sengaja dalam keadaan sadar untuk memperoleh suatu konsep pemahaman dan pengetahuan baru sehingga memungkian seseorang terjadinya perubahan perilaku yang tetap relatif tetap baik dalam berfikir , merasa maupun bertindak. Menurut Gagne . alam Purwanto . 9: . Hasil belajar adalah terbentuknya konsep, yaitu kategori yang kita berikan pada stimulus yang ada di lingkungan, yang menyediakan skema yang terorganisasi untuk mengisimilasi stimulus-stimulus baru dan menentukan hubungan di dalam dan diantara kategori-kategori. Menurut Purwanto . 9: . Hasil belajar adalah perubahan yang mengakibatkan manusia berubah dalam sikap dan tingkah lakunya . Berdasarkan pendapat beberapa ahli tentang hasil belajar, dapat disimpulkan bahwa hasil belajar adalah perubahan perilaku yang yang terjadi setelah mengikuti proses belajar mengajar sesuai dengan tujuan pendidikan. Manusia memiliki potensi perilaku kejiwaan yang dapat dididik dan diubah perilakunya yang meliputi dominan kognitif, afektif dan Psikomotorik. Menurut Daryanto . 2: . Pembelajaran Kontekstual (Contextual Teaching And Learnin. adalah konsep belajar yang membantu guru mengaitkan antara materi yang diajarkannya dengan situasi dunia nyata siswa dan mendorong siswa membuat hubungan antara pengetahuan yang dimilikinya dengan penerapannya dalam kehidupan mereka sehari-hari. Dengan melibatkan tujuh komponen utama pembelajaran efektif, yakni: konstruktivisme (Construkctivis. , bertanya (Questionin. Menemukan Inquir. Masyarakat belajar (Learning Community. Pemodelan (Modelin. A dan penilaian sebenarnya (Authentic Assesmen. Menurut Sanjaya, . 2: . Contextual Teaching And Learning (CTL) adalah strategi yang menekankan kepada proses keterlibatan siswa secara penuh untuk dapat menemukan materi yang dipelajari dan menghubungkannya dengan situasi kehidupan nyata sehingga mendorong siswa untuk dapat menerapkannya dalam kehidupan mereka. METODOLOGI PENELITIAN Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas . lassroom action researc. objek dari penelitian ini peningkatan hasil belajar pada pelajaran IPA Subtema suhu dan Kalor kelas V SDN 153064 Lopian 1 dengan menggunakan Model Pembelajaran Cobtextual Teaching And Learning. Subjek penelitian ini guru dan siswa kelas V SDN 153064 Lopian 1 tahun ajaran 2022/2023 yang berjumlah 20 orang siswa, 11 Orang siswa Perempuan dan 9 orang siswa laki-laki . menggunakan Model Pembelajaran Cobtextual Teaching And Learning. Alasan peneliti memilih peserta didik kelas VI karena peneliti menemukan masalah tentang hasil belajar kelas VI. Alur Penelitian PTK dilaksanakan melalui tahapan-tahapan yang dikenal dengan istilah siklus . Siklus . dalam PTK meliputi 4 tahap, yaitu perencanaan . , pelaksanaan . , pengamatan . , dan refleksi . Keempat tahapan tersebut merupakan siklus . , sehingga setiap tahap akan selalu berulang kembali. Vol. 3 No. 2 Edisi Mei 2023 ISSN. Jurnal Imiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Journal Page is available to https://jurnal. id/index. php/JIPDAS Email: jipdas8@gmail. Gambar 1 Bagan Siklus menurut Arikunto PERENCANAA REFLEKSI PELAKSANAAN SIKLUS PENGAMATAN PERENCANAAN REFLEKSI SIKLUS PELAKSANAAN PENGAMATAN DAN SETERUSNYA Instrumen penelitian adalah alat yang dapat digunakan untuk mengumpulkan data penelitian. Karena alat atau instrumen ini mencerminkan juga cara pelaksanaannya, maka sering juga sering juga disebut dengan teknik penelitian. Untuk kepentingan penelitian tindakan kelas, banyak instrumen yang dapat digunakan seperti Observasi, dan tes. dilakukan dengan menggunakan perhitungan sebagai ya Dengan rumus: ycE = ycu100% ( Sudijono, 2010:. ycA Keterangan: P = Persentase subjek yang diamati F = Jumlah subjek yang diamati N = Jumlah subjek keseluruhanKriteria taraf keberhasilan ditentukan sebagai berikut: 86 - 100 = Sangat Baik 76 Ae 85 = Baik 66 Ae 75 = Cukup 57 - 65 = Kurang <56 = Sangat Kurang Indikator keberhasilan untuk aktivitas dan hasil belajar siswa secara klasikal adalah 76%. Jika rata-rata aktivitas dan hasil belajar siswa telah mencapai Ou 75% berarti hasil belajar siswa sudah Vol. 3 No. 2 Edisi Mei 2023 ISSN. Jurnal Imiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Journal Page is available to https://jurnal. id/index. php/JIPDAS Email: jipdas8@gmail. HASIL DAN PEMBAHASAN - . Hasil Penelitian Siklus I Hasil Observasi Aktivitas Guru dalam Menerapkan Model Pembelajaran Contextual Teaching And Learning Siklus I Langkah-Langkah Skor dan Kategori Skor dan Kategori Contextual Teaching And Pertemuan ke I Pertemuan ke II Learning (CTL) Kegiatan Awal 81,25 (Bai. 87,5 (Sangat Bai. Kontruktivisme 75 (Cuku. 87,5 (Sangat Bai. 66,67 (Cuku. 75 (Cuku. Menemukan (Inquir. Bertanya 66,67 (Cuku. 83,3 (Bai. Masyarakat Belajar 66,67 (Cuku. 83,3 (Bai. Pemodelan 66,67 (Cuku. 83,3 (Bai. Refleksi 75 (Cuku. 75 (Cuku. Penilaian sebenarnya 87,5 (Sangat Bai. 87,5 (Sangat Bai. Kegiatan Akhir 75 (Cuku. 83,3 (Bai. 74 (Cuku. 83 (Bai. Jumlah Skor x 100 : 100 Berdasarkan tabel 4 maka diketahui hasil lembar observasi pada siklus I dipertemuan pertama diperoleh jumlah skor keseluruhan sebesar dengan persentase 74 yakni berada pada kategori cukup, dan siklus I Pertemuan Kedua yang diperoleh yaitu 83 dengan kategori AuBaikAy dapat disimpulkan nilai hasil observasi guru sudah mencapai kriteria ketuntasan yang ditetapkan. Peneliti belum merasa puas atas nilai yang dicapainya pada siklus I untuk itu peneliti menyarankan untuk melanjutkan perbaikan nilai disiklus II. Hasil Observasi Aktivitas Siswa Dalam Penggunaan Model Pembelajaran Contextual Teaching And Learning Siklus I Aspek Yang diamati Skor dan Kategori Skor dan Kategori Pertemuan I Pertemuan II Kegiatan Awal/ Pendahuluan 75 (Cuku. 87,5 (Sangat Bai. Kegiatan Inti 66,67 (Cuku. 87,5 (Sangat Bai. Kegiatan Penutup 68,75 (Cuku. 75 (Cuku. Skor Rata-rata : (Skor Total x 69,64 (Cuku. 83,92 (Bai. :56 Berdasarkan hasil pengamatan yang dilakukan oleh observer terhadap aktivitas siswa dalam melaksanakan pembelajaran siklus I. Jumlah skor yang diperoleh pada pertermuan Siklus I pertermuan Pertama yaitu 69,64 dengan kategori AuCukupAy pada pertemuan kedua jumlah skor yang diperoleh yaitu 83,92 dengan Kategori AuBaikAy . Vol. 3 No. 2 Edisi Mei 2023 ISSN. Jurnal Imiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Journal Page is available to https://jurnal. id/index. php/JIPDAS Email: jipdas8@gmail. Hasil Observasi Penggunaan Model Contextual Teaching and Learning (CTL) Siklus II Langkah-Langkah Contextual Skor dan Kategori Skor dan Kategori Teaching And Learning (CTL) Peretemuan I Peretemuan II Kegiatan Awal 87,5 (Sangat Bai. 93,75 (Sangat Bai. Kontruktivisme 100 (Sangat Bai. 100 (Sangat Bai. Menemukan (Inquir. 83,3 (Bai. 91,67 (Sangat Bai. Bertanya (Questinin. 83,3 (Bai. 91,67 (Sangat Bai. Masyarakat Belajar (Learning 83,3 (Bai. 91,67 (Sangat Bai. Comunit. Pemodelan (Modelin. 83,3 (Bai. 91,67 (Sangat Bai. Refleksi (Reflectio. 87,5 (Sangat Bai. 100 (Sangat Bai. Penilaian Sebenarnya (Authentic 87,5 (Sangat Bai. 87,5 (Sangat Bai. Assesmen. Kegiatan Akhir/Penutup 91,67 (Sangat Bai. 91,67 (Sangat Bai. Skor Rata-rata: (Skor total x . 87 (Sangat Bai. 93 (Sangat Bai. Berdasarkan hasil pengamatan yang dilakukan oleh observer terhadap aktivitas guru . dalam pelaksanaan pembelajaran siklus II. Jumlah skor yang diperoleh pada pertemuan pertama siklus II yaitu 87 dengan Kategori AuSangat BaikAy dan Jumlah skor yang diperoleh pada pertemuan ke-dua Siklus II yaitu 93 dengan Kategori AuSangat BaikAy . dalam penelitian tindakan yang dilakukan dalam siklus II. Terjadi Perbedaan dalam pembelajaran. Beberapa siswa sudah terlihat aktif dalam mengikuti Ketika Penerapan Model Pembelajaran Contextual Teaching and Learnin diterapkan sebagian besar siswa sudah aktif dalam bekerjasama dalam proses pembelajaran. Hasil Observasi Aktivitas Siswa dalam Penggunaan Model Contextual Teaching and Learning (CTL) SIKLUS II Hal Yang Diamati Skor dan Kategori Pertemuan I 93,75 (Sangat Bai. 91,67 (Sangat Bai. 87,5 (Sangat Bai. 91,07 (Sangat Bai. Skor dan Kategori Pertemuan II 100 (Sangat Bai. 95,83 (Sangat Bai. 93,75 (Sangat Bai. 96,42 (Sangat Bai. Kegiatan Awal/Pendahuluan Kegiatan Inti Kegiatan Akhir/Penutup Skor Rata-rata: (Skor totalx. Berdasarkan hasil pengamatan yang dilakukan oleh observer terhadap aktivitas siswa dalam melaksanakan pembelajaran siklus II. Jumlah skor yang diperoleh pada pertemuan pertama siklus II yaitu 91,07 dengan kategori AuSangat BaikAy Untuk Jumlah Skor yang diperoleh pada pertemuan kedua Siklus II yaitu 96,42 dengan Kategori AuSangat BaikAy Dengan Menggunakan Model Pembelajaran CTL dalam Pembelajaran dapat Meningkatkan Hasil Belajar Siswa pada Subtema Suhu dan Kalor Pada Siswa Kelas V SDN 153064 Lopian 1 . Hasil Penelitian Siklus I dan Siklus II Penjelasan Data Hasil Belajar Siswa Siklus I Peneliti memberikan petunjuk dalam mengerjakan soal, setelah semua siswa selesai mengerjakan soal, peneliti meminta untuk mengumpulkan lembar tes yang telah diisi oleh siswa. Mengetahui peningkatan hasil belajar siswa pada siklus I, maka dapat dilihat pada tabel 6 berikut Vol. 3 No. 2 Edisi Mei 2023 ISSN. Jurnal Imiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Journal Page is available to https://jurnal. id/index. php/JIPDAS Email: jipdas8@gmail. Hasil Data Pelaksanaan Penelitian Tes Soal Siklus I Nama PAG AWG AAG COH DPG DAN EKLVS ESH HCPW NKH DNM Jumlah Jawaban benar Jumlah Rata-Rata Nilai Siswa Nilai 66,25 Kategori Tidak Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tindak Tuntas Tindak Tuntas Tindak Tuntas Tindak Tuntas Tindak Tuntas Tuntas Tindak Tuntas Tuntas Tindak Tuntas Tindak Tuntas Tindak Tuntas Tindak Tuntas Tuntas Tuntas Tindak Tuntas Tindak Tuntas Tindak Tuntas Tabel 6 dapat diketahui dari 20 siswa yang mengikuti tes, maka terdapat 7 siswa 35% yang mendapat nilai tuntas dan sebanyak 13 siswa 65% yang mendapat nilai tidak tuntas, rata-rata nilai siswa yang diperoleh pada siklus I adalah 66,25. Untuk lebih jelas perbandingan jumlah siswa yang tuntas dan tidak tuntas dapat dilihat pada tabel 7 berikut: Deskripsi Ketuntasan Hasil Belajar Siswa Secara Klasikal Siklus I Keterangan Jumlah Siswa Yang Tuntas Jumlah Siswa Yang Tidak Tuntas Jumlah Siklus I Jumlah Siswa 7 Siswa 13 Siswa 20 Siswa Presentase Berdasarkan tabel di atas diperoleh persentase ketuntasan masih 35%, sehingga peneliti perlu untuk meningkatkan ketuntasan hasil belajar siswa dengan cara melakukan siklus II. Penjelasan Data Hasil Belajar Siswa Siklus II Peneliti memberikan petunjuk dalam mengerjakan soal, setelah semua siswa selesai mengerjakan soal, peneliti meminta untuk mengumpulkan lembar tes yang telah diisi oleh siswa. Mengetahui peningkatan hasil belajar siswa pada siklus II, maka dapat dilihat pada tabel 10 berikut ini: Hasil Data Pelaksanaan Penelitian Tes Soal Siklus II Nama Jumlah Jawaban yang benar Nilai Kategori PAG Tidak Tuntas Tuntas AWG Tuntas Vol. 3 No. 2 Edisi Mei 2023 ISSN. Jurnal Imiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Journal Page is available to https://jurnal. id/index. php/JIPDAS Email: jipdas8@gmail. AAG COH DPG DAN EKLVS ESH HCPW NKH DNM 80,75 Jumlah Rata-rata Nilai Siswa Tuntas Tuntas Tuntas Tidak Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tidak Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tabel 10 dapat diketahui dari 20 siswa yang mengikuti tes, maka terdapat 17 siswa 85% yang mendapat nilai tuntas dan sebanyak 3 siswa 15% yang mendapat nilai tidak tuntas, rata-rata nilai siswa yang diperoleh pada siklus II adalah 80,75. Untuk lebih jelas perbandingan jumlah siswa yang tuntas dan tidak tuntas dapat dilihat pada tabel 11 berikut: Deskripsi Ketuntasan Hasil Belajar Siswa Secara Klasikal Siklus II Keterangan Siklus II Jumlah Siswa Presentase Jumlah Siswa yang Tuntas 17 Siswa Jumlah Siswa yang Tidak Tuntas 3 Siswa Jumlah 21 Siswa Berdasarkan tabel 11 diperoleh persentase ketuntasan adalah 85%, terjadinya peningkatan hasil belajar siswa dari siklus I dan siklus II. Hal ini menunjukkan bahwa pembelajaran subtema suhu dan kalor dengan menggunakan model pembelajaran Contextual Teaching and Learning dapat meningkatkan hasil belajar siswa di kelas V SDN 153064 Lopian 1 selama proses Siswa yang belum tuntas pada siklus II akan diberikan mandiri berupa latihanlatihan atau remedial yang dipantau oleh pendidik sehingga diharapkan semua siswa dapat tuntas Pelaksanaan pembelajaran pada siklus II sudah memenuhi kriteria ketuntasan belajar yang telah ditetapkan yaitu 87% dari jumlah seluruh siswa sudah tuntas belajar sehingga penelitian tindakan kelas ini diberhentikan pada siklus II. Hasil Perbandingan Tes Soal Siklus I dan Siklus II Keterangan Siklus I Siklus II Jumlah Presentase Jumlah Presentase Siswa Siswa Vol. 3 No. 2 Edisi Mei 2023 ISSN. Jurnal Imiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Journal Page is available to https://jurnal. id/index. php/JIPDAS Email: jipdas8@gmail. Jumlah Siswa yang Tuntas Jumlah Siswa yang Tidak Tuntas Jumlah 20 Siswa 20 Siswa Siklus I Siklus II Tuntas Tidak Tuntas Tuntas Tidak Tuntas Grafik 2 Hasil Perbandingan Tes Soal Siklus I dan Siklus II Tabel dan grafik diatas menjelaskan selama pembelajaran dengan penerapan model pembelajaran Contextual Teachinng and Learning hasil belajar siswa meningkat. Hal itu dapat dilihat dari ketuntasan belajar dimana Kriteria Ketuntasan Minimum (KKM) yaitu 69. Peningkatan siswa yang tuntas belajar dari siklus I ke siklus II 50%. Persentase ketuntasan 35% dari siklus I, kemudian pada tes siklus II meningkat menjadi 85%. Pembahasan Berdasarkan hasil tes siklus I disimpulkan bahwa rata-rata siswa pada tes siklus I tidak tuntas. Dimana hasil tes siklus I diketahui jumlah siswa yang tutas hanya 7 siswa dan jumlah siswa yang tidak tuntas sebanyak 13 Siswa . diketahui hanya 7 siswa atau 35% yang tuntas dari 20 Siswa dan sebanyak 13 Siswa atau 65% dari 20 siswa yang belum tuntas dengan pencapaian nilai tertinggi yang diraih oleh siswa adalah 90 sedangkan nilai terendah adalah 40. Setelah pembelajaran peneliti melakukan refleksi untuk mengetahui permasalahan-permasalahan penyebab masih banyak siswa tidak tuntas pada siklus Berdasarkan pengamatan guru pada siklus I. Hasil belajar siswa termasuk kedalam kategori Cukup disebabkan oleh kurangnya persiapan yang dilakukan dalam menyampaikan pembelajaran menggunakan Model pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL). Keterbatasan waktu pembelajaran mengakibatkan peneliti terburu-buru dalam memberikan penjelasan mengenai subtema Suhu dan Kalor dengan menggunakan model pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL) , berbantuan gambar karena siswa terlihat bingung dan kurang mengerti dengan penjelasan yang diberikan , akibatnya siswa terlihat tidak fokus. Setelah pembelajaran siklus II diketahui rata-rata siswa pada siklus II Banyak yang tuntas . dimana Jumlah siswa yang tuntas sebanyak 17 siswa atau 85% dan siswa yang tidak tuntas sebanyak 3 siswa atau 15% dengan nilai tertinggi yang diraih siswa adalah 100 sedangkan nilai terendah adalah 30. Dengan demikian diketahui ada peningkatan hasil tes Siklus I ke Siklus II. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat sebagai berikut. Peningkatan Ketuntasan Belajar Siswa Siklus I dan Siklus II Vol. 3 No. 2 Edisi Mei 2023 ISSN. Jurnal Imiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Journal Page is available to https://jurnal. id/index. php/JIPDAS Email: jipdas8@gmail. Keterangan Siklus I Jumlah Presentase Siswa Siklus II Jumlah Presentase Siswa Jumlah Siswa yang Tuntas Jumlah Siswa yang Tidak Tuntas Jumlah 20 Siswa 20 Siswa Berdasarkan tabel diatas diketahui bahwa adanya peningkatan hasil tes siklus I ke hasil tes Siklus II. Dimana pada tes siklus I diperoleh siswa yang tuntas sebanyak 7 Siswa sedangkan di Siklus II sebanyak 17 Siswa. Untuk Lebih Jelas nya dapat di lihat pada diagram Berikut: Siklus I Siklus II Tuntas Tidak Tuntas Tuntas Tidak Tuntas Bagan Peningkatan Hasil Belajar Siswa Siklus I dan Siklus II SIMPULAN Berdasarkan hasil analisis data serta temuan selama proses perbaikan pembelajaran Subtema Suhu dan Kalor pada siswa kelas V SDN 153064 Lopian 1 semester genap dari observasi awal, kemudian dilanjutkan tindakan perbaikan siklus I . Kemudian dilanjutkan ke siklus II Setelah direfleksi dari siklus I , dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut: Penerapan Model Pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL) pada pembelajaran Subtema Suhu dan Kalor dengan materi Sumber Energi Panas pada siswa kelas V SDN 1513064 Lopian 1 untuk meningkatkan hasil belajar siswa dapat dilaksanakan dengan baik. Hal ini tersebut dapat terbukti dari peningkatan Observasi guru pada siklus memperoleh persentase Pelaksanaan Pembelajaran Pada Siklus I adalah 74 dengan Kategori AuCukupAy Menjadi 93 dengan Kategori AuSangat BaikAy pada siklus II. Penerapan Model Pembelajaran Contextual Teaching and Learning pada Subtema Suhu dan Kalor dengan materi Sumber Energi Panas mengalami peningkatan hasil belajar terbukti dari siklus I mendapatkan Nilai rata-rata kelas 66,25 dengan kategori AuCukupAy dan untuk presentase yang tuntas belajar sebanyak 7 Siswa atau 35% , dan yang Tidak Tuntas Sebanyak 13 Siswa atau 65% dari 20 Siswa meningkat pada siklus II dengan nilai rata-rata kelas 80,75 dengan kategori AuBaikAy dan untuk presentase yang tuntas belajar sebanyak 17 siswa atau 85% dan yang tidak tuntas sebanyak 3 siswa atau 15% . Hal tersebut sudah mencapai target yang peneliti tetapkan dengan Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) 69. Vol. 3 No. 2 Edisi Mei 2023 ISSN. Jurnal Imiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Journal Page is available to https://jurnal. id/index. php/JIPDAS Email: jipdas8@gmail. Dengan Penerapan Model Pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL) dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada pembelajaran Subtema Suhu dan Kalor dikelas V SDN 1513064 Lopian 1. DAFTAR PUSTAKA