Jurnal AGRIFOR Volume 23 No. 1 (Maret 2. Pp. https://doi. org/10. 31293/agrifor. https://doi. org/10. 31293/agrifor. ISSN P : 1412-6885 ISSN O : 2503-4960 PENGARUH KOMPOS SOLID SAWIT DENGAN DEKOMPOSER BERBEDA TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL EDAMAME PADA TANAH GAMBUT 1,2,3 Nukhak Nufita Sari1*. Jumar2, dan Aris Sigit Sasongko3 Jurusan Agroekoteknologi. Fakultas Pertanian. Universitas Lambung Mangkurat. Banjarbaru. Indonesia. E-Mail: nukhak. sari@ulm. id (*Corresponding autho. Submit: 25-02-2023 Revisi: 14-11-2023 Diterima: 12-12-2023 ABSTRAK Pengaruh Kompos Solid Sawit dengan Dekomposer Berbeda terhadap Pertumbuhan dan Hasil Edamame pada Tanah Gambut. Kacang-kacangan merupakan komoditas pangan yang memerankan peranan penting di Indonesia, termasuk di dalamnya kacang edamame (Glycine max (L. ) Merr. Sifat fisik dan kimia tanah gambut penting untuk diketahui terutama saat digunakan untuk budidaya edamame. Penggunaan pupuk organic, seperti kompos limbah padat . kelapa sawit, yang diaplikasikan ke dalam tanah dapat menyuburkan karena meningkatkan sifat fisik, kimia, dan biologi tanah. Pada perusahaan kelapa sawit, sludge adalah sisa limbah pengolahan minyak sawit. Sludge juga dikenal sebagai solid, dimana ini masih belum dimanfaatkan secara optimal. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh berbagai dekomposer pada kompos solid sawit terhadap pertumbuhan dan hasil edamame pada tanah gambut. Penelitian dirancang secara acak lengkap (RAL) yang terdiri dari empat perlakuan dan lima ulangan. Dosis pada semua perlakuan sebanyak 20 ton. Perlakuan yang diberikan adalah P0 = control. P1 = kompos solid sawit dengan dekomposer EM4. P2 = kompos solid sawit dengan dekomposer M21. P3 = kompos solid sawit dengan dekomposer Tangguh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa solid sawit berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan dan hasil edamame. Pemberian kompos solid sawit dengan decomposer mempengaruhi pertumbuhan edamame, meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, dan waktu muncul bunga, sedangkan pengaruhnya terhadap hasil berupa berat basah, berat kering, jumlah polong, dan berat polong edamame. Kata kunci : Decomposer, edamame, sludge, solid sawit, tanah gambut. ABSTRACT The Effect of Various Decomposers of Palm Solid Compost on the Growth and Yield of Edamame in Peat Soil. Soybean is one of the food crop commodities that play an important role in Indonesia, including edamame (Glycine max (L. ) Merr. The chemical and physical properties of peat are important to know, especially when used for edamame cultivation. The application of organic fertilizers such as palm oil sludge compost into the soil can fertilize the soil because it improves physical, chemical and biological properties. In palm oil mill, sludge is residue of oil manufacturing waste. Sludge also known as solid, which has not been used optimally. Therefore, this study conducted to determine the effect of various decomposers of palm oil compost on the growth and yield of edamame on peat soil. This study used a completely randomized design (CRD), which consisted of four treatments with five replications. The doses of all treatments were 20 ton. The treatments were P0 = . without decomposer. P1 = solid palm oil compost EM4 decomposer. P2 = solid palm oil compost M21 decomposer. P3 = solid palm oil compost Tangguh decomposers. The result showed that solid palm compost significantly influenced the growth and yield of edamame. Application of solid palm oil compost with decomposers affects the growth of edamame plant including plant height, number of leaves, flower emergence and edamame plant yields including wet weight, dry weight, number of pods and weight of edamame pods. Keywords : Decomposer, edamame, peat soil, sludge, solid sawit. This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License. Pengaruh Kompos Solid A Sasongko et al. PENDAHULUAN Edamame, menurut Coolong . merupakan tanaman kacangkacangan yang penting di Asia. Jenis kacang-kacangan ini dipanen dan dikonsumsi saat masih belum matang Pambudi . menyebutkan bahwa kedelai edamame (Glycine max (L. ) Merr. ) merupakan jenis tanaman kategori sayuran, edamame di negara asalnya, yakni Jepang disebut juga gojiru dan dijadikan sebagai sayuran serta cemilan kesehatan, kedelai edamame memiliki peluang pasar yang besar untuk diusahakan karena prospek pasarnya masih terbuka lebar. Lahan gambut merupakan suatu ekosistem lahan basah yang dibentuk oleh adanya penimbunan atau akumulasi bahan organik di lantai hutan yang berasal dari reruntuhan vegetasi di atasnya dalam kurun waktu lama. Akumulasi ini terjadi karena lambatnya laju dekomposisi dibandingkan dengan laju penimbunan organik di lantai hutan yang basah dan tergenang (Samosir, 2. Sifat kimia dan fisika tanah gambut merupakan sifat Ae sifat tanah gambut yang penting diperhatikan dalam pengelolaan lahan Penerapan pemupukan berimbang berdasarkan hasil uji tanah dipadukan dengan pupuk organik bertujuan untuk meningkatkan efisiensi pupuk anorganik serta memperbaiki produktivitas tanah pertanian. Jika melebihi batas efisiensi teknis dan ekonomis akan menyebabkan pelandaian produksi (Adiningsih dan Soepartini. Pemberian pupuk organik ke dalam tanah dapat menyuburkan tanah karena memperbaiki sifat fisik, kimia dan Bahan pupuk organik juga dapat membentuk gabungan dengan unsur hara sehingga dapat mencegah kehilangan unsur hara yang disebabkan oleh pencucian (Hakim, 1. Sludge dan decanter merupakan kotoran minyak yang bercampur dengan kotoran yang lain. Umumnya di perusahaan kelapa sawit, sludge ini dikenal dengan istilah solid. Solid dimanfaatkan secara optimal, berbagai kualitas yang berbeda oleh karena itu penelitian dilaksanakan untuk menguji hasil kompos dari berbagai macam dekomposer terhadap pertumbuhan dan hasil edamame. Sifat yang dimiliki oleh solid secara fisik akan tidak optimal apabila dikomposkan secara sendiri Ae Namun jika dikomposkan secara bersama atau dicampur dengan bahan lain, maka sifat fisik solid dapat diperbaiki (Syahwan, 2. Tujuan dari penelitian Untuk pemberian kompos solid sawit dengan pertumbuhan dan hasil edamame pada tanah gambut. METODA PENELITIAN Tempat dan Waktu Penelitian ini dilaksanakan pada bulan November 2021 sampai dengan bulan Januari 2022. Penelitian ini terdiri dari dua bagian yaitu penelitian di lapangan analisis di Penelitian lapangan bertempat di Jalan Karang Anyar II Komplek Pondok Papan Sejahtera Banjarbaru, unsur hara kompos solid sawit di Laboratorium Fisika. Kimia dan Biologi Tanah Jurusan Tanah Fakultas Pertanian Universitas Lambung Mangkurat Banjarbaru. Bahan dan Alat Bahan yang diguakan dalam penelitian ini antara lain solid, benih edamame varietas Ryokkoh. EM4, work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License. Jurnal AGRIFOR Volume 23 No. 1 (Maret 2. Pp. https://doi. org/10. 31293/agrifor. https://doi. org/10. 31293/agrifor. M21. Tangguh, tanah gambut, kertas label, air, polybag. Alat yang timbangan, karung, kamera, gembor, alat tulis. Rancangan Penelitian Penelitian Rancangan Acak Lengkap (RAL), yang terdiri atas 4 perlakuan dengan 5 ulangan. Dosis yang diberikan sebanyak 20 ton. Perlakuan yang dicobakan pada penelitian adalah: P0 = Kontrol P1 = Kompos solid sawit dengan dekomposer EM4 P2 = Kompos solid sawit dengan dekomposer M21 P3 = Kompos solid sawit dengan dekomposer Tangguh Prosedur Pelaksanaan Penelitian Pengambilan Solid Sawit dan Tanah Gambut Bahan utama pembuatan kompos yaitu limbah solid sawit yang diambil di PT. Nusa Persada Indonesia. Rantau. Kalimantan Selatan. Indonesia. Pengambilan tanah gambut berlokasi di PT. Hasnur Citra Terpadu. Rantau. Kalimantan Selatan. Indonesia. Tanah gambut yang diambil yaitu gambut hemik . etengah matan. dan terdapat beberapa ranting disekitarnya. Penanaman Pengisian polybag dengan tanah gambut sebanyak 20 buah polybag, dengar berat 10 kg/polybag. Setelah itu dilakukan pemberian dekomposer sesuai dengan Penanaman edamame dengan cara ditanam secara langsung kedalam ISSN P : 1412-6885 ISSN O : 2503-4960 Perawatan tanaman Perawatan penyiraman pagi dan sore, penyiangan dilakukan setiap hari dengan cara mencabut gulma di sekitar tanaman dan OPT menggunakan pestisida saat terjadi serangan yang dapat membahayakan produksi tanaman, namun bila serangan hama tidak terlalu merugikan maka Pengamatan Pada penelitian ini pengamatan yang dilakukan meliputi: Tinggi tanaman . Pengamatan dilakukan dengan mengukur mulai dari batang ampai ujung tanaman setiap satu minggu sekali pada umur 7, 14, 21, 28, 35, 42, 49, 56 hari setelah tanam. Jumlah daun . Perhitungan daun dilakukan setiap satu minggu sekali mulai dari fase generatif sampai panen. Berat basah dan kering tanaman . Berat basah tanaman dihitung dengan menimbang tanaman edamame dari akar sampai tajuk dan polong per polybag dengan satuan g. Sedangkan penetapan berat kering tanaman dilakukan setelah sampel dioven selama 2 jam pada Muncul bunga . arike-) Pengamatan dilakukan saat muncul bunga. Jumlah polong . Dihitung setiap minggu setelah muncul bunga. This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License. Pengaruh Kompos Solid A Sasongko et al. Berat basah polong edamame . Berat basah polong edamame dihitung dengan cara menimbang seluruh polong edamame per polybag. tinggi tanaman meningkat, terlihat pada Gambar 1. Tinggi tanaman edamame perlakuan pupuk kompos solid sawit saja . dengan persentase 42% Tangguh pengaruh nyata terhadap pertumbuhan tinggi tanaman edamame. Suatu tanaman yang menjadi suatu parameter untuk mengetahui pengaruh perlakuan yang diberikan terhadap tanaman disebut dengan tinggi tanaman. Pertambahan tinggi tanaman juga menjadi tolak ukur dalam suatu penelitian, bertambahnya tinggi tanaman disebabkan adanya peningkatan pembelahan sel-sel, salah satunya meningkatnya asimilat (Harjanti et al. , 2. Asimilat merupakan hasil asimilasi yang disebarkan ke seluruh pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Analisis Data Data hasil pengamatan diuji menggunakan sidik ragam ANOVA dan apabila memberikan pengaruh nyata, maka akan dilanjutnya dengan uji beda nilai tengah perlakuan menggunakan DMRT pada taraf kesalahan 5% ( = 0,. HASIL PENELITIAN PEMBAHASAN DAN 1 Tinggi Tanaman Hasil analisi ragam menunjukkan bahwa perkembangan tanaman edamame yang diberikan pupuk kompos solid sawit dengan dekomposer Tangguh sebanyak 20 ton. ha-1 memberikan pertumbuhan Tinggi Tanaman . Dosis Kompos Solid Sawit Gambar 1. Pertambahan tinggi tanaman edamame yang diaplikasi kompos solid sawit Keterangan: P0 = Solid sawit . P1 = Kompos solid sawit dengan dekomposer EM4. P2 = Kompos solid sawit dengan dekomposer M21. P3= Kompos solid sawit dengan dekomposer Tangguh. Masing Ae masing sebanyak 20 ton. Angka yang diikuti oleh huruf yang sama pada grafik tidak menunjukan beda nyata berdasarkan DuncanAos Multiple Rage Test (DMRT) pada level 5 %. Pertambahan edamame yang lebih baik dibandingkan dengan kompos solid sawit saja . , diduga karena adanya mikroorganisme yang bermanfaat pada dekomposer Tangguh. Dekomposer Tangguh mengandung mikrobia perombak bahan- bahan organik, mikrobia penambat nitrogen (N), mikrobia pelarut Fosfat (P), dan mikrobia penghasil hormon. Spesies mikrobia tersebut adalah Azotobacter sp. cfu/m. Aspergillus sp. cfu/m. Lactobacillus cfu/m. Streptomyces . cfu/m. , work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License. Jurnal AGRIFOR Volume 23 No. 1 (Maret 2. Pp. https://doi. org/10. 31293/agrifor. https://doi. org/10. 31293/agrifor. Trichoderma sp. cfu/m. , dan Saccharomyces sp. cfu/m. (NASA. Peranan N bagi tanaman untuk keseluruhan, khususnya batang, cabang dan daun. Selain itu, nitrogen juga berperan dalam pembentukan hijau daun yang sangat berguna dalam proses fotosintesis, sehingga dapat meningkatkan tinggi tanaman. 2 Jumlah Daun Hasil analisi ragam menunjukkan bahwa pengaruh pertambahan jumlah daun terlihat sangat nyata pada Gambar 2. Pada perlakuan pupuk kompos solid sawit dengan tambahan dekomposer Tangguh sebanyak 20 ton. ha-1 dengan jumlah 32,64 Hal ini diduga karena bahan organik dari kompos solid membuat perakaran tanaman lebih berkembang dan mampu menyerap unsur hara dalam tanah lebih Kompos solid sawit juga memiliki kandungan unsur hara N yang tinggi ditambah dengan dekomposer Tangguh yang menghasilkan nutrisi tersedia bagi tanaman dan memiliki perkembangan vegetatif tanaman, jumlah daun dapat terpengaruh oleh tinggi tanaman, jika tanaman tersebut semakin tinggi maka jumlah daunnya semakin (Mulyani dan Kartasapoetra, 2. mengemukakan bahwa pada ISSN P : 1412-6885 ISSN O : 2503-4960 pertumbuhan vegetatif tanaman, unsur hara N sangat diperlukan tanaman, untuk pembentukan klorofil, sintesis asam amino, protein dan asam nukleat. Daun merupakan source utama tanaman penghasil asimilat. Asimilat merupakan hasil asimilasi, dengan melalui mengasimilasi karbon dioksida kemudian disebarkan keseluruh bagian tanaman Source menghasilkan bagian tanaman yang tidak dapat berfotosintesis (Purnawati dan Manshuri. Hal ini diperkuat oleh (Munawar, 2. , pemberian bahan organik pada tanah dapat memperbaiki pori-pori tanah sehingga menyediakan air dan udara bagi tanaman, sehingga peningkatan laju fotosintesis akan meningkatkan fotosintat yang dihasilkan untuk membentuk organ Pada perlakuan kontrol yang disebabkan terserang virus Cowpea Mild Mottle Virus. Virus ini menyebabkan daun pada tanaman kacang edamame berwarna kuning sehingga pertambahan jumlah daun mengalami penurunan hingga tidak bertambah lagi. Gejalanya terjadi pada sepanjang tulang daun dan vein-clearing pada sebagian daun. This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License. Pengaruh Kompos Solid A Sasongko et al. Gambar 2. Jumlah daun yang diaplikasi kompos solid sawit Keterangan: P0 = Solid sawit . P1 = Kompos solid sawit dengan dekomposer EM4. P2 = Kompos solid sawit dengan dekomposer M21. P3= Kompos solid sawit dengan dekomposer Tangguh. Masing Ae masing sebanyak 20 ton. Angka yang diikuti oleh huruf yang sama pada grafik tidak menunjukan beda nyata berdasarkan DuncanAos Multiple Rage Test (DMRT) pada level 5 %. Berat Basah Tanaman Hasil analisi ragam menunjukkan bahwa berat segar tanaman di pengaruhi oleh pertumbuhan tanaman yang Kandungan unsur hara yang terkandung pada limbah kelapa sawit . mencukupi kebutuhan unsur hara yang mendukung peningkatan berat basah tanaman edamame. Terlihat pada Gambar 3, pengaruh pupuk kompos solid sawit dengan tambahan dekomposer tangguh memberikan efek nyata terhadap berat basah tanaman edamame, terlihat bahwa dengan penambahan dekomposer pada pupuk kompos, memberikan hasil yang perlakuan kontrol . upuk kompo. dengan berat 180 g. Laju pertumbuhan tanaman yang meningkat mampu meningkatkan pertumbuhan tanaman menjadi lebih baik (Sutedjo, 2. Pertumbuhan tanaman yang baik menjadikan serta meningkatkan berat segar tanaman, berat basah diukur dengan cara menimbang tanaman dengan keadaan segar sebelum di oven. Gambar 3. Berat basah tanaman yang diaplikasi kompos solid sawit Keterangan: P0 = Solid sawit . P1 = Kompos solid sawit dengan dekomposer EM4. P2 = Kompos solid sawit dengan dekomposer M21. P3= Kompos solid sawit dengan dekomposer Tangguh. Masing Ae masing sebanyak 20 ton. Angka yang diikuti oleh huruf yang sama pada grafik tidak menunjukan beda nyata berdasarkan DuncanAos Multiple Rage Test (DMRT) pada level 5 %. Solid sebagai pupuk organik memiliki kandungan unsur hara sehingga mampu memperbaiki sifat fisik, kimia dan biologi tanah (Pahan, 2. Namun pemberian solid harus diimbangi dengan bahan tambahan lainnya, salah satunya Dekomposer memiliki kandungan pelengkap yang dibutuhkan tanaman, dan memiliki mikroba pembantu tanaman untuk work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License. Jurnal AGRIFOR Volume 23 No. 1 (Maret 2. Pp. https://doi. org/10. 31293/agrifor. https://doi. org/10. 31293/agrifor. Dengan kombinasi bahan tambahan maka unsur haranya relatif tinggi dan cepat tersedia bagi tanaman. (Damanik et al. , 2. 4 Berat Kering Tanaman Hasil analisi ragam menunjukkan bahwa berat kering tanaman pada perlakuan pemberian kompos solid sawit mengalami perbedaan yang signifikan terhadap setiap perlakuan, pada perlakuan ISSN P : 1412-6885 ISSN O : 2503-4960 P3 dengan tambahan dekomposer tangguh memiliki berat 41 g. Menurut Subowo . , pemberian bahan organik pada tanah mampu memicu kesuburan tanah, tanah yang kaya akan bahan organik, didalam tanah meningkat, meningkatnya populasi organisme pada tanah maka akan membantuk perbaikan tanah, kesuburan fisik, kimia maupun biologi. Gambar 4. Berat kering tanaman yang diaplikasi kompos solid sawit. Keterangan: P0 = Solid sawit . P1 = Kompos solid sawit dengan dekomposer EM4. P2 = Kompos solid sawit dengan dekomposer M21. P3= Kompos solid sawit dengan dekomposer Tangguh. Masing Ae masing sebanyak 20 ton. Angka yang diikuti oleh huruf yang sama pada grafik tidak menunjukan beda nyata berdasarkan DuncanAos Multiple Rage Test (DMRT) pada level 5 %. Terjadinya peningkatan pada berat tanaman yang diberikan pupuk kompos disebabkan karena ketersediaan unsur hara yang meningkatkan jumlah sel pada peningkatan pada berat tanaman. Unsur Ae unsur hara tersebut juga membantu proses fotosintesis, sehingga tingginya bahan organik akan mengoptimalkan proses penyerapan unsur hara pada tanaman dan semakin banyak hasil fotosintat yang dihasilkan oleh tanaman (Iskandar, 2. Nitrogen merupakan bagian utama pada berat kering tanaman, sehingga semakin besar bobot kering dan semakin tinggi kadar N akar, maka serapan hara khusunya N akan semakin besar. Pemberian pupuk organik yang tinggi memberikan pengaruh terhadap perakaran tanaman dan perbaikan unsur hara, sehingga pasokan unsur hara dapat tersedia dengan cepat pada tanaman (Hartati et al. , 2. Hal ini menunjukan bahwa kandungan unsur hara pada dekomposer tangguh mampu memberikan pengaruh terhadap berat kering tanaman Perhitungan berat kering dilakukan dengan cara pengovenan dengan suhu 180o selama 120 menit, agar dapat mengurangi kandungan kadar air 5 Muncul Bunga Hasil analisi ragam menunjukkan bahwa perlakuan pupuk kompos solid This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License. Pengaruh Kompos Solid A Sasongko et al. sawit berpengaruh terhadap rata-rata umur saat berbunga, yang dimaksud dari Gambar 5, adalah munculnya bunga lebih cepat berada pada perlakuan P3, pada perlakuan tersebut terlihat bahwa munculnya bunga menjadi yang terdahulu dibandingkan perlakuan kontrol, rata-rata hari pada perlakuan tersebut adalah minggu ke-4. Hal ini diduga adanya penambahan dekomposer tangguh pada pupuk kompos solid sawit bagus untuk perkembangan mikroorganisme tanah sehingga terjadi perbaikan sifat fisik Fosfor merupakan salah satu unsur makro bagi pembungaan tanaman, yang (Jamaluddin, 2. Proses keluarnya bunga pada tanaman sangat dipengaruhi oleh unsur Unsur fosfor mampu diserap oleh tanaman, didalam tanah fungsi P bagi tanaman adalah sebagai zat pembangun dan terikat dalam senyawasenyawa organik, sebagai zat pembangun P terpencar-pencar dalam tubuh tanaman, bagian tubuh tanaman yang berkaitan dengan pembiakan generatif, seperti pembentukan bunga dan buah (Sotedjo. Gambar 5. Muncul bunga tanaman yang diaplikasi kompos solid sawit. Keterangan: P0 = Solid sawit . P1 = Kompos solid sawit dengan dekomposer EM4. P2 = Kompos solid sawit dengan dekomposer M21. P3= Kompos solid sawit dengan dekomposer Tangguh. Masing Ae masing sebanyak 20 ton. Angka yang diikuti oleh huruf yang sama pada grafik tidak menunjukan beda nyata berdasarkan DuncanAos Multiple Rage Test (DMRT) pada level 5 %. 6 Jumlah Polong Hasil analisi ragam menunjukkan bahwa perlakuan pupuk kompos solid sawit dengan tambahan dekomposer tangguh memberikan pengaruh terhadap jumlah polong edamame, dengan jumlah polong sebanyak 42,40 g. Perlakuan P3 ini berpengaruh sangat nyata dengan perlakuan kontrol . anpa pemberian Hal ini diperkuat (Damanik et al. , 2. pada penelitiannya menunjukkan pemberian kompos solid dengan tambahan NPK menghasilkan jumlah polong terbanyak, dan berbeda nyata dengan perlakuan yang lain. Hal ini diduga karena kombinasi pupuk kompos solid sawit dengan bahan tambahan mengakibatkan tanah lebih gembur sehingga ginofor akan mudah masuk ke dalam tanah. Dengan penambahan bahan tambahan seperti dekomposer maka nutrisi lebi tersedia bagi tanaman yang hasilnya di translokasikan untuk pertumbuhan dan perkembangan ginofor menjadi polong (Damanik et al. , 2. work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License. Jurnal AGRIFOR Volume 23 No. 1 (Maret 2. Pp. https://doi. org/10. 31293/agrifor. https://doi. org/10. 31293/agrifor. ISSN P : 1412-6885 ISSN O : 2503-4960 Gambar 6. Jumlah polong tanaman yang diaplikasi kompos solid sawit. Keterangan: P0 = Solid sawit . P1 = Kompos solid sawit dengan dekomposer EM4. P2 = Kompos solid sawit dengan dekomposer M21. P3= Kompos solid sawit dengan dekomposer Tangguh. Masing Ae masing sebanyak 20 ton. Angka yang diikuti oleh huruf yang sama pada grafik tidak menunjukan beda nyata berdasarkan DuncanAos Multiple Rage Test (DMRT) pada level 5 %. Menurut Thabrani . , bahan organik meningkatkan aktifitas biologi tanah dan membantu meningkatkan proses dekomposisi, dengan proses dekomposisi yang baik maka akan meningkatkan ketersediaan hara bagi tanaman yang nantinya membantu porses fotosintesis dan fotosintat yang dihasilkan akan ditranslokasikan untuk pembentukan Hal ini menunjukan bahwa kandungan unsur hara pada kompos solid dengan tambahan dekomposer tangguh mampu memberikan pengaruh terhadap jumlah polong tanaman edamame. Tanaman yang menghasilkan polong sedikit dan bisa dikatakan polong didapatkan polong hampa. Penyebab tanaman memiliki polong hampa karena pada masa generatif unsur hara yang didapatkan tidak tercukupi secara merata seperti unsur N dan beberapa faktor dari luar, unsur N diperlukan dalam pembentukan bunga, pengisian polong dan pembentukan biji. 7 Berat Polong Hasil analisis ragam menunjukan bahwa pengaruh pemberian pupuk kompos solid sawit dengan tambahan dekomposer tangguh berpengaruh nyata terhadap perlakuan kontrol . upuk kompos soli. dengan berat polong mencapai 82,80 g. Menurut (Kamil, 1. ketersediaan unsur hara didalam tanah akan membantu proses produksi tanaman, yang merupakan hasil dari tiga proses yaitu penumpukan asimilat melalui proses fotosintesis, penurunan asimilat melalui proses respirasi dan penurunan asimilat akibat suspensi dan akumulasi ke bagian Hal ini disebabkan karena pada hasil dari polong dan biji tumbuh dengan baik. Walaupun ada polong yang berisi, tetapi dapat ditutupi ddengan isi polong yang baik. Berat polong terbentuk apabila tanaman memperoleh unsur hara yang cukup, unsur hara yang cukup maka akan pemupukan bahan-bahan organik hasil fotosintesis dalam jaringan khususnya polong lebih banyak dan akan berpengaruh pada produksi (Harjadi. Menurut Kusumo . , memperhatikan dosis yang diberikan, sebab jika terlalu banyak akan mengakibatkan keracunan pada tanaman, dan apabila sedikit tidak dapat meningkatkan pertumbuhan tanaman. This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License. Pengaruh Kompos Solid A Sasongko et al. Gambar 7. Berat polong tanaman yang diaplikasi kompos solid sawit. Keterangan: P0 = Solid sawit . P1 = Kompos solid sawit dengan dekomposer EM4. P2 = Kompos solid sawit dengan dekomposer M21. P3= Kompos solid sawit dengan dekomposer Tangguh. Masing Ae masing sebanyak 20 ton. Angka yang diikuti oleh huruf yang sama pada grafik tidak menunjukan beda nyata berdasarkan DuncanAos Multiple Rage Test (DMRT) pada level 5 %. Pertumbuhan tanaman yang tumbuh baik apabila unsur hara yang dibutuhkan penyerapan didalam tanah. Dengan mudahnya penyerapan unsur hara, maka mempercepat pertumbuhan tanaman dengan baik. Salah satunya unsur hara fosfor yang diperlukan untuk proses pembentukan polong dan biji, tanaman yang kekurangan fosfor maka akan menganggu proses metabolisme. Hal ini menunjukan bahwa kandungan unsur hara pada kompos solid dengan tambahan dekomposer tangguh mampu memberikan pengaruh terhadap berat polong tanaman KESIMPULAN Berdasarkan dilakukan dapat ditarik kesimpulan yaitu pemberian kompos solid sawit dengan pertumbuhan tanaman edamame meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, muncul bunga dan hasil tanaman edamame meliputi berat basah, berat kering, jumlah Perlakuan terbaik pertumbuhan dan hasil edamame pada tanah gambut menggunakan dekomposer Tangguh. DAFTAR PUSTAKA