Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Volume 6 Nomor 3 . 1193-1202 P-ISSN 2656-274x E-ISSN 2656-4691 DOI: 10. 47476/reslaj. Perkembangan Economic Development Berteraskan Pandangan Islam Hendra1. Saprinal Manurung2. Shabri Abdul Madjid3. Isnaini Harahap4 1STAI Al-Ishlahiyah Hasan Binjai 2Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara 3Universitas Syiah Kuala Aceh 4Universitas Islam Negeri Sumatera Utara hendra@ishlahiyah. id1, saprinal@umsu. mshabri@usk. id3, isnaini. harahap@uinsu. ABSTRACT As a multidimensional and comprehensive conception, development contains various problems in the economic and non-economic spheres. Economic development in Islam orients its objective view on the encouragement of human virtues which, in conventional economics, this moral value is ignored. Even though this moral value is a value that cannot be measured and cannot be separated in developing the country's economy. A year-on-year problem related to development in Indonesia is the poverty rate which is increasing year by year, with many factors causing this increase. This literature study research is aimed at understanding the process of development and growth of the Islamic economy, in which the values of economic Islamization are the most appropriate active solutions in handling economic problems throughout the world. Keywords: Economics. Islam. Development. ABSTRAK Sebagai suatu konsepsi bermulti-dimensi serta komprehensif, dalam pembangunan terkandung beragam permasalahan lingkup ekonomi dan bukan ekonomi. Pembangunan ekonomi dalam Islam mengorientasikan pandangan objektifnya pada keberhasilan pencapaian kebajikan manusia yang pada ekonomi konvensional, nilai moral ini diabaikan. Padahal nilai moral ini merupakan nilai yang tidak dapat diukur serta tidak pula dapat dipisahkan dalam membangun ekonomi negara. Problematika tahun ke tahun yang berkaitan dengan pembangunan di Indonesia ialah angka kemiskinan yang kian tahun kian meningkat, dengan banyak faktor yang menyebabkan peningkatan tersebut. Penelitian studi kepustakaan ini ditujukan untuk dapat diketahuinya proses pembangunan dan pertumbuhan ekonomi Islam, yang mana nilai-nilai islamisasi ekonomi inilah yang merupakan solusi aktif terpaling sesuai dalam penanganan problematika perekonomian di seluruh dunia. Kata Kunci: Ekonomi. Islam. Pembangunan. 1193 | Volume 6 Nomor 3 2024 Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Volume 6 Nomor 3 . 1193-1202 P-ISSN 2656-274x E-ISSN 2656-4691 DOI: 10. 47476/reslaj. PENDAHULUAN Islam agama yang syumul, tatanan dan peraturan kehidupan yang Islam miliki melingkupi segala aspek tanpa terkecuali, lengkap dan menyeluruh. Pembangunan menurut perspektif Islam yang dalam apappun aktivitasnya, umatnya senantiasa diminta untuk bergerak dan berpatokan langkah dan tingkah laku yang merefleksikan kebenaran Al-Qur'an serta pula berlandaskan hadits dan sunnah untuk semakin memudahkan dan semakin memahami persoalan yang ada dengan tetap berada di koridornya. Pembangunan dalam perspektif Islam bersifat material dan spiritual, bukan saja berfokus pada pembangunan itu sendiri melainkan juga pelaku pembangunan ekonomi tersebut dalam pembangunan budaya, sosial dan lain sebagainya. Hari ke hari dan tahun ke tahun, permasalahan pembangunan ekonomi yang selalu terus dan akan dibahas adalah tingkat kemiskinan. Beragam faktor penyumbang angka kemiskinan yang kian membludak, dan tak jarang banyak negara yang lay off . ampir bangkru. Salah satunya adalah porsi jumlah pengangguran terlalu berlebihan. Suatu keadaan dimana terjadinya timpang tindih kesedian jumlah lapangan kerja yang menampung jumlah angkata kerjanya tidak Semakin banyaknya ketersediaan jumlah pengangguran menyebabkan berkurangnya produktivitas dan pendapatan masyarakat maka berimplikasi pula terjadi peningkatan jumlah kemiskinan pada suatu negara atau wilayah tersebut. Hal ini pula yang dapat menghambat pertumbuhan dan pembangunan Kekacauan politik, keamanan sosial dsb menjadi momok penghambat terbesar pembangunan ekonomi. Dalam jangka panjang terjadinya penurunan pada GNP (Gross National Produc. dan pendapatan ekonomi suatu negara. Dalam jangka panjang pula, terganggunya psikologis penganggur dan orang terdekatnya ikut terkena imbasnya. Memuat data BPS mengungkapkan pada Maret 2022 sebanyak 26,16 juta orang tercatat sebagai penduduk miskin Indonesia. Meskipun menurun 0,34 juta orang dibanding September 2021. Meskipun tampak terjadi penurunan, namun dengan kuatnya isu resesi global di 2023 banyaknya terjadi PHK yang muaranya diakibatkan pabrik melakukan pengefisiensian akibat perang Rusia - Ukraina yang berdampak pada tujuan negara ekspor menurunkan permintaan produk. Akan menjadi tantangan lebih serius bagi BAZNAS yang berarti sama maknanya dengan meningkatnya pula jumlah mustahik fakir miskin (Outlook Zakat, 2. Economic Development diartikan sebagai salah satu bentuk pengupayaan ekonomi yang dibangun untuk peningkatan taraf keadaan kehidupan bangsa sebagai sektor terbesar atas kenaikan pendapatan per kapita yang riil. Sebagai salah satu indikator keberhasilan pembangunan ekonomi yakni jumlah dan tingkat pengangguran serta kemiskinan (Baswir, 2. Selain itu, permasalahan utama pembangunan ekonomi Indonesia adalah kurangnya etika pembangunan berbasis Ekonomi Islam sendiri telah berulang kali menawarkan ragam solusi 1194 | Volume 6 Nomor 3 2024 Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Volume 6 Nomor 3 . 1193-1202 P-ISSN 2656-274x E-ISSN 2656-4691 DOI: 10. 47476/reslaj. permasalahan ekonomi, salah satunya terkait kemiskinan sistem ekonomi non-riba adalah kunci jawabannya. Potensi zakat dan wakaf, yang pendistribusian pendapatan yang adil melalui mekanisme produksi dan zakat mampu memberikan solusi untuk disparitas pendapatan dan pengentasan kemiskinan. KAJIAN TEORI Pembangunan. Pertumbuhan Ekonomi dan Pengangguran Growth Economic (Pertumbuhan Ekonom. adalah keadaan dimana terjadi peningkatan kenaikan PDB (Produk Domestik Brut. dengan tidak diperkirakannya dampak pertumbuhan atau pertambahan penduduk yang akan terjadi. Sedangkan Economic Development (Pembangunan Ekonom. dimaknai sebagai proses bermultidimensional atas perubahan sosial. Keduanya saling mempengaruhi. Keberhasilan pertumbuhan ekonomi sifatnya kuantitatif dimana terjadi peningkatan standarisasi pemasukan . dan tingkatan output produksi yang dihasilkan. Kebalikannya, economic development . embangunan ekonom. yang sifatnya kualitatif sebagai tambahan produksi namun demikian dapat pula meliputi perubahan struktural saat dalam aktivitas memproduksi dan mengalokasikan input pada berbagai sektoral ekonomi misal kelembagaan, sosial dan teknik. (Agoes Parera, 2. Pengangguran ialah mereka yang berada pada rentang usia 15 - 65 tahun yang masih produktif dan sedang mencari pekerjaan (Murni, 2. Objektif Pembangunan Ekonomi Islam . Pembangunan Sumber Daya Insan Pembangunan personalia ini menjadi objek tujuan utama pembangunan ekonomi Islam. Membangun karakter watak dan perangai, pendidikan dan pelatihan yang akhirnya menampilkan keahlian yang dibutuhkan berbagai event untuk digalakkannya pengetahuan dan penyelidikkan, evolusi mekanisme yang menyertai pertanggung jawaban dan kreativitas oleh masyarakat awam dalam aktivitas membangung yang terpenting adalah saat diambilnya keputusan pada semua tingkatan dan akhirnya berkerja sama dalam perkongsian hasil dari pembangunan . Pertambahan Pengeluaran yang Bermanfaat Pembekalan atas kesadaran diri dalam melakukan pengeluaran dalam artian bukan mengeluarkan untuk hal apa saja yang dianggap mampu untuk dibeli, namun melakukan penambahan pengeluaran untuk kebutuhan yang diperlukan dengan tetap bertolak pandang pada ketentuan syariat. Corak pengeluaran dalam pandangan Islam: Tidak dibenarkan dan tidak akan digunakan oleh konsumen muslim terhadap pengeluaran akan barang yang sifatnya dilarang . Berkurangnya permintaan akan pengeluaran barang mewah yang sifatnya tidak diprioritaskan, sebab prinsip kesederhanaan yang dianut. 1195 | Volume 6 Nomor 3 2024 Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Volume 6 Nomor 3 . 1193-1202 P-ISSN 2656-274x E-ISSN 2656-4691 DOI: 10. 47476/reslaj. Kenyamanan dan kesesuaian spesifikasi barang seperti produk barang yang menawarkan kegunaan all in one akan lebih diminati dan akan lebih banyak diproduksi industrial. Semakin terjadinya penambahan permintaan akan lapangan pekerjaan. Minusnya akan ditemui pengeluaran atas tenaga buruh yang tidak kuat berkompetisi dengan keadaan. Perbaikan Kualitas Kehidupan Arah perbaikan taraf kehidupan ini ditujukan pada pencapaian kebajikan akhlak, ekonomi dan sosial masyarakat dengan menyiapkan, minimal beberapa hal berikut: Menghadirkan peluang lapangan usaha dengan menyelaraskan segi struktural, teknologi, pendidikan yang timbul akibatnya. Pengadaan jaminan sosial yang menjamin pertanggungan kehidupan agar dalam bekerja dirasakan kenyamanan dan keamanan akan resiko yang dikhawatirkan yang melibatkan takut terkendalanya dalam mencari nafkah. Melakukan pendistribusian pendapatan kekayaan dan pendapatan dengan saksama juga beradil. Keseimbangan Pembangunan Dimaksudkan seimbang pada pengembangan wilayah dan sektorsektor pada perekonomian dengan masyarakat. Tuntutan diajukan pada keadilan dan kesejahteraan yang dapat dirasakan semua bagian atas disentralisasi ekonomi. Penggunaan Teknologi Baru Eksistensi pembangunan akan berjalan dengan sendirinya bagi negara yang mampu bebas dari bantuan negara asing, sehingga dapat diperhatikan kembali jika menjadi penting pula pengembangan kali ini bagi umat Islam untuk tertarik memiliki penyelidikkan dan pembangunan teknologi milik sendiri. Mengurangi Ketergantungan Akan Negara Luar Sudah seharusnya ketergantungan pada negara bukan Islam dan menjadi kewajiban untuk mengeratkan jalinan ikatan dengan negara Islam untuk bersama merangkul bekerja sama saling menyukupi, meyokong dan saling bantu membantu satu dengan yang lain. Makna khalifah yang jika dipandang dari sudut perspektif sempit, khalifah . emimpin Isla. tidak pula terus-terusan menjadi alat kepentingan negara bukan Islam. Apabila sesama negara Islam saling mengukuhkan persaudaraan, mempererat bersama membangun peradaban, bukan tidak mungkin negara Islam bisa menjadi negara adidaya. Namun perlu ditekankan lagi, kesemuanya hanya dapat terjadi jika benar negara Islam terpadu membersamai untuk tidak mengikatkan diri dan bergantung pada negara luar. "Dan bersedialah untuk menentang mereka . usuh yang mecerobo. segala jenis kekuatan yang dapat kamu sediakan dan dari pasukan-pasukan berkuda yang lengkap sedia, untuk menggerunkan dengan persediaan itu 1196 | Volume 6 Nomor 3 2024 Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Volume 6 Nomor 3 . 1193-1202 P-ISSN 2656-274x E-ISSN 2656-4691 DOI: 10. 47476/reslaj. musuh Allah dan musuh kamu serta musuh-musuh yang lain dari mereka yang kamu tidak mengetahuinya. sedang Allah mengetahuinya. " (QS. Al-Anfal . METODE PENELITIAN Penelitian ini berjenis Library Research yakni data dikumpulkan dan diperoleh dari sumber kepustakaan sebagai data sekunder atas Al-Qur'an dan Hadits, buku, jurnal dan disertasi penelitian yang membahas konsep pembangunan ekonomi dan teori ekonomi konvensional dan Islam. Dilengkapi dengan pendekatan sosiologis yakni suatu pendekatan studi yang mempelajari fenomena dengan hidup bersama masyarakat. Kemudian data diolah dalam 3 tahapan diantaranya: Pertama. Editing yakni menyunting data untuk memastikan kevalidasian informasi. Kedua. Organizing berarti menyusun data tersistematis agar dapat dipahami dengan mudah sebab terpadu dan teratur. Ketiga. Analysis atas deskriptif kualitatif induktif yang memberikan hasil penelitan berupa kata tulisan bukan bersifat hipotesis. PEMBAHASAN Pembangunan ekonomi Islam ditargetkan atas an-nafs al-muthmainnah atau calmness terhadap akhlak (QS. 89:27-. Artinya: "Hai jiwa yang tenang. Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang puas lagi diridhai-Nya. Maka masuklah ke dalam jamaAoah hamba-hamba-Ku. Masuklah ke dalam syurga-Ku. Mutmainah adalah stimulus yang memberdayakan agar gerakan mengarah kepada keberpositifan atau keberkahan dalam pembentukkan pribadi seseorang atas penyeimbangan nilai-nilai duniawi dan ukhrawi. Pengaktualisasian dan pentransformasian nilai ibadah menuntut kesilafan ritual dan melakukan pengamalannya dalam bentuk kesalehan aktual. Bentuk kesalehan dimana iman dan taqwa dapat tumbuh bersama benih tegang rasa yang disemai sehingga kesetiakawanan yang dilahirkan atas misi pertaman dan paling utama untuk penegakkan wahdah al-aqidah, melalui pendekatan kemasyarakatan pada wahdah al-syuAour . ersamaan ras. QS. Al-Fajr: 27-30 memaknai jiwa yang tenang adalah jiwa yang dimiliki orang-orang yang beriman, mereka merasa puas dalam bertindak atas yang diperintahkan Allah dan menjauhi larangan-Nya. Hal ini lah yang diharapkan dapat diimplementasikan dalam pembangunan ekonomi. Ketenangan jiwa atas pelakunya umat yang beriman sinkron dengan kebijakan yang diambil untuk membangun perekonomian. 1197 | Volume 6 Nomor 3 2024 Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Volume 6 Nomor 3 . 1193-1202 P-ISSN 2656-274x E-ISSN 2656-4691 DOI: 10. 47476/reslaj. Dampak Pembangunan Ekonomi Islam Gagal dan berhasilnya dikatakan suatu pembangunan adalah dinilai dan dihat dari dampaknya pada kebermanfaatan pengembangan yang membangun kehidupan masyarakat menjadi lebih baik. Jika masyarakat konvensional mengukur segala sesuatunya pada telah berjayanya ia memenuhi kepuasan atas konsumsi, produksi, distribusi suatu barang yakni apabila semakin tingginya tingkat kepuasan yang dicapai, maka semakin tinggi pula kesejahteraan dan kemakmuran yang diterima masyarakat. Sementara Islam memandang, tujuan akhir dari segala aktivitas pembangunan ekonomi manusia adalah pencapaian mashlahah. Itu sebabnya, meskipun rasa kepuasan atas suatu barang meningkat namun selama barang yang dikonsumsi itu adalah yang dalamnya terkandung hal-hal yang syari'at haramkan/larangkan maka fungsi kebaikan sosial dalam Islam dengan sendirinya menolak penggunaan dan pengeluaran barang tersebut. Social Walfare . ebajikan Sosia. adalah upaya peningkatan dan penaikkan taraf kebaikkan kemudahan yang diarahkan untuk kebaikan kehidupan manusia. Keberkahan sosial Islam dapat dicapai melalui maqasid al-shari`ah yang dijadikan asasnya, agar terjaganya kemakmuran umat secara keseluruhan dan bukan melainkan atas temuan logika yang dijaga hanya pada segelintir kepentingan tokoh yang dianggap berpengaruh dan berposisi saat itu, sehingga terjadi pengabaikan kebijkan kepentingan bagi yang lainnya. Dalam arti kata lain, asas yang membentuk fungsi keberkahan sosial dalam Islam sifatnya kukuh dan dipandang dari kekonsistenya juga terjaga sepanjang zaman dan disesuaikan dengan pelaksanaanya dalam semua wadah wilayah kebangsaan. Dalam pemanfaatan atas kegunaan barang. Islam menggariskan konsep maslahah dengan menetapkan skala prioritas penggunaan atas kebutuhan atau keinginan yang mana terbagi dalam tiga level . aruriyyah, diikuti setelahnya hajiyyah dan kamaliyyah/tahsiniyya. dengan tetap memperhatikan ketersediaan dana/pendapatan pribadi individu tersebut. Selain pendapatan, pemanfaatan barang yang menjadi kebutuhan utama dan darurat dipenuhi . , untuk mereka yang dikategorikan bahkan untuk barang kebutuhan dasar pun tidak sanggup dipenuhi, maka sudah menjadi tanggung jawab dan kepekaan bersama untuk menyediakan kebutuhan itu bagi mereka. Prinsip penggunaan dalam Islam penggunaan diperuntukkan dengan jalur membelanjakannya secara sederhana dan mengikut maslahah atau keutamaan serta taat kepada batasan syariah. Maka dari itu dalam isu penggunaan Islam Kecukupan atas segala keperluan pengguna, mendahulukan apa yang menjadi kebutuhan utama dan terpenting, juga mempertimbangkan porsi Tunduk dan taat pada hukum dan mashlahah agar nantinya tidak ada yang Menggunakan barang mengingat konsep kesederhanaan , tidak melakukan pemborosan serta pula tidak berlebihan. 1198 | Volume 6 Nomor 3 2024 Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Volume 6 Nomor 3 . 1193-1202 P-ISSN 2656-274x E-ISSN 2656-4691 DOI: 10. 47476/reslaj. Pencapaian pemenuhan dengan pemaksimalan kepuasan bukanlah tujuan utama penggunaan dalam Islam, namun untuk pengabdian kepada Allah SWT. Keseimbangan pembangunan ekonomi Islam pengukurannya diambil dari sudut pembangunan fiskal yang memberi dampak kesejahteraan dunia dan akhirat dan ketenangan serta kebahagiaan diri (Joni Tamkin, 2. Pembangunan Menurut Islam = Pembangunan Ekonomi Pembangunan Sosial Pembangunan Rohani Model ini jelas sangat berbeda dengan kerangka pemikiran ekonomi konvensional yang menitik beratkan segala pemenuhan aktivitas ekonomi dan pembangunan semata hanya untuk hal-hal yang bersifat kebendaan, mereka melupakan aspek spiritualisme dan moral. Pembangunan kerohanian ini dimaknai sebagai pengusahaan untuk diri agar semakin meningkatkan keimanan dan ketaqwaan pada Sang Illahi Rabbi. Meskipun terlampau sulit menilai perubahan dan pembangunan kerohanian ini, pengabaiannya dapat berimbas pada penyelewengan dan penyimpangan akhlak yang jelas akan merugikan diri dan banyak pihak. Literatur Penawaran Beberapa Pakar Menjawab Krisis Ekonomi Krisis ekonomi yang ada dan terjadi bukan tidak mendapat perhatian semua Sebab tentu tiada yang mau merasakan kesusahan berlama menjadi bagian dalam keadan tidak stabil tersebut. Beberapa pakar menawarkan solusi diantaranya sebagai berikut : Akram Khan dan Ariff, berpendapat agar ekonomi dapat distabilkan ada 4 instrumen yang dianggap sebagai stabilizers, yaitu: Pembebasan perbankan dari sistem ribawi. Bunga perbankan dibayarkan atas penabungan dan peminjaman uang di bank tersebut. Pembebasan pasar uang dari aktivitas spekulasi untuk menjamin berkesinambungan antara uang dan nilai riil saham. Pengupahan yang adil dan proposional berdasarkan kriteria keadilan. Mahmud Abu Saud, memberikan gagasannya pada 6 pilar perekonomian : Work and Reward. Bekerja merupakan kewajiban setiap muslim dan atas resiko pekerjaan itu, manusia harus siap bertanggung jawab. No Harding and Monopoly. Tidak seorang pun dibenarkan menimbun uang untuk tujuan berspekulasi dan membuat ketidak stabilan ekonomi. Tidak dibenarkan melakukan kegiatan monopoli ataupun oligopoli, dengan maksud menguntungkan diri sendiri. Islam merefleksikan jiwa umat yang fastabiqul khairat. Sepreciation. Semua hal didunia ini mengalami penyusutan termasuk pula harta. Dan yang kekal hanyalah Allah SWT. Money is a just a mean of exchange. Uang adalah alat tukar dan simpan nilai uang. Bukan komoditi. 1199 | Volume 6 Nomor 3 2024 Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Volume 6 Nomor 3 . 1193-1202 P-ISSN 2656-274x E-ISSN 2656-4691 DOI: 10. 47476/reslaj. Interest is riba. Majlis Tarjih Muhammadiyah. Organisasi Konferensi Islam (OKI), maupun oleh Mufti Negara Mesir menyepakati bersama jika riba itu bunga . Social solidarity. Kekayaan adalah titipan, maka sesama muslim sudah diwajibkan untuk saling tolong-menolong membantu bangkit bersama mencapai kesejahteraan. Muhammad Ramzan Akhtar, agar tercipta ekonomi yang benar-benar berjiwa Islam 3 . hal berikut menjadi pertimbangan : Pembebasan riba dan diganti dengan profit and risk sharing. Pendirian entitas zakat yang berperan dalam pemberantasan kemiskinan, penstabilisan dan pembangunan ekonomi. Kelengkapan dan kedinamisan faktor moral dan material yang saling bergerak bersama. Berbeda dengan sistem ekonomi sekuler yang hanya menghadirkan faktor materialnya saja. Lebih dari sekedar melibatkan perubahan bersifat kualitatif dan kuantitatif, sebagai contoh pembangunan ekonomi Islam dan kaitannya dalam pengurangan, pengjilangan/penghapusan dan perlindungan distribusi pendapatan yang tidak adil, kemiskinan dan kepentingan umum . Economic development harus berkamampuan dalam peningkatan perekonomian pada sudut sisi ground atau fundamental diharuskan mendapat perhatian lebih secara umum dengan penggunaan pengukuran pertumbuhan ekonomi. Serta yang menjadi tantangan pula bagi pembangunan perekonomian Islam, kapasitas, aksesibilitas, dan fleksibilitas manusia dalam mensintesis antara Islam warisan dan ekonomi modern dengan KESIMPULAN Sistem ekonomi yang hadir berusaha agar dapat melakukan pemenuhan atas visi misi pembangunan ekonomi, yakni dengan dipenuhinya secara adil pemenuhan mengembangkan materi personal dan masyarakat yang mengarah pada sosial ekonomi maksimalisasi kesejahteraan dan kebaikan tertinggi umat manusia. Namun, fenomena yang terjadi kemiskinan, pengangguran dan pendistribusian pendapatan yang tidak beradil sebagai suatu warisan pelaku ekonom dahulu, dan lebih sangat disayangkan mayoritas ditemukan dalam masyarakat muslim. Fakta empiris menunjukkan tiada satupun negara berkembang yang dalam kebijakan perekonomian negaranya menerapkan rezim moneter konvensional ada dalam posisi stabil. Repetisi kejadian tahun 1930, 1970, 1997, dan 2008 semakin terasa nyata kembali akan dihadapi. Maka dari itu, demi menstabilkan ekonomi beberapa alternatif yang dapat diaplikasikan : Dilarangnya dalam ekonomi Islam untuk memiliki baik dengan paksaan hak atas kepemilikan umum. Emas dan perak adalah mata uang dalam Islam, dan bukan yang lainnya. 1200 | Volume 6 Nomor 3 2024 Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Volume 6 Nomor 3 . 1193-1202 P-ISSN 2656-274x E-ISSN 2656-4691 DOI: 10. 47476/reslaj. Riba jelas hukumnya haram dan dilarang sebab hanya akan memberikan kerugian, dan jika dirasakan menguntungkan sifatnya hanyalah sementara dan tidak dalam jangka panjang. Dilarangnya penjualan atas komoditi yang belum dikuasai penjualnya. DAFTAR PUSTAKA