Vol 2 No. 5 September 2025 P-ISSN : 3047-2792 E-ISSN : 3047-2032. Hal 82 - 87 JURNAL ILMIAH MANAJEMEN DAN AKUNTANSI Halaman Jurnal: https://journal. id/index. php/jimat Halaman UTAMA Jurnal : https://journal. DOI: https://doi. org/10. 69714/t7ky4m21 PENGARUH NON PERFORMING LOAN. BIAYA OPERASIONAL PENDAPATAN OPERASIONAL. DAN RETURN ON EQUITY TERHADAP EARNING PER SHARE PT BANK MEGA Tbk 2014-2023 Sonara Maulina a*. Rachmawatyb sonaramaulina974@gmail. Universitas Pamulang. Tangerang Selatan. Banten Ekonomi dan Bisnis / Manajemen. Dosen01925@unpam. Universitas Pamulang. Tangerang Selatan. Banten a Ekonomi dan Bisnis / Manajemen. Korespondensi ABSTRACT This study aims to determine the influence of Non Performing Loan (NPL). Operating Expenses to Operating Income (BOPO), and Return on Equity (ROE) on earnings per share at PT Bank Mega Tbk for the period 2014Ae2023. The research method used is quantitative, with secondary data obtained from the companyAos annual financial statements. The results show that partially. NPL has no significant effect on earnings per share, as indicated by the t-value of 0. 999 < t-table 2. 365 and a significance level of 0. BOPO has a significant effect on earnings per share, with a t-value of 3. 251 > t-table 2. 365 and a significance level of 0. 016 < 0. ROE also has a significant effect on earnings per share, shown by a tvalue of 2. 989 > t-table 2. 365 and a significance level of 0. 024 < 0. Simultaneously. NPL. BOPO, and ROE have a significant effect on earnings per share, indicated by an F-value of 34. 643 > F-table 4. 757 and a significance level of 0. 001 < 0. The coefficient of determination of 91. 8% indicates that the three independent variables are able to explain the variation in earnings per share, while the remaining 8. 2% is explained by other factors not included in this research model. Keywords: Non Performing Loan. Operating Expenses to Operating Income. Return On Equity. Earning Per Share. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Non Performing Loan (NPL). Biaya Operasional Pendapatan Operasional (BOPO), dan Return On Equity (ROE) terhadap Earning Per Share (EPS) pada PT Bank Mega Tbk periode 2014Ae2023. Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan data sekunder dari laporan keuangan tahunan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial. NPL tidak berpengaruh signifikan terhadap EPS, ditunjukkan oleh nilai t hitung 0,999 < t tabel 2,365 dan signifikansi 0,356 > 0,05. BOPO berpengaruh signifikan terhadap EPS dengan nilai t hitung 3,251 > t tabel 2,365 dan signifikansi 0,016 < 0,05. ROE juga berpengaruh signifikan terhadap EPS, ditunjukkan oleh nilai t hitung 2,989 > t tabel 2,365 dan signifikansi 0,024 < 0,05. Secara simultan. NPL. BOPO, dan ROE berpengaruh signifikan terhadap EPS, ditunjukkan oleh nilai F hitung 34,643 > F tabel 4,757 dan signifikansi 0,001 < 0,05. Koefisien determinasi sebesar 91,8% menunjukkan bahwa ketiga variabel independen mampu menjelaskan variasi EPS, sedangkan 8,2% dijelaskan oleh faktor lain yang tidak dimasukkan dalam model penelitian ini. Kata Kunci: Non Performing Loan. Biaya Operasional Pendapatan Operasional. Return On Equity. Earning Per Share. PENDAHULUAN Industri perbankan memegang peran strategis dalam mendukung sistem keuangan dan pertumbuhan ekonomi nasional. Sebagai lembaga intermediasi, bank berperan dalam mengelola dana masyarakat melalui Received June 17, 2025. Revised July 16, 2025. Accepted August 13, 2025. Online Available August 18. Sonara Maulina dkk / Jurnal Ilmiah Manajemen dan Akuntansi Vol 2 No. 82 Ae 87 layanan simpanan, pinjaman, dan investasi. Perubahan teknologi, regulasi, serta dinamika pasar menuntut bank untuk terus beradaptasi dan meningkatkan efisiensi serta kinerja keuangannya. Tabel 1. Data Earning Per Share. Non Performing Loan. Biaya Operasional Pendapatan Operasional, dan Return On Equity PT Bank Mega Tbk 2014-2023 Earning Non Performing Biaya Operasional terhadap Return On Per Tahun Loan (NPL) Pendapatan Operasional Equity Share (%) (BOPO) (%) (ROE) (%) (R. 0,01 1116,19 8,60 0,08 611,94 9,14 0,09 449,15 9,44 0,07 434,43 9,95 1,47 350,06 11,60 1,38 286,17 12,89 1,38 193,57 16,52 0,76 127,58 20,94 0,65 131,25 19,64 1,07 188,65 16,14 Sumber: data olah penulis PT Bank Mega Tbk sebagai salah satu bank devisa nasional terus menunjukkan transformasi kinerja selama dekade terakhir. Salah satu indikator utamanya adalah Earning Per Share (EPS), yang mengalami pertumbuhan dari Rp82 pada tahun 2014 menjadi Rp576 pada 2021, namun menurun menjadi Rp299 pada Fluktuasi EPS ini memunculkan pertanyaan mengenai faktor-faktor keuangan yang memengaruhinya, seperti Non Performing Loan (NPL). Biaya Operasional terhadap Pendapatan Operasional (BOPO), dan Return On Equity (ROE). Berdasarkan standar Bank Indonesia. NPL yang ideal berada di bawah 5%. BOPO di bawah 80%, serta ROE yang tinggi menandakan profitabilitas yang kuat. Namun, data PT Bank Mega menunjukkan bahwa BOPO sempat sangat tinggi pada 2014Ae2016, dan NPL pun mengalami fluktuasi. Di sisi lain. ROE menunjukkan tren positif yang stabil. Variasi ini menunjukkan pentingnya pengujian empiris untuk mengetahui pengaruh ketiga rasio tersebut terhadap EPS. Pertama. NPL yang mengukur persentase kredit bermasalah relatif rendah di seluruh periode . ,011,47%) menunjukkan kualitas kredit yang terjaga, sehingga risiko penurunan laba akibat kredit macet minimal. Kedua. BOPO yang mencerminkan efisiensi operasional mengalami tren penurunan tajam dari 1. 116,19% di 2014 menjadi 127,58% di 2021, menunjukkan peningkatan efisiensi yang berpotensi mendorong EPS. Namun, kenaikan BOPO pada 2022Ae 2023 mengindikasikan potensi tekanan pada laba. Ketiga. ROE yang mencerminkan kemampuan perusahaan menghasilkan laba dari modal sendiri mengalami peningkatan dari 8,60% di 2014 menjadi 20,94% di 2021, sejalan dengan lonjakan EPS pada periode yang sama. Analisis ini menunjukkan bahwa rendahnya NPL, efisiensi BOPO, dan tingginya ROE secara umum berkontribusi positif terhadap peningkatan EPS, meskipun faktor eksternal dan fluktuasi biaya juga mempengaruhi hasil akhir. Beberapa penelitian sebelumnya memberikan hasil yang beragam: Fathony dan Gavira . menemukan ROE berpengaruh signifikan terhadap EPS. Julianti dan Pratiwi . menyatakan NPL tidak berpengaruh terhadap EPS. sedangkan Mubarok . menunjukkan BOPO berpengaruh negatif namun lemah terhadap EPS. Hasil-hasil ini menunjukkan adanya gap penelitian, terutama pada objek bank berbeda dan periode waktu yang lebih panjang. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menguji secara parsial dan simultan pengaruh Non Performing Loan (NPL). BOPO, dan ROE terhadap Earning Per Share (EPS) pada PT Bank Mega Tbk selama periode 2014Ae2023. TINJAUAN PUSTAKA Agency Theory Teori Keagenan menjelaskan hubungan kontraktual antara prinsipal dan agen, di mana prinsipal . emegang saha. memberikan wewenang kepada agen . untuk mengambil keputusan demi mencapai Pengaruh Non Performing Loan. Biaya Operasional Pendapatan Operasional. Dan Return On Equity Terhadap Earning Per Share Pt Bank Mega Tbk 2014-2023 (Sonara Maulin. Sonara Maulina dkk / Jurnal Ilmiah Manajemen dan Akuntansi Vol 2 No. 82 Ae 87 tujuan perusahaan, namun perbedaan kepentingan dapat menimbulkan konflik sehingga diperlukan mekanisme insentif dan pengawasan (Supriyono, 2. Signaling Theory Teori Sinyal menyatakan bahwa manajemen menggunakan informasi keuangan seperti profitabilitas, struktur modal, dan pertumbuhan sebagai sinyal positif kepada investor guna mengurangi asimetri informasi, di mana sinyal yang baik dapat meningkatkan kepercayaan pasar dan nilai perusahaan (Yulita Setiawanta & Hakim, 2. Manajemen Manajemen merupakan proses perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengawasan sumber daya untuk mencapai tujuan secara efektif dan efisien (Nurdiansyah & Rahman, 2. , dengan unsur utama meliputi manusia, uang, mesin, bahan, pasar, dan metode (Aditama, 2. Dalam konteks keuangan, manajemen keuangan mencakup keputusan investasi, pendanaan, dan pengelolaan aset untuk memaksimalkan nilai pemegang saham (Musthafa, 2. Manajemen Keuangan Manajemen keuangan adalah proses perencanaan, pengorganisasian, pengendalian, dan pengawasan sumber daya keuangan untuk mencapai tujuan perusahaan secara efektif dan efisien (Musthafa, 2. Fungsi utama manajemen keuangan meliputi: . keputusan investasi Ae pemilihan aset yang akan dikelola untuk menghasilkan laba. keputusan pendanaan Ae penentuan sumber modal optimal. keputusan pengelolaan aset Ae penggunaan aset secara efisien untuk mendukung operasional. Lembaga Keuangan (Ban. Bank sebagai lembaga keuangan berfungsi menghimpun dan menyalurkan dana masyarakat serta menyediakan layanan keuangan lain sesuai UU No. 10 Tahun 1998. Laporan keuangan menjadi alat utama untuk menilai kinerja dan posisi keuangan perusahaan (Fahmi, 2. dan dianalisis menggunakan rasio keuangan seperti likuiditas, solvabilitas, aktivitas, dan profitabilitas (Sanjaya, 2. Laporan Keuangan Laporan keuangan adalah hasil pencatatan seluruh transaksi yang menggambarkan kondisi dan kinerja perusahaan (Hery, 2. Bentuk utamanya meliputi laporan posisi keuangan, laporan laba rugi, laporan perubahan ekuitas, laporan arus kas, dan catatan atas laporan keuangan. Tujuannya adalah memberikan informasi tentang aset, kewajiban, modal, pendapatan, beban, dan kinerja manajemen. Rasio Keuangamn Rasio keuangan digunakan untuk menilai kinerja perusahaan melalui perbandingan antarpos dalam laporan keuangan (Sanjaya, 2. Jenisnya meliputi: Rasio Likuiditas yang bertujuan untuk mengukur kemampuan membayar kewajiban jangka pendek. Rasio Solvabilitas yang bertujuan untuk mengukur kemampuan memenuhi seluruh kewajiban jangka Rasio Aktivitas yang bertujuan untuk mengukur efektivitas penggunaan aset. Rasio Profitabilitas yang bertujuan untuk mengukur efektivitas manajemen dalam menghasilkan laba Non Performing Loan (NPL) NPL adalah rasio yang menunjukkan persentase kredit bermasalah terhadap total kredit yang disalurkan (Kasmir, 2. NPL tinggi mencerminkan meningkatnya risiko gagal bayar dan dapat menurunkan Untuk menghitung NPL yaitu dengan membandingkan Kredit bermasalah terhadap Total BI menetapkan batas NPL sehat maksimal 5% (PBI No. 17/11/PBI/2. Biaya Operasional Pendapatan Operasional (BOPO) BOPO mengukur tingkat efisiensi operasional bank, yakni perbandingan antara beban operasional dan pendapatan operasional (Harmono, 2. Semakin rendah BOPO, semakin efisien bank mengelola biaya. Untuk menghitug nilai BOPO yaitu dengan membandingkan Beban Operasional terhadap Pendapatan Operasional. Standar efisiensi terbaik BOPO perbankan menurut BI adalah sekitar 80%. Return On Equity (ROE) ROE mengukur kemampuan perusahaan menghasilkan laba bersih dengan modal sendiri (Kasmir, 2. ROE yang tinggi menunjukkan efektivitas penggunaan modal dalam menciptakan laba. Untuk menghitung nilai ROE yaitu dengan membandingkan Laba Bersih Setelah Pajak terhadap Total Ekuitas. JURNAL ILMIAH MANAJEMEN DAN AKUNTANSI Vol. No. September 2025, pp. 82 - 87 Sonara Maulina dkk / Jurnal Ilmiah Manajemen dan Akuntansi Vol 2 No. 82 Ae 87 Earning Per Share (EPS) EPS menunjukkan besarnya laba bersih yang diperoleh untuk setiap lembar saham biasa yang beredar (Kasmir, 2. EPS tinggi mencerminkan keberhasilan manajemen dalam meningkatkan kesejahteraan pemegang saham. Untuk membandingkan nilai EPS yaitu dengan membandingkan laba bersih terhadap jumlah saham yang beredar. METODOLOGI PENELITIAN Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan landasan filsafat positivisme untuk menguji pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen melalui analisis statistik. Populasi penelitian adalah seluruh laporan keuangan tahunan PT Bank Mega Tbk, sedangkan sampel yang digunakan meliputi laporan posisi keuangan, laporan laba rugi, dan catatan atas laporan keuangan periode 2014Ae2023. Data dikumpulkan melalui studi kepustakaan, dokumentasi, dan penelusuran internet. Pengolahan data dilakukan dengan Microsoft Excel dan SPSS versi 30. Analisis data meliputi uji statistik deskriptif untuk menggambarkan karakteristik data, uji asumsi klasik yang mencakup uji normalitas, multikolinearitas, heteroskedastisitas, dan autokorelasi guna memastikan kelayakan model regresi, serta analisis regresi linier berganda untuk menguji hubungan NPL. BOPO, dan ROE terhadap EPS. Selanjutnya, uji koefisien determinasi digunakan untuk mengukur kemampuan model dalam menjelaskan variasi EPS, sedangkan pengujian hipotesis dilakukan melalui uji t untuk menguji pengaruh parsial dan uji F untuk menguji pengaruh simultan variabel independen terhadap EPS. HASIL DAN PEMBAHASAN 1 Hasil 1 Uji Asumsi Klasik Hasil uji normalitas menunjukkan bahwa data residual berdistribusi normal dengan nilai Asymp. Sig sebesar 0,200 > 0,05. Uji multikolinearitas menunjukkan nilai VIF untuk variabel NPL sebesar 1,632. BOPO sebesar 3,068, dan ROE sebesar 2,475, seluruhnya < 10. Nilai tolerance masing-masing variabel adalah 0,613 (NPL), 0,326 (BOPO), dan 0,404 (ROE), seluruhnya > 0,1. Hal ini menunjukkan tidak terdapat multikolinearitas antar variabel independen. Uji heteroskedastisitas menggunakan scatterplot menunjukkan pola sebaran data acak, sedangkan uji autokorelasi melalui Runs Test menghasilkan Asymp. Sig sebesar 0,737 > 0,05. Dengan demikian, seluruh asumsi klasik terpenuhi. 2 Uji Regresi Linier berganda Hasil analisis regresi linier berganda menghasilkan persamaan: Y = 5,018 0,114XCA Ae 0,001XCC 0,056XCE e di mana Y merupakan Earning Per Share (EPS). XCA adalah Non Performing Loan (NPL). XCC adalah Biaya Operasional terhadap Pendapatan Operasional (BOPO), dan XCE adalah Return On Equity (ROE). Nilai konstanta sebesar 5,018 menunjukkan bahwa jika NPL. BOPO, dan ROE bernilai nol, maka EPS diperkirakan sebesar 5,018. Koefisien regresi variabel NPL sebesar 0,114 menunjukkan bahwa setiap kenaikan satu satuan NPL akan meningkatkan EPS sebesar 0,114, meskipun pengaruhnya tidak signifikan. Koefisien BOPO sebesar -0,001 menunjukkan bahwa setiap kenaikan satu satuan BOPO akan menurunkan EPS sebesar 0,001 secara signifikan. Koefisien ROE sebesar 0,056 menunjukkan bahwa setiap kenaikan satu satuan ROE akan meningkatkan EPS sebesar 0,056 secara signifikan. 3 Uji Koefisien Determinasi Nilai koefisien determinasi (Adjusted RA) sebesar 91,8% menunjukkan bahwa variasi EPS dapat dijelaskan oleh NPL. BOPO, dan ROE, sedangkan 8,2% sisanya dipengaruhi oleh variabel lain di luar model. 4 Uji Parsial t NPL (XCA) memiliki nilai t-hitung 0,999 < t-tabel 2,446 dan signifikansi 0,356 > 0,05, sehingga tidak berpengaruh signifikan terhadap EPS. BOPO (XCC) memiliki nilai t-hitung -3,007 > t-tabel 2,446 . ecara mutla. dan signifikansi 0,024 < 0,05, sehingga berpengaruh signifikan dengan arah negatif terhadap EPS. Pengaruh Non Performing Loan. Biaya Operasional Pendapatan Operasional. Dan Return On Equity Terhadap Earning Per Share Pt Bank Mega Tbk 2014-2023 (Sonara Maulin. Sonara Maulina dkk / Jurnal Ilmiah Manajemen dan Akuntansi Vol 2 No. 82 Ae 87 ROE (XCE) memiliki nilai t-hitung 2,989 > t-tabel 2,446 dan signifikansi 0,024 < 0,05, sehingga berpengaruh signifikan dengan arah positif terhadap EPS. 5 Uji Simultan F Nilai F-hitung 34,643 > F-tabel 4,757 dan signifikansi 0,001 < 0,05 menunjukkan bahwa NPL. BOPO, dan ROE secara simultan berpengaruh signifikan terhadap EPS. Hal ini menegaskan bahwa ketiga variabel independen secara bersama-sama memiliki kontribusi penting dalam menjelaskan variasi EPS pada PT Bank Mega Tbk periode 2014Ae2023. 2 Pembahasan 1 Pengaruh Non Performing Loan terhadap Earning Per Share Hasil pengujian menunjukkan bahwa Non Performing Loan (NPL) tidak berpengaruh signifikan terhadap Earning Per Share (EPS) PT Bank Mega Tbk periode 2014Ae2023 . hitung 0,999 < t tabel 2,446. 0,356 > 0,. Temuan ini sejalan dengan penelitian Eki Veronika dan Henny Setyo Lestari . serta Mihra Julianti dan Aliah Pratiwi . yang menyatakan NPL tidak berpengaruh signifikan terhadap EPS. Namun, penelitian Rahma Febrianti . menunjukkan adanya pengaruh negatif signifikan di Indonesia dan positif signifikan di Malaysia. 2 Pengaruh Biaya Operasional terhadap Pendapatan Operasional terhadap Earning Per Share Rasio BOPO berpengaruh negatif signifikan terhadap EPS . hitung -3,007 > t tabel 2,446. 0,024 < Hasil ini berbeda dengan Andriyani . dan Setyowati dkk. yang menemukan BOPO tidak berpengaruh signifikan, namun sejalan dengan Husni Mubarok . yang menunjukkan hubungan negatif signifikan meski lemah. Perbedaan temuan ini menunjukkan variabilitas pengaruh BOPO terhadap kinerja laba per saham di sektor perbankan. 3 Pengaruh Return On Equity terhadap Earning Per Share Return On Equity (ROE) berpengaruh positif signifikan terhadap EPS . hitung 2,989 > t tabel 2,446. 0,024 < 0,. Hasil ini konsisten dengan penelitian Fathony & Gavira . Wijayanto dkk. , dan Febriansyah . yang menyatakan adanya pengaruh positif signifikan. Namun. Yasin Fadli & Suraya . menyatakan bahwa pengaruh ROE terhadap EPS tidak signifikan. 4 Pengaruh Non Performing Loan. Biaya Operasional terhadap Pendapatan Operasional, dan Return On Equity terhadap Earning Per Share Secara simultan. NPL. BOPO, dan ROE berpengaruh signifikan terhadap EPS (F hitung 34,643 > F tabel 4,757. 0,001 < 0,. Temuan ini sejalan dengan Setyowati dkk. dan Putro . yang menunjukkan pengaruh simultan signifikan, dengan BOPO sebagai variabel yang memberikan kontribusi terbesar terhadap EPS dibandingkan variabel lain. KESIMPULAN DAN SARAN Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial. Non Performing Loan (NPL) tidak berpengaruh signifikan terhadap Earning Per Share (EPS) PT Bank Mega Tbk, sedangkan Biaya Operasional terhadap Pendapatan Operasional (BOPO) berpengaruh negatif signifikan terhadap EPS. Return On Equity (ROE) terbukti berpengaruh positif signifikan terhadap EPS. Secara simultan. NPL. BOPO, dan ROE berpengaruh signifikan terhadap EPS pada periode penelitian. Berdasarkan temuan tersebut, disarankan agar manajemen PT Bank Mega Tbk memperketat seleksi penyaluran kredit untuk menjaga rasio NPL tetap rendah, mengoptimalkan pengelolaan biaya operasional guna menekan rasio BOPO, serta mempertahankan pengelolaan modal yang efisien untuk menjaga ROE pada tingkat optimal. Penelitian selanjutnya diharapkan dapat menambah variabel lain yang relevan, memperluas objek penelitian, dan memperpanjang periode pengamatan agar diperoleh hasil yang lebih DAFTAR PUSTAKA