Jurnal CyberTech Vol. No. Agustus 2020, pp. P-ISSN:1978-6603 E-ISSN : 2615-3475 Sistem Pendukung Keputusan Untuk Menentukan Data Penduduk Yang Mendapatkan Kegiatan Program Bpnt (Bantuan Pangan Non Tuna. Dengan Metode Additive Ratio Assessment Pada Unit Pemukiman Transmigrasi Hanisa Tanjung *. Marsono**. Jufri Halim** * Sistem Informasi. STMIK Triguna Dharma ** Sistem Informasi. STMIK Triguna Dharma Article Info Article history: Received Jun 12th, 2020 Revised Aug 20th, 2020 Accepted Aug 26th, 2020 Keyword: Sistem Pendukung Keputusan. ARAS. BPNT ABSTRACT Kemiskinan di Indonesia merupakan masalah rumit yang memerlukan penanganan dan program tindakan yang berkelanjutan. Dalam upaya mengentaskan kemiskinan dan meningkatkan akses masyarakat terhadap pangan, pemerintah menggunakan berbagai program. Salah satunya adalah Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) yang sebelumnya program pengganti dari Program Beras Sejahtera (Rastr. Program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) merupakan bantuan pangan yang disalurkan secara non tunai dari pemerintah kepada keluarga penerima manfaat (KPM) setiap bulan, melalui akun elektronik yang digunakan hanya untuk membeli bahan pangan di pedagang pangan/e-warung yang telah bekerjasama dengan Bank HIMBARA (Himpunan Bank Milik Negar. Dari analisa maka diperoleh gambaran bahwa sistem pendukung keputusan yang mendapatkan bantuan pangan non tunai (BPNT) pada unit pemukiman transmigrasi dapat dilakukan dengan menerapkan metode additive ratio assessment dan menggunakan aplikasi pemrograman web yang disesuaikan dengan kebutuhan, sehingga pengguna lebih mudah memperoleh hasil yang terbaik. Dengan adanya aplikasi sistem pendukung keputusan tersebut diharapkan dapat membantu menyelesaikan masalah dan dengan mempermudah pengerjaan dalam penggunaan sistem Copyright A 2020 STMIK Triguna Dharma. All rights reserved. Corresponding Author: *First Author Nama : Hanisa Tanjung Program Studi Sistem Informasi STMIK Triguna Dharma Email: hanisatanjung@gmail. PENDAHULUAN Kerentanan Pangan di Indonesia merupakan tantangan yang dihadapi pemerintah dari masa ke masa. Kemiskinan merupakan masalah rumit yang memerlukan penanganan dan program tindakan yang Dalam upaya mengentaskan kemiskinan dan meningkatkan akses masyarakat terhadap pangan, pemerintah menggunakan berbagai program. Salah satunya adalah Program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) yang sebelumnya program pengganti dari Program Beras Sejahtera (Rastr. Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) merupakan bantuan pangan yang disalurkan secara non tunai dari pemerintah kepada keluarga penerima manfaat (KPM) setiap bulan, melalui akun elektonik yang digunakan hanya untuk membeli bahan pangan di pedagang pangan/e-warung yang telah bekerjasama dengan Bank HIMBARA (Himpunan Bank Milik Negar. Hampir seluruh Desa di Kecamatan Muara Batang Gadis sudah menerima bantuan dalam bentuk beras sejak tahun 2002 yaitu berawal dari program subsidi beras bagi masyarakat berpendapatan rendah (Raski. Dan Desa Transmigrasi Singkuang merupakan salah satu Desa yang berada pada Kecamatan Muara Batang Gadis Kabupaten Mandailing Natal yang juga sudah menerima bantuan program subsidi beras (Raski. Bantuan program Raskin di Desa Trasmigrasi sebesar 15kg beras setiap bulannya. Dengan berjalannya waktu program pemerintah yang tadinya bernama Program Raskin akhirnya tanggal 18 Agustus 2015 diganti menjadi A P-ISSN : 1978-6603 E-ISSN : 2615-3475 program Bantuan Sosial Keluarga Sejahtera (Rastr. , bantuan dari pemerintah tersebut menjadi 10kg beras setiap bulannya dan tidak dikenakan biaya untuk menebusnya . Dan pada tanggal 25 November 2018 pemerintah mengganti kembali menjadi program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), bantuan dari pemerintah tersebut sebesar Rp. 000,-/KPM/bulan di akhir bulan maret 2020 yang tidak dapat dicairkan dalam bentuk uang, tapi dalam bentuk beras dan telur. Hal ini dilakukan oleh pemerintah agar dapat mendorong usaha eceran rakyat dan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) bukan hanya mendapatkan karbohidrat saja tetapi juga protein seperti telur, maka dari itu Presiden Republik Indonesia telah menetapkan PERPRES RI Nomor 63 Tahun 2017, tentang Penyaluran Bantuan Sosial Secara Non Tunai . Tujuan program bantuan pangan non tunai (BPNT) adalah untuk mengurangi beban pengeluaran kebutuhan pangan masyarakat kepada keluarga penerima manfaat (KPM). Hal ini telah diatur pada PERMENSOS No. 10 Tahun 2017 tentang Program Keluarga Harapan (PKH) . Pada Program BPNT di Unit Pemukiman Transmigrasi ini tidak semua Keluarga Penerima Manfaat (KPM) menerima PKH hanya yang benar-benar membutuhkan atau yang paling miskin saja yang menerimanya, tetapi semua penerima PKH sudah pasti menerima program BPNT. Sistem Pendukung Keputusan adalah sistem yang bertujuan untuk membantu seseorang dalam mengambil keputusan yang akurat dan mendukung solusi atas suatu masalah. Agar tujuan tersebut dapat tercapai dengan baik, maka dibantu dengan menggunakan Metode Additive Ratio Assessment (ARAS) . Berdasarkan uraian latar belakang tersebut, maka peneliti melakukan penelitian dengan judul AuSistem Pendukung Keputusan Untuk Menentukan Data Penduduk Yang Mendapatkan Kegiatan Program BPNT (Bantuan Pangan Non Tuna. Dengan Metode Additive Ratio Assessment Pada Unit Pemukiman Transmigrasi Ay. METODE PENELITIAN Sistem Pendukung Keputusan Sistem Pendukung Keputusan merupakan suatu sistem penghasil informasi yang ditujukan untuk suatu masalah yang harus dipecahkan oleh manajer sehingga dapat membantu manajer dalam mengambil Sistem yang digunakan untuk membantu mengambil keputusan dalam situasi yang semi terstruktur dan situasi yang tidak terstruktur dimana tak seorangpun tahu secara pasti bagaimana keputusan seharusnya . 2 Metode Additive Ratio Assessment Metode ARAS dikembangkan oleh Zavadskas pada tahun 2010. Menurut metode ARAS, nilai fungsi utilitas menentukan efesiensi relative kompleks dari alternatif yang layak berbanding lurus dengan efek relatif dari nilai dan bobot kriteria utama dipertimbangkan dalam suatu proyek. Langkah-langkah perhitungan dengan metode ARAS, sebagai berikut: Langkah 1 : Pembetukan matriks pengambil keputusan. Matriks pengambil keputusan terdiri atas m alternatif yang ada . dan n kriteria . ycUycu1 U ycUycuyc U ] X = [ U ycUycn1 U ycUycnyc ( ycn = 0, yco . A yc = 1, ycu ) Dimana : m = Jumlah Alternatif, n = Jumlah Kriteria. Xij = Nilai performa dari alternatif i. Xoj = Nilai optimum dari kriteria j. Langkah 2 : Penormalisasian Decision Making Matrix. Nilai awal dari semua kriteria dinormalisasikan untuk menentukan ycuycnyc dari matriks pengambil keputusan. ycuycnyc Jika kriteria beneficial (Ma. maka dilakukan normalisasi mengikuti: ycUycnyc * = Ocyco IeDimana 1 =0 ycUycnyc : ycUycnyc * adalah nilai normalisasi Jika kriteria non beneficial maka dilakukan normalisasi: Ie Tahap 1 = ycUycnyc= 1 ycUycnyc ycuycnyc Ie Tahap 2 = ycI = Ocyco 1 =0 ycUycnyc Langkah 3 : Menentukan bobot matriks yang sudah dinormalisasikan Jurnal SAINTIKOM Vol. No. Agustus 2020 : xx Ae xx Jurnal SAINTIKOM P-ISSN : 1978-6603 E-ISSN : 2615-3475 D = . m x n = rij. IeDimana : wj = bobot kriteria Langkah 4 : Menentukan nilai dari fungsi optimalisasi (S. Si = Ocyco 1 = 1 yccycnyc O . cn = 1,2. A , yco: yc = 1,2. A , yc. Dimana Si adalah nilai fungsi optimalisasi alternatif i. Langkah 5 : Menentukan tingkatan peringkat tertinggi dari alternatif yaycn= ycIycn ycIycu Dimana Si dan So merupakan nilai kriteria optimalitas, diperoleh dari persamaan sudah jelas. 3 Bantuan Pangan Non Tunai Program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) dari beberapa penelitian sudah pernah dilakukan. Beberapa penelitian tersebut sebelumnya yang menjadi acuan penelitian adalah: Menurut Jadiaman Parhusip. AuPenerapan Metode Analytical Hierarchy Process (AHP) Pada Desain Sistem Pendukung Keputusan Pemilihan Calon Penerima Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) Di Kota Palangka RayaAy. Berpendapat bahwa penelitian ini mewujudkan pemenuhan hak-hak dasar warga secara layak. Peningkatan kesejahteraan masyarakat menjadi prioritas dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah yang meliputi 5 . sasaran pokok yaitu: pengurangan kemiskinan dan pengangguran, pengurangan kesenjangan antar wilayah, peningkatan kualitas manusia, perbaikan mutu lingkungan hidup, dan pengelolaan sumber daya alam, serta peningkatan Sasaran yang ingin dicapai melalui prioritas yaitu peningkatan kesejahteraan masyarakat khususnya masyarakat miskin sehingga angka kemiskinan dapat menurun. Menurut Yusup Rachmat Hidayat,AyDistribusi Beras Bulog Pasca Bansos Rastra Dan Bantuan Pangan Non TunaiAy. Bahwa penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kinerja operasional distribusi beras oleh BULOG setelah bantuan pemerintah untuk program kesejahteraan dan ketahanan pangan nasional yang sejak lama bernama program beras untuk rakyat miskin (RASKIN) beralih menjadi program bantuan sosial beras sejahtera (BANSOS RASTRA) dan program bantuan pangan non tunai (BPNT). Metode penelitian yang digunakan adalah gabungan antara kuantitatif dan kualitatif, dimana gabungan kedua metode tersebut cocok digunakan untuk menganalisa data yang berupa angka dan diagram serta data berupa kebijakan dan peraturan pemerintah. AuBantuan Pangan Non Tunai MemuaskanAy. E-Paper Media Indonesia, (Januari 2. mengatakan hasil riset independen yang mengevaluasi pelaksanaan program Bantuan Pangan Nontunai (BPNT) sepanjang 2018 menunjukkan 96% keluarga penerima manfaat (KPM) dan 89% e-warong menyatakan puas terhadap pelaksanaan program itu. Sejumlah indikator menunjukkan KPM dan ewarong merasakan proses BPNT saat ini mudah dan nyaman sehingga baik KPM maupun e-warong merasakan manfaat positif dari pelaksanaan BPNT tersebut. Survei itu dilakukan lembaga independen Microsave Consulting Indonesia dalam kerangka kerja sama antara Kementerian Sosial dan Bill & Melinda Gates Foundation (BMGF). Survei yang dilakukan pada Oktober- Desember 2018 mencakup 93 kota/kabupaten di 25 provinsi. 1 Konsep Kemiskinan Menurut Agung Sudjatmoko dalam Journal of Entrepreneurship. Management, and Industry (JEMI, 2. Kemiskinan merupakan terjadi karena ketidakmampuan seseorang untuk mengembangkan potensi dirinya untuk memenuhi kebutuhan dasar. 2 Konsep Pemberdayaan Menurut Ahmad Mustanir . dalam Pemberdayaan Masyarakat Kewirausahaan (Entrepreneurship Community Empowerment, 2. Pemberdayaan merupakan Suatu kegiatan meningkatkan kekuasaan kepada masyarakat yang kurang beruntung secara berkesinambungan, dinamis dan berupaya membangun daya untuk mendorong dan memotivasi masyarakat agar ikut serta dalam mengelola semua potensi yang ada. 3 Konsep Program Menurut Penni Veronika dalam Pengembangan Sistem Informasi Publikasi Ilmiah Mahasiswa (Thesis, 2. Pemograman adalah sekumpulan instruksi atau perintah tertulis yang dibuat oleh manusia, dan dibuat secara logis untuk memerintahan komputer agar melakukan langkah atau proses tertentu dalam menyelesaikan suatu masalah. Title of manuscript is short and clear, implies research results (First Autho. A P-ISSN : 1978-6603 E-ISSN : 2615-3475 4 Analisa Perancangan Sistem Analisa sistem adalah penguraian dari suatu sistem informasi yang utuh ke dalam komponennya dengan maksud untuk mengidentifikasi dan mengevaluasi permasalahan atau hambatan yang akan terjadi serta kebutuhan yang diharapkan sehingga dapat diusulkan perbaikan. Perancangan sistem merupakan merancang atau mendesign sebuah sistem yang dimana terdapat langkah-langkah operasi dalam proses pengolahan data. Bagian dalam perancangan sistem, yaitu: perancangan database, perancangan proses, dan perancangan interface. 1 UML (Unified Modeling Languag. UML singkatan dari Unified Modeling Language yang berarti bahasa pemodelan standart. (Chonoles, 2003: bab. mengatakan sebagai bahasa, berarti UML memiliki sintak dan semantic. Unified Modeling Language juga merupakan bahasa visual untuk pemodelan dan komunikasi mengenai sebuah sistem dengan menggunakan diagram dan teks-teks pendukung dan merupakan salah standart bahasa yang banyak digunakan di dunia industri untuk mendefinisikan requirement, membuat analisis dan design, serta menggambarkan arsitektur dalam pemograman berorientasi objek. 2 Bagan Alir (Flowchar. Flowchart adalah suatu bagan dengan simbol-simbol tertentu yang menggambarkan urutan proses secara mendetail dan hubungan antara suatu proses . dengan proses lainnya dalam suatu program . Dalam perancangan flowchart sebenarnya tidak ada rumus atau patokan yang bersifat mutlak . Hal ini didasari oleh flowchart . agan ali. adalah sebuah gambaran dari hasil pemikiran dalam menganalisa suatu permasalahan dalam komputer, karena dalam setiap analisa akan menghasilkan hasil yang bervariasi antara satu dan lainnya. Secara garis besar setiap perancangan flowchart selalu terdiri dari tiga bagian,yaitu: Input. Proses, dan Output. 5 Aplikasi Pengembangan Sistem 1 Pengertian Metode Waterfall Metode Waterfall merupakan salah satu model pengembangan perangkat lunak yang ada di dalam model SDLC (Sequencial Development Life Cycl. Menurut Pressman Pressman Aumodel waterfall adalah model klasik yang bersifat sistematis, berurutan dalam membangun software. 2 Pengertian MYSQL Menurut Arif dan Sujana Cristian . MySQL merupakan salah satu jenis database server yang sangat terkenal dan banyak digunakan untuk membangun aplikasi web yang digunakan database sebagai sumber dan pengolahan datanya. 3 Pengertian XAMPP XAMPP adalah perangkat lunak bebas yang mendukung banyak sistem operasi, merupakan kompilasi dari beberapa program. Fungsinya adalah sebagai server yang berdiri sendiri . , yang terdiri dari atas program Apache HTTP Server. MySQL database, dan penerjemah bahasa yang ditulis dengan bahasa pemograman PHP dan Perl. 4 Pengertian CodeIgniter Menurut Supono dan Putratama . Codeigniter adalah aplikasi open source yang berupa framework dengan model MVC (Model. View. Controlle. untuk membangun website dinamis dengan menggunakan PHP. 5 Pengertian Sublime Text Menurut Faridl . menjelaskan bahwa. AuSublime Text adalah text editor berbasis Phyton, sebuah text editor yang elegan, kaya fitur, cross platform, mudah dan simple yang cukup terkenal di kalangan developer . , penulis dan desainerAy . ANALISA DAN HASIL Metode penelitian umumnya menggunakan konsep metodologi penelitian jenis Research and Development . Penelitian merupakan pencarian terencana atau penyelidikan kritis yang bertujuan untuk Jurnal SAINTIKOM Vol. No. Agustus 2020 : xx Ae xx Jurnal SAINTIKOM P-ISSN : 1978-6603 E-ISSN : 2615-3475 menemukan pengetahuan. Dalam teknik pengumpulan data terdapat beberapa cara yang dilakukan diantaranya yaitu dengan melakukan observasi, maka dilakukan pengamatan dengan datang langsung ke tempat studi kasus dalam mencari data yaitu di Unit Pemukiman Transmigrasi untuk mendapatkan informasi tentang data penduduk yang akan mendapatkan bantuan tersebut. Dengan melakukan wawancara, maka dilakukan percakapan dengan seorang kades yaitu M. Nur Sitanggang yang merupakan seorang Kepala Desa di Unit Pemukiman Transmigrasi. Untuk mendapatkan informasi yang tepat dan lengkap tentang data bantuan pangan non tunai, selain itu juga peneliti mencoba mencari data sekunder dengan melakukan surfing di mesin pencarian terkait hal-hal penting yang menyangkut BPNT tersebut. Tabel 3. 2 Tabel Keterangan Kriteria Code Kriteria Fasilitas Jamban Sumber Air Memasak Sumber Penerangan Bahan Bakar Memasak Konsumsi Daging atau Susu Kemampuan Membeli Pakaian C10 Kuantitas Makan Harian C11 C12 C13 C14 Kriteria Bobot Luas Lantai Bangunan Tempat Tinggal Jenis Lantai Bangunan Tempat Tinggal Jenis Dinding Bangunan Tempat Tinggal Kemampuan Membayar Obat Kepuskesmas atau Klinik Penghasilan dari Pekerjaan Utama Kepala Keluarga Pendidikan Tinggi Kepala Keluarga Jumlah Harta yang Dimiliki Berdasarkan data yang didapat tersebut perlu dilakukan konversi setiap kriteria untuk dapat dilakukan pengolahan kedalam metode ARAS. Berikut ini adalah tabel konversi dari kriteria yang digunakan: Asumsi Di bawah 8 meter persegi Di atas 8 meter persegi Bobot Asumsi Ada Tidak Ada Bobot Asumsi Air Sungai Air Hujan Air Sumur PAM Asumsi Tanah Bambu Kayu Berkualitas Rendah Keramik Bahan Berkualitas Tinggi Bobot Asumsi Bobot Bobot Bambu Rumbia Kayu Berkualitas Rendah Papan Title of manuscript is short and clear, implies research results (First Autho. A P-ISSN : 1978-6603 E-ISSN : 2615-3475 Asumsi Air Sungai Air Hujan Air Sumur PAM Bobot Asumsi Listrik Bukan Listrik Bobot Asumsi Kayu atau Arang Bahan Bakar Minyak Bahan Bakar Gas Bobot Dinding Batu Asumsi Bobot 1 kali makan sehari 2 kali makan sehari Di atas 2 kali makan sehari Bobot Asumsi Tidak Mampu Berobat Ke Puskesmas Mampu Berobat Ke Puskesmas Asumsi Bobot Bobot Bobot C1 1 C1 Asumsi Asumsi Tidak Pernah Tidak Mampu Membeli Pernah 2 Nama Mampu Membeli C C Alternatif Ahmad Bachruddin Amin Rais Amri Darmawan Bobot Bobot C 1C C 2C 0 - 600 ribu/bulan Di Asumsi atas 600 ribu - 1 Tidak Pernah Sekolah juta/perbulan Di atas SD 1jt/bulan SMP Sederajat SMA Sederajat Asumsi Diploma / Sarjana Harta yang dimiliki 0 -500 ribu C1 C CDi atas C1500C1 Anto Sunyoto Anto Surbakti Hasil Konversi Data Alternatif Hasil Matriks Keputusan Jurnal SAINTIKOM Vol. No. Agustus 2020 : xx Ae xx Jurnal SAINTIKOM P-ISSN : 1978-6603 E-ISSN : 2615-3475 Berikut ini adalah normalisasi matriks keputusan dari nilai alternatif sesuai dengan jenis kriterianya dengan ketentuan: Rumus : ycUycnyc ycUycnyc = yco Ocycn=0 ycUycnyc Normalisasi untuk kriteria 1 (C. A01 = = 0,0153 A431 = = 0,0076 A11 = = 0,0076 A441 = A21 = = 0,0153 Normalisasi untuk kriteria 2 (C. A02 = = 0,0208 A432 = A12 = A442 = = 0,0208 A22 = = 0,0083 Normalisasi untuk kriteria 3 (C. A03 = = 0,0233 A433 = A13 = A443 = = 0,0233 A23 = = 0,0047 Normalisasi untuk kriteria 4 (C. A04 = = 0,0154 A434 = A14 = A444 = = 0,0077 = 0,0153 = 0,0083 = 0,0208 = 0,0047 = 0,0186 = 0,0077 = 0,0154 A24 = = 0,0077 hasil normalisasi matriks keputusan 0,01527 0,01527 0,02083 0,00763 0,02083 Menentukan tingkatan peringkat tertinggi dari setiap alternative Rumus : yc ycyeO = yeO . K1 = K2 = K3 = K4 = K5 = 0,013767 0,018537 0,009264 0,018537 0,013462 0,018537 0,009484 0,018537 0,012777 0,018537 = 0,742677 = 0,499757 = 0,726223 = 0,511625 = 0,68927 Hasil Perangkingan Metode ARAS Nama Alternatif Nilai . aO ya ) Opsi Ahmad Bachruddin 0,742677 Memenuhi Amin Rais 0,499757 Tidak Memenuhi Amri Darmawan 0,726223 Memenuhi Anto Sunyoto 0,511625 Tidak Memenuhi Anto Surbakti 0,68927 Memenuhi Title of manuscript is short and clear, implies research results (First Autho. A P-ISSN : 1978-6603 E-ISSN : 2615-3475 Implementasi Sistem Implementasi merupakan langkah yang digunakan untuk mengoperasikan sistem yang telah dibangun. Pada bab ini akan dijelaskan bagaimana menjalankan sistem yang telah dibangun tersebut. Di bawah ini merupakan tampilan dari implementasi Sistem Pendukung Keputusan metode Additive Ratio Assessment (ARAS) dalam menentukan data penduduk yang menerima bantuan. Implementasi sistem adalah suatu prosedur yang dilakukan untuk menyelesaikan sistem yang ada dalam dokumen rancangan yang telah Tampilan Halaman Utama Pengguna Halaman ini adalah halaman yang pertama kali muncul ketika sistem dijalankan atau diakses oleh Gambar 4. 1 Tampilan Halaman Utama Pengguna Pada halaman ini pengguna dapat melakukan aktifitas seperti dapat melakukan login jika menginput username dan password. Setelah itu, pengunjung dapat memulai melakukan pengisian data pribadi calon penerima bantuan dengan mengklik tombol Daftar, kemudian klik tombol Next, maka secara otomatis data tersebut akan diproses oleh sistem. Gambar 4. 2 Tampilan Halaman Informasi Calon Penerima Tampilan Halaman Data Kriteria Halaman data kriteria merupakan halaman ketiga yang muncul ketika sistem di akses. Dari halaman inilah sistem menentukan pengguna untuk lanjut ke halaman pengolahan data Sistem Pendukung Keputusan calon penerima BPNT. Jurnal SAINTIKOM Vol. No. Agustus 2020 : xx Ae xx Jurnal SAINTIKOM P-ISSN : 1978-6603 E-ISSN : 2615-3475 Gambar 4. 3 Tampilan Halaman Data Kriteria Tampilan Halaman Data Calon Penerima Pada halaman ini, pengguna dapat melihat data keseluruhan calon penerima bantuan pangan non tunai yang telah diinput dan diproses oleh sistem. Gambar 4. 4 Tampilan Halaman Data Calon Penerima Tampilan Halaman Data Penerima Dalam Proses ARAS Pada halaman ini, pengguna dapat melihat nama-nama penerima bantuan pangan non tunai setelah proses dari metode ARAS. Gambar 4. 5 Tampilan Halaman Data Penerima Dalam Proses ARAS 3 Pengujian Setelah melakukan proses implementasi, proses selanjutnya adalah melakukan pengujian terhadap sistem yang telah dibangun. Pengujian ini dilakukan guna melihat hasil perancangan dan perhitungan yang ada di bab i sesuai dengan hasil yang ditampilkan pada sistem. Keluaran yang di hasilkan oleh sistem akan di sesuaikan dengan hasil perhitungan dengan menginput data kriteria. Title of manuscript is short and clear, implies research results (First Autho. A P-ISSN : 1978-6603 E-ISSN : 2615-3475 Gambar 4. 6 Tampilan Laporan Hasil Penerima BPNT Setelah dilakukan pengujian, maka menghasilkan sebuah hasil penerima bantuan yang kemudian menghasilkan sebuah laporan yang sesuai dengan hasil konsultasi dengan sistem. Kesimpulan Berdasarkan pada permasalahan yang terjadi dalam kasus yang diangkat tentang proses penerima bantuan pangan non tunai, dengan menggunakan metode Additive Ratio Assessment (ARAS) maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut: Dengan adanya kerentanan pangan di Indonesia, pemerintah melakukan penanganan dengan menggunakan berbagai program. Salah satunya adalah Program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) yang merupakan bantuan pangan yang disalurkan secara non tunai dari pemerintah kepada keluarga penerima manfaat (KPM) setiap bulannya. Dengan kondisi sosial ekonomi 35% penduduk yang terendah di daerah Unit Pemukiman Transmigrasi tersebut, masyarakat akan sangat terbantu dengan adanya program bantuan sosial secara non tunai. Besaran bantuan pangan non tunai adalah Rp. /KPM di akhir bulan maret 2020. Berdasarkan sistem yang telah dibangun, sistem ini dapat dioperasikan di daerah/kota manapun karna bisa diakses secara online UCAPAN TERIMA KASIH Mengucapkan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya kepada pihak-pihak yang telah membantu menyelesaikan artikel ilmiah ini, khususnya bapak Marsono. Kom. ,M. Kom selaku Dosen Pembimbing I yang telah banyak memberikan bimbingan serta arahan, dan juga kepada bapak Jufri Halim S. ,M. Kom selaku Dosen Pembimbing II yang senantiasa membimbing dan memberi masukan, serta tak lupa kedua orangtua tercinta yang selalu memberikan dukungan penuh dan juga buat teman-teman saya yang telah membantu dan mensuport saya selalu. REFERENSI