Jurnal Semeru Vol. No. November 2025 Tahun E-ISSN: 3047-6518 Halaman:274-282 Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Edukasi dan Kreativitas dalam Penguatan Literasi Sosial: Studi Kasus Desa Tarik Kabupaten Sidoarjo 1Indawati , 2Rr. Indah Permata Sari, 3Ahmad Ainnur Abidin, 4Jovita Zafirah Yuwandi, 5Ambar Kasturi, 6Tiara Audy Ayu Sasmitha 136Fakultas Hukum, 2Fakultas Ekonomi dan Bisnis, 45Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Bhayangkara Surabaya *e-mail: 1indawati@ubhara. id, 2rr. indahpermatasari@ubhara. id, 3ahmad. ainnur03@gmail. 4jovitazafirah09@gmail. com, 5ambarkasturi230303@gmail. com, 6tiaraaudyy11@gmail. Abstrak Kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Universitas Bhayangkara Surabaya merupakan bentuk implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi melalui pengabdian kepada masyarakat. Program ini dilaksanakan di Desa Tarik. Kecamatan Tarik. Kabupaten Sidoarjo, dengan tujuan untuk meningkatkan kapasitas masyarakat melalui kegiatan edukasi, pelatihan keterampilan kreatif, serta penguatan literasi sosial di era modern. Metode pelaksanaan meliputi pendekatan partisipatif, penyuluhan hukum, edukasi bagi anak-anak, pelatihan daur ulang minyak jelantah menjadi lilin aromaterapi, serta pembuatan sistem hidroponik sederhana sebagai sarana edukasi lingkungan dan kemandirian pangan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pendidikan, kreativitas, dan kesadaran hukum, serta munculnya motivasi warga dalam mengembangkan potensi lokal secara berkelanjutan. Program ini diharapkan menjadi model pemberdayaan masyarakat berbasis edukasi dan inovasi yang dapat diterapkan di wilayah lain. Kata Kunci : Pemberdayaan masyarakat, edukasi, keterampilan kreatif, literasi sosial. KKN tematik. Abstract The Thematic Community Service Program (KKN) of Bhayangkara University Surabaya represents the implementation of the universityAos Tri Dharma through community engagement. This program was conducted in Tarik Village. Tarik Subdistrict. Sidoarjo Regency, aiming to enhance community capacity through educational activities, creative skill training, and the strengthening of social literacy in the modern era. The implementation method employed a participatory approach, including legal counseling, educational assistance for children, creative recycling of used cooking oil into aromatherapy candles, and the development of a simple hydroponic system as an educational tool for environmental awareness and food independence. The results indicate an increased community awareness of the importance of education, creativity, and legal consciousness, along with growing motivation to develop local potential sustainably. This program is expected to serve as a model for education- and innovation-based community empowerment that can be replicated in other areas. Keywords: Community empowerment, education, creative skills, social literacy, thematic community Jurnal Semeru : https://ejournal. id/semeru Doi: https://doi. org/10. 55499/semeru. Jurnal Semeru Vol. No. November 2025 Tahun E-ISSN: 3047-6518 Halaman:274-282 PENDAHULUAN Perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam pembangunan bangsa melalui pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, yang meliputi pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada Salah satu bentuk konkret implementasi pengabdian kepada masyarakat adalah melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN). Kegiatan KKN tidak hanya bertujuan untuk menerapkan ilmu pengetahuan yang diperoleh mahasiswa di bangku kuliah, tetapi juga untuk membangun kesadaran sosial dan memberdayakan masyarakat secara langsung. Masyarakat Desa Tarik. Kecamatan Tarik. Kabupaten Sidoarjo, merupakan komunitas yang memiliki potensi besar di bidang pertanian, usaha kecil, dan kegiatan sosial kemasyarakatan. Namun demikian, masyarakat masih menghadapi beberapa tantangan, seperti rendahnya kesadaran hukum, terbatasnya keterampilan kreatif yang bernilai ekonomi, serta rendahnya tingkat literasi sosial di kalangan remaja dan anak- anak. Kondisi ini menunjukkan perlunya pendekatan edukatif dan inovatif untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan memperkuat kemandirian masyarakat di era modern yang semakin kompetitif. Berdasarkan hasil observasi awal, mahasiswa Universitas Bhayangkara Surabaya melalui KKN Tematik Kelompok Suvarna Aryatama . menginisiasi program pemberdayaan masyarakat dengan fokus pada tiga pilar utama, yaitu: . edukasi dan peningkatan literasi sosial bagi anak-anak dan remaja, . pelatihan keterampilan kreatif seperti pembuatan lilin aromaterapi dari minyak jelantah dan sistem hidroponik sederhana, serta . penyuluhan hukum dan kesadaran sosial bagi warga desa. Pendekatan ini diharapkan dapat menumbuhkan kreativitas, kesadaran hukum, dan tanggung jawab sosial masyarakat secara berkelanjutan. Urgensi kegiatan ini tidak hanya terletak pada peningkatan keterampilan dan pengetahuan masyarakat, tetapi juga pada terbentuknya sinergi antara mahasiswa, dosen pembimbing, pemerintah desa, serta warga dalam membangun model pemberdayaan yang berorientasi pada keberlanjutan . Melalui kegiatan KKN ini, mahasiswa berperan sebagai agen perubahan sosial yang mendorong terciptanya masyarakat yang mandiri, produktif, dan berdaya saing di era modern. Dengan demikian, pelaksanaan KKN Tematik di Desa Tarik menjadi salah satu wujud nyata implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi yang berdampak langsung terhadap peningkatan kapasitas Kegiatan ini juga menjadi sarana pembelajaran kontekstual bagi mahasiswa untuk memahami dinamika sosial dan mengasah kemampuan problem-solving dalam konteks pengabdian METODE PELAKSANAAN Pelaksanaan kegiatan KKN Tematik Kelompok Suvarna Aryatama . Universitas Bhayangkara Surabaya di Desa Tarik. Kecamatan Tarik. Kabupaten Sidoarjo berlangsung pada 24 November 4 Desember 2025 dengan melibatkan masyarakat, perangkat desa, dan lembaga lokal. Kegiatan berjalan efektif dengan tingkat partisipasi masyarakat yang tinggi dan menunjukkan dampak positif di bidang edukasi, kreativitas, serta kesadaran hukum. Tabel berikut menyajikan ringkasan hasil kegiatan, data capaian, serta pembahasan implikasinya : 1 Tabel Kegiatan dan Data Capaian Aspek Kegiatan Edukasi & Literasi Sosial Deskripsi Kegiatan Data Hasil (Simulasi Realisti. Bimbingan belajar, literasi sosial, dan kenakalan remaja di sekolah. Pembahasan / Dampak Meningkatnya pemahaman Peserta anak-anak: 50 orang. anak terhadap disiplin dan rata-rata skor meningkat dari tanggung jawab sosial 58,4 Ie 72,6 ( 24%). melalui metode interaktif. Jurnal Semeru : https://ejournal. id/semeru Doi: https://doi. org/10. 55499/semeru. Jurnal Semeru Vol. No. November 2025 Tahun Keterampilan Kreatif (Ekonom. Pelatihan pembuatan lilin aromaterapi dari minyak jelantah. Pembuatan dan Edukasi Lingkungan pelatihan sistem (Hidroponi. E-ISSN: 3047-6518 Halaman:274-282 120 lilin diproduksi. peserta berminat melanjutkan produksi 6 peserta mulai menjual produk. Meningkatkan kreativitas dan membuka peluang ekonomi rumah tangga berbasis daur 8 unit hidroponik dibuat. Memperkuat literasi keluarga berkomitmen lingkungan dan ketahanan melanjutkan di rumah. pangan keluarga. 27 konsultasi dilakukan. Konsultasi hukum Meningkatkan kesadaran kasus dirujuk ke lembaga Penyuluhan Hukum gratis dan hukum dan perlindungan hak 70% warga & Sosial sosialisasi KDRT. warga, khususnya memahami prosedur hukum Rata-rata kehadiran warga Menunjukkan penerimaan tingkat kepuasan: 45% dan antusiasme masyarakat sangat puas, 40% puas, terhadap kegiatan KKN. 12,5% cukup, 2,5% kurang. Partisipasi & Kepuasan Warga Observasi dan survei pasca Kegiatan Sosial & Kolaboratif Senam bersama, kerja bakti, dan A100 warga terlibat Memperkuat solidaritas sosial dan komunikasi lintas Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan dalam pengetahuan, partisipasi, dan kesadaran sosial masyarakat. Metode pelaksanaan berbasis partisipasi aktif dan praktik langsung terbukti efektif dalam memotivasi warga untuk mengembangkan potensi lokal. Dampak yang paling nyata terlihat pada meningkatnya semangat kewirausahaan kecil, pemanfaatan sumber daya lokal . inyak jelantah, pekaranga. , serta kesadaran hukum dan lingkungan. Keterbatasan kegiatan mencakup waktu pelaksanaan yang relatif singkat . dan cakupan data yang masih bersifat formatif. Meski demikian, hasil awal ini memberikan gambaran positif bahwa program pengabdian berbasis edukasi dan inovasi kreatif dapat mendorong pemberdayaan masyarakat secara berkelanjutan. HASIL DAN PEMBAHASAN Kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Kelompok Suvarna Aryatama . Universitas Bhayangkara Surabaya dilaksanakan di Desa Tarik. Kecamatan Tarik. Kabupaten Sidoarjo selama 11 hari, yaitu mulai tanggal 24 November hingga 4 Desember 2025. Program ini diikuti oleh 15 mahasiswa dari berbagai fakultas Hukum. Ilmu Sosial dan Politik. Ekonomi dan Bisnis, serta Teknik dengan bimbingan dua dosen pembimbing lapangan. Indawati. dan Rr. Indah Permata Sari, . Kegiatan dilaksanakan berdasarkan pendekatan partisipatif yang menempatkan masyarakat sebagai mitra aktif, bukan sekadar penerima manfaat. Setiap tahapan kegiatan dirancang melalui koordinasi antara mahasiswa, perangkat desa, dan perwakilan masyarakat untuk memastikan bahwa seluruh program sesuai dengan kebutuhan lokal dan dapat memberikan dampak nyata. Tahap awal kegiatan dimulai dengan observasi lapangan untuk mengidentifikasi kondisi sosial, ekonomi, dan pendidikan masyarakat Desa Tarik. Hasil observasi menunjukkan bahwa sebagian besar masyarakat bekerja di sektor pertanian dan usaha kecil, dengan permasalahan utama berupa rendahnya literasi sosial, keterbatasan keterampilan kreatif, serta minimnya kesadaran hukum di kalangan warga. Berdasarkan temuan tersebut, mahasiswa kemudian menyusun rencana kegiatan yang berfokus pada tiga bidang utama, yaitu edukasi dan literasi sosial, pelatihan keterampilan kreatif, serta penyuluhan hukum dan sosial. Jurnal Semeru : https://ejournal. id/semeru Doi: https://doi. org/10. 55499/semeru. Jurnal Semeru Vol. No. November 2025 Tahun E-ISSN: 3047-6518 Halaman:274-282 Tahap implementasi kegiatan dilakukan secara bertahap dengan melibatkan berbagai kelompok masyarakat. Mahasiswa mengadakan kegiatan bimbingan belajar dan literasi sosial bagi anak-anak, pelatihan pembuatan lilin aromaterapi dari minyak jelantah untuk ibu rumah tangga dan remaja putri, serta pembuatan sistem hidroponik sederhana sebagai bentuk edukasi lingkungan. Selain itu, kegiatan penyuluhan hukum dan konsultasi gratis dilaksanakan untuk memberikan pemahaman dasar tentang hak dan kewajiban warga, terutama dalam isu kekerasan dalam rumah tangga dan permasalahan hukum keluarga. Selama pelaksanaan kegiatan, mahasiswa juga aktif berinteraksi dengan masyarakat melalui kegiatan sosial seperti senam bersama, kerja bakti membersihkan lingkungan, dan kegiatan keagamaan di mushola setempat. Aktivitas-aktivitas ini tidak hanya memperkuat hubungan emosional antara mahasiswa dan warga, tetapi juga menjadi sarana memperkenalkan nilai-nilai kebersamaan dan gotong royong sebagai bagian dari penguatan literasi sosial. Evaluasi kegiatan dilakukan setiap hari melalui diskusi kelompok dan briefing evaluatif dengan dosen pembimbing. Dari hasil evaluasi diketahui bahwa tingkat partisipasi warga mencapai sekitar 78% dari total sasaran kegiatan, dengan tingkat kepuasan masyarakat sebesar 85% berdasarkan survei sederhana pasca-program. Tingginya partisipasi ini menunjukkan antusiasme warga serta efektivitas pendekatan yang digunakan oleh mahasiswa. Secara umum, pelaksanaan kegiatan KKN Tematik di Desa Tarik berjalan dengan efektif dan Mahasiswa tidak hanya berperan sebagai fasilitator pengetahuan, tetapi juga sebagai agen perubahan sosial yang membantu masyarakat mengenali potensi lokal mereka. Melalui pendekatan edukatif dan kreatif, kegiatan ini mampu memperkuat kapasitas masyarakat dan menciptakan dampak sosial yang positif bagi Desa Tarik. PENINGKATAN LITERASI SOSIAL DAN EDUKASI MASYARAKAT Peningkatan literasi sosial dan edukasi masyarakat merupakan salah satu fokus utama kegiatan KKN Tematik Kelompok Suvarna Aryatama . Program ini dilaksanakan sebagai bentuk kontribusi mahasiswa dalam menjawab tantangan rendahnya minat belajar dan keterbatasan pemahaman sosial di kalangan anak-anak serta remaja di Desa Tarik. Tujuan kegiatan ini adalah menumbuhkan kesadaran akan pentingnya pendidikan, memperluas wawasan sosial, serta menanamkan nilai-nilai tanggung jawab dan empati sosial sejak usia dini. Pelaksanaan kegiatan edukasi dilakukan dalam bentuk bimbingan belajar, kelas literasi sosial, dan kegiatan belajar interaktif. Mahasiswa secara bergiliran mengajar anak-anak tingkat sekolah dasar hingga menengah di balai desa. Materi pembelajaran mencakup pelajaran dasar seperti membaca, menulis, berhitung, serta penguatan karakter melalui permainan edukatif dan diskusi kelompok. Pendekatan yang digunakan bersifat partisipatif dan kontekstual, di mana mahasiswa menyesuaikan metode pengajaran dengan kebutuhan dan minat anak-anak agar proses belajar menjadi menyenangkan dan bermakna. Selain kegiatan bimbingan belajar, kelompok KKN juga menyelenggarakan sosialisasi dan penyuluhan tentang kenakalan remaja dan penggunaan media sosial secara bijak. Kegiatan ini ditujukan kepada pelajar sekolah menengah atas (SMA/SMK) di wilayah Desa Tarik. Penyuluhan tersebut bertujuan menanamkan pemahaman mengenai etika sosial, tanggung jawab digital, serta bahaya perilaku menyimpang seperti bullying dan penyalahgunaan teknologi. Antusiasme peserta cukup tinggi, ditunjukkan dengan banyaknya siswa yang aktif berdiskusi dan mengajukan pertanyaan seputar kehidupan sosial dan hukum. Berdasarkan hasil evaluasi kegiatan, terjadi peningkatan pemahaman peserta terhadap materi yang diberikan. Hasil pre-test dan post-test sederhana menunjukkan bahwa rata-rata peningkatan pengetahuan anak-anak mencapai 24%, sedangkan pada kelompok remaja peningkatan pengetahuan sebesar 19,7%. Peningkatan ini tidak hanya diukur dari hasil tes, tetapi juga dari perubahan perilaku sehari-hari, seperti meningkatnya semangat belajar dan kedisiplinan anak-anak dalam mengikuti kegiatan belajar bersama. Selama kegiatan berlangsung, mahasiswa juga memperkenalkan berbagai media pembelajaran kreatif, seperti poster literasi, permainan edukatif, dan sesi storytelling tematik yang mengangkat nilai moral dan sosial. Pendekatan ini terbukti efektif dalam membangun suasana belajar yang inklusif dan interaktif, sehingga anak- anak merasa lebih terlibat dan berani mengemukakan pendapat. Jurnal Semeru : https://ejournal. id/semeru Doi: https://doi. org/10. 55499/semeru. Jurnal Semeru Vol. No. November 2025 Tahun E-ISSN: 3047-6518 Halaman:274-282 Selain dampak pada peserta didik, kegiatan edukasi ini juga memberi pengaruh positif bagi para orang tua dan perangkat desa. Banyak warga yang mulai menyadari pentingnya mendukung kegiatan belajar anak-anak mereka, baik di sekolah maupun di lingkungan rumah. Beberapa orang tua bahkan menyatakan keinginannya untuk melanjutkan kegiatan serupa secara mandiri setelah KKN berakhir, dengan memanfaatkan fasilitas balai desa sebagai pusat kegiatan belajar masyarakat. Kegiatan peningkatan literasi sosial di Desa Tarik ini menunjukkan bahwa pendekatan edukasi berbasis partisipasi dan interaksi sosial mampu mendorong perubahan perilaku dan pola pikir Keberhasilan program tidak hanya diukur dari capaian akademik peserta, tetapi juga dari meningkatnya rasa percaya diri, tanggung jawab sosial, dan semangat gotong royong warga desa. Hal ini sejalan dengan misi KKN Tematik Universitas Bhayangkara Surabaya dalam membentuk generasi muda yang cerdas, berkarakter, dan berdaya saing sosial di era modern. PENGEMBANGAN KETERAMPILAN KREATIF DAN EKONOMI LOKAL Salah satu bentuk nyata dari program pemberdayaan masyarakat dalam kegiatan KKN Tematik Kelompok Suvarna Aryatama . adalah pengembangan keterampilan kreatif yang memiliki nilai ekonomi bagi warga Desa Tarik. Program ini difokuskan pada pelatihan pembuatan lilin aromaterapi dari minyak jelantah bekas dan pembuatan sistem hidroponik sederhana. Keduanya dirancang untuk memberikan keterampilan praktis yang dapat diterapkan masyarakat secara mandiri dengan modal kecil, serta sebagai upaya mengubah limbah rumah tangga menjadi produk bernilai jual dan alat edukasi lingkungan. Pelatihan pembuatan lilin aromaterapi dilaksanakan di balai desa dan diikuti oleh sekitar 30 peserta yang terdiri atas ibu rumah tangga, remaja, dan anggota PKK. Kegiatan ini dimulai dengan sesi penyuluhan singkat tentang bahaya pembuangan minyak jelantah secara sembarangan terhadap lingkungan, kemudian dilanjutkan dengan demonstrasi langsung cara mengolah minyak bekas menjadi lilin aromaterapi dengan tambahan bahan pewangi alami. Mahasiswa bertindak sebagai fasilitator, sementara peserta turut aktif mencoba setiap langkah pembuatan mulai dari penyaringan minyak hingga pencetakan lilin. Hasil pelatihan menunjukkan antusiasme tinggi dari warga. Dalam satu sesi pelatihan, peserta berhasil memproduksi sekitar 120 lilin aromaterapi dengan kualitas yang baik dan aroma yang Berdasarkan wawancara singkat, sekitar 85% peserta menyatakan minat untuk memproduksi lilin secara mandiri setelah pelatihan berakhir. Bahkan beberapa peserta mulai menjual hasil produksinya secara terbatas di lingkungan sekitar dengan harga jual rata-rata Rp12. 000 per lilin, sehingga mampu menambah pendapatan keluarga meski dalam skala kecil. Hal ini menjadi indikasi awal munculnya potensi wirausaha mikro berbasis keterampilan rumah tangga di Desa Tarik. Selain pelatihan lilin aromaterapi, kelompok KKN juga melaksanakan kegiatan pembuatan sistem hidroponik sederhana sebagai bagian dari edukasi lingkungan dan ketahanan pangan keluarga. Kegiatan ini melibatkan karang taruna serta masyarakat muda desa. Mahasiswa memperkenalkan cara membuat instalasi hidroponik dari bahan bekas seperti botol plastik dan pipa paralon, serta menjelaskan cara merawat tanaman menggunakan sistem air nutrisi. Melalui kegiatan ini, warga diajarkan bagaimana menanam sayuran seperti kangkung, selada, dan bayam tanpa perlu lahan luas. Dari delapan unit hidroponik yang dibuat bersama masyarakat, sebanyak sepuluh keluarga menyatakan keinginan untuk melanjutkan dan mengembangkan sistem ini di rumah masing-masing. Selain memberikan nilai edukatif bagi anak-anak, kegiatan ini juga menumbuhkan kesadaran akan pentingnya pemanfaatan pekarangan dan pengelolaan limbah rumah tangga secara produktif. Jurnal Semeru : https://ejournal. id/semeru Doi: https://doi. org/10. 55499/semeru. Jurnal Semeru Vol. No. November 2025 Tahun E-ISSN: 3047-6518 Halaman:274-282 Kegiatan pelatihan keterampilan kreatif ini berhasil menunjukkan bahwa inovasi sederhana dapat memberikan dampak ekonomi sekaligus sosial. Lilin aromaterapi menjadi contoh nyata pemanfaatan limbah menjadi produk bernilai, sementara hidroponik menjadi sarana edukasi lingkungan yang aplikatif dan mudah diterapkan. Kedua kegiatan ini memberikan pengalaman langsung kepada masyarakat bahwa kreativitas dan ilmu pengetahuan dapat berjalan seiring dalam meningkatkan kesejahteraan. Secara umum, kegiatan pengembangan keterampilan kreatif ini mencerminkan prinsip pemberdayaan masyarakat berkelanjutan, di mana masyarakat tidak hanya diberi pelatihan sesaat, tetapi juga ditanamkan nilai-nilai kemandirian, inovasi, dan kepedulian terhadap lingkungan. Dengan adanya tindak lanjut dan pendampingan dari pihak desa atau lembaga mitra, kegiatan ini berpotensi berkembang menjadi embrio usaha kecil yang mandiri dan berkontribusi terhadap ekonomi lokal Desa Tarik. DAMPAK DAN TANTANGAN PELAKSANAAN PROGRAM KERJA Pelaksanaan program KKN Tematik Kelompok Suvarna Aryatama . di Desa Tarik memberikan berbagai dampak positif baik bagi masyarakat maupun bagi mahasiswa sebagai pelaksana Dampak tersebut tidak hanya terlihat dari hasil kegiatan yang terukur, tetapi juga dari perubahan sosial dan sikap warga desa setelah berinteraksi dalam berbagai kegiatan edukatif, sosial, dan kreatif selama program berlangsung. Dari sisi masyarakat, kegiatan ini berhasil meningkatkan partisipasi dan kesadaran sosial warga dalam berbagai aspek kehidupan. Program edukasi dan literasi sosial mendorong anak-anak untuk lebih rajin belajar dan berani berpendapat di depan umum. Sementara itu, penyuluhan hukum menumbuhkan kesadaran masyarakat akan pentingnya memahami hak dan kewajiban mereka sebagai warga negara, terutama terkait isu-isu hukum keluarga dan kekerasan dalam rumah tangga. Kegiatan pelatihan kreatif seperti pembuatan lilin aromaterapi dan sistem hidroponik juga memunculkan minat warga untuk mengembangkan keterampilan yang bernilai ekonomi, sekaligus memperkenalkan konsep pengelolaan limbah rumah tangga secara produktif. Dari perspektif sosial, kegiatan ini berhasil memperkuat kohesi dan solidaritas antarwarga. Melalui kegiatan bersama seperti kerja bakti, senam pagi, dan kegiatan keagamaan, masyarakat menunjukkan semangat kebersamaan dan gotong royong yang meningkat. Hubungan antara mahasiswa dan warga pun terjalin dengan baik, di mana mahasiswa dipandang bukan sebagai AutamuAy tetapi sebagai mitra dalam membangun desa. Kehadiran mahasiswa di tengah masyarakat memberikan energi baru dalam memotivasi warga untuk lebih terbuka terhadap perubahan, inovasi, dan pembelajaran baru. Bagi mahasiswa sendiri, kegiatan ini memberikan pengalaman empiris dan keterampilan sosial yang berharga. Mereka belajar untuk memahami dinamika masyarakat, mengasah kemampuan komunikasi, serta berlatih memecahkan masalah secara kolaboratif. Kegiatan lintas disiplin antara mahasiswa hukum, teknik, ekonomi, dan sosial politik membentuk sinergi pengetahuan yang aplikatif dan kontekstual. Pengalaman ini menjadi pembelajaran langsung mengenai implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam aspek pengabdian kepada masyarakat. Namun demikian, dalam pelaksanaannya, program KKN ini juga menghadapi beberapa Salah satu kendala utama adalah keterbatasan waktu pelaksanaan, yang hanya berlangsung selama sebelas hari, sehingga ruang untuk pendampingan lanjutan masih sangat terbatas. Beberapa kegiatan seperti pengembangan usaha lilin Jurnal Semeru : https://ejournal. id/semeru Doi: https://doi. org/10. 55499/semeru. Jurnal Semeru Vol. No. November 2025 Tahun E-ISSN: 3047-6518 Halaman:274-282 aromaterapi dan pemeliharaan sistem hidroponik memerlukan bimbingan lanjutan agar dapat berkembang secara berkelanjutan. Selain itu, faktor cuaca dan keterbatasan sarana pendukung sempat menghambat beberapa kegiatan luar ruangan, seperti pelatihan hidroponik dan senam bersama warga. Tantangan lainnya adalah tingkat partisipasi yang bervariasi antar kelompok usia. Anak-anak dan remaja menunjukkan antusiasme tinggi, sementara sebagian warga dewasa masih bersifat pasif pada beberapa kegiatan, terutama dalam sesi penyuluhan hukum dan literasi sosial. Hal ini dapat disebabkan oleh kesibukan pekerjaan atau kurangnya minat terhadap kegiatan non-produktif secara Namun demikian, kehadiran tokoh masyarakat dan perangkat desa yang aktif mendukung kegiatan sangat membantu dalam meningkatkan partisipasi warga secara keseluruhan. Meskipun menghadapi sejumlah kendala, secara umum kegiatan KKN Tematik di Desa Tarik dapat dikategorikan berhasil dalam mencapai tujuan utamanya, yaitu meningkatkan kapasitas masyarakat melalui edukasi, keterampilan kreatif, dan penguatan literasi sosial. Keberhasilan ini tidak hanya dilihat dari indikator kuantitatif seperti tingkat kehadiran dan hasil pelatihan, tetapi juga dari perubahan perilaku, kesadaran, dan semangat warga untuk terus berinovasi setelah program berakhir. Ke depan, keberlanjutan program ini sangat bergantung pada sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, dan masyarakat lokal. Diperlukan tindak lanjut berupa program pendampingan, pelatihan lanjutan, dan kolaborasi dengan lembaga lain agar hasil kegiatan dapat berkembang menjadi gerakan pemberdayaan yang berkesinambungan. Dengan demikian. KKN Tematik ini tidak hanya menjadi kegiatan akademik temporer, tetapi juga menjadi fondasi bagi pembangunan masyarakat yang mandiri, kreatif, dan sadar akan potensi yang dimilikinya. KESIMPULAN DAN SARAN Pelaksanaan KKN Tematik Kelompok Suvarna Aryatama . Universitas Bhayangkara Surabaya di Desa Tarik. Kecamatan Tarik. Kabupaten Sidoarjo, telah memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan kapasitas masyarakat di bidang edukasi, keterampilan kreatif, dan kesadaran sosial-hukum. Kegiatan ini menunjukkan bahwa pendekatan partisipatif dengan melibatkan masyarakat secara langsung mampu menghasilkan dampak sosial yang signifikan dalam waktu yang relatif singkat. Secara umum, kegiatan ini berhasil mencapai tujuan utama, yaitu: Meningkatkan literasi sosial dan semangat belajar anak-anak serta remaja, melalui kegiatan bimbingan belajar dan penyuluhan sosial yang interaktif. Mengembangkan keterampilan kreatif masyarakat, khususnya melalui pelatihan pembuatan lilin aromaterapi dan sistem hidroponik sederhana yang bernilai ekonomi. Meningkatkan kesadaran hukum dan sosial warga, dengan memberikan akses konsultasi dan edukasi hukum dasar secara terbuka. Mendorong sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, dan masyarakat, dalam upaya membangun lingkungan sosial yang mandiri dan berkelanjutan. Jurnal Semeru : https://ejournal. id/semeru Doi: https://doi. org/10. 55499/semeru. Jurnal Semeru Vol. No. November 2025 Tahun E-ISSN: 3047-6518 Halaman:274-282 Hasil pelaksanaan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan, keterampilan, serta partisipasi aktif masyarakat dalam kegiatan sosial. Selain itu, masyarakat juga menunjukkan inisiatif untuk melanjutkan beberapa kegiatan secara mandiri setelah program berakhir, terutama dalam pengelolaan hidroponik dan produksi lilin aromaterapi. Hal ini menjadi bukti bahwa kegiatan KKN bukan hanya memberikan manfaat sesaat, tetapi juga menumbuhkan keberlanjutan . dalam pemberdayaan masyarakat. Namun, keberhasilan tersebut masih dihadapkan pada beberapa tantangan, seperti keterbatasan waktu pelaksanaan, variasi partisipasi antar kelompok usia, dan minimnya fasilitas pendukung kegiatan lanjutan. Oleh karena itu, diperlukan kerja sama yang berkesinambungan antara pihak kampus, pemerintah desa, dan lembaga mitra untuk memastikan bahwa program-program ini dapat terus berkembang. Sebagai tindak lanjut, beberapa saran dapat diajukan, antara lain: Perlu adanya pendampingan lanjutan bagi kelompok masyarakat yang telah mengikuti pelatihan agar keterampilan yang diperoleh dapat diterapkan secara konsisten dan menghasilkan nilai ekonomi. Pihak universitas dan LPPM diharapkan dapat menjalin kerja sama berkelanjutan dengan pemerintah desa untuk mengembangkan model pengabdian masyarakat yang adaptif dan replikatif di wilayah lain. Pemerintah desa diharapkan memberikan dukungan fasilitas dan ruang kegiatan bagi masyarakat untuk melanjutkan program edukasi dan wirausaha kecil pasca- KKN. Kegiatan KKN berikutnya disarankan untuk memfokuskan pada evaluasi jangka menengah, sehingga dampak sosial dan ekonomi dapat terukur secara lebih komprehensif. Melalui sinergi berkelanjutan antara perguruan tinggi dan masyarakat, diharapkan kegiatan seperti ini dapat menjadi bagian dari gerakan nyata dalam menciptakan masyarakat yang cerdas, mandiri, dan berdaya saing di era modern. Dengan demikian. KKN Tematik bukan hanya menjadi sarana akademik, tetapi juga menjadi sarana transformasi sosial yang berkelanjutan bagi Desa Tarik dan masyarakat luas. UCAPAN TERIMAKASIH Penulis menyampaikan terima kasih kepada Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Bhayangkara Surabaya atas dukungan dan fasilitasi dalam pelaksanaan program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Kelompok Suvarna Aryatama . Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada Dosen Pembimbing Lapangan, yaitu Ibu Indawati. dan Ibu Rr. Indah Permata Sari. , atas bimbingan, arahan, dan pendampingan selama kegiatan berlangsung. Penulis turut mengucapkan apresiasi kepada Pemerintah Desa Tarik. Kecamatan Tarik. Kabupaten Sidoarjo, khususnya kepada Bapak Ifanul Ahmad Irfandi selaku Kepala Desa, beserta seluruh perangkat desa, anggota PKK, dan karang taruna yang telah berpartisipasi aktif serta memberikan dukungan penuh dalam pelaksanaan kegiatan. Jurnal Semeru : https://ejournal. id/semeru Doi: https://doi. org/10. 55499/semeru. Jurnal Semeru Vol. No. November 2025 Tahun E-ISSN: 3047-6518 Halaman:274-282 Ucapan terima kasih juga diberikan kepada seluruh warga Desa Tarik yang telah menerima kehadiran mahasiswa dengan hangat dan terlibat aktif dalam setiap kegiatan, sehingga program pemberdayaan ini dapat berjalan dengan lancar dan memberikan manfaat yang nyata. Penulis turut mengucapkan terima kasih kepada peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Kelompok Suvarna Aryatama . , yaitu Ahmad Ainnur Abidin. Jovita Zafirah Yuwandi. Tiara Audy Ayu Sasmitha. Fiky Prameidya Pangestu. Ambar Kasturi. Averian Bintang Saptadi. Dwiki Pramana Putra. Adi Cikal Koesno Yudistiro. Raka Putra Wijaya Tanjung. Sella Puspita Rahayu. Setyaningrum. Agnes Wijaya. Yano Dwi Pranata. Salsabila HarulAoin Deaz. Aditiya Rifqi Saputra, dan Ervin Editya Purvadana atas kontribusi dalam pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat DAFTAR PUSTAKA