Volume 1 Issue 1 . Pages 15-28 Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran ISSN: 2721-1169 (Onlin. , 2721-1150 (Prin. PERAN MADRASAH DALAM MEMBENTUK HUMANIS. INKLUSIF. DAN RELIGIUS KEHIDUPAN PENDIDIKAN Luluk Kurnia Mentari Madrasah Ibtidaiyah Terpadu (MIT) Nurul Amal Parang Magetan Emai: lulukmentary03@gmail. Abstract: Madrasa is a place or educational institution to study Islamic knowledge, science, and other expertise in a directed, guided, and controlled manner. The approach used in this research is a qualitative approach techniques of using collection data, namely library The results of the analysis show that madrasa have an important role, that is as an educational institution in advancing education and improving the quality of educational organizer that are humanistic, inclusive, and religious. Some things that can be done by the madrasa to achieve the role of madrasa in form the life of humanist, inclusive, and religious education as follows: . Madrasa prepares adequate facilities and infrastructure for the teaching and learning process. Madrasas prepares of quality education organizeror human resources in appropriate with competencies. Madrasa prepares curriculum, administration, extracurricular activities, and its management system are formulated and implemented for the benefit of students including ABK. Madrasa must provide the conditions of class that are warm, friendly, accept diversity and respect differences. Madrasa must be prepared to manage heterogeneous classes by applying curriculum and learning that is individualized. The teacher must be implemented interactive learning. Abstrak: Madrasah merupakan tempat atau lembaga pendidikan untuk mempelajari ajaran Islam secara terarah, terpimpin, dan terkendali. Hasil penelitian kualitatif ini menemukan bahwa madrasah memiliki peranan yang penting yaitu sebagai lembaga pendidikan dalam memajukan pendidikan serta meningkatkan kualitas penyelenggara pendidikan yang bersifat humanis, inklusif, dan religius. Beberapa hal yang dapat dilakukan oleh pihak madrasah untuk mencapai peran madrasah dalam membentukkehidupan pendidikan humanis, inklusif, dan religius sebagai berikut : . Madrasah mempersiapkan sarana dan prasarana yang memadai untuk proses belajar mengajar. Madrasah menyiapkan penyelenggara pendidikan atau SDM yang berkualitas sesuai dengan kompetensi. Madrasah mempersiapkan kurikulum, administrasi, kegiatan ekstrakurikuler, serta sistem pengelolaannya dirumuskan dan dilaksanakan demi kepentingan peserta didik termasuk ABK. Madrasah harus menyediakan kondisi kelas yang hangat, ramah, menerima keaneka-ragaman dan menghargai perbedaan. Madrasah harus siap mengelola kelas yang heterogen dengan menerapkan kurikulum dan pembelajaran yang bersifat individual. Guru harus menerapkan pembelajaran yang interaktif. Keywords: Madrasah, pendidikan, humanis, inklusif, religius Copyright . 2020 Luluk Kurnia Mentari ____________________________________________________________________________________ Received 25 Nopember 2019. Accepted 18 Februari 2020. Published 1 Maret 2020 Edukasia: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran, 1 . , 2020 15 Peran Madrasah dalam Membentuk Kehidupan Pendidikan Humanis. Inklusif, dan Religius PENDAHULUAN Sejatinya pendidikan memiliki peranan yang penting dalam menjamin kelangsungan dan perkembangan kehidupan suatu bangsa. Dalam hal ini, pendidikan harus menyiapkan dan mencetak generasi penerus bangsa yang dapat menghadapi semua permasalahan dan ikut berkontribusi dalam pembangunan negara. Pendidikan adalah sebuah investasi sumber daya manusia, yang dimana baik buruknya sumber daya manusia bergantung dari pendidikan yang Akan tetapi, sektor pendidikan di Indonesia saat ini memiliki beberapa catatancatatan permasalahan yang harus diselesaikan. Sektor pendidikan yang berkaitan dengan sarana prasarana yang dimana dari seluruh sekolah di Indonesia terdapat 90. 749 ruang kelas yang mengalami rusak berat dan 60. 760 ruang kelas rusak total. Terdapat 144. 293 sekolah yang memiliki perpustakaan dari jumlah total sekolah 214. 409 negeri dan swasta, 6. perpustakaan mengalami rusak berat dan 5. 529 rusak total. Selain itu. Tingginya angka jumlah anak disabilitas yang harus dilayani dalam pendidikan dan terbatasnya sekolah khusus yang tersedia, dari 318. 600 ABK di Indonesisa. 24,7% atau 78. 689 anak yang sudah mengikuti pendidikan formal, dan 65,3% yang masih belum mendapatkan hak pendidikan. 2 Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 membahas mengenai setiap anak yang mengalami disabilitas memiliki hak yang sama untuk memperoleh pendidikan, namun dalam kenyataannya masih banyak anak disabilitas belum tersentuh pendidikan karena terbatasnya sekolah untuk anak disabilitas. Menyiapkan dan mencetak sumber daya manusia yang unggul hendaknya melalui sebuah proses yang matang sehingga hasil yang didapat memuaskan. Proses pendidikan adalah suatu proses bertujuan yang secara terus menerus harus terarah pada pemerdekaan manusia, yaitu manusia yang kreatif terwujud di dalam budayanya. 3 Pendidikan merupakan suatu usaha sadar dan sistematis yang dilakukan oleh orang-orang yang bertanggung jawab untuk mempengaruhi peserta didik atas pertumbuhan jasmani dan perkembangan rohani secara optimal agar mempunyai sifat dan tabiat sesuai cita-cita pendidikan. 4 Berdasarkan pengertian pendidikan tersebut jelas bahwa pendidikan sebagai sarana dalam memperbaiki sumber daya manusia. Sebagaimana dalam Undang-undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Pusat Data dan Statistika Kemendikbud: Rangkuman Statistik Persekolahan 2017-2018 Shopyatun AR. & Rasido I. AuPengembangan Bahan Ajar Anak Berkebutuhan Khusus Untuk Pendidikan Inklusi Bagi Mahasiswa Program Studi PG/PAUD FKIP Universitas TadulakoAy. Tri Sentra Jurnal Ilmu Pendidikan,. , 3. R Tilaar. Manifesto Pendidikan Nasional. Tinjauan dari Perspektif PostModernisme dan Studi Kultural, (Jakarta: Buku Kompas, 2. , 112-119. 16 Edukasia: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran, 1 . , 2020 Peran Madrasah dalam Membentuk Kehidupan Pendidikan Humanis. Inklusif, dan Religius Sistem Pendidikan Nasional Bab II Pasal 4 ayat 1 yang menyatakan: Au Pendidikan dilaksanakan secara demokratis dan berkeadilan serta tidak diskriminatif dengan menjunjung tinggi hak asasi manusia, nilai keagamaan, nilai kultural, dan nilai kemajemukan bangsaAy. Pendidikan memposisikan manusia sebagai makhluk sosial untuk berinteraksi dengan orang lain dan menjadikan tempat yang menyenangkan untuk tumbuh dan berkembang sesuai potensi yang dimiliki sebagai bekal dalam berkehidupan di masyarakat. Terdapat beberapa faktor yang mendukung dalam proses pelaksanaan pendidikan humanism, antara lain faktor dari dalam . seperti kondisi fisik siswa baik jasmani maupun rohani dan faktor dari luar . meliputi keadaan lingkungan keluarga, sekolah dan masyarakat. Kedua faktor tersebut harus berjalan seimbang karena mempunyai perananan yang sama penting untuk menciptakan pendidikan yang dapat mencapai cita-cita. Pendidikan humanisme bertujuan untuk menjadikan dan menempatkan siswa sebagai manusia yang bebas dalam proses belajar, dan apabila dikaitkan dengan konsep pendidikan Ki Hajar Dewantoro Auing ngarso sung tuladha, ing madyo mangun karso, tut wuri handayaniAy yang memiliki keselarasan bahwa seseorang yang mampu mengembangkan semua aspek kemanusiaan secara menyeluruh dan harmonis, akan mampu menghargai dan menghormati sisi kemanusiaan setiap orang. Bagi anak yang mengalami disabilitas pendidikan sangatlah penting. Hal tersebut sesuai dengan hasil wawancara yang peneliti lakukan dengan salah satu penyandang disabilitas dan juga orangtuanya, yaitu anak tersebut ingin mendapatkan pendidikan dan dapat berpartisipasi dalam meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia, akan tetapi terkendala dengan keinginan anak yang ingin sekolah di sekolah umum bukan SLB. Orangtua anak tersebut juga berharap ada sekolah umum yang menyediakan pendidikan Inklusi bagi anak yang disabilitas. Pendidikan inklusi merupakan pendidikan yang memberikan kesempatan kepada semua siswa tanpa memandang perbedaan-perbedaan yang dimiliki seperti, perbedaan fisik, intelektual, kemampuan, kedisabilitasan untuk belajar bersama, bekerja sama dalam menggali dan meningkatkan kemampuan dan keterampilan di sekolah yang sama. 6 Akan tetapi, banyak sekolah inklusi yang belum berjalan karena banyaknya kendala dengan terbatasnya guru khusus yang paham mengenai pendidikan untuk anak disabilitas, kurikulum inklusi, dan model pelaksanaan yang terintegrasi dalam layanan inklusi. Ahmad Munib. Pengantar Ilmu Pendidikan, (Semarang: UPT MKK UNNES, 2. Ki Hadjar Dewantara. Pendidikan, (Yogyakarta: Majelis Luhur Persatuan Taman Siswa, 1. Junanto S. Kusna. AuEvaluasi Program Pembelajaran Di PAUD Inklusi Dengan Model Context. Input. Process, and Product (CIPP)Ay. Journal of Disability Studies Vol. V No. 2 (July 2. , 179-194. Edukasia: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran, 1 . , 2020 17 Peran Madrasah dalam Membentuk Kehidupan Pendidikan Humanis. Inklusif, dan Religius Pendidikan seharusnya mampu menghasilkan pribadi-pribadi yang lebih manusiawi, berdaya guna dan mempunyai pengaruh di dalam masyarakat, serta dapat bertanggung jawab atas hidupnya sendiri dan orang lain. Terlepas Setuju atau tidaknya, tujuan pendidikan yaitu untuk meningkatkan kualitas manusia yang beriman dan bertaqwa kepas Tuhan Yang Maha Esa, berbudi pekerti luhur, disiplin, bekerja keras, berkepribadian baik, mandiri, bertanggung jawab, cerdas, terampil, dan sehat jasmani maupun rohani. Apapun visi dan misi dari pendidikan, maka harus mampu mencerdaskan kehidupan bangsa dan mengembangkan manusia seutuhnya, tak terkecuali lembaga pendidikan dengan ciri khas Islam yang dinamakan madrasah. Madrasah sebagai lembaga pendidikan yang berlandaskan pada pengembangan keagamaan sangat sesuai untuk anak disabilitas karena melalui penyadaran agama akan menumbuhkan kekuatan penerimaan diri anak disabilitas karena didasarkan pada keimanan dan qodlo qodar Allah Swt. Dengan demikian melaksanakan pendidikan inklusi di madrasah akan lebih berhasil karena pendekatan agama. 8 Selama ini belum banyak madrasah yang melaksanakan pendidikan inklusi bagi anak disabilitas, sebagaimana hasil penelitian Sholikhah RM. bahwa Kementerian Agama belum memiliki aturan dan kebijakan tentang pendidikan inklusi. Pada penelitian awal ditemukan bahwa di Madrasah Ibtidaiyah (MI) di Dawe Kabupaten Kudus ditemukan banyak anak yang memiliki IQ rendah di bawah rata-rata yang dilayani di MI ini, dalam layanan pendidikan, guru memberikan pelajaran secara umum kemudian bagi anak yang memiliki kemampuan rendah selanjutnya diberikan pembinaan secara khusus dan sering hingga waktu istirahat. Madrasah sebagai lembaga pendidikan yang berlandaskan Islam yang memiliki kepekaan terhadap anak disabilitas yang menekankan amalan sholihan dan wujud pengabdian terhadap sesama. Berdasarkan firman Allah swt dalam Q. An Nur . 61 membahas mengenai perintah untuk tidak membeda-bedakan manusia dalam berinteraksi,hal ini juga sejalan dengan layanan pendidikan inklusi bagi anak disabilitas bersama dengan anak normal. Nabi Muhammad SAW adalah seorang pendidik yang sangat profesional. Nilai-nilai pendidikan Mahmud Arif. Panorama Pendidikan Islam di Indonesia. Sejarah. Pemikiran, dan Kelembagaan, (Yogyakarta: Idea Press, 2. , 28. Sulthon. AuModel Pelayanan Pendidikan Inklusi di Madrasah: Studi Kasus di Madrasah Ibtidaul Falah Dawe-KudusAy. Al-Bidayah. Vol. 10 No. 02, (Desember 2. , 77. Sholikhah RM. Pendidikan Inklusif di Kementerian Agama (Studi di Madrasah Ibtidaiyah Ma,arif Giriloyo 2 dan Madrasah Ibtidaiyah YAPPI Balon. Tesis. Pascasarjana Universitas Islam Negeri Yogyakarta, 64 18 Edukasia: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran, 1 . , 2020 Peran Madrasah dalam Membentuk Kehidupan Pendidikan Humanis. Inklusif, dan Religius yang ada dalam diri Nabi Muhammad saw menunjukkan bahwa beliau telah berhasil menjadi guru yang profesional. Dalam haditsnya beliau menyatakan yang artinya bahwa: Kami para Nabi diperintahkan untuk menempatkan manusia sesuai dengan kedudukan mereka dan berbicara terhadap mereka sesuai dengan tingkat pemikiran (H. Abu Dawu. Berdasarkan Hadis tersebut dapatlah dipahami bahwa Rasulullah SAW telah mengingatkan kepada umat Islam bahwa mendidik harus dilakukan dengan berdasar atas nilai-nilai kemanusiaan. Kesemua contoh yang telah ditunjukkan Nabi Muhammad SAW dalam haditsnya merupakan acuan dan sumber yang dapat digunakan umat Islam dalam seluruh aktivitas kehidupan. Peran madrasah yakni multi dimensi baik di bidang ideologi, sosial, budaya, ekonomi, politik, dan lainnya. Sejak saat kelahiranya sampai saat ini, madrsah tidak pernah sepi dari perbincangan di antara pemikir dan praktisi pendidikan pesantren terkait dengan kepatutannya sebagai lembaga pengembangan pendidikan pesantren, sedangkan saat ini diperbincangkan dari sisi kapabilitasnya sebagai lembaga pendidikan Berdasarkan latar belakang di atas maka peneliti ini akan membahas mengenai Auperan madrasah dalam membentuk kehidupan pendidikan humanis, inklusif, dan religiusAy. Sebagaimana yang dicita-citakan oleh setiap madrasah dalam mencetak output yang mumpuni dan dapat berkontribusi di masyarakat kelak. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan menggunakan teknik pengumpulan data yaitu teknik kepustakaan. Teknik kepustakaan adalah cara pengumpulan data bermacam-macam material yang terdapat di ruang kepustakaan, seperti koran, bukubuku, majalah, naskah dokumen dan sebagainya yang relevan dengan penilitian. Studi kepustakaan berkaitan dengan kajian teoritis dan referensi lain yang berkaitan dengan nilai, budaya, dan norma yang berkembang pada situasi sosial yang diteliti. Selain itu studi kepustakaan sangat penting dalam melakukan penelitian, hal ini dikarenakan penelitian tidak akan lepas dari literature-literatur ilmiah. Studi pustaka merupakan metode pengumpulan data yang diarahkan kepada pencarian data dan informasi melalui dokumen tertulis, foto-foto, gambar maupun dokumen elektronik yang dapat mendukung dalam proses penulisan. KAJIAN TEORI Sugiyono. Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D. (Bandung: Alfabeta, 2. , 291. Edukasia: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran, 1 . , 2020 19 Peran Madrasah dalam Membentuk Kehidupan Pendidikan Humanis. Inklusif, dan Religius Pendidikan Humanis Secara harfiah madrasah adalah bentuk isim mashdar dan kata darasa yang memiliki arti tempat belajar. Madrasah sebagai a religion boarding school associated with a mosqu. yaitu lembaga pendidikan yang berasrama dan dihubungkan dengan masjid. 11 Madrasah adalah suatu tempat belajar untuk mempelajari ajaran-ajaran Islam, ilmu pengetahuan dan keahlian lainnya secara terarah, terpimpin dan terkendali. 12 Madrasah merupakan lembaga pendidikan keagamaan tingkat dasar dan menengah serta menitikberatkan pada mata pelajaran agama, dan pengelolaannya menjadi tanggung jawab Departemen Agama. Terdapat dua jenis madrasah yaitu madrasah diniyah . urikulumnya 100% materi agam. dan madrasah non diniyah . elain kurikulumnya berisi materi agama. Dalam konteks madrasah, pendidikan adalah proses yang berkaitan dengan upaya mengembangkan diri seseorang pada tiga kehidupan, yakni pandangan hidup, sikap hidup, dan keterampilan hidup. Pendidikan adalah suatu usaha yang sadar dan sistematis dalam mengembangkan potensi peserta didik. 14 Pendidikan humanistik menekankan pada upaya memanusiakan manusia yang berorientasi pada model pembelajaran yang dapat merefleksikan pemenuhan kebutuhan kemanusiaan bagi siswa. Konsep utama pendidikan humanistik menurut Mangun Wijaya yaitu AuMenghormati harkat dan martabat manusia, untuk mewujudkan lingkungan belajar yang menjadikan peserta didik terbebas dari kompetisi yang hebat, kedisiplinan yang tinggi, dan takut gagal. Berdasarkan pendapat di atas maka, pendidikan humanis dapat diartikan sebagai pendidikan yang lebih berfokus pada memanusiakan manusia dalam mewujudkan siswa yang lebih bermartabat dan berprestasi. Komponen Pendidikan Humanis Guru, peran guru dalam pembelajaran humanistik adalah menjadi fasilitator bagi siswa, memberikan motivasi, kesadaran mengenai makna belajar dalam kehidupan siswa. Pendidik seharusnya memperhatikan pendidikan yang lebih responsive terhadap kebutuhan kasih sayang . siswa yang berhubungan dengan emosi, perasaan, nilai, sikap, dan Wehr Hans. A Dictionary of Modern Written Arrabic . , by J. Milton Cowan, (Beirut: Librarie Du Liban and London: MacDonald & Evans Ltd. , 278 Alawiyah Faridah. Kosim Muhammad. AuMadrasah di Indonesia (Pertumbuhan dan Perkembanga. Ay. Tadris 2 nomor 1 , 42 Afandi,M. , dkk. Model dan Metode Pembelajaran di Sekolah, (Semarang: Unissula Press, 2. , 10. Mangunwijaya. Mencari Visi Dasar Pendidikan, (Yogyakarta: Kanisius, 2. , 160. 20 Edukasia: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran, 1 . , 2020 Peran Madrasah dalam Membentuk Kehidupan Pendidikan Humanis. Inklusif, dan Religius 16 Selain itu, guru juga berperan untuk membebaskan murid dari ketergantungan kepada guru untuk mengembangkan responsibilitas siswa untuk belajar sendiri. Konsep pendidik dalam pendidikan humanis Islam adalah seseorang yang memiliki sifat kasih sayang, kesabaran, ketabahan, demokratis, mampu memahami masing-masing pribadi peserta didik, dan memiliki kompetensi mendidik dan mengajar peserta didiknya dengan baik sehingga mampu menghantarkan peserta didik menjadi manusia yang sesuai dengan nilai-nilai kemanusiaan yang luhur. Metode Pembelajaran. Menurut Zakiah Daradjat metode mengajar adalah sistem penggunaan teknik-teknik di dalam interaksi dan komunikasi antara guru dan murid dalam pelaksanaan program belajar mengajar sebagai proses pendidikan. 18 Sedangkan menurut Djamarah. SB metode pembelajaran adalah satu cara yang dipergunakan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. 19 Jadi metode pembelajaran adalah cara atau teknik untuk berinteraksi antara guru dan siswa untuk mecapai tujuan yang telah ditetapkan sebagai proses Prinsip-prinsip dalam memilih metode mengajar pendidikan humanis yaitu: . Asas maju berkelanjutan . ontinuous progres. Penekanan pada belajar sendiri. Bekerja secara tim. Multidisipliner. Fleksibel. Pendekatan humanism menekankan pentingnya emosi atau perasaan, komunikasi terbuka, dan nilai-nilai yang dimiliki oleh setiap siswa. Untuk itu, metode pembelajaran humanistik mengarah pada upaya untuk mengasah nilai-nilai kemanusiaan siswa. Sehingga para pendidik diharapkan dalam pembelajaran lebih menekankan nilai-nilai kerjasama, saling membantu, dan menguntungkan, kejujuran dan kreativitas untuk diaplikasikan dalam proses pembelajaran sehingga menghasilkan suatu proses pembelajaran yang diharapkan sesuai dengan tujuan dan hasil belajar yang dicapai Peserta Didik secara terminology peserta didik merupakan anak didik atau individu yang mengalami perubahan, perkembangan sehingga masih memerlukan bimbingan dan arahan dalam membentuk kepribadian serta sebagai bagian dari struktural proses pendidikan. Sri Esti Wuryani Djiwandono. Psikologi pendidikan, (Jakarta: PT Gramedia Widiasarana Indonesia, 2. , 181. Zaenal MutiAin. Au Konsep Pendidikan Humanisme Religius Dalam Al-QurAan (Suatu Kajian Tafsir Tematis Surat Al-AAlaq Ayat 1-. Ay. Tesis. Jakarta: Pasca Sarjana Kosntrasi Tafsir Hadits UIN Syarif Hidayatullah, 137. Zakiah Daradjat. Kepribadian Guru, (Jakarta: Bulan bintang, 2. , 15. Djamarah. Strategi Belajar Mengajar, (Bandung: Rineka Cipta, 2. Edukasia: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran, 1 . , 2020 21 Peran Madrasah dalam Membentuk Kehidupan Pendidikan Humanis. Inklusif, dan Religius Kriteria peserta didik antara lain: . Peserta didik bukanlah miniatur orang dewasa tetapi memiliki dunianya sendiri. peserta didik memiliki periodasi perkembangan dan . peserta didik adalah makhluk Allah yang memiliki perbedaan individu. peserta didik merupakan dua unsur utama yaitu jasmani . aya fisi. dan rohani . aya akal hati nurani dan nafs. peserta didik memiliki potensi atau fitrah yang dapat dikembangkan dan berkembang secara dinamis. 22 Peserta didik merupakan anak didik yang berusaha untuk mengasah potensi yang dapat dikembangkan, berkembang secara dinamis yang memiliki dua unsur jasmani dan rohani. Pendidikan Inklusif Pendidikan inklusif adalah pendidikan yang lebih memberikan kesempatan pada semua siswa tanpa memandang perbedaan-perbedaan yang dimiliki seperti perbedaan fisik, kedisabilitasan, intektual, dan sebagainya untuk belajar bersama, bekerjasama untuk menggali dan meningkatkan kemampuan dan keterampilan di sekolah yang sama. 23 Pendidikan inklusif merupakan pendidikan yang ramah untuk semua anak, dengan sistem layanan pendidikan yang mensyaratkan anak berkebutuhan khusus belajar di sekolah-sekolah kelas biasa bersama teman-teman seusianya. Sedangkan di Indonesia pendidikan inklusif bertujuan: . memberikan kesempatan kepada semua anak termasuk anak berkebutuhan khusu agar mendapatkan pendidikan yang layak sesuai dengan kebutuhannya. membantu mempercepat program wajib belajar pendidikan dasar. membantu meningkatkan mutu pendidikan dasar dan menengah dengan menekan angka tinggal kelas dan putus sekolah. menciptakan amanat Undang-Undang Dasar 1945 khususnya pasal 31 ayat 1 berbunyi Ausetiap warga negara berhak mendapat pendidikanAy. UU No 23/2002 tentang perlindungan anak, khususnya pasal 51 yang berbunyi anak yang menyandang cacat fisik dana tau mental diberikan kesempatan yang sama dan aksesibilitas untuk memperoleh pendidikan biasa dan pendidikan luar biasa. 25 Pendidikan inklusif merupakan layanan pendidikan yang lebih humanis dan demokratis karena Armai Arief. Pengantar Ilmu dan Metodologi Pendidikan Islam, (Jakarta: Ciputat Pers, 2. , 183- Musaddad Harahap. AuEsensi Peserta Didik dalam Perspektif Pendidikan IslamAy. Jurnal Al-Thariqah Vol. 1 No. 2, (Desember, 2. , 140. Ramayulis. Ilmu Pendidikan Islam, (Jakarta: Kalam Mulia, 2. Junanto S. Kusna. AuEvaluasi Program Pembelajaran Di PAUD Inklusi Dengan Model Context. Input. Process, and Product (CIPP)Ay. Journal of Disability Studies Vol. V No. 2 (July 2. , 179-194. OANeil,J. Can inclusion work. A Conversation With James Kauffman and Mara Sapon-Shevin. Educational Leadership 52. , (Denmark, 1994/1. , 7-11. Undang-Undang Nomor 20 tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional 22 Edukasia: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran, 1 . , 2020 Peran Madrasah dalam Membentuk Kehidupan Pendidikan Humanis. Inklusif, dan Religius memberikan kesempatan pada keragaman anak tanpa membeda-bedakan kedisabilitasan dengan anak yang normal serta belajar bersama di kelas yang sama bersama dengan temanteman seusianya. Pendidikan Religius (Isla. Pendidikan Islam sudah ada sejak masa penjajahan Belanda. Menurut Arifin dalam (Farida, 2. bahwa secara teoritis pendidikan Islam merupakan konsep berfikir yang bersifat mendalam dan terperinci tentang masalah kependidikan yang bersumber pada ajaran Islam dari rumusan tentang konsep dasar, pola, sistem, tujuan, metode, dan materi kependidikan Islam yang disusun menjadi suatu ilmu yang bulat. 26 Pendidikan Islam berasaskan perkembangan dan petumbuhan dalam kehidupan yang berkesinambungan antara kehidupan duniawi dan ukhrawi, jasmani dan rohani, atau antara kehidupan materiil dan mental spiritual. Selain itu ada asas dalam pelaksanaan operasional seperti asas adil dan merata, asas menyeluruh dan asas integralitas. 27 Jadi, untuk pengertian dari pendidikan Islam yaitu konsep berfikir secara mendalam dan terperinci yang bersumber pada ajaran Islam yang berasaskan perkembangan dan pertumbuhan yang berkaitan dengan kehidupan duniawi dan ukhrawi, jasmani dan rohani. HASIL DAN PEMBAHASAN Peran madrasah sangat signifikan dalam perjalanan kemajuan Indonesia. Madrasah memiliki peranan sebagai lembaga pendidikan untuk memajukan pendidikan dan meningkatkan kualitas penyelenggara pendidikan. Madrasah tidak bisa lepas dengan yang namanya pendidikan, dimana madrasah termasuk lembaga pendidikan keagamaan. Hal tersebut sependapat dengan pendapat yang dikemukakan oleh Kosim . bahwa madrasah menitikberatkan pada mata pelajaran agama, dan pengelolaannya menjadi tanggung jawab Kementerian Agama. Selain mempelajari pendidikan keagamaan berpartisipasi dalam membangun pendidikan yang berbasis humanis, inklusif, dan religius agar madrasah dapat menjadi madrasah yang unggul dan seimbang antara pelajaran umum dan ilmu-ilmu agama serta dapat menerapkan pendidikan inklusif. Pendidikan yang bersifat Alawiyah Faridah. AuPendidikan Madrasah di IndonesiaAy. Aspirasi Vol. 5 No. 1, (Jakarta. Juni 2. Edukasia: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran, 1 . , 2020 23 Peran Madrasah dalam Membentuk Kehidupan Pendidikan Humanis. Inklusif, dan Religius humanis yaitu pendidikan yang lebih berfokus pada memanusiakan manusia dalam mewujudkan siswa yang lebih bermartabat dan berprestasi. Pendidikan inklusif adalah pendidikan yang ramah untuk semua anak, dengan sistem layanan pendidikan yang mensyaratkan anak berkebutuhan khusus belajar di sekolah-sekolah kelas biasa bersama teman-teman seusianya. Sedangkan pendidikan religius yaitu konsep berfikir secara mendalam dan terperinci yang bersumber pada ajaran Islam yang berasaskan perkembangan dan pertumbuhan yang berkaitan dengan kehidupan duniawi dan ukhrawi, jasmani dan rohani. Hal tersebut sependapat dengan Farida . bahwa madrasah merupakan suatu tempat belajar untuk mempelajari ajaran-ajaran Islam, ilmu pengetahuan dan keahlian lainnya secara terarah, terpimpin dan terkendali Peran madrasah dalam membentuk kehidupan pendidikan humanis, inklusif, dan religius yakni sebagai berikut: . Madrasah mempersiapkan sarana dan prasarana yang memadai untuk proses belajar mengajar. Madrasah menyiapkan penyelenggara pendidikan atau SDM yang berkualitas sesuai dengan kompetensi. Madrasah mempersiapkan kurikulum yang sesuai dengan kebutuhan, dimana kurikulum sebagai konsep dan dokumen yang akan teruji dengan baik pada proses pembelajaran berlangsung, dalam implementasi kurikulum terdapat delapan aspek utama kurikulum yang saling terkait secara berkesinambungan yaitu. peserta didik, faktor kerangka kerja, tujuan, isi, strategi/metode serta pengorganisasian, asesmen dan evaluasi, komunikasi, dan kepedulian. Guru harus menerapkan pembelajaran yang interaktif. Madrasah harus menyediakan kondisi kelas yang hangat, ramah, menerima keaneka-ragaman dan menghargai perbedaan. Madrasah harus siap mengelola kelas yang heterogen dengan menerapkan kurikulum dan pembelajaran yang bersifat individual. Selain beberapa peranan di atas, madrasah juga memiliki peran dalam membentuk pendidikan humanis inklusif yang berpusat pada peserta didik, termasuk bagi anak-anak yang memilki keterlambatan seperti ABK . nak berkebutuhan khusu. artinya kurikulum, administrasi, kegiatan ekstrakurikuler, serta sistem pengelolaannya dirumuskan dan dilaksanakan demi kepentingan peserta didik termasuk ABK, bukan untuk kepentingan guru, sekolah, atau lembaga. Tidak banyak madrasah yang sudah menerapkan pendidikan inklusi karena kurangnya pendidik yang memiliki kompetensi tersebut. Keseimbangan intelektual Suhartini. Andewi. Dasar-Dasar Pendidikan Islam Kerangka Teoritis dalam Bunga Rampai Sejarah Pertumbuhan dan Perkembangan Lembaga Pendidikan Islam Klasik, (Bandung: Angkasa, 2. , 4-5. 24 Edukasia: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran, 1 . , 2020 Peran Madrasah dalam Membentuk Kehidupan Pendidikan Humanis. Inklusif, dan Religius dan emosional tidak bisa lepas dari peranan guru yang professional yang memiliki standar mutu pendidik agar peserta didik dapat tumbuh dan berkembang ke arah positif, dengan menghindari pola otoriter. tekstual buku. peserta didik pasif. membatasi pembelajaran hanya di ruang kelas. menggunakan hukuman non akademik, fisik, dan ucapan yang menyakitkan jika peserta didik salah. Madrasah memperhatikan keberbedaan peserta didik sebagai wujud rahmatan lilAoalamin. Diharapkan pendidikan di madrasah mampu membentuk watak peserta didik dengan mengakomodasi keperbedaan kebutuhan potensi mental rohani. reformulasi kurikulum tidak hanya yang verbal, yang tertulis mengenai tujuan, isi, dan bahan belajar, akan tetapi lebih jauh dari itu dengan non-verbal dengan modeling dari orang dewasa agar dapat membuat lingkungan pendidikan yang saling menghargai. madrasah menjadi penggerak dari program inklusi karena hal tersebut juga bagian dari pembentuk manusia yang utuh secara individual dan sosial dalam keberbedaannya, sehingga pendidikan dapat dijadikan implementasi miniatur dari religious culture dari kehidupan di madrasah dan juga masyarakat. Hal tersebut sesuai dengan pendapat dari Farida . bahwa Madrasah juga berperan dalam bidang pendidikan antara lain: . untuk memajukan pendidikan dalam memenuhi sarana pendidikan bagi seluruh masyarakat Indonesia. untuk meningkatkan kualitas penyelenggara pendidikan dengan mempersiapkan SDM yang secara khusus membina madrasah. madrasah berkontribusi terhadap perkembangan ilmu pengetahuan. proses transmisi ilmu dan upaya mencerdaskan kehidupan bangsa. Kontekstualisasi teologi Islam lain dalam prespektif hak azasi manusia tertuang dalam surat An-nur ayat 61, dengan tidak membeda-bedakan antara mereka yang cacat dengan yang normal dalam kehidupan sehari-hari. Ayat 61 dari QS. An-Nur di atas memberikan pesan bahwa membedakan kondisi, keadaan dan kemampuan seseorang tidak diperbolehkan, dalam Islam yang dibedakan yakni kontruksi mentalitas positif dalam bentuk keimanan dan ketaqwaannya kepada Allah SWT. Hal tersebut menerangkan secara kuat bahwa untuk menyatukan dalam satu tempat pada proses mendapatkan pengetahuan bagi peserta didik, dan perlunya menghilangkan rasa kawatir apabila menerima mereka yang lemah atau anak yang berkebutuhan khusus di sekolah reguler karena dianggap merugikan ditinjau dari hakekat duniawi, dengan alasan apabila sekolah normal menerima anak cacat, maka peringkat sekolah akan menjadi turun. Edukasia: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran, 1 . , 2020 25 Peran Madrasah dalam Membentuk Kehidupan Pendidikan Humanis. Inklusif, dan Religius PENUTUP Berdasarkan data di atas dapat disimpulkan bahwa madrasah memiliki peranan yang penting yaitu sebagai lembaga pendidikan dalam memajukan pendidikan serta meningkatkan kualitas penyelenggara pendidikan yang bersifat humanis, inklusif, dan religius. Beberapa hal yang dapat dilakukan oleh pihak madrasah untuk mencapai peran madrasah dalam membentuk kehidupan pendidikan humanis, inklusif, dan religious sebagai berikut: . Madrasah mempersiapkan sarana dan prasarana yang memadaiuntuk proses belajar mengajar. Madrasah menyiapkan penyelenggara pendidikan atau SDM yang berkualitas sesuai dengan kompetensi. Madrasah mempersiapkan kurikulum, administrasi, kegiatan ekstrakurikuler, serta sistem pengelolaannya dirumuskan dan dilaksanakan demi kepentingan peserta didik termasuk ABK, . Madrasah harus menyediakan kondisi kelas yang hangat, ramah, menerima keaneka-ragaman dan menghargai perbedaan. Madrasah harus siap mengelola kelas yang heterogen dengan menerapkan kurikulum dan pembelajaran yang bersifat individual. Guru harus menerapkan pembelajaran yang interaktif. DAFTAR PUSTAKA