JURNAL MEDIA INFORMATIKA [JUMIN] Volume 6 No 3 Edisi Mei - Agustus 2025. Page 1642-1649 ISSN 2808-005X . edia onlin. Available Online at http://ejournal. org/index. php/jumin Literasi Digital Dalam Pembelajaran PKn berbasis Saintifik untuk Penguatan Civic Dispotition Mahasiswa Dwi Agustina Rahayu1. Bachrul Ulum2. A Putu Eka Putra3 1,2,3Pendidikan PKn. Unversitas Bhinneka PGRI. Indonesia Email: dwitinayu@gmail. , bachrul. id@gmail. , aaputu@ubhi. Email Penulis Korespondensi: 1 dwitinayu@gmail. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas integrasi literasi digital dalam pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PK. berbasis pendekatan saintifik untuk memperkuat civic disposition mahasiswa. Civic disposition, yang meliputi tanggung jawab sosial, partisipasi aktif, peduli lingkungan, semangat kebangsaan dan kesadaran hukum, merupakan elemen penting dalam membentuk warga negara yang demokratis dan bertanggung jawab. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif-deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi proses pembelajaran, analisis tugas mahasiswa, dan wawancara dengan dosen serta mahasiswa yang terlibat dalam pembelajaran PKn. Pendekatan saintifik diterapkan melalui tahapan observasi, pengumpulan informasi, analisis, dan evaluasi. Media pembelajaran yang digunakan meliputi penugasan pembuatan video pembelajaran, sesi diskusi melalui aplikasi Zoom, serta pemanfaatan media sosial untuk berbagi materi, diskusi kelompok, dan refleksi belajar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi literasi digital dalam pembelajaran PKn berbasis saintifik mampu meningkatkan pemahaman mahasiswa terhadap isu-isu kewarganegaraan. Mahasiswa menunjukkan peningkatan kemampuan berpikir kritis, analisis data, dan kreativitas melalui produk video pembelajaran yang dihasilkan. Penggunaan media sosial secara aktif mendorong interaksi yang lebih intensif dan kolaboratif antara mahasiswa. Selain itu, pembelajaran melalui Zoom membantu mengatasi keterbatasan waktu tatap muka dan memberikan fleksibilitas dalam penyampaian materi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa literasi digital, ketika diterapkan secara strategis dalam pendekatan saintifik, tidak hanya meningkatkan hasil pembelajaran kognitif tetapi juga memperkuat civic disposition mahasiswa, sehingga mereka lebih siap menghadapi tantangan kehidupan bermasyarakat di era digital. Integrasi teknologi dalam pembelajaran PKn dapat menjadi model inovatif yang relevan dengan kebutuhan pendidikan abad ke-21. Kata Kunci: Literasi digital. Pendekatan Saintifik. Pembelajaran PKn. Civic Disposition Abstract-This study aims to analyze the effectiveness of digital literacy integration in Civic Education (PK. learning based on a scientific approach to strengthen students' civic disposition. Civic disposition, which includes social responsibility, active participation, environmental care, national spirit and legal awareness, is an important element in forming democratic and responsible The research method used is qualitative-descriptive with a case study approach. Data were collected through observation of the learning process, analysis of student assignments, and interviews with lecturers and students involved in Civics learning. The scientific approach is applied through the stages of observation, information gathering, analysis, and evaluation. The learning media used include assignments for making learning videos, discussion sessions through the Zoom application, and utilization of social media for sharing materials, group discussions, and learning reflections. The results showed that the integration of digital literacy in scientific-based Civics learning was able to improve students' understanding of civic issues. Students demonstrated improved critical thinking, data analysis and creativity through the learning video products. The active use of social media encourages more intensive and collaborative interaction between students. In addition, learning through Zoom helps overcome face-to-face time limitations and provides flexibility in material delivery. This study concludes that digital literacy, when strategically applied in a scientific approach, not only improves cognitive learning outcomes but also strengthens students' civic disposition, so that they are better prepared to face the challenges of social life in the digital era. Technology integration in Civics learning can be an innovative model that is relevant to the needs of 21st century education. Keywords: Digital literacy. Scientific Approach. Civics Learning. Civic Disposition PENDAHULUAN Perkembangan teknologi yang semakin pesat menjadikan sosial media sebagai tempat untuk berbagi banyak hal serta Literasi digital sangat penting untuk diterapkan pada dunia pendidikan khususnya elit pendidikan yaitu mahasiswa, termasuk di bidang Pendidikan Kewarganegagaan (PK. Fakta literasi digital bukan saja mencangkup kemampuan menggunakan teknologi tetapi juga kemampuan berpikir kritis, mencari informasi yang relevan, dan memanfaatkan teknologi untuk tujuan produktif . Data Kominfo Indeks Literasi Digital Indonesia kembali mengalami peningkatan pada tahun 2022. Hasil survei Status Literasi Digital Indonesia 2022 menunjukkan adanya peningkatan 0,05 poin dari tahun 2021 sebesar 3,49 menjadi 3,54 poin dengan kategori sedang. Saat ini mahasiswa adalah generasi milenial, generasi Z yang sejak lahir dunia sudah menjadi sangat digital dan urban. Mahasiswa menduduki posisi tertinggi dalam penetrasi penggunaan internet di Indonesia berdasarkan pekerjaan. Data dari Asosiasi This is an open access article under the CCAeBY-SA license Dwi Agustina Rahayu. Copyright A 2025. JUMIN. Page 1642 Terakreditasi SINTA 5 SK :72/E/KPT/2024 Submitted: 27/02/2025. Accepted: 02/03/2025. Published: 05/03/2025 JURNAL MEDIA INFORMATIKA [JUMIN] Volume 6 No 3 Edisi Mei - Agustus 2025. Page 1642-1649 ISSN 2808-005X . edia onlin. Available Online at http://ejournal. org/index. php/jumin Penyelenggara Jasa Internet Indonesia tahun 2016 menyebutkan 89,7% penetrasi pengguna internet di Indonesia adalah mahasiswa, dibawah itu sebanyak 69,8% diduduki oleh pelajar, dan 58,4% adalah pekerja. Selain itu, menjelaskan bahwa individu generasi ini tumbuh dan berkembang dengan teknologi yang senantiasa semakin maju . Generasi muda yang mendominasi penggunaan internet ini menunjukkan potensi besar untuk pemanfaatan teknologi digital dalam pembelajaran. Pendidikan merupakan sektor penting yang menjadi pilar utama pembangunan bangsa. Tujuan utama dalam konteks PKn ialah membentuk watak kewarganegaran (Civic dispositio. yaitu untuk menumbuhkan karakter warga negara, baik karakter privat seperti tanggung jawab moral, disiplin diri, dan penghargaan terhadap harkat dan martabat manusia dari setiap individu, maupun karakter publik misalnya kepedulian sebagai warga, kesopanan, mengindahkan rule of law, berpikir kritis, dan kemauan untuk mendengar, bernegosiasi dan kompromi, serta menanamkan nilai karakter kepada siswa sehingga dapat menjadi warga negara yang cerdas, terampil, dan berkarakter yang setia kepada bangsa dan negara Indonesia dengan merefleksikan dirinya dalam kebiasaan berikir kritis dan bertindak sesuai dengan amanat Pancasila dan UUD 1945 . Dalam penelitian mengenai literasi digital dalam pembelajaran PKn, telah banyak kajian yang menyoroti pentingnya penguasaan teknologi bagi mahasiswa dalam memahami konsep kewarganegaraan. Namun, sebagian besar penelitian tersebut lebih berfokus pada aspek teknis literasi digital, seperti kemampuan mencari informasi dan berpikir kritis, tanpa mengaitkannya secara langsung dengan penguatan civic disposition mahasiswa. Padahal, literasi digital yang diterapkan dalam pembelajaran berbasis saintifik berpotensi tidak hanya meningkatkan pemahaman konseptual, tetapi juga membentuk karakter kewarganegaraan yang lebih reflektif dan bertanggung jawab . Selain itu, kajian empiris tentang literasi digital dalam PKn umumnya masih terbatas pada penerapan metode pembelajaran berbasis teknologi, seperti penggunaan media daring dan aplikasi interaktif . Namun, sedikit penelitian yang secara eksplisit membahas bagaimana pendekatan saintifik dapat diintegrasikan untuk memperkuat civic disposition, yakni . Dari perspektif praktis, implementasi literasi digital dalam pembelajaran PKn masih menghadapi berbagai tantangan, seperti kurangnya pemanfaatan pendekatan saintifik dalam desain pembelajaran serta keterbatasan instrumen evaluasi yang mengukur dampak terhadap civic disposition . Beberapa studi juga menunjukkan bahwa mahasiswa seringkali hanya memanfaatkan teknologi untuk akses informasi, tetapi belum memiliki pemahaman yang kritis dalam menggunakannya untuk berpartisipasi secara aktif dalam kehidupan demokrasi . Oleh karena itu, penelitian ini berkontribusi dengan menawarkan model pembelajaran PKn berbasis saintifik yang mengintegrasikan literasi digital secara lebih sistematis, sehingga dapat memberikan pemahaman yang lebih mendalam dan membentuk civic disposition mahasiswa secara lebih efektif. Dalam pembelejaran PKn. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi integrasi literasi digital dalam pembelajaran PKn yang berbasis pendekatan saintifik, dengan harapan dapat memperkuat sikap kewarganegaraan mahasiswa. Fokus utama penelitain adalah untuk mengevaluasi efektivitas pendekatan tersebut dalam meningkatkan keterampilan berpikir kritis, kreativitas, dan partisipasi aktif mahasiswa dalam isu-isu kewarganegaraan. Selain itu, penelitian ini juga menganalisis pemanfaatan media sosial dan alat digital, seperti Zoom, untuk mendukung pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan mahasiswa di era digital saat ini. METODOLOGI PENELITIAN Pendekatan Penelitian Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif untuk menganalisis fenomena integrasi literasi digital dalam pembelajaran PKn berbasis pendekatan saintifik. Pendekatan kualitatif dipilih karena memungkinkan peneliti untuk menggali secara mendalam pengalaman, pandangan, dan interpretasi mahasiswa serta dosen terhadap penerapan literasi digital dalam proses pembelajaran . Metode deskriptif digunakan untuk memberikan gambaran rinci tentang proses, tantangan, dan dampak dari integrasi tersebut. Penelitain ini dilakukan di perguruan tinggi Universitas Bhinneka PGRI, subjek penelitian terdiri mahasiswa prodi ppkn 32 orang, 2 dosen PKn yang menggunakan pednekatan saintifik dan literasi digital dalam pembelajaran. Teknik Pengumpulan data Wawancara Mendalam: Wawancara ini dilaksanakan dengan dosen dan mahasiswa untuk mendalami pengalaman, tantangan, dan pandangan mereka mengenai penerapan literasi digital dalam pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PK. Observasi Partisipatif: Peneliti melakukan pengamatan langsung terhadap proses pembelajaran PKn yang menerapkan pendekatan saintifik berbasis literasi digital. Proses observasi berlangsung selama lima sesi pembelajaran. Dokumentasi: Data dokumentasi mencakup karya tugas mahasiswa, seperti video pembelajaran dan diskusi di media sosial, serta Rencana Pembelajaran Semester (RPS) dan catatan pembelajaran. Berikut table kategori data penelitian. This is an open access article under the CCAeBY-SA license Dwi Agustina Rahayu. Copyright A 2025. JUMIN. Page 1643 Terakreditasi SINTA 5 SK :72/E/KPT/2024 Submitted: 27/02/2025. Accepted: 02/03/2025. Published: 05/03/2025 JURNAL MEDIA INFORMATIKA [JUMIN] Volume 6 No 3 Edisi Mei - Agustus 2025. Page 1642-1649 ISSN 2808-005X . edia onlin. Available Online at http://ejournal. org/index. php/jumin Kategori Literasi Digital Scientific Approach Civic Disposition Tabel 1. kategori data penelitian Sumber Data Teknik Pengumpulan Dosen. Mahasiswa Wawancara. Observasi Dosen. Mahasiswa Observasi. Dokumentasi Mahasiswa Dokumentasi. Wawancara Teknik Analisis data Penulis menetapkan instrumen penelitian yang terdiri dari: . Pedoman wawancara, . Lembar observasi, dan . Checklist analisis dokumen. Dalam penelitian ini, teknik analisis data dilakukan dengan merinci data yang telah dikumpulkan menggunakan metode analisis tematik, dengan langkah-langkah sebagai berikut: . Reduksi data: Menyaring data sesuai dengan fokus penelitian. Kategorisasi: Mengelompokkan data berdasarkan tema-tema, seperti literasi digital, pendekatan ilmiah, dan disposisi kewarganegaraan. Penyajian data: Menyusun data dalam bentuk narasi, tabel, dan diagram untuk memberikan gambaran yang komprehensif. Penarikan kesimpulan: Menyimpulkan temuan-temuan utama yang relevan dengan tujuan penelitian. Selain itu, penelitian ini juga menekankan validitas data yang dijamin melalui beberapa metode: triangulasi data, yang menggabungkan hasil wawancara, observasi, dan dokumentasi, serta member check, yang bertujuan untuk mengonfirmasi hasil wawancara kepada Gambar 1. Diagaram Komponen Literasi Digital dalam PPKn Skema Penelitian Berikut adalah skema alur penelitian yang menggambarkan hubungan antara proses pengumpulan data dana anlisis data. Identifikasi Masalah Ie Penyusunan Instrumen Ie Pengumpulan Data (Wawancara. Observasi. Dokumentas. Ie Reduksi Data Ie Penyajian Data Ie Penarikan Kesimpulan Ie Validasi Temuan (Triangulasi Dat. HASIL DAN PEMBAHASAN This is an open access article under the CCAeBY-SA license Dwi Agustina Rahayu. Copyright A 2025. JUMIN. Page 1644 Terakreditasi SINTA 5 SK :72/E/KPT/2024 Submitted: 27/02/2025. Accepted: 02/03/2025. Published: 05/03/2025 JURNAL MEDIA INFORMATIKA [JUMIN] Volume 6 No 3 Edisi Mei - Agustus 2025. Page 1642-1649 ISSN 2808-005X . edia onlin. Available Online at http://ejournal. org/index. php/jumin Penggunaan Teknologi dalam Pembelajaran PPKn Hasil penelitian menunjukkan bahwa literasi digital telah diimplementasikan dalam pembelajaran PPKn dengan memanfaatkan teknologi seperti aplikasi presentasi digital, dan media sosial. Mahasiswa menggunakan platform seperti Google Classroom. Zoom, dan forum diskusi daring untuk mengakses materi, mengerjakan tugas, dan berkolaborasi dalam proyek-proyek berbasis kewarganegaraan. Seperti pada gambar 1 di bawah ini. Gambar 2. Pembelajaran menggunakan platform zoom Salah satu Contoh penerapannya adalah mahasiswa diberi tugas untuk menganalisis kebijakan publik menggunakan sumber daya digital, seperti jurnal daring dan data statistik yang tersedia di internet . Dengan ini, mahasiswa dilatih untuk memvalidasi sumber informasi dan menyaring berita yang relevan. Pembelajaran PKn dikemas secara kooperatif dan kontekstual dengan mengedepankan kemampuan literasi digital seperti penggunaan media digital untuk mencari informasi, memilah informasi, dan mengolah informasi. Selain itu dikembangkan juga kompetensi literasi digital dengan menghasilkan karya secara kreatif dan melalui penelaahan kritis, serta pembelajaran secara kolaboratif dan berkomunikasi secara efektif. Pembelajaran yang dirancang tersebut diharapkan dapat mengembangkan kemampuan literasi digital dan pengembangan karakter yang sejalan dengan tujuan PKn secara teoritis dan praktis. Pembelajaran yang dirancang juga mengakomodir pembelajaran untuk mengembangkan keterampilan abad ke-21 yang meliputi berpikir kritis, kreativitas, komunikasi, dan kolaborasi. Pembelajaran tersebut ditopang dengan information, media and technology skills dalam lingkup literasi informasi, literasi media, serta literasi teknologi, informasi, dan komunikasi. Pendekatan Scientific Approach dalam Literasi Digital Scientific Approach diterapkan dengan langkah-langkah seperti observasi, eksperimen, analisis data, dan sintesis informasi melalui media digital. Dalam konteks pembelajaran PPKn, mahasiswa dilibatkan dalam studi kasus yang menuntut mereka untuk: . Mengamati: Mengidentifikasi masalah kewarganegaraan melalui artikel, video, atau data Proses pengamatan dilakukan melalui indera penglihatan . elihat, membac. , indera pendengaran . endengarkan, menyima. baik menggunakan alat maupun tidak . Dalam kegiatan mengamati, dosen PPKn membuka secara luas dan bervariasi kesempatan mahasiswa untuk melakukan pengamatan melalui kegiatan: melihat, menyimak, mendengar dan membaca melalui literasi digital . -book, youtube, artikel, jurnal, surat berita onlin. Dosen memfasilitasi mahasiswa untuk melakukan pengamatan, melatih mereka untuk memperhatikan . elihat, membaca, dan mendenga. hal yang paling penting dari suatu benda atau objek. Selanjutnya dosen membuka kesempatan kepada mahasiswa untuk bertanya mengenai apa yang sudah dilihat, disimak dan dibaca. Adapun kegiatan mengamati ini adalah dengan membaca, mendengar, menyimak atau melihat dan secaar tidak langsung melakukan pembentukan karakter peduli lingkungan dan semangat kebangsaan. Selanjutnya dalam tahap . Mengeksplorasi: Mengumpulkan data dari sumber digital terpercaya. mendiskusikan/ mengumpulkan informasi dari berbagai sumber seperti diskusi teman kelompok, buku bacaan PPKn dan literasi digital. Kegiatan ini dilakukan dengan tujuan menggali dan mengumpulkan informasi dari berbagai sumber melalui berbagai cara. Dalam kegiatan mengumpulkan informasi dosen PPKn mengembangkan keterlibatan fisik, mental dan emosional mahasiswa, sehingga peserta didik dapat melatih keterampilan proses agar memperoleh hasil belajar yang meksimal. Dalam pendekatan Scientific Approach tahapan . Menganalisis: Membuat perbandingan kebijakan atau fenomena sosial berdasarkan informasi yang ditemukan. Dan tahapan terakhir . Menyimpulkan: Menyusun rekomendasi yang didukung oleh data. Dalam kegiatan penutup, dosen bersama-sama dengan mahasiswa dan/ atau sendiri membuat rangkuman/ simpulan pelajaran, melakukan penilaian dan/ atau refleksi terhadap kegiatan yang sudah dilaksanakan secara konsisten dan terprogram, memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil pembelajaran, merencanakan kegiatan tindak lanjut dalam bentuk pembelajaran remedi, program pengayaan, layanan konseling dan/ atau memberikan tugas baik tugas individual maupun kelompok sesuai dengan hasil belajar mahasiswa, memberikan tanya jawab dari materi yang telah dipelajari dan menyampaikan rencana pembelajaran pada pertemuan berikutnya. This is an open access article under the CCAeBY-SA license Dwi Agustina Rahayu. Copyright A 2025. JUMIN. Page 1645 Terakreditasi SINTA 5 SK :72/E/KPT/2024 Submitted: 27/02/2025. Accepted: 02/03/2025. Published: 05/03/2025 JURNAL MEDIA INFORMATIKA [JUMIN] Volume 6 No 3 Edisi Mei - Agustus 2025. Page 1642-1649 ISSN 2808-005X . edia onlin. Available Online at http://ejournal. org/index. php/jumin Misalnya, mahasiswa menganalisis dampak media sosial terhadap partisipasi politik generasi muda. Proses ini tidak hanya meningkatkan pemahaman mereka tentang materi, tetapi juga mengembangkan kemampuan berpikir kritis dan analitis . Seperti pada gambar 2 di bawah ini. Gambar 2. Kegiatan Pembelajaran PKn di kelas dengan Pendekatan Scientific Approach Dampak Implementasi Literasi Digital terhadap Civic Disposition Mahasiswa Peningkatan Kesadaran Kewarganegaraan Literasi digital meningkatkan kesadaran kewarganegaraan mahasiswa dengan memperluas akses terhadap informasi tentang isu-isu sosial, politik, dan hukum. Mahasiswa menjadi lebih sadar akan peran mereka sebagai warga negara yang aktif. Diskusi daring tentang hak asasi manusia, demokrasi, dan pluralisme memicu pemikiran kritis mahasiswa terhadap tanggung jawab sosial mereka . Indikator penjabaran tingkat keberhasilan penguatan civic disposition . eduli lingkungan dan semangat kebangsaa. dalam implementasi literasi digital pada pembelajaran PKn berbasis scientific approach mencakup berbagai aspek. Tabel yang dapat digunakan untuk menjelaskan indikator ini biasanya terdiri dari elemen-elemen seperti: Civic Disposition: Menunjukkan nilai yang akan dikuatkan, seperti peduli lingkungan atau semangat kebangsaan. Indikator Literasi Digital: Menggambarkan bagaimana siswa menggunakan teknologi dan informasi digital untuk mendukung penguatan civic disposition. Indikator Pendekatan Saintifik: Menjelaskan bagaimana siswa menerapkan tahapan saintifik . engamati, bertanya, mengumpulkan data, menalar, menyimpulka. dalam proses belajar. Tingkat Keberhasilan: Mengukur seberapa jauh tujuan penguatan civic disposition tercapai melalui literasi digital dan pendekatan saintifik. Tabel 1. Indikator Literasi digital dan Pendekatan Saintific Approach Aspek Indikator Literasi Digital Indikator Pendekatan Saintifik Tingkat Keberhasilan Peduli Lingkungan - Siswa menggunakan media digital untuk mencari informasi tentang isu lingkungan. - Siswa membuat konten digital . oster, vide. tentang lingkungan. - Siswa mengamati isu lingkungan melalui data - Siswa menganalisis data dampak lingkungan menggunakan metode ilmiah. - Konten digital siswa - Peningkatan kesadaran lingkungan dalam aktivitas sehari-hari. Semangat Kebangsaan - Siswa membuat konten digital yang mempromosikan nilai-nilai - Terlibat dalam diskusi daring terkait isu - Mengamati isu-isu kebangsaan melalui sumber - Menggunakan pendekatan ilmiah untuk menganalisis fenomena kebangsaan. - Partisipasi aktif siswa dalam diskusi online terkait - Konten yang kebhinekaan dan Civic disposition adalah sikap dan nilai yang diharapkan dimiliki oleh mahasiswa sebagai bagian dari warga negara yang baik. Dalam konteks ini, dua sikap yang ingin dikuatkan adalah: This is an open access article under the CCAeBY-SA license Dwi Agustina Rahayu. Copyright A 2025. JUMIN. Page 1646 Terakreditasi SINTA 5 SK :72/E/KPT/2024 Submitted: 27/02/2025. Accepted: 02/03/2025. Published: 05/03/2025 JURNAL MEDIA INFORMATIKA [JUMIN] Volume 6 No 3 Edisi Mei - Agustus 2025. Page 1642-1649 ISSN 2808-005X . edia onlin. Available Online at http://ejournal. org/index. php/jumin Peduli Lingkungan: Kesadaran dan keterlibatan siswa dalam menjaga lingkungan hidup, serta kemampuan mereka untuk berperilaku secara bertanggung jawab terhadap kelestarian lingkungan. Semangat Kebangsaan: Rasa cinta tanah air, bangga terhadap identitas nasional, serta keterlibatan aktif dalam menjaga persatuan dan keberagaman bangsa Indonesia. Penguatan dua sikap ini sangat penting dalam membentuk generasi yang sadar lingkungan dan memiliki rasa kebangsaan yang kuat. Literasi digital dan pendekatan saintifik berperan penting dalam mencapai tujuan ini. Bahan ajar dalam Integrasi Teknologi Digital dalam Pembelajaran PKn salah satunya adanya infografis atau poster tentang keilmuan Pancasila. Seperti pada gambar 3 di bawah ini. Gambar 3. Infografis mata kuliah PKn Video Pembelajaran hasil tugas mahasiswa dalam mata kuliah PKn dengan mengintegrasikan literasi digital, seperti gambar 4 di bawah ini : Gambar 4 . video pembeljaran mahasiswa dalam menganalisis fenomena sosial Video Pembelajaran hasil tugas mahasiswa dalam mata kuliah PKn dengan mengintegrasikan literasi digital salah satunya dalam mengidentifikasi tentang kasus korupsi yang menjadi permasalahan yang utama dalam Mahasiswa mengidentfikasi,mengeksplorasi dan membuat hasil dalam bentuk video, seperti gambar 5 di bawah ini. Gambar 5. Video hasil menganalisis study case Pengembangan Sikap Demokratis dan Tanggung Jawab Sosial Implementasi literasi digital memungkinkan mahasiswa untuk mengembangkan sikap demokratis, seperti menghargai perbedaan pendapat dan bekerja sama dalam kelompok. Dengan akses ke berbagai perspektif, mahasiswa lebih terbuka This is an open access article under the CCAeBY-SA license Dwi Agustina Rahayu. Copyright A 2025. JUMIN. Page 1647 Terakreditasi SINTA 5 SK :72/E/KPT/2024 Submitted: 27/02/2025. Accepted: 02/03/2025. Published: 05/03/2025 JURNAL MEDIA INFORMATIKA [JUMIN] Volume 6 No 3 Edisi Mei - Agustus 2025. Page 1642-1649 ISSN 2808-005X . edia onlin. Available Online at http://ejournal. org/index. php/jumin terhadap pluralisme. Selain itu, mereka terlibat dalam kampanye digital untuk mengedukasi masyarakat tentang isu-isu kewarganegaraan, seperti pentingnya pemilu dan partisipasi politik . Pengembangan Sikap Demokratis dalam pembelajaran PKn berbasis saintifik berfokus pada pentingnya mahasiswa untuk memahami nilai-nilai demokrasi, seperti hak asasi manusia, kebebasan berpendapat, dan prinsip kesetaraan. Dalam pendekatan berbasis saintifik, mahasiswa diajak untuk terlibat dalam diskusi terbuka, menganalisis isu-isu sosial-politik secara kritis, serta mengambil keputusan bersama dengan mempertimbangkan berbagai pandangan dan perspektif. Ini akan membekali mereka dengan keterampilan untuk menjadi warga negara yang tidak hanya pasif, tetapi aktif dalam kehidupan demokrasi. Melalui platform digital, diskusi dan interaksi ini bisa dilakukan dengan lebih luas dan inklusif, memfasilitasi mahasiswa untuk mengembangkan sikap terbuka terhadap berbagai opini dan argumen. Sementara itu. Tanggung Jawab Sosial berhubungan dengan kesadaran mahasiswa akan peran dan kontribusi mereka dalam masyarakat. Dalam pembelajaran berbasis saintifik, mahasiswa tidak hanya belajar teori, tetapi juga diarahkan untuk terlibat dalam kegiatan yang berdampak sosial, seperti proyek sosial berbasis komunitas atau pengabdian kepada masyarakat. Di era digital, pengembangan tanggung jawab sosial ini bisa dilakukan dengan memanfaatkan teknologi untuk menyelesaikan masalah sosial, seperti kampanye kesadaran sosial di media sosial atau pengembangan aplikasi untuk membantu masyarakat yang membutuhkan. Mahasiswa diajarkan untuk melihat peran mereka lebih dari sekedar individu yang mengakses informasi, tetapi juga sebagai agen perubahan yang berkontribusi pada kesejahteraan sosial melalui tindakan nyata. Secara keseluruhan, pengembangan sikap demokratis dan tanggung jawab sosial dalam pembelajaran PKn berbasis saintifik berfokus pada upaya untuk membentuk mahasiswa yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki karakter yang kuat dalam menjaga dan memajukan nilai-nilai demokrasi serta berkontribusi pada perbaikan sosial. Pendekatan ini memungkinkan mahasiswa untuk mengembangkan civic disposition yang mendalam, yaitu kesiapan mereka untuk berpartisipasi secara aktif dan bertanggung jawab dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Tantangan dalam Implementasi Literasi Digital dalam Pembelajaran PKn Adanya Ketimpangan Akses Teknologi . Tidak semua mahasiswa memiliki akses yang memadai terhadap perangkat teknologi atau internet. Hal ini menjadi tantangan besar dalam implementasi literasi digital secara merata. Selain itu. Keterbatasan Keterampilan Teknologi. Sebagian mahasiswa dan dosen masih mengalami kesulitan dalam memanfaatkan alat digital secara optimal. Pelatihan intensif diperlukan untuk meningkatkan kompetensi teknis mereka . Untuk mengatasi ini, diperlukan pelatihan, dukungan teknis, serta pendekatan yang cermat dalam menggunakan teknologi untuk mendalami isu sosial dan politik secara lebih mendalam. KESIMPULAN Literasi Digital sebagai Bagian dari Penguatan Civic Disposition Mahasiswa Literasi digital memainkan peran yang signifikan dalam penguatan civic disposition mahasiswa,. Dengan memanfaatkan teknologi digital, mahasiswa memiliki akses lebih luas terhadap informasi mengenai isu-isu kewarganegaraan, lingkungan, sosial,yang relevan dengan kehidupan bermasyarakat. Melalui penggunaan sumber daya digital, mahasiswa tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga dapat berpartisipasi aktif dalam menyampaikan pendapat, memproduksi konten, dan terlibat dalam diskusi mengenai isu-isu tersebut. Pendekatan Saintifik dalam Pembelajaran PKn Pendekatan ilmiah . cientific approac. yang diterapkan dalam pembelajaran PKn terbukti efektif dalam mendorong mahasiswa untuk berpikir kritis, sistematis, dan objektif dalam memahami isu-isu sosial, politik, dan lingkungan yang dihadapi bangsa. Dengan tahapan mengamati, bertanya, mengumpulkan data, menganalisis, dan mengkomunikasikan, mahasiswa diajak untuk tidak hanya memahami konsep-konsep civic disposition tetapi juga terlibat secara aktif dalam memecahkan masalah nyata yang berkaitan dengan kewarganegaraan. Selain itu, mahasiswa dalam mengoptimalisasikam dalam literasi digital diantaranya dengan menggunakan video pembelajaran, infografis, dan pemanfaatan pembelajaran daring zoom meeting. Sehingga dalam penguatan Civic Disposition Mahasiswa didukung oleh pendekatan saintifik dapat meningkatkan kesadaran mahasiswa terhadap pentingnya memiliki sikap peduli lingkungan dan semangat kebangsaan. Mahasiswa lebih mampu memahami tanggung jawab mereka sebagai warga negara yang baik, termasuk bagaimana berkontribusi dalam masyarakat, baik melalui tindakan nyata maupun partisipasi digital. UCAPAN TERIMAKASIH Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh pihak yang telah mendukung dan berkontribusi dalam penyusunan artikel ini. Terutama kepada Universitas Bhinneka PGRI, yang telah memberikan This is an open access article under the CCAeBY-SA license Dwi Agustina Rahayu. Copyright A 2025. JUMIN. Page 1648 Terakreditasi SINTA 5 SK :72/E/KPT/2024 Submitted: 27/02/2025. Accepted: 02/03/2025. Published: 05/03/2025 JURNAL MEDIA INFORMATIKA [JUMIN] Volume 6 No 3 Edisi Mei - Agustus 2025. Page 1642-1649 ISSN 2808-005X . edia onlin. Available Online at http://ejournal. org/index. php/jumin fasilitas dan kesempatan untuk mengembangkan penelitian ini. Ucapan terima kasih juga kami sampaikan kepada LPPM yang telah memberikan bimbingan dan dukungan sepanjang proses penelitian ini, serta kepada Tim Penulis yang telah bekerja keras dalam merancang dan menyusun artikel ini dengan dedikasi tinggi. Kami juga menyampaikan penghargaan dan terima kasih yang tulus kepada mahasiswa yang terlibat dalam penelitian ini, yang telah memberikan data dan informasi yang sangat berharga untuk keberhasilan penelitian ini. Tanpa partisipasi aktif kalian, penelitian ini tidak akan dapat terlaksana dengan baik. Semoga kerja sama dan kontribusi ini dapat terus berkembang demi kemajuan pendidikan dan ilmu pengetahuan. REFERENCES