At-Ta`lim : Jurnal Pendidikan Vol. 7 No. Hal. ISSN (Prin. : 2460-5360 ISSN (Onlin. : 2548-4419 DOI: https://doi. org/10. 36835/attalim. PENDAMPINGAN DALAM PENERAPAN INSTRUMEN PENILAIAAN SIKAP SPIRITUAL DAN SOSIAL DI MA SWASTA MAMBAAoUL HIKAM PUTAT TANGGULANGIN Dhea Alfina Damatussolah1. Hanim Afiyah2 Pascasarjana Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya dheaalfina1@gmail. com1, afiyahhanim@gmail. Abstract This paper examines the process of mentoring the application of an assessment instrument for spiritual and social attitudes at MA Mamba'ul Hikam Putat Tanggulangin. This was motivated by a problem in school that did not apply assessment instruments to students. This research was conducted with a period of 1 month in research and data processing with existing theories. The results of this study state that the self-assessment of students at MAS Mamba'ul Hikam can be used to foster values of reconciliation and improve the ability to reflect or introspect, as follows: . Observation technique, . Self-assessment, . Assessment between friends and . Journal, . Steps to make a description of the value / development of attitudes for one semester at MAS Mamba'ul Hikam. Assistance in the application of spiritual and social assessment instruments at MAS Mamba'ul Hikam was carried out with the observation stage, instrument development and implementation assistance carried out well. Keywords: Mentoring. Assessment. Spiritual Attitude. Social Attitude. Abstrak Tulisan ini mengkaji tentang proses pendampingan penerapan instrument penilaian sikap spiritual dan sosial di MA Swasta MambaAoul Hikam Putat Tanggulangin. Hal itu dilatar belakangi karena adanya masalah di sekolahan yang tidak menerapkan instrument penilaian ke peserta didik. Penelitian ini dilakukan dengan jangka waktu 1 bulan dalam riset dan olah data dengan teori yang ada. Hasil penelitian ini menyatakan bahwa Penilaian diri peserta didik di MAS MambaAoul Hikam dapat digunakan untuk menumbuhkan nilai-nilai kejuAjuran dan meningkatkan kemampuan refleksi atau mawas diri, sebagaimana berikut: . Teknik observasi, . Penilaian diri. Penilaian antar teman dan . Jurnal. Langkah-langkah untuk membuat deskripsi nilai/perkembangan sikap selama satu semester di MAS MambaAoul Hikam. Pendampingan penerapan instrument penilaian spiritual dan sosial di MAS MambaAoul Hikam dilakukan dengan tahap observasi, pengembangan instrument dan pendampingan pelaksanaan dilakukan dengan baik. Kata Kunci: Pendampingan. Penilaian. Sikap Spiritual. Sikap Sosial PENDAHULUAN Perubahan paradigma pendidikan dalam kurikulum 2013 dari behavioristik ke konstruktivistik tidak hanya menuntut adanya perubahan dalam proses pembelajaran, tetapi juga perubahan dalam melaksanakan penilaian. Dalam paradigma lama, penilaian pembelajaran lebih ditekankan pada hasil yang cenderung menilai kemampuan aspek kognitif, dan kadang-kadang direduksi sedemikian rupa melalui bentuk tes seperti pilihan https://ejournal. id/index. php/attalim Dhea Alfina Damatussolah1. Hanim Afiyah2 ganda, benar atau salah, menjodohkan yang telah gagal mengetahui kinerja peserta didik yang sesungguhnya. Tes tersebut belum bisa mengetahui gambaran yang utuh mengenai sikap, keterampilan, dan pengetahuan peserta didik dikaitkan dengan kehidupan nyata mereka di luar sekolah atau masyarakat. Aspek afektif dan psikomotorik juga diabaikan. Dalam pembelajaran berbasis konstruktivisme, penilaian pembelajaran tidak hanya ditujukan untuk mengukur tingkat kemampuan kognitif semata, tetapi mencakup seluruh aspek kepribadian siswa, seperti perkembangan moral, perkembangan emosional, perkembangan sosial dan aspek-aspek kepribadian individu lainnya. Kurikulum 2013 menetapkan sikap sebagai aspek yang sangat penting untuk dinilai dalam pembelajaran. Penilaian sikap dapat dioptimalisasikan dalam mengembangkan KI 1 dan KI 2 dengan menggunakan instrumen format penilaian sikap terhadap siswa. Sikap spiritual (KI . yang terkait dengan pembentukan peserta didik yang beriman dan bertakwa, dan sikap sosial (KI . yang terkait dengan pembentukan peserta didik yang berakhlak mulia, mandiri, demokratis, dan bertanggung jawab, dan sebagainya. Sikap spiritual sebagai perwujudan dari menguatnya interaksi vertikal dengan Tuhan Yang Maha Esa. Sedangkan sikap sosial sebagai perwujudan eksistensi kesadaran dalam upaya mewujudkan harmoni kehidupan. Demikian pula, perlu adanya penilaian tidak hanya bertumpu pada penilaian produk, tetapi juga mempertimbangkan segi proses dan evaluasi. Di MAS Mambaul Hikam Putat Tanggulangin dalam melakukan penilaian sikap spiritual dan sosial siswa sudah memiliki instrument. Namun yang menjadi permasalahan, pihak guru tidak menggunakan instrument tersebut dengan baik dalam penilaian. Banyak ditemui guru yang menilai siswa langsung dengan pengisian rapor berdasarkan nilai tugas saja dan analisis sikap. Sehingga ini menjadi hal yang harus ditangani dengan baik, dan dibuat program pendampingan oleh peneliti. Oleh karena itu, dalam jurnal ini membahas pendampingan dalam penerapan instrument penilaiaan sikap spiritual dan sosial di MA Swasta ManbaAoul Hkam Putat Tanggulangin. METODE Penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian studi kasus. Karena dalam penelitian studi kasus, menggunakan bukti empiris, dan memferivikasi apakah suatu teori atau konsep dapat diterapkan dalam suatu kondisi. Penelitian studi kasus adalah bentuk penelitian kualitatif yang berusaha untuk menemukan makna, menyelidiki proses, dan untuk mendapatkan wawasan dan pemahaman mendalam tentang seorang individu, kelompok, atau situasi. 1 Dalam penelitian ini yang menjadi unit analisanya adalah penilaiaan sikap spiritual dan sosial, terutama impelementasi sikap spiritual dan sikap sosial yang di dalamnya terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Marguerite G. Lodico. , et al. AuMethods In Educational Research. Ay Education and Urban Society, 7, no. Jossey-Bass, 2006, doi:10. 1177/001312457500700301 At-Ta`lim: Vol. 7 No. Pendampingan dalam Penerapan Instrumen Penilaiaan Sikap Spiritual dan Sosial PEMBAHASAN Penilaian Sikap Spriritual dan Sosial Menurut data yang dirilis oleh KPAI, ada banyak kasus bentuk kenakalan remaja yang kini terjadi. jumlah kasus terbesar adalah kasus anak sebagai pelaku kekerasan seksual sebanyak 804 kasus. Kasus lainnya adalah banyaknya anak sebagai pelaku kekerasan di sekolah/ bullying . dan anak pelaku tawuran pelajar . (Komisi Perlindungan Anak Indonesi. Beranjak dari fenomena itulah, menumbuhkan sikap yang baik dalam diri peserta didik sangat penting. Oleh karena itu, pemerintah melakukan inovasi atau pembaruan dalam bidang Pendidikan untuk membentuk karakter manusia Indonesia yang lebih baik. Salah satunya adalah merancang kurikulum 2013 untuk menguatkan karakter peserta didik yang diturunkan menjadi ranah sikap. Denganadanya sikap, manusia dapat mengatur dirinya sendiri dan bersosialisasi dengan sesamanya. Sikap adalah kecenderungan bertindak, berpersepsi, berpikir, dan merasa dalam menghadapi objek, ide, situasi, atau nilai. Sikap mampu mendorong manusia untuk berorientasi dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Sikap di dalam kurikulum 2013 dibagimenjadi dua kompetensi, yaitu sikap spiritual dan sikap sosial. Sikap spirutal adalah merupakan perwujudan hubungan antara seorang hamba dengan Tuhan Yang Maha Esa, oleh karenanya, apa yang dilakukan pun harus sesuai dengan apa yang diperintahkannya. Sedangkan sikap sosial merupakan gambaran bentuk hubungan dengan sesama manusia dan juga lingkungannya. Proses penilaian . mencakup sejumlah bukti-bukti yang menunjukkan pencapaian hasil belajar peserta didik. Asesmen ini dilaksanakan secara terpadu dengan kegiatan pembelajaran sehingga disebut sebagai penilaian berbasis kelas (PBK). PBK dilakukan dengan berbagai cara seperti pengumpulan kerja peserta didik . , hasil karya . , penugasan . , kinerja . , dan tes tulis . aper and Guru menilai kompetensi dan hasil belajar peserta didik berdasarkan tingkat pencapaian prestasi peserta didik. Penilaian demikianlah yang disebut autentic assessment yang diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia menjadi Auasesmen autentikAy atau Aupenilaian autentik. Instrument Penilaian Sikap Spriritual dan Sosial Sikap atau attitude sebagai suatu reaksi pandangan atau perasaan seorang individu terhadap objek tertentu. Walaupun objeknya sama, namun tidak semua individu mempunyai sikap yang sama, hal itu dapat dipengaruhi oleh keadaan individu, pengalaman, informasi dan kebutuhan masing- masing individu berbeda. Sikap seseorang terhadap objek akan membentuk perilaku individu terhadap objek. Penilaian sikap merupakan kegiatan yang dilakukan oleh pendidik untuk Komisi Perlindungan Anak Indonesia. Data Kasus Kenakalan Remaja. 2016, w. Masnur Muslich. Authentic Assessment: Penilaian Berbasis Kelas dan Kompetensi, (Bandung: PT Refika Aditama, 2. Hal. A Gerungan,Psikologi Sosial. (Bandung: Rafika Aditama,2. ,hal. At-Ta`lim: Vol. 7 No. Dhea Alfina Damatussolah1. Hanim Afiyah2 memperoleh informasi deskriptif mengenai sikap peserta didik. Penilaian sikap dalam Kurikulum 2013 dapat dilakukan dengan teknik observasi . , penilaian diri, dan penilaian antarteman. Spiritual berasal dari kata spirit yang berarti Ausemangat, jiwa, roh, sukma, mental, batin, rohani dan keagamaanAy. 5 Sedangkan Anshari dalam kamus psikologi mengatakan bahwa spiritual adalah asumsi mengenai nilai-nilai transcendental. Sosial haruslah ditinjau sebagai semua kegiatan yang ada hubungannya dengan masyarakat luas, sesuai dengan perkataan asalnya AusoziusAy yang berarti AutemanAy. Instrumen adalah alat bantu yang dipilih dan digunakan oleh peneliti dalam kegiatannya mengumpulkan data agar kegiatan tersebut menjadi sistematis dan dipermudah olehnya. 8 Alat atau instrumen adalah sesuatu yang dapat digunakan untuk mempermudah seseorang dalam melaksanakan tugas atau mencapai tujuan secara lebih efektif dan efisienAy. Pengembangan Instrumen Penilain Sikap Spiritual dan Sosial Di MA Swasta MambaAoul Hikam Instrumen adalah alat bantu yang dipilih dan digunakan oleh peneliti dalam kegiatannya mengumpulkan data agar kegiatan tersebut menjadi sistematis dan dipermudah olehnya. Alat atau instrumen adalah sesuatu yang dapat digunakan untuk mempermudah seseorang dalam melaksanakan tugas atau mencapai tujuan secara lebih efektif dan efisienAy. Penilaian KI 1 Instrumen Penilaian Sikap Spiritual (Lembar Observas. Petunjuk Umum Instrumen penilaian sikap spiritual ini berupa Lembar Observasi. Observasi merupakan teknik penilaian yang dilakukan secara berkesinambungan dengan menggunakan indera, baik secara langsung maupun tidak langsung dengan menggunakan instrument yang berisi sejumlah indikator perilaku yang diamati. Pada jenjang SMA/MA, kompetensi sikap spiritual mengacu pada KI-1: Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya. Instrumen ini diisi oleh guru yang mengajar peserta didik yang dinilai. Petunjuk Pengisian Secara periodik, misalnya 1 atau 2 minggu sekali guru melakukan penilaian sikap spiritual peserta didik. Caranya, guru memberitanda cek (O. pada Tim Penyusun Kamus Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa. Kamus Besar Bahasa Indonesia, (Jakarta: Balai Pustaka, 1. , hal. Hafi Anshori. Kamus Psikologi, (Surabaya: Usaha Kanisius, 1. , hal. Astrid S. Susanto. Pengantar Sosiologi dan Perubahan Sosial, (Binacipta, 1. , hal. Suharsimin,Arikunto,Prosedur Penelitian: Suatu Pendekatan Praktek,(Jakarta: Reneka Cipta,2. , hal. Suharsimi Arikunto,Manajemen Penelitian,(Jakarta: Rineka Cipta,2. , hal. At-Ta`lim: Vol. 7 No. Pendampingan dalam Penerapan Instrumen Penilaiaan Sikap Spiritual dan Sosial kolom skor sesuai sikap spiritual yang ditampilkan oleh peserta didik, dengan kriteria sebagai berikut. 4 = selalu, apabila peserta didik selalu melakukan sesuai pernyataan. 3 = sering, apabila peserta didik sering melakukan sesuai pernyataan dan kadangkadang tidak melakukan nya. 2 = kadang-kadang, apabila peserta didik kadang-kadang melakukan dan sering tidak melakukannya. 1 = tidak pernah, apabila peserta didik tidak pernah melakukannya. Lembar Observasi Kelas : . Semester : . TahunAjaran : . Periode Pengamatan : TanggalA. s/d . Instrumen Penilaian Sikap Sosial (Lembar Penilaian Antar Peserta Didi. Instrumen penilaian sikap sosial ini berupa Lembar Penilaian Antarpeserta Didik. Instrumen ini diisi oleh peserta didik untuk menilai peserta didik lain/temannya. Petunjuk Pengisian Berdasarkan perilaku teman kalian selama dua minggu terakhir, nilailah sikap temanmu dengan memberi tanda centang (O. pada kolom skor 4, 3, 2, atau 1 pada Lembar Penilaian Antar peserta Didik dengan ketentuan sebagai berikut: C Skor 4 apabila selalu melakukan perilaku yang dinyatakan C Skor 3 apabila sering melakukan perilaku yang dinyatakan C Skor 2 apabila kadang-kadang melakukan perilaku dinyatakan C Skor 1 apabila jarang melakukan perilaku yang dinyatakan At-Ta`lim: Vol. 7 No. Dhea Alfina Damatussolah1. Hanim Afiyah2 Petunjuk Penskoran Skor akhir menggunakan skala 1 sampai 4 Perhitungan skor akhir menggunakan Sesuai Permendikbud No 81A Tahun 2013 peserta didik memperoleh nilai Sangat Baik Baik Cukup Kurang : apabila memperoleh skor : 3,33 < skor O 4,00 : apabila memperoleh skor : 2,33 < skor O 3,33 : apabila memperoleh skor : 1,33 < skor O 2,33 : apabila memperoleh skor: skor O 1,. Itulah dua model pengembangan instrument penilaian sikap spiritual dan sosial yang peneliti laksanakan di MA Swasta MambaAoul Hikam Putat Tanggulangin. Pendampingan Penerapan Instrumen Penilaian Sikap Spiritual dan Sosial di MA Swasta MambaAoul Hikam Putat Tanggulangin Maka penulis memaparkan pelaporan kegiatan dalam pendampingan penerapan instrument spiritual dan sosial di MAS MambaAoul Hikam Putat Tanggulangin sebagaimana berikut: Nama Kegiatan Survey dan wawancara dengan Kepala sekolah dan guru-guru MAS MambaAoul Hikam Putat Tanggulangin. Penentuan masalah prioritas dan perumusan solusi yang Koordinasi pengembangan instrument penilaian sikap spiritual dan sosial Pelaksanaan pendampingan Pelaporan hasil Indikator Keberhasilan Mendapatkan izin dari pihak sekolah Adanya kesepakatan masalah prioritas dengan pihak sekolah Mendapatkan instrument yang bisa dikembangkan Pendampingan penerapan dengan koordinasi langsung dan online Pemaparan hasil Tanggal 17 Februari 2021 17 Februari 2021 19 Februari 2021 17 Februari 2021 17 Februari 2021 Berdasarkan jurnal kegiatan di atas, disini penulis memaparkan beberapa target yang sudah didapatkan dalam program pengabdian masyarakat sebagaimana berikut: Pada tanggal 17 Februari 2021 penulis menjalankan kegiatan Survey dan wawancara dengan kepala sekolah dan guru-guru MAS MambaAoul Hikam Putat Tanggulangin dengan mendapatkan izin dari pihak sekolah secara lancar. Pada tanggal 17 Februari 2021 dapat menjalankan penentuan masalah prioritas dan perumusan solusi yang ditawarkan. Dalam penentuan masalah tersebut antara penulis At-Ta`lim: Vol. 7 No. Pendampingan dalam Penerapan Instrumen Penilaiaan Sikap Spiritual dan Sosial dengan sekolahan saling berdiskusi tentang permasalahan yang ada, dan menyepakati dengan adanya pengembangan instrument yang penulis tawarkan. Pada tanggal 19 Februari 2021 dapat melaksanakan koordinasi pengembangan instrument penilaian sikap spiritual dan sosial, sehingga penulis bisa mencapai target untuk mendapatkan instrument sekolahan yang bisa dikembangkan. Pada tanggal 12 April 2021 dapat melaksanakan pendampingan dalam penerapan instrument secara langsung dan online. Penulis berkomunikasi dengan baik dengan pihak sekolahan dalam penerapan instrument penilaian tersebu di MAS MambaAoul Hikam Putat Tanggulangin. Pada tanggal 30 April 2021 penulis memaparkan hasil penelitian ini. Kendala dan solusi yang diberikan oleh penulis dipaparkan sebagaimana berikut: Penulis mengalami kendala dalam menemukan permasalahan di sekolahan terkait evaluasi pembelajaran. Namun pada akhirnya, dengan komunikasi yang baik pihak sekolah dan penulis sama menyepakati untuk membantu dalam penerapan instrument penilaian kembali, setelah beberapa waktu lama banyak guru yang tidak menerapkan instrument penilaian pada peserta didik. Kesulitan lain yang dihadapi oleh penulis ketika observasi untuk pengembangan instrument, penulis mencoba untuk semaksimal mungkin dalam mengembangkan instrument yang ada agar bisa diterapakan dengan baik dan mudah. Pendampingan dilakukan dengan langsung dan online, hasilnya adalah guru akan berusaha menggunakan instrument penilaian yang sudah penulis kembangkan KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian di atas maka dapat disimpulkan sebagaimana berikut ini: Penilaian diri peserta didik di MAS MambaAoul Hikam dapat digunakan untuk menumbuhkan nilai-nilai kejuAjuran dan meningkatkan kemampuan refleksi atau mawas diri, sebagaimana berikut: . Teknik observasi, . Penilaian diri, . Penilaian antar teman dan . Jurnal. Langkah-langkah untuk membuat deskripsi nilai/perkembangan sikap selama satu semester di MAS MambaAoul Hikam: Guru mata pelajaran, wali kelas dan guru BK masing-masing mengelomApokkan . catatan-catatan sikap pada jurnal yang dibuatnya kedalam sikap spiritual dan sikap sosial . pabila pada jurnal belum ada koAlom butir nila. Guru mata pelajaran, wali kelas dan guru BK masing-masing membuat ruAmusan deskripsi singkat sikap spiritual dan sikap sosial berdasarkan caAtatan-catatan jurnal untuk setiap peserta didik. Wali kelas mengumpulkan deskripsi singkat sikap dari guru mata pelajaran dan guru BK. Pelaporan hasil penilaian sikap dalam bentuk predikat dan deskripsi. Pendampingan penerapan instrument penilaian spiritual dan sosial di MAS MambaAoul Hikam dilakukan dengan tahap observasi, pengembangan instrument dan pendampingan pelaksanaan dilakukan dengan baik. At-Ta`lim: Vol. 7 No. Dhea Alfina Damatussolah1. Hanim Afiyah2 DAFTAR PUSTAKA