BEBAN KERJA DAN LINGKUNGAN KERJA PENGARUHNYA TERHADAP KINERJA KARYAWAN DENGAN STRES KERJA SEBAGAI VARIABEL INTERVENING Dian Nurshanti1. Uju SujiAoah2 Alumni Program Studi Manajemen. Fakutas Ekonomi dan Bisnis. Universitas Cokroaminoto Yogyakarta Program Studi Manajemen. Fakutas Ekonomi dan Bisnis. Universitas Cokroaminoto Yogyakarta Email: dianshanti28@gmail. com1, ujusuji@gmail. Keywords: beban kerja, lingkungan kerja, stres kerja. Article Info: Submitted: 1/6/2025 Revised: 2/08/2025 Published: 7/09/2025 ABSTRACT This study aims to determine the effect of workload and work environment on employee performance, with work stress as an intervening The sample size is 68 employees with a saturated sampling Data collection method with a questionnaire. Data analysis technique using Structural Equation Modeling (SEM) with the SmartPLS 0 program. Instrument testing with outer model . onvergent validity, discriminant validity, and composite reliabilit. , data analysis testing with inner model (R-square. Q-square. F-square, and Goodness of Fi. and hypothesis testing . irect effect, indirect effect, and total effec. The results of the study indicate that: . Direct effect: workload has a positive and significant effect on work stress. work environment has a positive and insignificant effect on work stress. workload has a positive and significant effect on employee performance. work environment has a positive and significant effect on employee performance. work stress has a positive and significant effect on employee performance. Indirect effect: workload has a positive and significant effect on employee performance through work stress. work environment has a positive and insignificant effect on employee performance through work stress. Total effect: workload on employee performance is 0. environment on employee performance is 0. work stress on employee performance is 0. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh beban kerja dan lingkungan kerja terhadap kinerja karyawan, dengan stres kerja sebagai variabel intervening. Jumlah sampel 68 karyawan dengan teknik pengambilan sampling jenuh. Metode pengumpulan data dengan Teknik analisis data menggunakan Structural Equation Modeling (SEM) dengan program SmartPLS 4. Pengujian instrumen dengan outer model . onvergent validity, discriminant validity, dan composite reliabilit. , pengujian analisis data dengan inner model (Rsquare. Q-square. F-square, dan Goodness of Fi. dan pengujian hipotesis . irect effect, indirect effect, dan total effec. Vol. 2 No. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: . Derect effect: beban kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap stres kerja. kerja berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap stres kerja. kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan. lingkungan kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja stres kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja Indirect effect: beban kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan melalui stres kerja. lingkungan kerja berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap kinerja karyawan melalui stres kerja. Total effect: beban kerja terhadap kinerja karyawan sebesar 0,678. lingkungan kerja terhadap kinerja karyawan sebesar 0,468. stres kerja terhadap kinerja karyawan sebesar 0,323. PENDAHULUAN Sumber Daya Manusia (SDM) adalah elemen kunci yang menjadi aset penting bagi sebuah organisasi atau perusahaan (Helmiyatun et al, 2. Organisasi harus dapat mengelola SDM dengan tepat untuk memastikan operasional yang efektif, guna mendukung pencapaian tujuan yang telah ditetapkan agar fungsi organisasi tetap seimbang dan efisien (Bukit, 2. Sebaliknya, apabila SDM tidak dikelola dengan baik dan benar, maka tidak mungkin suatu organisasi atau perusahaan dapat berjalan dengan baik dan maksimal sesuai dengan yang diharapkan (Elbadiansyah, 2. Oleh karena itu sebaiknya sumber daya manusia dikelola dengan baik, salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan memperhatikan beban kerja, lingkungan kerja, stres kerja dan kinerja karyawan. Untuk memaksimalkan tujuan perusahaan, usaha yang dapat ditempuh salah satunya adalah memiliki karyawan dengan kinerja yang baik. Kinerja karyawan adalah suatu hasil kerja yang dicapai seseorang dalam melaksanakan tugas-tugas yang dibebankan kepadanya yang dilaksanakan dengan kecakapan, pengalaman dan kesungguhan serta waktu (Hasibuan, 2. Kinerja karyawan yang optimal tidak hanya mencerminkan kemampuan individu dalam menyelesaikan tugas, tetapi juga berkontribusi langsung terhadap pencapaian target dan pertumbuhan perusahaan secara keseluruhan (Silaen et al, 2. Berhasil tidaknya kinerja karyawan yang dicapai suatu organisasi dipengaruhi oleh tingkat kinerja karyawan, baik secara individu maupun kelompok (Budiyanto, 2. Beban kerja merupakan jumlah dan kompleksitas tugas yang harus diselesaikan oleh seorang individu atau kelompok dalam jangka waktu tertentu (Hermawan, 2. Beban kerja yang tidak seimbang dapat memengaruhi kondisi psikologis karyawan yang pada akhirnya berkontribusi pada peningkatan stres kerja (Nuzulia, 2. Selain itu, beban kerja yang terlalu tinggi juga dapat menyebabkan penurunan kinerja yang berdampak buruk pada kinerja karyawan (Budiasa, 2. Memahami dan mengelola beban kerja secara efektif sangat penting untuk mengoptimalkan kinerja karyawan dalam mendukung tercapainya tujuan perusahaan. Menurut Nitisemito . , lingkungan kerja adalah segala sesuatu yang ada di sekitar pekerja dan yang dapat mempengaruhi dirinya dalam menjalankan tugas-tugas yang dibebankan. Lingkungan kerja yang baik dapat meningkatkan kinerja seseorang untuk dapat bekerja dengan baik dan memberikan kinerja terbaiknya, sebaliknya lingkungan kerja yang buruk dapat menyebabkan ketidakpuasan yang pada akhirnya dapat meningkatkan stres dan menurunkan produktivitas (Ikhwan, 2. Lingkungan kerja yang kondusif tidak hanya menciptakan suasana yang nyaman, tetapi juga berperan dalam mengurangi tingkat stres kerja, oleh karena itu perusahaan perlu menyediakan lingkungan kerja yang sehat dan mendukung karyawan mengelola stres serta meraih kinerja yang maksimal. Stres kerja adalah adalah kondisi ketegangan yang menciptakan adanya suatu kondisi yang tidak seimbang antara fisik dan psikis, yang mempengaruhi kondisi pekerja baik emosi maupun proses berpikir (Rachmawati et al, 2. Stres kerja yang tidak dikelola dengan baik berdampak pada produktivitas, kualitas kerja, dan kesejahteraan karyawan. Sebaliknya, stres kerja yang dikelola dengan baik dapat memberikan dampak positif bagi perusahaan berupa peningkatan kinerja karyawan (Sari et al, 2. Perusahaan harus membantu karyawan mengelola stres, sehingga mencapai kinerja yang optimal dan mendukung tercapainya tujuan organisasi. Beberapa penelian terdahulu yang menyatakan adanya hubungan antara beban kerja, lingkungan kerja, stres kerja dan kinerja karyawan, yaitu penelitian Yusuf et al . Hermanto et al . Wirawan . , yang menyatakan bahwa beban kerja memiliki pengaruh terhadap stres kerja, sehingga dapat menurunkan kemampuan individu untuk bekerja secara efektif dan efisien. Perkasa et al . Dwinanda . Septian . , yang menyatakan bahwa beban kerja memiliki pengaruh terhadap kinerja karyawan. Anita et al . Rizki et al . Sawal et al . , yang menyatakan bahwa lingkungan kerja memiliki pengaruh terhadap stres kerja, sehingga lingkungan kerja yang kondusif dapat mengurangi stres kerja. Hermawan . Qoyyimah et al . Firmansyah et al . , yang menyatakan bahwa lingkungan kerja memiliki pengaruh terhadap kinerja karyawan, terciptanya lingkungan kerja yang nyaman dan kondusif akan berpengaruh terhadap kinerja karyawan. Nabilah et al . Muchammad et al . Widarta . , yang menyatakan bahwa stres kerja memiliki pengaruh terhadap kinerja karyawan. Rohmaniah et al . Rezeki et al . Larasati et al . , yang menyatakan bahwa beban kerja memiliki pengaruh terhadap kinerja karyawan secara tidak langsung melalui stres kerja, adanya beban kerja yang berlebihan dapat menyebabkan stres kerja yang berpengaruh pada penurunan kinerja. Nopriani et al . Khuong & Yen . Agung et al . , yang menyatakan bahwa lingkungan kerja memiliki pengaruh terhadap kinerja karyawan melalui stres kerja, lingkungan kerja yang baik akan meningkatkan kinerja karyawan dengan dimediasi oleh stres kerja. Vol. 2 No. Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Yogyakarta merupakan instansi pemerintah yang mengurusi kepegawaian dan pelatihan dalam susunan administrasi pemerintah daerah Kotapraja Yogyakarta. BKPSDM bertugas melaksanakan fungsi administrasi kepegawaian dan pengembangan sumber daya manusia daerah sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan, serta mengelola semua urusan kepegawaian termasuk proses kenaikan jabatan. Berdasarkan informasi yang diperoleh melalui wawancara, terdapat beberapa masalah yang mempengaruhi kinerja karyawan, seperti beban kerja yang berlebihan. Karyawan harus menyelesaian pekerjaan utama, sedangkan disaat yang bersamaan juga dibebani dengan tanggung jawab tambahan lain seperti, mengkoordinasi suatu acara dan menghadiri berbagai kegiatan. Situasi tersebut menyebabkan karyawan kesulitan untuk mengelola fokus yang pada akhirnya menghambat karyawan dalam menyelesaikan pekerjaannya sehingga akan menyebabkan menurunnya kinerja. Kondisi layout ruang kerja yang kurang optimal, dimana tidak terdapat pembagian ruang kerja yang jelas antara satu bidang dengan bidang lainnya. Hal ini menyebabkan karyawan dari berbagai bidang berkerja dalam satu area yang sama tanpa sekat. Kondisi ini juga dapat memicu terjadinya stres kerja dikarenakan karyawan merasa tidak nyaman, sulit berkonsentrasi, yang pada akhirnya berdampak negatif pada kinerja individu maupun kelompok secara keseluruhan. Permasalahan dapat diangkat dalam penelitian ini adalah, apakah beban kerja dan lingkungan kerja berpengaruh terhadap kinerja karyawan melalui stres kerja pada karyawan BKPSDM Kota Yogyakarta? Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh beban kerja dan lingkungan kerja terhadap kinerja karyawan serta dampaknya terhadap stres kerja karyawan pada BKPSDM Kota Yogyakarta. KAJIAN PUSTAKA Beban Kerja Menurut Sulistiyono et al . , beban kerja merupakan sejumlah target pekerjaan atau target hasil yang harus dicapai oleh individu sebagai pemegang tanggung jawab dalam suatu pekerjaan. Terdapat beberapa cara untuk mengukur beban kerja menurut Alam . , yakni pengukuran subjektif, pengukuran fisiologis, dan pengukuran kinerja. Faktor yang mempengaruhi beban kerja menurut Mahawati . , yakni faktor internal . omatis dan psiki. dan faktor eksternal . ugas, tingkat kesulitan, dan tanggung jawa. Indikator beban kerja menurut Harras et al . , yakni tugas, lingkungan, sistem kerja, sistem manajemen, keterbatasan fasilitas, respon yang rendah, kinerja yang rendah, lemah mental, dan kurang penghargaan. Sedangkan indikator beban kerja dalam penelitian ini adalah tekanan untuk menyelesaikan pekerjaan dengan cepat, ketidakjelasan pekerjaan yang diberikan, kurangnya sumber daya, keterbatasan alat yang mendukung, tanggung jawab ganda, dan penurunan kualitas hasil kerja. Lingkungan Kerja Lingkungan kerja sebagai segala sesuatu yang mengelilingi karyawan, tempat karyawan bekerja, sehingga mereka merasa aman, nyaman, dan terpengaruh dalam menjalankan dan menyelesaikan tugasnya (Nurdin, 2. Terdapat beberapa cara untuk mengukur lingkungan kerja menurut Nurdin et al . , yakni intensitas cahaya, kelembaban udara, kebisingan dan Faktor yang mempengaruhi lingkungan kerja menurut Enny . , yakni faktor personal, faktor kepemimpinan, faktor tim, faktor sistem, dan faktor konstekstual. Indikator lingkungan kerja menurut Soelistya et al . , yakni suasana kerja, hubungan dengan rekan kerja, dan tersedianya fasilitas kerja yang memadai. Sedangkan indikator lingkungan kerja dalam penelitian ini adalah lingkungan kerja yang bersih, pencahayaan dan venlitasi yang memadai, suhu ruangan yang nyaman, layout ruang kerja yang teratur, area kerja yang terorganisir dengan baik, dan kemudahan akses menuju tempat Stres Kerja Menurut Tiwa . , stres kerja sebagai suatu kondisi dari interaksi manusia dengan pekerjaannya yang menciptakan adanya ketidakseimbangan fisik dan psikis, yang mempengaruhi emosi, proses berpikir, dan kondisi seorang karyawan. Terdapat beberapa cara untuk mengukur stres kerja menurut Sartika . , yakni self-report measure, physiological measure, biomechanical measure, dan perfomance measure. Faktor yang mempengaruhi stres kerja menurut Ekawarna . , yakni faktor lingkungan, faktor organisasional, dan faktor individu. Indikator stres kerja menurut Istiqomah . , yakni kurangnya kejelasan tentang tanggung jawab, mengharuskan memiliki ketrampilan atau pengetahuan yang tinggi, hubungan antar pribadi di tempat kerja, tekanan dari rekan kerja atau atasan, gaya kepemimpinan, pemimpin perusahaan. Sedangkan indikator stres kerja dalam penelitian ini adalah tuntutan pekerjaan yang terlalu banyak, adanya konflik antar karyawan, tingkat pergantian kayawan yang tinggi, dan pimpinan yang tidak mempedulikan aspirasi karyawan. Kinerja Karyawan Kinerja karyawan sebagai hasil kerja atau prestasi seseorang yang dicapai dengan kemampuan dan perbuatan dalam situasi tertentu sesuai dengan tugas dan fungsinya masing-masing (Huseno, 2. Terdapat beberapa cara untuk mengukur kinerja karyawan menurut Abdullah . , yakni essay, critical incident, rangking method, checklist. Faktor yang mempengaruhi kinerja karyawan menurut Khaeruman . , yakni faktor individu dan faktor Indikator kinerja karyawan menurut Rohmah . , yakni standar kualitas kinerja, prioritas mutu pekerjaan, kuantitas pekerjaan, ketepatan waktu, komitmen waktu dan kemandirian kerja. Sedangkan indikator kinerja karyawan dalam penelitian ini adalah kecepatan menyelesaikan pekerjaan, ketepatan menyelesaikan pekerjaan, menyelesaiakan pekerjaan tepat waktu, melakukan pekerjaan dengan efektif, dan komitmen menyelesaikan pekerjaan. Kerangka Konsep Penelitian Vol. 2 No. Kerangka pemikiran dalam penelitian ini bertujuan untuk menghubungkan variabel independen, variabel dependen, dan variabel intervening. Kerangka pemikiran dalam penelitian ini digambarkan sebagai berikut: Gambar 1. Kerangka Pemikiran Hipotesis Stres merupakan keadaan yang terbentuk pada diri manusia sebagai suatu respon dari kehidupan sehari-hari akibat kesibukan dan beban kerja yang semakin bertambah (Mahawati, 2. Hal ini sejalan dengan penelitian Wijaya et al . , yang menyatakan bahwa beban kerja berpengaruh signifikan terhadap stres kerja. Berdasarkan paparan tersebut, maka hipotesis pertama dalam penelitian ini adalah: H1: Beban kerja berpengaruh signifikan terhadap stres kerja. Lingkungan kerja yang kurang kondusif dapat membuat karyawan mengalami stres karena underpressure (Asih et al, 2. Hal ini sejalan dengan penelitian Harefa et al . , yang menyatakan bahwa lingkungan kerja berpengaruh signifikan terhadap stres kerja. Berdasarkan paparan tersebut, maka hipotesis kedua dalam penelitian ini adalah: H2: Lingkungan kerja berpengaruh signifikan terhadap stres kerja. Beban kerja yang terlalu tinggi dapat menyebabkan penurunan kinerja yang berdampak buruk pada kinerja karyawan (Budiasa, 2. Hal ini sejalan dengan penelitian Nabawi . , yang menyatakan bahwa beban kerja berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan. Berdasarkan paparan tersebut, maka hipotesis ketiga dalam penelitian ini adalah: H3: Beban kerja berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan. Lingkungan kerja yang kondusif sangat memengaruhi kinerja seseorang, apabila lingkungan kerja tidak kondusif maka seorang karyawan tidak dapat bekerja dengan baik dan memberikan kinerja terbaiknya (Ikhwan, 2. Hal ini sejalan dengan penelitian Nisak et al . , yang menyatakan bahwa lingkungan kerja berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan. Berdasarkan paparan tersebut, maka hipotesis keempat dalam penelitian ini H4: Lingkungan kerja berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan. Stres kerja pada titik tertentu dapat memicu terjadinya permasalahan dan selanjutnya akan berpengaruh terhadap kinerja karyawan (Alam, 2. Hal ini sejalan dengan penelitian Nabilah et al . , yang menyatakan bahwa stres kerja berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan. Berdasarkan paparan tersebut, maka hipotesis kelima dalam penelitian ini adalah: H5: Stres kerja berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan. Stres kerja timbul dari adanya tuntutan kerja yang tinggi seperti beban kerja dan tekanan yang dialami seseorang sehingga pekerja merasa kesulitan dalam menyelesaikan pekerjaannya (Hartini et al, 2. Hal ini sejalan dengan penelitian Batubara et al . , yang menyatakan bahwa beban kerja berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan melalui stres kerja. Berdasarkan paparan tersebut, maka hipotesis keenam dalam penelitian ini H6: Beban kerja berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan melalui stres kerja. Lingkungan kerja yang buruk dapat menyebabkan stres kerja yang berpengaruh pada penurunan kinerja (Asih et al, 2. Hal ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan Putri et al . , yang menyatakan bahwa lingkungan kerja berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan melalui stres kerja. Berdasarkan paparan tersebut, maka hipotesis ketujuh dalam penelitian ini adalah: H7: Lingkungan kerja berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan melalui stres kerja METODE PENELITIAN Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan metode survei. Objek penelitian meliputi variabel independen, variabel dependen, dan variabel intervening, adapun subjeknya adalah karyawan BKPSDM Kota Yogyakarta. Jumlah sampel 68 karyawan dengan teknik pengambilan sampling jenuh. Data primer yang digunakan adalah hasil pengisian angket responden, sedangkan data sekunder diperoleh dari buku-buku online . -boo. , google scholar, library reseacrh, website, perpustakaan dan data-data perusahaan yang diteliti. Metode pengumpulan data menggunakan kuisioner dengan skala likert. Variabel penelitian terdiri dari beban kerja/X1, lingkungan kerja/X2, kinerja kayawan/Y, dan stress kerja/Z sebagai variabel intervening. Teknik analisis data menggunakan Structural Equation Modeling (SEM) dengan program SmartPLS Pengujian instrumen dengan outer model . onvergent validity, discriminant validity, dan composite reliabilit. , pengujian analisis data dengan inner model (Rsquare. Q-square. F-square, dan Goodness of Fi. dan pengujian hipotesis . irect effect, indirect effect, dan total effec. HASIL DAN PEMBAHASAN Karakteristik Responden Responden sebanyak 68 orang. Mayoritas berjenis kelamin laki-laki. Usia pada rentang 40-48 tahun. Jabatan beragam pada berbagai jabatan fungsional dan struktural lainnya. Lama bekerja mayoritas 11-15 tahun. Pendidikan terakhir mayoritas lulusan S1. Jarak rumah ke kantor mayoritas radius 5-10 km. Hasil Pengukuran Variabel Hasil penilaian responden terhadap variabel penelitian menunjukan bahwa: persepsi terhadap beban kerja mayoritas memilih jawaban sangat setuju dengan nilai rata-rata sebesar 52,9%. Persepsi terhadap lingkungan kerja mayoritas memilih jawaban sangat setuju dengan nilai rata-rata sebesar 63,5%. Persepsi terhadap kinerja karyawan mayoritas memilih jawaban sangat setuju Vol. 2 No. dengan nilai rata-rata sebesar 63,2%. Persepsi terhadap stres kerja memilih jawaban sangat setuju dengan nilai rata-rata sebesar 57,9%. Hasil Pengujian Outer Model Convergent Validity Gambar 2. Hasil Loading Factor Gambar 2. menunjukan bahwa nilai loading factor yang dihasilkan dari tiaptiap indikator sudah memenuhi kriteria yang ditentukan yakni > 0,70. Maka seluruh indikator yang digunakan dalam penelitian ini adalah valid atau telah memenuhi syarat convergent validity. Tabel 1. Hasil Average Variant Extracted (AVE) Variabel Average Variant Extracted (AVE) Beban Kerja Lingkungan Kerja Kinerja Karyawan Stres Kerja Sumber: data primer diolah, 2025 Tabel 1. menunjukan bahwa nilai AVE tiap variabel memiliki tingkat korelasi > 0,05. Maka dapat disimpulkan bahwa seluruh variabel tersebut dinyatakan valid dan dapat digunakan untuk pengujian selanjutnya. Discriminant Validity X1. X1. X1. X1. X1. X1. X1. X1. X1. Tabel 2. Hasil Cross Loading Kinerja Lingkungan Beban Kerja Karyawan Kerja Stres Kerja X1. X2. X2. X2. X2. X2. X2. X2. X2. X2. X2. Sumber: data primer diolah, 2025 Tabel 2. menunjukkan bahwa nilai cross loading untuk setiap variabel sudah memenuhi kriteria yakni > 0. Dapat disimpulkan bahwa seluruh indikator dinyatakan valid atau telah memenuhi syarat discriminant validity. Tabel 3. Hasil OoAVE dan Korelasi Antar Konstruk Beban Kinerja Lingkungan Variabel Kerja Karyawan Kerja Beban Kerja Kinerja Karyawan Lingkungan Kerja Stres Kerja Sumber: data primer diolah, 2025 Stres Kerja Tabel 3. menunjukan bahwa nilai OoAVE tiap variabel beban kerja, lingkungan kerja, kinerja karyawan, dan stres kerja lebih besar dari korelasi Vol. 2 No. antara konstruk dengan konstruk lainnya, maka dapat disimpulkan bahwa seluruh variabel yang digunakan dinyatakan layak atau valid. Composite Reliability Tabel 4. Hasil Composite Reliability Composite Reliability Crombach's alpha Variabel Beban Kerja Lingkungan Kerja Kinerja Karyawan Stres Kerja Sumber: data primer diolah, 2025 Tabel 4. menunjukan bahwa nilai cronbachAos alpha dan nilai composite untuk seluruh variabel yang digunakan sudah memenuhi kriteria yakni > 0,70. Maka dapat disimpulkan bahwa seluruh variabel telah memenuhi syarat composite Hasil Pengujian Inner Model R-Square adjusted Tabel 5. Hasil R-square adjusted R-square R-square adjusted Variabel Stres Kerja Kinerja Karyawan Sumber: data primer diolah, 2025 Tabel 5. menunjukkan bahwa: nilai R-square adjusted pada variabel stres kerja sebesar 0,513 yang merupakan mengaruhnya kuat dengan kriteria 0,67. Hal ini menunjukkan bahwa beban kerja dan lingkungan kerja memiliki pengaruh terhadap stres kerja sebesar 51,3%, sedangkan sisanya 48,7% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini. nilai Rsquare adjusted pada variabel kinerja karyawan sebesar 0,664 yang merupakan pengaruhnya kuat dengan kriteria 0,67. Hal tersebut menunjukkan bahwa beban kerja, lingkungan kerja, dan stres kerja memiliki pengaruh terhadap kinerja karyawan sebesar 66,4%, sedangkan sisanya 33,6% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini. Q-Square Tabel 6. Hasil Blinfolding Q-square SSO SSE Q2 (=1-SSE/SSO) Beban Kerja Kinerja Karyawan Lingkungan Kerja Stres Kerja Sumber: Data Primer Diolah, 2025 Tabel 6. menunjukkan bahwa nilai Q-square untuk variabel kinerja karyawan adalah sebesar 0,393 > 0, maka dapat disimpulkan bahwa variabel beban kerja, lingkungan kerja, dan stres kerja memiliki relevansi prediksi yang baik untuk variabel kinerja karyawan. Nilai Q-square untuk variabel stres kerja adalah sebesar 0,351 > 0, maka dapat disimpulkan bahwa variabel beban kerja dan lingkungan kerja memiliki relevansi prediksi yang baik untuk variabel stres kerja. F-Square Tabel 7. Hasil F-square Variabel Stres Kerja Kinerja Karyawan Beban Kerja 0,384 0,186 Lingkungan Kerja 0,118 0,144 Stres Kerja 0,154 Sumber: data primer diolah, 2025 Tabel 7. menunjukkan bahwa nilai F-square pada variabel beban kerja terhadap kinerja karyawan sebesar 0,186. variabel lingkungan kerja terhadap stres kerja sebesar 0,118. variabel lingkungan kerja terhadap kinerja karyawan sebesar 0,144. dan variabel stres kerja terhadap kinerja karyawan sebesar 0,154 memiliki pengaruh sedang dengan kriteria 0,15. F-square pada variabel beban kerja terhadap stres kerja sebesar 0,384 memiliki pengaruh kuat dengan kriteria 0,35. Goodness of Fit (GoF) Tabel 8. Goodness of Fit (GoF) AVE R-square Beban Kerja 0,740 Lingkungan Kerja 0,702 0,679 Stres Kerja 0,679 0,527 Kinerja Karyawan 0,694 Rata-rata 0,704 0,603 Sumber: data primer diolah, 2025 Nilai GoF = Oo . ata-rata AVE x rata-rata R-squar. Nilai GoF = Oo . ,704 x 0,. Nilai GoF = Oo 0,424. Nilai GoF = 0,651. Tabel 8. menunjukkan bahwa nilai GoF sebesar 0,651 yang dikategorikan sebagai nilai GoF besar, dengan kriteria 0,36. Artinya model yang digunakan dalam penelitian ini sangat baik atau memiliki kemampuan yang tinggi dalam memvalidasi keseluruhan outer model dan inner model. Hasil Pengujian Hipotesis Direct Effect Hipotesis Tabel 9. Path Coefficience Direct Effect Original Sample Standard Tsample (O) (M) (STDEV) Beban Kerja -> Stres Kerja Lingkungan Kerja -> Stres Kerja Beban Kerja -> Kinerja Karyawan Lingkungan Kerja -> Kinerja Karyawan Stres Kerja -> Kinerja Karyawan Sumber: data primer diolah, 2025 Pvalues Keterangan Signifikan Tidak Signifikan Signifikan Signifikan Signifikan Dari hasil path coefficience tabel 9. menunjukkan bahwa: H1: Berdasarkan nilai t-statistics sebesar 3,881 > 1,96, nilai P-Value sebesar 0,000 < 0,05, dan original sample menunjukan arah positif sebesar 0,520. maka Ho Vol. 2 No. ditolak dan Ha di terima. Artinya beban kerja secara langsung . irect effec. memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap stres kerja. H2: Berdasarkan nilai t-statistics sebesar 1,935 < 1,96, nilai P-Value sebesar 0,053 > 0,05, dan original sample menunjukan arah positif sebesar 0,289. Maka Ho diterima dan Ha ditolak. Artinya lingkungan kerja secara langsung . irect effec. memiliki pengaruh positif dan tidak signifikan terhadap stres kerja. H3: Berdasarkan nilai t-statistics sebesar 2,325 > 1,96, nilai P-Value sebesar 0,020 < 0,05, dan original sample menunjukan arah positif sebesar 0,351. Maka Ho ditolak dan Ha diterima. Artinya beban kerja secara langsung . irect effec. memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan. H4: Berdasarkan nilai t-statistics sebesar 2,068 > 1,96, nilai P-Value sebesar 0,039 < 0,05, dan original sample menunjukan arah positif sebesar 0,278. Maka Ho ditolak dan Ha diterima. Artinya lingkungan kerja secara langsung . irect effec. memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan. H5: Berdasarkan nilai nilai t-statistics sebesar 2,568 > 1,96, nilai P-Value sebesar 0,010 < 0,05, dan original sample menunjukan arah positif sebesar 0,323. Maka Ho ditolak dan Ha diterima. Artinya stres kerja secara langsung . irect effec. memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja Indirect Effect Tabel 11. Path Coefficience Indirect Effect Original Sample Standard Tsample Hipotesis (O) (M) (STDEV) Beban Kerja -> Stres Kerja 0. > Kinerja Karyawan Lingkungan Kerja -> Stres Kerja -> Kinerja Karyawan Sumber: data primer diolah, 2025 Pvalues Keterangan Signifikan Tidak Signifikan Dari hasil path coefficience tabel 11. menunjukkan bahwa: H6: Berdasarkan nilai t-statistics sebesar 1,996 > 1,96, nilai P-Value sebesar 0,046 < 0,05, dan original sample menunjukan arah positif sebesar 0,168. Maka Ho ditolak dan Ha diterima. Artinya beban kerja secara tidak langsung . nderect effec. berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan melalui stres kerja. H7: Berdasarkan nilai t-statistics sebesar 1,544 < 1,96, nilai P-Value sebesar 0,123 > 0,05, dan original sample menunjukan arah positif sebesar 0,093. Maka Ho diterima dan Ha ditolak. Artinya lingkungan kerja secara tidak langsung . nderect effec. memiliki pengaruh positif dan tidak signifikan terhadap kinerja karyawan melalui stres kerja. Total Effect Pengujian total effect digunakan untuk mengetahui besarnya pengaruh keseluruhan dari variabel independen terhadap variabel dependen. Nilai total effect merupakan jumlah dari derect effect dan indirect effect yang dihasilkan dari nilai path coefficient. Tabel 12. Hasil Total Effect Derect Effect Indirect Effect Variabel Independen Beban Kerja Lingkungan Kerja Stres Kerja Sumber: data primer diolah, 2025 Total Effect Dari hasil total effect tabel 12. menunjukkan bahwa: nilai total effect pada variabel beban kerja terhadap kinerja karyawan sebesar 0,519 yang terdiri dari direct effect sebesar 0,351 dan inderect effect sebesar 0,168. nilai total effect pada variabel lingkungan kerja terhadap kinerja karyawan sebesar 0,371, yang terdiri dari direct effect sebesar 0,278 dan inderect effect sebesar 0,093. nilai total effect pada variabel stres kerja terhadap kinerja karyawan sebesar 0,323, yang terdiri dari direct effect sebesar 0,323. Hipotesis Pertama (Pengaruh Beban Kerja Terhadap Stres Kerja Pada Karyawan BKPSDM Kota Yogyakart. Hipotesis pertama menunjukan bahwa beban kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap stres kerja. Hasil penelitian ini sejalan dengan Wijaya . Maharani et al . , menyatakan bahwa beban kerja berpengaruh signifikan terhadap stres kerja. Sebaliknya penelitian ini tidak sejalan dengan Tungka et al . , yang menyatakan bahwa beban kerja tidak berpengaruh signifikan terhadap stres kerja. Hasil penilaian responden terhadap variabel penelitian menunjukan bahwa persepsi terhadap beban kerja mayoritas memilih sangat setuju dengan nilai rata-rata sebesar 52,9%, hal ini menunjukan kategori sangat tinggi. Artinya bahwa beban kerja yang sangat tinggi berdampak pada meningkatnya stres kerja (Budiasa, 2. Hal ini sejalan dengan pendapat Mahawati . , yang menyatakan bahwa beban kerja merupakan salah satu faktor utama dalam organisasi yang dapat menimbulkan stres kerja. Pendapat tersebut menegaskan bahwa tingginya beban kerja yang dirasakan oleh responden berkontribusi besar terhadap meningkatnya tingkat stres kerja dalam lingkungan organisasi. Hal tersebut didukung oleh persepsi responden dalam menjawab angket memberikan bukti bahwa mereka merasakan tekanan dalam menyelesaikan pekerjaan mereka, terutama pada periode akhir dan awal tahun. Terlebih lagi, adanya kecenderungan untuk tetap bekerja saat jam istirahat akan memunculkan rasa lelah, sehingga berkontribusi pada meningkatnya stres kerja. Hipotesis Kedua (Pengaruh Lingkungan Kerja Terhadap Stres Kerja Pada Karyawan BKPSDM Kota Yogyakart. Hipotesis kedua menunjukkan bahwa lingkungan kerja berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap stres kerja. Hasil penelitian ini sejalan dengan Maliki et al . Rahmah et al . , yang menyatakan bahwa lingkungan kerja tidak berpengaruh signifikan terhadap stres kerja. Sebaliknya penelitian ini tidak sejalan dengan Puspitasaria et al . , yang menyatakan bahwa lingkungan kerja berpengaruh signifikan terhadap stres kerja. Hasil penilaian responden terhadap variabel penelitian menunjukkan bahwa persepsi terhadap lingkungan kerja mayoritas memilih sangat setuju dengan nilai rata-rata Vol. 2 No. sebesar 63,5%, hal ini menunjukan kategori sangat baik. Artinya bahwa lingkungan kerja yang sangat baik dapat menciptakan rasa nyaman dan aman bagi karyawan, sehingga mampu mengurangi tingkat stres kerja (Farida et al. Hal ini sejalan dengan pendapat Asih et al . , yang menyatakan bahwa lingkungan kerja yang positif dan kondusif berhubungan dalam menurunkan tingkat stres kerja yang dialami karyawan. Pendapat tersebut menegaskan bahwa lingkungan kerja yang positif dan kondusif berperan penting dalam menciptakan rasa aman dan nyaman bagi karyawan, sehingga dapat menurunkan tingkat stres kerja yang mereka alami. Hal tersebut didukung oleh persepsi responden dalam menjawab angket memberikan bukti bahwa stres yang dialami karyawan tidak hanya dipengaruhi oleh lingkungan kerja melainkan lebih banyak bersumber dari adanya beban kerja yang tinggi. Hal ini menunjukkan bahwa lingkungan kerja yang ada saat ini dinilai cukup nyaman dan memadai untuk mendukung kelancaran aktivitas kerja. Hipotesis Ketiga (Pengaruh Beban Kerja Terhadap Kinerja Karyawan Pada Karyawan BKPSDM Kota Yogyakart. Hipotesis ketiga menunjukan bahwa beban kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan. Hasil penelitian ini sejalan dengan Ramadhani et al . Wicaksono et al . , yang menyatakan bahwa beban kerja berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan. Sebaliknya penelitian ini tidak sejalan dengan Triatmaja et al . , yang menyatakan bahwa beban tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan. Hasil penilaian responden terhadap variabel penelitian menunjukan bahwa persepsi terhadap kinerja karyawan mayoritas memilih sangat setuju dengan nilai rata-rata sebesar 63,2% hal ini menunjukkan kategori sangat baik. Artinya bahwa kinerja karyawan yang sangat baik adalah yang tidak menambah beban kerja, melainkan menciptakan kelancaran dalam tugas-tugas yang diberikan (Silaen. Hal ini sejalan dengan pendapat Situmorang et al . , yang menyatakan bahwa kinerja karyawan sangat dipengaruhi oleh pengelolaan beban kerja dalam suatu organisasi. Pendapat tersebut menegaskan bahwa kinerja karyawan yang optimal dapat tercapai ketika beban kerja dikelola dengan baik, sehingga tidak menjadi hambatan melainkan mendukung kelancaran dalam pelaksanaan tugas. Hal tersebut didukung oleh persepsi responden dalam menjawab angket memberikan bukti bahwa beban kerja yang dirasakan oleh karyawan BKPSDM Kota Yogyakarta masih berada dalam batas wajar dan mampu dikelola dengan baik, sehingga mendorong karyawan untuk lebih bertanggung jawab dan menyelesaikan tugas dengan maksimal. Walaupun tekanan dalam pekerjaan cukup tinggi, karyawan BKPSDM Kota Yogyakarta tetap berupaya untuk mempertahankan kinerja yang baik. Hipotesis Keempat (Pengaruh Lingkungan Kerja Terhadap Kinerja Karyawan Pada Karyawan BKPSDM Kota Yogyakart. Hipotesis keempat menunjukan bahwa variabel lingkungan kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan. Hasil penelitian ini sejalan dengan Muchammad et al . Nursamsiah . , yang menyatakan bahwa lingkungan kerja berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan. Sebaliknya penelitian ini tidak sejalan dengan Yona et al . , yang menyatakan bahwa lingkungan kerja tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan. Hasil penelitian menunjukan bahwa lingkungan kerja yang baik mampu meningkatkan kinerja karyawan, sehingga menciptakan kondisi kerja yang mendukung untuk mencapai produktivitas optimal. Hal ini sejalan dengan pendapat Sulistyaningsih . , yang menyatakan bahwa semakin baik lingkungan kerja, maka akan semakin meningkatkan kinerja karyawan. Menurut Ikhwan . , lingkungan kerja yang baik dapat meningkatkan kinerja karyawan, sehingga seseorang dapat bekerja dengan baik dan memberikan kinerja terbaiknya. Hipotesis Kelima (Pengaruh Stres Kerja Terhadap Kinerja Karyawan Pada Karyawan BKPSDM Kota Yogyakart. Hipotesis kelima menunjukan bahwa stres kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan. Hasil penelitian ini sejalan dengan Polakitang et al . Heruwanto et al . , yang menyatakan bahwa stres kerja berpengaruh terhadap kinerja karyawan. Sebaliknya penelitian ini tidak sejalan dengan Setiti et al . , yang menyatakan bahwa stres kerja tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan. Hasil penilaian responden terhadap variabel penelitian menunjukkan bahwa persepsi terhadap stres kerja mayoritas memilih sangat setuju dengan nilai rata-rata sebesar 57,9% hal ini menunjukkan kategori sangat baik. Artinya bahwa stres kerja yang sangat tinggi yang dialami karyawan berpotensi menurunkan kinerja karyawan (Zainal et al, 2. Hal ini sejalan dengan pendapat Alam . , yang menyatakan bahwa stres kerja pada titik tertentu dapat memicu terjadinya permasalahan yang selanjutnya akan berpengaruh terhadap kinerja karyawan. Pendapat tersebut menegaskan bahwa tingginya tingkat stres kerja yang dirasakan karyawan dapat berdampak negatif terhadap penurunan kinerja mereka dalam menjalankan tugas dan pekerjaan yang diberikan. Hal tersebut didukung oleh persepsi responden dalam menjawab angket memberikan bukti bahwa mayoritas karyawan merasakan tekanan dalam pekerjaan, seperti beban tugas yang berlebihan, suasana kerja yang kurang kondusif, hubungan sosial yang menimbulkan stres, serta ketidakjelasan instruksi kerja. Hipotesis Keenam (Pengaruh Beban Kerja Terhadap Kinerja Karyawan Melalui Stres Kerja Pada Karyawan BKPSDM Kota Yogyakart. Hipotesis keenam menunjukan bahwa variabel beban kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan melalui stres kerja. Hasil penelitian ini sejalan dengan Yuli et al . Alifah et al . , yang menyatakan bahwa beban kerja berpengaruh terhadap kinerja karyawan melalui stres kerja. Sebaliknya penelitian ini tidak sejalan dengan Aisya et al . yang menyatakan bahwa beban kerja tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan melalui stres kerja. Hasil penelitian menunjukan bahwa beban kerja yang tinggi akan memicu meningkatnya tingkat stres kerja karyawan, yang pada akhirnya berdampak terhadap kinerja mereka. Hal ini sejalan dengan pendapat Hartini et al . , yang menyatakan bahwa stres kerja timbul dari adanya tuntutan kerja yang tinggi seperti beban kerja dan Vol. 2 No. tekanan yang dialami seseorang sehingga pekerja merasa kesulitan dalam menyelesaikan pekerjaannya, yang pada akhirnya dapat berdampak negatif terhadap kinerja karyawan. Hipotesis Ketujuh (Pengaruh Lingkungan Kerja Terhadap Kinerja Karyawan Melalui Stres Kerja Pada Karyawan BKPSDM Kota Yogyakart. Hipotesis ketujuh menunjukkan bahwa variabel lingkungan kerja berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap kinerja karyawan melalui stres kerja. Hasil penelitian ini sejalan dengan Sari et al . Ardianti et al . , yang menyatakan lingkungan kerja tidak berpengaruh terhadap kinerja karyawan melalui stres kerja. Sebaliknya penelitian ini tidak sejalan dengan Octarina et al . , yang menyatakan bahwa lingkungan kerja berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan melalui stres kerja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lingkungan kerja tidak mempengaruhi tingkat stres kerja yang berdampak terhadap peningkatan kinerja karyawan. Hal ini sejalan dengan pendapat Asih et al . yang menyatakan bahwa lingkungan kerja bukan menjadi faktor utama yang dapat mempengaruhi tingkat stres kerja, namun lingkungan kerja yang baik berperan membantu karyawan mengelola stres kerja sehingga mencapai kinerja karyawan yang optimal. KESIMPULAN DAN SARAN Beban kerja (X. memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap stres kerja (Z). Lingkungan kerja (X. memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap stres kerja (Z). Beban kerja (X. memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan (Y). Lingkungan kerja (X . memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan (Y). Stres kerja (Z) memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan (Y). Beban kerja (X. memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan (Y) melalui stres kerja (Z). Lingkungan kerja (X. memiliki pengaruh positif dan tidak signifikan terhadap kinerja karyawan (Y) melalui stres kerja (Z). Hasil persepsi responden terhadap beban kerja, lingkungan kerja, stres kerja, dan kinerja karyawan mayoritas memilih jawaban sangat setuju. Maka sebaiknya BKPSDM Kota Yogyakarta melakukan distribusi tugas secara lebih merata serta memperhatikan kapasitas individu dalam menyelesaikan pekerjaan, perlu meningkatkan terhadap aspek fisik ruang kerja seperti pencahayaan, tata letak ruangan, sirkulasi udara, dan kenyamanan kerja, serta melakukan pendekatan yang tepat dalam mengelola stres kerja agar tidak terjadi penurunan kualitas hasil kerja. Keterbatasan penelitian ini adalah sampel yang digunakan hanya berjumlah 68 orang karyawan, variabel yang diteliti hanya 4 variabel, dan wilayah penelitian hanya Kota Yogyakarta, sehingga diharapkan untuk peneliti selanjutnya menambah variabel-variabel lain selain variabel yang digunakan dalam penelitian ini, menambah jumlah responden, dan memperluas wilayah DAFTAR PUSTAKA