GEMILANG: Jurnal Manajemen dan Akuntansi Vol. No. 4 Oktober 2022 e-ISSN: 2962-3987. p-ISSN: 2962-4428. Hal 274 - 284 ANALISIS TINGKAT KESEHATAN BANK DENGAN MENGGUNAKAN METODE RGEC (Risk Profile. Good Corporate Governance. Earning, &Capita. PADA PT BANK BNI PERSERO TBK PERIODE 2016-2020 Novi Nisa Khasana Universitas Islam Kadiri nknovii@email. Ririn Wahyu Arida Universitas Islam Kadiri ririn78wahyuarida@gmail. Nuril Aulia Munawaroh Universitas Islam Kadiri nurilaulia@uniska-kediri. Korespondensi penulis: nknovii@email. Abstract. The world of banking is very important in society and in advancing the economy of a country. Realizing the importance of soundness of a bank for trust in the banking world as well as in society, and to implement the principle of prudence. The research bank soundness rating system used a bank soundness rating system with the Risk Profile factor in this study used NPL and LDR. The GCG factor is taken from the annual report of each bank that performs a self-assessment. Earnings assessment used is the ROA ratio, and the Capital factor in this study uses the CAR factor. This study aims to determine the soundness of the bank . The sampling technique in this study used the purposive sampling method. The sample used in this study is financial statement data for the years 2016-2020. Based on the results of this study, it can be concluded that the NPL (Non Performing Loa. at PT Bank BNI Persero Tbk in 2016-2020 tends to increase. The LDR (Loal to Deposit Rati. of PT Bnak BNI Persero Tbk in 2016-2020 tends to increase and is in fairly healthy condition. Bank BNI Persero Tbk's GCG in 2016-2020 gets a good rating. ROA (Return on Asset. of PT Bank BNI Persero Tbk in 2016-2020 tends to experience a decline in health. CAR at PT Bank BNI Persero Tbk tends to increase. Based on the results of this study of the five ratios, it can be concluded that PT Bank BNI Persero Tbk in 2016-2020 tends to To maintain the health of the bank so that it always experiences an increase in the level of soundness, banks must improve performance in managing assets and minimize the risk of existing non-performing financing and reduce costs. So that the profit earned for the following years has increased. Keywords: Bank Soundness Level , and RGEC Abstrak. Dunia perbankan begitu penting dalam masyarakat maupun dalam memajukan perekonomian suatu negara. Menyadari pentingnya kesehatan suatu bank untuk kepercayaan pada dunia perbankan maupun dalam masyarakat, dan untuk melaksanakan prinsip kehati-hatian. Sistem penilaian tingkat kesehatan bank peneliti menggunakan Received Agustus 30, 2022. Revised September 2, 2022. Accepted September 22, 2022 *Corresponding author, e-mail address nknovii@email. GEMILANG: Jurnal Manajemen dan Akuntansi Vol. No. 4 Oktober 2022 e-ISSN: 2962-3987. p-ISSN: 2962-4428. Hal 274 - 284 sistem penilaian tingkat kesehatan bank dengan faktor Risk Profile pada penelitian ini yang digunakan adalah NPL dan LDR. Faktor GCG diambil dari laporan tahunan masing-masing bank yang melakukan self assessment faktoe Earning penilaian yang digunakan adalah rasio ROA, dan faktor Capital penelitian ini menggunakan faktor CAR. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kesehatan bank . Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini mennggunakan metode purposive sampling. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah data laporan keuangan tahun 2016-2020. Berdasarkan hasil dari penelitian ini dapat disimpulkan. NPL (Non Performing Loa. pada PT Bank BNI Persero Tbk tahun 2016-2020 cenderung mengalamai peningkatan . LDR ( Loal to Deposit Ratio ) PT Bnak BNI Persero Tbk tahun 2016-2020 cenderung mengalami peningkatan dan dalam kondisi cukup GCG PT Bank BNI Persero Tbk tahun 2016-2020 mendapat peringkat baik. ROA ( Return On Asset. PT Bank BNI Persero Tbk tahun 2016-2020 cenderung mengalami penurunan kesehatan. CAR pada PT Bank BNI Persero Tbk cenderung mengalami Berdasarkan hasil penelitian ini dari ke lima rasio tersebut sehingga dapat disimpulkan bahwaa PT Bank BNI Persero Tbk tahun 2016-2020 cenderung fluktuatif. Untuk menjaga kesehatan bank tersebut agar selalu mengalami kenaikan tingkat kesehatan, bank harus meningkatkan kinerja dalam mengelola aktiva dan meminimalisir resiko pembiayaan bermasalah yang ada dan menekan biaya. Agar laba yang diperoleh untuk tahun tahun selnjutnya mengalami peningkatan. Kata kunci: Tingkat Kesehatan Bank , dan RGEC LATAR BELAKANG Dunia perbankan begitu penting dalam masyarakat maupun dalam memajukan perekonomian suatu negara. Bank dijadikan sebagai tempat untuk melakukan berbagai transaksi yang berhubungan dengan keuangan seperti, tempat mengamankan uang, melakukan investasi, pengiriman uang dan melakukan penagihan. Salah satu hal yang ikut berperan penting atau menunjang keberhasilan pembangunan ekonomi adalah stabilnya sektor perbankan. Berdasarkan fungsi dasarnya yaitu sebagai penghimpun dana juga penyalur dana, bank selalu berkepentingan atau keterkaitan dengan pihak-pihak yang kelebihan dana serta juga pihak-pihak yang kekurangan atau membutuhkan dana, yang sering disebut dengan kreditur, atau mampu disebut juga dengan fungsi intermedisi yang merupakan penyalur dana berasal dari unitunit ekonomi yang memiliki kelebihan dana pada unit-unit kekurangan dana. Berdasarkan fungsi peranan bank tersebut, maka senantiasa setiap negara berupaya agar lembaga perbankan selalu dalam keadaan atau kondisi yang sehat, aman, dan stabil. Kesehatan suatu bank merupakan kemampuan suatu bank untuk melakukan kegiatan ANALISIS TINGKAT KESEHATAN BANK DENGAN MENGGUNAKAN METODE RGEC (Risk Profile. Good Corporate Governance. Earning, &Capita. PADA PT BANK BNI PERSERO TBK PERIODE 2016-2020 operasional perbankan secara normal serta mampu memenuhi semua kewajibannya dengan baik dan menggunakan cara yang sesuai dengan peraturan perbankan yang sudah Suatu sistem perbankan yang pada kondisi tak sehat maka akan menyebabkan fungsi bank menjadi forum intermediasi tidak akan berfungi dengan baik atau optimal. Menyadari pentingnya kesehatan suatu bank untuk kepercayaan pada dunia perbankan maupun dalam masyarakat, dan untuk melaksanakan prinsip kehati-hatian atau prudential banking, maka Bank Indonesia merasa perlu menetapkan hukum kesehatan Dengan adanya kesehatan bank, perbankan diharapkan selalu dalam kondisi sehat, sehingga bank tidak akan merugikan masyarakat. Olehkarena itu sebuah bamk memerlukan suatu analisis untuk mengetahui kondisinya. Bank Indonesia melakukan langkah strategis dalam mendorong penerapan manajemen resiko bank yang terdapat dalam peraturan Bank Indonesia No. 13/1/PBI/2011 tentang Penilaian Tingkat Kesehatan Bank Umum dengan Risk Profile (Risiko Profil. Good Corporate Governance (GCG). Earning (Rentabilita. , dan Capital (Permodala. yang disebut dengan metode RGEC. Pedoman perhitungan diatur dalam Surat Edaran Bank Indonesia No. 13/24/DPNP/ tanggal 25 oktober 2011 perihal penilaian Tingkat Kesehatan Bank Umum yang diwajibkan bank umum untuk melakukan penilaian sendiri . elf assessmen. tingkat kesehatan bank dengan menggunakan metode RGEC. Kemudian di tentukan peringkat komposit tingkat kesehatan bank yang peringkat komposit 1(PK. kategori sangat sehat, peringkat komposit 2 (PK. kategori sehat, peringkat komposit 3 (PK. kategori cukup sehat, peringkat komposit 4 (PK. kategori kurang sehat, peringkat komposit 5 (PK. tidak sehat. Dalam metode RGEC, kualitas manajemen merupakan pilar penting. Kualitas manajemen yang baik dapat diketahui dari hasil penerapan manajemen risiko dan RGEC di bank tersebut. Metode RGEC ini berlaku secara efektif sejak tanggal 1 januari 2012 yaitu untuk penilaian tingkat kesehatan bank periode yang berakhir 31 desember 2011 dan sekaligus mencabut PBI No. 6/10/PBI/2004 tentang sistem Penilaian Tingkat Kesehatan Bank Umum dan SE BI No. 2/23/DPNP tanggal 31 Mei 2004 tentang Sistem Penilaian Tingkat Kesehatan Bank Umum dengan metode CAMELS . Penelitian ini mengukur faktor profile risiko dengan menggunakan 2 faktor, yaitu faktor risiko kredit dan risiko likuiditas karena peneliti hanya menggunakan pendekatan GEMILANG - VOLUME 2. NO. Oktober 2022 GEMILANG: Jurnal Manajemen dan Akuntansi Vol. No. 4 Oktober 2022 e-ISSN: 2962-3987. p-ISSN: 2962-4428. Hal 274 - 284 secara kuantitatif sedangkan risiko pasar, operasional, hukum, stratejik, kepatuhan dan reputasi tidak dapat dihitung karena pelaporannya bersifat kualitatif. Faktor Good Corporate Governance (GCG) diambil dari laporan tahunan . nnual repor. masingmasing bank yang melakukan self assessment terhadap pelaksanaan GCG menilai dengan Self Assessmen sesuai dengan peraturan yang berlaku . Faktor Earning penilaian yang digunakan adalah rasio ROA (Return On Asset. karena rasio ROA dapat membantu peneliti untuk melihat tingkat keefektifan penggunaan modal yang dimiliki perusaan hingga bisa dikelola dan dimanfaatkan dengan baik olen manajemen bank agar dapat menghasilkan laba. Faktor Capital pada penelitian ini yang digunakan adalah CAR (Capital Adequency Rati. karena semakin tinggi risiko bank, semakin besar modal yang harus disediakan untuk mengantisipasi risiko tersebut. Pentingnya peran dari keharusan untuk mencantumkan risiko kecukupan modal didalam laporan keuangan bank bahkan dengan maksut dan tujuan yang bisa melainkan dibentuk sebagai dana alternatif agar bisa mengcover kegiatan operasional bank yang tidak sesuai dengan target yang diharapkan. Oleh karena itu peneliti memilih CAR sebagai risiko keuangan penting yang dapat mewakilkan aspek permodalan dalam mengukur tingkat kesejahteraan bank. Penelitian ini mengambil sampel pada perusahaan perbankan yaitu Bank BNI Persero Tbk. Periode 2016-2020. Adapun pemilihan judul ini didasarkan pada fenomena yang terjadi seperti kondisi kesehatan Bank BNI. Dimana paada penelitian ini peneliti meneliti Bank BNI bertujuan untuk mengetahui tingkat kesehatan keuangan bank melalui analisis laporan keuangannya, karena BNI sebagai Bank BUMN juga tidak luput dari masalah yang ditimbulkan adanya krisis ekonomi, namun BNI tetap dituntut agar tetap bertahan dan berkembang dalam menghadapi dinamika ekonomi, salah satu cara untuk mengukur apakah pengelolaan usaha BNI telah dilakukan sesuai dengan prinsip dan peraturan yang berlaku serta asas-asas perbankan yang sehat apakah dengan cara melihat dari tingkat kesehatan keuangan bank. KAJIAN TEORITIS Profil risiko adalah gambaran keseluruhan risiko yang melekat pada operasional Bank perlu menyusun laporan profil risiko. Selain untuk kepentingan pelaporan pada Bank Indonesia, menyusun profil resiko juga diperlukan sebagai bahan supervise untuk mengendalikan risiko bank secara efektif. Sesuai peraturan Bank Indonesia. ANALISIS TINGKAT KESEHATAN BANK DENGAN MENGGUNAKAN METODE RGEC (Risk Profile. Good Corporate Governance. Earning, &Capita. PADA PT BANK BNI PERSERO TBK PERIODE 2016-2020 pelaporan profil risiko digabungkan dengan laporan tingkat kesehatan bank, dimana profil resiko menjadi salah satu komponen penilaian kesehatan bank. Ikatan Bankir Indonesia . Penilaian faktor GCG merupakan penilaian terhadap kinerja manajemen bank secara internal. Penilaian faktor GCG ini dinilai dengan self assessmen. Penilaian ini diatur dalam peraturan Bank Indonesia Nomor 13/1/PBI/2011 tentang penilaian tingkat kesehtan bank umum. Rentabilitas (Earnin. merupakan ukuran kemampuan bank dalam meningkatkan labanya atau setiap periode untuk mengukur tingkat efiensi. Karakteeristik bank dari sisi rentabilitas adalah kinerja bank dalam menghasilkan laba, kestabilan komponenkomponen yang mendukung core earning, dan kemampuan laba meningkatkan permodalan dan prospek laba dimasa depan. Capital ( Permodalan ) Penilaian atas faktor permodalan meliputi evaluasi terhadap kecakupan permodalan dan kecakupan pengelolaan permodalan, bank wajib mengacu pada ketentuan Bank Indonesia mengenai kewajiban penyediaan modal minimum bagi bank umum. METODE PENELITIAN Jenis penelitian yang diterapkan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan menggunakan pendekatan kuantitatif, yaitu menganalisis data-data dalam Laporan Keuangan untuk mengetahui bagaimana tingkat kesehatan Bank BNI dengan menggunakan metode RGEC. Populasi dalam penelitian ini adalah data laporan keuangan PT. Bank BNI Tbk yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah data laporan keuangan PT. Bank BNI Tbk periode Penelitian ini Teknik pengambilan sampel dengan menggunakan metode purposive sampling. GEMILANG - VOLUME 2. NO. Oktober 2022 GEMILANG: Jurnal Manajemen dan Akuntansi Vol. No. 4 Oktober 2022 e-ISSN: 2962-3987. p-ISSN: 2962-4428. Hal 274 - 284 HASIL DAN PEMBAHASAN Tingkat Kesehatan PT Bank BNI Persero Tbk tahun 2016 Tabel 1 Penilaian Tingkat Kesehatan PT Bank BNI Persero Tbk Tahun 2016 Tahun Indikator Rasio Peringkat Kriteria Komposit 1 2 3 4 5 Risk NPL 2,96 Sehat Sangat Profile LDR 94,66 Oo Sangat GCG Sehat Sehat Earning ROA 1,67 Sangat Sangat Capital CAR 19,36 Oo Sangat Sangat Nilai Komposit 15 8 0 0 0 y 100% = 92% ( Sangat Seha. Sumber: Diolah Peneliti, 2022 Pada tahun 2016 PT Bank BNI Tbk mendapatkan nilai persentase 92% dan memperoleh peringkat komposit 1 atau dengan kategori sangat sehat sesuai dengan Surat Edaran Bank Indonesia Nomor 13/24/DPNP tahun 2011 sehingga Bank BNI dinilai sangat mampu menghadapi pengaruh negatif yang signifikan dari perubahan kondisi bisnis dan faktor eksternal lainya tercemin dari peringkat faktor-faktor penilaian antara lain profile risiko, penerapan GCG. Rentabilitas dan permodalan yang secara umum sangat baik. Tingkat Kesehatan PT Bank BNI Tbk tahun 2017 Tabel 2 Penilaian Tingkat Kesehatan PT Bank BNI Tbk tahun 2017 Tahun Indikator Rasio % Peringkat Kriteria Komposit 2017 Risk NPL 2,28 Sehat Sehat Profile LDR 90 Cukup Sehat GCG Sehat Sehat Earning ROA 1,70 Oo Sangat Sangat Sehat Sehat Capital CAR 18,53 Oo Sangat Sangat Sehat Sehat ANALISIS TINGKAT KESEHATAN BANK DENGAN MENGGUNAKAN METODE RGEC (Risk Profile. Good Corporate Governance. Earning, &Capita. PADA PT BANK BNI PERSERO TBK PERIODE 2016-2020 Nilai Komposit y 100% =84% (Sangat Sehat ) Sumber: Diolah peneliti, 2022 PT Bank BNI Tbk tahun 2017 mendapatkan nilai persentase 84% dan memperoleh peringkat komposit 2 atau dikatakan sehat sesuai dengan Surat Edaran Bank Indonesia Nomor 13/24/DPNP tahun 2011 sehingga Bank Indonesia dinilai sangat mampu menghadapi penngaruh negatif yang signifikan dari perubahan kondisi bisnis dan faktor ekstenal lainnya tercermin dari peringkat faktor-faktor penilaian antara lain profil risiko, penerapan GCG, rentabilitas dan permodalan yang secara umum sangat baik. Tingkat Kesehatan PT Bank BNI Tbk Tahun 2018 Tabel 3 Penilaian Tingkat Kesehatan Bank BNI Tbk Tahun 2018 Tahun Indikator Rasio Peringkat Kreiteri Komposit 2018 Risk NPL 1,95 Sangat Sangat Profile Sehat Sehat LDR Cukup Sehat GCG Oo Sehat Sehat Earning ROA 1,70 Oo Sangat Sangat Sehat Sehat Capital CAR 18,50 Oo Sangat Sangat Sehat Sehat Nilai Komposit y 100% = 88% Sumber: Diolah Peneliti, 2022 PT Bank BNI Tbk pada tahun 2018 mendapatkan nilai persentase 88% dan memperoleh peringkat komposit 1 atau masuk kategori sanagat sehat sesuai dengan Surat Edaran Bank Indonesia Nomor 13/24/DPNP tahun 2011 sehingga Bank BNI dinilai sangat mampu menghadapi pengaruh negative yang signifikan dari peruahan kondisi bisnis dan faktor eksternal penerapan GCG, rentabilitas dan permodalan yang secara umum sangat baik. GEMILANG - VOLUME 2. NO. Oktober 2022 GEMILANG: Jurnal Manajemen dan Akuntansi Vol. No. 4 Oktober 2022 e-ISSN: 2962-3987. p-ISSN: 2962-4428. Hal 274 - 284 Tingkat Kesehatan PT Bank BNI Tbk Tahun 2019 Tabel 4 Penilaian Tingkat Kesehatan PT Bank BNI Tbk Tahun 2019 Tahun Indikator Rasio Risk Profile NPL LDR 2,32 GCG Earning ROA 1,55 Capiital CAR 19,73 Oo Peringkat Oo Oo Kriteria Oo Nilai Komposit Komposit Sehat Sehat Cukup Sehat Sehat Sehat Sangat Sangat Sehat Sehat Sangat Sangat Sehat Sehat y100% = 84% (Seha. Sumber: Diolah peneliti, 2022 Pada tahun 2019 PT Bank BNI Tbk mendapatkan nilai persentase 84% dan memperoleh peringkat komposit 2 atau sehat sesuai denngan Surat Edaran Bank Indonesia Nomor 13/24/DPNP tahun 2011 sehingga Bank BNI dinilai sangat mampu menghadapi pengaruh negatif yang signifikan dari perubahan kondisi bisnis dan faktor eksternal lainnya tercermin dari peringkat faktor-faktor penilaian antara lain profile risiko, penerapan GCG, rentabilitas dan permodalan yangsecara umum sehat. Tingkat Kesehatan PT Bank BNI Tbk Tahun 2020 Tabel 5 Penilaian Tingkat Kesehatan PT Bank BNI Tbk Tahun 2020 Tahun Indikator Rasio NPL 5,06 Peringkat 2 3 4 LDR Risk Profile GCG Earning ROA 0,39 Capital CAR 16,78 Kriteria Komposit Oo Nilai Komposit Sumber: Diolah Peneliti, 2022 Oo Oo Cukup Cukup Sehat Sehat Cukup Sehat Sehat Sehat Cukup Cukup Sehat Sangat Sangat Sehat y 100% = 72% . cehat ) ANALISIS TINGKAT KESEHATAN BANK DENGAN MENGGUNAKAN METODE RGEC (Risk Profile. Good Corporate Governance. Earning, &Capita. PADA PT BANK BNI PERSERO TBK PERIODE 2016-2020 PT Bank BNI Tbk tahun 2020 mendapatkan nilai persentase 72% dan memperoleh peringkat komposit 2 atau sehat sesuai dengan Surat Edaran Bank Indonesia Nomor 13/24/DPNP tahun 2011 sehingga Bank BNI dinilai sangat mampu menghadapi pengaruh negatif yang signifikan dari perubahan kondisi bisnis dan faktor eksternal lainnya tercermin dari peringkat faktor-faktor penilaian antara lain profil risiko, penerapan GCG, rentabilitas dan permodalan yang secara umum baik. KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan Berdasarkan hasil dari pembahasan dan analisis data menggunakan metode RGEC pada PT Bank BNI Persero Tbk periode 2016-2020, maka dapat diambil kesimpulan sebagai berikut: Hasil penilaian profil risiko (Risk Profil. Bank BNI dengan menggunakan 2 indikator yaitu faktor risiko kredit dengan menggunakan rasio NPL dan rasio likuiditas dengan rasio LDR selama 2015-2020 berturut-turut berda dalam kondisi Hal ini terbukti dengan niali rata0-rata NPL Bank BNI selama tahun 20162020 berturut-turut adalah 2,96%, 2,28/%, 1,95%, 2,32% dan 5,06% berada dalam kondisi sehat. Nilai rata-rata LDR Bank BNI selama tahun 2016-2020 berturut-turut adalah 95%,90%,93%,96% dan 91% berada dalam kondisi cukup sehat. Hasil penilaian Good Corporate Governance (GCG) Bank BNI pada tahun 20162020 diperoleh dari hasil self assessment dan penghargaan sebagai sebagai Au the Most Trusted Au Company dari the Indonesia Intitute for Corporate Governance , dan memperoleh predikat sebagai perusahaan yang AuVery GoodAy. Yang tercantum dalam laporan tata kelola perusahaan memperoleh peringkat 2 . Dengan hasil tersebut, indikator GCG mendapatkan peringkat Baik. Hasil penilaian Rentabilitas (Earnin. Bank BNI dengan menggunakan rasio Return On Asset (ROA) Bank BNI selama tahun 2016-2020 berada dalam kondidi sehat sangat sehat . hal ini terbukti dengan nilai rata-rata ROA Bank BNI selama tahun 2016-2020 berturut-turut adalah 1,67%, 1,70%, 1,70%, 1,55% dan 0,39 berda dalam kondisi yang sangat sehat. Hasil penilaian Permodalan (Captal ) Bank BNI selama tahun 2016-2020 berada dalam kondisi sangat sehat. Hal ini dibuktikan dengan nilai rata-rata CAR Bank BNI selama tahun 2016-2020 berturut-turut adalah 19,36%, 18,53%, 18,50%, 19,73%. GEMILANG - VOLUME 2. NO. Oktober 2022 GEMILANG: Jurnal Manajemen dan Akuntansi Vol. No. 4 Oktober 2022 e-ISSN: 2962-3987. p-ISSN: 2962-4428. Hal 274 - 284 dan 16,78% dengan kriteria sangat sehat. Nilaai rata-rata CAR tersebut berada di atas standar minimal CAR yang telah ditetapkan oleh Bank Indonesia yaitu sebesar 8%. Hal ini menunjukkan bahwa selama periode tersebut Bank BNI telah mampu mengelola permodalan perusahaan dengan sangat baik. Hasil penilaian tingkat kesehatan Bank BNI dilihat dari aspek RGEC (Risk profile. Good Corporate Governance. Earning, dan Capita. selama tahun 2016-2020 menempati peringkat komposit 1 sangat baik (PK-. Bank BNI selama periode tersebut dinilai sangat mampu menghadapi pengaruh negative yang signifikan dari perubahan kondisi bisnis dan faktor eksternal lainnya tercermin dari kriteria faktorfaktor penilaian antara Risk Profile, penerapan GCG, earning, dan capital yang secara umum sangat baik. Apabila terdapat kelemahan maka secara umum kelemahan tersebut tidak signifikan. Saran