Jurnal DIKDAS BANTARA P-ISSN : 2615-4285 Volume 3. Nomor 1 Februari 2021 E-ISSN : 2615-5508 PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN AKTIF COURSE REVIEW HORAY (CRH) UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR IPA SISWA KELAS Vi A SMP NEGERI 2 NGUTER Winarni SMP Negeri 2 Nguter. Kabupaten Sukoharjo Email: winarni1145@gmail. Abstrak Tujuan penelitian tindakan kelas ini adalah untuk meningkatkan prestasi belajar IPA siswa melalui model pembelajaran aktif CRH pada siswa kelas Vi A semester I SMP Negeri 2 Nguter tahun pelajaran 2016/ 2017. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juli sampai Desember 2016 di SMP Negeri 2 Nguter. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas Vi A sebanyak 32 siswa. Penelitian Tindakan Kelas ini dilakukan dalam dua siklus. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik dokumentasi, observasi, dan tes tertulis. Alat pengumpulan data berupa lembar pengamatan, butir soal tes, dan dokumen daftar nilai. Analisis data menggunakan analisis deskriptif komparatif yang dilanjutkan refleksi. Setiap siklus terdiri dari empat langkah, yaitu: . Perencanaan, . Pelaksanaan Tindakan, . pengamatan, dan . Refleksi. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan prestasi belajar IPA siswa, nilai rata-rata prestasi belajar IPA siswa mengalami peningkatan yaitu sebelum tindakan sebesar 69,8, pada siklus I sebesar 75,9 dan pada siklus II sebesar 82,9. Selain itu, persentase ketuntasan belajar siswa juga meningkat, yaitu sebelum tindakan sebesar 53,1%, siklus I sebesar 65,6% dan siklus II sebesar 93,8%. Sehingga dapat disimpulkan bahwa AuModel pembelajaran aktif CRH dapat meningkatkan prestasi belajar IPA siswa kelas Vi A semester I SMP Negeri 2 Nguter tahun pelajaran 2016/ 2017Ay. Kata kunci: Prestasi Belajar IPA. Model Pembelajaran Aktif CRH Abstract The purpose of this classroom action research is to improve students' learning achievement of Sains through active learning model of CRH in grade Vi A students of semester I of SMP Negeri 2 Nguter in the 2016/ 2017 school year. This research was conducted from July to Desember 2016 in SMP Negeri 2 Nguter. The subjects of this study were students of class Vi A as many as 32 students. This research is a Classroom Action Research conducted in two cycles. Data collection techniques used documentation, observation, and written tests. Data collection tools are observation sheets, test items, and value list Data analysis using comparative descriptive analysis followed by reflection on each cycle consists of four steps, namely: . Planning, . Action Implementation, . observation, and . The results of this study indicate an increase in learning achievement of Sains students. This can be seen from the average score of learning achievement of Sains students also experienced an increase before the action of 69,8, in the first cycle of 75,9 and on the second cycle of 82,9. In addition, the percentage of students' learning mastery, example before the action of 53,1%, in the first cycle of 65,6% and in the second cycle of 93,8%. So it can be concluded that "Active learning model of Jurnal DIKDAS BANTARA P-ISSN : 2615-4285 Volume 3. Nomor 1 Februari 2021 E-ISSN : 2615-5508 CRH can improve the learning achievement of Sains students of class Vi A semester I SMP Negeri 2 Nguter 2016/ 2017 academic year". Keywords: Learning Achievement of Sains. Active Learning Model of CRH PENDAHULUAN Pelajaran IPA diberikan kepada jenjang pendidikan SMP Banyak guru yang menyadari bahwa IPA dianggap sebagai pelajaran yang membosankan oleh sebagian besar siswa. Sehingga banyak siswa yang mengeluh tentang kesulitan belajar dalam mengikuti pembelajaran IPA. Dari hasil pengamatan, nilai rata-rata ulangan harian siswa dalam belajar IPA masih rendah yaitu belum mencapai KKM. Hal ini dibuktikan dengan nilai yang didapat siswa kelas Vi A SMP Negeri 2 Nguter mendapat nilai dibawah 70 (KKM). Kesulitan ini sering kita jumpai pada saat proses KBM rendahnya prestasi belajar siswa karena kurangnya semangat belajar siswa. Dalam satu kelas terdapat beberapa siswa yang merespon, menyerap dan bahkan mengerjakan soal Ae soal latihan. Salah satu penyebabnya adalah cara penyajian belajar dan suasana pembelajaran yang kurang menarik dan menyenangkan. Guru kurang kreatif dan inovatif dalam menyampaikan pelajaran, dimana guru masih menggunakan metode ceramah dan kurang melibatkan siswa sehingga siswa menjadi cepat bosan bahkan terkadang siswa hanya duduk, diam, dan tidak ada gagasan atau ide yang ingin diucapkan. Padahal sering kali dalam proses pembelajaran adanya kecenderungan siswa tidak bertanya pada guru meskipun sebenarnya siswa belum mengerti materi yang sedang diajarkan. Hal ini berakibat pada hasil belajar IPA siswa. Berdasarkan hasil pengamatan peneliti selaku guru IPA kelas Vi A SMP Negeri 2 Nguter, masalah yang dihadapi oleh siswa sejauh ini adalah kurangnya keaktifan dan rendahnya prestasi belajar siswa, salah satunya adalah materi Makanan dan Sistem Pencernaan Makanan. Karena pada bab ini siswa har mengakibatkan siswas bisa membedakan penggunaan basa ngoko dan krama yang perlu ketelitian. Hal ini dapat dilihat dari kegiatan belajar mengajar di kelas Vi A dengan KKM 70, nilai rata-rata hasil ulangan harian IPA materi Makanan dan Jurnal DIKDAS BANTARA P-ISSN : 2615-4285 Volume 3. Nomor 1 Februari 2021 E-ISSN : 2615-5508 Sistem Pencernaan Makanan di kelas tersebut yaitu 69,8 dengan persentase ketuntasan sebesar 53,1%. Selain itu, pada kegiatan pembelajaran di dalam kelas siswa hanya bersikap pasif, sedangkan yang aktif adalah guru. Sehingga siswa merasa bosan dan kurang termotivasi dalam belajar IPA. Untuk itu guru diharapkan dapat menciptakan suasana kelas yang menyenangkan sehingga siswa dapat termotivasi dalam belajar IPA dan dapat menambah keaktifan siswa dalam Kurangnya suasana kelas yang menyenangkan dan perlu adanya suatu model pembelajaran yang inovatif dan kreatif yang dapat menumbuhkan semangat belajar IPA dan memperkuat daya ingat siswa terhadap materi yang dipelajari sehingga dapat menunjang terciptanya kegiatan belajar mengajar yang Upaya untuk meningkatkan prestasi belajar IPA siswa adalah dengan menggunakan model pembelajaran yang menarik minat belajar siswa. Untuk itu peneliti menerapkaan model pembelajaran aktif tipe Course Review Horay (CRH) yaitu model pembelajaran yang dapat menciptakan suasana kelas menjadi meriah dan menyenangkan karena setiap kelompok yang dapat menjawab benar maka siswa tersebut diwajibkan berteriak "HORE" atau yel-yel lainnya yang disukai. Course Review Horay adalah salah satu model pembelajaran yang mendorong siswa untuk ikut aktif dalam belajar. Dengan model pembelajaran Course Review Horay diharapkan dapat melatih kerja sama dalam menyelesaikan masalah dengan pembentukan kelompok, pembelajarannya menarik, dan mendorong siswa untuk terjun kedalamnya, tidak monoton karena diselingi sedikit hiburan sehingga suasana tidak menegangkan serta siswa lebih semangat belajar karena suasana pembelajaran berlangsung menyenangkan sehingga mampu membantu siswa dalam meraih nilai yang tinggi. Menurut Widodo . ttp://pustaka. id/2013/10/model- pembelajaran-kooperatif-tipe. html diakses tanggal 12 November 2017 pukul 16. WIB), model pembelajaran aktif tipe Course Review Horay yaitu model pembelajaran yang dapat menciptakan suasana kelas menjadi meriah dan menyenangkan karena setiap kelompok yang dapat menjawab benar maka siswa tersebut diwajibkan berteriak "HOREY" atau yel-yel lainnya yang disukai. Course Jurnal DIKDAS BANTARA P-ISSN : 2615-4285 Volume 3. Nomor 1 Februari 2021 E-ISSN : 2615-5508 Review Horay adalah salah satu model pembelajaran yang mendorong siswa untuk ikut aktif dalam belajar. Dengan model pembelajaran Course Review Horay diharapkan dapat melatih kerja sama dalam menyelesaikan masalah dengan pembentukan kelompok, pembelajarannya menarik dan mendorong siswa untuk terjun kedalamnya, tidak monoton karena diselingi sedikit hiburan sehingga suasana tidak menegangkan serta siswa lebih semangat belajar karena suasana pembelajaran berlangsung menyenangkan sehingga mampu membantu siswa dalam meraih nilai yang tinggi. Menurut Widodo . ttp://pustaka. id/2013/10/model- pembelajaran-kooperatif-tipe. html diakses tanggal 12 November 2017 pukul 16. WIB) langkah-langkah penerapan model pembelajaran aktif Course Review Horay adalah sebagai berikut: . Guru menyampaikan kompetensi yang ingin dicapai, kompetensi ini disampaikan agar pembelajaran lebih terarah tujuannya. Guru mendemonstrasikan atau menyajikan materi sesuai topik bahasan yang sedang . Untuk menguji pemahaman, siswa disuruh membuat tempat jawaban. Tempat jawaban disini berbentuk tabel . yang berisi sembilan tempat, enam belas kotak ataupun dua puluh lima kotak. Banyaknya kotak tempat jawaban disesuaikan dengan kebutuhan dan tiap kotak jawaban diisi angka sesuai dengan selera masing-masing siswa. Guru membaca soal secara acak sesuai dengan nomor yang telah disiapkan sebelumnya. Siswa menulis jawaban di dalam kotak yang nomornya disebutkan guru. Soal yang telah dibacakan langsung didiskusikan, kalau benar diisi tanda benar (O. dan salah diisi tanda silang (X). Disini dibutuhkan kejujuran dari siswa yang telah menjawab salah ataupun benar. Siswa yang sudah mendapat tanda (O. secara vertikal atau horizontal, atau diagonal harus segera berteriak horay atau yel-yel lainnya. Nilai siswa dihitung dari jawaban benar dan jumlah horay yang diperoleh. Penutup pembahasan. Penutup dari pembahasan ini dapat berupa penyimpulan dari guru ataupun disimpulkan sendiri oleh siswa. Berdasarkan uraian di atas, dapat dirumuskan permasalahan sebagai berikut: AuApakah model pembelajaran aktif CRH dapat meningkatkan prestasi belajar IPA siswa kelas Vi A semester I SMP Negeri 2 Nguter tahun pelajaran 2017/ 2017?Ay. Jurnal DIKDAS BANTARA P-ISSN : 2615-4285 Volume 3. Nomor 1 Februari 2021 E-ISSN : 2615-5508 Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan prestasi belajar IPA dengan menerapkan pembelajaran aktif CRH pada siswa kelas Vi A semester I SMP Negeri 2 Nguter tahun pelajaran 2016/ 2017. Prestasi belajar IPA dibatasi pada materi Makanan dan Sistem Pencernaan Makanan. METODE PENELITIAN Penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). PTK merupakan suatu pencermatan terhadap kegiatan yang sengaja dimunculkan, dan terjadi dalam sebuah kelas (Arikunto, 2010: . Penelitian ini dilaksanakan di SMP Negeri 2 Nguter. Tahap-tahap pelaksanaan kegiatan dilakukan selama kurang lebih enam bulan yaitu sejak bulan Juli sampai dengan Desember 2016. Peneliti sebagai guru SMP Negeri 2 Nguter bertindak sebagai subjek yang melakukan tindakan Teman sejawat sesame guru mata pelajaran IPA sebagai observer. Kepala Sekolah bertindak sebagai subjek yang membantu dalam perencanaan dan pengumpulan data. Subjek yang menerima tindakan adalah siswa kelas Vi A SMP Negeri 2 Nguter semester I tahun pelajaran 2016/ 2017 sebanyak 32 siswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah: tes, observasi dan Tes adalah serentetan pertanyaan atau latihan serta alat lain yang digunakan untuk mengukur keterampilan, pengetahuan inteligensi, kemampuan atau bakat yang dimiliki oleh individu dan kelompok (Arikunto, 2010 : . Tes digunakan adalah jenis tes hasil . chievement tes. berupa kuis individu. Tes ini digunakan untuk mengukur pencapaian siswa setelah mempelajari materi. Hal ini dapat juga sebagai alat untuk mengetahui tingkat pemahaman siswa setelah mempelajari materi Makanan dan Sistem Pencernaan Makanan dengan menggunakan model pembelajaran aktif CRH. Tes yang digunakan adalah tes uraian yang jawabannya berupa isian berbentuk isian singkat atau uraian (Suprijono, 2013:. Observasi atau pengamatan dilakukan guna memperoleh data yang akurat, dengan menggunakan lembar observasi. Lembar observasi digunakan untuk memonitor dan mengevaluasi setiap tindakan agar kegiatan observasi tidak terlepas dari konteks permasalahan dan tujuan penelitian. Jurnal DIKDAS BANTARA P-ISSN : 2615-4285 Volume 3. Nomor 1 Februari 2021 E-ISSN : 2615-5508 Observasi yang digunakan adalah observasi sistematis, yaitu observasi yang dilakukan oleh pengamat dengan menggunakan pedoman sebagai instrumen pengamatan dan observasi non-sistematis yang dilakukan dengan tidak menggunakan instrumen pengamatan. Dokumentasi diperoleh dari hasil kuis siswa, lembar observasi, lembar wawancara, catatan lapangan, daftar siswa, dan foto-foto selama proses kegiatan belajar mengajar. Dokumentasi ini dimaksudkan adalah sebagai bukti-bukti konkret dari penelitian tindakan kelas tersebut. Instrumen yang digunakan dalam penelitian berupa tes, lembar observasi dan lembar dokumentasi. Tes berbentuk tes tertulis maupun lisan yang dilakukan dalam post test dan kuis individu. Tes ini digunakan untuk mengetahui sejauh mana peningkatan prestasi belajar dengan penerapan model pembelajaran aktif CRH. Lembar Observasi, digunakan lembar observasi pelaksanaan pembelajaran aktif CRH. Lembar dokumentasi bertujuan untuk mengetahui data siswa selama kegiatan penelitian berlangsung. Lembar dokumentasi ini berupa, foto-foto kegiatan pembelajaran, daftar hadir kegiatan pembelajaran, daftar hadir, daftar nilai, kartu pasangan soal/jawaban dan sebagainya. Indikator keberhasilan kinerja dalam penelitian ini adalah: . siswa dianggap mencapai ketuntasan belajar apabila mencapai lebih dari atau sama dengan KKM (KKM . pembelajaran dianggap berhasil apabila tingkat ketuntasan kelas mencapai lebih dari atau sama dengan 90%. pembelajaran dianggap berhasil apabila siswa secara klasikal rata-rata mencapai lebih dari atau sama dengan 80. HASIL DAN PEMBAHASAN Deskripsi data hasil penelitian yang telah dilakukan di kelas Vi A SMP Negeri 2 Nguter adalah sebagai berikut. Berdasarkan observasi awal di kelas Vi A mata pelajaran IPA dengan materi Makanan dan Sistem Pencernaan Makanan diperoleh data, dari 32 siswa yang mencapai nilai kriteria ketuntasan minimal (KKM) sebanyak 17 siswa . ,1%), dengan nilai rata-rata kelas sebesar 69,8. Penelitian ini dilakukan dengan indikator kinerja nilai rata-rata tes siswa sekurangkurangnya 80,0 dan banyak siswa dengan nilai di atas kriteria ketuntasan minimal (KKM) yaitu Ou 70,0 mencapai Ou 85%. Jurnal DIKDAS BANTARA P-ISSN : 2615-4285 Volume 3. Nomor 1 Februari 2021 E-ISSN : 2615-5508 Berdasarkan pengalaman peneliti sebagai guru IPA kelas Vi A, guru masih mendominasi kegiatan pembelajaran dan siswa cenderung tidak aktif. Salah satu solusi yang dikembangkan adalah penggunaan model pembelajaran yang baru yaitu dengan model pembelajaran aktif CRH. Dengan penggunaan model pembelajaran tersebut diharapkan akan menciptakan suasana belajar yang berbeda, bervariasi dan menyenangkan sehingga dapat menarik perhatian siswa, meningkatkan keaktifan siswa yang muara akhirnya meningkatkan prestasi belajar siswa. Tindakan kelas siklus I dilaksanakan di SMP Negeri 2 Nguter kelas Vi A. Setelah langkah apersepsi dilanjutkan dengan penyampaian materi Makanan dan Sistem Pencernaan Makanan pada KD Organ Pencernaan dengan model pembelajaran aktif CRH. Berdasarkan hasil evaluasi pada siklus I menunjukkan adanya peningkatan prestasi belajar siswa. Prestasi belajar siswa sebanyak 21 siswa mencapai nilai kriteria ketuntasan minimal (KKM) atau 56,265,65%, rata-rata kelas naik menjadi 75,9. Berdasarkan pengamatan tersebut dapat diketahui bahwa proses pembelajaran pada siklus pertama belum berhasil maksimal dan belum mencapai indikator kinerja yang diharapkan. Peningkatan hasil, jika dibandingkan hasil prasiklus yang mencapai KKM sebanyak 17 siswa atau 53,1% setelas diberi tindakan penerapan siklus I, siswa yang mencapai KKM sebanyak 21 siswa atau 65,6%. Prestasi belajar IPA materi Makanan dan Sistem Pencernaan Makanan pembelajaran aktif CRH, pada pelaksanaan tindakan siklus I mengalami Sebelum dilakukan tindakan atau prasiklus, rata-rata prestasi belajar siswa sebesar 69,8 dan siswa yang mencapai KKM sebanyak 17 siswa, setelah tindakan siklus I, rata-rata prestasi belajar siswa menjadi 75,9 dan siswa yang mencapai KKM sebanyak 21 siswa sehingga meningkat 4 siswa. Setelah dievaluasi bersama dari pelaksanaan tindakan pada siklus I yang digunakan sebagai bagian pertimbangan perencanaan pembelajaran siklus berikutnya, dengan perencanaan perbaikan untuk mengatasi kekurangan dan kesalahan yang dilakukan pada siklus I. Tindakan kelas siklus II dilaksanakan pada KD Zat-Zat dalam Makanan. Berdasarkan pembelajaran secara keseluruhan pada tindakan kelas siklus II menunjukan adanya peningkatan yang signifikan. Rata-rata Jurnal DIKDAS BANTARA P-ISSN : 2615-4285 Volume 3. Nomor 1 Februari 2021 E-ISSN : 2615-5508 nilai prestasi belajar siswa kelas Vi A naik menjadi 82,9 dan sebanyak 30 siswa . ,8%) mencapai nilai kriteria ketuntasan minimal (KKM). Prestasi belajar IPA materi Makanan dan Sistem Pencernaan Makanan dengan menerapkan model pembelajaran aktif CRH, pada pelaksanaan tindakan siklus II mengalami peningkatan. Pada tindakan siklus I, rata-rata prestasi belajar siswa sebesar 75,9 dan siswa yang mencapai KKM sebanyak 21 siswa, setelah tindakan siklus II, rata-rata prestasi belajar siswa menjadi 82,9 dan siswa yang mencapai KKM sebanyak 30 siswa sehingga meningkat 10 siswa. Berdasarkan hasil tersebut dapat diketahui bahwa proses pembelajaran sampai dengan pada siklus II berjalan dengan baik dan telah memenuhi indikator kinerja yang diharapkan. Pada siklus I dan II dengan penerapan tindakan menggunakan model pembelajaran aktif CRH, siswa lebih antusias dengan perasaan senang dalam mengikuti kegiatan pembelajaran. Nilai rata-rata siswa sejak sebelum diadakan penelitian hingga setelah diadakan penenelitian sampai dengan siklus II, dapat dilihat pada tabel berikut: Tabel 1. Perkembangan Prestasi Belajar Siswa Sebelum Tindakan/Prasiklus,Siklus I dan Siklus II Prestasi Siswa Rata-rata Siswa mencapai KKM Prasiklus Siklus I Siklus II Dari tabel di atas dapat disimpulkan bahwa hasil belajar materi Makanan dan Sistem Pencernaan Makanan dengan menerapkan model pembelajaran aktif CRH, di setiap pelaksanaan tindakan, baik siklus I dan siklus II mengalami peningkatan, yaitu: siswa yang mencapai KKM sebelum dilakukan tindakan atau prasiklus 17 siswa, setelah tidakan siklus I sebanyak 21 siswa dan setelah tindakan siklus II sebanya 30 siswa, sehingga peningkatan kumulatif dari sebelum tindakan/prasiklus sampai dengan siklus II sebesar 13 siswa. Tabel 2. Perkembangan Persentase Siswa Mencapai Tindakan/Prasiklus. Siklus I dan Siklus II Prestasi Siswa Prasiklus Siklus I KKM Sebelum Siklus II Jurnal DIKDAS BANTARA P-ISSN : 2615-4285 Volume 3. Nomor 1 Februari 2021 E-ISSN : 2615-5508 Persentase Siswa Mencapai KKM 53,1% 65,6% 93,8% Dari tabel di atas dapat disimpulkan bahwa prestasi belajar IPA materi Makanan dan Sistem Pencernaan Makanan dengan menerapkan model pembelajaran aktif CRH, di setiap pelaksanaan tindakan mengalami peningkatan, yaitu: persentase siswa yang mencapai KKM sebelum dilakukan tindakan atau prasiklus 53,1%, setelah tidakan siklus I sebanyak 65,6% dan setelah tindakan siklus II sebanya 93,8%. Tabel 3. Perkembangan Nilai Rata-rata Kelas Sebelum Tindakan/Prasiklus. Siklus I dan Siklus II Prestasi Siswa Nilai rata-rata Prasiklus Siklus I Siklus II Dari tabel di atas dapat disimpulkan bahwa prestasi belajar materi Makanan dan Sistem Pencernaan Makanan dengan menerapkan model pembelajaran aktif CRH, di setiap pelaksanaan tindakan mengalami peningkatan, yaitu: nilai rata-rata kelas sebelum dilakukan tindakan atau prasiklus adalah 69,8, setelah tidakan siklus I adalah 75,9 dan setelah tindakan siklus II adalah 82,9 sehingga dari kondisi awal sebelum tindakan/prasiklus sampai dengan tidakan pada siklus II terjadi Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran aktif CRH dapat meningkatkan prestasi belajar materi Makanan dan Sistem Pencernaan Makanan siswa kelas Vi A SMP Negeri 2 Nguter semester I tahun pelajaran 2016/ Jurnal DIKDAS BANTARA P-ISSN : 2615-4285 Volume 3. Nomor 1 Februari 2021 E-ISSN : 2615-5508 nilai rata-rata AWAL SIKLUS I SIKLS II Gambar 1. Rata-rata Prestasi Belajar Siswa pada Kondisi Awal. Siklus I, dan Siklus 100,00% 90,00% 80,00% 70,00% 60,00% 50,00% 93,80% 40,00% 30,00% 53,10% Persentase Siswa yang Tuntas 65,60% 20,00% 10,00% 0,00% AWAL SIKLUS I SIKLS II Gambar 2. Persentase Ketuntasan Siswa pada Kondisi Awal. Siklus I, dan Siklus II Berdasarkan grafik di atas dapat ditunjukkan bahwa prestasi belajar siswa dengan menerapkan pembelajaran model aktif tipe CRH di setiap putaran mengalami peningkatan, yaitu: . Sebelum dilakukan tindakan penelitian kelas nilai rata-rata hasil belajar siswa adalah 69,8 dengan presentase prestasi belajar siswa hanya 53,1%, . Setelah dilakukan tindakan pada siklus I nilai rata-rata Jurnal DIKDAS BANTARA P-ISSN : 2615-4285 Volume 3. Nomor 1 Februari 2021 E-ISSN : 2615-5508 prestasi belajar siswa mengalami peningkatan yaitu 75,9 dengan presentase ketuntasan 65,6%, tetapi belum mencapai indikator yang diharapkan. Pada siklus II nilai rata-rata prestasi belajar siswa meningkat yaitu menjadi 82,9 dengan presentase ketuntasan sebesar 93,8% dan sudah mencapai indikator yang diharapkan maka penelitian tindakan kelas ini sudah berhasil. Rata-rata prestasi belajar siswa pada kondisi awal 69,8 dengan persentase ketuntasan belajar siswa sebesar 53,1%, pada siklus II naik menjadi 82,9 Ou 80,0 . ndikator kinerj. dengan presentase ketuntasan belajar siswa sebesar 93,8 Ou 85% . ndikator kinerj. Jadi, indikator kinerja sudah tercapai sehingga tidak dilanjutkan ke siklus berikutnya. SIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa: AuModel pembelajaran aktif CRH dapat meningkatkan prestasi belajar IPA siswa kelas Vi A semester I SMP Negeri 2 Nguter tahun pelajaran 2016/ 2017. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya peningkatan pada prestasi belajar IPA siswa. Hal ini dapat dilihat dari nilai rata-rata prestasi belajar IPA siswa juga mengalami peningkatan yaitu sebelum tindakan sebesar 69,8, pada siklus I sebesar 75,9 dan pada siklus II sebesar 82,9. Selain itu, persentase ketuntasan belajar siswa, yaitu sebelum tindakan sebesar 53,1%, pada siklus I sebesar 65,6% dan pada siklus II sebesar 93,8%. REFERENSI