Seminar Nasional Ilmu Terapan (SNITER) Universitas Widya Kartika Surabaya ANALISIS LAPORAN KEUANGAN DENGAN METODE TIME SERIES PADA PERUSAHAAN FOOTWEAR YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA PERIODE 2018-2022 Ryan Antonio1. A An Arief Jusuf2 1,2Program Studi Akuntansi. Fakultas Ekonomi. Universitas Widya Kartika Surabaya. Indonesia Abstrak Analisis laporan keuangan dengan metode time series adalah suatu proses yang digunakan untuk menganalisis dan mengevaluasi keadaan keuangan suatu perusahaan dari satu periode ke Metode time series sendiri melibatkan rasio keuangan dengan cara membandingkan rasio keuangan dari perusahaan yang berada dalam sektor yang sama dari tahun ke tahun. Ini memungkinkan perusahaan untuk melihat tren keuangan perusahaan dari waktu ke waktu dan mengidentifikasi adanya perubahan tertentu. Dalam hal ini, analisis laporan keuangan akan digunakan untuk menilai keuangan perusahaan sektor footwear yang terdaftar pada Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2018-2022. Hasil dari kesimpulan penelitian berdasarkan perhitungan rasio profitabilitas, perusahaan sektor footwear yang memiliki kinerja keuangan yang baik dilihat dari gross profit margin adalah PT Sepatu Bata Tbk (BATA) tetapi untuk net profit margin, return on asset, return on equity adalah PT Primarindo Asia Infrastructures Tbk (BIMA). Pada rasio likuiditas yang memiliki kinerja keuangan yang baik dilihat dari cash ratio adalah PT Sepatu Bata Tbk (BATA) tetapi untuk current rasio dan quick ratio adalah PT Primarindo Asia Infrastructures Tbk (BIMA). Pada rasio solvabilitas yang memiliki kinerja keuangan yang baik dilihat dan dinilai debt to equity ratio dan debt to asset ratio adalah PT Sepatu Bata Tbk (BATA). Pada rasio aktivitas yang memiliki kinerja yang baik dilihat dari inventory turnover adalah PT Primarindo Asia Infrastructures Tbk (BIMA) tetapi untuk receivable turnover, working capital turnover, fixed asset turnover, total asset turnover adalah PT Sepatu Bata Tbk (BATA). Kata kunci: Rasio Keuangan. Laporan Keuangan. Kinerja Keuangan. Time Series. Rasio Profitabilitas. Rasio Likuiditas. Rasio Solvabilitas. Rasio aktivitas. Abstract Financial statement analysis using the time series method is a process used to analyze and evaluate the financial condition of a company from one period to another. The Time series method itself involves financial ratios by comparing the financial ratios of companies in the same sector from year to year. This allows companies to see companyAos financial trends over time and identify certain changes. In this case, financial statement analysis will be used to assess the finances of footwear sector companies listed on the Indonesia Stock Exhange (IDX) for the period 2018-2022. The results of the research conclusions are based on calculation of the profitabililty ratio, the footwear sector companies that has good financial performance seen from gross profit margin is PT Sepatu Bata Tbk (BATA) but from net profit margin, return on asset, return on equity is PT Primarindo Asia Infrastructures Tbk (BIMA). In the liquidity ratio that has a good financial performance seen from the cash ratio is PT Sepatu Bata Tbk (BATA) but from current ratio dan quick ratio is PT Primarindo Asia Infrastructures Tbk (BIMA). In the solvency ratio that has good financial performance seen and assessed debt to equity ratio and debt to asset ratio is PT Sepatu Bata Tbk (BATA). In the activity ratio that has good financial performance seen from inventory turnover is PT Primarindo Asia Infrastructures Tbk (BIMA) but for receivable turnover, working capital turnover, fixed asset turnover, total asset turnover is PT Sepatu Bata Tbk (BATA). Keywords: Financial Ratios. Financial Reports. Financial Performance. Time Series. Profitability Ratios. Liquidity Ratios. Solvency Ratios. Activity Ratios. Prosiding SNITER Vi 2024 ISSN: 2597-7067 E29-1 Seminar Nasional Ilmu Terapan (SNITER) Universitas Widya Kartika Surabaya PENDAHULUAN Di era globalisasi ini, pertumbuhan ekonomi di Indonesia sekarang tidak menentu dan hal ini terlihat dari masih banyaknya perusahaan yang sedangn dan juga mengalami Banyak perusahaan Indonesia yang melakukan berbagai inovasi serta ekspansi untuk mengembangkan usahanya, tidak bisa dipungkiri perkembangan dunia usaha di Indonesia semakin kompetitif menuntut setiap perusahaan untuk mempertahankan perusahaan nya dengan cara mengolah dan melaksanakan manajemen perusahaan lebih baik Bertambahnya kompetitor setiap hari, baik kompetitor yang berorientasi lokal maupun kompetitor internasional, maka setiap perusahaan harus berusaha memberikan yang terbaik untuk menjaga perusahaan tetap stabil, dalam kinerja perusahaan juga harus ditunjang dengan strategi yang matang dalam segala aspek termasuk dalam manajemen keuangan. Berdasarkan laporan world footwear. Industri sub sektor footwear Indonesia menjadi pasar alas kaki terbesar kelima di dunia 2022. Hal itu dikarenakan konsumsi produk alas kaki sebanyak 702 juta pasang sepanjang tahun lalu. Jumlah itu setara dengan 3,2% dari total konsumsi alas kaki secara global pada 2022. Laporan keuangan secara sederhana merupakan suatu informasi mengenai aktivitas keuangan pada perusahaan yang dapat digunakan untuk melihat dan menilai suatu kondisi perusahaan serta menilai kinerja perusahaan dalam suatu periode tertentu (Mutiah, 2. Laporan keuangan adalah laporan pertanggung jawaban manager atau pimpinan perusahaan atas pengelolaan perusahaanyang dipercayakan kepada pihak-pihak luar perusahaan. Dari adanya laporan keuangan maka dapat menggambarkan bagaimana kondisi suatu perusahaan yang akan memudahkan manajemen dalam menilai kinerja perusahaan Kinerja perusahaan mempunyai suatu peran yang sangat penting dalam menentukan kelancaran suatu kegiatan perusahaan untuk mengetahui apakah kondisi kinerja perusahaan dan kondisi keuangan baik atau tidak. Salah satu tujuan menganalisis laporan keuangan adalah untuk mengetahui kinerja perusahaan, kinerja perusahaan merupakan suatu ketentuan ukuran untuk mengukur keberhasilan suatu perusahaan dalam mendapatkan laba. Dalam penelitian ini, akan menganalisis kinerja keuangan perusahaan footwear yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia untuk mengetahui sampai mana kinerja keuangan keuangan perusahaan apakah terjadi perbedaan kinerja keuangan antara periode 2018-2022. Untuk menilai kinerja keuangan tersebut akan digunakan metode time series. Alasan pemilihan perusahaan footwear karena industri alas kaki memberikan kontribusi besar terhadap perekonomian nasional, namun di sisi lain industri alas kaki saat ini menghadapi berbagai tantangan seperti menurunnya pemintaan dari pasar ekspor Indonesia dan persaingan dengan produk harga rendah Oleh sebab itu, perusahaan-perusahaan footwear tersebut perlu mengetahui bagaimana kondisi keuangannya melalui laporan keuangan dengan menilai kinerja keuangan dari tahun ke tahun menggunakan analisis time series, apakah ada penurunan atau kenaikan. Berdasarkan latar belakang di atas, maka peneliti mengambil judul penelitian AuAnalisis Laporan Keuangan Dengan Metode Time Series Pada Perusahaan Footwear yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia Periode 2018-2022Ay. METODE PENELITIAN Dalam penelitian ini peneliti menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif. Menurut Sugiyono . , penelitian kualitatif adalah penelitian yang dilakukan untuk menyelidiki kondisi objek yang ilmiah, dimana peneliti sebagai instrumen kunci, metode pengumpulan datanya dilakukan dengan menggunakan triangulasi, analisis data bersifat induktif, dan diperoleh hasil lebih menekankan makna dari pada generalisasi. Jenis penelitian kualitatif ini dilakukan dengan deskriptif untuk menjelaskan suatu masalah Prosiding SNITER Vi 2024 ISSN: 2597-7067 E29-2 Seminar Nasional Ilmu Terapan (SNITER) Universitas Widya Kartika Surabaya kemudian menarik kesimpulan dari penelitian yang dilakukan. Penelitian ini berfokus pada analisis laporan keuangan dengan metode time series pada perusahaan alas kaki yang terdaftar pada Bursa Efek Indonesia Periode 2018-2022. Data-data yang diambil oleh peneliti di dapat dari hasil dokumentasi berupa laporan keuangan tahunan perusahaan. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah sumber data sekunder karena data yang diperoleh peneliti merupakan data yang dikumpulkan dalam laporan-laporan, baik yang dipublikasikan maupun tidak. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi dokumentasi. HASIL DAN PEMBAHASAN Rasio Profitabilitas Hasil Penelitian Gross Profit Margin Berikut hasil Perbandingan Penelitian Gross Profit Margin PT Primarindo Asia Infrastructures Tbk dan PT Sepatu Bata Tbk selama tahun 2018-2022 berikut ini: Tabel 1. Hasil Perbandingan Gross Profit Margin Selama 2018-2022 Gross Profit Margin No Kode Perusahaan 0,44 0,39 -0,10 -0,08 0,38 BIMA BATA 0,48 0,46 0,21 0,45 0,40 Rata-Rata Industri 0,46 0,43 0,06 0,19 0,39 Berdasarkan tabel diatas, rata-rata industri sebesar 46% pada tahun 2018 maka perusahaan memiliki gross profit margin atau margin laba kotor di atas rata-rata industri yang menunjukkan kinerja perusahaan dalam kondisi baik, yang pertama adalah PT Sepatu Bata Tbk (BATA) dengan gross profit margin tertinggi dibanding perusahaan yang lain yaitu dengan rata-rata rasio sebesar 48%. Pada tahun 2019 memiliki rata-rata industri sebesar 43% dan perusahaan yang berada di atas rata-rata industri yaitu PT Sepatu Bata Tbk (BATA) sebesar 46%. Pada tahun 2020 memiliki rata-rata industri 6% dan yang memiliki persentase terbesar adalah PT Sepatu Bata Tbk (BATA) dimana di atas rata-rata industri sebesar 21%. Pada tahun 2021 memiliki rata-rata industri sebesar -18% dimana rasio gpm mengindikasikan perusahaan kurang baik namun ditahun 2020 PT Sepatu Bata Tbk (BATA) memiliki posisi di atas rata-rata sebesar 45%. Pada tahun 2022 memiliki rata-rata indsutri sebesar 39% dan perusahaan yang diatas rata-rata indsutri yakni PT Sepatu Bata Tbk (BATA) sebesar 40%. Pada tahun 2020 dan tahun 2021 tahun dimana adanya pandemi covid- 19 perusahaan PT Primarindo Asia Infrastructures Tbk mengalami minus atau kerugian disebabkan oleh hasil penjualan yang sedikit berbanding terbalik dengan harga pokok penjualan yang dikeluarkan dikarenakan pada tahun tersebut segala semua aktivitas dihentikan dan dialihkan dari rumah atau work from home . Kinerja gross profit margin menunjukkan semakin tinggi angkanya menandakan semakin rendah harga pokok penjualannya dan menunjukkan perusahaan memiliki pengelolaan biaya produksi yang unggul. Dari kedua perusahaan, yang memiliki gross profit margin tertinggi adalah PT Sepatu Bata Tbk (BATA) dan dapat dilihat bahwa BATA memiliki kinerja yang efektif sebelum maupun sesudah pandemi berbanding terbalik dengan kinerja PT Primarindo Asia Infrastructures (BIMA). Yang memiliki rasio terburuk waktu pandemi, yakni pada tahun 2020 dan 2021 dimana rasio gross profit margin perusahaan Prosiding SNITER Vi 2024 ISSN: 2597-7067 E29-3 Seminar Nasional Ilmu Terapan (SNITER) Universitas Widya Kartika Surabaya Hasil Penelitian Net Profit Margin Berikut hasil Perbandingan Penelitian Net Profit Margin PT Primarindo Asia Infrastructures Tbk dan PT Sepatu Bata Tbk selama tahun 2018-2022 berikut ini: Tabel 1. Hasil Perbandingan Net Profit Margin Selama 2018-2022 Net Profit Margin No Kode Perusahaan 0,03 1,15 -0,61 -0,48 BIMA BATA 0,08 0,03 -0,38 -0,12 Rata-Rata Industri 0,06 0,59 -0,50 -0,30 0,68 -0,17 0,26 Berdasarkan tabel di atas, rata-rata industri pada tahun 2018 sebesar 6% maka perusahaan memiliki net profit margin atau margin laba bersih di bawah rata-rata industri yang menunjukkan kinerja perusahaan dalam kondisi yang kurang baik, perusahaan yang tidak terlalu terjun angka rasio adalah PT Sepatu Bata Tbk (BATA) dengan net profit margin tertinggi dibanding perusahaan yang lain yaitu dengan rata-rata rasio sebesar 8%. Pada tahun 2019 memiliki rata-rata industri sebesar 59% dan perusahaan yang berada di atas rata-rata industri yaitu PT Primarindo Asia Infrastructures Tbk (BIMA) sebesar 115%. Pada tahun 2020 memiliki rata-rata industri -50% dan yang memiliki persentase minus paling sedikit adalah PT Sepatu Bata Tbk (BATA) dimana di atas rata-rata industri sebesar -38%. Pada tahun 2021 memiliki rata-rata industri sebesar -30% dimana mengindikasikan perusahaan kurang baik namun tahun 2021 PT Sepatu Bata Tbk (BATA) bisa menekan agar angka minus sehingga tidak terlalu besar diangka sebesar -12%. Pada tahun 2022 memiliki rata-rata indsutri sebesar 26% dan perusahaan yang diatas rata-rata indsutri yakni PT Primarindo Asia Infrastructures Tbk (BIMA) sebesar 68%. Pada tahun 2020-2021 kedua perusahaan mengalami minus pada hasil net profit margin akan tetapi tahun 2022 PT Primarindo Asia Infrastructures Tbk bisa keluar dari keterpurukan dan memperoleh hasil yang positif berbanding terbalik dengan PT Sepatu Bata Tbk yang semakin mengalami minus disebabkan oleh laba bersih setelah pajak mengalami kerugian atau minus. Kinerja net profit margin menunjukkan semakin tinggi angkanya menunjukkan kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba bersih. Dari kedua perusahaan, yang memiliki net profit margin tertinggi adalah PT Primarindo Asia Infrastructures Tbk (BIMA) dan dapat dilihat bahwa BIMA dapat dengan baik menghasilkan laba bersih walalupun di awal tahun 2018 kalah oleh BATA dan diwaktu pandemi 2020-2021 lebih tinggi angka minus nya dibandingkan BATA akan tetapi pada tahun 2022 BIMA keluar dengan angka yang positif berbanding terbalik dengan BATA yang malah semakin bertambah turun. Tabel 2. Hasil Perbandingan Return On Equity Selama 2018-2022 Return On Equity No Kode Perusahaan -0,05 2,25 -1,19 -2,14 BIMA BATA 0,12 0,04 -0,37 -0,12 Rata-Rata Industri 0,04 1,15 -0,78 -1,13 Prosiding SNITER Vi 2024 ISSN: 2597-7067 0,89 -0,34 0,28 E29-4 Seminar Nasional Ilmu Terapan (SNITER) Universitas Widya Kartika Surabaya Hasil Penelitian Return On Equity Berikut hasil Perbandingan Penelitian Return On Equity PT Primarindo Asia Infrastructures Tbk dan PT Sepatu Bata Tbk selama tahun 2018-2022 pada tabel 3. Berdasarkan tabel 3 rata-rata industri pada tahun 2018 sebesar 4% maka perusahaan yang memiliki ROE di atas rata-rata industri yang menunjukkan kinerja perusahaan dalam kondisi baik, yang pertama adalah PT Sepatu Bata Tbk (BATA) tertinggi dibanding perusahaan yang lain yaitu dengan rata-rata rasio sebesar 12%. Pada tahun 2019 memiliki rata-rata industri sebesar 115% dan perusahaan yang berada di atas rata-rata industri yaitu PT Primarindo Asia Infrastructures Tbk (BIMA) sebesar 225%. Pada tahun 2020 memiliki rata-rata industri minus -78% dan yang memiliki persentase minus paling sedikit adalah PT Sepatu Bata Tbk (BATA) dimana sebesar -37%. Pada tahun 2021 memiliki rata-rata industri sebesar -113% dimana rasio mengindikasikan perusahaan kurang baik namun PT Sepatu Bata Tbk (BATA) memiliki rasio minus yang lumayan sedikit sebesar -12%. Pada tahun 2022 memiliki rata-rata indsutri sebesar 28% dan perusahaan yang diatas rata-rata indsutri yakni PT Primarindo Asia Infrastructures Tbk (BIMA) sebesar 89%. Pada tahun 2020-2021 kedua perusahaan mengalami minus pada hasil return on equity akan tetapi tahun 2022 PT Primarindo Asia Infrastructures Tbk bisa keluar dari keterpurukan dan memperoleh hasil yang positif berbanding terbalik dengan PT Sepatu Bata Tbk yang semakin mengalami minus disebabkan oleh laba bersih setelah pajak mengalami kerugian atau minus. Kinerja ROE menunjukkan semakin tinggi angkanya menunjukkan kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba bersih dari ekuitas. Dari kedua perusahaan, yang memiliki ROE tertinggi adalah PT Primarindo Asia Infrastructures Tbk (BIMA) dan dapat dilihat bahwa BIMA dapat dengan baik menghasilkan laba bersih dari ekuitas walalupun diawal tahun 2018 kalah oleh BATA dan diwaktu pandemi 2020-2021 lebih tinggi angka minus nya dibandingkan BATA akan tetapi pada tahun 2022 BIMA keluar dengan angka yang positif berbanding terbalik dengan BATA yang malah semakin bertambah turun. Hasil Penelitian Return On Asset Berikut hasil Perbandingan Penelitian Return On Asset PT Primarindo Asia Infrastructures Tbk dan PT Sepatu Bata Tbk selama tahun 2018-2022 berikut ini: Tabel 3. Hasil Perbandingan Return On Asset Selama 2018-2022 Return On Asset No Kode Perusahaan 0,04 0,59 -0,16 -0,09 BIMA BATA 0,09 0,03 -0,23 -0,08 Rata-Rata Industri 0,07 0,31 -0,20 -0,09 0,25 -0,15 0,05 Berdasarkan tabel di atas rata-rata industri pada tahun 2018 sebesar 7% maka perusahaan memiliki di atas rata-rata industri yang menunjukkan kinerja perusahaan dalam kondisi baik, yang pertama adalah PT Sepatu Bata Tbk (BATA) dengan ROA tertinggi dibanding perusahaan lain yaitu dengan rata-rata rasio sebesar 9%. Pada tahun 2019 memiliki rata-rata industri sebesar 31% dan perusahaan yang berada di atas rata-rata industri yaitu PT Primarindo Asia Infrastructures Tbk (BIMA) sebesar 59%. Pada tahun 2020 memiliki rata-rata industri -20% dan yang memiliki persentase minus paling sedikit adalah PT Primarindo Asia Infrastructures Tbk (BIMA). Pada tahun 2021 memiliki rata-rata industri sebesar -9% dimana rasio perusahaan kurang baik namun PT Sepatu Bata Tbk (BATA) memiliki rasio yang lumayan yaitu sebesar -8%. Pada tahun 2022 memiliki rataProsiding SNITER Vi 2024 ISSN: 2597-7067 E29-5 Seminar Nasional Ilmu Terapan (SNITER) Universitas Widya Kartika Surabaya rata indsutri sebesar 5% dan perusahaan yang diatas rata-rata indsutri yakni PT Primarindo Asia Infrastructures Tbk (BIMA) sebesar 25%. Pada tahun 2020-2021 kedua perusahaan mengalami minus pada hasil return on asset akan tetapi tahun 2022 PT Primarindo Asia Infrastructures Tbk bisa keluar dari keterpurukan dan memperoleh hasil yang positif berbanding terbalik dengan PT Sepatu Bata Tbk yang semakin mengalami minus disebabkan oleh laba bersih setelah pajak mengalami kerugian atau minus. Kinerja ROA menunjukkan semakin tinggi angkanya menunjukkan kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba bersih dari aset. Dari kedua perusahaan, yang memiliki ROA tertinggi adalah PT Primarindo Asia Infrastructures Tbk (BIMA) dan dapat dilihat bahwa BIMA dapat dengan baik menghasilkan laba bersih dari aset walalupun diawal tahun 2018 kalah oleh BATA dan diwaktu pandemi 2020-2021 memiliki angka minus akan tetapi pada tahun 2022 BIMA keluar dengan angka yang positif berbanding terbalik dengan BATA yang malah semakin bertambah turun. Rasio Likuiditas Hasil Penelitian Cash Ratio Berikut hasil Perbandingan Penelitian Cash Ratio PT Primarindo Asia Infrastructures Tbk dan PT Sepatu Bata Tbk selama tahun 2018-2022 berikut ini: Tabel 4. Hasil Perbandingan Cash Ratio Selama 2018-2022 Cash Ratio No Kode Perusahaan 0,07 0,08 0,05 0,01 BIMA BATA 0,02 0,05 0,24 0,01 Rata-Rata Industri 0,05 0,07 0,15 0,01 0,02 0,01 0,02 Berdasarkan tabel di atas rata-rata industri pada tahun 2018 sebesar 5% maka perusahaan memiliki cash ratio di atas rata-rata industri yang menunjukkan kinerja perusahaan dalam kondisi baik adalah PT Primarindo Asia Infrastructures Tbk (BIMA) tertinggi dibanding perusahaan yang lain yaitu dengan rata-rata rasio sebesar 7%. Pada tahun 2019 memiliki rata-rata industri sebesar 7% dan perusahaan yang berada di atas rata-rata industri yaitu PT Primarindo Asia Infrastructures Tbk (BIMA) sebesar 8%. Pada tahun 2020 memiliki rata-rata industri 15% dan yang memiliki persentase terbesar adalah PT Sepatu Bata Tbk (BATA) dimana di atas rata-rata industri sebesar 24%. Pada tahun 2021 memiliki rata-rata industri sebesar 1% dimana rasio mengindikasikan perusahaan kurang baik namun ditahun 2021 PT Sepatu Bata Tbk (BATA) dan PT Primarindo Asia Infrastructures (BIMA) memiliki angka yang sama yakni sebesar 1%. Pada tahun 2022 memiliki rata-rata indsutri sebesar 2% dan perusahaan PT Primarindo Asia Infrastructures Tbk (BIMA) memiliki rasio yang sama yakni 2%. Pada tahun 2021 PT Primarindo Asia Infrastructures Tbk kalah oleh PT Sepatu Bata Tbk dikarenakan pada tahun tersebut PT Sepatu Bata Tbk memiliki nominal uang kas yang lebih besar nominal dibanding PT Primarindo Asia Infrastructures Tbk. Kinerja cash ratio menunjukkan semakin tinggi angkanya menunjukkan kemampuan perusahaan yang kas yang unggul dan benar-benar siap untuk membayar kewajibannya. Dari kedua perusahaan, yang memiliki cash ratio tertinggi adalah PT Primarindo Asia Infrastructures Tbk (BIMA) dan dapat dilihat bahwa BIMA dapat dengan baik mengelola kas yang dimiliki diawal tahun 2018 dan 2019. Walaupun pada tahun 2020 kalah oleh BATA dan ditahun 2021 dua perusahaan memiliki angka yang sama namun ditahun 2022 BIMA Prosiding SNITER Vi 2024 ISSN: 2597-7067 E29-6 Seminar Nasional Ilmu Terapan (SNITER) Universitas Widya Kartika Surabaya naik sedikit dibanding BATA dengan hasil di atas ini menunjukkan PT Primarindo Asia Infrastructures Tbk Lebih unggul daripada PT Sepatu Bata Tbk. Hasil Penelitian Current Ratio Berikut hasil Perbandingan Penelitian Current Ratio PT Primarindo Asia Infrastructures Tbk dan PT Sepatu Bata Tbk selama tahun 2018-2022 berikut ini: Tabel 5. Hasil Perbandingan Current Ratio Selama 2018-2022 Current Ratio No Kode Perusahaan 0,95 1,48 0,94 0,60 BIMA BATA 2,93 3,31 1,38 1,51 Rata-Rata Industri 1,94 2,40 1,16 1,06 0,71 1,03 0,87 Berdasarkan tabel di atas rata-rata industri pada tahun 2018 sebesar 1,94 kali maka perusahaan yang memiliki current ratio di atas rata-rata industri yang menunjukkan perusahaan yang memiliki aset lancar untuk dapat menutup kewajiban jangka pendek adalah PT Sepatu Bata Tbk (BATA) dengan current ratio sebesar 2,93 kali atau jika dibulatkan menjadi 3 kali. Pada tahun 2019 memiliki rata-rata industri sebesar 2,40 kali atau 2,4 kali dan perusahaan yang berada di atas rata-rata industri yaitu PT Sepatu Bata Tbk (BATA) sebesar 3,31 kali. Pada tahun 2020 memiliki rata-rata industri 1,16 kali dan yang memiliki persentase terbesar adalah PT Sepatu Bata Tbk (BATA) dimana di atas rata-rata industri sebesar 1,38 kali. Pada tahun 2021 memiliki rata-rata industri sebesar 1,06 kali dan yang memiliki persentase terbesar adalah PT Sepatu Bata Tbk (BATA) memiliki posisi di atas rata-rata sebesar 1,51 kali. Pada tahun 2022 memiliki rata-rata indsutri sebesar 0,87 kali dan perusahaan yang diatas rata-rata indsutri yakni PT Sepatu Bata Tbk (BATA) sebesar 1,03 Pada tahun 2018 hingga tahun 2022 PT Sepatu Bata memiliki nilai current ratio yang baik dikarenakan jumlah aktiva lancar yang lebih banyak dibanding kewajiban lancar berbanding terbalik dengan PT Primarindo Asia Infrastructures yang memiliki jumlah aktiva yang lebih sedikit dan juga sangat tipis dengan kewajiban lancarnya. Kinerja current ratio menunjukkan semakin tinggi angkanya menunjukkan seberapa banyak aktiva lancar perusahaan yang tersedia untuk menutup kewajiban jangka pendek. Dari kedua perusahaan, yang memiliki current ratio tertinggi adalah PT Sepatu Bata Tbk (BATA) dan dapat dilihat bahwa PT Sepatu Bata Tbk (BATA) memiliki aset lancar untuk menutup kewajiban lancar ditahun 2018-2022 dan yang memiliki current ratio terendah dan perusahaan dalam keadaan kurang baik adalah PT Primarindo Asia Infrastructures Tbk (BIMA). Tabel 6. Hasil Perbandingan Quick Ratio Selama 2018-2022 Quick Ratio No Kode Perusahaan 0,28 0,33 0,20 0,15 BIMA BATA 0,99 1,23 0,61 0,43 Rata-Rata Industri 0,64 0,78 0,41 0,29 Prosiding SNITER Vi 2024 ISSN: 2597-7067 0,16 0,22 0,19 E29-7 Seminar Nasional Ilmu Terapan (SNITER) Universitas Widya Kartika Surabaya Hasil Penelitian Quick Ratio Berikut hasil Perbandingan Penelitian Quick ratio PT Primarindo Asia Infrastructures Tbk dan PT Sepatu Bata Tbk selama tahun 2018-2022 pada tabel 7. Kinerja quick ratio menunjukkan semakin tinggi angkanya menunjukkan kemampuan perusahaan dalam memenuhi atau membayar kewajiban lancar dengan aktiva lancar tanpa memperhitungkan atau mengorbankan nilai persediaan . Dari kedua perusahaan, yang memiliki quick ratio tertinggi adalah PT Sepatu Bata Tbk (BATA) dan yang memiliki quick ratio terendah dan perusahaan kurang baik yaitu PT Primarindo Asia Infrastructures. Rasio Solvabilitas Hasil Penelitian Debt To Equity Ratio Berikut hasil Perbandingan Penelitian Debt To Equity Ratio PT Primarindo Asia Infrastructures Tbk dan PT Sepatu Bata Tbk selama tahun 2018-2022 berikut ini: Tabel 7. Hasil Perbandingan Debt To Equity Ratio Selama 2018-2022 Debt To Equity Ratio No Kode Perusahaan -2,21 2,82 6,60 22,32 2,59 BIMA BATA 0,38 0,32 0,62 0,53 1,26 Rata-Rata Industri -0,92 1,57 3,61 11,43 1,93 Berdasarkan tabel di atas rata-rata industri pada tahun 2018 minus sebesar -92% maka perusahaan memiliki Debt To Equity Ratio di atas rata-rata adalah PT Sepatu Bata Tbk (BATA) tertinggi dibanding perusahaan yang lain yaitu dengan rata-rata rasio sebesar 38%. Pada tahun 2019 memiliki rata-rata industri sebesar 157% dan perusahaan yang berada di atas rata-rata industri yaitu PT Sepatu Bata Tbk (BATA) sebesar 32%. Pada tahun 2020 memiliki rata-rata industri 361% dan yang memiliki persentase terbesar adalah PT Sepatu Bata Tbk (BATA) dimana sebesar 62%. Pada tahun 2021 memiliki rata-rata industri sebesar 1143% dimana PT Sepatu Bata Tbk (BATA) memiliki angka lebih kecil yakni 53%. Pada tahun 2022 memiliki rata-rata indsutri sebesar 193% dan perusahaan PT Sepatu Bata Tbk (BATA) memiliki rasio yang sama yakni 126%. Dapat di lihat dari tahun 2018 sampai dengan tahun 2022 PT Sepatu Bata Tbk (BATA) memiliki angka DER yang lebih baik karena memiliki total modal yang lebih besar dibandingkan total kewajiban berbanding terbalik dengan PT Primarindo Asia Infrastructures Tbk (BIMA) dimana pada tahun 2018 total modal mengalami minus tahun-tahun berikutnya tota modal tidak ada yang minus tetapi lebih kecil dibandingkan total kewajiban itulah mengapa debt to equity ratio PT Primarindo Asia Infrastructures (BATA) kalah dengan PT Sepatu Bata Tbk (BIMA). Kinerja Debt To Equity ratio menunjukkan semakin rendah angkanya menunjukkan kemampuan perusahaan dalam memenuhi atau membayar kewajiban lancarnya. Dari kedua perusahaan, yang memiliki debt to equity ratio yang baik adalah PT Sepatu Bata Tbk (BATA) dan yang memiliki debt to equity ratio kurang baik adalah PT Primarindo Asia Infrastructures. Hasil Penelitian Debt To Asset Ratio Berikut hasil Perbandingan Penelitian Debt To Asset Ratio PT Primarindo Asia Infrastructure Tbk dan PT Sepatu Bata Tbk selama tahun 2018-2022 berikut ini: Prosiding SNITER Vi 2024 ISSN: 2597-7067 E29-8 Seminar Nasional Ilmu Terapan (SNITER) Universitas Widya Kartika Surabaya Tabel 8. Hasil Perbandingan Debt To Asset Ratio Selama 2018-2022 Debt To Asset Ratio No Kode Perusahaan 1,82 0,74 0,87 0,96 0,72 BIMA BATA 0,27 0,24 0,38 0,35 0,56 Rata-Rata Industri 1,05 0,49 0,63 0,66 0,64 Berdasarkan tabel di atas rata-rata industri pada tahun 2018 sebesar 105% maka perusahaan memiliki debt to asset ratio di bawah rata-rata industri yang menunjukkan kinerja perusahaan dalam kondisi baik adalah PT Sepatu Bata Tbk (BATA) dibanding perusahaan yang lain yaitu dengan rata-rata rasio sebesar 27%. Pada tahun 2019 memiliki rata-rata industri sebesar 49% dan perusahaan yang berada di bawah rata-rata industri yaitu PT Sepatu Bata Tbk (BATA) sebesar 24%. Pada tahun 2020 memiliki rata-rata industri 63% dan yang memiliki persentase terendah adalah PT Sepatu Bata Tbk (BATA) dimana sebesar Pada tahun 2021 memiliki rata-rata industri sebesar 66% dan yang memiliki persentase rendah adalah PT Sepatu Bata (BATA) yakni sebesar 35%. Pada tahun 2022 memiliki ratarata indsutri sebesar 64% dan yang memiliki rasio rendah yang mengindikasikan perusahaan dalam keadaan baik adalah PT Sepatu Bata Tbk (BATA) sebesar 56%. Dapat kita liat total aktiva PT Sepatu Bata Tbk lebih besar dibanding total kewajiban yang dimiliki berbanding terbalik pada PT Primarindo Asia Infrastructures Tbk (BIMA) dimana total aktiva tahun 2018 lebih rendah dibanding total kewajibannya padah tahun-tahun berikutnya 2019 sampai dengan 2022 perbedaan total aktiva sangatlah tipis itulah yang menyebabkan PT Sepatu Bata Tbk (BATA) lebih baik debt to asset ratio. Kinerja Debt To Asset ratio menunjukkan semakin rendah angkanya semakin baik bagi perusahaan karena menunjukkan kemampuan perusahaan dalam memenuhi atau membayar Dari kedua perusahaan, yang memiliki debt to asset ratio rendah adalah PT Sepatu Bata Tbk (BATA) dan yang memiliki debt to asset ratio tinggi yang menandakan pendanaan dengan kewajiban semakin banyak atau kurang baik yaitu PT Primarindo Asia Infrastructures Tbk (BIMA) Rasio Aktivitas Hasil Penelitian Inventory Turnover Berikut hasil Perbandingan Penelitian Inventory Turnover PT Primarindo Asia Infrastructures Tbk dan PT Sepatu Bata Tbk selama tahun 2018-2022 berikut ini: Tabel 9. Hasil Perbandingan Inventory Turnover Selama 2018-2022 Inventory Turnover No Kode Perusahaan 1,78 1,26 1,19 1,27 BIMA BATA 1,36 1,40 1,35 1,20 Rata-Rata Industri 1,57 1,33 1,27 1,24 1,87 1,52 1,70 Berdasarkan tabel di atas rata-rata industri pada tahun 2018 sebesar 1,57 kali maka perusahaan yang di atas rata-rata industri adalah PT Primarindo Asia Infrastructures Tbk (BIMA) dengan Inventory Turnover tertinggi dibanding perusahaan yang lain yaitu dengan rasio sebesar 1,78 kali. Pada tahun 2019 memiliki rata-rata industri sebesar 1,33 kali dan Prosiding SNITER Vi 2024 ISSN: 2597-7067 E29-9 Seminar Nasional Ilmu Terapan (SNITER) Universitas Widya Kartika Surabaya perusahaan yang berada di atas rata-rata industri yaitu PT Sepatu Bata Tbk (BATA) sebesar 1,40 kali. Pada tahun 2020 memiliki rata-rata industri 1,27 kali dan yang memiliki persentase terbesar adalah PT Sepatu Bata Tbk (BATA) dimana di atas rata-rata industri sebesar 1,35 Pada tahun 2021 memiliki rata-rata industri sebesar 1,24 kali dan PT Primarindo Asia Infrastructures Tbk (BIMA) memiliki posisi di atas rata-rata industri sebesar 1,27 kali. Pada tahun 2022 memiliki rata-rata indsutri sebesar 1,70 kali dan perusahaan yang diatas rata-rata indsutri yakni PT Primarindo Asia Infrastructures Tbk (BIMA) sebesar 1,87 kali. Kinerja inventory turnover jika semakin tinggi semakin baik dikarenakan persediaan perusahaan semakin cepat terjual dan tidak ada persediaan yang ditahan dan semakin efisien perusahaan dalam mengelola persediaan. Dan perusahaan yang paling efektif dalam pengelolaan persediaan adalah PT Primarindo Asia Infrastructures Tbk dan perusahaan yang tidak efektif dalam mengelola persediaan adalah PT Sepatu Bata Tbk. Hasil Penelitian Receivable Turnover Berikut hasil Perbandingan Penelitian Receivable Turnover PT Primarindo Asia Infrastructures Tbk dan PT Sepatu Bata Tbk selama tahun 2018-2022 berikut ini: Tabel 10. Hasil Perbandingan Receivable Turnover Selama 2018-2022 Receivable Turnover No Kode Perusahaan 11,70 12,00 8,78 11,53 21,89 BIMA BATA 29,62 31,32 20,53 26,73 37,48 Rata-Rata Industri 20,66 21,66 14,66 19,13 29,69 Berdasarkan tabel di atas rata-rata industri pada tahun 2018 sebesar 20,66 kali maka perusahaan memiliki receivable turnover di atas rata-rata industri adalah PT Sepatu Bata Tbk (BATA) dengan receivable turnover tertinggi dibanding perusahaan yang lain yaitu dengan rata-rata rasio sebesar 29,62 kali. Pada tahun 2019 memiliki rata-rata industri sebesar 21,66 kali dan perusahaan yang berada di atas rata-rata industri yaitu PT Sepatu Bata Tbk (BATA) sebesar 31,32 kali. Pada tahun 2020 memiliki rata-rata industri 14,66 kali dan yang memiliki persentase terbesar adalah PT Sepatu Bata Tbk (BATA) dimana di atas rata-rata industri sebesar 20. 53 kali. Pada tahun 2021 memiliki rata-rata industri sebesar 19,13 kali dan PT Sepatu Bata Tbk (BATA) memiliki posisi di atas rata-rata sebesar 26,73 kali. Pada tahun 2022 memiliki rata-rata indsutri sebesar 29,69 kali dan perusahaan yang diatas ratarata indsutri yakni PT Sepatu Bata Tbk (BATA) sebesar 37,48 kali. Pada tahun 2018 hingga 2022 dapat dilihat PT Sepatu Bata Tbk dapat memiliki kualitas piutang yang baik dan suksesnya penagihan piutang berbanding terbalik dengan PT Primarindo Asia Infrastructures yang memiliki perputaran piutang yang rendah. Kinerja receivable turnover semakin tinggi semakin baik dikarenakan perputaran piutang yang tinggi mengindikasikan penjualan secara cash lebih tinggi dibanding penjualan secara kredit. Dan dari dua perusahaan yang paling efisien adalah PT Sepatu Bata Tbk dan yang tidak efisien adalah PT Priamrindo Asia Infrastructures. Hasil Penelitian Working Capital Turnover Berikut hasil Perbandingan Penelitian Working Capital Turnover PT Primarindo Asia Infrastructures Tbk dan PT Sepatu Bata Tbk selama tahun 2018-2022 berikut ini: Prosiding SNITER Vi 2024 ISSN: 2597-7067 E29-10 Seminar Nasional Ilmu Terapan (SNITER) Universitas Widya Kartika Surabaya Tabel 11. Hasil Perbandingan Working Capital Turnover Selama 2018-2022 Working Capital Turnover No Kode Perusahaan -38,10 4,63 -18,30 -1,57 -4,68 BIMA BATA 2,65 2,45 4,83 4,36 58,39 Rata-Rata Industri -17,73 3,54 -6,74 1,40 26,86 Berdasarkan tabel di atas rata-rata industri pada tahun 2018 minus sebesar -17,73 kali maka perusahaan memiliki working capital turnover di atas rata-rata industri adalah PT Sepatu Bata Tbk (BATA) dengan working capital turnover tertinggi dibanding perusahaan yang lain yaitu dengan rata-rata rasio sebesar 2,65 kali. Pada tahun 2019 memiliki rata-rata industri sebesar 3,54 kali dan perusahaan yang berada di atas rata-rata industri yaitu PT Primarindo Asia Infrastructures Tbk (BIMA) sebesar 4,63 kali. Pada tahun 2020 memiliki rata-rata industri minus -6,74 dan yang memiliki persentase terbesar adalah PT Sepatu Bata Tbk (BATA) dimana di atas rata-rata industri sebesar 4,83 kali. Pada tahun 2021 memiliki rata-rata industri sebesar 1,40 kali dan PT Sepatu Bata Tbk (BATA) memiliki posisi di atas rata-rata sebesar 4,36 kali. Pada tahun 2022 memiliki rata-rata indsutri sebesar 26,8 kali dan perusahaan yang diatas rata-rata indsutri yakni PT Sepatu Bata Tbk (BATA) sebesar 58,39 Pada tahun 20218 hingga tahun 2022 PT Sepatu Bata Tbk memiliki angka yang baik dan positif dikarenakan penjualan yang lumayan dan modal kerja yang efisien berbanding terbalik dengan PT Primarindo Asia Infrastructures Tbk mengalami minus di 4 tahun yakni 2018 dan 202 hingga 2022 hal itu disebabkan oleh modal kerja perusahaan yang mengalami Kinerja working capital turnover semakin tinggi semakin baik dikarenakan semakin efisien perputaran persediaan atau perputaran piutang yang tinggi. Dan yang perusahaan yang paling efisien adalah PT Sepatu Bata Tbk (BATA) dan yang tidak efisien adalah PT Primarindo Asia Infrastructures Tbk (BIMA). Hasil Penelitian Fixed Asset Turnover Berikut hasil Perbandingan Penelitian Fixed Asset Turnover PT Primarindo Asia Infrastructures Tbk dan PT Sepatu Bata Tbk selama tahun 2018-2022 berikut ini: Tabel 12. Hasil Perbandingan Fixed Asset Turnover Selama 2018-2022 Fixed Asset Turnover No Kode Perusahaan 8,13 0,78 0,33 0,23 0,45 BIMA BATA 3,23 2,92 1,06 1,23 1,82 Rata-Rata Industri 5,68 1,85 0,70 0,73 1,14 Berdasarkan tabel di atas rata-rata industri pada tahun 2018 sebesar 5,68 kali maka perusahaan yang memiliki fixed asset turnover di atas rata-rata industri adalah PT Primarindo Asia Infrastructures Tbk (BIMA) dengan rasio tertinggi dibanding perusahaan yang lain yaitu dengan rata-rata rasio sebesar 8,13 kali. Pada tahun 2019 memiliki rata-rata industri sebesar 1,85 kali dan perusahaan yang berada di atas rata-rata industri yaitu PT Sepatu Bata Tbk (BATA) sebesar 2,92 kali. Pada tahun 2020 memiliki rata-rata industri 0,70 dan yang memiliki persentase terbesar adalah PT Sepatu Bata Tbk (BATA) dimana di atas Prosiding SNITER Vi 2024 ISSN: 2597-7067 E29-11 Seminar Nasional Ilmu Terapan (SNITER) Universitas Widya Kartika Surabaya rata-rata industri sebesar 1,06 kali. Pada tahun 2021 memiliki rata-rata industri sebesar 0,73 dan PT Sepatu Bata Tbk (BATA) memiliki posisi di atas rata-rata sebesar 1,23 kali. Pada tahun 2022 memiliki rata-rata indsutri sebesar 1,14 kali dan perusahaan yang diatas rata-rata indsutri yakni PT Sepatu Bata Tbk (BATA) sebesar 1,82 kali. Pada tahun 2018 PT Primarindo Asia Infrastructures Tbk mempunyai fixed asset turnover yang lebih baik daripada PT Sepatu Bata Tbk akan tetapi tahun berikutnya dari 2019 hinga 2022 berbanding terbalik PT Primarindo Asia Infrastructures Tbk kalah oleh PT Sepatu Bata Tbk. Kinerja fixed asset turnover semakin tinggi semakin baik dikarenakan semakin efisien investasi aktiva perusahaan. Dan yang paling efisien adalah PT Sepatu Bata Tbk (BATA) dan yang tidak efisien adalah PT Primarindo Asia Infrastructures Tbk (BIMA). Hasil Penelitian Total Asset Turnover Berikut hasil Perbandingan Penelitian Total Asset Turnover PT Primarindo Asia Infrastructures Tbk dan PT Sepatu Bata Tbk selama tahun 2018-2022 berikut ini: Tabel 13. Hasil Perbandingan Total Asset Turnover Selama 2018-2022 Total Asset Turnover No Kode Perusahaan 1,49 0,51 0,25 0,19 BIMA BATA 1,13 1,08 0,59 0,67 Rata-Rata Industri 1,31 0,80 0,42 0,43 0,37 0,89 0,63 Berdasarkan tabel di atas rata-rata industri pada tahun 2018 sebesar 1,31 kali maka perusahaan memiliki total asset turnover di atas rata-rata industri adalah PT Primarindo Asia Infrastructures Tbk (BIMA) dengan rasio tertinggi dibanding perusahaan yang lain yaitu dengan rata-rata rasio sebesar 1,49. Pada tahun 2019 memiliki rata-rata industri sebesar 0,80 kali dan perusahaan yang berada di atas rata-rata industri yaitu PT Sepatu Bata Tbk (BATA) sebesar 1,08 kali. Pada tahun 2020 memiliki rata-rata industri 0,42 kali dan yang memiliki persentase terbesar adalah PT Sepatu Bata Tbk (BATA) dimana di atas rata-rata industri sebesar 0,59 kali. Pada tahun 2021 memiliki rata-rata industri sebesar 0,43 kali dan PT Sepatu Bata Tbk (BATA) memiliki posisi di atas rata-rata sebesar 0,67 kali. Pada tahun 2022 memiliki rata-rata indsutri sebesar 0,63 kali dan perusahaan yang diatas rata-rata indsutri yakni PT Sepatu Bata Tbk (BATA) sebesar 0,89 kali. Kinerja total asset turnover semakin tinggi semakin baik dikarenakan perusahaan semakin efisien dalam mengelola aktiva dan rasio ini juga bertujuan untuk mengetahui besarnya pendapatan yang diperoleh oleh perusahaan melalui aktiva yang dimiliki. Perusahaan yang efisien dalam mengelola aktivanya adalah PT Sepatu Bata Tbk (BATA) dan yang tidak efisien adalah PT Primarindo Asia Infrastructures Tbk (BIMA). KESIMPULAN Kesimpulan berdasarkan perhitungan rasio profitabilitas perusahaan footwear yang memiliki kinerja yang baik dalam menghasilkan laba yang dapat dinilai dari gross profit margin adalah PT Sepatu Bata (BATA) Tbk dan untuk net profit margin, return on asset, return on equity adalah PT Primarindo Asia Infrastructures Tbk (BIMA). Kesimpulan berdasarkan perhitungan rasio likuiditas perusahaan footwear yang dapat menunjukkan keadaan dan kinerja yang likuid berdasarkan kemampuannya dalam menutup kewajibannya yang dapat dinilai dari cash ratio adalah PT Sepatu Bata Tbk (BATA) dikarenakan perusahaan dapat mengelola dana kas dengan efisien dan untuk Prosiding SNITER Vi 2024 ISSN: 2597-7067 E29-12 Seminar Nasional Ilmu Terapan (SNITER) Universitas Widya Kartika Surabaya current ratio dan quick ratio adalah PT Primarindo Asia Infrastructures Tbk (BIMA) dikarenakan perusahaan tersebut dapat melunasi dan menutup kewajiban lancar atau utang jangka pendek. Kesimpulan berdasarkan perhitungan rasio solvabilitas perusahaan footwear yang memiliki keadaan dan kinerja yang baik yang menggambarkan perusahaan tidak dibiayai hutang karena semakin kecil rasio ini semakin baik dan dinilai dari debt to equity ratio dan debt to asset ratio adalah PT Sepatu Bata Tbk (BATA). Kesimpulan berdasarkan perhitungan rasio aktivitas perusahaan footwear yang memiliki kinerja dan keadaan yang baik serta efektivitas perusahaan dalam beraktivitas mengerjakan sumber dananya, yang dapat dinilai dari inventory turnover adalah PT Primarindo Asia Infrastructures Tbk (BIMA) dan untuk receivable turnover, working capital turnover, fixed asset turnover, total asset turnover adalah PT Sepatu Bata Tbk (BATA). DAFTAR PUSTAKA