Vol. No. Mei 2025, hal, 81-90 https://doi. org/10. 54214/efada. Vol2. Iss01. Peningkatkan Kualitas Bacaan Iqro` Santri TPQ Masjid An-Nur di Dusun Gumawang. Desa Putat. Kecamatan Patuk. Kabupaten Gunung Kidul Hamad Solihin Sobran. Muhamad Ilyas. Andri Irpandi. ,Farid Farid. 1,2,3,. Sekolah Tinggi Agama Islam Ali bin Abi Thalib Surabaya. Indonesia E-mail: hamadsolihin11@gmail. com, . ilyas77@gmail. com, . andriirpandi@gmail. albatoti@gmail. Info Artikel Kata kunci : TPQ Pembelajaran Al-QurAoan Metode ABCD Pendampingan Santri Penulis Koresponden : Hamad Solihin Sobran E-mail : hamadsolihin11@gmail. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan meningkatkan kualitas bacaan Al-QurAoan santri di TPQ Masjid An-Nur. Dusun Gumawang. Desa Putat. Kecamatan Patuk. Kabupaten Gunung Kidul. Desa Putat dikenal sebagai desa wisata dengan potensi home industri, kerajinan kayu, daur ulang sampah, serta memiliki sembilan TPQ. TPQ berperan penting membentuk karakter religius anak melalui pembelajaran IqraAo, hafalan doa, dan praktik ibadah, namun menghadapi kendala seperti keterbatasan tenaga pengajar, metode pembelajaran yang kurang efektif, dan fasilitas terbatas. Penelitian ini menggunakan metode ABCD (Asset-Based Community Developmen. dengan pendekatan langsung dalam kegiatan belajar mengajar. Program pendampingan meliputi pembelajaran membaca Al-QurAoan dengan metode IqraAo dan tajwid dasar, hafalan surat pendek, serta praktik ibadah, dengan tambahan materi seperti wudhu, adzan, doa-doa harian, dan hafalan surat pendek untuk memperkuat pemahaman agama sekaligus membentuk karakter religius santri. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam kemampuan membaca Al-QurAoan dan pemahaman keagamaan santri. Pendampingan melalui metode ABCD terbukti memberi kontribusi positif dalam meningkatkan kualitas pembelajaran AlQurAoan di TPQ Masjid An-Nur serta menciptakan lingkungan belajar yang lebih efektif dan efisien. PENDAHULUAN Putat adalah sebuah desa atau kalurahan di wilayah Kecamatan atau Kapanewon Patuk. Kabupaten Gunung Kidul. Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta Terbagi menjadi 9 wilayah dusun atau padukuhan yaitu dari wilayah paling Utara ada Batur. Bobung. Kepil. Plumbungan. Sendangsari. Gumawang. Putat Wetan. Putat I dan Putat II. Keadaan desa Putat termasuk wilayah yang lebih maju dari desa yang lainnya karena merupakan tempat desa wisata yang mayoritas di setiap dusunnya memiliki wisata yang ditawarkan. Selain itu dari observasi yang telah dilakukan, masyarakat desa Putat khususnya dusun Gumawang beberapa mempunyai home industri kerajinan kayu, industry daur ulang sampah dan panganan oleh-oleh. Di Desa ini banyak memiliki lembaga pendidikan formal seperti SD. SMP dan SMK yang berjumlahkan tiga lembaga. SD dengan jumlah Efada : Jurnal Pengabdian Masyarakat Diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STAI ALI BIN ABI THALIB SURABAYA Peningkatkan Kualitas Bacaan Iqro` Santri TPQ a lembaga tiga. SMP dengan jumlah tiga lembaga dann SMK dengan jumlah lembaga satu lembaga. Jadi total lembaga pendidikan formal di desa Putat ada tujuh lembaga pendidikan. Di desa ini terdapat salah satu lembaga non-formal di bidang pendidikan yang marak di masyarakat adalah Taman Pendidikan Al-Quran (TPQ) yang berjumlah 9 TPQ. Taman Pendidikan Al QurAoan . isingkat (TPA/TPQ)) adalah lembaga atau kelompok masyarakat yang menyelenggarakan pendidikan nonformal jenis keagamaan Islam yang bertujuan untuk memberikan pengajaran membaca Al QurAoan sejak usia dini, serta memahami dasar-dasar dinul Islam pada anak usia taman kanak-kanak, sekolah dasar dan atau madrasah ibtidaiyah (SD/MI) atau bahkan yang lebih tinggi. TPA/TPQ setara dengan RA dan taman kanak-kanak (TK), di mana kurikulumnya ditekankan pada pemberian dasar-dasar membaca Al Qur'an serta membantu pertumbuhan dan perkembangan rohani anak agar memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut (Murtopo 2. Pendidikan Al Quran memiliki peranan penting dalam membentuk karakter anak didik melalui pembimbingan, melatih dan menasehati secara terus menerus dalam membentuk karakter yang religius, mandiri, serta komunikatif pada anak usia dini (Anwar 2. Di desa Putat sendiri memiliki sembilan pendidikan non-formal seperti TPQ yaitu salah satunya TPQ Masjid An Nur. Di desa Putat ini masyarakatnya sudah banyak yang sadar akan pendidikan al-QurAoan. Namun dengan ketidakseimbangan antara pengajar, wali murid dan peserta didik menyebabkan lembaga pendidikan TPQ memiliki banyak kendala yang pada akhirnya TPQ hanya berjalan alakadarnya dan bahkan kekurangan tenaga pengajar yang berkompeten untuk kegiatan pembelajaran sehari-hari. Pelaksanaan kegiatan pengabdian pada masyarakat adalah pendampingan pengajaran TPQ di desa Putat. Kecamatan Patuk. Kabupaten Gunung Kidul. Kegiatan TPQ di Dusun Gumawang dilaksanakan di Masjid An Nur. Beberapa permasalahan yang dijumpai di lapangan antara lain: 1. metode belajar yang digunakan terhitung kurang efektif dan kurangnya tenaga pengajar di TPQ 3. Alokasi waktu untuk pendampingan pembelajaran masih kurang 4. minimnya fasilitas pembelajaran yang memadahi 5. kurangnya pemberian materi mengenai fiqih dasar dan praktiknya. Karena beberapa permasalahan yang terjadi di TPQ tersebut, terlebih TPQ hakekatnya menjadi tempat yang diharapkan dapat membentuk karakter anak didik agar memiliki akhlak mulia, sehingga pentingnya memperbaiki permasalahan-permasalahan tersebut sehingga mampu mewujudkan sesuai sasaran yang diharapakan serta terakomodir dengan baik dalam TPQ. Maka dari itu peneliti memilih judul AuUpaya Meningkatkan Kualitas Bacaan Iqro` Santri TPQ Masjid An-nur di Dusun Gumawang. Desa Putat. Kecamatan Patuk Gunung KidulAy. Dari uraian di atas, maka peneliti melakukan kegiatan pendampingan yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan membaca dan menulis santri-santri di TPQ Masjid An Nur. Juga dalam rangka membantu meningkatkan tugas para pengajar dalam mengajarkan pembelajaran Al QurAoan pada santri TPQ. Adapun proses pembelajaran yang dilakukan di dua TPQ tersebut menggunakan Efada : Jurnal Pengabdian Masyarakat Diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STAI ALI BIN ABI THALIB SURABAYA A Hamad Solihin Sobran dkk. buku Metode Iqra yang dimulai dari jilid 1, dimulai dari huruf hijaiyyah yang paling dasar hingga jilid 6 dengan huruf hijaiyyah bersambung dan hukum tajwid dasar. Dalam proses pendampingan ini peneliti menggunakan metode metode ABCD dengan terjun dan terlibat secara langsung dalam kegiatan belajar mengajar di TPQ. Temuan penelitian menunjukkan bahwa program dilaksanakan dalam upaya pendidikan karakter dengan mengajarkan bacaan Al Quran secara mendalam, menghafalkan surat-surat pendek, mengajarkan materi dan praktik wudhu serta sholat dan doa-doa Untuk mengatasi hambatan dalam pembelajaran yaitu dengan tetap memberikan kesempatan bermain sambil belajar namun tetap pada pengawasan dan guru pembimbing. Pendidikan Al Quran memiliki peranan penting dalam membentuk karakter santri melalui pembimbingan, melatih secara terus menerus dan menasehati dalam membentuk karakter religius, mandiri, serta komunikatif pada anak usia dini. Mengacu pada penelitian sebelumnya dengan judul AuPengabdian kepada Masyarakat melalui Kegiatan Pendampingan TPQ di Dusun Krajan Desa SumbergepohAy yang membahas tentang penekanan pada penguatan kualitas pengajar di TPQ yang minim wawasan pendidikan qurAoani, tidak konsistennya penerapan metode, dan kurangnya pemberian pemberian materi tajwid dan makharijul huruf. Perbedaan penelitian terdahulu dengan penelitian ini adalah pendampingan yang lebih menekankan terhadap bacaan Al Quran metode buku iqra, dengan tambahan materi praktik wudhu, menghafal surat-surat pendek dan menghafal doa-doa harian. METODE PENGABDIAN Jenis metode penelitian ini adalah penelitian lapangan . ield researc. yakni pengamatan langsung ke obyek yang diteliti guna mendapatkan data yang relevan . Atau juga metode penelitian yang objeknya mengenai gejala atau peristiwa tertentu yang terjadi pada suatu wilayah dalam suatu kelompok masyarakat. Penelitian tersebut termasuk ke dalam penelitian deskriptif kualitatif. Data yang digunakan dalam penelitian ini bersumber dari data primer dan data sekunder. Data primer pada penelitian ini adalah guru atau pengajar TPQ Masjid An Nur Dusun Gumawang. Adapun guru atau pengajar adalah 2 orang yang dari awal merintis TPQ tersebut. Sedangkan data sekunder dalam penelitian ini adalah dokumentasi. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara dan observasi. Metode wawancara yang digunakan dalam penelitian ini bertujuan untuk menggali informasi mengenai keadaan murid dan tenaga pendidik itu sendiri. Adapun yang diwawancarai adalah guru atau pengajar, murid TPQ Masjid An Nur. Sedangkan metode observasi adalah cara yang digunakan oleh peneliti untuk mendapatkan informasi terkait apa yang akan diteliti . merupakan salah satu metode pengumpulan data dengan cara mengamati atau meninjau secara cermat dan langsung untuk mengetahui kondisi yang terjadi pada suatu wilayah. Objek observasi yang diteliti adalah murid Efada : Jurnal Pengabdian Masyarakat Diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STAI ALI BIN ABI THALIB SURABAYA Peningkatkan Kualitas Bacaan Iqro` Santri TPQ a TPQ Masjid An Nur dan tenaga pendidik. Adapun metode dokumentasi digunakan sebagai metode penghubung kegiatan dan data penunjang penelitian. Sedangkan pada pelaksanaan pendampingan di TPQ Masjid An Nur menggunakan metode ABCD. Metode ABCD adalah singkatan dari Asset Based Community Development, yaitu metode penelitian pendekatan pemberdayaan masyarakat yang fokus pada identifikasi, pemanfaatan, dan pengembangan aset atau potensi yang 'sudah' dimiliki oleh komunitas untuk mencapai perubahan yang berkelanjutan. Metode ini bertujuan untuk memanfaatkan dan mengoptimalkan potensi lokal untuk membangun kemandirian masyarakat, dan mendorong kolaborasi masyarakat dalam menggunakan aset yang sudah ada. Metode ABCD juga mengedepankan partisipasi, kerjasama, refleksi, dan aksi transformatif dalam proses penelitian. Dalam sebuah penelitian ilmiah biasanya para peneliti menjadikan kelompok masyarakat sebagai objek penelitian. Dalam penelitian ini, peneliti memilih melakukan penelitian di TPQ (Taman Pendidikan Qura. , peneliti berkeinginan untuk mengaplikasi ilmu-ilmu agama yang telah dipelajari di bangku Dalam melakukan penelitian ini, para peneliti memilih satu TPQ sebagai fokus penelitian, yaitu TPQ Masjid An Nur Dusun Gumawang. Dimana salah satu lingkup dari program kegiatan KKN Al Mubarak STAI Ali Bin Abi Thalib Surabaya adalah berkontribusi dalam melakukan pembelajaran belajar mengajar di TPQ-TPQ yang berada di Kalurahan Putat yaitu salah satunya TPQ Masjid An Nur. Metode pendampingan yang dilakukan adalah pengajaran TPQ, yaitu dengan mengajari murid TPQ membaca Al Quran dengan metode buku Iqra, doa-doa harian, praktek wudhu, dan menghafal surat-surat pendek. HASIL DAN PEMBAHASAN Pelaksanaan KKN Al Mubarak STAI Ali Bin Abi Thalib Surabaya dilaksanakan selama 30 hari di 5 tempat salah satunya ada di Dusun Gumawang. Desa Putat. Kec. Patuk. Kab. Gunung Kidul. Salah satu kegiatan keagamaan yang dilakukan adalah pendampingan TPQ yang ada di Dusun Gumawang. Desa Putat yakni TPQ Masjid An-nur. Pelaksanaan pendampingan TPQ ini dilaksanakan mulai dari tanggal 1 Januari hingga 30 Januari 2025 setiap hari Selasa sampai Kamis pada pukul 16. 00 Ae 17. 00 WIB. Kegiatan yang dilakukan saat pendampingan TPQ adalah turut membantu belajar mengajar dan memberikan tambahan wawasan berupa materi doa-doa harian, praktek wudhu dan sholat, menghafal surat-surat pendek, serta membaca Al Quran dengan buku metode Iqra. Hasil survei di TPQ Masjid An-Nur menunjukkan adanya beberapa permasalahan yang menghambat proses pembelajaran. Pertama, jumlah tenaga pengajar masih terbatas sehingga tidak sebanding dengan jumlah santri yang ada. Metode pembelajaran yang digunakan juga dinilai kurang efisien karena cenderung monoton sehingga sulit menarik perhatian santri. Selain itu, evaluasi Efada : Jurnal Pengabdian Masyarakat Diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STAI ALI BIN ABI THALIB SURABAYA A Hamad Solihin Sobran dkk. terhadap materi yang diberikan maupun tugas yang telah dikerjakan santri masih minim, sehingga perkembangan kemampuan mereka kurang terpantau. Waktu pembelajaran yang relatif singkat juga membuat santri kesulitan memahami materi dengan baik. Permasalahan lain yang ditemukan adalah menurunnya minat belajar santri setelah memasuki jenjang SMP. Kondisi ini diperparah dengan kurangnya motivasi serta dukungan dari sebagian orang tua mengenai pentingnya pembelajaran di TPQ, sehingga semangat santri dalam mengikuti kegiatan semakin berkurang. Peraturan Pemerintah No. 55 tahun 2007 pasal 24 tentang Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan yang berbunyi Pendidikan Al-QurAoan terdiri dari Taman Kanak-Kanak AlQurAoan (TKQ). Taman Pendidikan Al-QurAoan (TPQ). TaAolimul QurAoan lil Aulad (TQA), dan bentuk lain yang sejenis. TPQ adalah lembaga yang melaksanakan pendidikan nonformal berbasis keagamaan yang memiliki tujuan sebagai lembaga yang membentuk karakter anak yang beriman, berakhlak, dan cinta AlQurAoan . Pendidikan Al-QurAoan bertujuan untuk meningkatkan kemampuan para santri atau peserta didik dalam membaca, menulis, memahami, dan mengamalkan kandungan Al-QurAoan. Kegiatan pendampingan TPQ oleh mahasiswa KKN Al Mubarak STAI Ali Bin Abi Thalib Surabaya disusun secara sistematis melalui beberapa tahapan penting, mulai dari koordinasi awal, penyusunan jadwal, hingga pelaksanaan program yang terintegrasi dengan kebutuhan nyata di Berikut tahapan-tahapan tersebut: Koordinasi dengan Pengurus TPQ Tahap pertama adalah koordinasi dengan seluruh pengurus TPQ yang ada di Desa Putat. Koordinasi ini penting karena menjadi pintu masuk utama bagi mahasiswa KKN untuk memahami kondisi, kebutuhan, serta tantangan yang dihadapi masing-masing TPQ. Dalam proses koordinasi, mahasiswa KKN berperan sebagai mitra yang tidak hanya membantu, tetapi juga mendengarkan masukan dari pengurus TPQ, ustadz, maupun Hasil dari koordinasi ini adalah diperolehnya izin resmi untuk melaksanakan kegiatan pendampingan, kesepakatan jadwal, pembagian tugas pengajar, serta terjalinnya kerja sama antara kelompok KKN dengan TPQ Masjid An-Nur. TPQ Masjid An-Nur dipilih sebagai fokus utama karena memiliki jumlah santri yang cukup banyak dibandingkan dengan TPQ lain, sehingga kebutuhan akan pendampingan relatif lebih Penyusunan Jadwal Pendampingan Setelah koordinasi, tahap selanjutnya adalah penyusunan jadwal pendampingan. Penyusunan jadwal dilakukan oleh divisi keagamaan kelompok KKN Al Mubarak dengan berpedoman pada agenda TPQ yang sudah berjalan. Jadwal kegiatan disusun setiap hari Efada : Jurnal Pengabdian Masyarakat Diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STAI ALI BIN ABI THALIB SURABAYA Peningkatkan Kualitas Bacaan Iqro` Santri TPQ a Selasa hingga Kamis, pada sore hari pukul 16. 00Ae17. 00 WIB setelah salat Ashar. Penyesuaian jadwal ini penting agar kegiatan KKN tidak mengganggu rutinitas pengajar tetap TPQ. Penyusunan jadwal bersama juga mencerminkan adanya kolaborasi dan keterbukaan antara mahasiswa KKN dan pengurus TPQ. Pelaksanaan Program Pendampingan Pelaksanaan program pendampingan merupakan inti kegiatan KKN di TPQ. Program ini dirancang berdasarkan hasil survei awal mengenai masalah yang dihadapi TPQ, antara lain kurangnya tenaga pengajar, metode pembelajaran yang monoton, serta minimnya variasi materi penunjang. Oleh karena itu, program pendampingan tidak hanya menitikberatkan pada pembelajaran membaca Al-QurAoan, tetapi juga mencakup kegiatan lain yang mendukung peningkatan kualitas keagamaan santri. Berikut pelaksanaan program pendampingan tersebut: Pendampingan Mengajar Santri Santri di TPQ Masjid An-Nur sebagian besar berasal dari usia TK hingga SD. Metode pembelajaran utama yang digunakan adalah talaqqi, yaitu santri membaca secara bergiliran kemudian dikoreksi langsung oleh ustadz atau pendamping. Pendampingan dilakukan oleh dua mahasiswa KKN bersama dua ustadzah TPQ setiap harinya. Mayoritas santri masih berada pada tingkat bacaan IqraAo, hanya sebagian kecil yang sudah mencapai bacaan mushaf Al-QurAoan. Metode IqraAo dipilih karena memiliki kelebihan, antara lain praktis, mudah diperoleh, harganya terjangkau, dan sudah digunakan luas di berbagai daerah. Metode ini juga menggunakan pendekatan Cara Belajar Siswa Aktif (CBSA), sehingga santri dapat naik tingkat sesuai kemampuan masing-masing. Meski demikian, terdapat kendala pada saat setoran bacaan, yaitu santri lain cenderung tidak fokus ketika menunggu giliran. Untuk mengatasi hal ini, pendamping memberi penekanan tambahan berupa aktivitas singkat seperti mengulang bacaan bersamasama atau memberikan motivasi agar santri tetap terlibat. Praktik Wudhu Kegiatan tambahan yang diberikan adalah praktik wudhu, karena masih banyak santri yang belum memahami tata cara wudhu dengan benar. Beberapa di antaranya bahkan melakukan salat tanpa berwudhu terlebih dahulu. Kegiatan dimulai dengan penjelasan teori tentang wudhu, baik dari segi bahasa maupun syariat, kemudian dilanjutkan dengan demonstrasi gerakan wudhu secara langsung. Demonstrasi terbukti lebih efektif karena santri dapat melihat, menirukan, dan mengingat gerakan dengan lebih baik dibanding hanya mendengar penjelasan lisan. Efada : Jurnal Pengabdian Masyarakat Diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STAI ALI BIN ABI THALIB SURABAYA A Hamad Solihin Sobran dkk. Kegiatan ini mendapat antusiasme tinggi dari santri, karena sebelumnya belum pernah ada materi fiqh yang diajarkan secara khusus. Hafalan Surat Pendek dan Doa Harian Selain pembelajaran membaca, santri juga didampingi dalam menghafal surat-surat pendek dan doa-doa harian. Hafalan ini penting karena menjadi bekal dalam ibadah sehari-hari. Manfaat menghafal surat pendek antara lain melatih daya ingat, meningkatkan konsentrasi, serta membiasakan santri dekat dengan Al-QurAoan sejak usia dini. Sementara itu, hafalan doa harian bertujuan menanamkan kebiasaan berdoa dalam setiap aktivitas, membangun keimanan, serta mendekatkan diri anak kepada Allah. Dengan bimbingan hafalan ini, diharapkan terbentuk generasi yang tidak hanya mampu membaca, tetapi juga memahami dan mengamalkan nilai-nilai Al-QurAoan dalam kehidupan. Praktik Sholat Setiap Jumat. TPQ Masjid An-Nur mengadakan praktik shalat berjamaah. Kegiatan ini dipandu oleh pengajar dan pendamping dengan memberikan penjelasan tentang tata cara shalat, mulai dari niat, gerakan, bacaan, hingga pentingnya Santri kemudian diminta mempraktikkan shalat secara langsung, baik secara individu maupun berjamaah. Beberapa santri diberi kesempatan maju sebagai imam untuk melatih keberanian dan tanggung jawab. Setelah praktik, pengajar memberikan evaluasi dan koreksi, lalu memotivasi santri agar senantiasa menjaga shalat lima waktu di rumah. Kegiatan ini disambut antusias karena memberikan pengalaman nyata dan membentuk kebiasaan positif sejak dini. Dampak dan Refleksi Kegiatan pendampingan TPQ ini membawa dampak positif, baik bagi santri, pengurus TPQ, maupun mahasiswa KKN. Bagi santri, kegiatan ini meningkatkan kemampuan membaca Al-QurAoan, memperbaiki pemahaman fiqh dasar seperti wudhu dan shalat, serta menumbuhkan kebiasaan menghafal doa. Bagi pengurus TPQ, adanya mahasiswa KKN membantu menambah tenaga pengajar sekaligus menghadirkan variasi metode pembelajaran. Sementara itu, bagi mahasiswa KKN, kegiatan ini menjadi pengalaman berharga dalam mengajar, berinteraksi dengan anak-anak, serta mengasah keterampilan komunikasi. Dengan demikian, program pendampingan TPQ bukan hanya memberikan manfaat langsung, tetapi juga berkontribusi dalam penguatan peran TPQ sebagai lembaga pendidikan nonformal yang sangat penting dalam membentuk karakter religius generasi muda. Efada : Jurnal Pengabdian Masyarakat Diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STAI ALI BIN ABI THALIB SURABAYA Peningkatkan Kualitas Bacaan Iqro` Santri TPQ a KESIMPULAN DAN REKOMENDASI Penelitian lapangan adalah penelitian kasus tentang masalah atau gejala di suatu wilayah. Penelitian ini bersifat deskriptif kualitatif. Data penelitian dari pengajar dan santri TPQ Masjid n Nur. Penelitian ini juga pakai metode ABCD yang melibatkan masyarakat. Peneliti biasa kaji kelompok masyarakat. TPQ/TPA adalah lembaga pendidikan Islam nonformal yang mengajarkan baca Al Quran dan dasar-dasar Islam sejak usia dini. Program kerja yang dilakukan oleh KKN Al-Mubarak di TPQ Masjid An-Nur adalah mengajar dan memberikan materi baru bagi santri, sehingga mendapatkan ilmu tambahan. Dengan anak yang terus di dorongserta diberi dukungan untuk belajar di TPQ dapat meningkatkan kecintaan anak terhadap ibadah dan ketaatan kepada Allah AA. Dengan menghafal doa-doa harian, anak akan merasa dekat dengan Allah A Adan menyadari pentingnya beribadah serta mentaati perintah-Nya. Selama kegiatan pendampingan, para santri didorong untuk aktif dalam mengikuti pembelajaran, berpartisipasi dalam setiap kegiatan, dan melibatkan diri dalam proses pembelajaran. Selain itu, pendampingan juga memberikan perhatian khusus pada peningkatan kualitas pembelajaran dengan menyesuaikan metode pembelajaran agar lebih efektif dan efisien. Berdasarkan kegiatan pendampingan yang dilakukan, terdapat beberapa hasil yang dapat Pertama, terjadi peningkatan kemampuan membaca dan menulis santri di TPQ Masjid An Nur, terutama dalam membaca Al-Qur'an menggunakan metode Iqra. Kegiatan talaqi dan setoran membaca iqra yang dilakukan secara bergantian antara santri dan pendamping berhasil meningkatkan keterampilan membaca para santri. Kedua, terdapat peningkatan pemahaman santri mengenai tata cara wudhu, adzan, iqomah, serta doa-doa harian. Materi tambahan mengenai wudhu, praktek wudhu, praktek adzan, dan hafalan surat-surat pendek serta doa-doa harian memberikan kontribusi positif terhadap pemahaman dan pengamalan keagamaan santri. Ketiga, adanya peningkatan motivasi dan antusiasme santri terhadap kegiatan pembelajaran di TPQ. Dengan pendekatan yang interaktif dan melibatkan santri dalam setiap kegiatan, para santri lebih termotivasi untuk aktif belajar dan mengikuti kegiatan keagamaan. Keempat, terjalinnya kerjasama antara mahasiswa KKN dan pengurus TPQ Masjid An Nur. Koordinasi yang baik dan kerjasama yang solid memungkinkan terlaksananya kegiatan pendampingan dengan efektif. Hal ini menciptakan sinergi positif antara pihak mahasiswa KKN dan masyarakat setempat. Pembahasan hasil penelitian ini juga mengacu pada penelitian sebelumnya yang membahas kegiatan pendampingan TPQ di daerah lain. Perbedaan fokus pendampingan, metode, dan materi tambahan memberikan kontribusi unik pada peningkatan kualitas pembelajaran di setiap TPQ. Melalui kegiatan pendampingan TPQ di Masjid An-Nur Dusun Gumawang. Desa Putat. Kecamatan Efada : Jurnal Pengabdian Masyarakat Diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STAI ALI BIN ABI THALIB SURABAYA A Hamad Solihin Sobran dkk. Patuk. Kabupaten Gunung Kidul, dapat disimpulkan bahwa pendampingan memberikan kontribusi positif terhadap peningkatan kemampuan membaca, menulis, pemahaman agama, dan motivasi belajar santri di TPQ tersebut. Program pendampingan ini menunjukkan peningkatan kemampuan santri dalam membaca Al-Qur'an, pemahaman tajwid dasar, dan praktik ibadah. Dengan pendampingan yang konsisten, kualitas pendidikan di TPQ Masjid An Nur dapat ditingkatkan sehingga lebih optimal dalam membentuk karakter anak didik. Adanya kerjasama yang baik antara mahasiswa KKN dan pengurus TPQ Masjid An Nur serta partisipasi aktif santri dalam kegiatan pembelajaran menciptakan atmosfer positif dan antusiasme terhadap kegiatan keagamaan. Meskipun masih terdapat beberapa kendala seperti kurangnya tenaga pengajar dan minimnya fasilitas pembelajaran, namun kegiatan pendampingan tetap memberikan dampak positif. Penelitian ini membedakan dirinya dari penelitian sebelumnya dengan lebih menekankan pada pendampingan berbasis metode Iqra, pengajaran tajwid dasar, dan praktik ibadah. Pendekatan ini bertujuan mengatasi kendala pembelajaran di TPQ dan menciptakan lingkungan pendidikan yang mendukung pengembangan karakter santri. DAFTAR PUSTAKA