Jurnal Intelektual Administrasi Publik dan Ilmu Komunikasi Vol. 8 No. ISSN:2338- 7521 PERSEPSI REMAJA KOMUNITAS ARMY SURABAYA TERHADAP PROGRAM SIARAN MUSIK CAMPURSARI DI MEDIA SOSIAL Rahmatus Sa'diyahA. Rini GanefwatiA. Ita NurlitaA Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik. Universitas Bhayangkara Surabaya rahmatussad@yahoo. comA, riniganef@gmail. com, itanurlita@ubhara. Abstrak Di era globalisasi, media sosial sudah menjadi sebuah kebutuhan bagi setiap orang. Selain itu, media sosial juga dijadikan media perantara untuk menyebarluaskan budaya-budaya dari berbagai negara. Sebagaimana budaya K-Pop yang masuk ke Indonesia. Masuknya budaya luar, membuat budaya asli Indonesia seperti musik campursari kurang diminati. Metode penelitian ini merupakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Peneliti mewawancarai 10 orang remaja dalam komunitas army Surabaya dengan rentang usia 18 hingga 21 Tahun. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui persepsi remaja dalam komunitas army Surabaya terhadap program siaran musik campursari di media sosial. Dari data yang diperoleh, para remaja mempersepsikan bahwa musik campursari cukup nyaman untuk di dengarkan. Namun, para remaja juga cenderung beranggapan bahwa musik campursari adalah musik yang kuno karena sering dibawakan oleh orang yang sudah Selain itu para remaja juga mengidentikkan Didi Kempot sebagai sosok penyanyi Kata Kunci : Media Sosial. Musik Campursari. Budaya K-Pop PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah Dari masa ke masa perkembangan teknologi berkembang sangat pesat terutama Kini masyarakat semakin mudah dalam mengakses informasi secara cepat dan Menurut Everett M. Rogers . alam Abrar, 2003:17-. merangkumkan perkembangan media komunikasi ke dalam empat era. Pertama, ialah era komunikasi tulisan. Kedua, merupakan era komunikasi cetak. Ketiga, ialah era telekomunikasi, dan yang Keempat, ialah era komunikasi interaktif. Media baru merupakan media yang berkembang pada era komunikasi Dengan hadirnya media baru yang merupakan sarana alternatif bagi masyarakat, masyarakat dapat dengan mudah mencari, mengakses, serta memperoleh informasi sesuai dengan kebutuhan nya masing-masing. Akses terhadap media telah menjadi salah satu kebutuhan primer bagi setiap orang. Hal ini terjadi karena adanya kebutuhan informasi, pendidikan, pengetahuan, dan Di era globalisasi seperti saat ini, masyarakat lebih cenderung suka mencari informasi dan hiburan melalui media sosial dibandingkan dengan media cetak maupun media elektronik. Salah satu media baru adalah media sosial, media sosial adalah sarana yang digunakan untuk berinteraksi antara satu orang dengan orang yang lainnya. Media sosial membuat komunikasi tak terbatas jarak dan Kemajuan teknologi dan informasi seakan menghadirkan dunia dalam genggaman sehingga media tradisional mendapat pesaing baru dalam mendistribusikan berita. Kehadiran media sosial menjadi fenomenal dan lebih Jumlah pengguna media sosial jauh lebih banyak, karena di media sosial khalayak tidak dibatasi oleh jaringan media sosial yang diikutinya. Kehadiran media sosial memberikan keleluasaan bagi khalayak untuk ikut dalam berkompetisi menyebarkan informasi atau peristiwa yang terjadi di sekitar mereka. Jurnal Intelektual Administrasi Publik dan Ilmu Komunikasi Vol. 8 No. Kebutuhan masyarakat akan hadirnya media sangat tinggi. Selain itu, media juga memiliki pengaruh besar bagi khalayak. Informasi yang disampaikan oleh media dapat mempengaruhi pola pikir, pemahaman, hingga perilaku masyarakat itu sendiri. Program - program yang disajikan di media sosial pun beragam. Mulai dari program talkshow, berita terkini, hingga program musik. Pada program musik, musik yang disajikan dengan beragam genre pula, mulai dari musik metal, musik pop, musik jazz, musik dangdut, musik k-pop, hingga musik Musik universal, karena musik mampu di mengerti dan di pahami oleh setiap orang dari bangsa apapun di belahan dunia ini. Musik merupakan unsur budaya yang dapat berubah untuk menyesuaikan keinginan, ekspresif, dan emosional umat manusia ( Sunarto, 2007 : 8 ). Terdapat banyak manfaat yang bisa di dapatkan ketika seseorang mendengarkan musik. Musik juga dinilai dapat menyembuhkan depresi pada orang yang mendengarkan musik itu sendiri. Musik juga dinilai sebagai tempat pelarian yang positif untuk meluapkan emosi pendengar nya. Di Indonesia, tren musik selalu mengalami perubahan dari masa ke masa. Selain itu, sudah banyak budaya-budaya asing yang masuk ke Indonesia melalui media khususnya media sosial. Sehingga mengakibatkan banyak budaya-budaya asli Indonesia yang mulai ditinggalkan dan dilupakan oleh bangsa nya Salah satu contohnya adalah musik Musik Campursari merupakan sebuah genre musik asli Indonesia. Musik campursari merupakan salah satu bentuk kesenian kesenian Jawa. Nama campursari sendiri muncul karena perpaduan alat - alat musik yang Musik campursari pertama kali Manthous memasukkan keyboard ke dalam orkestrasi gamelan pada akhir tahun 1980-an melalui kelompok gamelan "Maju Lancar". Kemudian secara pesat masuk unsur - unsur baru seperti langgam Jawa . dan dangdut. Pada akhir tahun 1990-an hingga awal tahun 2000-an merupakan masa - masa keemasan bagi musik Keberadaan musik campursari pada saat itu bukan lagi bersifat lokal, namun sudah bersifat nasional dan sudah mendunia. ISSN:2338- 7521 Namun, di era globalisasi seperti saat ini, banyak remaja Indonesia yang cenderung lebih menyukai genre musik K-pop atau biasa disebut Korean Pop yang merupakan genre musik asal Korea Selatan daripada genre musik campursari genre musik asli Indonesia. Kegemaran terhadap budaya K-Pop ini tidak lepas pula dari peran media sosial. Hal ini juga dikarenakan, tidak sedikit remaja yang merupakan musik jadul dan irama nya cenderung lamban. Berbeda dengan musik Kpop yang lebih easy listening, dan didukung oleh visual-visual yang mumpuni. Selain itu paras menawan para idol-idol K-pop dan koreografi menjadi daya pikat tersendiri. Rumusan Masalah " Bagaimana Persepsi Remaja Komunitas Army Surabaya Terhadap Program Siaran Musik Campursari di Media Sosial " Tujuan Penelitian Penelitian ini bertujuan agar mengetahui bagaimana persepsi remaja dalam komunitas army surabaya terhadap program musik campursari di media terutama di media sosial. Tinjauan Pustaka . Persepsi Persepsi adalah pengalaman tentang objek, peristiwa, atau hubungan-hubungan yang diperoleh dengan menyimpulkan informasi dan menafsirkan pesan. Persepsi ialah memberikan makna pada stimulus inderawi . ensory stimul. Menurut Sugihartono. 7 : . Persepsi adalah kemampuan panca indera dalam menerjemahkan stimulus yang masuk ke dalam alat indera Persepsi manusia terdapat perbedaan sudut pandang dalam penginderaan yang mempersepsikan sesuatu itu baik atau persepsi yang positif maupun persepsi yang negatif yang akan mempengaruhi tindakan manusia yang tampak atau nyata. Persepsi adalah inti komunikasi, sedangkan penafsiran (Interpretas. adalah inti persepsi, yang identik dengan penyandian-balik . dalam proses Persepsi disebut inti komunikasi, hal ini dikarenakan jika persepsi seseorang tidak akurat, maka seseorang tersebut tidak dapat berkomunikasi dengan efektif. Persepsi lah yang menentukan seseorang memilih suatu pesan dan mengabaikan pesan yang lain. Semakin tinggi derajat kesamaan persepsi antar individu. Jurnal Intelektual Administrasi Publik dan Ilmu Komunikasi Vol. 8 No. semakin mudah dan semakin sering mereka berkomunikasi, dan sebagai konsekuensinya semakin cenderung membentuk kelompok budaya atau kelompok identitas. Persepsi . melalui alat-alat indera . akni indera peraba, indera penglihat, indera pencium, indera pengecap, dan indera pendenga. , atensi , dan Kenneth K. Soreno dan Edward M. Bodaken, juga Judy C. Pearson dan Paul E. Nelson (Komunikasi Suatu Pengantar. Deddy Mulyana : . menyebutkan bahwa persepsi terdiri dari tiga aktivitas yaitu sensasi, atensi, dan interpretasi. Ketiga tahap persepsi . ensasi, atensi, interpretas. tidak dapat dibedakan secara tegas, kapan satu tahap berakhir dan kapan tahap berikutnya dimulai. Dalam banyak kasus, ketiga tahap tersebut berlangsung nyaris secara . Remaja Remaja, yang dalam bahasa aslinya disebut adolescence, berasal dari bahasa Latin adolescare yang artinya Autumbuh atau tumbuh untuk mencapai kematanganAy. Bangsa primitif dan orang-orang purbakala memandang masa puber dan masa remaja tidak berbeda dengan periode lain dalam rentang kehidupan. Anak dianggap sudah dewasa apabila sudah mampu mengadakan reproduksi (Ali & Asrori, 2. Masa remaja disebut pula masa penghubung atau masa peralihan antara masa kanak-kanak dengan masa dewasa ditandai dengan adanya perubahan fisik, emosi, maupun psikis. Pada 1974. WHO (World Health Organizatio. memberikan definisi tentang remaja yang lebih bersifat konseptual. Komunitas Army Surabaya Dalam dunia K-pop, fandom memiliki peran yang sangat penting. Hampir semua girlband dan boyband K-Pop memiliki fandom . ans clu. dengan nama dan ciri khasnya masing-masing. Terdapat beberapa kelompok fandom dari masing - masing idol grup. Antara lain : SONE (SNSD). BLINK (BLACKPINK). REVELUV (RED VELVET). VIP (BIGBANG). ELF (SUPER JUNIOR ). EXO L (EXO). NCTZEN (NCT), dan ARMY (BTS). Salah satu fandom atau komunitas terbesar adalah Army yang merupakan nama kelompok fandom atau fans club dari idol grup Bangtan Boys (BTS). Nama Army sendiri merupakan singkatan dari Adorable Representative M. C for Youth. Komunitas ini terbentuk sebulan setelah idol ISSN:2338- 7521 grup Bangtan Boys (BTS) memulai debut tepatnya di bulan Juli 2013. Di Indonesia sendiri, komunitas army cukup banyak dan tersebar di masing-masing daerah. Salah satunya adalah Komunitas Army Surabaya yang merupakan cabang dari kelompok Army yang berdomisili di Surabaya. Army Sub sendiri telah terbentuk sejak tahun 2013 dengan jumlah anggota saat ini lebih dari 100 orang. Musik Campursari Campursari berasal dari 2 kata yakni, campur dan sari. Campur memiliki makna berbaurnya instrumen musik tradisional maupun musik Sedangkan sari memiliki makna eksperimen yang menghasilkan jenis irama lain daripada yang lain. Menurut Joko Wiyoso (The History of Campursar. , campursari merupakan genre musik yang muncul pertama kali di RRI Semarang pada tahun 1953-an. Campursari pertama kali diperkenalkan oleh para seniman semarang yang dipelopori oleh R. M Samsi yang tergabung dalam kelompok campursari RRI Semarang. Pada saat itu keberadaannya hanya bersifat lokal dan tidak dikenal oleh masyarakat Memasuki tahun 1990-an, berkat sentuhan tangan Manthous, campursari muncul dengan format yang berbeda dengan campursari RRI Semarang. Kemunculan campursari pada saat itu mendapat sambutan yang luar biasa dari masyarakat, dan akhirnya musik campursari pada saat itu tidak hanya bersifat lokal lagi, namun sudah nasional bahkan mendunia. Media Sosial Media sosial adalah sebuah media online, dimana para pengguna dengan mudahnya bertukar informasi, berbagi kegiatan yang sedang dialami, dan menciptakan sebuah karya yang bisa memperkenalkan dirinya ke pada Instagram. Facebook. Twitter dan Youtube merupakan bentuk media sosial yang paling sering digunakan oleh masyarakat di berbagai belahan dunia. Menurut Mandibergh . dalam buku Media Sosial (Nasrullah 2016:. media sosial adalah media yang mewadahi kerja sama diantara pengguna yang menghasilkan konten . ser generated conten. Media sosial merupakan salah satu platform yang muncul di dunia siber. Karena itu, karakteristik media sosial tidak jauh berbeda dengan media siber. Jurnal Intelektual Administrasi Publik dan Ilmu Komunikasi Vol. 8 No. METODE PENELITIAN Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif kualitatif. Deskriptif mendeskripsikan suatu gejala, maupun peristiwa yang terjadi. Pendekatan kualitatif ialah pendekatan yang dilakukan terhadap subjek penelitian dan bersifat natural sehingga tidak Penelitian dilaksanakan di wilayah kota Surabaya, dikarenakan kota Surabaya merupakan kota metropolitan kedua setelah DKI Jakarta, sehingga sangat terbuka terhadap berbagai kesenian musik tradisional hingga musik modern dan dapat berpengaruh terhadap persepsi seseorang. Subjek penelitian adalah remaja yang menyukai musik K-Pop dan tergabung dalam sebuah komunitas yang menyukai musik sejenis. Penelitian ini juga difokuskan pada persepsi remaja dalam komunitas army di Surabaya terkait program musik campursari di media sosial. ISSN:2338- 7521 platform media sosial yang sangat digemari oleh para remaja. Tiktok sendiri merupakan aplikasi media sosial dimana pengguna nya dapat membuat video-video pendek, mengedit video dan didukung dengan adanya filter serta musik. Tiktok juga telah di unduh oleh lebih dari 100 juta pengguna. Sedangkan Youtube sendiri merupakan aplikasi media sosial berbasis video. Dengan youtube, seseorang dapat menonton dan mengunggah video. Youtube telah di unduh lebih dari 5 Miliar pengguna. Teknik pengumpulan data meliputi : Wawancara Observasi Dokumentasi Teknik analisis data meliputi : Reduksi Data Penyajian Data Penyimpulan dan Verifikasi Gambar 4. Video Tiktok Saat Didi Kempot Menyanyikan Cidro HASIL DAN PEMBAHASAN 1 Hasil Sensasi Dalam penelitian ini, peneliti menanyakan sensasi terhadap para remaja dalam komunitas army surabaya yang menjadi responden. Apakah para remaja mengetahui genre musik campursari dan apakah para remaja pernah mendengarkan dan menyaksikan pogram siaran musik campursari di media sosial. Berdasarkan data yang diperoleh, beberapa responden diatas menjelaskan bahwa mayoritas remaja yang berada di dalam komunitas army Surabaya mengetahui genre musik campursari. Mereka juga pernah mendengarkan dan menyaksikan program siaran musik campursari di media sosial seperti tiktok, youtube dan media sosial lainnya. Saat ini. Tiktok, dan Youtube merupakan Gambar 4. Video Tiktok Saat Didi Kempot Menyanyikan Kalung Emas Jurnal Intelektual Administrasi Publik dan Ilmu Komunikasi Vol. 8 No. ISSN:2338- 7521 Sehingga terbiasa mendengarkan genre yang satu ini. Ada pula yang menyukainya hanya sebatas melihat dari siapa penyanyi nya atau apa lagu nya. Mereka juga cenderung tidak campursari karena menurut para responden liriknya dianggap tidak pas dengan keadaan remaja saat ini. Gambar 4. Official Youtube Indonesia Idol Saat Tiara Menyanyikan Pamer Bojo Dan Menjadi Trending 01 Hal yang dirasakan para remaja saat mendengarkan dan menyaksikan program musik campursari adalah alunan musik yang mudah diterima, yang dapat membuat suasana tenang dan cukup menyenangkan. Walaupun untuk pertama kali mendengarkan, para responden cukup merasa asing. Selain itu, budaya jawa dalam musik campursari sangat terasa hal ini dikarenakan liriknya yang menggunakan bahasa Para responden juga merasa kagum dengan kualitas vocal penyanyi nya. Hal yang diterima responden ketika menyaksikan dan mendengarkan campursari adalah perasaan nya menjadi senang, sedih. Hal ini dikarenakan makna lagu dan alunan nada nya yang sangat enak dan lembut. Para responden pun seakan mendapat pengetahuan musik genre lain, karena mayoritas remaja komunitas army cenderung lebih sering mendengarkan pop hingga k-pop. Para responden menjadi tau dan mengerti teknik vocal baru, wawasan kebahasaan atau kosakata mengenai bahasa jawa yang baru di dengar. Kemudian peneliti menyakan kepada para remaja dalam komunitas army surabaya, apakah mereka menyukai musik campursari setelah mendengarkan dan menyaksikan program musik Berdasarkan hasil wawancara, mayoritas para remaja yang menjadi responden menyukai musik campursari karena musik campursari memiliki musik yang easy listening dan banyak yang memiliki makna yang dalam. Namun, mereka bukan yang sangat tertarik dan suka terhadap musik tersebut. Mereka hanya sebatas suka karena beberapa faktor. Ada yang keluarganya berdarah seni, ada yang sedari kecil sudah selalu diputarkan musik campursari di Atensi Peneliti kemudian menanyakan Apa yang diperhatikan dan di ingat saat mendengarkan dan menyaksikan program musik campursari di media sosial. Dan apakah para responden hafal dengan nada - nada atau penggalan lirik dari musik campursari. Yang para responden perhatikan dan ingat adalah segi bermain alat musik yang dapat membentuk kesatuan harmoni yang indah dan tidak mudah bagi banyak orang. Selain itu, tampilan atau pembawaan, lirik lagu, suara ketimpung dan gendang nya, dan teknik vocal penyanyi nya yang mempunyai ciri khas dan cengkok yang berbeda dengan genre musik Namun, mengungkapkan bahwa mereka kurang hafal dengan nada-nada ataupun liriknya. Hal ini disebabkan karena penggunaan bahasa yang dinilai kurang familiar dan cukup sulit, tempo lagu yang susah untuk dihafalkan, naik turunnya Akan tetapi, ada beberap responden yang hafal karena faktor selalu diputarkan musik tersebut di rumah. Selain itu, peneliti juga menanyakan kepada para responden mengenai bagaimana atensi para responden terhadap musik campursari yang masih eksis hingga saat ini di media sosial. Atensi remaja dalam komunitas army surabaya, mayoritas remaja cukup senang, bangga, apalagi musik campursari tetap dilestarikan an diwariskan untuk generasi Karena di era modernisasi seperti saat ini beberapa genre musik sudah banyak yang masuk di telinga kalangan remaja Para responden juga mengungkapkan bahwa para seniman juga harus memberikan sedikit sentuhan modern yang dapat membuat remaja cukup tertarik lagi dengan genre musik Karena genre ini merupakan ciri khas Indonesia. Selain itu, musik campursari mungkin bisa kembali berjaya karena beberapa generasi muda saat ini banyak yang berminat mendengarkan lagu campursari contohnya AuSobat AmbyarAy. Jurnal Intelektual Administrasi Publik dan Ilmu Komunikasi Vol. 8 No. Interpretasi Peneliti juga menanyakan menanyakan bagaimana pendapat remaja dalam komunitas army terhadap adanya musik campursari di media sosial saat ini. Kemudian para reponden mengungkapkan bahwa : Dari penjelasan para responden, hampir keseluruhan remaja yang menjadi responden sangat mendukung adanya musik campursari di media sosial. Menurut mereka, hal tersebut sangatlah baik untuk mengenalkan musik asli dari Indonesia. Sehingga musik ini tidak punah dan masih bisa dinikmati dan diterima oleh masyarakat luas. Selain itu, dengan adanya media sosial, membuat remaja mengetahui bahwa musik campurari tidak seburuk atau sejelek dengan apa yang mereka bayangkan. Kemudian para responden menjelaskan apa yang mereka maknai saat mendengarkan ataupun menyaksikan program siaran tersebut. Dan apa yang mereka ketahui terhadap musik campursari itu sendiri. Berikut penjelasan dari para responden : Para campurasri adalah musik yang tenang, berciri khas, pembawaan nya menjadi daya tarik mendayu-dayu, menceritakan tentang hal yang sehari-hari Menurut para remaja, musik campursari merupakan musik yang kuno karena dibawakan oleh orang yang sudah berumur. Namun cukup asyik serta pembawaannya yang cukup menarik dengan alat musik tradisional. Lirik lagu campursari pun mengandung banyak makna. Selain itu, instrumen yang kompleks membentuk harmoni yang indah. Musik campursari juga dinilai sebagai musik yang bisa berbaur dengan masyarakat, hal ini dikarenakan identik dengan bahasa jawa. Para responden juga menyatakan bahwa musik campursari adalah musik yang unik, lebih mudah diingat dan diterima oleh para Namun, terkadang musik ini dinilai kurang variatif dan masih banyak menampilkan goyangan yang seronok Bagi para responden, tidak semudah itu menyanyikan genre campursari, karena terdapat Selain menganggap orang yang masih melestarikan musik campursari adalah orang-orang yang tidak takut untuk berbeda dengan yang lain. Ada effort yang tinggi untuk melestarikan musik tradisional seperti genre musik campursari ini. ISSN:2338- 7521 Para remaja mengidentikkan Didi Kempot sebagai sosok penyanyi campursari. Nama Didi Kempot sendiri bukan lah nama yang asing lagi di industri musik tanah air. Didi Kempot lahir di Surakarta tahun 1966 dengan nama lengkap Dionisius Prasetyo. Gambar 4. Didi Kempot Perjalanan karir bermusiknya pun tidak semulus yang dibayangkan. Didi Kempot mengawali karirnya dengan menjadi pemusik jalanan di Surakarta. Didi Kempot juga harus bersaing dengan banyaknya pemusik jalanan saat itu. Pada tahun 1987 hingga 1989. Didi Kempot mulai merintis karir nya di Jakarta dan mulai memasuki dunia rekaman. Puncak karir seorang maestro campursari ini pun semakin meroket di tahun 1993. Eksistensi nya kian diakui setelah tampil di Suriname dengan membawakan lagu "Cidro". Didi Kempot atau yang biasa akrab disapa Lord Didi juga mendapat julukan The Godfather of Broken Heart atau Bapak Patah Hati Nasional. Hal ini dikarenakan karya-kaya nya yang bertemakan patah hati, kesedihan. Mayoritas penggemar Didi Kempot dijuluki Sobat Ambyar yang berisikan "Sad Boy" dan "Sad Girl". Menurut para remaja, ada beberapa faktor yang menyebabkan musik campursari kurang diminati di kalangan remaja adalah stigma terhadap musik campursari sebagai musik yang kuno dan hanya cocok untuk orang yang sudah berumur, merupakan tontonan kelas bawah yang membuat remaja enggan mendengarkan atau menyaksikan program tersebut, pembawaan nya sedikit kurang, lirik lagu yang sulit untuk dipahami karena menggunakan bahasa jawa dimana tidak semua orang faham dengan bahasa jawa, dinilai kurang pas dengan keadaan remaja pada umumnya, pertunjukan campursari yang terkesan seronok sehingga tidak nyaman untuk di lihat dan juga Jurnal Intelektual Administrasi Publik dan Ilmu Komunikasi Vol. 8 No. mayoritas lagu campursari terbatas mengenai percintaan saja. Selain itu, kurang diadakannya konser, karena yang mereka ketahui hanya Didi Kempot lah yang melakukan konser campursari yang cukup besar. Mungkin dengan adanya konser, beberapa anak muda dapat mengetahui sebenernya genre musik campursari cukup Banyak pula remaja saat ini yang cenderung lebih menyukai musik Pop. K-Pop, atau musik dengan irama yang up beat. Para remaja juga mengatakan bahwa untuk mempelajari teknik bermusik dan menyanyinya sulit dan juga tidak ada acara musik di Indonesia yang benar-benar mewadahi para musisi baik dari genre campursari sehingga kurang bisa dikenal oleh masyarakat sekarang. 2 Pembahasan Secara umum, persepsi merupakan penginderaan terhadap suatu kesan yang timbul di dalam lingkunganya. Persepsi seseorang antar satu dengan yang lainnya selalu mengalami Hal ini terjadi dikarenakan terdapat beberapa faktor antara lain : perbedaan suku, agama, hingga ras. Dari mendapatkan data melalui wawancara dan observasi kepada beberapa responden dalam komunitas army surabaya dengan rentang usia 18 hingga 21 tahun mengenai sensasi, atensi, dan interpretasi para responden terhadap program musik campursari yang berada di media sosial seperti tiktok, dan youtube. Persepsi remaja komunitas army Surabaya terhadap program siaran musik campursari di media sosial secara keseluruhan adalah mayoritas para remaja dalam komunitas army surabaya mengetahui genre musik Mereka juga pernah mendengarkan atau menyaksikan program siaran musik campursari di media sosial. Namun mereka cenderung kurang mengikuti perkembangan Selain itu, para remaja juga mengatakan bahwa musik campursari adalah musik yang alunan nya cenderung lamban. Saat di dengarkan, mereka juga merasa kagum dan tertarik dengan perpaduan suara vocal penyanyinya yang unik dengan alunan dari alat musik tradisionalnya. Dalam hal ini, perhatian yang dialami oleh remaja komunitas army surabaya pada usia remaja tahap akhir tertuju pada bahasa yang digunakan, tarian, cara menyanyi hingga cengkoknya, selain itu penampilan serta pembawaan nya. Para responden juga mendapat wawasan ISSN:2338- 7521 tentang bahasa jawa, dimana bahasa jawa sering digunakan dalam musik campursari. Ada beberapa responden yang kurang menyukai musik campursari karena menganggap makna dari lagu-lagu campursari kurang menarik yang hanya sebatas kegalauan semata. Remaja cenderung menyukai musik yang up beat dan Selain penyelenggaraan konser dengan genre musik campursari membuat para remaja tidak mengetahui bagaimana genre campursari. Dengan demikian, persepsi yang diberikan oleh para responden sesuai dengan teori uses and gratifications. Teori uses and gratifications merupakan salah satu teori yang menjelaskan bagaimana media memenuhi kebutuhan pribadi dan sosial khalayak. Teori ini memberikan keleluasaan terhadap khalayak untuk memilih media mana yang akan KESIMPULAN Dari hasil analisis data, persepsi remaja komunitas army surabaya terhadap program siaran musik campursari di media sosial dapat disimpulkan sebagai berikut : Para remaja mempersepsikan bahwa musik campursari adalah musik yang dapat membuat Mereka merasa cukup senang dan ikut terlarut dengan nada yang dinyanyikan, walaupun cukup asing di telinga mereka. Para remaja komunitas army surabaya juga mempersepsikan musik campursari identik dan tertuju pada sosok Didi Kempot. Didi Kempot menjadi sosok penyanyi yang selalu diidentikan dengan genre musik campursari. Selain itu, mayoritas remaja cenderung beranggapan bahwa musik campursari sebagai musik yang kuno dan membosankan karena sering dibawakan oleh orang yang sudah berumur. Makna musik campursari sendiri pun dinilai kurang pas dengan keadaan remaja pada umumnya. Namun, mayoritas remaja juga mengungkapkan bahwa mereka bangga musik campursari masih eksis hingga saat ini. Dengan adanya musik campursari di media sosial, genre musik campursari dapat dikenal luas dan tidak terkikis maupun hilang ditelan oleh perkembangan Dengan adanya keterkaitan media sosial, diharapkan dapat membuat remaja mengetahui dan melestarikan musik campursari. Jurnal Intelektual Administrasi Publik dan Ilmu Komunikasi Vol. 8 No. REFERENSI