Journal Physical Health Recreation (JPHR) Volume 5 Nomor 4 . September 2025 https://jurnal. id/index. php/JP e-ISSN : 2747- 013X Pembinaan Sepak Bola Di Sekolah Dasar Swasta Harapan Sakti Football Coaching At Harapan Sakti Private Elementary School Liliana Puspa Sari1. Yurmelia Gulo2. Abdian Pranatal Giawa3. Agusman Roberto Duha4. Yopi Riamdi Manihuruk5 . binaguna@gmail. com1, yurmeliagulo188@gmail. com2, andiangiawa@gmail. agusmanduha@gmail. com4, yopiriamdi@gmail. Sekolah Tinggi Olahraga dan Kesehatan Bina Guna. Indonesia. Jl. Alumunium Raya No. Tj. Mulia Hilir. Kec. Medan Deli. Kota Medan. Sumatera Utara 20241 1. Sekolah Tinggi Olahraga dan Kesehatan Bina Guna. Indonesia. Jl. Alumunium Raya No. Tj. Mulia Hilir. Kec. Medan Deli. Kota Medan. Sumatera Utara 202412. Sekolah Tinggi Olahraga dan Kesehatan Bina Guna. Indonesia. Jl. Alumunium Raya No. Tj. Mulia Hilir. Kec. Medan Deli. Kota Medan. Sumatera Utara 202413. Sekolah Tinggi Olahraga dan Kesehatan Bina Guna. Indonesia . Jl. Alumunium Raya No. Tj. Mulia Hilir. Kec. Medan Deli. Kota Medan. Sumatera Utara 20241 4. Sekolah Tinggi Olahraga dan Kesehatan Bina Guna. Indonesia. Jl. Alumunium Raya No. Tj. Mulia Hilir. Kec. Medan Deli. Kota Medan. Sumatera Utara 202415 Abstract. Karena Sekolah Dasar Swasta Harapan Sakti tidak menawarkan kegiatan pengembangan diri sepak bola, penelitian ini tidak dapat mengatasi masalah ini secara Di Sekolah Dasar Swasta Harapan Sakti, penelitian yang sedang dilakukan dimaksudkan untuk menemukan kegiatan yang diarahkan untuk pertumbuhan pemain sepak bola. Proses organisasi, pelatih, serta sarana dan prasarana pelatihan, semuanya memberikan bukti dari keyakinan ini. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memberikan studi deskriptif yang akan memberikan informasi mengenai pembinaan sepak bola di Sekolah Dasar Swasta Harapan Sakti. Dengan menggunakan total 32 orang, penelitian dilakukan pada persyaratan siswa yang mengambil bagian dalam kegiatan yang diarahkan pada pengembangan diri. Sebanyak 105 siswa dipilih untuk menjadi sampel penelitian, dan melalui penyebaran kuesioner, pendekatan pengumpulan data dilakukan. Dalam penelitian ini, metode analisis yang digunakan adalah kuantitatif. Alternatif jawaban 1 (YA) merupakan variabel mekanisme organisasi yang dipilih karena memiliki hasil persentase yang tinggi, sesuai dengan hasil penelitian. Jumlah total jawaban dari pertanyaan tersebut memiliki persentase sebesar 43,34%. Kesimpulan yang memuaskan dicapai pada hasil penelitian ini. Setelah dilakukannya pengolahan data untuk variabel pelatih, hasilnya menghasilkan alternatif jawaban 1 (YA) dengan jumlah tanggapan sebanyak 143 dan persentase sebesar 53,65% yang dianggap memuaskan. Untuk variabel sarana dan prasarana, hasil pengolahan data mendapatkan satu jawaban (YA) dari total tujuh puluh tanggapan, dengan persentase 39,34%, temuan tersebut dianggap kurang. Keywords: Pembinaan. Sepak Bola 1 Pendahuluan Dengan tujuan membangun masyarakat yang adil dan makmur berdasarkan Pancasila, pembangunan yang sedang berkembang saat ini dilaksanakan. Oleh karena itu, pembangunan memerlukan peningkatan sumber daya manusia yang berbakat dan cerdas, serta sportif, sehat rohani dan jasmani, dengan tujuan untuk mendidik masyarakat Indonesia agar dapat menjalani kehidupannya secara damai dan seimbang. Atletik merupakan salah satu cabang olahraga yang menarik minat masyarakat. Menurut Undang-Undang Republik Indonesia No. tentang Sistem Keolahragaan Nasional, berikut ini adalah daftar tujuan dari Keolahragaan Nasional: AuMemelihara dan meningkatkan kesehatan dan kebugaran, prestasi, kualitas manusia, menanamkan nilai moral dan akhlak mulia, sportivitas, disiplin, mempererat dan membina persatuan dan kesatuan bangsa, serta mengangkat harkat, martabat, dan kehormatan bangsa. Ay Hal ini sesuai dengan tujuan Sistem Keolahragaan Nasional. Atas dasar kutipan ini, adalah layak untuk membawa peningkatan dalam prestasi olahraga yang berpotensi untuk menginspirasi kebanggaan nasional, kebanggaan daerah, dan ketahanan nasional pada umumnya. Oleh karena itu, pengembangan dan perluasan olahraga memerlukan tingkat perhatian yang lebih tinggi, yang dapat dicapai melalui penerapan perencanaan dan pelaksanaan yang sistematis dalam pembangunan daerah hingga nasional. Salah satu dari sekian banyak maksud dan tujuan kegiatan olahraga Indonesia adalah mencapai pertumbuhan, seperti yang terlihat dari uraian yang baru saja dipaparkan. Hal ini mengindikasikan bahwa tujuan kegiatan olahraga di Indonesia tidak terbatas hanya untuk meningkatkan kebugaran jasmani atau sebagai sarana hiburan semata, namun juga harus diarahkan untuk meningkatkan prestasi olahraga dalam rangka mengharumkan nama baik bangsa di kancah internasional. Pengembangan pemain dengan cara yang seragam dan komprehensif di seluruh negeri adalah salah satu cara untuk mencapai tingkat keberhasilan yang tinggi dalam olahraga. Dalam konteks upaya ini, pertumbuhan prestasi atlet dapat dilihat dengan cara yang berkesinambungan, terjadwal, dan terintegrasi, berdasarkan minat dan keterampilan mereka. Dengan cara ini, atlet-atlet yang luar biasa dan berprestasi dapat dihasilkan. Prestasi para atlet merupakan sumber kebanggaan tidak hanya bagi para atlet itu sendiri, tetapi juga bagi keluarga, masyarakat, bangsa, dan pemerintah. Ada kebanggaan tersendiri dalam pencapaian para atlet. Pemerintah telah menetapkan tujuan yang akan mendorong dan mempromosikan olahraga dalam upaya untuk mencapai keberhasilan dalam pertumbuhan olahraga. Pendirian Fakultas Ilmu Keolahragaan merupakan salah satu bentuk kepedulian pemerintah terhadap dunia olahraga. Berbagai macam tujuan, sasaran, perkembangan, perubahan, pengetahuan, dan sejarah setiap cabang olahraga diajarkan kepada para mahasiswa di Fakultas Ilmu Keolahragaan. Fakultas ini mengharapkan setiap mahasiswa yang lulus dapat berkontribusi terhadap perkembangan olahraga di Indonesia. Selain itu, pemerintah juga menyediakan pusat-pusat pelatihan untuk setiap cabang olahraga, dengan tujuan untuk meningkatkan prestasi para atlet di kompetisi nasional dan internasional . asional dan internasiona. Seiring dengan berkembangnya pengetahuan di bidang olahraga, yang dapat dimanfaatkan sebagai ajang pencapaian prestasi, terungkap pula bahwa semua cabang olahraga juga dapat dijadikan bahan pembelajaran dalam seluk-beluk pendidikan. Hal inilah yang dibahas dalam artikel ini. Sepak bola adalah salah satu dari sekian banyak olahraga yang dimainkan di seluruh dunia yang memungkinkan untuk dijelaskan dalam konteks ini. Semua orang dapat berpartisipasi dalam kegiatan ini, yang merupakan olahraga yang populer. Sebagai olahraga permainan, sepak bola dimainkan oleh 11 pemain melawan 11 pemain Sepak bola adalah olahraga permainan. Federasi Sepak Bola Amatir Internasional (FIFA) merupakan organisasi yang mengatur sepak bola dalam skala global. Pertumbuhan dan perkembangan sepak bola di seluruh dunia diatur oleh badan ini. Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) selanjutnya berfungsi sebagai organisasi yang mengatur sepak bola di Indonesia. Badan ini bertanggung jawab untuk mengatur sepak bola di dalam wilayah yang berkaitan dengan Republik Indonesia. Sejak Olimpiade pertama, sepak bola telah menjadi olahraga yang dimainkan secara Hingga saat ini, orang-orang dari seluruh dunia masih berkompetisi dalam olahraga ini. Sepanjang sejarah sepak bola, telah ada beberapa turnamen, termasuk Piala Dunia. Olimpiade, liga, dan bahkan kompetisi regional antar kota. Sebagai hasil dari meluasnya minat terhadap sepak bola, individu-individu bersiap untuk memainkan olahraga ini di lapangan yang ada, meskipun lapangan tersebut tidak memenuhi dimensi yang disyaratkan oleh FIFA untuk lapangan standar. Mampu mencetak gol sebanyak mungkin adalah tujuan bermain sepak bola. Parameter ini adalah panjang 100-110 inci dan lebar 70-75 inci untuk lapangan internasional. Siapa pun, tanpa memandang usia, jenis kelamin, atau penampilan, dapat berpartisipasi dalam permainan ini. Permainan ini terbuka untuk pria dan wanita. Sejak masa Kerajaan Inggris hingga saat ini, sepak bola telah dikenal oleh masyarakat luas sejak lama. Berpartisipasi dalam olahraga ini bukanlah kegiatan yang membosankan bagi siapa pun, seperti yang dapat ditunjukkan dari buktinya. Dalam hal ini, salah satunya adalah melalui pendidikan untuk mengembangkan olahraga, dengan tujuan untuk mencapai sesuatu . aitu prestas. yang diinginkan. Sarana dan prasarana yang memadai juga membantu dalam hal ini. Oleh karena itu, dalam rangka memajukan kesehatan dan kebugaran masyarakat Indonesia, perlu dibangun budaya olahraga di sekolah-sekolah dan masyarakat. Hal ini akan memastikan bahwa sejak usia muda, setiap individu akan memiliki tingkat kebugaran dan kesehatan yang sesuai. Untuk itu, pertumbuhan olahraga harus dipromosikan dan didistribusikan ke seluruh penjuru negeri untuk menciptakan minat yang lebih besar terhadap olahraga di kalangan masyarakat umum dan mendorong lebih banyak orang untuk berpartisipasi dalam olahraga. Di Indonesia, sepak bola merupakan salah satu cabang olahraga yang cukup digemari oleh berbagai kalangan, mulai dari anak-anak, remaja, hingga orang tua. Hal ini dapat dilihat dari banyaknya orang yang terobsesi dengan bola. Misalnya, ada banyak orang yang mengenakan kaus sepak bola, bermain sepak bola di jalan dan di lapangan, dan bahkan sampai meniru gaya pemain dari seluruh dunia. Tidak perlu mengeluarkan banyak uang untuk berpartisipasi dalam sepak bola, karena ini adalah permainan yang sangat mudah dimainkan. Satu-satunya hal yang kita butuhkan untuk bermain sepak bola adalah bola sepak, sepatu kets, dan lapangan yang luas. Popularitas sepak bola yang meluas di Indonesia pada akhirnya masuk ke ranah Kemampuan dan minat anak-anak harus diarahkan melalui sepak bola, dan setiap sekolah harus memiliki klub sepak bola atau kegiatan ekstrakurikuler sepak bola. Untuk melakukan pembinaan sepakbola di sekolah-sekolah, diperlukan beberapa variabel pendukung untuk mencapai perkembangan olahraga ini. Perhatian pihak sekolah yang membantu terciptanya manajemen yang profesional dalam proses penyelenggaraan organisasi sepakbola di sekolah, perhatian pelatih yang profesional, atlet yang berprestasi, sarana dan prasarana, perhatian pihak sekolah dan kepala sekolah, serta perhatian pihak-pihak lain yang mendukung perkembangan sepakbola di sekolah menjadi faktor-faktor yang diperhatikan. Sejauh standar pengajaran sepak bola di sekolah-sekolah bersifat komprehensif, maka sangat memungkinkan untuk memberikan kontribusi terhadap perkembangan olahraga Agar para siswa dapat berkembang menjadi atlet yang berprestasi, pembinaan yang berkualitas tinggi dapat menyegarkan latihan mereka. Para siswa yang berpartisipasi dalam kegiatan ini di sekolah dapat melihat peningkatan tingkat kesegaran dan kebugaran mereka. Setelah melakukan observasi lapangan, peneliti menemukan permasalahan yang tidak sesuai dengan idealisme pembinaan sepak bola. Hal ini diperkuat dengan hasil temuan Di Kecamatan Hamparan Perak, peneliti menemukan permasalahan tersebut di Sekolah Dasar Swasta Harapan Sakti yang terletak di tempat tertentu. Sebuah penelitian dengan judul AuPembinaan Sepakbola Sapak di Sekolah Dasar Swasta Harapan SaktiAy akan peneliti lakukan untuk menjawab permasalahan ini. 2 Metode Jenis. Waktu dan Tempat Penelitian Jenis penelitian deskriptif, yang bertujuan untuk mendeskriptifkan mengenai situasi-situasi ataupun gejala - gejala dari suatu objek. Hal ini sesuai dengan Arikunto . "Penelitian deskriptif merupakan penelitian yang dimaksudkan untuk mengumpulkan informasi mengenai status gejala menurut apa adanya pada saat penelitian dilakukan. AuPenelitian ini dilaksanakan pada Bulan Agustus - September 2010 yang bertepatan di Swasta Harapan Sakti. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh atlet (Sisw. Sepak bola di Swasta Harapan Sakti. Menurut Nawawi, dalam Margono . mengatakan bahwa populasi adalah keseluruhan objek penelitian, yang terdiri dari manusia, hewan, tumbuh-tumbuhan, bendabenda, gejala-gejala nilai tes atau peristiwa-peristiwa. 3 Hasil Deskriptif Data Penentuan suatu hasil sebuah penalitian dapat ditentukan pada sebuah analisis dan Pengungkapan dari hasil analisis dan pembahasan yang dikemukakan pada bab ini adalah yang bekaitan terhadap Pembinaan Sepak Bola di Swasta Harapan Sakti. Berdasarkan informasi yang didapatkan dari observasi lapangan kemudian diolah dengan teknik analisis Berpedoman pada tujuan dan pernyataan penelitian yang disebarkan melalui angket, maka dapat diketahui analisis ini mencakupi beberapa variabel yang diteliti. Analisis Data Analisis merupakan suatu analisa untuk menentukan suatu hasil penelitian pada analisis ini semua jawaban dari responden disusun menurut respondennya yang disusun menurut kelompok dan dibagi, selanjutnya diolah dalam bentuk persentase. Variabel yang akan diteliti adalah sebagai berikut: Tabel 1. Pembinaan Sepak Bola di Swasta Harapan Sakti Skor Aspek Jumlah Ya Au1Ay Tidak Au0Ay Mekanisme 43,34 55,85 Organisasi Pelatih 53,65 43,34 32 Org Sarana 39,34 Prasarana Persentase Diskusi Pembahasan terhadap dari masing Variabel dapat dijelaskan pada bagian ini. Pengambilan data-data yang diperoleh dari analisis deskriptif di atas, terdapat beberapa hal yang mempengaruhi dan masing-masing variabel terhadap Pembinaan Sepak Bola di Sekolah Dasar Swasta Harapan Sakti. Oleh karena itu perlu adanya pembahasan yang akan membahas dari masing-masing variabel yang mempengaruhi terhadap Pembinaan Sepak Bola di Sekolah Dasar Swasta Harapan Sakti faktor-faktor tersebut akan dijelaskan satu persatu berdasarkan Sub-sub Variabel yang ada, sebagai berikut: Mekanisme Organisasi Setelah peniliti jelaskan pada bab terdahulu bahwa mekanisme Organisasi merupakan salah satu faktor yang memegang peranan penting terhadap Pembinaan Sepak Bola di Sekolah Dasar Swasta Harapan Sakti. Setelah peneliti melakukan analisis data terhadap Mekanisme Organisasi, memang ada pengaruh terhadap Pembinaan Sepak Bola di Sekolah Dasar Swasta Harapan Sakti, berdasarkan hasil jawaban dari siswa yang dijadikan sampel, maka ditemukan hasil mekanisme organisasi dikatagorikan Cukup. Sesuai masalah yang peneliti tulis dalam sub. Variablel, ditemukan bahwa mekanisme organisasi dapat mempengaruhi Pembinaan Sepak Bola di Sekolah Dasar Swasta Harapan Sakti. Dari hasil jawaban siswa tentang Mekanisme organisasi masih mengkategorikan Cukup. Hal tesebut dapat dilihat dari sub. Variabel Menajemen dan program kegiatan. Kinerja pengurus organisasi masih cukup baik terkadang banyak mengalami kesalahan sekali-kali ada yang mengalami kebenaran dalam bertugas. Untuk pendanaan diorganisasi tersebut masih minim. Pelaksanaan dan program kerja organisasi masih berjalan ditempat, sehingga untuk peningkatan prestasi siswa sangat lambat struktur. Mekanisme organisasi kurang jelas namun demikian mekanisme organisasi Pembinaan Sepak Bola di Sekolah Dasar Swasta Harapan Sakti masih dapat berjalan. Untuk kegiatan-kegiatan diorganisasi masih sedikit mononton dan jalan ditempat. Dengan demikian Mekanisme organisasi dalam Pembinaan Sepak Bola di Sekolah Dasar Swasta Harapan Sakti dikatagorikan Cukup. Guru Pembimbing Guru Pembimbing juga bagian yang menentukan dalam Pembinaan Sepak Bola di Sekolah Dasar Swasta Harapan Sakti. seperti mekanisme organisasi untuk variabel guru pembimbing yang peneliti jelaskan pada bab terdahulu bahwa guru pembimbing merupakan salah satu faktor yang memegang peranan penting terhadap Pembinaan Sepak Bola di Sekolah Dasar Swasta Harapan Sakti. Setelah peneliti melakukan analisis data terhadap Guru Pembimbing, memang ada pengaruh terhadap Pembinaan Sepak Bola di Sekolah Dasar Swasta Harapan Sakti berdasarkan hasil jawaban dari siswa yang dijadikan sampel, maka ditemukan hasil peranan guru pembimbing dikatagorikan Cukup. Sesuai masalah yang peneliti tulis dalam sub. Variabel, ditemukan bahwa mekanisme oganisasi dapat mempengaruhi Pembinaan Sepak Bola di Sekolah Dasar Swasta Harapan Sakti. Dari hasil jawaban siswa tentang Mekanisme organisasi masih mengkategorikan Cukup. Hal tesebut dapat dilihat dari sub. Variabel pedoman dan keahlian dalam melatih. Peranan guru pembimbing dalam Pembinaan Sepak Bola di Sekolah Dasar Swasta Harapan Sakti masih dinilai cukup. Hal tersebut disebabkan karena guru pembimbing hanya seorang guru pembimbing saja bukan merupakan orang tua bagi siswa yang mengikuti Pembinaan Sepak Bola di Sekolah Dasar Swasta Harapan Sakti pengaruh yang diberikan Guru Pembimbing belum bisa untuk memancing semangat siswa untuk mengikuti Pembinaan Sepak Bola di Sekolah Dasar Swasta Harapan Sakti. Metoda dan keahlian guru pembimbing dalam melatih pada Pembinaan Sepak Bola di Sekolah Dasar Swasta Harapan Sakti belum dapat menarik semangat siswa dalam latihan namun demikian setiap metoda yang diberikan guru pembimbing dapat dijalani dengan baik oleh siswa. Strategi melatih yang diberikan guru pembimbing masih monoton dan kurang berkembang, dengan peranan guru pembimbing dalam Pembinaan Sepak Bola di Sekolah Dasar Swasta Harapan Sakti dikatagorikan Cukup. Sarana dan Prasarana Sarana dan prasarana merupakan suatu persyaratan penting dalam Pembinaan Sepak Bola di Sekolah Dasar Swasta Harapan Sakti. Tampa adanya sarana dan prasarana maka Pembinaan Sepak Bola di Sekolah Dasar Swasta Harapan Sakti tidak dapat berjalan atau terlaksana dengan baik. Setelah peneliti melakukan analisis data terhadap sarana dan prasarana maka ditemukan memang sangat ada pengaruh terhadap Pembinaan Sepak Bola di Sekolah Dasar Swasta Harapan Sakti, tanpa adanya setelah peneliti melakukan analisis data terhadap guru pembimbing, memang ada pengaruh terhadap Pembinaan Sepak Bola di Sekolah Dasar Swasta Harapan Sakti, berdasarkan hasil jawaban dari siswa yang dijadikan sampel, maka ditemukan hasil Sarana dan prasarana dikategorikan Kurang. Berdasarkan hasil jawaban dari siswa yang dijadikan sampel, maka ditemukan hasil peranan guru pembimbing dikategorikan Kurang. Kelengkapan sarana dan prasarana sangat menentukan suksesnya pembinaan, dalam Pembinaan Sepak Bola di Sekolah Dasar Swasta Harapan Sakti. Tanpa adanya sarana dan prasarana yang tidak lengkap maka kegiatan susah untuk berlanjut. Dari alasan siswa kenapa sarana dan prasarana dikategorikan kurang adalah dan keadaan sarana dan prasarana tersebut yang kurang baik, ditambah lagi dengan kelengkapan sarana dan prasarana dalam Pembinaan Sekolah Dasar Swasta Harapan Sakti yang dinilai masih kurang. Kualitas sarana dan prasarana dalam pembinaan dalam Pembinaan Sepak Bola di Sekolah Dasar Swasta Harapan Sakti nomor dua dan sudah menjadi barang lama. Untuk ukuran sarana dan prasarana dalam pembinaan dalam Pembinaan Sepak Bola di Sekolah Dasar Swasta Harapan Sakti merupakan modifikasi yang dilakukan oleh guru pembimbing disekolah. Dengan demikian Sarana dan prasarana dalam Pembinaan Sepak Bola di Sekolah Dasar Swasta Harapan Sakti dikategorikan Kurang. Kesimpulan Hasil analisis data dan pembahasan yang telah dikemukakan oleh peneliti, maka peneliti mengambil kesimpulan sebagai mekanisme organisasi untuk lebih jelasnya dapat dilihat dari rnenajemen dan programnya, hal ini menurut kejelian dalam pengamatan. Dari penelitian ini peneliti dan jawaban sampel mengkatagorikan Mekanisme Organisasi dari Pembinaan Sepak Bola di Swasta Harapan Sakti, dikategorikan Cukup, kualitas Pelatih merupakan pedoman dan Pembina siswa yang dalam Pembinaan Sepak Bola di Swasta Harapan Sakti. Pelatih yang melatih Kegiatan pelatihan dalam Pembinaan Sepak Bola di Swasta Harapan Sakti dapat dikategorikan Cukup dan sarana dan prasarana merupakan salah satu persyaratan untuk kelengkapan alat dalam Pembinaan Sepak Bola di Swasta Harapan Sakti. Namun demikian sarana dan prasarana Pembinaan Sepak Bola di Swasta Harapan Sakti masih kurang, masih kurang baik dan kurang lengkap Dengan demikian sarana dan prasarana dalam Pembinaan Sepak Bola di Swasta Harapan Sakti dikatagorikan Kurang. Daftar Pustaka