Jurnal Riset Akuntansi Jambi Vol 08 No 01 Juni 2025 Analisis Penggunaan Binance dengan Technology Acceptance Model (TAM) Andika Fanani*1. Wuryaningsih2 Fakultas Ekonomi/Prodi Akuntansi. Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang E-mail: 210502110049@student. uin-malang. id *1, wuryaningsih@uinmalang. ABSTRAK Investasi kripto di Indonesia mengalami akselerasi signifikan dalam beberapa waktu terakhir. Binance, sebagai salah satu bursa kripto terkemuka secara global, kini menjadi opsi utama bagi banyak investor berkat kelengkapan Riset ini memanfaatkan kerangka Technology Acceptance Model (TAM) guna menelaah bagaimana sikap pengguna memengaruhi minat menggunakan aplikasi Binance, sekaligus mengkaji peran persepsi manfaat, persepsi kemudahan, serta persepsi risiko terhadap sikap tersebut. Data dikumpulkan melalui survei kepada 132 pengguna Binance di Indonesia, kemudian dianalisis secara kuantitatif menggunakan metode Partial Least Squares (PLS) dalam Structural Equation Modeling (SEM). Temuan riset memperlihatkan adanya hubungan positif dan signifikan antara sikap pengguna dengan persepsi manfaat. Sementara itu, persepsi risiko serta kemudahan penggunaan tidak memberikan pengaruh berarti terhadap sikap. Selain itu, orientasi sikap penggunaan memiliki pengaruh kuat terhadap minat untuk memanfaatkan Binance secara konstruktif. Temuan ini menunjukkan bahwa dalam konteks platform aset digital seperti Binance, persepsi manfaat menjadi faktor kunci dalam membentuk sikap positif pengguna. Penelitian ini memberikan kontribusi teoritis dalam pengembangan model adopsi teknologi serta memberikan masukan bagi penyedia layanan kripto dan regulator dalam merumuskan strategi peningkatan minat pengguna. Kata kunci: Technology Acceptance Model. Binance, persepsi manfaat, sikap. ABSTRACT Crypto investment in Indonesia has experienced significant acceleration in recent Binance, as one of the leading crypto exchanges globally, is now the main option for many investors thanks to its comprehensive services. This research utilizes the Technology Acceptance Model (TAM) framework to examine how user attitudes influence the intention to use the Binance application, while also examining the role of perceived usefulness, ease of access, and risk on these Data was collected through a survey of 132 Binance users in Indonesia, then analyzed quantitatively using the Partial Least Squares (PLS) method in Structural Equation Modeling (SEM). The research findings show a positive and significant relationship between user attitudes and perceived usefulness. Meanwhile, perceived risk and ease of use do not have a significant effect on In addition, the mental orientation of users has a strong influence on Andika Fanani*1. Wuryaningsih2 Analisis Penggunaan Binance dengan Technology Acceptance Model (TAM) the desire to use Binance constructively. These findings indicate that, in the context of digital asset platforms such as Binance, perceived usefulness is a key factor in shaping positive user attitudes. This research contributes theoretically to the development of technology adoption models and offers practical insights for crypto service providers and regulators in formulating strategies to enhance user Keywords: Technology Acceptance Model. Binance, perceived usefulness, attitude, intention to use PENDAHULUAN Beberapa tahun terakhir, investasi aset kripto mengalami pertumbuhan yang signifikan di Indonesia. Fenomena ini ditandai dengan meningkatnya jumlah investor serta nilai transaksi kripto yang terus naik setiap tahunnya. Mata uang kripto merupakan komoditas digital tak berwujud yang setiap transaksinya dicatat melalui sistem algoritma kriptografi untuk memastikan keamanan dalam proses transaksi secara daring. Sistem ini diterapkan dengan tujuan mempermudah transaksi antar pengguna tanpa keterlibatan pihak ketiga serta mengendalikan sirkulasi mata uang secara independen . Data dari Asosiasi Pedagang Aset Kripto Indonesia (ASPAKRINDO) menunjukkan bahwa jumlah investor kripto Indonesia mencapai 19,75 juta per Mei 2024, meningkat 6,80% dari tahun sebelumnya, dengan nilai transaksi mencapai Rp260 triliun, melonjak 73,91% dibandingkan tahun 2023 . Perkembangan pasar kripto di Indonesia turut mendorong pemerintah untuk menetapkan regulasi yang memperjelas status legal aset digital tersebut. Sebagai bentuk regulasi terhadap perdagangan aset kripto. Pemerintah Indonesia melalui BAPPEBTI mengeluarkan Peraturan Nomor 8 Tahun 2021 yang mengatur pedoman pelaksanaan perdagangan pasar fisik aset kripto di bursa berjangka . Regulasi ini memberikan kepastian hukum bagi pelaku industri kripto dan investor, serta memperkuat posisi kripto sebagai instrumen investasi legal yang diawasi secara resmi. Sejalan dengan regulasi yang semakin jelas, sejumlah platform perdagangan kripto pun mulai mendominasi pasar Indonesia. Salah satu yang paling populer adalah Binance. Binance merupakan salah satu bursa aset kripto terbesar di dunia yang berfungsi sebagai marketplace digital untuk memperdagangkan berbagai mata uang kripto, seperti Bitcoin. Ethereum, dan Tether. Mengacu pada informasi dari situs resmi Binance, platform ini memiliki volume perdagangan tertinggi secara global, menawarkan biaya transaksi yang rendah, serta mendukung lebih dari 350 jenis aset kripto. Dengan cakupan pengguna yang luas di lebih dari 180 negara. Binance menjadi pilihan utama bagi jutaan pengguna dalam bertransaksi aset digital. Survei yang dilakukan oleh Coinvestasi. com pada 22 Desember 2023 hingga 10 Januari 2024 menyebutkan bahwa Binance merupakan exchange kripto yang paling banyak digunakan oleh investor Indonesia, dengan persentase penggunaan sebesar 32,8% . Berdasarkan informasi dari situs resminya. Binance menyediakan berbagai fitur seperti perdagangan spot, futures, staking, serta layanan keuangan berbasis Andika Fanani*1. Wuryaningsih2 Analisis Penggunaan Binance dengan Technology Acceptance Model (TAM) blockchain, yang memberikan fleksibilitas bagi pengguna dalam mengelola aset Seiring meningkatnya penggunaan platform exchange seperti Binance, berbagai penelitian terkait adopsi kripto pun bermunculan. Beberapa penelitian yang relevan antara lain dilakukan oleh Jariyapan dkk. di Pakistan dengan judul AuFactors Influencing the Behavioural Intention to Use Cryptocurrency in Emerging Economies During the COVID-19 Pandemic: Based on Technology Acceptance Model 3. Perceived Risk, and Financial LiteracyAy. Rajdev dkk. di India dengan judul AuFrom Skepticism to Acceptance: Unraveling the Dynamics of Cryptocurrency in IndiaAy. Fettahoglu & Sayan. di Turki dalam penelitian AuAttitudes of Individuals About Using Cryptocurrencies: Evidence from Turkey. serta Ananda dkk. di Indonesia yang meneliti AuCryptocurrency Exchange Application Acceptance with TAM Model in IndonesiaAy. Technology Acceptance Model (TAM) telah banyak digunakan dalam penelitian untuk menjelaskan perilaku penerimaan teknologi, termasuk dalam konteks layanan keuangan digital. Penelitian yang dilakukan oleh Mustika & Puspita . mengkaji faktor-faktor yang mempengaruhi niat individu dalam menggunakan Mobile Banking Bank Syariah Indonesia. Penelitian yang dilakukan oleh Nurhapsari & Sholihah . membahas faktor-faktor yang memengaruhi niat pelaku UMKM di pasar tradisional Semarang dalam menggunakan layanan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) sebagai metode pembayaran digital. Penelitian yang dilakukan oleh Laksamana . meneliti faktor-faktor yang memengaruhi niat berkelanjutan dalam menggunakan mobile payment, dengan fokus pada industri fintech. Penelitian ini memiliki perbedaan dibandingkan dengan studi-studi sebelumnya, terutama dalam hal objek yang menjadi fokus kajian. Jika penelitian terdahulu umumnya berfokus pada dompet digital atau sistem pembayaran lainnya, penelitian ini secara spesifik meneliti platform Binance sebagai objek utama, dengan variabel persepsi kemudahan, persepsi risiko, persepsi kegunaan, sikap, dan minat penggunaan. Per Agustus 2022. Binance tercatat sebagai bursa aset kripto terbesar di dunia berdasarkan volume perdagangan harian yang mencapai 76 miliar dolar AS, dan telah digunakan oleh lebih dari 90 juta pengguna di berbagai negara. Sebagai salah satu entitas yang telah dipercaya di industri kripto, platform ini memungkinkan pengguna untuk melakukan pembelian, penjualan, dan penyimpanan aset digital, serta menjelajahi lebih dari 350 jenis mata uang kripto dan ribuan pasangan dagang . Menurut Hanif & Santosa . Technology Acceptance Model (TAM) merupakan pendekatan yang berfokus pada perilaku pengguna dalam mengadopsi teknologi, dengan mempertimbangkan unsur keyakinan, niat, sikap, serta hubungan antara faktor-faktor tersebut dengan perilaku aktual. Menurut Davis dkk. ada empat variabel utama yang mempengaruhi penerimaan teknologi, yaitu persepsi manfaat, persepsi kemudahan, sikap, dan minat. Persepsi manfaat merujuk pada sejauh mana individu meyakini bahwa penggunaan teknologi dapat meningkatkan kinerjanya. Sementara itu, persepsi kemudahan mengacu pada keyakinan bahwa teknologi tersebut mudah Andika Fanani*1. Wuryaningsih2 Analisis Penggunaan Binance dengan Technology Acceptance Model (TAM) digunakan tanpa memerlukan banyak usaha. Sikap didefinisikan sebagai kecenderungan seseorang untuk merasakan hal positif atau negatif terhadap suatu perilaku tertentu. Terakhir, minat mencerminkan seberapa besar dorongan internal seseorang untuk melaksanakan suatu tindakan tertentu. Selanjutnya, merujuk pada Davis . persepsi terhadap manfaat dan kemudahan terbukti memengaruhi sikap. Sejumlah penelitian terbaru juga mendukung dan mengonfirmasi temuan tersebut. Penelitian yang telah dilakukan menunjukkan bahwa presepsi manfaat berpengaruh terhadap sikap . , . , . Namun, di sisi lain beberapa penelitian menunjukkan hasil yang berbeda, di mana persepsi manfaat tidak berpengaruh terhadap sikap . , . , . Selanjutnya, penelitian mengenai persepsi kemudahan juga berpengaruh terhadap sikap . , . , . Namun, di sisi lain beberapa penelitian menunjukkan hasil yang berbeda, di mana persepsi kemudahan tidak berpengaruh terhadap sikap . , . , . Selain kedua variabel utama dalam model TAM tersebut, sejumlah peneliti juga menemukan bahwa persepsi risiko turut berpengaruh terhadap sikap . , . , . Namun, di sisi lain beberapa penelitian menunjukkan hasil yang berbeda, di mana persepsi risiko tidak berpengaruh terhadap sikap . , . , . Penelitian oleh Davis dkk. juga menyebutkan bahwa sikap memiliki pengaruh terhadap minat. Temuan ini didukung oleh sejumlah penelitian terbaru yang turut mengonfirmasi bahwa sikap berperan dalam membentuk minat . , . , . Namun, di sisi lain beberapa penelitian menunjukkan hasil yang berbeda, di mana sikap tidak berpengaruh terhadap minat untuk menggunakan . , . , . Meskipun hasil penelitian sebelumnya menunjukkan pengaruh variabel yang beragam terhadap sikap dan minat penggunaan, penelitian ini tetap relevan untuk dilakukan karena memiliki perbedaan pada objek yang dikaji. Penelitian terdahulu umumnya berfokus pada layanan dompet digital, sistem pembayaran mobile, atau platform e-Governance. Sebaliknya, penelitian ini secara spesifik menggunakan platform Binance sebagai objek utama, yang merupakan bursa aset kripto dengan karakteristik layanan yang berbeda dari objek pada studi Dengan demikian, penelitian ini diharapkan mampu memberikan kontribusi ilmiah dalam memperluas pemahaman mengenai pengaruh persepsi kemudahan, persepsi risiko, dan persepsi kegunaan terhadap sikap serta minat pengguna dalam menggunakan aplikasi Binance. Penambahan variabel persepsi risiko dianggap penting karena aktivitas dalam platform perdagangan aset kripto, seperti Binance, memiliki potensi risiko yang lebih tinggi dibandingkan dengan layanan digital konvensional. Risiko tersebut dapat meliputi fluktuasi harga aset, keamanan data, hingga ketidakpastian regulasi . , . Dengan mempertimbangkan persepsi risiko, penelitian ini dapat memberikan gambaran yang lebih menyeluruh mengenai faktor-faktor yang memengaruhi sikap dan minat pengguna. Ketiadaan penelitian yang secara khusus mengkaji hubungan antara persepsi manfaat, persepsi risiko, persepsi kemudahan, dan sikap terhadap minat menggunakan aplikasi Binance mendorong peneliti untuk meneliti lebih Andika Fanani*1. Wuryaningsih2 Analisis Penggunaan Binance dengan Technology Acceptance Model (TAM) lanjut keterkaitan antar variabel tersebut. Berdasarkan deskripsi tersebut menjadikan dasar penelitian yang berjudul AuANALISIS PENGGUNAAN BINANCE DENGAN PENDEKATAN TECHNOLOGY ACCEPTANCE MODEL (TAM)Ay. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif yang didasarkan pada Technology Acceptance Model (TAM) untuk menyelidiki hubungan antara sikap, persepsi risiko, persepsi manfaat, kemudahan penggunaan, dan minat untuk menggunakan aplikasi Binance. Data primer dikumpulkan melalui survei daring yang didistribusikan kepada pengguna Binance di Indonesia selama bulan Mei dan Juni 2025. Karena jumlah populasi pengguna tidak diketahui, teknik purposive sampling digunakan untuk memilih responden. Analisis data dilakukan dengan menggunakan Structural Equation Modeling (SEM) melalui metode Partial Least Squares (PLS) dengan bantuan perangkat lunak WarpPLS 8. Validitas model pengukuran diuji melalui uji reliabilitas komposit, validitas diskriminan, dan validitas konvergen. Untuk mengevaluasi model struktural . nner mode. , digunakan indeks Goodness of Fit. Pengujian hipotesis dilakukan melalui analisis koefisien jalur . ath coefficien. dengan ambang signifikansi p < 0,05 untuk menentukan kekuatan hubungan antarvariabel. HASIL DAN PEMBAHASAN OUTER MODEL Convergent Validity Dalam mengevaluasi validitas konvergen. Average Variance Extracted (AVE) digunakan sebagai kriteria utama. Nilai AVE minimal 0,50 menunjukkan bahwa, secara rata-rata, konstruk mampu menjelaskan lebih dari setengah varians yang terkait dengan indikator-indikatornya . Table 1. Average Variance Extracted Sumber: Data primer diolah, 2025 Seluruh konstruk dalam penelitian ini memenuhi kriteria validitas konvergen, yang dibuktikan dengan nilai AVE pada semua variabel melebihi batas minimum yang dapat diterima, yaitu 0,5. Discriminant Validity Sebuah konstruk dianggap telah mencapai validitas diskriminan apabila akar kuadrat dari nilai Average Variance Extracted (AVE) lebih besar Andika Fanani*1. Wuryaningsih2 Analisis Penggunaan Binance dengan Technology Acceptance Model (TAM) dibandingkan korelasinya dengan konstruk lainnya. Kondisi ini menunjukkan bahwa konstruk tersebut bersifat unik dan secara empiris dapat dibedakan dari variabel laten lainnya dalam model . Table 2. Square Root of Average Variance Extracted (AVE. Sumber: Data primer diolah, 2025 Penilaian validitas diskriminan menggunakan akar kuadrat dari AVE mengonfirmasi bahwa setiap variabel dalam model memenuhi kriteria yang telah ditetapkan, karena akar kuadrat AVE dari setiap konstruk lebih tinggi dibandingkan korelasinya dengan konstruk lainnya. Composite Reliability Reliabilitas item dinilai menggunakan dua ukuran, yaitu CronbachAos Alpha dan Composite Reliability. Jika kedua nilai tersebut melebihi 0,70, maka item dianggap reliabel . Table 3. Cronbach's Alpha & Composite Reliability Sumber: Data primer diolah, 2025 Seluruh konstruk dalam penelitian ini, yang meliputi Persepsi Manfaat. Persepsi Kemudahan Penggunaan. Persepsi Risiko. Sikap, dan Minat, menunjukkan reliabilitas, sebagaimana dibuktikan oleh nilai CronbachAos Alpha dan Composite Reliability yang melebihi ambang batas 0,70. Di antara semua konstruk. Persepsi Risiko mencatat nilai CronbachAos Alpha tertinggi sebesar 0,934. Demikian pula, konstruk ini juga memiliki nilai Composite Reliability tertinggi sebesar 0,943. Hasil ini menunjukkan bahwa butir-butir dalam kuesioner memiliki tingkat reliabilitas yang sangat tinggi dalam mengukur masing-masing Andika Fanani*1. Wuryaningsih2 Analisis Penggunaan Binance dengan Technology Acceptance Model (TAM) INNER MODEL Goodness of Fit Kesesuaian model dievaluasi menggunakan indikator-indikator seperti ARS. APC, dan AVIF. APC dan ARS dianggap dapat diterima apabila nilai pvalue kurang dari 0,05, sementara AVIF harus di bawah 5 agar dapat dianggap dapat diterima . Table 4. Goodness of Fit Sumber: Data primer diolah, 2025 Hasil evaluasi menunjukkan bahwa model penelitian memenuhi seluruh kriteria yang disyaratkan, sehingga menunjukkan tingkat goodness of fit yang dapat diterima. Tingkat signifikansi dari nilai ARS dan APC, yang masing-masing tercatat sebesar 0,010 dan kurang dari 0,001, berada di bawah ambang batas 0,05, yang mengindikasikan bahwa model memiliki daya prediktif yang memadai dan koefisien jalur yang signifikan secara statistik. Selain itu, nilai AVIF sebesar 1,193 berada di bawah batas maksimum 5, yang menunjukkan bahwa tidak terdapat masalah multikolinearitas dalam model. PENGUJIAN HIPOTESIS Penelitian ini menggunakan pengujian hipotesis untuk mengidentifikasi karakteristik dan arah hubungan antara variabel dependen dan independen. Pengaruh masing-masing variabel dievaluasi melalui analisis p-value dengan ambang signifikansi sebesar 0,05 . %). Nilai p yang sama dengan atau lebih kecil dari 0,05 menunjukkan bahwa hipotesis tersebut memiliki makna secara Sebaliknya, nilai p yang melebihi 0,05 mengindikasikan bahwa hipotesis tidak didukung secara empiris dan dapat ditolak . Andika Fanani*1. Wuryaningsih2 Analisis Penggunaan Binance dengan Technology Acceptance Model (TAM) Sumber: Data primer diolah, 2025 Sumber: Data primer diolah, 2025 Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi manfaat berpengaruh signifikan dan positif terhadap sikap pengguna dalam menggunakan Binance, sehingga hipotesis pertama (H. dapat diterima. Hal ini didukung oleh nilai koefisien () sebesar 0,461 dan p-value di bawah 0,001, yang berada dalam tingkat signifikansi yang dapat diterima . Sebaliknya, persepsi kemudahan penggunaan tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap sikap pengguna terhadap Binance, sebagaimana ditunjukkan oleh nilai koefisien () sebesar -0,004 dan p-value sebesar 0,481, yang melebihi ambang batas 0,05. Dengan demikian, hipotesis kedua (H. Demikian pula, persepsi risiko tidak berpengaruh signifikan terhadap sikap pengguna dalam menggunakan Binance. Hal ini tercermin dari nilai koefisien () sebesar -0,074 dan p-value sebesar 0,205, yang juga berada di atas tingkat signifikansi 0,05. Oleh karena itu, hipotesis ketiga (H. juga ditolak. Andika Fanani*1. Wuryaningsih2 Analisis Penggunaan Binance dengan Technology Acceptance Model (TAM) Namun, sikap terbukti memiliki pengaruh signifikan dan positif terhadap minat untuk menggunakan Binance, sebagaimana ditunjukkan oleh nilai koefisien () sebesar 0,322 dan p-value di bawah 0,001, yang memenuhi kriteria Oleh karena itu, hipotesis keempat (H. dapat diterima. Pengaruh Persepsi Manfaat terhadap Sikap Berdasarkan hasil pengujian hipotesis pertama, pengguna yang memandang Binance sebagai platform yang bermanfaat cenderung memiliki sikap yang lebih positif terhadap penggunaannya. Temuan ini didukung oleh nilai koefisien jalur sebesar 0,461 dan p-value yang sangat signifikan, yaitu < 0,001. Karena nilai p tersebut memenuhi kriteria signifikansi statistik sebesar 0,05 atau kurang, maka hipotesis pertama (H. Selaras dengan teori yang dikemukakan oleh Davis . hasil ini menunjukkan bahwa persepsi manfaat secara signifikan berkontribusi terhadap pembentukan sikap pengguna terhadap teknologi, karena mencerminkan keyakinan bahwa penggunaan sistem akan meningkatkan kinerja. Dalam konteks ini, pengguna yang menilai Binance bermanfaat dalam memfasilitasi aktivitas terkait kripto secara lebih efektif dan produktif, cenderung mengembangkan sikap positif terhadap penggunaan platform tersebut. Signifikansi positif ini juga diperkuat oleh hasil penelitian sebelumnya yang menegaskan peran penting persepsi manfaat dalam membentuk sikap terhadap adopsi teknologi, seperti yang ditemukan dalam studi oleh Amin et al. Cheah et al. Vahdat et al. Pengaruh Persepsi Kemudahan terhadap Sikap Tidak signifikannya pengaruh persepsi kemudahan penggunaan terhadap sikap pengguna dalam menggunakan Binance dibuktikan dengan nilai koefisien jalur sebesar -0,004 dan p-value sebesar 0,481, yang melebihi tingkat signifikansi 0,05. Oleh karena itu, hipotesis kedua (H. Meskipun Technology Acceptance Model (TAM) menyatakan bahwa kemudahan penggunaan merupakan salah satu penentu utama sikap pengguna terhadap teknologi, temuan dalam penelitian ini menunjukkan bahwa persepsi kemudahan penggunaan tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap sikap tersebut. Secara teoritis, semakin mudah suatu sistem digunakan, maka semakin besar kemungkinan individu mengembangkan sikap positif terhadap penggunaannya . Meskipun pengguna mungkin mengakui bahwa Binance mudah untuk dioperasikan, faktor tersebut tampaknya bukan merupakan pengaruh dominan dalam membentuk sikap mereka terhadap platform tersebut. Pengguna mungkin membentuk sikap positif terhadap Binance karena dipengaruhi oleh faktor-faktor lain di luar aspek kemudahan penggunaan. Beberapa penelitian sebelumnya, seperti yang dilakukan oleh Fearnley & Amora, . Ho et al. Liu & Ma, . , juga melaporkan bahwa persepsi kemudahan penggunaan tidak berpengaruh signifikan terhadap sikap pengguna, yang sejalan dengan hasil penelitian ini. Pengaruh Persepsi Risiko terhadap Sikap Andika Fanani*1. Wuryaningsih2 Analisis Penggunaan Binance dengan Technology Acceptance Model (TAM) Nilai koefisien jalur sebesar -0,074 dan p-value sebesar 0,205, yang keduanya melebihi tingkat signifikansi 0,05, menunjukkan bahwa persepsi risiko tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap sikap pengguna terhadap aplikasi Binance. Oleh karena itu, hipotesis ketiga (H. Menurut pengembangan Technology Acceptance Model yang memasukkan persepsi risiko sebagai faktor penentu . , sikap pengguna terhadap teknologi diperkirakan akan semakin negatif seiring dengan meningkatnya persepsi risiko. Namun, temuan dalam penelitian ini justru bertentangan dengan asumsi tersebut. Meskipun platform perdagangan kripto seperti Binance secara inheren mengandung risiko tinggi, seperti volatilitas harga, isu keamanan data, dan ketidakpastian regulasi, hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat persepsi risiko tidak secara signifikan membentuk atau memengaruhi sikap pengguna terhadap penggunaan platform Temuan ini konsisten dengan sejumlah penelitian sebelumnya yang juga melaporkan bahwa persepsi risiko tidak berpengaruh signifikan terhadap sikap, seperti yang disampaikan oleh Aksu & yNepni ener . Almaiah et al. Martono . Pengaruh Sikap terhadap Minat Minat yang kuat untuk menggunakan Binance dapat dijelaskan oleh sikap positif pengguna, sebagaimana dibuktikan oleh nilai koefisien jalur sebesar 0,322 dan p-value di bawah 0,001 yang signifikan secara statistik. Oleh karena itu, hipotesis keempat (H. Temuan ini mendukung teori TAM yang menyatakan bahwa sikap terhadap teknologi berpengaruh terhadap minat perilaku individu . Dalam konteks ini, pengguna yang memiliki sikap lebih positif terhadap Binance cenderung memiliki minat yang lebih kuat untuk terus memanfaatkan platform tersebut dalam melakukan transaksi kripto. Beberapa penelitian sebelumnya juga mendukung temuan ini, antara lain studi yang dilakukan oleh Bouaguel & Alsulimani, . Ghobadi et al. Haji et al. , yang semuanya mengidentifikasi adanya hubungan signifikan antara sikap dan minat untuk menggunakan suatu sistem. KESIMPULAN Sikap pengguna, yang sangat dipengaruhi oleh persepsi mereka terhadap manfaat platform, memberikan pengaruh signifikan dan positif terhadap minat untuk menggunakan aplikasi Binance. Sementara itu, persepsi risiko dan kemudahan penggunaan menunjukkan pengaruh yang minimal terhadap persepsi pengguna. Binance merupakan salah satu bursa kripto terkemuka, dan penelitian ini menerapkan Technology Acceptance Model (TAM) untuk mengkaji pola adopsi pengguna, yang menjadi salah satu kekuatan utama studi ini. Namun demikian, penelitian ini memiliki keterbatasan, antara lain ukuran sampel yang relatif kecil serta tidak disertakannya faktor eksternal yang mungkin memengaruhi sikap dan minat perilaku pengguna. SARAN Penelitian selanjutnya disarankan untuk memasukkan variabel tambahan di luar persepsi manfaat dan persepsi kemudahan penggunaan guna Andika Fanani*1. Wuryaningsih2 Analisis Penggunaan Binance dengan Technology Acceptance Model (TAM) memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif mengenai faktor-faktor yang memengaruhi sikap dan minat pengguna dalam menggunakan aplikasi Binance. Selain itu, peningkatan jumlah sampel serta keberagaman karakteristik responden akan memperkuat representativitas temuan dan memungkinkan generalisasi yang lebih luas terhadap populasi yang lebih beragam. UCAPAN TERIMA KASIH Penyusunan skripsi ini dapat terselesaikan berkat bimbingan yang konsisten, masukan yang bernas, serta dorongan yang terus-menerus dari dosen pembimbing, yang atasnya penulis menyampaikan rasa terima kasih yang Penghargaan yang tulus juga disampaikan kepada kedua orang tua dan keluarga atas dukungan moral serta semangat yang tak henti-hentinya Ucapan terima kasih ditujukan pula kepada seluruh dosen, staf fakultas, dan rekan-rekan yang telah memberikan bantuan, baik secara langsung maupun tidak langsung, selama proses penelitian dan penulisan skripsi ini. Menyadari bahwa skripsi ini masih memiliki berbagai keterbatasan, penulis sangat terbuka terhadap kritik dan saran yang membangun demi perbaikan di masa mendatang. DAFTAR PUSTAKA