Dakwatul Islam Pemberdayaan Terhadap Masyarakat Korban Gempa Bumi Di Kabupaten Pasaman Barat Jurnal Ilmiah Prodi PMI Institut Agama Islam Diniyah Pekanbaru Volume 8 Nomor 2. Juni 2024 https://ojs. id/index. php/DakwatulIslam P-ISSN: 2581-0987 E-ISSN: 2828-5484 PEMBERDAYAAN TERHADAP MASYARAKAT KORBAN GEMPA BUMI DI KABUPATEN PASAMAN BARAT Fernando Yudistira Institut Agama Islam Diniyyah Pekanbaru fernando@diniyah. Abstrak Penelitian ini bermaksud untuk membangkitkan semangat dan terlepas dari beban psikologis musibah gempa bumi yang menimpa masyarakat Nagari Kajai menyebabkan trauma mendalam bagi mereka. Secara psikologis mereka yang terdampak sangat membutuhkan penangan serius melalui penguatan mental keagamaan dengan menerapkan pemberdayaan yang diperankan oleh dai. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif bersifat eksperimen dengan menerapkan kegiatan rutin spiritual keagamaan dan data diperoleh melalui wawancara, studi dokumentasi dan observasi terlibat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberdayaan dakwah mampu menghilangkan trauma dan mengurangi beban psikologis korban bencana alam masyarakat di Nagari Kajai melalui bimbingan spiritual mampu menumbuhkan sikap sabar dan syukur, sikap qanaah, serta sikap ikhlas dan ridha terhadap segala ujian yang datang menimpa di mana semua sifat tersebut akhirnya mampu menepis trauma mendalam dan kembali pada fitrahnya sebagai hamba Allah SWT yang Kata Kunci: Pemberdayaan Dakwah. Bencana, dan Trauma. Abstract This research aims to raise enthusiasm and escape the psychological burden of the earthquake disaster that befell the people of Nagari Kajai, causing deep trauma for them. Psychologically, those affected really need serious treatment through strengthening their religious mentality by applying empowerment played by preachers. This research uses an experimental qualitative descriptive method by implementing routine religious spiritual activities and data obtained through interviews, documentation studies and involved The results of the research show that the empowerment of da'wah is able to eliminate trauma and reduce the psychological burden of victims of natural disasters in the community in Nagari Kajai through spiritual guidance and is able to foster an attitude of patience and gratitude, an attitude of qanaah, as well as an attitude of sincerity and pleasure towards all the tests that come to befall them, where all these qualities ultimately able to ward off deep trauma and return to his nature as a faithful servant of Allah SWT. Keywords: DaAowah Empowerment. Disaster, and Trauma. Jurnal Dakwatul Islam Vol. 8 No. 2 Juni 2024 E-ISSN: 2828-5484 Pendahuluan Secara geografis negara Indonesia terletak di antara dua benua (Asia dan Australi. serta diapit oleh dua samudera (Hindia dan Pasifi. Di Indonesia juga memiliki gunung-gunung aktif yang tersebar hampir di seluruh wilayah Indonesia terutama di daerah Pulau Sumatera. Indonesia merupakan negara kepulauan yang terletak pada pertemuan tiga lempeng tektonik, yaitu Lempeng Indo-Australia. Lempeng Eurasia dan Lempeng Pasifik. Lempeng Indo-Australia cenderung bergerak ke arah utara dan menerus ke dalam Lempeng Eurasia, sedangkan Lempeng Pasifik bergerak cenderung ke arah barat selain ketiga lempeng tersebut, terdapat juga lempeng mikro yaitu Lempeng Filipina (Ferdian & Purta, 2. Dengan banyaknya pulau-pulau di Indonesia. Pulau Sumatera menjadi salah satu pulau dengan potensi gempa yang Nagari Kajai. Kecamatan Talamau merupakan wilayah yang ada di Sumatera Barat dengan potensi gempa yang tinggi (Arisman & Juliafad, 2. Musibah gempa bumi beruntun menimpa masyarakat di Nagari Kajai. Kabupaten Pasaman Barat. Provinsi Sumatera Barat pada Jumat, 25 Februari 2022 pagi. Pertama berkekuatan magnitudo 5,2 pukul 08. 35 WIB dengan lokasi 18 km timur laut Pasaman Barat dan kedalaman 10 kilometer. Kemudian gempa kedua terjadi pukul 08. 39 WIB dengan lokasi 17kilometer timur laut Pasaman Barat, kedalaman 10kilometer berkekuatan magnitudo 6,2 (Perdana Putra, 2. Dengan memperhatikan lokasi episenter yang berada di darat dan kedalaman hiposentrumnya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal, akibat adanya aktivitas pergeseran sesar besar Sumatera. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi ini memiliki mekanisme pergerakan sesar mendatar menganan . extral slip faul. Hasil pemodelan menunjukkan gempa tidak berpotensi tsunami. Gempa bumi tersebut telah menimbulkan guncangan pada beberapa daerah dengan intensitas (BMKG, 2. Tercatat korban jiwa 24 orang meninggal, 52 orang luka berat, 405 orang luka ringan 186 orang mengungsi dan menyebabkan 6. 627 rumah rusak (Pasaman, 2. Akibat dari bencana tersebut korban mengalami situasi dan kondisi yang buruk baik secara fisik, ekonomi, sosial, budaya dan psikologis (Rusmiyati & Hikmawati. Bencana alam menyebabkan trauma dan gangguan psikologis yang sangat membutuhkan penanganan (Wihartati, 2. (Haris. Adilah, et al. , 2. Seperti halnya Pemberdayaan Terhadap Masyarakat Korban Gempa Bumi Di Kabupaten Pasaman Barat musibah yang menimpa masyarakat di Nagari Kajai yang juga tidak terlepas dari musibah yang juga mengguncang keimanan akibat rasa ketakutan, kelaparan dan kehilangan harta yang berdampak pada kondisi, sosial, budaya, psikologis dan spiritual. Secara psikologis masyarakat di Nagari Kajai mengalami trauma mendalam dalam menjalani ujian hidup yang diberikan Allah SWT. dan tekanan berat karena kehilangan orang yang dicintai, harta benda, pekerjaan dan tempat tinggal sehingga mengalami perubahan emosi meliputi etika, sikap dan penyesuaian diri terhadap lingkungan menjadi cenderung tidak sabar dan mudah tersulut api konflik dengan sesama pengungsi. Sementara secara spiritual tampak pada keluhan beratnya ujian yang diberikan, kehilangan motivasi hidup, putus asa dan mengumpat serta sampai menyalahkan tuhan tidak adil atas musibah yang menimpa mereka(Yefni et al. , n. Sebagai hamba yang beriman sudah jelas sikap yang harus diambil dalam menghadapi bencana ini adalah ridha dan ikhlas atas ketetapan Allah WT. serta dapat mengambil pelajaran dan hikmah atas musibah tersebut namun tampaknya tidak semua masyarakat di Nagari Kajai mampu melakukannya. Bantuan yang diterima dari berbagai pihak yang berbentuk materi tentu saja dapat mengurangi beban luka secara zahir namun belum tentu dapat memberikan kesembuhan luka mereka secara batin. Dalam hal ini dai sangat berperan untuk dapat menyembuhkan luka tersebut dengan jalan dakwah yang dilakukan kepada warga korban gempa di Nagari Kajai tersebut (Wihartati, 2. (Haris. Putri, et al. , 2. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk kembali mendapat ketenangan batin adalah dengan cara memenuhi kebutuhan ruhaniyah atau spiritual mereka melalui implementasi dakwah pemberdayaan agar dapat bangkit dari keterpurukan. Selain itu masyarakat diharapkan juga bisa mandiri dan berdaya untuk membangun hidup agar kemudahan bisa tercapai. Dakwah pemberdayaan merupakan gerakan dakwah yang bersifat tindakan nyata agar tercapai sebuah perubahan yang lebih baik. Sejarah mencatat bahwa dakwah berbasis masjid telah dilakukan pada masa Rasulullah saw di Masjid Nabawi Madinah yang akhirnya mampu mengubah kondisi masyarakat Madinah menjadi maju (Nurjamilah, 2. (Haris. Hendrayani, et al. , 2. Dakwah pemberdayaan merupakan salah satu aspek dakwah pemberdayaan yang dapat dilakukan untuk membentuk dan membangun spiritual tauhid yang akan Jurnal Dakwatul Islam Vol. 8 No. 2 Juni 2024 E-ISSN: 2828-5484 melahirkan mental iman dalam masyarakat di Nagari Kajai Kabupaten Pasaman Barat yang saat ini mengalami guncangan sehingga menjadikan mereka lebih kuat dan lepas dari segala trauma serta kembali pada sikap ridha dan ikhlas atas ketentuan Allah SWT. dan memiliki keyakinan yang kuat bahwa di balik setiap musibah yang menimpa akan selalu ada hikmah dan pelajaran yang bisa dipetik. Dakwah pemberdayaan di kalangan masyarakat korban gempa memiliki peran strategis dalam memulihkan semangat dan ketahanan spiritual masyarakat. Dakwah tidak hanya sarana penyebaran ajaran agama, tetapi juga sebagai bentuk dukungan moral dan psikososial Kegiatan dakwah pemberdayaan yang dilakukan di Masjid Raya Kajai rutin Kegiatan yang berpusat di masjid ini adalah dalam rangka meningkatkan kualitas spiritual keagamaan masyarakat di sana. Adapun kegiatan-kegiatannya adalah wirid yaitu: kajian JumAoat selepas isya dengan mendatangkan tokoh-tokoh agama/dai untuk memberikan bimbingan rohani sebagai terapi healing agar kembali tegar menghadapi kehidupan. Oleh karena itu tulisan ini dibuat untuk mengidentifikasi kebutuhan dan strategi yang efektif dalam pemberdayaan dakwah kepada masyarakat korban gempa di Nagari Kajai. Dengan memahami kondisi dan kebutuhan spesifik masyarakat diharapkan dapat dirumuskan program-program dakwah yang tepat sasaran dan memberikan dampak positif yang signifikan. Tulisan ini juga diharapkan dapat menjadi acuan bagi berbagai pihak dalam merancang dan melaksanakan program pemberdayaan dakwah di daerahdaerah terdampak gempa lainnya. Melalui tulisan ini, diharapkan ditemukan metode dakwah yang tidak hanya menyentuh aspek spiritual, tetapi juga mampu memberikan dukungan psikososial yang diperlukan masyarakat korban gempa. Dengan demikian, masyarakat di Nagari Kajai dapat meraih kembali ketenangan batin, semangat hidup, dan rasa kebersamaan untuk membangun kembali kehidupan mereka pasca bencana. Metode Metode yang Digunakan Metode penelitian berarti menjelaskan rencana dan prosedur penelitian yang akan Metode penelitian pada dasarnya merupakan cara ilmiah untuk mendapatkan data dengan tujuan dan kegunaan tertentu. Cara ilmiah ini berarti kegiatan penelitian Pemberdayaan Terhadap Masyarakat Korban Gempa Bumi Di Kabupaten Pasaman Barat didasarkan pada ciri-ciri keilmuan, yaitu rasional berarti kegiatan yang dilakukan dengan cara-cara yang masuk akal sehingga terjangkau oleh penalaran manusia dan sistematis berarti menggunakan langkah-langkah yang bersifat logis (Sugiyono, 2. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif. Penelitian kualitatif menurut Bogda dan Taylor adalah prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang yang dapat diamati. Sedangkan menurut Kirk dan Miller mendefinisikan penelitian kualitatif sebagai tradisi tertentu dalam ilmu pengetahuan sosial yang secara fundamental bergantung dari pengamatan manusia (Moleong, 2. Dalam penelitian ini digunakan metode kualitatif. Metode kualitatif yaitu menggunakan wawancara terbuka untuk menelaah dan memahami sikap, pandangan, perasaan, dan perilaku individu atau sekelompok orang. Penelitian ini bersifat eksperimen dan deskriptif kualitatif, dilakukan di lingkungan masyarakat yang menjadi korban bencana alam dengan menerapkan secara rutin kegiatan spiritual yang melibatkan langsung masyarakat Nagari Kajai di Masjid Raya Kajai yaitu berupa kegiatan shalat berjamaah, zikir bersama, dan wirid. Dalam penelitian ini yang menjadi fokus bahasan adalah upaya penanganan dampak psikologis masyarakat Nagari Kajai melalui dakwah pemberdayaan yang diharapkan mampu menumbuhkan sikap: . Sabar dan syukur, . Qanaah, . Ikhlas dan Ketiga sikap ini diharapkan akan membantu masyarakat Nagari Kajai mengurangi trauma psikologis atas musibah yang diterima serta dapat bangkit dari keterpurukan. Jenis Penelitian Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian lapangan . ield researc. dapat dianggap sebagai pendekatan luas dalam penelitian kualitatif atau sebagai metode untuk mengumpulkan data kualitatif. Yang terpenting adalah bahwa peneliti berangkat ke lapangan untuk mengadakan pengamatan tentang suatu fenomena dalam suatu keadaan alamiah(Haris, 2. (Sugiyono, 2. Jenis penelitian yang digunakan ini adalah pendekatan kualitatif. Penelitian kualitatif adalah penelitian yang bermaksud untuk memahami fenomena tentang apa yang dialami oleh subyek penelitian secara holistik, dan dengan cara deskripsi dalam bentuk kata-kata dan bahasa, pada suatu konteks khusus yang alamiah dan dengan memanfaatkan berbagai metode alamiah (Moleong, 2. Penelitian ini akan Jurnal Dakwatul Islam Vol. 8 No. 2 Juni 2024 E-ISSN: 2828-5484 mendeskripsikan dan mengkaji secara mendalam permasalahan yang berkaitan dengan pemberdayaan dakwah kepada masyarakat di Nagari Kajai Kabupaten Pasaman Barat. Adapun pendekatan yang digunakan adalah pendekatan penelitian deskriptif yakni menuturkan dan menafsirkan yang sesuai dengan keadaan, variabel, dan fenomena yang terjadi saat penelitian berlangsung serta menyajikan apa adanya. Penelitian deskriptif adalah penelitian yang diarahkan untuk memberikan gejala-gejala, fakta-fakta atau kejadian-kejadian secara sistematis dan akurat, mengenai sifat-sifat populasi atau daerah tertentu (Riyanto, 10 C. Melalui penelitian ini, penulis berusaha mengungkap secara mendalam tentang pemberdayaan dakwah kepada masyarakat di Nagari Kajai Kabupaten Pasaman Barat, terutama dalam memahami keadaan sosial dan mental para korban bencana alam gempa bumi yang melanda daerah mereka. Data yang dikumpulkan dalam penelitian bersifat deskriptif yaitu penjelasan secara faktual terhadap pemberdayaan dakwah kepada masyarakat di Nagari Kajai Kabupaten Pasaman Barat yang terkena bencana gempa Data yang dihasilkan dalam penelitian ini berupa kata-kata yang dipaparkan sebagaimana adanya yang terjadi di lapangan, yang dialami, dirasakan, dan dipikirkan oleh partisipan atau sumber data yang ada. Untuk meringkas dan menarik realitasrealitas yang ada, penulis akan mewawancarai informan dengan mengajukan pertanyaan penelitian yang dirancang sesuai dengan maksud penelitian. Setelah informasi berupa pernyataan dari informan terkumpul, informasi tersebut kemudian disederhanakan menjadi sebuah teks yang kemudian akan diolah dan kemudian dianalisis. Hasil analisis tersebut dapat berupa deskripsi yang kemudian dapat diinterpretasikan dengan suatu makna tertentu. Informan Pengertian informan adalah subyek penelitian yang dapat memberikan informasi mengenai fenomena/permasalahan yang diangkat dalam penelitian. Dalam penelitian kualitatif, informan terbagi menjadi tiga yaitu: 1. Informan kunci 2. Informan utama 3. Informan Pendukung Informan kunci adalah informan yang memiliki informasi secara menyeluruh tentang permasalahan yang diangkat oleh peneliti. Informan kunci bukan hanya mengetahui tentang kondisi/fenomena pada masyarakat secara garis besar, juga memahami informasi tentang informan utama. Dalam pemilihan informan kunci Pemberdayaan Terhadap Masyarakat Korban Gempa Bumi Di Kabupaten Pasaman Barat tergantung dari unit analisis yang akan diteliti. Misalnya pada unit sebuah organisasi, informan kuncinya adalah pimpinan organisasi tersebut (Heryana. , & Unggul, 2. Ada 11 orang yang menjadi informan dalam penelitian diantaranya, 1 orang Wali Nagari Kajai, 2 orang Pengurus Masjid Nagari Kajai, 1 orang Kepala Jorong Nagari Kajai, 1 orang Ketua Pemuda Nagari Kajai, 1 orang Di Nagari Kajai dan 5 orang Lokasi Penelitian Lokasi penelitian adalah tempat dimana peneliti memperoleh informasi mengenai data yang diperlukan. Lokasi penelitian adalah merupakan tempat dimana penelitian akan dilakukan. Pemilihan lokasi harus didasarkan pada pertimbangan-pertimbangan kemenarikan, keunikan, dan kesesuaian dengan topik yang dipilih. Dengan pemilihan lokasi ini, peneliti diharapkan menemukan hal-hal yang bermakna dan baru. Menurut Nasution . 3: . mengatakan bahwa lokasi penelitian menunjuk pada pengertian lokasi sosial yang dicirikan oleh adanya tiga unsur yaitu pelaku, tempat dan kegiatan yang dapat diobservasi. Adapun yang menjadi lokasi penelitian ini adalah Nagari Kajai. Kecamatan Talamau. Kabupaten Pasaman Barat. Provinsi Sumatera Barat (Siagian et , 2. Sumber Data Sumber data dalam penelitian ini adalah subjek dari mana data dapat diperoleh. Sumber data pertama adalah person, yaitu sumber data yang bisa memberikan data berupa jawaban lisan melalui wawancara atau jawaban tertulis melalui angket. Sumber data selanjutnya adalah place, yaitu sumber data yang menyajikan tampilan berupa keadaan diam dan bergerak. Terakhir sumber data adalah paper, yaitu sumber data yang menyajikan tanda-tanda berupa huruf, angka, gambar atau simbol-simbol lain. Data Primer Data primer merupakan data yang diperoleh melalui serangkaian kegiatan. Data primer pada penelitian ini adalah data yang diperoleh secara langsung melalui observasi dan wawancara dari informan yang berhubungan dengan penulisan ini. Wali Nagari Kajai . Dai Nagari Kajai . Pengurus Masjid Raya Kajai . Tokoh Masyarakat Kajai Jurnal Dakwatul Islam Vol. 8 No. 2 Juni 2024 E-ISSN: 2828-5484 Korban Gempa Kajai Data Sekunder Data sekunder merupakan data yang diperoleh melalui pengumpulan data yang berbentuk catatan atau laporan data yang berbentuk dokumentasi oleh tempat yang diteliti dan dipublikasikan. Adapun data sekunder dalam penelitian ini diantaranya, jurnal-jurnal penunjang, kamus, catatan, berita online, cetak, televisi dan yang lainnya. Teknik Pengumpulan Data Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan: Metode Observasi Observasi merupakan kegiatan pengamatan dan pencatatan dengan sistemik terhadap fenomena-fenomena yang diselidiki. Adapun observasi yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah observasi partisipan dimana peneliti tersebut secara langsung terlibat dalam kegiatan-kegiatan yang dilakukan subjek yang diobservasi. Metode observasi dalam penelitian ini digunakan untuk mendapatkan data yang terkait dengan pemberdayaan dakwah yang dilakukan kepada masyarakat korban gempa di Nagari Kajai. Tujuan observasi adalah mendeskripsikan setting yang dipelajari, aktivitasaktivitas yang berlangsung, orang-orang yang terlibat dalam aktivitas, dan makna kejadian dilihat dari perspektif mereka yang terlihat dalam kejadian yang diamati. Metode Wawancara (Intervie. Wawancara adalah percakapan yang dilakukan oleh dua orang dengan maksud Penelitian ini menggunakan teknik wawancara deep interview. Artinya apabila terdapat jawaban informan yang kurang lengkap karena masih bersifat umum dan kurang spesifik, maka perlu ditanyakan lebih lanjut. Wawancara adalah percakapan dengan maksud tertentu, percakapan itu dilakukan oleh dua pihak, yaitu pewawancara yang mengajukan pertanyaan dan terwawancara yang memberikan jawaban atas pertanyaan itu (Sugiyono, 2. Adapun teknik pelaksanaan dalam wawancara yang digunakan penulis adalah wawancara yang digunakan peneliti adalah wawancara bebas terpimpin, yakni melakukan wawancara bersifat santai dan luwes dengan tujuan agar informasi tidak terlalu tegang dan kaku tanpa bermaksud mengesampingkan keseriusan dan identitas keformalan dalam penelitian. Serta guna membuat wawancara menjadi efektif dan cair Pemberdayaan Terhadap Masyarakat Korban Gempa Bumi Di Kabupaten Pasaman Barat peneliti menggunakan bahasa daerah di desa/nagari yang akan peneliti mewawancarai. Melalui metode ini penulis mendapatkan berbagai informasi terkait dengan pemberdayaan dakwah yang dilakukan kepada masyarakat korban gempa di Nagari Kajai. Wali Nagari Kajai . Dai Nagari Kajai . Pengurus Masjid Raya Kajai . Tokoh Masyarakat Kajai . Korban Gempa Kajai Dokumentasi Dokumentasi adalah mencari data mengenai hal-hal atau variabel yang berupa catatan, transkrip, buku, surat kabar, foto-foto, wawancara dan sebagainya. Metode dokumentasi merupakan penelaahan terhadap referensi yang berhubungan dengan fokus permasalahan penelitian. Dalam penelitian yang menjadi dokumentasi yaitu dokumen pribadi, foto-foto, dan rekaman. Teknik Keabsahan Data Untuk menetapkan keabsahan dan diperlukan teknik pemeriksaan yang didasarkan . , ketergantungan, dan kepastian (Tobroni, 2. Teknik pemeriksaan keabsahan data yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah: Ketekunan pengamatan, yaitu menemukan ciri-ciri dan unsur-unsur dalam situasi yang sangat relevan dengan personal yang sedang dicari dan kemudian memasukkan diri pada hal-hal tersebut secara rinci. Ketekunan ini dilakukan untuk memahami dan mendapatkan data secara mendalam. Triangulasi, yaitu teknik analisis keabsahan data yang memanfaatkan sesuatu yang lain data itu untuk keperluan pengecekan atau digunakan sebagai pembanding terhadap data tersebut. Teknik Analisis Data Analisis data disebut juga pengolahan data dan penafsiran data. Analisis data adalah rangkaian kegiatan penelaahan data, agar sebuah fenomena memiliki nilai sosial, (Tobroni. Tujuan menyederhanakan data kedalam bentuk yang mudah dibaca dan diimplementasikan. Jurnal Dakwatul Islam Vol. 8 No. 2 Juni 2024 E-ISSN: 2828-5484 Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan teknik pendekatan deskripsi kualitatif yang merupakan suatu prose menggambarkan keadaan sasaran yang sebenarnya. Pada analisis data kualitatif kata-kata dibangun dari hasil wawancara atau pengamatan terhadap data yang dibutuhkan untuk dirangkum. Analisis data kualitatif yang merupakan analisis yang digunakan oleh penulis dalam tulisan ini. Adapun langkah-langkah dalam analisis data kualitatif sebagai Reduksi data adalah satu dari teknik analisis data kualitatif Reduksi data adalah bentuk analisis yang menajamkan, menggolongkan, mengarahkan, membuang yang tidak perlu dan mengorganisasi data sedemikian rupa sehingga kesimpulan akhir dapat diambil. Reduksi tidak perlu diartikan sebagai kuantifikasi data. Penyajian data adalah salah satu teknik dari teknik analisis data kualitatif Penyajian data adalah kegiatan ketika sekumpulan informasi disusun, sehingga memberi kemungkinan akan adanya penarikan kesimpulan. Bentuk penyajian data kualitatif berupa teks . entuk catatan lapanga. , matriks, grafik, jaringan, dan bagan. Penarikan kesimpulan adalah hasil analisis data yang dapat digunakan untuk mengambil tindakan (Arief, 2. Langkah selanjutnya dalam menganalisis data kualitatif menurut Miles and Hubermen sebagaimana ditulis Sugiyono adalah penarikan kesimpulan dan verifikasi, setiap kesimpulan awal yang dikemukakan masih bersifat sementara dan akan berubah bila ditemukan bukti-bukti kuat yang mendukung pada tahap pengumpulan data berikutnya (Sugiyono, 2. Oleh karena itu, dalam setiap kegiatan apalagi dalam sebuah penelitian ilmiah, diharuskan untuk menarik kesimpulan dari seluruh. Data yang telah dikumpulkan, mulai dari data yang telah direduksi maupun yang belum dan tidak menutup kemungkinan dari data yang telah disimpulkan akan melahirkan saran-saran dari peneliti yang akan diteliti. Hasil dan Pembahasan Profil Masyarakat Nagari Kajai Nagari Kajai memiliki dataran 5. 127 Ha, pegunungan sekitar 7. 901 Ha kilometer persegi di mana terdiri dari 8 kejorongan yaitu: Jorong Mudiak Simpang. Jorong Timbo Pemberdayaan Terhadap Masyarakat Korban Gempa Bumi Di Kabupaten Pasaman Barat Abu. Jorong Limpato. Jorong Kampuang Alang. Jorong Pasa Lamo. Jorong Lubuak Sariak. Jorong Rimbo Batu dan Jorong Tanjung Beruang. Kajai merupakan Nagari penghasil produk pertanian dan sangat subur. Masyarakat Kajai adalah warga asli Kabupaten Pasaman Barat merupakan keturunan Minangkabau dan beragama Islam. Masyarakat Kajai pada umumnya berprofesi sebagai petani yang memiliki tingkat pendapatan berskala menengah ke bawah (Bkkbn, 2. Menurut pencatatan sipil jumlah penduduk masyarakat Kajai 12. 975 jiwa, terdiri 674 laki-laki dan 6. 301 perempuan. Sebanyak 5% yang berprofesi sebagai ASN serta masih memiliki tingkat pendidikan yang rendah sehingga memiliki SDM yang rendah pula, namun masyarakat Kajai terkenal memiliki sifat gotong royong yang tinggi dan rajin berusaha sebagai petani untuk memenuhi kebutuhan hidup dan tidak bergantung pada orang lain (Bkkbn, 2. Observasi yang penulis lakukan terlihat bahwa masyarakat di Nagari Kajai secara geografis merupakan daerah perbukitan. Nagari Kajai terletak persisi di bawah kaki Gunung Talamau dengan iklim tropis dan curah hujan yang begitu tinggi, sedangkan cuacanya dingin. Mayoritas masyarakat di sana bermata pencaharian bercocok tanam/bertani seperti tanaman sayu, palawija, karet dan lain-lain. Sebahagiaan masyarakat juga bekerja sebagai buruh. Kegiatan Dakwah Pemberdayaan Terhadap Psikologis Masyarakat Nagari Kajai Kegiatan dakwah pemberdayaan dilakukan di Masjid Raya Kajai dengan latar belakang masyarakat yang ikut adalah orang-orang yang mengalami kerusakan rumah akibat gempa. Ada juga diantara keluarga mereka korban terluka dan bahkan menjadi meninggal dunia. Masjid Raya Kajai itu juga terkena dampak yang parah, bangunannya hancur dan tidak layak pakai lagi. Pihak pemerintah maupun swasta bergerak cepat untuk perbaikan bangunan masjid yang rusak itu. Akhirnya perbaikan itu dilakukan dalam kurun waktu yang sangat cepat sehingga dapat kembali digunakan untuk kegiatan ibadah, terutama kegiatan pemberdayaan dakwah yang dilakukan setelah gempa. Dai mengajak masyarakat di Nagari Kajai untuk mengikuti berbagai kegiatan spiritual keagamaan secara rutin dimana kegiatan paling utama adalah pelaksanaan shalat berjamaah lima waktu. Setelah sholat terutama setiap habis sholat Maghrib juga diisi dengan pengajian dengan membahas tema-tema tentang penyadaran/pemberdayaan Jurnal Dakwatul Islam Vol. 8 No. 2 Juni 2024 E-ISSN: 2828-5484 yang menyasar spiritual masyarakat. Selama 3 bulan melakukan kegiatan tersebut terlihat bahwa semakin hari jumlah jamaah semakin bertambah sebagai indikator bahwa dapat dikatakan masyarakat Nagari Kajai antusias untuk mengikuti kegiatan shalat magrib berjamaah dan melakukan zikir bersama serta kajian perwiritan. Kegiatan rutin dakwah pemberdayaan spiritual keagamaan berikutnya yang dilakukan di Masjid Raya Kajai adalah wirid yaitu: kajian JumAoat selepas Isya dengan mendatangkan tokoh-tokoh agama/dai untuk memberikan bimbingan rohani sebagai terapi healing agar kembali tegar menghadapi kehidupan. Selama 3 bulan pengamatan dalam kajian tersebut terlihat bahwa masyarakat di Nagari Kajai selalu memenuhi Masjid Raya Kajai untuk ikut mendengarkan kajian yang sengaja disajikan dengan sedikit humor sehingga lebih menarik dan mampu mengurangi beban yang diderita selama ini. Nilai-nilai kajian spiritual yang disampaikan tidak luput dari tiga aspek sikap yang harus dimiliki sebagai hamba yang beriman dalam menghadapi segala ujian yang diberikan Allah SWT. yaitu menguasai sikap: . Sabar dan syukur, . Sikap qanaah dan . Sikap ikhlas dan ridho. Ketiga sikap tersebut akan menjadi indikator bahwa dakwah pemberdayaan yang dilakukan berhasil mengurangi beban psikologis yang dialami akibat musibah bencana alam yang dialami. Berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan terhadap masyarakat Nagari Kajai terkait bagaimana pandangan dan tanggapan mereka untuk bersikap kedepannya jika kembali dihadapkan pada ujian yang sama yang datang dari Allah SWT. sebagian besar dari mereka memberikan jawaban yang memuaskan. Sebanyak Nagari Kajai AuSabalah baruntuanglah dapek juo hiduk, diagiah kesempatan berubah jadi urang elok,Ay (Syafri. Pernyataan tersebut dapat diartikan secara luas bahwa mereka bahwa harus sabar saat ada ujian yang menimpa dan sadar bahwa ujian itu adalah bentuk kasih sayang Allah Swt. yang ingin menghisap segala dosa mereka di dunia serta terus mencari celah untuk selalu bersyukur masih diberikan kesempatan hidup untuk dapat berubah menjadi manusia yang lebih baik. Hal ini sesuai dengan pandangan Awaliyah dan Muhammad . bahwa sikap sabar dan syukur tidak dapat terpisahkan karena saling mendukung serta harus kita sadari dalam setiap musibah ada saja hal yang tetap patut disyukuri. Menambahkan Rusli Tanjung . bahwa terkadang Allah Swt. memberikan ujian Pemberdayaan Terhadap Masyarakat Korban Gempa Bumi Di Kabupaten Pasaman Barat kepada hamba-hambanya dengan kesulitan yang berat agar mereka mampu bersabar (Tanjung, 2. Saat diberikan pertanyaan terkait tingkat kepuasan mereka terhadap bantuan dan perhatian yang datang, mereka juga memberikan tanggapan yang positif. Sebanyak 85% menjawab AuTarimo apo nan ado, jan meminta lobiah pulo dek banyak pulo nan lain ka Picayo ajolah rasaki indak ta tuka, jan baharok pado manusia tapi baharok ka Allah. Indak parolu ribuik-ribuik do, malu lah awak. Ay (Ari, 2. Artinya mereka sudah dapat menguasai sikap qanaah atas apa yang diberikan serta tidak mengumpat atas pemberian bantuan serta tidak boleh menaruh rasa kecewa dan curiga terhadap pemerintah setempat meski ada kalanya sedih terhadap kebijakan pemerintah setempat yang dinilai lambat dalam menanggapi musibah mereka. Wihartati . menjelaskan bahwa bagi mereka yang telah mendalami ajaran agama akan lebih mudah dalam menghadapi gejolak batinnya karena hatinya akan dibimbing oleh nilai-nilai agama yang merujuk pada pernyataan Allah Swt. sesuai QS 16 ayat 53. Artinya: Dan apa saja nikmat yang ada pada kamu. Maka dari Allah-lah . , dan bila kamu ditimpa oleh kemudharatan. Maka hanya kepada-Nya-lah kamu meminta pertolongan. (QS. An-Nahl: . Pertanyaan terakhir yang diberikan kepada masyarakat Nagari Kajai adalah bagaimana tanggapan mereka terhadap takdir yang mereka terima saat ini, sebagian besar juga memberikan argumen yang terpuji dimana 80% menjawab AuBaliakkan ajo sadonyo kapado Allah, awak ko hanyo menjalani sesuai jalan yang alah ditantukan. Ay (Bilal, 2. Kalimat tersebut bermakna bahwa masyarakat Nagari Kajai telah menguasai sikap ikhlas dan ridho atas segala ketetapan Allah Swt. serta terus berserah diri hanya kepada Allah semata. Awaliyah dan Muhammad . bahwa sikap ikhlas dan ridha akan tercermin dalam kehidupan yang selalu berbaik sangka kepada takdir Allah SWT. Musibah dalam Pandangan Islam Musibah atau bencana alam adalah bencana yang disebabkan oleh peristiwa alam. Peristiwa alam terjadi karena keteraturan alam sehingga tidak dapat direncanakan, dicegah bahkan direkayasa oleh manusia karena hanya Allah SWT. yang dapat mengaturnya (Handayaningsih, 2. Jurnal Dakwatul Islam Vol. 8 No. 2 Juni 2024 E-ISSN: 2828-5484 Musibah bencana alam adalah kejadian yang sulit dihindari dan tidak dapat diprediksi secara tepat. Dampaknya dapat berupa korban jiwa, harta benda, kerusakan infrastruktur, lingkungan sosial dan gangguan terhadap tata kehidupan serta dapat merubah kehidupan masyarakat yang sebelumnya mapan menjadi terpuruk secara cepat (Rusmiyati & Hikmawati, 2. Musibah atau bencana alam adalah kejadian yang mengganggu keadaan manusia dalam kondisi normal sehingga mengakibatkan penderitaan melampaui kapasitas penyesuaian orang yang menghadapinya (Wihartati. Awaliyah dan Muhammad . menjelaskan beberapa musibah atau bencana yang terjadi akibat ulah tangan manusia. Pertama, bencana yang ada hubungannya dengan tingkah laku manusia yang merusak tatanan sosial masyarakat seperti perang, konflik, kerusuhan dan sebagainya. Kedua bencana alam yang terjadi akibat ulah manusia yang merusak lingkungan sekitar menyebabkan banjir, longsong, global warming, dan sebagainya. Ketiga bencana yang ditimbulkan akibat perbuatan tercela dan dosa yang mendatangkan azab di mana azab tersebut tidak hanya menimpa pelaku tapi juga masyarakat sekitarnya. Azab sengaja diturunkan Allah SWT. dengan tujuan untuk menyadarkan kedurhakaan manusia di muka bumi ini agar tidak mengulangi perbuatannya lagi (Zainuddin, n. Dalam Al Qur'an surah Ar-rum: 41 berbunyi. Artinya: Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebagian dari . perbuatan mereka, agar mereka kembali . e jalan yang bena. (QS. Ar-Rum: . Tanjung . menjelaskan bahwa azab tidak hanya berlaku sebagai siksaan dan hukuman akhirat saja, namun juga digunakan untuk siksa dan hukuman di dunia terhadap perbuatan manusia dalam hal ini perbuatan negatif dan jahat di mana kejahatan-kejahatan itulah yang mendatangkan azab atau musibah (Tanjung, 2. Di sini jelas bahwa Allah SWT. mendatangkan azab kepada siapa saja yang berbuat keburukan atau kemungkaran di muka bumi. Maka, selaku pribadi muslim yang taat kita diminta untuk selalu taat dan berusaha tidak melakukan keburukan itu, terutama di tempat kita tinggal. Pemberdayaan Terhadap Masyarakat Korban Gempa Bumi Di Kabupaten Pasaman Barat Berbagai Sikap Seorang Hamba dalam Menghadapi Musibah Awaliah dan Muhammad . menuliskan beberapa sikap yang harus dimiliki oleh manusia yang terkena musibah diantaranya: Ikhlas dan Ridho Terhadap Ketentuan Allah Sikap ikhlas dan ridho akan tercermin dalam sikap berbaik sangka kepada Allah SWT. terhadap segala yang telah terjadi. Sikap ridha dan ikhlas termasuk pada salah satu ajaran moral Islam yaitu berbaik sangka karena sesuatu dan tidak mudah berburuk sangka, karena yang dianggap baik menurut manusia belum tentu baik untuk manusia itu sendiri. Menurut penulis sikap ikhlas dan ridha perlu di cas pada jiwa masyarakat yang terkena korban gempa di Nagari Kajai agar mereka bisa kuat dan tegar dalam menerima cobaan yang sedang menimpa. Sabar dan Syukur Sabar dan syukur adalah dua sikap yang saling berkaitan sehingga tidak dapat Sabar merupakan sikap mengendalikan diri terhadap apa saja yang dihadapi termasuk menghadapi musibah. Sama halnya ketika menghadapi musibah tetap ada hal yang harus kita syukuri, maka rasa syukur itu harus didukung oleh rasa sabar agar tidak membuat kita terpuruk dalam kesedihan. Menurut penulis sikap sabar sangat erat hubungannya dengan syukur. Oleh karena itu setiap insan/manusia harus mengamalkan dalam kehidupan sehari-hari terutama bagi masyarakat yang terkena korban gempa di Nagari Kajai. Tawakkal Tawakal adalah menyerahkan diri terhadap ketentuan Allah SWT. Tawakal menunjukkan bahwa tidak ada yang bisa dilakukan oleh manusia kecuali dengan izin Allah SWT. Tawakkal merupakan modal terbesar yang terbesar yang mesti ada. Abdul Mujib . menambahkan sikap yang perlu dimiliki dalam menghadapi Qanaah Qanaah diharapkan mampu menumbuhkan keseimbangan . terhadap sikap emosi ketika menghadapi musibah, yaitu tidak terlalu bersedih dan tidak pula angkuh dalam menerima ujian yang Allah SWT. berikan sehingga tidak mengalami Jurnal Dakwatul Islam Vol. 8 No. 2 Juni 2024 E-ISSN: 2828-5484 gangguan emosi . ood disorde. Hal ini mesti dapat menjadi pegangan hidup ketika diharapkan dengan musibah yang sedang menimpa seseorang atau kelompok. Kreatif Kreatif merupakan sikap yang bertujuan untuk bisa menciptakan sesuatu yang baru agar tidak terpaku pada hal yang telah hilang sehingga menimbulkan rasa ingin Dakwah Pemberdayaan Sebagai Penguat Menghadapi Musibah Dakwah adalah terma yang diambil dalam al-qurAoan (Sulthon, 2. Wihartati . menyebutkan bahwa dai merupakan salah satu sosok yang mampu menangani dampak psikologis terhadap para korban bencana alam melalui metode dakwah (Wihartati, 2. Beberapa bentuk dakwah yang dapat diterapkan untuk masyarakat korban bencana adalah dakwah bentuk irsyad dan dakwah bentuk tathwir dan metodemetode lain yang digunakan yaitu mauidzah al hasanah, bil mal, bil hal dan aksi Dakwah pemberdayaan merupakan salah satu bentuk dakwah irsyad dengan metode mauAoidzah hasanah yang menyampaikan dakwah melalui kegiatan penyuluhan, bimbingan atau psikoterapi Islam kepada individu atau kelompok yang bersifat berkelanjutan dan intensif (Aziz, 2. Mauizatul hasanah merupakan metode dakwah yang menyajikan nasehat-nasehat atau ajaran-ajaran Islam dengan kasih sayang sehingga segala yang disampaikan tersebut menyentuh hati objek yang menjadi sasaran dakwah (Aziz, 2. Wihartati . menyebutkan salah satu objek dakwah yang perlu mendapat bimbingan dan perhatian adalah para madAou yaitu korban musibah atau bencana alam yang mengalami tekanan psikologis mendalam sehingga memberikan pengaruh yang cukup signifikan bagi kehidupan yang harus dijalani (Wihartati, 2. Secara psikologis nilai-nilai ajaran agama dapat membantu menentramkan goncangan batin maka dalam hal ini dakwah pemberdayaan yang diterapkan para dai dan mubaligh dapat menuntun para madAou untuk menyadarkan dirinya untuk kuat menghadapi musibah sebagaimana tujuan jangka panjang dakwah adalah untuk menjadikan atau mengajak semua manusia kembali ke jalan yang benar dengan menjalankan perintah Allah SWT dan menjauhi segala larangannya (Sukayat, 2. Pemberdayaan Terhadap Masyarakat Korban Gempa Bumi Di Kabupaten Pasaman Barat Indikator dalam penilaian sikap sabar dapat dilakukan dengan melakukan pengamatan terhadap sikap masyarakat Nagari Kajai untuk mampu menata qolbu dengan tenang dan mampu merubah mindset bahwa musibah gempa yang menimpa bukanlah hukuman melainkan suatu upaya untuk menaikkan derajat seorang hamba. Hal ini sesuai dengan hadis Nabi Muhammad saw adalah sebaga berikut. Artinya: AuOrang yang Allah inginkan kebaikan atasnya, maka akan diberinya musibahAy. (HR al-Bukhari dari Abi Huraira. Indikator dalam penilaian sikap qanaah dilakukan dengan pengamatan sikap pada masyarakat Nagari Kajai tidak berlarut-larut dalam duka kehilangan serta mampu bangkit dari keterpurukan dan kembali menjalani hidup normal. Sebagaimana yang tertuang dalam firman Al-qurAoan surah Al-Baqarah ayat 190. Artinya: Dan perangilah di jalan Allah orang-orang yang memerangi kamu, . janganlah kamu melampaui batas, karena Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas. (QS. Al-Baqarah: . Indikator dalam penilaian sikap ikhlas dan ridho dilakukan dengan pengamatan sikap masyarakat Nagari Kajai yang tidak lagi menyalahkan takdir dan mampu mengambil hikmah dari musibah ini. Sebagaimana yang tertuang dalam firman AlqurAoan surah Al-Baqarah ayat 216. Artinya: Diwajibkan atas kamu berperang. Padahal berperang itu adalah sesuatu yang kamu benci. boleh Jadi kamu membenci sesuatu. Padahal ia Amat baik bagimu, dan boleh Jadi . kamu menyukai sesuatu. Padahal ia Amat buruk Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui. (QS. Al-Baqarah: Simpulan Musibah gempa bumi yang terjadi di Nagari Kajai. KabupatenPasaman Barat menyebabkan trauma mendalam yang berdampak pada psikologis. Hal seperti ini perlu membutuhkan penangan serius melalui penguatan mental keagamaan dengan penerapan dakwah pemberdayaan yang diperankan oleh dai. Dakwah pemberdayaan yang dilakukan untuk membentuk dan membangun spiritual tauhid akan melahirkan sikap mental iman yaitu, sabar dan syukur, sikap qanaah dan sikap ikhlas dan ridho. Dakwah pemberdayaan mampu menghilangkan trauma dan mengurangi beban psikologis korban bencana alam masyarakat korban gempa bumi yang terjadi di Nagari Kajai Kabupaten Pasaman Barat. Melalui bimbingan spiritual dapat menumbuhkan sikap sabar dan syukur, sikap qanaah, serta sikap ikhlas dan ridha terhadap segala ujian yang datang Jurnal Dakwatul Islam Vol. 8 No. 2 Juni 2024 E-ISSN: 2828-5484 menimpa di mana semua sifat tersebut akhirnya mampu menepis trauma mendalam dan kembali pada fitrahnya sebagai hamba Allah SWT. yang beriman. Kesimpulan yang dapat diambil dari tulisan ini adalah sebagai berikut: Pentingnya dukungan spiritual: dakwah memiliki peran yang signifikan dalam memberi dukungan spiritual kepada masyarakat korban gempa. Melalui dakwah, nilai-nilai keimanandan ketakwaan dapat diperkuat sehingga masyarakat dapat menghadapi cobaan dengan lebih sabar dan tabah. Pendekatan psikologis dalam dakwah: dakwah tidak hanya berfokus pada penyampaian ajaran agama, tetapi juga harus mencakup aspek psikososial. Dengan memahami trauma dan kebutuhan psikologis masyarakat, dakwah dapat menjadi sarana untuk memberikan dukungan emosional dan membangun kembali rasa kebersamaan di tengah masyarakat. Strategi dakwah yang kontekstual: program dakwah harus disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan spesifik masyarakat di Nagari Kajai. Pendekatan yang kontekstual dan adaptif akan lebih efektif dalam menjangkau dan memberdayakan Kolaborasi dan keterlibatan berbagai pihak: keberhasilan pemberdayaan dakwah memerlukan kolaborasi antara berbagai pihak termasuk pemerintah, masjid, pemuda, organisasi kemasyarakatan dan sebagainya. Sinergi ini akan mamastikan bahwa program dakwah dapat terlaksana dengan baik dan memberikan dampak yang maksimal. Melalui tulisan ini diharapkan program-program dakwah di Nagari Kajai dapat lebih efektif dalam membantu masyarakat pulih dari bencana. Dakwah pemberdayaan yang holistik dan berkelanjutan akan mampu memberikan dampak positif yang signifikan, membantu masyarakat menemukan kembali semangat dan harapan, serta membangun kembali kehidupan mereka dengan lebih baik. Referensi