ISSN:1979-2700 ISSN:2747-2833 . Vol 11. No. Des. https://e-journal. stie-aub. id/index. php/excellent Excellent: Jurnal Manajemen. Bisnis dan Pendidikan Regional Government Financial Performance in Soloraya: The Role of Regional Original Revenue. General Allocation Fund, and Special Allocation Fund Kinerja Keuangan Pemerintah Daerah di Soloraya: Peran Pendapatan Asli Daerah. Dana Alokasi Umum, dan Dana Alokasi Khusus Tri Nurdyastuti. Suroto. Meliza Rimayanti Rodiza Universitas Dharma AUB Surakarta Email : tri. nurdyastuti@stie-aub. Suroto@stie-aub. id2, rimadiza1@gmail. Abstract This research aims to examine the influence of Regional Original Income (PAD). General Allocation Funds (DAU). Special Allocation Funds (DAK) on the financial performance of regional governments in Soloraya Regency/City. The type of approach used in this research is quantitative. The sampling technique is a total sample . otal samplin. where all members of the population are used as research samples. The total sample in this research was 7 regencies/cities in the Soloraya region with a sample observation period of 6 years, namely 20172022. Data sources from reports on the realization of regional income and expenditure budgets for all districts/cities in Soloraya were obtained from each Soloraya region. The analytical method used is multiple linear regression analysis. The results of the research show that PAD has a positive and significant effect on financial performance. DAU has a positive and insignificant effect on financial performance. DAK has a negative and significant effect on financial performance. The results of the F test show that Regional Original Income (PAD). General Allocation Funds (DAU), and Special Allocation Funds (DAK) together have a significant effect on the Financial Performance of the Soloraya Regional Government. The results of the coefficient of determination test (R. show that the influence exerted by the Regional Original Income (PAD). General Allocation Fund (DAU), and Special Allocation Fund (DAK) variables on financial performance variables is 6%, the remainder is influenced by other variables. Keywords: Regional Original Revenue. General Allocation Fund, and Specific Allocation Fund. Region Financial Performance Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh Pendapatan Asli Daerah (PAD). Dana Alokasi Umum (DAU). Dana Alokasi Khusus (DAK) terhadap kinerja keuangan pemerintah wilayah pada Kabupaten/Kota di Soloraya. Jenis pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif. Teknik pengamabilan sampel adalah total sampel . ampling tota. di mana dalam pengambilan sampelnya menggunakan seluruh anggota dari populasi kemudian dijadikan sebagai sampel penelitian. Total sampel dalam penelitian ini sebanyak 7 Kabupaten/Kota di wilayah Soloraya dengan periode pengamatan sampel 6 tahun yaitu tahun 2017-2022. Sumber data dari laporan realisasi anggaran pendapatan dan belanja daerah seluruh Kabupaten/Kota di Soloraya diperoleh dari masingmasing wilayah Soloraya. Metode analisis yang digunakan adalah analisis regresi linear berganda. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa PAD berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja keuangan. DAU berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap kinerja keuangan. DAK berpengaruh negatif dan signifikan terhadap kinerja keuangan. Hasil uji F menunjukkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Dana Alokasi Umum (DAU), dan Dana Alokasi Khusus (DAK) secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap Kinerja Keuangan Pemerintah Wilayah Soloraya. Hasil uji koefisien determinasi (R. menunjukkan bahwa bahwa pengaruh yang diberikan oleh variabel Pendapatan Asli Daerah (PAD). Dana Alokasi Umum (DAU), dan Dana Alokasi Khusus (DAK) terhadap variabel kinerja keuangan sebesar 96. 6% sisanya dipengaruhi oleh variabel lain. Kata Kunci: pendapatan asli daerah, dana alokasi umum, dana alokasi khusus, kinerja keuangan pemerintah ISSN:1979-2700 . ISSN:2747-2833 . Vol 11. No. Des. https://e-journal. stie-aub. id/index. php/excellent Excellent: Jurnal Manajemen. Bisnis dan Pendidikan PENDAHULUAN Daerah otonom memiliki kewenangan mengelola kebutuhan atas dasar prakarsa sendiri, sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Proses desentralisasi melibatkan penyerahan kekuasaan pemerintahan kepada daerah-daerah otonom di Indonesia. Ketergantungan fiskal pemerintah daerah tentang pemerintah pusat semakin berkurang seiring peningkatan PAD terhadap APBD. Ini ditandai dengan tingkat kemandirian daerah, yang merupakan dasar untuk pengelolaan keuangan yang efektif. PAD adalah sumber pendanaan yang lebih efisien daripada sumber eksternal. (Machmud & Radjak, 2. Pada dasarnya, apabila PAD suatu daerah cukup tinggi, maka daerah tersebut dapat memiliki lebih banyak kebebasan dan autonomi dalam menentukan apa yang diperlukan masyarakatnya untuk layanan. Akibatnya, kontribusi PAD terhadap APBD meningkat seiring dengan tingkat ketergantungan daerah terhadap pemerintah Selain PAD. DAU dan DAK merupakan sumber dana perimbangan. (Wenny, 2012 dalam Pradana & Handayani, 2. Terdiri dari beberapa wilayah, wilayah Soloraya terdiri dari Kota Surakarta. Kabupaten Boyolali. Kabupaten Sukoharjo. Kabupaten Karanganyar. Kabupaten Wonogiri. Sragen, dan Klaten. Ketujuh wilayah tersebut memiliki status WTP berturut-turut, yang menunjukkan bahwa laporan keuangan telah sesuai dengan aturan yang telah ditetapkan dan tidak terdapat salah saji dalam penyajiannya. Berdasarkan perumusan masalah, maka pertanyaan dalam penelitian disimpulkan sebagai berikut: Apakah Pendapatan Asli Daerah (PAD) berpengaruh signifikan terhadap Kinerja Keuangan Pemerintah Wilayah Soloraya? Apakah Dana Alokasi Umum (DAU) berpengaruh signifikan terhadap Kinerja Keuangan Pemerintah Wilayah Soloraya? Apakah Dana Alokasi Khusus (DAK) berpengaruh signifikan terhadap Kinerja Keuangan Pemerintah Wilayah Soloraya? Apakah Pendapatan Asli Daerah (PAD). Dana Alokasi Umum (DAU). Dana Alokasi Khusus (DAK) berpengaruh signifikan terhadap Kinerja Keuangan Pemerintah Wilayah Soloraya? Tujuan Penelitian ini adalah sebagai berikut : Pendapatan Asli Daerah (PAD) berpengaruh signifikan terhadap Kinerja Keuangan Pemerintah Wilayah Soloraya Dana Alokasi Umum (DAU) berpengaruh signifikan terhadap Kinerja Keuangan Pemerintah Wilayah Soloraya Dana Alokasi Khusus (DAK) berpengaruh signifikan terhadap Kinerja Keuangan Pemerintah Wilayah Soloraya Pendapatan Asli Daerah (PAD). Dana Alokasi Umum (DAU). Dana Alokasi Khusus (DAK) berpengaruh signifikan terhadap Kinerja Keuangan Pemerintah Wilayah Soloraya TINJAUAN PUSTAKA Teori Keagenan Siagian . diartikan teori keagenan menjadi kaitan antara principal dan agent. Dalam hal ini, principal dapat menggunakan agent untuk melakukan pekerjaan yang diberikan kepadanya demi kepentingan principal, seperti mengalihkan wewenang pengambilan keputusan kepada agent. ISSN:1979-2700 ISSN:2747-2833 . Vol 11. No. Des. https://e-journal. stie-aub. id/index. php/excellent Excellent: Jurnal Manajemen. Bisnis dan Pendidikan Menurut Halim & Abdullah . Dalam sektor publik, teori keagenan dapat diterapkan. Teori ini berpusat pada kontrak antara dua atau lebih pihak, dengan pihak pertama disebut sebagai principal dan pihak lainnya disebut sebagai agent. Pemimpin adalah orang yang bertanggung jawab untuk memantau, menilai, dan terlibat dalam tugas yang dijalankan oleh agen, sedangkan agen adalah pihak yang menerima dan melaksanakan tugas dari pimpinan sesuai dengan yang diberikan. Kinerja Keuangan Pemerintah Wilayah Menurut Peraturan Pemerintah No. 12 tahun 2019 bahwa Keuangan daerah adalah kumpulan hak dan tanggung jawab daerah dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah, yang dapat diukur dalam bentuk kekayaan moneter atau kekayaan dalam bentuk lain yang dapat diartikan menjadi kekayaan daerah bersama dengan hak dan tanggung jawab daerah. Menurut Mahsun . Kinerja didefinisikan sebagai gambaran tingkat pencapaian pengelolaan keuangan atas terlaksananya kegiatan program kebijakan yang bertujuan untuk mencapai tujuan, sasaran, visi, dan misi pemerintah daerah. Kinerja keuangan pemerintah wilayah yaitu hasil penilaian kuantitatif pada kegiatan atau program pemerintah daerah bertujuan mencapai tujuan pemerintah daerah. Penilaian kinerja keuangan pemerintah wilayah digunakan untuk menilai dan memutuskan apa yang harus dilakukan untuk meningkatkan kualitas sektor publik. Menurut Undang-Undang No 32 Tahun 2004 bahwa AuKemandirian keuangan daerah berarti bahwa pemerintah dapat melakukan pembiayaan dan pertanggungjawaban keuangan sendiri, melaksanakan sendiri, dalam rangka asas desentralisasiAy. Pendapatan Asli Daerah (PAD) Menurut Undang-Undang No. 1 Tahun 2022. PAD terdiri dari pendapatan daerah, retribusi daerah, hasil pengolahan kekayaan daerah yang dipisahkan, dan lain-lain pendapatan asli daerah yang sah sesuai dengan peraturan perundang-undangan. Machmud & Radjak . , mengatakan bahwa rasio pendapatan asli daerah dapat dihitung dengan membandingkan pendapatan asli daerah yang ditunjukkan dalam laporan realisasi anggaran pendapatan dan belanja kabupaten atau kota tersebut dengan total pendapatan daerah. Marizka . , juga mengatakan bahwa nilai PAD yang ditunjukkan dalam laporan realisasi anggaran dapat digunakan untuk mengetahui rasio pendapatan asli daerah. Dana Alokasi Umum (DAU) Dalam Undang-undang Nomor 33 Tahun 2004 menjelaskan bahwa Dana alokasi umum, selanjutnya disebut DAU adalah dana yang bersumber dari pendapatan APBN yang dialokasikan dengan tujuan pemerataan kemampuan keuangan antardaerah untuk mendanai kebutuhan daerah dalam rangka pelaksanaan desentralisasi. Marizka . , mengatakan bahwa laporan realisasi APBD pemerintah kabupaten/kota yang terlibat dalam penelitian ini digunakan untuk menganalisis alokasi dana umum. Ini dibandingkan dengan total penerimaan Dana Alokasi Khusus (DAK) Dalam Undang-undang Nomor 33 Tahun 2004 menjelaskan bahwa Dana Alokasi Khusus, selanjutnya disebut DAK adalah dana yang bersumber dari pendapatan APBN yang dialokasikan kepada daerah tertentu dengan tujuan untuk membantu mendanai kegiatan khusus yang merupakan urusan daerah dan sesuai dengan prioritas Marizka . menyatakan bahwa analisis dana alokasi khusus akan dilakukan dengan melihat laporan realisasi APBD pemerintah kabupaten/kota yang terlibat dalam penelitian ini dan membandingkannya dengan total penerimaan daerah. ISSN:1979-2700 ISSN:2747-2833 . Vol 11. No. Des. https://e-journal. stie-aub. id/index. php/excellent Excellent: Jurnal Manajemen. Bisnis dan Pendidikan Kerangka Konseptual PENDAPATAN ASLI DAERAH (PAD) (X. KINERJA KEUANGAN PEMERINTAH WILAYAH SOLORAYA (Y) DANA ALOKASI UMUM (DAU) (X. DANA ALOKASI KHUSUS (DAK) (X. Sumber :(Pradana & Handayani, 2023. Angelina et al. , 2020. Febriyanti, 2022. Ginting et al. , 2021. Machmud & Radjak, 2018. Maramis & Rahayu, 2022. Sari & Wati, 2021. Simamora & Budiwitjaksono, 2. Pengembangan Hipotesis Pendapatan Asli Daerah (PAD) terhadap Kinerja Keuangan Pemerintah Daerah PAD daerah meningkatkan pendapatan, memungkinkan pemerintah daerah masing-masing mengurangi ketergantungan mereka pada pemerintah pusat (Sari & Wati, 2. Pernyataan tersebut sejalan dengan penelitian Nugroho dan Rohman . dalam Sari & Wati . , menunjukkan bahwa kemandirian pemerintah daerah meningkat seiring dengan pendapatan asli daerah, yang dapat berdampak pada kinerja keuangan pemerintah daerah masing-masing. Berdasarkan hasil penelitian bahwa Angelina et al. Febriyanti . Pradana & Handayani . Sari & Wati . Simamora & Budiwitjaksono . Ginting et al. Maramis & Rahayu . menyimpulkan bahwa PAD berpengaruh signifikan terhadap Kinerja Keuangan Pemerintah Wilayah, sehingga dapat disusun hipotesis sebagai berikut : H1 : Pendapatan Asli Daerah (PAD) berpengaruh signifikan terhadap Kinerja Keuangan Pemerintah Wilayah Soloraya Dana Alokasi Umum (DAU) terhadap Kinerja Keuangan Pemerintah Daerah Dana Alokasi Umum sepenuhnya diserahkan kepada pemerintah wilayah untuk digunakan sesuai kebutuhan Oleh karena itu, semakin sedikit dana alokasi umum yang diterima pemerintah wilayah dari pemerintah pusat, semakin baik kinerja fiskal pemerintah wilayah. Ini menunjukkan bahwa pemerintah wilayah dapat memenuhi kebutuhan mereka sendiri tanpa bergantung pada pemerintah pusat (Maramis & Rahayu, 2. Berdasarkan hasil penelitian Angelina et al. Febriyanti . Sari & Wati . menunjukkan hasil berpengaruh positif dan signifikan. Berikut hasil yang diharapkan dari hasil hipotesis dibawah ini : H2 : Dana Alokasi Umum (DAU) berpengaruh signifikan terhadap Kinerja Keuangan Pemerintah Wilayah Soloraya Dana Alokasi Khusus (DAK) terhadap Kinerja Keuangan Pemerintah Daerah Dana alokasi khusus adalah dana perimbangan yang dimaksudkan untuk mengurangi beban pengeluaran yang terkait dengan proyek khusus kota. Dana alokasi khusus digunakan untuk membiayai kegiatan khusus yang menjadi tanggung jawab pemerintah daerah masing-masing sebagai prioritas nasional, termasuk membiayai seluruh kebutuhan pelayanan publik dan infrastruktur serta mendorong pembangunan wilayah. Pemerintah daerah masih bergantung pada bantuan dari pemerintah nasional. Berdasarkan penelitian terdahulu, hasil yang diharapkan adalah penelitian Machmud & Radjak . Pradana & Handayani . memiliki hasil penelitian berpengaruh negatif dan signifikan. Berikut hasil yang diharapkan dari hasil hipotesis dibawah ini : H3 : Dana Alokasi Khusus (DAK) berpengaruh signifikan terhadap Kinerja Keuangan Pemerintah Wilayah Soloraya ISSN:1979-2700 ISSN:2747-2833 . Vol 11. No. Des. https://e-journal. stie-aub. id/index. php/excellent Excellent: Jurnal Manajemen. Bisnis dan Pendidikan METODE PENELITIAN Jenis Penelitian Pendekatan kuantitatif yang dengan alat analisis regresi berganda. Laporan Realisasi Anggaran (LRA) pemerintah daerah kabupaten/kota di wilayah Soloraya dianalisis dengan menggunakan alat analisis rasio keuangan, yang menghasilkan angka rasio untuk masing-masing variable penelitian, disertai dengan deskripsi tentang angka rasio yang diperoleh. Selanjutnya, angka rasio ini diolah menggunakan alat analisis regresi Uji parsial . dan simultan . Populasi dan Sampel Penelitian ini memanfaatkan Laporan Realisasi Anggaran dari masing-masing wilayah Soloraya, dan sampel keseluruhan diambil dari data runut waktu dari enam tahun terakhir . 7Ae2. Teknik Pengumpulan Data Data sekunder berasal dari Laporan Realisasi Anggaran (LRA) Wilayah Soloraya dari tahun 2017 hingga 2022. LRA dapat diakses melalui situs web resmi Katalog Data Kabupaten atau Kota masing-masing. Berikut adalah situs yang digunakan : . Surakarta : ppid. Boyolali : ppid. Sukoharjo : Portal data SIKD djpk. Karanganyar : opendata. Wonogiri : Sragen : ppid. Klaten : ppid. Setelah data laporan keuangan diperoleh, peneliti kemudian mengolahnya untuk menghasilkan hasil yang relevan sesuai dengan kerangka berpikir dan rumusan masalah. Metode Analisis Data Analisis Statistik Deskriptif Analisis statistik deskriptif adalah analisis data dengan mendeskripsikan data yang ada. Kemudian memberikan nilai standar defiasi, nilai maksimum dan minimum, dan nilai rata-rata. (Pradana & Handayani, 2. Uji Asumsi Klasik Syarat untuk berlakunya analisis regresi adalah model regresi linier berganda dengan dua variabel bebas tersebut harus lolos dari uji asumsi klasik. (Ghozali, 2. Uji multikolinearitas Uji multikoliniearitas memeriksa ada atau tidak korelasi antara variabel bebas. Nilai Tolerance (TOL), yang merupakan besarnya tingkat kesalahan yang dibenarkan secara statistik, dan nilai Variance Inflation Factor, dapat digunakan untuk menentukan apakah ada masalah multikolinieritas atau tidak. Jika nilai Tolerance (TOL) kurang dari 0,10 dan nilai Variance Inflation Factor (VIF) lebih dari 10, maka ini menunjukkan adanya multikolinieritas atau korelasi. (Ghozali, 2. Uji Autokorelasi Uji autokorelasi bermaksud menyelami ada atau tidaknya autokorelasi sekitar kesalahan pengganggu pada periode t dan periode t sebelumnya. Ini dilakukan dengan menggunakan tes Durbin Watson (DW) yang didasarkan pada ketentuan atau standar berikut: . Jika nilai DW di bawah -2 atau DW < 2 maka terjadi autokorelasi positif, . Jika nilai DW berada di antara -2 sampai 2 maka tidak terjadi autokorelasi. Jika nilai DW di atas 2 atau DW > 2 maka terjadi autokorelasi negatif (Ghozali, 2. Uji Heterokedastisitas Tujuan dari uji heteroskedastisitas menyelami ada selisih dalam ketidaksamaan varian residual di sekitar para peneliti pada waktu tertentu. Homoskedastisitas terjadi ketika varian para peneliti atau pengamat berbeda, tetapi heteroskedastisitas terjadi ketika varian mereka tetap sama. Untuk menghitung uji heterokedastisitas dalam penelitian ini, uji Glejser digunakan. Nilai signifikan di bawah 0,05 menunjukkan adanya heteroskedastisitas, sedangkan nilai signifikan di atas 0,05 menunjukkan tidak ada (Ghozali, 2. Uji normalitas Uji normalitas menyelami ada korelasi pada variabel yang mengganggu pengaruh ikatan variabel bebas dan terikat yang memiliki pembagian normal pada model yang digunakan. Ghozali . uji statistik yang dapat digunakan adalah uji statistik Kolmogorov-Smirnov yang mana termasuk uji statistik non-parametik. Kriteria uji statistik ini sebagai berikut: . Jika nilai signifikan > 0,05 maka data berdistribusi dari uji statistik adalah normal, . Jika nilai signifikan < 0,05 maka data berdistribusi dari uji statistik adalah tidak normal. ISSN:1979-2700 ISSN:2747-2833 . Vol 11. No. Des. https://e-journal. stie-aub. id/index. php/excellent Excellent: Jurnal Manajemen. Bisnis dan Pendidikan Pengujian Hipotesis Analisis Persamaan Regresi Linier Berganda Alat regresi digunakan melihat dampak beberapa variabel independen terhadap variabel dependen. Menurut Machmud & Radjak . Persamaan tersebut adalah : Y = 1X1 2X2 3X3 A Keterangan: = Kinerja Keuangan Pemerintah Wilayah = Konstanta = Koefisien regresi dari variabel independen = Pendapatan Asli Daerah = Dana Alokasi Umum = Dana Alokasi Khusus = error Uji F Tujuan dari uji F, yang juga disebut sebagai uji kelayakan model atau uji signifikansi umum regresi sampel, adalah untuk menunjukkan seberapa besar pengaruh yang terjadi selisih variabel independen dan variabel dependen, dan menentukan apakah regresi sampel dalam penelitian ini layak untuk digunakan sebagai alat Berikut ini adalah standar untuk pengujian pengaruh uji F: . Jika tingkat nilai signifikan pada uji F < 0,05 maka model regresi berpengaruh secara signifikan sehingga layak, . Jika tingkat nilai signifikan pada uji F > 0,05 maka model regresi ini tidak berpengaruh secara signifikan sehingga tidak layak (Ghozali, 2. Uji t Selama variabel dependen dijelaskan, uji t penelitian bertujuan untuk mengukur dan menunjukkan seberapa besar dan seberapa dampak variabel independen secara individual. Uji t ini dilakukan dengan kriteria penerimaan dan penolakan hipotesis sebagai berikut: . Jika tingkat signifikan < 0,05 maka hipotesis dapat diterima dan memiliki pengaruh yang signifikan, . Jika tingkat signifikan > 0,05 maka hipotesis ditolak atau tidak diterima karena tidak memiliki pengaruh yang signifikan (Ghozali, 2. Uji (RA) Uji (RA) digunakan untuk menentukan seberapa kuat tingkat kemampuan persamaan regresi untuk mempengaruhi variabel independen dan variabel dependen. Penggunaan koefisien regresi Adjusted R Square dikarenakan apabila nilai RA mendekati satu, maka hubungan antara kemampuan persamaan regresi dalam menjelaskan variabel dependennya semakin baik. dan apabila nilai R2 mendekati nol, hubungan antara persamaan regresi semakin buruk. (Ghozali, 2. HASIL PENELITIAN Gambaran Umum Objek Penelitian Pemerintah Wilayah Soloraya adalah subjek penelitian dari 2017 hingga 2022. Pemerintah Wilayah Soloraya dipilih melalui metode purposive sampling berdasarkan beberapa kriteria. Penelitian ini memiliki sampel 7 daerah Kabupaten/Kota yang berada di wilayah Soloraya diteliti melalui Laporan Realisasi Anggaran tiap Kabupaten/Kota tersebut, 7 daerah Kabupaten/Kota yang berada di wilayah Soloraya adalah Surakarta. Boyolali. Sukoharjo. Karanganyar. Wonogiri. Sragen, dan Klaten. Hasil Pengujian Data Analisis Statistik Deskriptif Tujuan ini untuk memperoleh bagaimana PAD. DAU, dan DAK berdampak pada kinerja keuangan pemerintah wilayah Soloraya. Data ini diperoleh dari portal masing-masing daerah dari tahun 2017 hingga 2022, baik secara simultan maupun parsial. Kinerja Keuangan Pemerintah Wilayah Soloraya adalah variabel dependen penelitian ini, dan Pendapatan Asli Daerah. Dana Alokasi Umum, dan Dana Alokasi Khusus adalah variabel independen. Tabel berikut menunjukkan statistik deskriptif masing-masing variabel: ISSN:1979-2700 ISSN:2747-2833 . Vol 11. No. Des. https://e-journal. stie-aub. id/index. php/excellent Excellent: Jurnal Manajemen. Bisnis dan Pendidikan Tabel 1 Hasil Uji Statistik Deskriptif Descriptive Statistics Minimum Maximum Mean Std. Deviation PAD ,11 ,32 ,1898 ,05536 DAU ,38 ,54 ,4515 ,03729 DAK ,10 ,20 ,1423 ,02221 Kinerja Keuangan ,13 ,48 ,2482 ,09082 Valid N . Sumber : Data Sekunder diolah 2023 Pada penelitian ini, 42 sampel digunakan, yang mencakup tujuh wilayah di Soloraya, dan berlangsung selama 6 tahun, mulai dari tahun 2017 hingga 2022. Sebagai hasil dari perhitungan yang dilakukan selama periode pengamatan, ditemukan bahwa: . Pendapatan Asli Daerah (PAD) : Hasil analisis deskriptif variabel Pendapatan Asli Daerah (PAD) memiliki nilai terendah . adalah 0,11 dan nilai tertinggi . sebesar 0,32 pada Kota Surakarta tahun 2022. Dari data diatas dapat diketahui bahwa PAD secara rata-rata mengalami perubahan positif sebesar 0,18 dan Standar defiasi PAD sebesar 5%. Nilai mean yang lebih besar menandakan bahwa penyebaran nilai merata. Dana Alokasi Umum (DAU) : Hasil analisis deskriptif variabel Dana Alokasi Umum (DAU) memiliki nilai terendah . adalah 0,38 dan nilai tertinggi . sebesar 0,54 pada Kabupaten Wonogiri tahun 2018. Dari data diatas dapat diketahui bahwa DAU secara rata-rata mengalami perubahan positif sebesar 0,45 dan Standar defiasi DAU sebesar 3%. Nilai mean yang lebih besar menandakan bahwa penyebaran nilai merata. Dana Alokasi Khusus (DAK) : Hasil analisis deskriptif variabel Dana Alokasi Khusus (DAK) memiliki nilai terendah . adalah 0,10 dan nilai tertinggi . sebesar 0,20 pada Kabupaten Boyolali tahun 2022. Dari data diatas dapat diketahui bahwa DAK secara rata-rata mengalami perubahan positif sebesar 0,14 atau 14% dan Standar defiasi DAK sebesar 2%. Nilai mean yang lebih besar menandakan bahwa penyebaran nilai merata. Kinerja Keuangan : Hasil analisis deskriptif variabel Kinerja Keuangan memiliki nilai terendah . adalah 0,13 dan nilai tertinggi . sebesar 0,48 pada Kota Surakarta tahun 2022. Dari data diatas dapat diketahui bahwa secara rata-rata mengalami perubahan positif sebesar 0,24 dan Standar defiasi sebesar 9%. Nilai mean yang lebih besar menandakan bahwa penyebaran nilai Uji Asumsi Klasik Uji Multikolinieritas Tabel 2 Hasil Uji Multikolinearitas Coefficientsa Unstandardized Coefficients Model (Constan. Std. Error -,047 ,072 PAD 1,594 ,078 DAU ,088 ,107 DAK -,331 Standarized Coefficients Beta Collinearity Statistics Sig. Tolerance VIF -,651 ,519 ,972 20,351 ,000 ,393 2,543 ,036 ,818 ,418 ,461 2,170 ,451 -,081 -2,284 ,028 ,714 1,401 Sumber : Data Sekunder diolah 2023 Tabel 2 menunjukkan bahwa seluruh variabel memiliki nilai tolerance di atas 0,10 dan nilai VIF dibawah 10. Variabel PAD jumlah tolerance sebesar 0,393 dan jumlah VIF sebesar 2,543. Variabel DAU memiliki tolerance sebesar 0,461 dan jumlah VIF sebesar 2,170. Variabel DAK memiliki tolerance sebesar 0,714 dan jumlah VIF sebesar 1,401. Ada kemungkinan multikolinearitas tidak ditemukan dalam penelitian ini. ISSN:1979-2700 ISSN:2747-2833 . Vol 11. No. Des. https://e-journal. stie-aub. id/index. php/excellent Excellent: Jurnal Manajemen. Bisnis dan Pendidikan Uji Autokorelasi Tabel IV. Hasil Uji Autokorelasi Model Summaryb Model ,983a R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate ,963 ,01741 ,966 DurbinWatson 1,111 Predictors: (Constan. DAK. DAU. PAD Dependent Variable: Kinerja Keuangan Sumber : Data Sekunder diolah 2023 Tabel 3 menunjukkan bahwa nilai Durbin-Watson menunjukkan nilai 1,111, yang artinya jumlah tersebut berada di sekitar -2 sampai 2. Ada kemungkinan di dalam penelitian ini tidak terjadi autokorelasi. Uji Heterokedastisitas Tabel 4 Hasil Uji Heterokedastisitas Coefficientsa Unstandardized Coefficients Model 1 (Constan. Standarized Coefficients Std. Error ,071 ,051 PAD -,030 ,055 DAU -,094 ,076 Beta Sig. 1,395 ,171 -,138 -,549 ,586 -,289 -1,241 ,222 DAK -,079 ,102 -,144 -,773 ,444 Sumber : Data Sekunder diolah 2023 Pada tabel 4, bahwa signifikan pada PAD. DAU, dan DAK lebih besar dari 0,05 yaitu sebesar 0,586. 0,222. 0,444 diartikan yaitu ketiga variabel terbebas dari heterokedastisitas. Uji Normalitas Tabel 5 Hasil Uji Normalitas One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test Unstandardized Residual Normal Parameters Mean ,0000000 Std. Deviation ,01676445 Most Extreme Absolute ,137 Differences Positive ,099 Negative -,137 Kolmogorov Smirnov ,891 Asymp. Sig. -taile. ,406 Test distribution is Normal Calculated from data Sumber : Data Sekunder diolah 2023 ISSN:1979-2700 ISSN:2747-2833 . Vol 11. No. Des. https://e-journal. stie-aub. id/index. php/excellent Excellent: Jurnal Manajemen. Bisnis dan Pendidikan Tabel 5 menunjukkan bahwa nilai Asymp. Sig. -taile. menunjukkan nilai sebesar 0,406 yang artinya nilai tersebut lebih besar dari nilai signifikansi yaitu 0,05. Maka menampilkan data didalam penelitian ini berdistribusi Pengujian Hipotesis Regresi Linier Berganda Tabel 6 Hasil Uji Regresi Coefficientsa Unstandardized Coefficients Model (Constan. -,047 ,072 PAD 1,594 ,078 DAU ,088 ,107 DAK -,331 Standarized Coefficients Std. Error Beta Collinearity Statistics Sig. Tolerance VIF -,651 ,519 ,972 20,351 ,000 ,393 2,543 ,036 ,818 ,418 ,461 2,170 ,451 -,081 -2,284 ,028 Sumber : Data Sekunder diolah 2023 Berdasarkan tabel 6 persamaan ini sebagai berikut: Y = - 0,047 1,594 X1 0,088 X2 Ae 0,331 X3 Uji F Tabel 7 Hasil Uji F ,714 1,401 ANOVAb Model Regression Sum of Squares Residual Mean Square ,327 ,109 ,012 ,000 Sig. 359,042 ,000a Total ,338 Sumber : Data Sekunder diolah 2023 Hasil perhitungan F menghasilkan nilai signifikansi sebesar 0. 000 lebih kecil dari 0,05. Hal ini menunjukan bahwa secara keseluruhan yakni PAD. DAU, dan DAK Pemerintah Wilayah Soloraya secara bersama Ae sama . berpengaruh terhadap kinerja keuangan. Uji t Tabel 8 Hasil Uji t Coefficientsa Unstandardized Coefficients Model (Constan. Std. Error -,047 ,072 PAD 1,594 ,078 DAU ,088 ,107 DAK -,331 Standarized Coefficients Beta Collinearity Statistics Sig. Tolerance VIF -,651 ,519 ,972 20,351 ,000 ,393 2,543 ,036 ,818 ,418 ,461 2,170 ,451 -,081 -2,284 ,028 ,714 1,401 Sumber : Data Sekunder diolah 2023 Berdasarkan tabel 8, hasil uji signifikansi parameter individual . , yaitu sebagai berikut : . Pengaruh PAD terhadap Kinerja Keuangan : Dilihat dalam hasil tabel terlihat bahwa PAD memiliki nilai Sig. 0,000. Karena signifikansi pada uji t lebih kecil dari 0,05 . ,000 < 0,. , maka Ho ditolak dan H1 diterima. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa PAD secara parsial berpengaruh signifikan terhadap kinerja keuangan. Pengaruh DAU terhadap Kinerja Keuangan : Dilihat dalam hasil tabel terlihat bahwa DAU memiliki nilai Sig. 0,418. ISSN:1979-2700 ISSN:2747-2833 . Vol 11. No. Des. https://e-journal. stie-aub. id/index. php/excellent Excellent: Jurnal Manajemen. Bisnis dan Pendidikan Karena signifikansi pada uji t lebih besar dari 0,05 . ,418 > 0,. , maka Ho diterima dan H 2 ditolak. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa PAD secara parsial berpengaruh tidak signifikan terhadap kinerja keuangan. Pengaruh DAK terhadap Kinerja Keuangan : Dilihat dalam hasil tabel terlihat bahwa PAD memiliki nilai Sig 0,028. Karena signifikansi pada uji t lebih kecil dari 0,05 . ,028 < 0,. , maka Ho ditolak dan H3 diterima. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa DAK secara parsial berpengaruh terhadap kinerja keuangan. Uji RA Tabel 9 Hasil Uji Koefisien Determinasi Model Summaryb Model ,983a R Square ,966 Adjusted R Square Std. Error of the Estimate ,963 ,01741 DurbinWatson 1,111 Predictors: (Constan. DAK. DAU. PAD Dependent Variable: Kinerja Keuangan Sumber : Data Sekunder diolah 2023 Pada tabel 9 kita meninjau ringkasan model yang terdiri dari hasil nilai korelasi berganda (R), koefisien determinasi (R Squar. yang disesuaikan . djusted R Squar. dan ukuran kesalahan prediksi (Std. Error of the Estimat. Nilai koefisien determinasi (R. adalah sebesar 0,966 atau 96,6%. Hal ini menunjukan variasi dari Kinerja Keuangan dapat dijelaskan oleh PAD. DAU dan DAK dan sisanya yaitu 3,4% . % - 96,6%) dipengaruhi variabel independen lain yang tidak dimasukan dalam model penelitian ini. PEMBAHASAN Pengaruh Pendapatan Asli Daerah terhadap Kinerja Keuangan Pemerintah Wilayah Berdasarkan analisis data menunjukkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) berpengaruh posistif dan signifikan terhadap kinerja keuangan pemerintah wilayah Soloraya. Dapat ditunjukkan bahwa apabila rasio Pendapatan Asli Daerah (PAD) meningkat maka kinerja keuangan pemerintah wilayah Soloraya akan meningkat. Hal ini sejalan dengan hasil penelitian Angelina et al. Febriyanti . Pradana & Handayani . Sari & Wati . Simamora & Budiwitjaksono . Ginting et al. Maramis & Rahayu . menyimpulkan bahwa PAD berpengaruh signifikan terhadap Kinerja Keuangan Pemerintah Wilayah. Akibatnya, bukti menunjukkan bahwa pemerintah wilayah dapat mengelola Pendapatan Asli Daerah (PAD) secara langsung. Dengan demikian, kegiatan dan program yang dilaksanakan oleh pemerintah wilayah dalam melaksanakan otonomi daerah sesuai dengan kemampuan masing-masing wilayah, dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat di sektor publik, mendorong pembangunan infrastruktur, dan mendorong Meningkatnya pendapatan asli daerah akan meningkatkan kinerja keuangan daerah, yang akan memungkinkan semua kegiatan di daerah tersebut berjalan dengan baik. Meningkatnya pendapatan asli daerah menunjukkan bahwa pemerintah daerah berusaha untuk meningkatkan kinerja keuangan mereka dengan meningkatkan target penerimaan pendapatan mereka. Meningkatnya pendapatan asli daerah akan mengurangi ketergantungan pemerintah daerah masing-masing terhadap dana bantuan yang diberikan pemerintah pusat, sehingga pemerintah daerah lebih mampu mengelola sumber daya dan dana mereka sendiri. Pengaruh Dana Alokasi Umum terhadap Kinerja Keuangan Pemerintah Wilayah Berdasarkan analisis data menunjukkan bahwa Dana Alokasi Umum (DAU) berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap kinerja keuangan pemerintah wilayah Soloraya. Dapat menunjukkan bahwa apabila rasio Dana Alokasi Umum (DAU) meningkat maka kinerja keuangan pemerintah wilayah Soloraya juga akan Temuan hasil penelitian ini tidak sejalan dengan hasil penelitian Angelina et al. Febriyanti . Sari & Wati . Akibatnya, menunjukkan bahwa pengaruh dana alokasi umum tidak sejalan dengan kinerja keuangan. semakin besar nilai dana alokasi umum yang dihasilkan pemerintah, semakin kecil dampak yang dimilikinya terhadap nilai kinerja keuangan yang diperoleh untuk membiayai proyek atau kegiatan pemerintah wilayah. Dana alokasi umum tidak terikat dengan program pengeluaran tertentu dan ditransfer antar tingkat pemerintahan. Transfer dana umum ini akan menggantikan transfer dana berupa subsidi inpres dan daerah otonom. Tujuan dari transfer ini adalah untuk mengisi kesenjangan fiskal dan memastikan kemampuan fiskal yang setara antara daerah dan pusat, serta antara daerah dan pusat. Karena itu, dana alokasi umum untuk setiap daerah tidak akan sama besarnya. Wilayah dengan pendapatan asli daerah rendah akan menerima dana alokasi umum yang tinggi, dan wilayah dengan pendapatan asli daerah tinggi akan menerima dana alokasi umum yang rendah. Transfer dari Pemerintah Pusat dan Kinerja Keuangan Pemerintah Wilayah masing-masing terkait erat. Ini menunjukkan bahwa pemerintahan daerah lebih ISSN:1979-2700 . ISSN:2747-2833 . Vol 11. No. Des. https://e-journal. stie-aub. id/index. php/excellent Excellent: Jurnal Manajemen. Bisnis dan Pendidikan bergantung pada DAU dari Pemerintah Pusat daripada PAD untuk pembiayaan daerah. Ini menunjukkan bahwa DAU mempengaruhi tingkat kinerja keuangan pemerintah daerah. Pengaruh Dana Alokasi Khusus terhadap Kinerja Keuangan Pemerintah Wilayah Berdasarkan analisis data menunjukkan bahwa Dana Alokasi Khusus (DAK) berpengaruh negatif dan signifikan terhadap kinerja keuangan pemerintah wilayah Soloraya. Dapat ditunjukkan bahwa apabila rasio Dana Alokasi Khusus (DAK) meningkat maka kinerja keuangan pemerintah wilayah Soloraya akan menurun. Hasil ini sejalan dengan hasil penelitian Machmud & Radjak . Pradana & Handayani . Oleh karena itu, menunjukkan bahwa penggunaan saat menerima dana alokasi khusus berkewajiban mematuhi peraturan yang ditetapkan oleh pemerintah pusat. Di sini, dana alokasi khusus digunakan untuk mendanai kegiatan khusus yang menjadi tanggung jawab pemerintah daerah masing-masing sebagai prioritas nasional. Kegiatan ini dimaksudkan untuk membiayai seluruh kebutuhan sarana dan prasarana pelayanan masyarakat yang diperlukan untuk meningkatkan pembangunan wilayah. Jika jumlah dana alokasi khusus yang diberikan pemerintah pusat kepada pemerintah wilayah lebih besar, maka wilayah tersebut tidak dapat meningkatkan pembangunan dan pelayanannya sendiri. Jika pemerintah daerah menerima dana alokasi khusus, semua pembangunan yang berkaitan dengan peningkatan dan perbaikan sarana prasarana akan diarahkan pada prioritas nasional, dan peningkatan pendapatan asli daerah akan digunakan untuk membiayai program kerja pemerintahan secara nasional yang meningkatkan pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat. Dengan demikian, kinerja pemerintah daerah dapat ditingkatkan. PENUTUP Simpulan Berdasarkan hasil pengujian hipotesis sebagai berikut: . Pendapatan Asli Daerah (PAD) berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kinerja Keuangan Pemerintah Wilayah Soloraya. Dana Alokasi Umum (DAU) berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap Kinerja Keuangan Pemerintah Wilayah Soloraya. Dana Alokasi Khusus (DAK) berpengaruh negatif dan signifikan terhadap Kinerja Keuangan Pemerintah Wilayah Soloraya. PAD. DAU, dan DAK secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap Kinerja Keuangan Pemerintah Wilayah Soloraya. Hasil R2 sebesar 0,966 yang artinya pengaruh yang diberikan oleh variabel independen terhadap variabel dependen sebesar 97. 6% sedangkan sisanya 3. 4% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak termasuk dalam penelitian ini. Saran Implikasi diwujudkan pada saran yang bisa diberikan berdasarkan penelitian ini: . PAD yang positif dan oleh karena itu, penulis menyarankan agar wilayah Soloraya ini mempertahankan atau bahkan meningkatkan PAD. Semakin tinggi PAD yang dihimpun, semakin besar ketergantungan wilayah terhadap pemerintah pusat. Pemerintah wilayah Soloraya harus mengelola keuangan daerah secara mandiri dengan mengurangi ketergantungannya terhadap dana transfer pemerintah pusat, seperti DAU dan DAK. Dengan mengurangi ketergantungannya terhadap pemerintah pusat, pemerintah wilayah Soloraya dapat mencapai kemandirian dalam pembiayaan pembangunan wilayahnya. Untuk meningkatkan pembangunan wilayah, pemerintah daerah Soloraya harus memberikan DAU dan DAK kepada bidang-bidang tertentu. Sektor-sektor ini harus dialokasikan secara efisien. Untuk meningkatkan hasil dan mengembangkan variabel penelitian seperti akun belanja daerah dan belanja modal, peneliti selanjutnya diharapkan dapat menggunakan subjek penelitian yang lebih luas, seperti kabupaten atau kota di Jawa Tengah. DAFTAR PUSTAKA