Jurnal Bimbingan dan Konseling Borneo, 2. 2020, 17-22 http://ojs. id/ojs/index. php/JBKB ISSN 2685-0753 . ISSN 2685-2039 . KECAKAPAN MAHASISWA MEMANFAATKAN TEKNOLOGI INFORMASI DALAM LAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING Ni Made Diah Padmi. Hendry Marthen Universitas Borneo Tarakan Email: diahpadmi@gmail. Abstrak Teknologi informasi sudah menjadi kebutuhan bagi semua kalangan dalam berbagai bidang baik dalam kehidupan sehari-hari maupun pekerjaan, kebutuhan akan teknologi informasi juga melekat pada bidang-bidang pendidikan termasuk bidang bimbingan dan konseling pun dewasa ini tidak lepas dari penerapan fasilitas teknologi informasi. Teknologi informasi merupakan sarana/alat yang digunakan untuk menyampaikan informasi atau sebagai media komunikasi. Dalam layanan bimbingan maupun konseling sangat erat kaitanya dengan penyampaian informasi maupun proses komunikasi, sehingga dalam eksistensinya bimbingan dan konseling sangat membutuhkan adanya teknologi yang mendukung pemberian Banyaknya fasilitas teknologi informasi yang dapat digunakan berdampak pada keharusan bagi praktisi bimbingan dan konseling untuk mampu memanfaatkannya, maka keterampilan dalam mengaplikasikan teknologi-teknologi tersebut harus senantiasa ditingkatkan. Penelitian ini tertarik untuk mengetahui kecakapan/keterampilan mahasiswa dalam memanfaatkan teknologi informasi yang mampu mendukung kegiatan bimbingan dan konseling, sehingga dalam penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kecakapan mahasiswa memanfaatkan teknologi informasi dalam layanan bimbingan dan konseling. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan menggunakan angket online sebagai instrument utama dalam pengumpulan data. Hasil yang diperoleh berdasarkan analisis angket online skor rata-rata 69 dengan kategori tinggi, sedang dan rendah. Persentase dari keseluruhan subjek menunjukkan 51% memiliki skor dibawah rata-rata O 69. Kata Kunci : Teknologi informasi, bimbingan dan konseling PENDAHULUAN Teknologi informasi saat ini menjadi kebutuhan utama dalam berbagai bidang, dan tidak melupakan juga bidang pendidikan yang sepanjang tahun 2020 ini menjadi sangat membutuhkan keberadaan teknologi dan informasi berbasis internet . nline Dalam situasi pandemic seperti ini, alam kita manusia dipaksa untuk memberi jarak satu sama lain dengan tidak sering bertatap muka maupun diperlukan teknologi komunikasi jarak jauh yang dapat membuat komunikasi berlangsung tanpa memandang ruang dan waktu dan bisa berlangsung aman dan cepat. Upaya-upaya dilakukan oleh tenaga-tenaga pendidik adalah dengan mulai menerapkan pembelajaran berbasis multimedia, elearning, blanded learning dan juga komputer dalam kegiatan belajar dan Selain upaya dari tenaga tokoh-tokoh perkembangan teknologi juga semakin marak menciptakan situs-situs internet maupun aplikasi melalui smartphone yang menyediakan berbagai materi pelajaran yang dapat diakses secara gratis maupun berbayar yang tujuannya tidak lain adalah untuk menunjang ketercapaian target kompetensi dasar yang harus dikuasai oleh peserta didik. Bimbingan dan konseling yang merupakan bagian integral pendidikan juga tidak luput dari sentuhan-sentuhan perkembangan teknologi. Ditegaskan peranan bimbingan dan konseling dalam system pendidikan nasional melalui UU No. 20 tahun 2003 tentang system pendidikan nasional serta penegasan profesi bimbingan dan konseling dalam tatanan pedidikan formal (ABKIN, 2. seharusnya menjadi rujukan utama para guru BK . dalam mengoptimalkan fungsi teknologi dalam setiap layanan yang diberikan, baik secara klasikal, kelompok maupun dengan format Semakin maju dan berkembangnya zaman, seluruh aspek kehidupan pun tersebut agar tidak out of date atau perkembangan zaman (Kusmanto. Kemajuan Teknologi Informasi yang semakin canggih dan mempermudah kinerja SDM, akan menjadi suatu daya tarik yang kuat wilayah pendidikan. Oleh karena itu, penerapan teknologi informasi dalam aspek pendidikan akan menjadi suatu urgensi tersendiri mengimbangi kemajuan zaman yang semakin mutakhir. Teknologi informasi memiliki beberapa fungsi dan peran dalam mengoptimalisasi layanan bimbingan dan konseling (Triyanto, 2. , yaitu: Publikasi: Teknologi Informasi pengenalan kepada masyarakat luas dan juga sebagai pemberi informasi mengenai layanan Bimbingan dan Konseling. Pelayanan dan Bantuan: bimbingan dan konseling dilakukan secara tidak langsung dengan bantuan teknologi Sehingga layanan BK dapat tetap diberikan meskipun tanpa tatap muka. Pendidikan: di dalam informasi yang diberikan melalui sarana Teknologi Informasi Namun permasalahannya, dari hasil pengamatan tercatat beberapa keterampilan penggunaan teknologi komputer, informasi dan komunikasi yang dimiliki oleh guru BK dan calon guru BK dalam proses layanan bimbingan dan konseling seperti berikut Hasil observasi terhadap guru BK di salah satu sekolah di Tarakan yang impunan data dan aplikasi instrument masih menggunakan cara manual dibandingkan dengan memanfaatkan teknologi komputer berbasis internet . oogle formulir/cloud storage/survey monkey/typeform/zoho surve. Hasil observasi terhadap guru BK di salah satu sekolah di Tarakan yang menunjukkan bahwa penyimpanan data siswa masih menggunakan manual buku atau aplikasi komputer seadanya Hasil observasi terhadap calon guru BK/mahasiswa pada mata kuliah Teknologi Informasi dalam BK di Universitas Borneo Tarakan yang menunjukkan bahwa minimnya keterampilan mahasiswa dalam menyusun media layanan BK. Minimnya keterampilan tersebut bukan hanya karena kurangnya berinovasi namun juga karena kurangnya pengetahuan mahasiswa terkait media-media layanan BK informasi dan teknologi komunikasi dan cara menyusunnya. Belum adanya penggunaan fasilitas media sosial . acebook, instragram, twiter. WA) yang digunakan sebagai media sosialisasi layanan BK untuk menegaskan kiprah bimbingan dan konseling di sekolah, sehingga peserta didik maupun khalayak umum terkait BK di Sekolah. Memperhatikan fakta-fakta hasil sebaliknya dari harapan besar tentang produktifitas kinerja SDM berbantuan teknologi informasi dan komunikasi. Khususnya produktifitas kinerja guru BK. Oleh karena itu, perlu diketahui bagaimana pemanfaatan teknologi informasi, khususnya bagi calon guru BK . ahasiswa bimbingan konselin. yang merupakan generasi baru BK masa kini. Sehingga berdasarkan berbagai permasalahan yang mampu diamati, pada penelitian pemanfaatan teknologi informasi dalam layanan bimbingan dan konseling? Sehingga tujuan dari penelitian ini adakah mendeskripsikan seberapa jauh pemanfaatan teknologi informasi dalam layanan bimbingan dan konseling METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif yang kecakapan mahasiswa memanfaatkan teknologi informasi dalam layanan bimbingan dan konseling. Penelitian ini memilih subjek penelitian yaitu Universitas Borneo Tarakan yang telah lulus atau yang sedang mengikuti Mata Kuliah Teknologi Informasi dalam BK Instrument utama yang digunakan adalah angket yang disebarkan secara online dan di disain dengan bantuan google formulir dan disebar melalui Whatsapp Group sebagai media komunikasi utama antara peneliti dengan subjek penelitian, metode dilakukan dengan teknik wawancara dan observasi. Penelitian dilaksanakan mulai awal bulan juni hingga oktober Adapun alur penelitian ini digambarkan sebagai berikut: Gambar 1. Road Map Penelitian HASIL DAN PEMBAHASAN Secara garis besar, dalam penelitian ini menilai empat aspek yang cukup kuat kaitanya dengan kecakapan memanfaatkan TIK, yaitu: Pengalaman dalam menggunakan TIK Kemampuan Pemanfaatan Keterampilan dalam memanfaatkan aplikasi internet Berdasarkan data-data yang diperoleh selama penelitian baik data analisis angket maupun hasil observasi dan wawancara, diperoleh distribusi data sebagai berikut: Tabel 1. Data Hasil Penelitian Hasil Fre Sangat Tinggi Tinggi Sedang Renda Sangat Renda Rata Rata Persentas 51% di rata-rata Data yang digambarkan dalam Tabel 1, menunjukkan 51% mahasiswa yang memiliki skor di bawah rata-rata, dengan kata lain terdapat sebagian besar mahasiswa yang masih belum memiliki kecakapan yang cukup dalam memanfaatkan TIK khususnya pada penerapan layanan BK. Dari 51% mahasiswa dengan skor dibawah ratarata terdapat 18 mahasiswa yang termasuk pada kategori rendah, sehingga hal ini juga menjadi bahan tindak lanjut bagi dosen pengampu mata kuliah untuk meningkatkan mengaplikasikan TIK dalam perannya sebagai sarana pendukung layanan BK. (Setiawan, 2. Konselor harus pintar-pintar dalam memanfaatkan teknologi dan informasi, penguasan teknologi informasi bagi konselor memberikan pelayanan bimbingan dan Sehingga layanan bimbingan dan konseling dapat dilaksanakan sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan tentunya mendasar pada asas kebutuhan dan kekinian. Kecakapan dalam memanfaatkan teknologi informasi tidak hanya penting bagi konselor saja, tetapi mahasiswa BK yang merupakan generasi emas BK masa depan juga perlu menguasai teknologi informasi khususnya yang mampu mendukung pemberian layanan baik bimbingan maupun konseling. Berdasarkan analisis data yang telah dilakukan serta mengacu pada data hasil penelitian pada Tabel 1, dapat digambarkan hasil dari empat aspek yang dinilai, sebagai berikut: Rata-rata Aspek 1 Aspek 2 Aspek 3 Aspek 4 Gambar 2. Grafik Analisis Data Penelitian Mengacu pada analisis data penelitian yang digambarkan pada Gambar 2 tersebut, dapat dilihat perbandingan skor rata-rata pada masing-masing aspek yang dinilai. Aspek dengan skor rata-rata tertinggi adalah kemampuan mahasiswa dalam mengakses informasi sedangkan aspek dengan skor rata-rata paling rendah adalah pemanfaatan berbagai aplikasi internet. (Pautina, 2. Dalam era informasi dewasa ini, kecanggihan teknologi informasi dan komunikasi pertukaran informasi yang cepat tanpa terhambat oleh ruang dan waktu. Dengan kata lain sebagai layanan yang tidak lepas dari proses komunikasi maka layanan bimbingan dan konseling terkhusus jika dikaitkan dengan kondisi sepanjang tahun 2020, maka sangat dibutuhkan adanya media yang dapat digunakan sebagai alat penyampaian informasi maupun alat komunikasi, yang memungkinkan layanan BK tetap eksis meskipun tanpa dilakukanya tatap Awal terbentuknya bimbingan konseling masih diartikan sebagai hubungan/interaksi tatap muka antara konselor dengan konseli, dan seiring berjalannya waktu, dengan kemudahan dari Teknologi Informasi, pemberian layanan baik bimbingan maupun konseling dapat dilaksanakan dengan metode jarak jauh maupun tatap muka Hal tersebut yang tentunya merubah konsep bimbingan dan (Setiawan. Layanan Bimbingan dan Konseling yang sifatnya membangkitkan dan meningkatkan nilai tambah bagi pelayanan BK serta tujuan layanan dapat tercapai dengan baik. Untuk mewujudkan kecakapan informasi diperlukan adanya kemauan untuk belajar pada setiap individu dalam hal ini yaitu mahasiswa maupun praktisi BK di sekolah dan lingkup Kecakapan memanfaatkan teknologi informasi tidak hanya sekedar mengenal fasilitas-fasilitas teknologi informasi apa saja yang tersedia, tetapi lebih kepada kemampuan dalam fasilitas tersebut untuk membantu kegiatan/aktifitas layanan BK. Dalam penelitian ini, beberapa hal yang diperoleh adalah mahasiswa BK masih didonominasi dengan kurang cakap dalam memanfaatkan teknologi informasi, terdapat mahasiswa yang hanya sekedar mengetahui saja aplikasi tersebut tetapi tidak terlalu familiar Sehingga penelitian ini dapat dijadikan sebagai bahan tindak lanjut dalam memberikan mata kuliah khususnya mata kuliah yang berkaitan langsung dengan Teknologi dan informasi dalam BK maupun Mata Kuliah Media-Media dalam Layanan BK, sehingga dapat mahasiswa sebelum terjun ke lapangan. KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh simpulan sebagai berikut: Kecakapan memanfaatkan teknologi informasi diperoleh persentase sebanyak 51% mahasiswa memiliki skor di bawah rata-rata, yaitu O 69. Berdasarkan aspek-aspek ditunjukkan pada aspek kemampuan informasi, sedangkan skor paling memanfaatkan berbagai aplikasi dari Masing-masing aspek yang diukur menunjukkan bahwa masih banyak mahasiswa yang belum cakap dalam Bahwa kecakapan dalam mengaplikasikan internet sangat dibutuhkan dan erat kaitanya dalam pemberian layanan BK yang merupakan proses penyampaian informasi dan tidak lepas dari proses REFERENSI