Al-Madrasah: Jurnal Ilmiah Pendidikan Madrasah Ibtidaiyah Vol. No. 1, 2026 DOI 10. 35931/am. P-ISSN: 2620-5807. E-ISSN: 2620-7184 PENGARUH MOTIVASI BELAJAR TERHADAP KEDISIPLINAN BELAJAR SISWA KELAS VI SDN JULANG KOTA BOGOR Mursidah Rahmah Universitas Pakuan. Indonesia rahmahmursidah@gmail. Adhistasya Mahiswara Ary Saputri Universitas Pakuan. Indonesia adhistasya8@gmail. AKintani Diva Shalsabilla Universitas Pakuan. Indonesia kintanidiva570@gmail. Amar Tsani Ulin Nuha Universitas Pakuan. Indonesia amartsaniun@gmail. AFeby Indah Cahyani Universitas Pakuan. Indonesia febyindahc@gmail. AAgung Rakhmad Kurniawan Universitas Pakuan. Indonesia agungrakhmadk@gmail. Epon Nurlaela SD Negeri Julang uzahraqila@gmail. Abstrak Motivasi belajar merupakan faktor kunci dalam membentuk kedisiplinan siswa yang mendukung pencapaian keberhasilan akademik. Namun, di SDN Julang Kota Bogor masih ditemukan variasi tingkat kedisiplinan siswa kelas VI yang diduga berkaitan dengan rendahnya motivasi belajar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh motivasi belajar terhadap kedisiplinan belajar siswa. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian asosiatif. Sampel berjumlah 74 siswa yang ditentukan melalui teknik total sampling. Instrumen pengumpulan data berupa angket skala Likert yang telah diuji validitas dan Analisis data dilakukan melalui statistik deskriptif dan regresi linear sederhana dengan uji asumsi klasik sebagai prasyarat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi belajar berpengaruh signifikan terhadap kedisiplinan belajar siswa, dengan nilai koefisien determinasi (RA) sebesar 0,454 dan signifikansi 0,000 . < 0,. Temuan ini menunjukkan bahwa motivasi belajar berkontribusi sebesar 45,4% terhadap variasi kedisiplinan belajar siswa. Dengan demikian, motivasi belajar memiliki peran strategis dalam membentuk perilaku disiplin siswa di tingkat sekolah dasar. Kata kunci: Motivasi Belajar. Kedisiplinan Belajar. Sekolah Dasar Al-Madrasah: Jurnal Ilmiah Pendidikan Madrasah Ibtidaiyah Vol. No. Januari - Maret 2026 Mursidah Rahmah. Adhistasya Mahiswara Ary Saputri. Kintani Diva Shalsabilla. Amar Tsani Ulin Nuha. Feby Indah Cahyani. Agung Rakhmad Kurniawan. Epon Nurlaela: Pengaruh Motivasi Belajar Terhadap Kedisiplinan Belajar Siswa Kelas VI SDN Julang Kota Bogor Abstract Learning motivation is a key factor in shaping student discipline that supports the achievement of academic However, at SDN Julang. Bogor City, there are still variations in the level of discipline of grade VI students, which is thought to be related to low learning motivation. This study aims to determine the effect of learning motivation on student discipline. The method used is a quantitative approach with an associative research type. The sample of 74 students was determined through total sampling technique. The data collection instrument is a Likert scale questionnaire that has been tested for validity and reliability. Data analysis was carried out through descriptive statistics and simple linear regression with classical assumption tests as prerequisites. The results showed that learning motivation has a significant effect on student learning discipline, with a coefficient of determination (RA) of 0. 454 and a significance of 0. < 0. This finding shows that learning motivation contributes 45. 4% to variations in student learning discipline. Thus, learning motivation has a strategic role in shaping students' disciplinary behaviour at the primary school level. Keywords: learning motivation, learning discipline, primary school A Author. 2026 This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4. 0 International License. PENDAHULUAN Motivasi belajar memegang peran fundamental dalam menentukan keberhasilan pendidikan siswa di sekolah dasar. Motivasi adalah dorongan yang memicu seseorang untuk mencapai tujuan, dapat bersumber dari dalam maupun dari luar individu. 1 Motivasi merupakan dorongan internal maupun eksternal yang memengaruhi intensitas, arah, dan ketekunan perilaku belajar siswa. 2 Dalam konteks pendidikan dasar, keberadaan motivasi yang tinggi dapat mendorong siswa untuk lebih aktif mengikuti proses pembelajaran, menyelesaikan tugas tepat waktu, serta mencapai hasil belajar yang optimal. 3 Studi yang dilakukan oleh Huang . , menegaskan bahwa motivasi intrinsik memiliki kontribusi signifikan dalam membentuk karakter belajar yang konsisten dan bertanggung jawab. Kedisiplinan belajar menjadi indikator penting dalam mencerminkan kualitas proses dan hasil pendidikan. 5 Kedisiplinan diartikan sebagai kepatuhan siswa terhadap aturan dan tata tertib yang berlaku, termasuk dalam hal manajemen waktu, penyelesaian tugas, dan sikap selama pembelajaran Menurut penelitian Patras, siswa yang memiliki disiplin tinggi cenderung Sherly Vindy Salsabila. Jenny Poerwanti, and Tri Budiarto. AuAnalisis Kedisiplinan Dan Motivasi Belajar Peserta Didik Dalam Proses Belajar Mengajar Di Sekolah Dasar,Ay Didaktika Dwija Indria 12, no. Ilfy Aurelya Purba and Dan Safuwan Amin. AuHubungan Kedisiplinan Dengan Prestasi Belajar Siswa,Ay Jurnal Pengabdian Masyarakat (Pendidika. 5, no. Rr Agung. Kesna Mahatmaharti, and Raden Firman Nurbudi. AuAnalysing Self-Discipline : An Overview of Self- Control . Self-Regulation and Delay of Gratification in Elementary School Students in Jombang,Ay Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini 8, no. https://doi. org/10. 31004/obsesi. Huang and X. Fang. AuIntrinsic Motivation and Its Impact on StudentsAo Learning Discipline. ,Ay International Journal of Educational Psychology 8, no. Regita Pramesti Harianto. Linda Zakiah, and M. Syarif Sumantri. AuTingkat Kedispilinan Belajar Terhadap Prestasi Belajar Siswa,Ay Pendas: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar 9, no. Al-Madrasah: Jurnal Ilmiah Pendidikan Madrasah Ibtidaiyah Vol. No. Januari - Maret 2026 Mursidah Rahmah. Adhistasya Mahiswara Ary Saputri. Kintani Diva Shalsabilla. Amar Tsani Ulin Nuha. Feby Indah Cahyani. Agung Rakhmad Kurniawan. Epon Nurlaela: Pengaruh Motivasi Belajar Terhadap Kedisiplinan Belajar Siswa Kelas VI SDN Julang Kota Bogor menunjukkan kinerja akademik yang lebih stabil dan mampu mengelola pembelajaran secara 6 Hal ini menunjukkan bahwa kedisiplinan bukan sekadar rutinitas, melainkan kebiasaan positif yang berkontribusi langsung terhadap keberhasilan belajar. Aspek lain yang berpengaruh pada disiplin antara lain adalah: dorongan keinginan dari pribadi, lingkungan, dan pengawasan orang tua. 7 Dari pernyataan di atas, motivasi termasuk faktor yang mempengaruhi kedisiplinan Hubungan antara motivasi belajar dan kedisiplinan belajar telah menjadi perhatian dalam berbagai penelitian pendidikan. Studi oleh menemukan adanya korelasi positif yang signifikan antara motivasi belajar dan kedisiplinan siswa di sekolah dasar. 8 Siswa dengan motivasi yang kuat diketahui lebih mampu menjaga kedisiplinan, baik dalam aspek kehadiran, ketepatan waktu, maupun kepatuhan terhadap aturan kelas. Penelitian lain oleh di lingkungan pendidikan internasional juga menunjukkan bahwa interaksi antara motivasi dan kedisiplinan membentuk fondasi penting bagi keberhasilan akademik, terutama dalam membangun karakter yang tangguh dan mandiri. SDN Julang Kota Bogor merupakan salah satu sekolah dasar yang berupaya meningkatkan mutu pendidikan melalui berbagai pendekatan, termasuk penguatan karakter disiplin dan motivasi belajar siswa. Fenomena yang terjadi di lapangan menunjukkan bahwa masih terdapat variasi tingkat kedisiplinan di kalangan siswa kelas VI, yang diduga berkaitan erat dengan tingkat motivasi belajar mereka. Oleh karena itu, diperlukan penelitian yang lebih mendalam untuk menganalisis sejauh mana pengaruh motivasi belajar terhadap kedisiplinan belajar siswa, agar dapat dirumuskan strategi yang lebih efektif dalam meningkatkan kualitas pendidikan di sekolah tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis pengaruh motivasi belajar terhadap kedisiplinan belajar siswa kelas VI di SDN Julang Kota Bogor. Diharapkan hasil penelitian ini dapat memberikan kontribusi teoritis maupun praktis, khususnya bagi guru dan pihak sekolah dalam merancang program yang mendorong motivasi sekaligus membentuk kedisiplinan belajar yang lebih optimal. Yuyun Elizabeth Patras et al. AuThe Effect of Learning Discipline on Independence Student Learning,Ay Pedagonal : Jurnal Ilmiah Pendidikan . , https://doi. org/10. 33751/pedagonal. Retno Isnawati. Bayu Purbha Sakti, and Sri Suwartini. AuPengaruh Motivasi Belajar Terhadap Kedisiplinan Belajar Siswa Kelas II SDN 1 Towangsan Gantiwarno Tahun Pelajaran 2023 / 2024,Ay Nian Tana Sikka 2, no. Nur Kurniasari. Gusti Yarmi, and Kartono Kartono. AuHubungan Kedisiplinan Dan Motivasi Belajar Dengan Hasil Belajar Matematika Siswa Kelas IV Sekolah Dasar,Ay Jurnal Educatio FKIP UNMA 9, no. , https://doi. org/10. 31949/educatio. Noble Po Kan Lo. AuCross-Cultural Comparative Analysis of Student Motivation and Autonomy in Learning: Perspectives from Hong Kong and the United Kingdom,Ay Frontiers in Education 9 . , https://doi. org/10. 3389/feduc. Al-Madrasah: Jurnal Ilmiah Pendidikan Madrasah Ibtidaiyah Vol. No. Januari - Maret 2026 Mursidah Rahmah. Adhistasya Mahiswara Ary Saputri. Kintani Diva Shalsabilla. Amar Tsani Ulin Nuha. Feby Indah Cahyani. Agung Rakhmad Kurniawan. Epon Nurlaela: Pengaruh Motivasi Belajar Terhadap Kedisiplinan Belajar Siswa Kelas VI SDN Julang Kota Bogor Motivasi belajar tidak hanya berperan dalam keberhasilan akademik siswa, tetapi juga berkaitan erat dengan pembentukan sikap dan karakter siswa di sekolah dasar. Menurut Lindsey, motivasi belajar yang tinggi dapat mendorong siswa untuk mengembangkan perilaku tanggung jawab, kemandirian, dan rasa percaya diri dalam menghadapi tantangan belajar. 10 Hal ini juga sejalan dengan Schunk yang menyatakan bahwa motivasi belajar memainkan peran penting dalam membentuk strategi belajar mandiri serta memperkuat ketekunan dan ketahanan akademik. Dengan demikian, motivasi tidak hanya berfungsi sebagai pendorong aktivitas belajar, tetapi juga sebagai fondasi pembentukan karakter dan disiplin belajar siswa. Karakter disiplin siswa di sekolah dasar sangat dipengaruhi oleh bagaimana motivasi belajar mereka dikembangkan sejak dini. Disiplin bukan hanya sekadar kepatuhan terhadap aturan, tetapi juga wujud dari kesadaran diri dalam mengelola waktu, tugas, dan sikap selama proses pembelajaran berlangsung. 12 Kondisi ini menunjukkan bahwa motivasi dan disiplin bukanlah dua hal yang terpisah, melainkan saling berkaitan erat dan saling mendukung dalam membentuk profil pelajar yang berkarakter. Penelitian terdahulu banyak membuktikan adanya keterkaitan antara motivasi belajar dengan perilaku disiplin siswa. 13 Dalam penelitiannya menemukan bahwa siswa sekolah dasar dengan motivasi belajar tinggi memiliki tingkat kedisiplinan yang lebih baik dalam hal kehadiran dan ketepatan waktu mengumpulkan tugas. Hasil serupa diungkapkan oleh Muhammad Aziz, yang menyebutkan bahwa motivasi intrinsik mendorong siswa untuk lebih konsisten dalam mengikuti aturan sekolah. Kondisi sosial dan budaya lingkungan sekolah juga turut memengaruhi hubungan antara motivasi dan kedisiplinan siswa. Menurut Futri, sekolah yang menerapkan budaya positif dan mendukung penguatan karakter cenderung lebih berhasil dalam menumbuhkan motivasi belajar serta membentuk perilaku disiplin. 15 Hal ini menunjukkan bahwa keberhasilan program Lindsey D. Basileo et al. AuThe Role of Self-Efficacy. Motivation, and Perceived Support of StudentsAo Basic Psychological Needs in Academic Achievement,Ay Frontiers in Education 9 . , https://doi. org/10. 3389/feduc. Dale Schunk. Judith Meece, and Paul Pintrich. Motivation in Education Theory. Research, and Applications, 5th ed. (Boston: Pearson Education, 2. L Mugiantarsih. AuPengaruh Motivasi Belajar Dan Proses Pembelajaran Daring Pada Karakter Disiplin Siswa Sekolah Dasar,Ay Prosiding Seminar Nasional, 2021. Khoirunnisa Ferah and Mujazi. AuHubungan Antara Kedisiplinan Dengan Motivasi Belajar Siswa Di Sekolah Dasar,Ay Jurnal Review Pendidikan Dan Pengajaran 6, no. Muhammad Aziz Fitrianto and Siti Maisaroh. AuPengaruh Motivasi Belajar Terhadap Kedisiplinan Belajar Siswa Kelas V Sekolah Dasar,Ay Jurnal Basicedu 8, no. Elmalia Futri. Wina Mustikaati. And Hisny Fajrussalam. AuStrategi Guru Dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa Di Sekolah Dasar Dalam Dan Luar Negeri,Ay Pendas: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar 09, no. Al-Madrasah: Jurnal Ilmiah Pendidikan Madrasah Ibtidaiyah Vol. No. Januari - Maret 2026 Mursidah Rahmah. Adhistasya Mahiswara Ary Saputri. Kintani Diva Shalsabilla. Amar Tsani Ulin Nuha. Feby Indah Cahyani. Agung Rakhmad Kurniawan. Epon Nurlaela: Pengaruh Motivasi Belajar Terhadap Kedisiplinan Belajar Siswa Kelas VI SDN Julang Kota Bogor pembentukan motivasi dan disiplin tidak hanya bergantung pada faktor individu siswa, tetapi juga didukung oleh kebijakan dan budaya sekolah. Teknologi pendidikan saat ini juga memberikan peluang baru dalam mengembangkan motivasi dan disiplin belajar siswa. 16 Menyebutkan bahwa penggunaan media digital interaktif dalam pembelajaran dapat meningkatkan motivasi belajar karena menciptakan pengalaman belajar yang lebih menarik dan menantang. Siswa yang merasa tertarik dan terlibat aktif dalam pembelajaran berbasis teknologi cenderung menunjukkan perilaku disiplin yang lebih baik karena mereka menikmati proses belajar itu sendiri. Peran orang tua dan teman sebaya menjadi faktor pendukung eksternal yang tidak dapat 17 Menegaskan bahwa dukungan orang tua melalui pemantauan kegiatan belajar anak di rumah, serta dukungan teman sebaya di sekolah, berkontribusi dalam meningkatkan motivasi dan disiplin belajar siswa. Lingkungan sosial yang positif akan membantu anak merasa lebih percaya diri, termotivasi, dan berkomitmen dalam menjalani kewajibannya sebagai peserta didik. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian asosiatif untuk mengetahui pengaruh motivasi belajar terhadap kedisiplinan belajar siswa. Pendekatan kuantitatif dipilih karena memungkinkan pengukuran fenomena secara objektif dengan instrumen yang 18 Penelitian asosiatif dipandang tepat karena bertujuan menjelaskan hubungan atau pengaruh antara dua variabel, dalam hal ini motivasi belajar sebagai variabel independen dan kedisiplinan belajar sebagai variabel dependen. Penelitian dilaksanakan pada semester genap tahun ajaran 2024/2025, tepatnya pada bulan Februari hingga April 2025. Lokasi penelitian adalah SDN Julang Kota Bogor, yang berlokasi di Kecamatan Tanah Sareal. Pemilihan lokasi ini didasarkan pada karakteristik sekolah yang memiliki keragaman latar belakang siswa dan tingkat motivasi serta kedisiplinan yang bervariasi. Pemilihan lokasi penelitian yang sesuai dengan permasalahan penelitian dapat meningkatkan validitas eksternal hasil penelitian. Ricky Firmansyah. AuThe Role of Educational Technology in Enhancing Student Motivation in the Digital Era Peran Teknologi Pendidikan Dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Mahasiswa Di Era Digital,Ay Jurnal Ilmiah Pendidikan Holistik(JIPH) . , https://doi. org/https://doi. org/10. 55927/jiph. Dzirlyfira Nurul Azzahfa. Mukhammad Bakhruddin, and Hayumuti. AuThe Influence of Peers on Student Proficiency in Elementary School,Ay TARDIB: Jurnal Pendidikan Agama Islam 10, no. https://doi. org/https://doi. org/10. 19109/tadrib. Rahmat Hidayat and S. Lestari. Pengantar Metode Penelitian Pendidikan (Jakarta: Kencana Prenadamedia Group. , 2. Metode Penelitian Kuantitatif. Kualitatif. Dan R&D (Bandung: Penerbit Alfabeta. Al-Madrasah: Jurnal Ilmiah Pendidikan Madrasah Ibtidaiyah Vol. No. Januari - Maret 2026 Mursidah Rahmah. Adhistasya Mahiswara Ary Saputri. Kintani Diva Shalsabilla. Amar Tsani Ulin Nuha. Feby Indah Cahyani. Agung Rakhmad Kurniawan. Epon Nurlaela: Pengaruh Motivasi Belajar Terhadap Kedisiplinan Belajar Siswa Kelas VI SDN Julang Kota Bogor Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VI SDN Julang Kota Bogor yang berjumlah 74 siswa. Teknik sampling yang digunakan adalah total sampling, yaitu seluruh anggota populasi dijadikan sampel penelitian karena jumlahnya yang relatif kecil dan dapat dijangkau Teknik ini sesuai digunakan untuk populasi kecil agar hasilnya lebih representatif 20. Total sampling memungkinkan peneliti memperoleh data yang lengkap dan akurat terkait fenomena yang dikaji. Data dikumpulkan menggunakan angket tertutup dengan skala Likert empat pilihan jawaban, mulai dari AuSangat SetujuAy hingga AuTidak SetujuAy. Angket disusun berdasarkan indikator motivasi belajar dan kedisiplinan belajar. Instrumen diuji validitas dan reliabilitasnya sebelum digunakan, untuk memastikan kelayakan alat ukur. Variabel motivasi belajar mencakup dimensi orientasi tujuan, ketekunan, dan rasa percaya diri, sedangkan variabel kedisiplinan belajar mencakup indikator kehadiran, kepatuhan terhadap aturan, dan manajemen waktu. Analisis data dilakukan melalui statistik deskriptif dan inferensial menggunakan bantuan perangkat lunak SPSS. Statistik deskriptif digunakan untuk mendeskripsikan distribusi data, sedangkan uji regresi linear sederhana digunakan untuk menguji pengaruh motivasi belajar terhadap kedisiplinan belajar siswa. Sebelum regresi dilakukan, uji asumsi klasik seperti normalitas, linearitas, dan homogenitas varians diuji terlebih dahulu untuk memastikan validitas model 22 Hasil analisis diharapkan dapat memberikan gambaran hubungan antara motivasi belajar dan kedisiplinan belajar secara lebih objektif dan terukur. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Penelitian Sub bahasan ini menyajikan hasil penelitian mengenai pengaruh motivasi belajar terhadap kedisiplinan belajar siswa kelas VI di SDN Julang Kota Bogor. Data yang diperoleh melalui instrumen angket dan observasi dianalisis secara kuantitatif untuk mengetahui hubungan antara tingkat motivasi dan perilaku disiplin siswa dalam konteks pembelajaran. Penyajian hasil mencakup deskripsi data motivasi belajar, deskripsi data kedisiplinan belajar, serta hasil analisis regresi yang digunakan untuk menguji pengaruh antara kedua variabel tersebut. Hasil penelitian ini diharapkan mampu memberikan gambaran empiris mengenai bagaimana motivasi belajar siswa berkontribusi terhadap pembentukan karakter disiplin dalam proses pembelajaran. Selain itu, temuan ini menjadi dasar penting bagi pihak sekolah dan guru Suharsimi Arikunto. Prosedur Penelitian: Suatu Pendekatan Praktik (Edisi Revis. (Jakarta: Rineka Cipta, 2. Aurelya Purba And Amin. AuHubungan Kedisiplinan Dengan Prestasi Belajar Siswa. Ay Imam Ghozali. Aplikasi Analisis Multivariate Dengan Program IBM SPSS 25 (Semarang: Badan Penerbit Universitas Diponegoro, 2. Al-Madrasah: Jurnal Ilmiah Pendidikan Madrasah Ibtidaiyah Vol. No. Januari - Maret 2026 Mursidah Rahmah. Adhistasya Mahiswara Ary Saputri. Kintani Diva Shalsabilla. Amar Tsani Ulin Nuha. Feby Indah Cahyani. Agung Rakhmad Kurniawan. Epon Nurlaela: Pengaruh Motivasi Belajar Terhadap Kedisiplinan Belajar Siswa Kelas VI SDN Julang Kota Bogor dalam merancang strategi peningkatan mutu pendidikan, khususnya dalam mengintegrasikan aspek motivasional sebagai bagian dari pembinaan kedisiplinan belajar siswa secara berkelanjutan. Uji Statistik Deskriptif Untuk memperoleh gambaran umum yang lebih komprehensif mengenai data penelitian yang telah dikumpulkan, dilakukan analisis statistik deskriptif terhadap kedua variabel utama yang diteliti, yaitu motivasi belajar dan kedisiplinan belajar siswa. Uji statistik deskriptif ini bertujuan untuk mengetahui distribusi data, nilai rata-rata . , standar deviasi, nilai maksimum dan minimum, serta kecenderungan umum dari masing-masing variabel, sehingga dapat memberikan pemahaman awal yang mendalam tentang kondisi motivasi dan disiplin belajar siswa kelas VI di SDN Julang Kota Bogor sebelum dilakukan analisis lebih lanjut. Tabel 1. Statistik Deskriptif Variabel Penelitian Statistik Motivasi Belajar Kedisiplinan Belajar Minimum Maksimum Rata-rata (Mea. 78,12 80,45 Simpangan Baku 7,65 8,24 Berdasarkan Tabel 1. hasil analisis statistik deskriptif, diketahui bahwa jumlah responden dalam penelitian ini adalah 75 siswa. Nilai minimum motivasi belajar siswa adalah 60, sedangkan nilai maksimumnya mencapai 96. Rata-rata motivasi belajar siswa berada pada angka 78,12 dengan simpangan baku sebesar 7,65. Hal ini menunjukkan bahwa secara umum tingkat motivasi belajar siswa berada dalam kategori sedang hingga tinggi, dengan sebaran nilai yang relatif merata dan tidak terlalu menyimpang dari rata-rata. Artinya, sebagian besar siswa memiliki dorongan belajar yang cukup baik dalam mengikuti kegiatan pembelajaran di kelas. Sementara itu, untuk variabel kedisiplinan belajar, nilai minimum yang diperoleh adalah 58 dan nilai maksimum mencapai 98, dengan rata-rata sebesar 80,45 dan simpangan baku 8,24. Rata-rata kedisiplinan belajar siswa ini lebih tinggi dibandingkan dengan motivasi belajar, yang mengindikasikan bahwa siswa pada umumnya menunjukkan kepatuhan terhadap aturan dan tanggung jawab dalam belajar. Simpangan baku yang cukup kecil juga mengindikasikan bahwa data kedisiplinan tersebar secara konsisten di sekitar rata-rata. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa baik motivasi maupun kedisiplinan belajar siswa berada pada tingkat yang cukup baik dan cenderung stabil dalam kelompok yang diteliti. Al-Madrasah: Jurnal Ilmiah Pendidikan Madrasah Ibtidaiyah Vol. No. Januari - Maret 2026 Mursidah Rahmah. Adhistasya Mahiswara Ary Saputri. Kintani Diva Shalsabilla. Amar Tsani Ulin Nuha. Feby Indah Cahyani. Agung Rakhmad Kurniawan. Epon Nurlaela: Pengaruh Motivasi Belajar Terhadap Kedisiplinan Belajar Siswa Kelas VI SDN Julang Kota Bogor Uji normalitas Uji normalitas dilakukan dengan menggunakan uji Kolmogorov-Smirnov sebagai salah satu metode statistik yang bertujuan untuk mengetahui apakah data dalam penelitian ini berdistribusi normal atau tidak. Pengujian ini sangat penting dilakukan sebagai langkah awal sebelum melanjutkan ke analisis inferensial, seperti uji regresi atau korelasi, yang mensyaratkan data harus berdistribusi normal agar hasil analisis valid dan dapat diinterpretasikan dengan tepat. Melalui uji Kolmogorov-Smirnov, nilai signifikansi . -valu. dari masing-masing variabel akan dibandingkan dengan nilai alpha () sebesar 0,05. Jika nilai signifikansi lebih besar dari 0,05, maka data dianggap berdistribusi normal. Dengan demikian, hasil dari uji ini akan menjadi dasar dalam menentukan pendekatan statistik lanjutan yang digunakan dalam penelitian untuk menganalisis pengaruh motivasi belajar terhadap kedisiplinan belajar siswa. Tabel 2. Uji Normalitas Kolmogrov-Smirnov Variabel Kolmogorov-Smirnov Z Sig. (Asymp. Sig. 2-taile. Motivasi Belajar 0,745 0,638 Kedisiplinan Belajar 0,687 0,731 Berdasarkan hasil uji Kolmogorov-Smirnov, diperoleh bahwa nilai signifikansi untuk kedua variabel, yaitu motivasi belajar dan kedisiplinan belajar, berada di atas angka 0,05 . > 0,. Hal ini menunjukkan bahwa data dari kedua variabel tersebut berdistribusi normal. Interpretasi ini sejalan dengan pendapat Ghozali yang menyatakan bahwa apabila nilai signifikansi uji normalitas lebih besar dari 0,05, maka data dapat dianggap mengikuti distribusi Distribusi normal ini penting karena menjadi salah satu syarat dalam analisis statistik parametrik, seperti uji regresi linier sederhana yang akan digunakan dalam penelitian ini. Dengan data yang berdistribusi normal, maka asumsi dasar untuk melakukan analisis lebih lanjut telah terpenuhi, sehingga hasil analisis yang diperoleh dapat dipercaya dan memiliki validitas statistik yang memadai. Normalitas distribusi juga mengindikasikan bahwa respon siswa terhadap instrumen penelitian cukup homogen dan tidak menunjukkan adanya penyimpangan ekstrem dalam pola jawaban. Uji Linieritas Uji linearitas digunakan untuk mengetahui apakah terdapat hubungan yang bersifat linear antara variabel motivasi belajar sebagai variabel independen dan kedisiplinan belajar Ghozali . Al-Madrasah: Jurnal Ilmiah Pendidikan Madrasah Ibtidaiyah Vol. No. Januari - Maret 2026 Mursidah Rahmah. Adhistasya Mahiswara Ary Saputri. Kintani Diva Shalsabilla. Amar Tsani Ulin Nuha. Feby Indah Cahyani. Agung Rakhmad Kurniawan. Epon Nurlaela: Pengaruh Motivasi Belajar Terhadap Kedisiplinan Belajar Siswa Kelas VI SDN Julang Kota Bogor sebagai variabel dependen pada siswa. Pengujian ini penting dilakukan karena analisis regresi yang akan digunakan dalam penelitian mensyaratkan adanya hubungan linear antara kedua variabel agar hasil analisis dapat diinterpretasikan secara valid. Hubungan linear menunjukkan bahwa perubahan pada variabel motivasi belajar akan diikuti oleh perubahan yang proporsional pada variabel kedisiplinan belajar, baik meningkat maupun menurun. Dalam konteks penelitian ini, uji linearitas dilakukan untuk memastikan bahwa model yang dibangun mencerminkan hubungan yang sesungguhnya antara kedua variabel. Jika hasil uji menunjukkan bahwa hubungan antara motivasi belajar dan kedisiplinan belajar bersifat linear, maka analisis regresi dapat diterapkan dengan tepat. Sebaliknya, jika hubungan tidak linear, maka model analisis harus disesuaikan dengan pendekatan lain. Oleh karena itu, uji linearitas menjadi langkah krusial dalam menjamin keakuratan model statistik yang digunakan untuk menggambarkan pengaruh motivasi belajar terhadap kedisiplinan siswa kelas VI di SDN Julang Kota Bogor. Tabel 3. Uji Linieritas Sumber Variasi Sig. Deviation from Linearity 1,162 0,324 Berdasarkan hasil yang ditunjukkan pada Tabel 3, nilai signifikansi sebesar 0,324 lebih besar dari 0,05 . ,324 > 0,. , yang mengindikasikan bahwa tidak terdapat deviasi atau penyimpangan dari linearitas. Dengan kata lain, hubungan antara variabel motivasi belajar dan kedisiplinan belajar siswa berada dalam pola yang linear, sehingga dapat diasumsikan bahwa peningkatan pada motivasi belajar akan diikuti oleh peningkatan pada kedisiplinan belajar secara searah dan proporsional. Hasil ini mendukung asumsi dasar dalam analisis regresi linier, di mana hubungan antar variabel harus bersifat linear agar model yang digunakan relevan dan interpretasi hasilnya Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa model analisis yang digunakan dalam penelitian ini layak diterapkan untuk menguji pengaruh motivasi belajar terhadap kedisiplinan belajar siswa kelas VI di SDN Julang, dan bahwa motivasi belajar memiliki potensi sebagai prediktor terhadap perilaku disiplin dalam konteks pembelajaran. Uji Homogenitas Uji homogenitas dilakukan untuk mengetahui apakah data yang dianalisis berasal dari populasi yang memiliki varians yang sama, yang merupakan salah satu prasyarat dalam analisis statistik parametrik seperti regresi linier. Dalam konteks penelitian ini, uji homogenitas bertujuan memastikan bahwa variabel motivasi belajar dan kedisiplinan belajar siswa memiliki Al-Madrasah: Jurnal Ilmiah Pendidikan Madrasah Ibtidaiyah Vol. No. Januari - Maret 2026 Mursidah Rahmah. Adhistasya Mahiswara Ary Saputri. Kintani Diva Shalsabilla. Amar Tsani Ulin Nuha. Feby Indah Cahyani. Agung Rakhmad Kurniawan. Epon Nurlaela: Pengaruh Motivasi Belajar Terhadap Kedisiplinan Belajar Siswa Kelas VI SDN Julang Kota Bogor sebaran data yang seragam, sehingga hubungan yang dianalisis tidak dipengaruhi oleh perbedaan varians antar kelompok. Jika hasil uji menunjukkan varians yang homogen, maka analisis dapat dilanjutkan dengan asumsi bahwa model yang digunakan valid dan dapat merepresentasikan kondisi sebenarnya secara akurat. Tabel 3. Uji Homogenitas Variabel Levene Statistic Sig. Motivasi Belajar Ie Kedisiplinan Belajar 0,292 Nilai signifikansi sebesar 0,292 yang diperoleh dari uji homogenitas lebih besar dari 0,05 . ,292 > 0,. , yang berarti bahwa varians data dari variabel motivasi belajar dan kedisiplinan belajar adalah homogen atau seragam. Dengan demikian, tidak terdapat perbedaan signifikan dalam sebaran data antar kelompok, yang mengindikasikan bahwa data berasal dari populasi dengan varians yang sama. Homogenitas varians ini penting karena menunjukkan bahwa data memenuhi salah satu asumsi dasar dalam analisis statistik parametrik, khususnya uji regresi linier. Hasil ini memberikan landasan yang kuat untuk melanjutkan analisis ke tahap berikutnya, yaitu pengujian regresi untuk melihat pengaruh motivasi belajar terhadap kedisiplinan belajar siswa. Data yang homogen memastikan bahwa model analisis yang digunakan tidak akan bias akibat perbedaan varians, sehingga hasil uji regresi dapat diinterpretasikan secara valid dan reliabel. Oleh karena itu, uji homogenitas ini berperan penting dalam memastikan bahwa analisis yang dilakukan didasarkan pada data yang memenuhi syaratsyarat statistik yang diperlukan. Uji Regresi Berganda Untuk mengetahui sejauh mana pengaruh motivasi belajar terhadap kedisiplinan belajar siswa, dilakukan analisis regresi linear sederhana sebagai metode statistik yang tepat untuk menganalisis hubungan antara satu variabel independen dan satu variabel dependen. Dalam hal ini, motivasi belajar berperan sebagai variabel independen (X), sedangkan kedisiplinan belajar sebagai variabel dependen (Y). Analisis regresi linear sederhana bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh yang signifikan antara kedua variabel tersebut, serta seberapa besar kontribusi motivasi belajar dalam menjelaskan variasi yang terjadi pada kedisiplinan belajar siswa kelas VI di SDN Julang Kota Bogor. Al-Madrasah: Jurnal Ilmiah Pendidikan Madrasah Ibtidaiyah Vol. No. Januari - Maret 2026 Mursidah Rahmah. Adhistasya Mahiswara Ary Saputri. Kintani Diva Shalsabilla. Amar Tsani Ulin Nuha. Feby Indah Cahyani. Agung Rakhmad Kurniawan. Epon Nurlaela: Pengaruh Motivasi Belajar Terhadap Kedisiplinan Belajar Siswa Kelas VI SDN Julang Kota Bogor Tabel 4. Hasil Uji Regresi Sederhana Model Adjusted R2 Std. Error of the Estimate Motivasi Belajar Ie Kedisiplinan Belajar 0,674 0,454 0,447 6,11 Model ANOVA Sumber Regression Residual Total 61,23 Sig. 0,000 Model Unstandardized Coefficients Std. Error Sig. (Constan. 35,214 4,142 8,506 0,000 Motivasi Belajar 0,579 0,074 7,829 0,000 Nilai RA sebesar 0,454 menunjukkan bahwa motivasi belajar memberikan kontribusi sebesar 45,4% terhadap variasi atau perubahan yang terjadi pada kedisiplinan belajar siswa. Artinya, hampir setengah dari perilaku disiplin siswa dapat dijelaskan oleh tingkat motivasi belajar mereka, sementara sisanya . ,6%) dipengaruhi oleh faktor lain di luar variabel yang Hal ini menunjukkan bahwa motivasi belajar merupakan faktor yang cukup kuat dalam memengaruhi kedisiplinan siswa dalam konteks pembelajaran. Selain itu, nilai signifikansi sebesar 0,000 yang lebih kecil dari 0,05 menandakan bahwa model regresi yang digunakan dalam penelitian ini signifikan secara statistik. Dengan kata lain, terdapat hubungan yang nyata antara motivasi belajar dan kedisiplinan belajar, sehingga model ini layak digunakan untuk melakukan prediksi atau menjelaskan pengaruh motivasi terhadap kedisiplinan siswa. Hasil ini memperkuat dugaan bahwa peningkatan motivasi belajar dapat berdampak positif terhadap peningkatan kedisiplinan siswa di sekolah dasar. KESIMPULAN Berdasarkan hasil analisis regresi linear sederhana, diketahui bahwa motivasi belajar berpengaruh secara signifikan terhadap kedisiplinan belajar siswa kelas VI di SDN Julang Kota Bogor. Hal ini ditunjukkan oleh nilai koefisien determinasi (RA) sebesar 0,454 yang mengindikasikan bahwa sebesar 45,4% variasi dalam kedisiplinan belajar siswa dapat dijelaskan oleh variabel motivasi belajar, sementara sisanya dipengaruhi oleh faktor lain di luar penelitian. Selain itu, nilai signifikansi sebesar 0,000 . < 0,. menunjukkan bahwa model regresi yang digunakan dalam penelitian ini valid dan signifikan secara statistik. Dengan demikian, dapat Al-Madrasah: Jurnal Ilmiah Pendidikan Madrasah Ibtidaiyah Vol. No. Januari - Maret 2026 Mursidah Rahmah. Adhistasya Mahiswara Ary Saputri. Kintani Diva Shalsabilla. Amar Tsani Ulin Nuha. Feby Indah Cahyani. Agung Rakhmad Kurniawan. Epon Nurlaela: Pengaruh Motivasi Belajar Terhadap Kedisiplinan Belajar Siswa Kelas VI SDN Julang Kota Bogor disimpulkan bahwa peningkatan motivasi belajar siswa berkorelasi positif dengan peningkatan tingkat kedisiplinan belajar. Temuan ini menegaskan bahwa motivasi belajar merupakan faktor determinan yang memiliki kontribusi penting dalam membentuk perilaku disiplin peserta didik pada jenjang pendidikan dasar. DAFTAR PUSTAKA