COGNITIVE: JURNAL PENDIDIKAN DAN PEMBELAJARAN http://ejournal. org/index. php/cognitive ISSN: 3026-1686 (Onlin. HUBUNGAN EKONOMI KELUARGA TERHADAP PERENCANAAN KARIR SISWA KELAS XI SMAN 15 PALEMBANG Indri Titis Fitria1*. Sigit Dwi Sucipto2 1, 2 Universitas Sriwijaya. Indonesia *indritf0202@gmail. Keywords Abstract Economic ips, career When a student is a teenager, making career plans is quite confusing and challenging, because before making a career decision there are many things that should be considered, because career planning is influenced by several factors, one of which is the family economy. This research uses a quantitative approach with a correlation method which aims to determine the relationship between family economics and career planning for SMA Negeri 15 Palembang students. Data collection was distributed using a Google form which was distributed to 74 respondents as research samples. The data analysis technique uses the Pearson product moment formula. The results of the correlation coefficient above obtained an r value of 0. 231, then to find the r table based on a sample of 74 people with a significance level of 5%, we obtained 0. 192 as the r table value. Based on these results it can be concluded that accept H1 or reject H0, or there is a relationship between family economic variables and career planning in the low category and in the same direction, meaning that if the family economic level is high, then the student's career planning is also high, conversely if the family economic level is low then career planning students are also low. Kata Kunci Abstrak Ekonomi. Hubungan. Perencanaan Usia seorang siswa yang beranjak remaja membuat perencanaan pada karir merupakan hal yang cukup membingungkan serta menantang,karena sebelum membuat keputusan terhadap karir banyak hal yang patut dipertimbangkan, karena pada perencanaan karir dipengaruhi oleh beberapa faktor salah satunya ekonomi keluarga. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode korelasi yang bertujuan untuk mengetahui hubungan antara ekonomi keluarga terhadap perencanaan karir siswa SMA Negeri 15 Palembang, pengumpulan data disebar menggunakan google form yang disebarkan kepada 74 responden sebagai sample penelitian. Tekhnik analisis data menggunakan rumus pearson product moment. hasil koefisien korelasi diatas diperoleh nilai rhitung sebesar 0,231 kemudian untuk mencari rtabel berdasarkan sample sebanyak 74 orang dengan taraf signifikasi 5% maka didapatkan 0,192 sebagai nilai Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa terima H1 atau tolak H0 , atau ada hubungan antara variabel ekonomi keluarga dan perencanaan karir dalam kategori rendah dan searah artinya apabila tingkat ekonomi keluarga tinggi, maka perencanaan karir siswa juga tinggi, sebaliknya bila tingkat ekonomi keluarga rendah maka perencanaan karir siswa juga rendah. ACognitive: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran is licensed under a Creative Commons Attribution 4. International License. 19 COGNITIVE: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran. Vol. No. 1 (April, 2. PENDAHULUAN Banyak hal yang mempengaruhi dan menjadi penghambat peningkatan kualitas sumber daya manusia. Kendala yang dimaksud adalah adanya kondisi yang sangat ironis bahkan kontradiktif dalam dunia pendidikan kita, kondisi kontradiktif tersebut berarti terjadi ketidakseimbangan antara harapan dan kenyataan. masyarakat tidak dapat disebut seimbang. Menurut data dari Badan pusat statistik, . , tingginya angka buta aksara di Indonesia masih tinggi di beberapa wilayah,salah satunya di Sumatra Selatan, di usia 15-44 tahun persentasenya 1,35 % dan pada usia 45 tahun keatas persentasenya 3,28 % hal ini disebabkan faktor kemiskinan yang semakin meningkat dan persepsi yang salah tentang pentingnya pendidikan oleh masyarakat Indonesia menyebabkan masyarakat miskin tidak lagi memprioritaskan pendidikan anaknya. Anak di Indonesia banyak mengalami putus sekolah dan tidak dapat lagi bersekolah karena masalah yang berkaitan dengan status sosial ekonomi keluarganya. Orang tua adalah sosok yang sangat berpengaruh untuk membentuk kepribadian anak, oleh karnanya orangtua diharapkan bisa membimbing, mendukung, dan memantau perkembangan anak-anak mereka untuk lebih ke arah yang positif karena pendidikan awal anak didapat pertama kali dari ibu nya sebagaimana seorang ibu ialah madrasah utama bagi seorang anak (Ii and Pustaka 2. Mahmud. et al. , . menyatakan dalam upaya meneruskan generasi yang memiliki kualitas , diperlukan usaha keras. Konsistensi, kesinambungan orang tua siswa dalam pelaksanaan tugas mengasuh, membesarkan, dan mendidik anak yang dilahirkan dan mendampingi sampai anak tersebut dewasa atau dapat berdiri sendiri, dimana tugas ini adalah tanggung jawab orang tua. Oleh sebab itu pendidikan anak serta perencanaan karirnya ke depan harus mendapat dukungan baik material dan moril agar anak dapat mencapai cita cita sesuai yang ia harapkan, namun kebanyakan orang tua terkait erat dengan situasi keuangan, hal ini menjadi indikator terpenting dari kelangsungan pendidikan anak. Misalnya salah satu faktor yang menghambat anak untuk melanjutkan pendidikan yaitu status sosial ekonomi orang tua. Menurut Anggraeni E, . tingkat ekonomi keluarga bisa dilihat dari beberapa faktor yaitu : pendidikan , pendapatan orangtua, kekuasaan atau jabatan yang dimiliki orangtua, serta kepemilikan barang beharga. Fitria dan Sucipto Ae Hubungan Ekonomi Keluarga 20 COGNITIVE: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran. Vol. No. 1 (April, 2. Status sosial ekonomi sangat berdampak bagi pendidikan peserta didik, status sosial dalam bahasa inggris terdapat dua kata yaitu society asal kata nya dari socius yang artinya teman/kawan. Lalu sosial yang artinya masyarakat, jadi status sosial merupakan keadaan didalam masyarakat yang bisa mengalami perubahan atau perkembangan melalui proses sosial yang terjadi akibat interaksi sosial. Menurut Soekanto dan Sulistiowati, . ada beberapa hal yang biasa dipakai untuk menggolongkan anggota masyarakat/keluarga ke dalam suatu lapisan. Ukuran kekayaan, lapisan masyarakat teratas merupakan yang memiliki kekayaan paling banyak. Ukuran kekuasaan, barangsiapa memiliki kekuasaan atau memiliki wewenang terbesar menempati lapisan atas. Ukuran kehormatan, orang tua yang paling disegani memiliki tempat teratas, ukuran ini terlepas dari jumlah kekayaan dan kekuasaan. Hal ini banyak dijumpai dalam masyarakat tradisional. Biasanya adalah orang tua, dan yang pernah berjasa. Ukuran ilmu pengetahuan. Ilmu pengetahuan sebagai ukuran dipakai oleh masyarakat yang menghargai ilmu pengetahuan. Tetapi kadang-kadang menyebabkan terjadinya akibat negatif karena bukan mutu ilmu yang dijadikan ukuran tetapi gelar akademik. Menurut proses perkembangannya status sosial dibedakan menjadi 2 macam yaitu status yang diperoleh dari garis keturunan misalnya contoh seorang laki laki ditakdirkan memiliki status yang berbeda dengan perempuan, namun emansipasi telah berkembang baik di dari segi pendidikan, politik, pekerjaan maupun jabatan. Perempuan berkedudukan sama dengan laki laki namun perempuan tidak akan bisa menyamai laki laki dalam segi fisik maupun biologisnya. Lalu status yang diperoleh dari usaha yang dilakukan misalnya contoh status yang diperoleh oleh kerja keras dan interaksi sosial yang baik, misalnya seseorang menekuni pekerjaan nya selama beberapa lama dan mengerjakan pekerjaan dengan baik, lalu seseorang tersebut bisa mendapatkan jabatan tertinggi di suatu perusahaan oleh sebab ketekunan atau usaha yang ia lakukan. Oleh sebab itu, status sosial ekonomi yang dimiliki oleh seseorang baik tinggi atau rendahnya status tersebut didasarkan pada kedudukan yang diperolehnya dalam suatu masyarakat yang didasarkan oleh kepemilikan materi yang dapat dilihat dari status sosial ekonomi Fitria dan Sucipto Ae Hubungan Ekonomi Keluarga 21 COGNITIVE: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran. Vol. No. 1 (April, 2. yang dimiliki individu tersebut, jadi kondisi ekonomi keluarga memiliki unsur yang sangat penting demi keberlangsungan pendidikan seseorang . Menurut penelitian Febriani et al. , . Tingkat ekonomi orangtua siswa di SMAN 1 Sitiung berada pada kategori sangat tinggi jadi tidak terdapat hubungan tingkat ekonomi keluarga dengan perencanaan karir. Namun sejalan dengan penelitian sebelumnya juga dari Wati et al. , . Terdapat hubungan ekonomi keluarga terhadap perencanaan karir siswa karena situasi sosial ekonomi orang tua tentu mempengaruhi perkembangan anak. Dalam hal ini anak yang kebutuhan nya tidak tercukupi dengan baik serta terjamin maka akan sulit mengembangkan berbagai keterampilan yang ada di dirinya karena terbatasnya fasilitas yang dimilikinya. Namun sebaliknya, jika sarana dan prasarana terjamin dan jika fasilitas yang diberikan oleh orang tua sudah cukup, maka akan memudahkan siswa untuk membuat dan merencanakan perencanaan karirnya. Pada dasarnya status sosial ekonomi keluarga merupakan faktor yang paling penting. Dalam merencanakan karir bagi seorang anak, setiap anak mempunyai cita-cita, bakat dan minat, sehingga anak akan lebih cerdas dalam memilih dan menentukan karirnya sekaligus dapat menyesuaikan diri secara penuh dengan karirnya. Anak juga bisa menyesuaikan kondisi ekonomi keluarganya dalam proses seleksi karirnya nanti. Sejalan dengan teori Donald Super dalam buku Educational psychology karya (John W. Santrock 2. , bahwa yang mempengaruhi perencanaan atau pemilihan karir salah satunya yaitu kondisi ekonomi keluarga. Perencanaan karir sangat penting bagi siswa, terutama untuk mengembangkan sikap siswa dalam mengejar karir masa depan. Perencanaan karir merupakan proses untuk dapat mempersiapkan langkah dalam mewujudkan masa depan,perencanaan karir berfokus pada diri individu sehingga ia dapat memahami dan mengidentifikasitujuan karir yang diinginkan. Dikutip dari Innovation, . Perencanaan karir merupakan langkah yang dipilih seseorang dalam memilih tujuan karir dan jalur yang ditempuh untuk tujuan tersebut. di usia seorang siswa yang beranjak remaja membuat perencanaan pada karir merupakan yang cukup membingungkan menantang,karena sebelum membuat keputusan terhadap karir banyak hal yang patut dipertimbangkan, karena pada perencanaan karir dipengaruhi oleh beberapa faktor, bisa dari diri sendiri . atau dari pengaruh luar/lingkungan. , faktor dari internal bisa meliputi sikap mental, kepribadian, jenis kelamin, agama, bakat minat serta Fitria dan Sucipto Ae Hubungan Ekonomi Keluarga 22 COGNITIVE: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran. Vol. No. 1 (April, 2. pengetahuan terhadap diri sendiri dan faktor eksternal berasal dari tingkat ekonomi orangtua, pengaruh lingkungan serta kondisi sosial masyarakat. Dan pada saat studi pendahuluan yang dilakukan peneliti untuk memperoleh informasi terkait penelitian ini, di SMAN 15 pada 12 Juli 2023 dengan metode wawancara terhadap guru BK dan 4 siswa. Hasil yang diperoleh setelah mewawancarai guru BK bahwa di SMAN 15 memiliki program bimbingan karir kepada siswa untuk memberikan arahan tentang karir kedepannya peserta didik, lalu apabila bertentangan dengan keinginan nya peserta didik diajak berdiskusi dan disalurkan sesuai kebutuhan nya, namun fakta dilapangan masih banyak siswa yang kesulitan merencanakan dan memilih karirnya hal ini disebabkan oleh kondisi utama yaitu faktor ekonomi keluarga yang tidak tercukupi, tentunya keinginan dan keadaan tidak saling mendukung, lalu peneliti juga melaksanakan wawancara kepada 4 siswa, hasil yang didapat bahwa salah seorang siswa yaitu AL sudah memiliki cita-cita sejak kecil yaitu sebagai designer dan orangtuanya pun mendukung keinginannya, selanjutnya siswa NK masih mengalami kesulitan merencanakan dan memilih karir dikarnakan faktor eksternal yaitu peluang kerja yang sulit diperkirakan, selanjutnya siswa DP sulit merencanakan karir dikarnakan ia anak broken home yang kurang mendapat perhatian serta dukungan dalam pemilihan karirnya, lalu siswa ST sulit juga merencanakan karirnya dikarnakan masih bingung ingin bekerja atau melanjutkan kuliah hal ini tentunya disebabkan siswa DP memikirkan ekonomi keluarganya yang tidak tercukupi. Menurut ke 4 siswa tersebut juga faktor ekonomi ini menjadi hal yang penting untuk menunjang siswa dalam pemilihan karir nya serta motivasi dari orangtua juga sangat penting bagi karir kedepannya . Dari uraian latar belakang diatas, dapat ditarik kesimpulan bahwa ekonomi keluarga erat kaitannya dalam perencanaan dan pemilihan karir siswa. Ekonomi keluarga menjadi faktor penting dalam penunjang siswa untuk merencanakan dan memilih karir yang di inginkan. Ekonomi yang tinggi memudahkan siswa dalam merencanakan serta memilih karir mereka ke depannya. Sehingga peneliti mengambil judul AuHubungan Ekonomi Keluarga terhadap Pemilihan Karir siswa kelas XI SMAN 15 PalembangAy. Fitria dan Sucipto Ae Hubungan Ekonomi Keluarga 23 COGNITIVE: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran. Vol. No. 1 (April, 2. METODE Pada penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode kolerasional, tujuan pendekatan ini menurut (Yusuf 2. untuk menyelidiki hubungan suatu variabel dengan variabel lainnya berdasarkan koefisien korelasi. Penelitian pendekatan kuantitatif menggunakan data Aedata yang numerikal serta diolah menggunakan metode statistika. Dalam penelitian ini menggunakan teknik sampel acak . roportional random sampling ), populasi dalam penelitian ini ialah peserta didik kelas XI SMA Negeri 15 Palembang dengan jumlah kelas sebanyak 280 siswa agar seluruh kelas XI terwakilkan, maka dilakukanlah pemilihan secara acak menggunakan proportional random sampling didapatkan 74 sampel untuk penelitian ini. Pada penelitian ini peneliti menggunakan skala likert. Teknik pengelolahan data dalam penelitian ini ialah dengan menggunakan perhitungan SPSS. HASIL DAN PEMBAHASAN Penelitian ini dilaksanakan di SMAN 15 Palembang dilakukan sejak 13 November sampai 11 Desember 2023. Penelitian ini data yang dikumpulkan menggunakan skala likert. Dalam penelitian ini menggunakan dua variabel yakni Ekonomi keluarga dan Perencanaan karir , penelitian ini menggunakan sampel sebanyak 74 siswa dan instrumen yang dibagikan menggunakan google form. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui hubungan antara ekonomi keluarga terhadap perencanaan karir siswa kelas XI SMA Negeri 15 Palembang . Berdasarkan hasil koefisien korelasi diatas diperoleh nilai rhitung sebesar 0,231 kemudian untuk mencari rtabel berdasarkan sample sebanyak 74 orang dengan taraf signifikasi 5% maka didapatkan 0,192 sebagai nilai rtabel . Berdasarkan hasil tersebut artinya terima H1 atau tolak H0 , atau ada hubungan antara variabel ekonomi keluarga dan perencanaan karir. Berdasarkan analisis deskriptif secara empirik dari skala ekonomi keluarga bahwa siswa kelas XI SMA Negeri 15 Palembang memiliki perekonomian pada tingkat sedang yaitu 39% dengan total 29 siswa, lalu 8,1% dengan total 6 siswa ekonomi keluarga sangat rendah, lalu 20% dengan total 15 siswa ekonomi keluarganya rendah, lalu 23% dengan total 17 siswa ekonomi keluarganya tinggi, dan 9,5% dengan total 7 siswa ekonomi keluarganya sangat tinggi. Artinya lebih banyak siswa kelas XI SMA Negeri 15 Palembang menjawab ekonomi keluarga dengan kategori sedang. Sedangkan dari skala perencanaan karir dapat dilihat bahwa didapatkan hasil sejumlah 74 Fitria dan Sucipto Ae Hubungan Ekonomi Keluarga 24 COGNITIVE: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran. Vol. No. 1 (April, 2. responden yang diteliti didapatkan hasil sejumlah 2,7% dengan total 2 siswa Perencanaan karir sangat rendah, lalu 31% dengan total 23 siswa perencanaan karir, lalu 30% dengan total 22 siswa perencanaan karir sedang, lalu 32% dengan total 24 siswa perencanaan karir tinggi, dan 4% dengan total 3 siswa perencanaan karir sangat tinggi, artinya siswa memiliki perencanaan karir di tingkat tinggi. Dapat disimpulkan bahwa siswa kelas XI SMA Negeri 15 Palembang memiliki ekonomi keluarga dan perencanaan karir pada tingkat sedang. Status sosial ekonomi keluarga merupakan faktor yang paling penting, dalam merencanakan karir bagi seorang anak, setiap anak mempunyai cita-cita, bakat dan minat, sehingga anak akan lebih cerdas dalam memilih dan menentukan karirnya sekaligus dapat menyesuaikan diri secara penuh dengan karirnya, di usia seorang siswa yang beranjak remaja membuat perencanaan pada karir merupakan hal yang cukup membingungkan serta menantang, karena sebelum membuat keputusan terhadap karir banyak hal yang patut dipertimbangkan, karena pada pemilihan karir dipengaruhi oleh beberapa faktor salah satunya ekonomi keluarga. Berdasarkan penjelasan di atas dapat dilihat bahwa ekonomi keluarga dan perencanaan karir memiliki hubungan , hal ini dibuktikan dengan adanya korelasi antara dua variabel yaitu 0,231, korelasi berada pada rentang rendah . ,20-0,. Dengan demikian memang ada hubungan ekonomi keluarga terhadap perencanaan karir siswa, hal ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh (Wati et al. terdapat hubungan antara ekonomi keluarga terhadap perencanaan karir dengan hasil uji korelasi menunjukkan nilai sebesar 0,386 yang artinya memiliki hubungan terhadap ekonomi keluarga dan perencanaan karir. Hasil dari penelitian ini mendapatkan hasil yang berkorelasi yang mendapatkan nilai 0,231 dan berarah positif, artinya ada 0,769 faktor lain yang mempengaruhi perencanaan karir selain ekonomi keluarga . Hal ini sejalan dengan pendapat W. Winkel dan M. Sri Hastuti, . faktor yang mempengaruhi perencanaan karir bisa dari diri sendiri . atau dari pengaruh luar/lingkungan( eksterna. , faktor dari internal bisa meliputi sikap mental, kepribadian , jenis kelamin, agama, bakat minat serta pengetahuan terhadap diri sendiri dan faktor eksternal berasal dari tingkat ekonomi orangtua, pengaruh lingkungan serta kondisi sosial masyarakat. Hasil penelitian yang dilakukan peneliti pada studi pendahuluan bahwasanya Fitria dan Sucipto Ae Hubungan Ekonomi Keluarga 25 COGNITIVE: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran. Vol. No. 1 (April, 2. siswa SMA Negeri 15 Palembang masih bingung dalam perencanaan karir nya dikarnakan memikirkan kendala kondisi ekonomi keluarga dan belum memiliki pondasi yang kuat dalam perencanaan karir yang akan ditempuh, hal ini tentunya diperlukan peran pihak sekolah, terutama guru Bimbingan dan Konseling. Hal ini sejalan dengan pendapat fenti hikmawati, . guru bimbingan dan konseling berperan dalam pemberian informasi dan pemahaman kepada siswa dalam merencanakan arah tujuan masa depan yang akan ditempuh oleh siswa sesuai yang mereka kehendaki atau citacitakan. Melalui peran guru bimbingan dan konseling diharapkan siswa bisa merencanakan karir dengan baik serta mempertimbangkan kondisi ekonomi keluarganya agar perencanaan karir berjalan seimbang dengan ekonomi keluarga. KESIMPULAN Hasil penelitian yang dilakukan oleh peneliti terhadap siswa kelas XI SMA Negeri 15 Palembang mendapatkan hasil data bahwa ada hubungan positif antara ekonomi keluarga terhadap perencanaan karir. Berdasarkan hasil koefisien korelasi diatas diperoleh nilai rhitung sebesar 0,231 kemudian untuk mencari rtabel berdasarkan sample sebanyak 74 orang dengan taraf signifikasi 5% maka didapatkan 0,192 sebagai nilai rtabel. Berdasarkan hasil tersebut artinya terima H1 atau tolak H0, atau ada hubungan antara variabel ekonomi keluarga dan perencanaan karir. DAFTAR RUJUKAN Badan pusat statistik. AuPersentase Penduduk Buta Huruf (Perse. , 2020-2022. Ay Retrieved . ttps://w. id/indicator/28/102/1/persentasependuduk-buta-huruf. Elly Anggraeni. Khasan Setiaji. AuPENGARUH MEDIA SOSIAL DAN STATUS SOSIAL EKONOMI ORANG TUA TERHADAP PERILAKU KONSUMTIF MAHASISWA. Ay 7. :172Ae80. Febriani. Melisa. Besti Nora Dwi Putri. Citra Imelda Usman. Universitas PGRI Sumatera Barat. Jl Gn Pangilun. Gn Pangilun. Kec Padang Utara. Kota Padang, and Sumatera Barat. AuHubungan Tingkat Ekonomi Orang Tua Dengan Pemilihan Arah Karir Peserta Didik Di SMA Negeri 1 Sitiung. Ay Journal on Education 05. :10871Ae80. fenti hikmawati. Bimbingan Dan Konseling. Jakarta: PT Raja Grafindo. Ii. , and Tinjauan Pustaka. AuNo Title. Ay 4Ae19. Innovation. Inspiring Creative. AuPerencanaan Karir. Ay John W. Santrock. Educational Psychology. Mahmud. Haji, 1962-. Heri Gunawan. Yuan Acitra, and Yuyun Yulianingsih. Pendidikan Agama Islam Dalam Keluarga. Jakarta: Akademia permata. Soekanto dan Sulistiowati. Sosiologi Suatu Pengantar. Jakarta: Rajawali pers. Fitria dan Sucipto Ae Hubungan Ekonomi Keluarga 26 COGNITIVE: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran. Vol. No. 1 (April, 2. Winkel dan M. Sri Hastuti. Bimbingan Dan Konseling Di Institusi Pendidikan. Media Abadi. Wati. Septi Anjar. Yessy Elita, and Ayu Herawati. AuHubungan Antara Konformitas Pertemanan Dan Status Sosial Ekonomi Orangtua Dengan Perencanaan Karier Siswa Smk Negeri 03 Kota Bengkulu. Ay Triadik 19. :1Ae10. doi: 10. 33369/triadik. Yusuf. Muri. Metode Penelitian Kuantitatif,Kualitatif,Dan Penelitian Gabungan. Jakarta: Prenada media. Fitria dan Sucipto Ae Hubungan Ekonomi Keluarga