Triputri Sigiro1. Warisman Sinaga2. Flansius Tampubolon3 Kompetensi Universitas Balikpapan TINDAK TUTUR SEBAGAI STRATEGI KOMUNIKASI DALAM ADAT PRA-NIKAH PATAMPEI PARSAHAPAN SUKU SIMALUNGUN Triputri Sigiro1. Warisman Sinaga2. Flansius Tampubolon3 Universitas Sumatera Utara1,2,3 pos-el: triputrisigiro00@gmail. com1, warisman@usu. id2, flansius@usu. ABSTRAK Kurangnya pemahaman generasi muda tentang adat istiadat terutama adat patampei parsahapan maka diperlukannya dokumentasi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan adat patampei parsahapan, menjelaskan tentang penuturnya, menganalisis tindak tuturnya, dan menjelaskan fungsi tindak tutur pada adat patampei parsahapan suku Simalungun. Teori tindak tutur sesuai digunakan untuk penelitian ini. Teori Austin dan Searle dipilih dan digunakan dalam penelitian Austin membagi tindak tutur menjadi tiga yaitu: tindak tutur lokusi, tindak tutur ilokusi, dan tindak tutur perlokusi. Searle membedakan tindak tutur ilokusi berdasarkan fungsinya menjadi lima yaitu: tindak tutur representatif, direktif, ekspresif, komisif, dan deklarasi. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Teknik pengambilan data yaitu metode kepustakaan dan tenik wawancara. Data yang diperoleh lalu di analisis yaitu mulai dari penerjemahan tuturan dari Bahasa Simalungun ke Bahasa Indonesia. Mengeliminasi data yang tidak relevan. Mengklasifikasikan data. Data dianalisis berdasarkan jenis dan fungsinya. Membuat kesimpulan dari penelitian. Dari penelitian ini dapat ditemukan sebagai berikut: adat patampei parsahapan adalah perkenalan secara resmi kedua keluarga belah pihak, membahas mengenai jumlah partadingan, lokasi dan waktu pesta, jumlah hiou, dan lain sebagainya. Pada patampei parsahapan ini anak boru jabu, anak boru sanina dari pihak paranak dan parboru, tulang dari pengantin perempuan, tokoh adat turut memberikan tuturan. Tindak tutur lokusi, ilokusi, dan perlokusi ditemukan dalam adat patampei parsahapan. Terdapat empat fungsi tindak tutur yaitu tindak tutur representatif, direktif, komisif, dan ekspresif. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi sebagai dasar pertimbangan, pendukung dan sumbangan pemikiran kepada masyarakat mengenai tindak tutur pada adat patampei parsahapan. Kata kunci: Tindak tutur, patampei, parsahapan. Simalungun ABSTRACT The lack of understanding of the younger generation about customs, especially patampei parsahapan customs, requires documentation. This aims to describe the patampei parsahapan custom, explain the speakers, analyze the speech acts, and explain the function of speech acts in the Simalungun ethnic patampei parsahapan custom. The theory of speech acts is suitable for this Austin and Searle's theories were chosen and used in this research. Austin divides speech acts into three, namely: locutionary speech acts, illocutionary speech acts, and perlocutionary speech acts. Searle distinguishes illocutionary speech acts based on their functions into five namely: representative,directive, expressive, commissive, and declarative speech acts. This research uses descriptive qualitative method. The data collection techniques are library method and interview technique. The data obtained is then analyzed, starting from the translation of speech from Simalungun to Indonesian. Eliminating irrelevant data. Classifying the data. Data is analyzed based on its type and function. Drawing conclusions from the research. From this research can be found as follows: patampei parsahapan custom is the official introduction of both families, discussing the number of partadingan, the location and time of the party, the number of hiou, and so on. In this patampei parsahapan, anak boru jabu, anak boru sanina from the paranak and parboru side, the bones of the bride, traditional leaders also gave Locution, illocution, and perlocution speech acts are found in the patampei parsahapan Vol. No. Juni 2024 Triputri Sigiro1. Warisman Sinaga2. Flansius Tampubolon3 Kompetensi Universitas Balikpapan There are four speech act functions, namely representative, directive, commissive, and expressive speech acts. This research is expected to provide information as a basis for consideration, support and contribution of thought to the community regarding speech acts in the patampei parsahapan custom. Keywords: Speech acts, patampei, parsahapan. Simalungun. PENDAHULUAN Suku Simalungun adalah salah satu subsuku Batak yang memiliki bahasa, budaya, pakaian tradisional, dan adatistiadat sendiri. Bahasa adalah sistem lambang bunyi yang arbiter yang digunakan oleh para anggota kelompok berkomunikasi, dan mengidentifikasi diri (Abdul Chaer, 2007:. Suku Simalungun juga memiliki bahasa daerahnya sendiri yang menjadi bahasa sehari-hari dan digunakan sebagai Selain bahasa, suku Simalungun juga memiliki struktur sosial yang khas. Melville J. Herskovits (Agustono,et. menyatakan bahwa struktur sosial adalah pranata yang menentukan posisi laki-laki dan perempuan dalam masyarakat dan menyalurkan hubungan pribadi mereka. Suku Simalungun menganut sistem marga patrilineal atau mengikuti marga laki-laki dan memiliki empat rumpun marga yaitu Sinaga. Saragih. Damanik, dan Purba. Struktur sosial pada suku Simalungun dikenal dengan tolu sahundulan, lima saodoran (Agustono, et. , 2012:. Adat-istiadat merupakan bagian Simalungun. Salah satu adat yang memiliki proses panjang adalah adat 'perkawinan'. Proses sebelum dan sesudah perkawinan sangat penting karena menentukan apakah adat perkawinan sudah sesuai dengan aturan Patampei parsahapan merupakan salah satu tahapan wajib sebelum perkawinan pada suku Simalungun. Patampei pembicaraan resmi antara keluarga kedua belah pihak yang membahas Vol. No. Juni 2024 jumlah partadingan "mahar" yang harus disediakan oleh pihak paranak "keluarga pihak laki-laki". Acara memiliki rangkaian prosesi yang khas. Acara dimulai dengan pemberian demban "sirih", pihak paranak akan memberikan demban tugah-tugah yang bertujuan untuk memperkenalkan diri. Selanjutnya akan dibalas oleh pihak parboru memberikan demban sisei yaitu menyapa pihak paranak yang hadir. Setelah acara pemberian demban "sirih", maka dilanjutkan dengan musyawarah mengenai jumlah partadingan "mahar" dan makan bersama (Sinaga, 2020:2. Dalam acara patampei parsahapan inilah diputuskan berapa banyak jumlah mahar yang harus disediakan oleh pihak laki-laki sebagai partadingan melalui proses tawar-menawar. Unsur tolu sahundulan, lima saodoran seperti tulang "paman" dari pihak perempuan ikut serta dalam penentuan jumlah partadingan. Setelah jumlah partadingan disepakati, mengenai detail pesta pernikahan. Apabila tidak tercapai kesepakatan, acara patampei parsahapan dianggap Substansi tindak tutur dalam patampei parsahapan meliputi negosiasi jumlah mahar, penentuan waktu dan lokasi pesta, jumlah rombongan, serta hal-hal lain terkait pernikahan. Tindak tutur yang terjadi berfungsi untuk menyampaikan maksud, membangun kesepakatan, dan memelihara hubungan sosial antara kedua belah pihak keluarga. Penelitian terdahulu yang relevan antara lain penelitian oleh Flansius Tampubolon . dalam tesis yang Triputri Sigiro1. Warisman Sinaga2. Flansius Tampubolon3 berjudul "Umpasa Masyarakat Batak Toba dalam Rapat Adat: Suatu Kajian Pragmatik". Penelitian ini membahas tindak tutur pada umpasa dalam adat marhata sinamot Batak Toba. Flansius Tampubolon . dengan judul "The Priciple of Decision at Umpama Marhata Sinamot Toba Batak Community". Penelitian ini membahas bagaimana prinsip pengambilan keputusan dalam adat marhata sinamot Batak Toba. Namun belum ada penelitian yang secara khusus mengkaji tindak tutur dalam adat patampei parsahapan suku Simalungun. Untuk memahami tindak tutur dalam adat patampei parsahapan, perlu dipahami konsep peristiwa tutur dan tindak tutur. Peristiwa tutur adalah proses komunikasi di mana informasi berupa ide, gagasan, pikiran, dan maksud dikomunikasikan dalam masyarakat Chaer dan Agustina . berpendapat bahwa peristiwa tutur adalah terjadinya atau berlangsungnya interaksi linguistik dalam bentuk ujaran atau lebih yang melibatkan dua orang, yaitu penutur dan lawan tutur, yang membicarakan sesuatu tertentu dalam kondisi, waktu, dan tempat tertentu. Sementara itu, tindak tutur adalah tindakan yang dilakukan oleh sejumlah orang saat berbicara atau melalui tuturan. Di dalam tuturan tindakan dapat melalui kata-kata, seperti pujian, terima kasih, permohonan, dan memberi salam (Septiana, et. , 2020:. Penutur dan petutur terlibat dalam peristiwa dan tindak tutur, di mana peran mereka dapat berganti-gantian. Indikator tindak tutur menurut Austin meliputi: Tindak lokusi yaitu tindakan yang atau memberitahukan sesuatu yang memiliki arti dan dapat dipahami. Tindak ilokusi yaitu tuturan yang mencakup tujuan dan fungsinya. Memberi menawarkan, berterima kasih, dan Vol. No. Juni 2024 Kompetensi Universitas Balikpapan menjanjikan adalah contoh dari tindak Tindak perlokusi yaitu tindakan yang mempengaruhi lawan tutur. Searle membedakan tindak tutur ilokusi berbasis fungsi menjadi: Tindak tutur representatif . yaitu tindak tutur yang menghubungkan penutur pada kebenaran yang dikatakan. Tindak tutur direktif . yaitu penutur mengharapkan lawan tuturnya melakukan sesuatu sesuai dengan harapan petutur. Tindak tutur ekspresif . yaitu tindak tutur yang dilakukan dengan tujuan untuk mengevaluasi apa yang Tindak tutur komisif yaitu melaksanakan apa yang dikatakan dalam Tindak tutur deklarasi yaitu tuturan ini dilakukan untuk menciptakan suatu hal atau sesuatu yang baru . eadaan, statu. oleh penutur. Dalam melakukan tindak tutur, penutur tidak hanya mengungkapkan keinginan dan tujuan mereka, tetapi juga membangun, menjalin, dan memelihara hubungan sosial dengan orang lain. Dalam menyampaikan tuturannya, mempertimbangkan berbagai faktor, termasuk jarak, bahasa, dan kondisi. Urgensi penelitian ini adalah untuk melestarikan dan memahami adatistiadat sebagai bagian dari identitas suku Simalungun. Tujuan penelitian ini adalah untuk menjelaskan jenis dan fungsi tindak tutur yang terdapat pada Simalungun. Kebaruan . penelitian ini terletak pada fokus kajiannya terhadap tindak tutur dalam konteks adat patampei parsahapan suku Simalungun yang belum pernah diteliti sebelumnya. Penelitian Triputri Sigiro1. Warisman Sinaga2. Flansius Tampubolon3 khususnya terkait tindak tutur dalam konteks budaya lokal Indonesia. Dengan mengenai tindak tutur dalam adat patampei parsahapan suku Simalungun ini penting dilakukan untuk melestarikan dan memahami kearifan lokal, sekaligus mengembangkan ilmu pragmatik dalam konteks budaya Indonesia. METODE PENELITIAN Penelitian ini dilakukan di Nagori Urung Pane. Kecamatan Purba. Kabupaten Simalungun. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif deskriptif. Penelitian kualitatif ini bertujuan mendeskripsikan dan menganalisis fenomena, peristiwa, aktivitas sosial pemikiran orang lain baik secara individu atau kelompok (Moleong, 2007:. Nawawi . 2: . menyatakan metode deskriptif memiliki sebuah prosedur untuk memecahkan masalah yang diteliti dengan mendeskripsikan keadaan subyek atau obyek penelitian . eseorang lembaga dan lain-lai. dengan fakta yang tampak atau apa Adapun sumber data penelitian diperoleh melalui studi kepustakaan yaitu melalui buku dan penelitian terdahulu yang relevan. Serta penelitian lapangan yaitu melalui wawancara dengan tokoh adat dan masyarakat setempat yang memahami adat istiadat. Instrumen penelitian ini berupa alat tulis, alat perekam, dan kamera (Sugiyono, 2018:231-. Penelitian instrumen penelitian sebagai berikut: Alat tulis berupa buku dan pulpen digunakan ketika turun kelapangan untuk mencatat hasil dari pertanyaan. Alat perekam digunakan untuk merekam hasil wawancara dengan informan. Kamera untuk mengambil gambar bersama informan. Adapun teknik analisis data dalam penelitian ini yaitu: Vol. No. Juni 2024 Kompetensi Universitas Balikpapan data yang diperoleh diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia, data yang tidak relevan akan di eliminasi, data akan diklasifikasikan akan dianalisis, dan membuat kesimpulan dari hasil Data yang diklasifikasikan dianalisis berdasarkan jenis tuturan oleh Austin dan fungsi tuturan oleh Searle. Contoh: ABSB: Tarimakasih ma mangkela domu hujai ase ulbuki hita horja ta, ase buhai parsahapanta ase padas nasiam ma mangkela nami demban boha sahap demban satangga. Terjemahan: Terima pembicaraan berikanlah sirih pembuka Tuturan ini dituturkan oleh anak boru sanina parboru kepada anak boru Tuturan memerintahkan anak boru jabu paranak untuk memberikan sirih sebagai pembuka pembicaraan kepada keluarga pihak perempuan. HASIL DAN PEMBAHASAN Patampei parsahapan merupakan perkenalan dan pembicaraan resmi antara keluarga kedua belah pihak. Acara ini berlangsung di kediaman perempuan. Tujuan dari patampei parsahapan adalah untuk membahas mengenai jumlah mahar, lokasi dan waktu pesta, jumlah hiou yang disediakan, dan lain Acara patampei parsahapan dihadiri oleh orang tua, anak boru jabu, anak boru sanina dari kedua belah pihak, tulang AopamanA dari calon pengantin perempuan, tokoh adat, dan tetangga. Namun tidak semua yang hadir memberikan tuturan. Adapun yang memberikan atau menghasilkan tuturan pada patampei parsahapan adalah anak boru sanina Aokelompok keluarga dari suami saudara wanita dan ipariparnyaAo, anak boru jabu Aomangkela/ Triputri Sigiro1. Warisman Sinaga2. Flansius Tampubolon3 suami dari bibi yangAo, tulang AopamanAo, tokoh adat. Tindak Tutur pada Patampei Parsahapan Suku Simalungun Komponen tindak tutur yang parsahapan suku Simalungun yang dimaksud pada kajian ini adalah makna lokusi, ilokusi, dan perlokusi. Tindak Tutur Lokusi pada Patampei Parsahapan Suku Simalungun Setiap tuturan dapat dikaji dari aspek yang tersirat maupun tersurat. Tindak tutur dari segi tersirat yaitu penelaahan teks berdasarkan makna leksikal yang harafiah dikenal dengan makna lokusi. Tindakan lokusi adalah memberitahukan sesuatu yang memiliki arti dan dapat dipahami. Tindak Tutur Lokusi Anak Boru Sanina Parboru ABSB : Marpussama parsahapanta bani panorang on i rumah na martuah on. Ausurat tombaga holing ma parpadananta on, na sinurat bani holi-holi nasoboi lupa naso boi Terjemahan:Berakhirlah pembicaraan kita saat ini di rumah yang penuh berkat ini. Ausurat tembaga holinglah perjanjian kita, yang ditulis pada tulang belulang tidak bisa lupa tidak bisa diingkariAy. Teks tuturan ini bertujuan untuk memberitahukan bahwa pembicaraan telah selesai dan diinformasikan agar segala yang telah disepakati jangan di ABSB: Malas uhur mangkela marhiteihon sada riah ta bani partadingan na laho parmaen nasiam buei ni Rp. 000,-. Terjemahan: Bersukacitalah kita mangkela pada kesepakatan tentang jumlah mahar dari calon menantu Vol. No. Juni 2024 Kompetensi Universitas Balikpapan kalian yang jumlahnya Rp. 000,Ao. Tuturan ini dituturkan oleh anak boru sanina parboru kepada seluruh yang hadir menginformasikan jumlah mahar yang harus disediakan oleh keluarga pihak laki-laki. Tindak Tutur Lokusi Anak Boru Jabu Parboru ABJB : Nasiam tondong nami domma riap itangar hita barita malas uhur do panroh ni sidea aima parsahapan na madear laho marhajabuan parmaennami boru nasiam tondong nami pakon anak ni sidea na roh on. Terjemahan: Tondong kami, kita kedatangan mereka membawa kabar sukacita berdasarkan sudah adanya pembicaraan untuk membina rumah tangga menantu kami, putri dari tondong kami dengan anak mereka yang datang ini. Maksud dari tuturan ini adalah pihak menginformasikan kepada tondong bahwa kedatangan dari pihak paranak adalah membawa kabar sukacita. ABJB: Domma husungkun nasida, domma dear janah sada riah sidea. Jadi hita ma orang tua patorushon parsahapan sidea ai. Terjemahan: Saya sudah bertanya kepada mereka, mereka sudah Kita selaku orang tua melanjutkan pembicaraan mereka. Tuturan ini dituturkan oleh anak boru jabu parboru kepada anak boru Bertujuan memberitahukan kepada anak boru sanina bahwasanya anak boru jabu sudah bertanya kepada calon pengantin. Tindak Tutur Lokusi Anak Boru Jabu Paranak ABJA : Santabi bani tondong nami, ai na marsuruh hanami roh hu rumah on aima boru ni na margoran si Uli. Triputri Sigiro1. Warisman Sinaga2. Flansius Tampubolon3 Terjemahan: Mohon sebelumnya kepada tondong kami, yang menyuruh datang ke rumah ini adalah putri dari tondong kami yang bernama Uli. Tuturan memberitahukan kepada tondong bahwa yang menyuruh mereka datang adalah Uli. ABJA : Nasiam tondong nami i rumah on ia panroh nami hu rumah on aima barita malas ni uhur marhiteihon dong parsahapan na madear laho marsihaholongan, laho marhajabuan niombah ni tondong nami hun rumah on pakon anak nami. Domma dos riah ni sidea na laho marsihaholongan ibagas sada rumah tangga. Halani ai ipatugah sidea ase roh hanami hu rumah on laho marsungkun hubani nasiam, naha ma sibahenon nami ase saud sayur sura-surani sidea laho marsihaholongan ibagas parumah tanggaon. Terjemahan: Kepada tondong kami di rumah ini, kedatang kami ke rumah ini yaitu membawa kabar pembicaraan untuk membina rumah tangga putri dari tondong kami dengan anak kami. Mereka telah sepakat untuk saling mengasihi di dalam rumah tangga. Oleh karena itu mereka meminta kami untuk datang kerumah ini untuk meminta nasihat apa yang harus kami lakukan supaya keinginan mereka tercapai untuk saling mengasihi di dalam rumah tangga. Maksud dari tuturan ini adalah untuk memberitahukan maksud dan tujuan dari kedatangan pihak paranak. Dituturkan oleh anak boru jabu paranak dan ditujukan kepada parboru. Tindak tutur Lokusi oleh Calon Pengantin Calon pengantin : Domma bulat ni uhur nami janah lang dong be Vol. No. Juni 2024 Kompetensi Universitas Balikpapan Terjemahan: Sudah dari hati kami, dan tidak ada lagi yang lain. Tuturan ini bertujuan untuk memberitahukan kepada Mangkelanya bahwasanya mereka telah sepakat untuk membina rumah tangga dan tidak ada lagi ikatan dengan yang lain. Tindak Tutur Lokusi oleh Tokoh Adat Tokoh adat : Songon partoguhni kah-kah tohang on ma na lang boi mosor na lang boi mose sagala sahap/riah na dop ibuhul hita pihak parboru pakon paranak panorang Terjemahan: Seperti partoguh kahkah tohang inilah, tidak bisa bergeser tidak bisa ingkar akan perkataan antara pihak laki-laki dan perempuan saat ini. Tuturan ini memberitahukan supaya keluarga tetap pada pendirian dan mengingatkan supaya keluarga datang pada waktu yang sudah ditentukan. Tindak Tutur Ilokusi pada Patampei Parsahapan Suku Simalungun Tindak tutur ilokusi adalah tuturan yang mencakup tujuan dan fungsinya (Yule, 2006:. Memberi izin, memerintah, menawarkan, berterima kasih, memohon, melaporkan, dan menjanjikan adalah contoh dari tindak Tindak tutur ilokusi adalah performatif yang eksplisit (Maulida et. Tindak Tutur Ilokusi oleh Anak Boru Sanina Parboru ABSB : Nasiam parboruon nami, domma ijalo hanami podah ni tondong nami ase AuSongon salongon tarbangun, isalong roh momburni, ase sonai ma passarian bani nasiam. Si ganda sigandua. Urat ni podom-podom. Na sada gabe dua. Triputri Sigiro1. Warisman Sinaga2. Flansius Tampubolon3 Na tolu gabe onom, passarian bani halani ai jalo nasiam ma pangindoan ni tondong nami ai. Terjemahan: Kalian putri kami, kami sudah menerima nasihat dari tondong Auseperti daun bangunbangun dipetik, semakin di petik semakin suburAy seperti itu juga rezeki kepada kalian. Si ganda sigandua Uratnya podom-podom Yang satu jadi dua Yang tiga jadi enam, rejeki kepada karena itu terimalah permintaan dari tondong kami. Tuturan ini memohon supaya pihak paranak Aokeluarga pihak laki-lakiAo AomaharAo yang diminta oleh tulang AopamanAo si pengantin. ABSB: Naima tongon, banggal anak sipaunjukon, godang boru Seng gendo na lepak nasiam, ai buei do hiou na sangkot bannami na marsanina na hundul i luluan on. Terjemahan: Baiklah, anak laki-laki yang sudah dewasa menikah, anak perempuan yang sudah dewasa Kalian tidak salah, banyak hiou yang tersangkut pada kami yang duduk di sini. Tuturan ini situjukan kepada anak boru sanina paranak oleh anak boru sanina parboru. Tuturan ini bermaksud untuk bertanya siapa yang mereka maksud dan yang memerintahkan mereka datang. Tindak Tutur Ilokusi Anak Boru Sanina Paranak ABSA: Tarimakasih ma ihatahon hanami hu bani nasiam tondong nami, malas ma uhur nami, ase songon hatani umpasa ma: Haporas poldong-poldong. Ger-ger balang sahua. Hata podah na humbani tondong. Ulang dong hita manjua. Vol. No. Juni 2024 Kompetensi Universitas Balikpapan halani ai ijalo hanami ma podah ni tondong nami. Terjemahan: Terima kasih kami ucapkan kepada tondong kami, senanglah hati kami, seperti bunyi Haporas poldong-poldong Merah balang sahua Nasihat dari tondong Jangan ada kita yang menolak permintaan dari tondong kami. Tuturan ini keluarga pihak laki-laki menerima dan menyanggupi jumlah mahar yang diminta oleh keluarga pihak ABSA: Tarimakasih ma hubani nasiam tondong nami, malas uhur. Memang na patut do nian roh hanami hu rumah ni anak boru jabu ni tondong nami, tapi tulang marhiteihon na lang ibotoh hanami huja sitopoton nami. Marsatabi bolon ma hanam ijon ma sombahon nami aima andar rumah nasiam. Terjemahan: Terima kasih tondong senanglah hati. Memang sebenarnya kami harus datang kerumah anak boru jabu kalian, berhubung kami tidak mengetahui kemana kami akan datang kami memohon disinilah kami menyembah penjaga tangga rumah kalian. Tuturan ini dituturkan oleh anak boru sanina paranak kepada anak boru sanina parboru. Tuturan ini pihak anak boru sanina paranak meminta maaf dan memohon supaya pada kesempatan ini mereka menemui anak boru jabu parboru dan menyerahkan sirih pelengkap. Tindak Tutur Ilokusi oleh Anak Boru Jabu Paranak ABJA : On ma tulang demban ni nilakkahan ni isap sinurukni gajah, namargoran demban panungkunan, manungkun anjaha mangido podah hubamu, nahama gatni podahmu hubannami na roh on? Terjemahan: Inilah paman sirih ni nilakkahan ni isap sinurukni gajah. Triputri Sigiro1. Warisman Sinaga2. Flansius Tampubolon3 panungkunan, kami bertanya dan bagaimana nasihatmu kepada kami yang datang ini? Tuturan ini bertujuan memberikan sirih untuk bertanya oleh anak boru jabu paranak kepada anak boru sanina parboru dan bertanya apalah nasihat anak boru sanina parboru kepada mereka yang datang. ABJA: Nasiam tondong nami, panorang on roh nami hu lobei nasiam mamboan sombah nami margoar tombuan aima adat na Onma nagabe sombah nami, onma na gabe hitei nami padalanhon sombah nami hubani nasiam tulang. Atap na sonon ma na tarbahen hanami malas ma uhur nasiam. Songon hatani na matua ma padason nami tintin ma inna natinopa, hotang ma panangkutni,otik na so sadia naibahen hanami sombah nami Tuhan Naibata ma manambahi pasu-pasuni. Terjemahan: Tondong kami kami datang kehadapan kalian membawa tombuan yaitu adat patampei Inilah yang menjadi sembah kami, inilah menjadi jalan kami menyampaikan rasa hormat kami kepada kalian. Walaupun hanya begini yang dapat kami berikan, bersukacitalah kalian Seperti kata orang terdahulu cincinlah yang ditempah, rotanlah pengikatnya, walaupun tidak seberapa yang kami berikan sebagai rasa hormat kami Tuhan Yesuslah yang menambahi. Tuturan ini dituturkan oleh anak boru jabu paranak dan ditujukan kepada parboru, bertujuan untuk memohon supaya pihak perempuan menerima tombuan dan pelengkapnya. Vol. No. Juni 2024 Kompetensi Universitas Balikpapan Tindak Tutur Ilokusi oleh Anak Boru Jabu Parboru ABJB: Domma bulat ni uhur nasiam janah lang dong be na Terjemahan: Sudah dari hati kalian dan tidak ada lagi yang lain? Tuturan ini bermaksud untuk menanyakan calon pengantin perihal kesepakatan mereka untuk membangun rumah tangga. Tindak Tutur Ilokusi oleh Tulang Pihak Perempuan Tulang Uli : Hanami sibiak tondong sipangihuti do bani panriahan nasiam, naipe ase gok bilangan adat bani hita Simalungun, tambahi nasiam ma Rp. - nari ase manggolom hubani na madear. Terjemahan: Kami dari pihak tondong mengikuti apa yang telah melengkapi jumlah bilangan adat di Simalungun, tambahkanlah Rp. 000,- lagi supaya menuju kesepakatan yang Tuturan ini bermaksud untuk keluarga pihak laki-laki mau memenuhi permintaan dari tulang AopamanAo si Uli. Tindak Tutur Perlokusi pada Patampei Parsahapan. Tindak tutur perlokusi adalah tindakan yang mempengaruhi lawan tutur atau sebab akibat dari mengatakan sesuatu (Safitri, et. , 2021:. Tindak tutur ini berdampak pada hasil, karena tindak tutur ini dianggap berhasil jika lawan bicara bertindak sesuai dengan apa yang diucapkan oleh penutur. Tindak Tutur Perlokusi oleh Anak Boru Sanina Parboru ABSB: Surdukhon nasiam ma demban panungkunan. Terjemahan: Berikanlah Tuturan ini memberikan efek kepada Anak boru jabu paranak yaitu melakukan suatu kegiatan yaitu menyerahkan sirih awal pembicaraan. Triputri Sigiro1. Warisman Sinaga2. Flansius Tampubolon3 ABSB: Domu hujai atap na tongon atap na lang tugah-tugas ni keluargata na roh on, dilo nasiam janah sungkun nasiam ma parmaen nasiam pasal parpadanan sidea ai. Terjemahan: Sehubungan dengan itu apakah benar atau salah yang mereka bilang, kalian panggillah terlebih dahulu menantu kalian dan Tuturan ini membuat anak boru jabu parboru melakukan pekerjaan yaitu memanggil dan bertanya kepada calon ABSB: Domu hujai atap na tongon atap na lang tugah-tugas ni keluargata na roh on, dilo nasiam janah sungkun nasiam ma parmaen nasiam pasal parpadanan sidea ai. Terjemahan: Sehubungan dengan itu apakah benar atau salah yang mereka bilang, kalian panggillah terlebih dahulu menantu kalian dan Tuturan ini dituturkan oleh anak boru sanina parboru kepada anak boru jabu parboru. Tuturan ini membuat anak boru jabu paranak melakukan pekerjaan yaitu memanggil dan bertanya kepada calon pengantin. Fungsi Tindak Tutur pada Patampei Parsahapan Suku Simalungun Searle . alam Yuliantoro, 2020:. berpendapat bahwa kajian tindak tutur . peech act. adalah semua komunikasi lingual yang mencakup seluruh tindak Hasil nyata dari tindak tutur dapat berupa kata, kalimat maupun Seale mengkategorikan tindak tutur ilokusi menjadi lima jenis, yaitu: tindak tutur representatif, direktif, ekspresif, komisif, dan deklarasi. Tindak Tutur Representatif Tindak tutur representatif yang terkait pada suatu kebenaran yang Misalnya, menyatakan, mengeluh, mengusulkan, memberikan pendapat, dan menyarankan. Vol. No. Juni 2024 Kompetensi Universitas Balikpapan ABSB : Naima tongon sambat hita ma parsahapan on : AuNasiam na roh parsahapan, ase girah tampei parsahapan hu ulpuk ma bani nasiam: songon hata ni namatua Ipongkah buluh balangkei Sigei ni bagod puli Na pinungkah ni na parlobei Ihutonkonon ni na parpudi. Hutangar do barita ni marlimbuah na sinuan nasiam, manggar-gar do na pinahan anggo sonai, tagang nasiam ma: Omas sabantei Horbou saparmahonan Partadingan Rp. 000,4. Omei satuangan Terjemahan: Baiklah, kita lanjutkan pembicaraan ini: kepada kalian yang datang ini kalian datang untuk patampei parsahapan, supaya mendapatkan kesepakatan seperti kata nenek moyang terdahulu: Dipotong bambu balangkei Tangga pohon aren puli Yang dimulai orang terdahulu Diteruskan yang sekarang Kami dengan hasil tanaman kalian berlimpah, hewan ternak beranakpinak, kalau begitu berikanlah: Emas sepeti Kerbau sepengembalaan Mahar Rp. 000,4. Padi selumbung Tuturan ini bermaksud untuk AomaharAo yang harus disediakan oleh pihak paranak Aokeluarga pihak laki-lakiAo. Tindak Tutur Direktif Sudaryat, 2009:139 berpendapat bahwa, tindak tutur yang tujuannya menyampaikan perintah adalah tindak tutur direktif. Misalnya, memesan, memerintah, bertanya, dan memohon. ABSB: Domu hujai atap na tongon atap na lang tugah-tugas ni keluargata na roh on, dilo nasiam Triputri Sigiro1. Warisman Sinaga2. Flansius Tampubolon3 janah sungkun nasiam ma parmaen nasiam, pasal parpadanan sidea ai. Terjemahan: Sehubungan dengan itu apakah benar atau salah yang mereka bilang, kalian panggillah terlebih dahulu menantu kalian dan Anak boru sanina parboru memerintahkan anak boru jabunya untuk memanggil dan bertanya kepada putrinya apakah betul ada ikatan dengan pihak yang datang. Tulang Uli : Hanami sibiak tondong sipangihuti do bani panriahan nassiam, naipe ase gok bilangan adat bani hita Simalungun, tambahi nasiam ma Rp. - nari ase manggolom hubani na madear. Terjemahan: Kami dari pihak tondong mengikuti apa yang telah melengkapi jumlah bilangan adat di Simalungun, tambahkanlah Rp. 000,- lagi supaya menuju kesepakatan yang Tuturan ini tulang AopamanAo dari calon pengantin perempuan meminta supaya pihak laki-laki menambahkan jumlah mahar sesuai dengan yang diminta oleh paman calon pengantin ABJB: Domma bulat ni uhur nasiam janah lang dong be na legan? Terjemahan: Sudah dari hati kalian dan tidak ada lagi yang lain? Tuturan ini dituturkan oleh anak boru jabu parboru kepada calon Tuturan ini bermaksud untuk bertanya kepada calon pengantin perihal kesepakatan mereka untuk membangun rumah tangga. Tindak Tutur Ekspresif Menurut (Yule, 2006:. , tindak pertanyaan yang menunjukkan perasaan Misalnya, mengucapkan terima kasih, selamat, memberi maaf, dan memuji. Vol. No. Juni 2024 Kompetensi Universitas Balikpapan ABSA : Uhur nami pe namin tondong nami, songon hinatahon mu ai do, tapi borit do tangan manggijikkon naso adong, sedo gogoh jikkat padaoh dung-dung. Parbajut parimpusuan do nasiam tondong, na bijak manganju bani niombah/boru: Dohor parlangkitangan. Dohoran parsuguhan Dohor pe parsirangan Dohoran do pardomuan. Terjemahan: Hati kami pun menginginkan seperti itu, tapi sakit tangan melempar yang tidak ada, tidak jinjit membuat semakin tinggi. Parbajut parimpusuannya kalian tondong, yang pandai memahami Dekat parlangkitan Lebih dekat parsuguhan Walaupun dekat perpisahan Lebih dekat pertemuan Tuturan ini meminta maaf kepada anak boru sanina parboru bahwa permintaan mereka mengenai jumlah mahar tidak dapat mereka sanggupi. ABJB: Domma bulat ni uhur nasiam janah lang dong be na legan? Terjemahan: Sudah dari hati kalian dan tidak ada lagi yang lain? Tuturan ini dituturkan oleh anak boru jabu parboru kepada calon Tuturan ini bermaksud untuk bertanya kepada calon pengantin perihal kesepakatan mereka untuk membangun rumah tangga. Tindak Tutur Komisif Ibrahim dalam (Hermaji, 2021:. , mendefinisikan tindak tutur komisif sebagai tindak tutur yang memaksa Misalnya, menjanjikan dan ABSA: Tarimakasih ma ihatahon hanami hu bani nasiam tondong nami, malas ma uhur nami, ase songon hatani umpasa ma: Haporas poldong-poldong. Ger-ger balang sahua. Hata podah na humbani tondong. Triputri Sigiro1. Warisman Sinaga2. Flansius Tampubolon3 Ulang dong hita manjua, halani ai ijalo hanami ma podah ni tondong nami. Terjemahan: Terima kasih kami ucapkan kepada tondong kami, senanglah hati kami, seperti bunyi Haporas poldong-poldong Merah balang sahua Nasihat dari tondong Jangan ada kita yang menolak permintaan dari tondong kami. Tuturan ini keluarga pihak laki-laki menerima dan menyanggupi jumlah mahar yang diminta oleh keluarga pihak Patampei parsahapan merupakan pernikahan suku Simalungun di mana kedua keluarga bertemu secara resmi untuk membahas hal-hal penting seperti jumlah mahar . , lokasi dan tanggal pernikahan, jumlah tamu . , dan detail lainnya. Pertemuan ini melibatkan berbagai pihak termasuk orang tua, anak boru jabu, anak boru sanina dari kedua belah pihak, paman . perempuan, tokoh adat, dan tetangga. Namun tidak semua yang hadir berpartisipasi dalam tindak tutur dan Partisipan utama yang menghasilkan tuturan adalah anak boru sanina, anak boru jabu, tulang, dan tokoh Penelitian ini menganalisis tindak tutur lokusi, ilokusi, dan perlokusi yang terjadi selama patampei parsahapan. Tindak lokusi menyampaikan informasi mengekspresikan maksud atau tujuan penutur, sedangkan tindak perlokusi bertujuan untuk mempengaruhi tindakan atau pikiran pendengar (Austin, 1. Temuan menunjukkan bahwa tindak lokusi digunakan oleh berbagai pihak Vol. No. Juni 2024 Kompetensi Universitas Balikpapan memberitahukan atau menyatakan halhal terkait kesepakatan pernikahan. Misalnya, anak boru sanina parboru menginformasikan jumlah mahar yang harus disediakan oleh pihak pengantin laki-laki. Anak boru jabu paranak pengantin perempuan tentang tujuan kedatangan mereka. Calon pengantin menegaskan komitmen mereka satu sama lain. Tindak ilokusi digunakan untuk membuat permintaan, memberi nasihat, mengekspresikan maksud. Anak boru sanina parboru meminta keluarga pengantin laki-laki untuk menyetujui jumlah mahar yang diusulkan melalui bahasa kiasan. Tulang dari pengantin perempuan meminta tambahan jumlah untuk membulatkan mahar menjadi angka yang baik. Anak boru jabu parboru mengajukan pertanyaan kepada kesepakatan mereka untuk menikah. Tindak perlokusi menghasilkan pendengar melakukan tindakan tertentu berdasarkan tuturan penutur. Misalnya, ketika anak boru sanina parboru memerintahkan anak boru jabu paranak . aun bertany. , mereka mematuhi permintaan Dalam berdasarkan klasifikasi Searle . , patampei parsahapan melibatkan: Tindak representatif untuk menyatakan, mengusulkan, menyarankan . isalnya mengusulkan jumlah maha. Tindak direktif untuk memerintah, meminta, bertanya . isalnya meminta untuk memanggil calon penganti. Tindak ekspresif untuk berterima kasih, meminta maaf . isalnya meminta maaf karena tidak dapat memenuhi jumlah yang diminta sepenuhny. Tindak komisif untuk berjanji, menawarkan . isalnya menyediakan maha. Triputri Sigiro1. Warisman Sinaga2. Flansius Tampubolon3 Penggunaan peribahasa, dan pantun selama negosiasi nilai-nilai Simalungun yang menjunjung tinggi tradisi, menghormati orang tua, dan menjaga keharmonisan. Penelitian ini berkontribusi pada bidang pragmatik komprehensif tentang berbagai tindak tutur yang digunakan dalam patampei parsahapan, sebuah ritual budaya penting dari suku Simalungun. Ini memperluas penelitian sebelumnya tentang tradisi pernikahan Batak seperti penelitian Tampubolon . tentang tindak tutur dalam ritual marhata sinamot Batak Toba. Kebaruan penelitian ini terletak pada fokusnya pada tradisi patampei parsahapan Simalungun yang belum banyak diteliti dan pemeriksaan terperinci terhadap tindak lokusi, ilokusi, dan perlokusi serta fungsi ilokusi berdasarkan taksonomi Searle. Ini memberikan pemahaman yang lebih terperinci tentang bagaimana bahasa digunakan untuk bernegosiasi, membuat permintaan, memberi nasihat, dan mencapai konsensus dalam konteks budaya spesifik ini. Temuan melestarikan dan mempromosikan pemahaman tentang warisan budaya Simalungun. Dengan menganalisis penggunaan bahasa dan tindak tutur dalam ritual ini, penelitian ini berkontribusi pada upaya untuk budaya di tengah meningkatnya modernisasi dan globalisasi. Selain itu, wawasan dari penelitian ini dapat diterapkan pada komunikasi dan negosiasi lintas budaya. Memahami berbagai jenis tindak tutur dan fungsinya dapat membantu memfasilitasi interaksi yang lebih efektif dan saling Vol. No. Juni 2024 Kompetensi Universitas Balikpapan menghormati antara orang-orang dengan latar belakang budaya yang berbeda. Ini sangat relevan dalam masyarakat multikultural seperti Indonesia. KESIMPULAN Penelitian ini mengkaji tindak tutur yang terjadi dalam proses patampei parsahapan, sebuah tahapan penting Simalungun. Hasil menunjukkan adanya tindak tutur lokusi, ilokusi, dan perlokusi yang digunakan oleh berbagai pihak seperti anak boru sanina, anak boru jabu, tulang, dan tokoh Tindak lokusi digunakan untuk hal-hal kesepakatan pernikahan. Tindak ilokusi digunakan untuk membuat permintaan. Sementara tindak perlokusi menghasilkan efek atau tindakan tertentu dari pendengar. Berdasarkan klasifikasi fungsi tindak tutur ilokusi Searle, ditemukan adanya tindak tutur representatif, direktif, ekspresif, dan komisif dalam patampei parsahapan. Penelitian ini berkontribusi dalam bidang pragmatik dengan menganalisis tindak tutur dalam konteks budaya spesifik yaitu adat patampei parsahapan suku Simalungun. Kebaruan penelitian terletak pada fokus kajiannya terhadap tradisi yang belum banyak diteliti Temuan penelitian dapat membantu melestarikan warisan budaya Simalungun, serta dapat diterapkan dalam komunikasi dan negosiasi lintas Penelitian ini memberikan wawasan baru tentang penggunaan bahasa dan tindak tutur dalam konteks budaya lokal Indonesia, khususnya dalam adat pernikahan suku Simalungun Triputri Sigiro1. Warisman Sinaga2. Flansius Tampubolon3 DAFTAR PUSTAKA