Mutiara Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia Vol 1. No 1. Juli 2023 e-ISSN : 3025-1028 Available at: https://jurnal. tiga-mutiara. com/index. php/jimi Misi Perdamaian dan Harmoni Semua Agama (Analisis Histori agama-agama samawi dalam Al-Qura. Khoirul Ibad Stai Al-Ittihad Cianjur * Correspondence e-mail. Ibadkhoirul92@gmail. Abstract This article is entitled The Mission of Peace and Harmony of All Religions, with a focus on the study of the Historical Analysis of Divine Religions in the Quran. This research is a literature review. In accordance with the problems to be discussed, this research will begin by exploring and collecting various types of information, documentation, and data through literature studies . iberary researc. The author applies the method of maudhu'i . tafsir, a contemporary method of interpretation that is quite strong and focuses on examining a theme from the Qur'an, using a philosophical approach, to explain the essence, essence, or wisdom about something that is behind the object. The purpose of his research is related to detecting the mission of peace of the divine religion in the Qur'an. From the results of this study, after describing the interpretation of the verses of the Qur'an related to the shari'a of the divine religion, it can be concluded that historically, throughout the civilization of mankind in this world, there has been an inner tendency to find God . , get closer to God, and do good. And also that there is no difference between Islam and other religions with regard to respect for human life. All religions uphold peace and the right to life for every person. The mission of all the apostles to their people was to bring justice and peace. There is absolutely no religion that teaches radicalism and terrorism, and it is wrong to base radicalism and terrorism on the teachings of a particular religion. Keywords: Harmonization religions. Peace mission of religions. Peace religions Abstrak Artikel ini berjudul Misi perdamaian dan harmoni semua agama dengan focus terhadap kajian Analisis Histori agama-agama samawi dalam Al-Quran Penelitian ini merupakan kajian kepustakaan. Sesuai dengan masalah yang akan dibahas, penelitian ini akan di awali dengan menggali dan mengumpulkan berbagai informasi, dokumentasi, data-data melalui studi kepustakaan . iberary reseac. Penulis menerapkan metode tafsir maudhuAoi . , sebagai metode tafsir kontemporer yang cukup kuat serta fokus mengkaji sebuah tema dari al-QurAoan, dengan menggunakan pendekatan filosofis, untuk menjelaskan inti, hakikat, atau hikmah mengenai suatu yang berada di balik objek. Tujuan penelitiannya berkaitan dengan mendeteksi misi perdamaian agama samawi dalam Al-Qur`an. Dari hasil penelitian ini setelah menguraikan penafsiran ayat-ayat Al-Qur`an terkait syari`at agama samawi, dapat disimpulkan bahwa secara historis, sepanjang peradaban umat manusia di dunia ini memiliki kecenderungan secara batin untuk menemukan Tuhan . dan mendekatkan diri kepada Tuhan serta melakukan kebaikan. Dan juga bahwa tidak ada perbedaan antara Islam CopyrightA 2023. Mutiara: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia, e-ISSN 3025-1. 9 Khoirul Ibad: Misi Perdamaian dan Harmoni Semua Agama (Analisis Histori agama-agama samawi dalam Al-Qura. dengan agama-agama yang lain terkait dengan penghormatan terhadap kehidupan manusia. Semua agama menjunjung tinggi perdamaian dan hak-hak hidup setiap insan. Misi semua rasul kepada ummatnya ialah membawa keadilan dan kedamaian. tidak ada sama sekali agama yang mengajarkan radikalisme dan terorisme, dan sungguh salah menyandarkan radikalisme dan terorisme kepada ajaran agama tertentu. Kata-kata kunci: Agama harmonisasi. Agama damai. Misi perdamaian agama PENDAHULUAN Melabelkan agama sebagai varian potensial pemicu kekerasan dalam banyak aspek tidaklah rasional. Sebab tidak satupun agama mengajarkan watak dan tindakan kekerasan, bukan saja terhadap sesama pemeluk agama, melainkan juga terjadi secara lintas agamaagama. Dalam realitasnya, pesan setiap ajaran agama yang digali oleh masing-masing pemeluk agama selalu menghadirkan nilai-nilai universal ajaran yang menekankan pada praktek kedamaian, kebaikan, keselamatan, cinta kasih, persamaan, keadilan, dan beberapa pesan ideal lain yang senada1 Namun Peran dan fungsi agama dalam beberapa dekade terakhir ini mulai dipertanyakan kembali. Hal ini terkait dengan kasus kekerasan dan konflik atas nama agama yang sering terjadi di tengah-tengah masyarakat. Kasus teror bom buku di awal April 2011. Peledakan Bom di Masjid Mapolresta Cirebon, 15 April 2011. Peledakan Bom di GBIS Kepunton Solo, 25 September 2011. Bom panci di lapangan di Jalan Pandawa. Kelurahan Arjuna. Kecamatan Cicendo. Bandung, 27 Februari 2017. Bom Markas Kepolisian Resor Kota Surakarta. Surakarta. Jawa Tengah, 5 Juli 2017. Bom Gereja St. Lidwina Sleman, 11 Februari 2018. Gereja Pantekosta Pusat Surabaya (GPPS). Surabaya, 13 Mei 2018. Bom Mapolrestabes Surabaya, 14 Mei 20182. data yang dihimpun oleh BNPT ini, menunjukkan dengan jelas bahwa semakin meningkatnya grafik kekerasan yang mengatasnamakan agama, perbedaan keyakinan, dan intoleransi. Sementara dikutip dari hugh miall dkk, dilingkup yang lebih luas konflik agama diseluruh kawasan dunia Sebut saja misalnya, kekerasan antara ethnic cleansing Islam dan pemeluk Kristen Bosnia maupun Kroasia telah terjadi di Eropa. Antara pemeluk Kristen Katolik danKristen Anglikan terjadi di Irlandia. Antara Agama Hindu dan Agama Islam di India. Antara Islam dan Nasrani terjadi di Filipina. Yaman. Sudan dan Indonesia. Tidak hanya itu, konflik intern Kristen juga terjadi di Rwanda. Lebih fatal lagi, konflik juga terjadi antar tiga pemeluk agama yang berbeda, yaitu Islam. Kristen, dan Yahudi di Libanon. Data tersebut setidaknya menunjukkan bahwa Agama telah memerankan fungsi antagonisnya, di satu sisi agama menjanjikan kedamaian . , kebahagiaan, kasih Di sisi lain, agama telah menunjukkan wajah AugarangnyaAy yaitu telah berperan sebagai pemicu konflik, permusuhan dan kekerasan . yang mengatasnamakan kebenaran agama dengan dalih Aumembela TuhanAy. Di sinilah letak persoalan dan sekaligus tantangan agama terkait dengan peran dan fungsinya di tengah-tengah kehidupan manusia Agama di satu pihak berada di bawah tekanan untuk membuktikan diri sebagai kekuatan yang maju dan bukan mundur, progresif dan bukan reaksioner, humanis bukan primordial, positif dan bukan sentimen dan kebencian, terbuka dan tidak eksklusif. Roibin. Melerai Konflik Dan Kekerasan Atas Nama Agama, 1st ed. (UIN MALIKI PRESS, 2. https://w. id/pengumuman-pengajuan-permohonan-surat-penetapan-korban-tindak-pidanaterorisme-masa-lalu-hingga-22-juni-2021 pkl 20:00 Roibin. Melerai Konflik Dan Kekerasan Atas Nama Agama. CopyrightA 2023. Mutiara: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia, e-ISSN 3025-1. 10 Mutiara: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia. Vol 1. No 1. Juli 2023 rendah hati dan bukan penuh klaim. Sedangkan di pihak lain agama juga harus membuktikan relevansinya untuk membantu manusia memecahkan masalah-masalahnya. Maka dari itu perlu adanya perubahan pandangan dari agama yang hanya mencintai Tuhan menuju paradigma agama yang juga membawa kedamaian keharmonisan, menyayangi bumi dan kehidupan. Banyak sudah penelitian terkait agama damai diantaranya artikel Khairul Saleh. berjudul AoManajeman Strategik Dalam Menangkal Radikalisme Di Perguruan Tinggi IslamAo dalam artikel ini dijelaskan Tidak ada agama di dunia ini yang menganjurkan kekerasan, termasuk Islam, yang merupakan agama damai . gama dama. - seperti Rahmatan Lil 'Alamin . asih sayang bagi seluruh alam semest. yang mengedepankan saling menghormati, menghargai, harmoni dan menghormati kehidupan orang lain. Islam tidak membenarkan praktik penggunaan kekerasan atas nama agama, bahkan untuk tujuan menyebarkan ajaran Islam itu sendiri. 6 Namun dalam artikel ini tidak ada analisis Al-Qur`an. Berikutnya artikel M. Fauziah yang berjudul AoArgumen Adanya Tuhan: Wacana Historis Dan EstetisAo dalam artikel ini dijelaskan alasan manusia beragama yaitu karena ingin mendapatkan makna kehidupan, kesempurnaan dalam hidupnya dalam arti kedamaian dan 7 Namun dalam artikel ini tidak dijelasakan secara jelas misi semua agama. Begitu juga Yonky Karman, dalam artikel ini dijabarkan titik temu agama-agama samawi secara detil asimilisi dan adopsi yang terjadi antara islam. Kristen dan yahudi, namun dalam artikel ini tidak dijelaskan misi kedamaian dari agama-agama tersebut. 8 Maka tulisan ini bermaksud mengungkap gambaran komprehensif tentang argument-argumen misi agamaagama dalam Al-Qur`an. Sehingga diharapkan menjadi dasar rujukan kedamaian semua agama. Tanpa menyudutkan agama-agama tertentu dengan menganalisis tiga agama besar yaitu agama samawi yahufi. Kristen dan islam. METODE Dalam melakukan pengkajian dan penelitian penulis menggunakan penelitian kualitatif, yaitu penelitian yang lebih menekankan analisis pada proses penyimpulan deduktif dan induktif 9 Setelah pengumpulan data-data, tahap selanjutnya ialah pengolahan dan analisis data, data yang sudah terkumpul selanjutnya akan diolah dengan metode deskriptifanalitis,10 artinya data yang sudah terkumpul dideskripsikan serta dianalisa sesuai data-data kualitatif,11dari berbagai karya ilmiah dan kitab klasik. Maka penelitian ini akan di awali dengan menggali dan mengumpulkan berbagai informasi, dokumentasi dan data-data melalui studi kepustakaan . iberary reseac. ,12 dengan sumber utama al-Qur`an al-karim Imam Machali. AoPeace Education Dan Deradikalisasi AgamaAo. Jurnal Pendidikan Islam, 2. ,hal * I Gde Raju Sathya Murti. I Wayan Suja 1. AoKomservasi Lingkungan Dalam Sinergi Sains Dan Agama HinduAo. Veda Jyotih: Jurnal Agama Dan Sains. Volume 01 Nomor 01 (April, 2. 57-68 Veda, hal. Khairul Saleh. AoManajeman Strategik Dalam Menangkal Radikalisme Di Perguruan Tinggi IslamAo. FENOMENA: Jurnal Penelitian, 13. , hal 86 M Fauziah. AoArgumen Adanya Tuhan: Wacana Historis Dan EstetisAo. Jurnal Pemikiran Islam, ,hal 30 Yonky Karman. AuAbraham Inklusif: Sebuah Titik Temu Trialog Agama-Agama Abrahamik,Ay Jurnal Jaffray 17, no. 2 (September 30, 2. : 185Ae202, accessed May 3, 2022, https://ojs. id/JJV71/article/view/321. Raco. Metode penelitian Kulaitatif: Jenis. Karakteristik, dan Keunggulan (Jakarta: Grasindo, 2. , hal 46 Hadari Nawawi. Metode penelitian Bidang sosial (Yogyakarta. Gajah Mada University Press, 2. Sugiyono. Metode Penelitian Kuantitatif kualitatif dan R&D (Bandung:Alfabeta, 2. , hal 7. Tatang M. Amirin. Menyusun Rencana Penelitian, (Jakarta: Rajawali, 1. , cet. Ke-3, hal 135. CopyrightA 2023. Mutiara: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia, e-ISSN 3025-1. 11 Khoirul Ibad: Misi Perdamaian dan Harmoni Semua Agama (Analisis Histori agama-agama samawi dalam Al-Qura. dan sumber pendukung kitab-kitab tafsir dan hadis-hadis Nabi Muhammad SAW serta junaljurnal yang berkaitan, dengan menerapkan metode tafsir maudhuAoi . , sebagai metode tafsir kontemporer yang mudah dalam pemaparan, dengan menggunakan pendekatan filosofis, untuk menjelaskan hakikat, inti atau hikmah mengenai suatu yang berada di balik objek formalnya. HASIL DAN PEMBAHASAN Agama dalam bahasa arab diambil dari kata daana-yadiinu yang memiliki banyak arti diantaranya ketaatan dan kemaksiatan kemuliaan dan kehinaan, kesalehan, perhitungan, pembalasan, pengaturan tingkah laku, adat, tauhid, ibadah dan kepercayaan. Ditinjau dari bahasa sanskrit, kata agama dapat diartikan dari susunannya yaitu, a artinya tidak, dan gama artinya pergi, jadi tidak pergi, artinya tetap ditempat, diwarisi turun Dalam istilah Fachroedin al-Kahiri, agama diartikan dengan a berarti tidak, gama berarti kocar-kacir, berantakan, chaos (Grie. Ini artinya tidak berantakan, tidak kocarkacir. 15 Yang berarti agama menciptakan kemaslahatan dan kedamaian. Agama diturunkan pada dasarnya adalah mengemban misi kemanusiaan. Karena itu, dalam setiap masyarakat pasti terdapat ajaran atau keyakinan yang diagung-agungkan sebagai pagar moral penganutnya. Meski dalam pengejawantahannya memiliki perbedaan, namun jika diteliti lebih lanjut, setiap agama selalu memunculkan nilai-nilai normatif yang mendukung kemanusiaan sebagai patron yang tidak boleh tidak, harus ada. Dalam konteks ini. Imam al-Syathibi merumuskannya agama dengan Aybersumber dari Tuhan tapi diperuntukkan bagi manusiaAy (Ilyhiyah al-masdhar wa insyniyyah al-maudhyA. Rumusan ini mengandaikan bahwa pola keberagamaan yang ideal adalah terjadinya pergulatan antara pemenuhan kepentingan Tuhan dan manusia. Ini juga berarti bahwa pelaksanaan ritualformal-individual agama harus bersinergi dengan upaya pembelaan atas nilai-nilai Dalam kehidupan sosial, setiap pemeluk suatu agama tidak dapat dipisahkan dari keberadaan pemeluk agama lain, lebih-lebih bagi masyarakat yang plural. Dengan demikian dapat dipastikan pula terjadinya interaksi, baik secara intens maupun sederhana, bahkan saling mempengaruhi satu sama lain dengan budaya masing-masing. Dalam interaksi tersebut tidak selamanya dapat terjalin secara positif, sebaliknya akan terjadi pula secara negatif, walaupun dalam skala dan kuantitas yang terbatas. Di samping itu, akan terdapat pola interaksi tertentu secara continue, atau sering terjadi di antara para pemeluk agama yang berbeda tersebut, baik bersifat ideologis, budaya maupun praktek sosial secara alami. Secara sosiologis agama memiliki peran sebagai pemersatu . bagi umat beragama yang sama. Fungsi integratif ini biasanya menjadi luntur atau melemah ketika dalam kehidupan beragama melibatkan unsur-unsur keyakinan yang berbeda. Menurut Hendropuspito agama memiliki fungsi sebagai pemupuk persaudaraan terutama internal umat beragama. Namun ibarat sisi mata uang agama dalam realitas sosial memiliki peran ganda antara fungsi integratif maupun fungsi dis- integratif, tergantung konteks hubungan internal atau eksternal umat beragama. Dalam konteks internal umat beragama inilah agama lebih berperan sebagai pemersatu . , sekalipun juga tidak menutup kemungkinan Abuddin Nata. Metodologi Studi Islam, (Jakarta: Rajawali Press, cet. 18, 2. , hal 42. Sa`dullah Afandi. Menyoal Status Agama-agama Pra Islam, (Jakarta: Mizan 2. , cet 1, hal 136 Abuy Sodikin. AoKonsep Agama Dan IslamAo. Alqalam, 20. , hal 1 . Imam Machali. AoPeace Education Dan Deradikalisasi AgamaAo. Jurnal Pendidikan Islam, 2. CopyrightA 2023. Mutiara: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia, e-ISSN 3025-1. 12 Mutiara: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia. Vol 1. No 1. Juli 2023 terjadi disintegratif, terutama ketika melibatkan perbedaan- perbedaan faham dalam suatu agama atau kepercayaan. Setiap agama mempunyai hal-hal yang dianggap sebagai sebuah keyakinan atau sesuatu yang dijadikan ajaran dalam setiap menjalani kehidupan di bumi. Dari beberapa hal tersebut, keyakinan terhadap Tuhan menjadi asas pokok dalam setiap agama, tidak hanya dalam Islam tetapi dalam agama-agama selain Islam pula. Eksistensi agama-agama dalam kitab al-Qur`an Agama adalah ciptaan Allah SWT yang Esensinya adalah mengesakan-Nya, mensyukuri nikmat-Nya dengan melakukan amal saleh, dan beriman kepada kebangkitan, hisab, dan balasan atas amal setelah kehidupan di dunia ini. Plularitas umat dan segala keragamannya termasuk keragaman agama adalah ikhtilaf . yang alami, sehingga terdapat beragam risalah, banyak rasul, kitab-kitab suci, dan syariat-syariat karena adanya perbedaan umat, jamaah, dan kaum-kaum. Islam adalah agama yang kitab sucinya secara tegas mengakui eksistensi "para penganutnya" atau "penganut agama lain" non-Islam. Pengakuan al-Qur'an terhadap para penganut agama-agama non-Islam ini berarti pula pengakuan terhadap eksistensi agama-agama mereka. 18 Di antara ayat-ayat al- Qur'an yang menegaskan hal ini adalah: ca Ai aiOIa aI I a aIIa aA AAE a AaEa aN I a aN aI aIa a a aN IA ca a AA a aO aOEA a a a AacEEa aO EOa O aI Eea a aOA a a AIa aEA a a cau acI EacaOIa a aIIaOe aOEacaOIa NaaOe aOEIA ]62-62:A [ ECA aAEa O aN I aO aaE N aI Oa a IaOIA U AaO aaE aOA a a Sesungguhnya orang-orang mukmin, orang-orang Yahudi, orang-orang Nasrani dan orang-orang Shabiin, siapa saja diantara mereka yang benar-benar beriman kepada Allah, hari kemudian dan beramal saleh, mereka akan menerima pahala dari Tuhan mereka, tidak ada kekhawatiran kepada mereka, dan tidak . mereka bersedih hati. [Al Baqarah:. Misi perdamaian Agama dalam Al-Qur`an Al-Quran sebagai sumber normatif ajaran Islam, ditemukan di dalamnya beberapa redaksi ayat yang dapat menarik perhatian lintas agama melalui tema-tema yang nampak khas dalam Al-Quran, tetapi sebenarnya milik bersama umat beragama lain. Banyak tematema yang berkaitan dengan agama-agama yang jika dikaji menunjukkan kedekatan agamaagama yang dapat merekatkan relasi pemeluk agama. Toha Husein meyakini ada kesamaan substansial pada agama-agama Semitik yang berasal dari satu sumber, yakni Nabi Ibrahim yang diyakini sebagai AbapakA dari semua agama dan bermuara pada sumber yang satu. Allah swt. Selain itu, menurut Husein selain bertemu pada level akidah, semua agama memiliki kesamaan pada nilai-nilai universal yang disampaikan oleh setiap agama, yaitu keadilan, kebajikan, cinta kasih, dan pembelaan terhadap kaum miskin. Sementara kalau di telisik lebih jauh. Sepanjang sejarah. Allah telah mengutus para Rasul-Nya kepada umat manusia. Semua Rasul pada setiap zaman menyeru kepada masingmasing kaumnya bahwa tidak ada Tuhan yang berhak disembah kecuali hanya Allah dalam al-AnbiyAAo . : 25. Hal ini menunjukkan bahwa setiap Rasul menyeru untuk mentauhidkan Allah, hal ini mengisyaratkan bahwa misi ke-Rasulan dan agama yang mereka serukan adalah sama, yaitu islam yang berarti memberi kedamaian. Nurkholik Affandi. AoHarmoni Dalam Keberagaman (Sebuah Analisis Tentang Konstruksi Perdamaian Antar Umat BeragamaAo. Lentera: Jurnal Ilmu Dakwah Dan Komunikasi, 14. , hal 75 Jauhary Azizi. Pluralisme Agama Dalam Al-Qur`an. UIN Syarif Hidayatullah Jakarta 1428 H / 2007 MAo, 2007. Dewi Charisun Chayati,dkk AoBeberapa Isu Teologi Dan SyariAoah Dalam Perspektif Islam Dan Agama Samawi Lainnya: Studi Kasus Pemikiran M. Quraish ShihabAo. Journal of QurAo N and Had o Th Studies, 10. , hal 57 CopyrightA 2023. Mutiara: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia, e-ISSN 3025-1. 13 Khoirul Ibad: Misi Perdamaian dan Harmoni Semua Agama (Analisis Histori agama-agama samawi dalam Al-Qura. AE aEa a aI aO aIA ca aAua acI EaOIa aIA a aAiia aOA a A ua acaE Ia I a a aI a e aNa aI E aE aI a Oa a OIa aN aI aO aII Oa EAa A a a AA EacaOIa aOaOe E aE aA a aEA a acEEA ca AacEEa Aaua acIA :A ) E IIA AA a AA a aA aO a EA a acEEA Sesungguhnya agama . ang diridha. disisi Allah hanyalah Islam. Tiada berselisih orang-orang yang telah diberi Al Kitab kecuali sesudah datang pengetahuan kepada mereka, karena kedengkian . ang ad. di antara mereka. Barangsiapa yang kafir terhadap ayat-ayat Allah maka sesungguhnya Allah sangat cepat hisab-Nya. [Al 'Imran:. Ayat ini, menurut Ibnu Katsr, mengandung pesan dari Allah bahwa tiada agama di sisi- Nya, dan yang diterima-Nya dari seorang pun kecuali Islam, yaitu mengikuti RasulRasul yang diutus-Nya di zamannya20. Kata islam atau penamaan agama yang benar dengan Islam adalah sesuai dengan makna-makna semantik yang terkandung dalam kata Islam, makna Islam dalam landasan pelaksanaan ajaran-ajarannya ialah memberikan kedamaian. Muafa al-Maragh menegaskan bahwa ruh bagi agama dan shariAoat yang dibawa para Rasul adalah Islam yang secara ma`na semantik ialah memberikan kedamaian, meskipun terdapat perbedaan pada taklif . eban syariAoa. dan bentuk amaliahnya. Pernyataan ini sesuai dengan firman Allah dalam Q. 3: 19 Aubahwa agama dihadirat Allah hanyalah Islam . erserah diri/memberi kedamaia. dan Dia tidak menerima kecuali agama IslamAy. Selain itu setiap agama juga memiliki misi penyebaraan kedamaian dengan dasar ma`na sapaan salam yang disampaikan oleh penganut agama, walaupun salam tersebut dengan lafadz . yang berbeda-beda di setiap agama semisal AuassalamuAoalaikumAy. AusalomAy. AusantiAy. AurahayAy, bukanlah kata basa-basi, kata tersebut sesungguhnya menunjukkan komitmen umat untuk mewujudkan damai dan sejahtera. Jika hal tersebut disadari oleh semua masyarakat atau umat beriman bahwa kata salam adalah umum dan universal yang memiliki misi perdamaian dan cinta kasih sejati. Dari sini semakin jelas bahwa Islam dalam arti perdamaian adalah misi yang dibawa oleh para Rasul. Bahkan istilah AumuslimAy digunakan juga untuk umat-umat para Rasul terdahulu (Al-baqarah: . Menurut al-SyaAorAwi. Islam tidak terbatas hanya pada risalah Nabi Muhammad SAW saja. Tetapi Islam adalah ketundukan makhluk kepada Tuhan Yang Maha Esa dalam ajaran yang dibawa oleh para Rasul23 yang menjadikan nama penganutnya sebagai muslim dalam arti ketertudukan dan pemberi kedamaian. Sehingga mereka yang menyatakan beragama Yahudi dan Nasrani pada hakikatnya juga memiliki misi islam. Maka umat Islam. Yahudi dan Nasrani ini dimuliakan karena misi perdamaian yang berlandaskan kepatuhan kepada Tuhan dan kedamaian24, oleh karena itu semua umat manusia termasuk kaum Muslim. Yahudi dan Nasrani juga tidak akan dapat kemuliaan jika mereka tidak memiliki prinsip perdamaian yang berlandaskan kepada kepatuhan kepada Tuhan. Selama ini, banyak anggapan bahkan keyakinan bahwa banyaknya Nabi yang diutus Allah SWT. dengan membawa agama-Nya untuk umat dan zaman yang berbeda-beda menandakan bahwa memiliki misi yang banyak. Tidak. Seluruh millah atau ajaran yang dibawa semua Nabi adalah berada di bawah satu misi, yakni Islam Auperdamaian dengan kepatuham kepada TuhanAy Misi agama Allah yang dibawa oleh para Rasul-Nya sejak Nabi Adam hingga Nabi Muhammad SAW adalah dalam satu panji keislaman. Ibnu Katsir. Tafsir Ibnu Katsir, (Dar Tayibah li nasyr wa tawzi, 1999, cet . , jilid, hal 25 Moh. Ali Wasik. AoAuIslam Agama Semua NabiAy Dalam Perspektif Al-QurAoanAo. ESENSIA: Jurnal IlmuIlmu Ushuluddin, 17. , hal 228 Imam Machali. AoPeace Education Dan Deradikalisasi AgamaAo. Jurnal Pendidikan Islam, 2. , hal Moh. Ali Wasik. AoAuIslam Agama Semua NabiAy Dalam Perspektif Al-QurAoanAo. ESENSIA: Jurnal IlmuIlmu Ushuluddin, 17. , hal 223 Sa`dullah Afandi. Menyoal Status Agama-agama Pra Islam, (Jakarta: Mizan 2. , cet 1, hal 163 CopyrightA 2023. Mutiara: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia, e-ISSN 3025-1. 14 Mutiara: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia. Vol 1. No 1. Juli 2023 Telah jelas bahwa agama yang dibawa oleh Nabi Muhammad SAW. mengikuti agama Nabi Ibrahim yang lurus. Sebagaimana surah ali-imran 95 a ca aCA ]95 :A [ E IIAu aOI aI aOA n aO aI aEIa Ia Ia E aI aEaOIA a ACa EA a AacEEa acaaOe Ia Eaca ua a aNA Katakanlah: "Benarlah . pa yang difirmanka. Allah". Maka ikutilah agama Ibrahim yang lurus, dan bukanlah dia termasuk orang-orang yang musyrik. [Al 'Imran:. Maka Tujuan diutusnya Nabi Muhammad SAW, sekali lagi tidak bertujuan untuk meng-islamkan seluruh penduduk dunia, sebagaimana pandangan kelompok radikal, yang selalu berlindung dan berkedok menggunakan topeng agama untuk melancarkan segala tindak kekerasan dalam seruan dakwahnya. Tujuan diutusnya Nabi Muhammad tidak lain adalah untuk menebar kasih sayang dan perdamaian kepada alam semesta. Sehingga misi risalah sebagai subtansi dari misi Islam yang rahmatan lil Aoalamin bersifat universal. Rahmat dan kasih sayang yang dibawa oleh Nabi Muhammad SAW yang bersifat universal tentunya berlaku bagi siapapun tanpa memandang suku, warna kulit, bangsa, dan agama seseorang. Begitu juga sebagaimana risalah Nabi Muhammad membawa keadamaian juga risalaha semua Rasul sebagaimana dalam surah Yunus: 47: n AA ]47:A [ OOIA aAO a OIa aNI a E aC a aON aI aE O aEa aIOIA a AOE Aauaa a e a aA a AaO aE aE aE a acI n acA a aAOEa aN I CA a AA Tiap-tiap umat mempunyai rasul. maka apabila telah datang rasul mereka, diberikanlah keputusan antara mereka dengan adil dan mereka . tidak dianiaya. [Yunus:. Ayat diatas secara jelas menerangkan bahwa misi semua rasul kepada ummatnya ialah membawa misi keadilan dan kedamaian. Sungguh dari sini bisa disimpulkan tidak ada sama sekali agama yang mengajarkan radikalisme dan terorisme, dan sungguh salah menyandarkan radikalisme dan terorisme kepada ajaran agama tertentu. Kondisi masyarakat yang harmonis yang mensyaratkan sebagian unsur-unsur dalam kontruksi perdamaian juga harus di dukung oleh sifat dan sikap untuk melakukan dialog antar umat beragama. Dialog antar umat beragama ini pada dasarnya bisa dianggap sebagi manifestasi dari adanya saluran komunikasi yang bagus . hannels of communicatio. yang terbangun dalam masyarakat. Dari dialog antar umat beragama inilah yang diharpakan muncul sikap pluralitas kewargaan, dimana identitas-identitas yang ada dalam diri individu . gama, ras, buday. bukan menjadi identitas pemisah, akan tetapi menyatu dalam identitas yang memiliki kepentingan lebih, lebih universal yaitu identitas kewargaan. Jadi dengan demikian harmoni kehidupan antar umat bergama dapat dianggap hasil atau buah dari sifat dan sikap masyarakat yang mengedepankan pada pluralitas kewargaan. Nabi Muhammad saw. pernah menggambarkan semangat keagamaan yang toleran . l-hanyfiyyah al-samha. sebagai bentuk keagaman yang paling dicintai Allah swt. "Dari Ibn AoAbbas ra. menuturkan bahwa Nabi SAW. pernah ditanya, "Agama mana yang paling dicintai Allah?" Nabi menjawab, " agama yang lurus dan toleran . l- hanyfiyyah al-samha. (HR. Ahma. Di Indonesia sendiri, pemerintah telah berusaha meminimalisasi adanya diskriminasi agama dengan menerapkan "trilogi kerukunan beragama", sebagai langkah awal untuk membentuk toleransi itu. Trilogi ini berisi, pertama, kerukunan antar penganut suatu agama kedua, kerukunan antar umat beragama yang berbeda. ketiga, kerukunan antar umat beragama dengan pemerintah. Landasan dari trilogi kerukunan beragama ini lahir dari kesadaran akan adanya pluralitas agama di Indonesia. 27 Maka dari sini harus difahami Siti Malaiha Dewi. AoKontektualisasi Misi Risalah KenabianAo. FIKRAH: Jurnal Aqidah Dan Studi Keagamaan, 3. , hal 357 Nurkholik Affandi. AoHarmoni Dalam Keberagaman (Sebuah Analisis Tentang Konstruksi Perdamaian Antar Umat BeragamaAo. Lentera: Jurnal Ilmu Dakwah Dan Komunikasi, 14. Jauhar Azizy. Pluralisme Agama Dalam Al-Qur`an: Telaah Terhadap Tafsir Departemen Agama. UNIVERSITAS ISLAM NEGERI ( UIN ) SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA 1428 H /, 2007. CopyrightA 2023. Mutiara: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia, e-ISSN 3025-1. 15 Khoirul Ibad: Misi Perdamaian dan Harmoni Semua Agama (Analisis Histori agama-agama samawi dalam Al-Qura. manifestasi dari agama ialah perdamaian dan keharmonisan. Walaupun setiap agama punya referensi masing-masing namun manifestasi dari semuanya ialah kebaikan sebagaimana dalam surah al-Baqarah : 148 ca AacEEa aIa OU oa ua acIA ca A a aE aIA [ AEa aO aE aE aO n CaaOA a A a OIa aI a aEOIaOe Oa A a ao AaO aE aE nE aO aNU N aaO aI aOEaO aN n Aa aaCaOe E aO a aA a acEEA ]148:AECA Dan bagi tiap-tiap umat ada kiblatnya . yang ia menghadap kepadanya. Maka berlomba-lombalah . alam membua. Di mana saja kamu berada pasti Allah akan mengumpulkan kamu sekalian . ada hari kiama. Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. [Al Baqarah:. Ayat di atas menunjukkan bahwa umat manusia terbagi dalam beragam agama atau kelompok yang masing-masing memiliki aturan ibadah dan jalan menuju kepada-Nya. Setiap komunitas diharapkan bisa menerima keanekaragaman agama dan ritual ibadah yang dijalankan oleh setiap penganutnya. Yang dibutuhkan oleh masyarakat majemuk adalah agar masing-masing kelompok berlomba-lomba dalam berbuat kebaikan. Karena hanya Allah Yang Mahatahui hakikat baik atau buruk dan benar atau salah. Penafsiran yang dilakukan Tim Tafsir Depag RI hanya mengakomodir kaum Muslim dalam hal melaksanakan perintah Auberlomba-lombalah kamu dalam kebaikan. Ay Di sini, tafsir Depag RI menunjukkan kesan eksklusif bahwa hanya agama Islam dalam arti institusi yang diperintahkan untuk melakukan aneka kebaikan. Padahal perintah Allah . hithyb Alla. itu berlaku bagi tiap-tiap umat beragama yang bertujuan untuk mencapai ridha-Nya. Kata li kullin . asing-masin. dalam penggalan teks ayat di atas, menurut para ulama tafsir klasik pada umumnya dimaksudkan sebagai "ahl al-adyyn al-mukhtalifah atau ahl al-millyt al-mukhtalifah" . omunitas agama yang berbeda-beda/beraga. Sedang kata wijhah selain berarti kiblat, juga dapat diartikan dengan praktek keagamaan . Dengan demikian, teks di atas berarti bahwa setiap umat atau komunitas agama . eligious communit. memiliki kiblat dan praktek keagamaan masing-masing yang satu sama lainnya Wahbah Zuhaily menambahkan, tidak ada manfaatnya berdebat dan bertengkar tentang tempat kiblat dan praktek keagamaan suatu komunitas agama, karena Allah akan mengumpulkan umat manusia nanti pada hari Kiamat dan memberikan keputusan kepada Maka darisini agama tidak untuk diperselisihkan, dipertentangkan maupun dipertengkarkan karena pertengkaran sesama manusia tidak ada manfaatnya yang terpenting adalah misi dari semua agama ialah menebar kedamaian. KESIMPULAN Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa secara historis Plularitas umat dan segala keragamannya adalah ikhtilaf . yang alami, sehingga terdapat beragam risalah, banyak rasul, kitab-kitab suci, dan syariat-syariat karena adanya perbedaan umat, jamaah, dan kaum-kaum dan secara filosofis, sepanjang peradaban manusia di dunia ini, manusia memiliki kecenderungan secara batin untuk ber-Tuhan dan melakukan kebaikan. Sehingga dengan nalurinya manusia beragama. Semua Agama diturunkan pada dasarnya adalah mengemban misi kemanusiaan, kedamaian dan penghormatan terhadap kehidupan Karena semua agama menjunjung tinggi hak-hak hidup setiap manusia dan melarang kejahatan dan kekejian yang dilakukan oleh satu pihak kepada pihak lain. Karena kemanusiaan menjadi yang pertama dan paling utama dibanding dengan yang lainnya. Jauhar Azizy. Pluralisme Agama Dalam Al-Qur`an: Telaah Terhadap Tafsir Departemen Agama. Universitas Islam Negeri ( UIN ) Syarif Hidayatullah Jakarta 1428 H / 2007. Jauhar Azizy. Pluralisme Agama Dalam Al-Qur`an: Telaah Terhadap Tafsir Departemen Agama. Universitas Islam Negeri ( UIN ) Syarif Hidayatullah Jakarta 1428 H / 2007,hal 120 CopyrightA 2023. Mutiara: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia, e-ISSN 3025-1. 16 Mutiara: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia. Vol 1. No 1. Juli 2023 REFERENSI