940 Progresif: Jurnal Ilmiah Komputer https://ojs. stmik-banjarbaru. id/index. php/progresif/index Jl. Ahmad Yani. 33,5 - Kampus STMIK Banjarbaru Loktabat - Banjarbaru (Tlp. , e-mail: puslit. stmikbjb@gmail. e-ISSN: 2685-0877 Pengukuran Penerimaan Aplikasi BRImo Melalui Technology Acceptance Model di Kecamatan Banyubiru DOI: http://dx. org/10. 35889/progresif. Creative Commons License 4. 0 (CC BY Ae NC) Majid Ridho Al Rizal1*. Yani Rahardja2 Sistem Informasi. Universitas Kristen Satya Wacana. Salatiga. Indonesia *e-mail Corresponding Author: majidridho@gmail. Abstract The digital transformation in banking services encourages people to shift to mobile banking, including the BRImo application. Nevertheless, adoption in Banyubiru District remains relatively low as many still rely on conventional transactions. This study aims to analyze BRImo acceptance using the Technology acceptance model (TAM) with variables Perceived Ease of Use (PEU). Perceived Usefulness (PU). Attitude Toward Using (ATU), and Behavioral Intention (BI). A quantitative survey involving 50 respondents was conducted, and the data were processed using Partial Least Square (PLS-SEM). The results indicate that PEU and ATU significantly influence BRImo acceptance, while PU has a positive but limited effect on BI. The findings conclude that ease of use and positive attitudes are the key factors driving rural communities to adopt BRImo mobile banking services. Keywords: BRImo. Mobile banking. Technology acceptance model. Partial Least Square (PLSSEM). Banyubiru Abstrak Transformasi digital di sektor perbankan mendorong masyarakat untuk beralih ke layanan mobile banking, salah satunya aplikasi BRImo. Namun, tingkat pemanfaatan di Kecamatan Banyubiru masih rendah karena sebagian besar masyarakat lebih memilih transaksi manual. Penelitian ini bertujuan menganalisis penerimaan BRImo dengan menggunakan kerangka Technology acceptance model (TAM) yang melibatkan variabel Perceived Ease of Use (PEU). Perceived Usefulness (PU). Attitude Toward Using (ATU), dan Behavioral Intention (BI). Metode yang digunakan adalah survei kuantitatif dengan 50 responden, kemudian data diolah melalui Partial Least Square (PLS-SEM). Hasil menunjukkan bahwa PEU dan ATU berpengaruh signifikan terhadap penerimaan BRImo, sedangkan PU berpengaruh positif tetapi terbatas terhadap BI. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kemudahan penggunaan dan sikap positif merupakan faktor kunci dalam mendorong masyarakat pedesaan untuk mengadopsi layanan mobile banking BRImo. Kata Kunci: BRImo. Mobile banking. Technology acceptance model. Partial Least Square (PLS-SEM). Banyubiru Pendahuluan Perkembangan teknologi di masa kini yang berada di era digitalisasi telah menyentuh hampir semua bagian kehidupan, mulai dari berbelanja, menggunakan kendaraan transportasi, wisata, urusan keuangan, hingga aktivitas memberikan sumbangan dan kebutuhan finansial Semua dapat diakses secara digital . Digitalisasi pada layanan perbankan tidak hanya sebagai tren, tetapi juga menjadikan kebutuhan untuk menunjang efisiensi, kecepatan, dan kenyamanan bagi nasabah atau pengguna BRImo. BRImo adalah aplikasi mobile banking yang dikembangkan oleh Bank Rakyat Indonesia (BRI) yang digunakan untuk memudahkan nasabah melakukan transaksi perbankan secara digital, memungkinkan melakukan transaksi keuangan sewaktu-waktu menggunakan smartphone. Penelitian tentang penerimaan aplikasi Pengukuran Penerimaan Aplikasi BRImo Melalui a. Majid Ridho Al Rizal Progresif e-ISSN: 2685-0877 mobile banking penting karena teknologi keuangan meningkatkan inklusi keuangan dan akses masyarakat ke layanan perbankan . Meskipun Fitur yang tersedia di aplikasi ini meliputi pengecekan saldo, transfer uang ke rekening bank lain atau dalam satu bank, pembayaran tagihan online, serta pembelian produk keuangan wallet yang bisa diakses dengan cara yang mudah. Tingkat adopsi aplikasi ini di beberapa daerah masih belum merata. Di Kecamatan Banyubiru. Kabupaten Semarang daerah dengan letak geografisnya terdiri dari pegunungan dan pinggiran danau Rawa Pening. Masyarakat yang tinggal didaerah Kecamatan Banyubiru mayoritas mata pencahariannya berkebun, petani dan nelayan masih terdapat ketimpangan adopsi layanan digital. Isu ini bisa dilihat dari masih banyaknya orang yang lebih suka melakukan transaksi secara langsung di kantor cabang atau ATM, serta dikitnya jumlah pengguna aktif BRImo jika dibandingkan dengan total nasabah BRI yang ada di area tersebut . Kondisi ini memeperlihatkan perbedaan antara seberapa banyak teknologi yang ada dengan bagaimana masyarakat menerima inovasi dalam perbankan digital. Untuk mengetahui elemen-elemen yang berkontribusi pada penerimaan masyarakat terhadap BRImo, studi penelitian ini menerapkan metode yang didasarkan pada Model Penerimaan Teknologi (TAM). untuk menyelidiki sejauh mana pengguna aplikasi perbankan seluler BRImo mengadopsi dan memanfaatkan inovasi teknologi yang baru. Model TAM dianggap sesuai karena telah terbukti dalam berbagai penelitian dapat menjelaskan bagaimana orang menerima teknologi dengan mempertimbangkan beberapa variabel Kepemakaian yang Dirasa Berguna (PU). Penggunaan yang Dirasa Mudah (PEU). Sikap Mnggunakan (ATU),Niat Perilaku (BI) . Studi sebelumnya mengidentifikasi bahwa pandangan mengenai kemudahan penggunaan dan manfaat memiliki dampak penting dalam meningkatan keinginan untuk mengadopsi perbankan mobile . Data dikumpulkan melalui survei yang disebarkan kepada orang-orang yang memenuhi syarat di berbagai desa yang terletak di Kecamatan Banyubiru. Dengan menggunakan TAM dalam konteks lokal di Kecamatan Banyubiru, studi ini bisa memberikan pemahaman yang lebih tepat tentang tantangan dan kesempatan untuk meningkatkan penggunaan BRImo di wilayah pedesaan. Penelitian ini bertujuan untuk menilai dampak berbagai faktor dalam model TAM terhadap penerimaan aplikasi BRImo di wilayah Kecamatan Banyubiru. Studi ini memiliki manfaat secara teoritis dengan menambah pengetahuan mengenai penggunaan teknologi keuangan yang berbasis mobile banking, terutama di daerah dengan masyarakat yang mayoritas mata pencahariannya bekerja di bidang pertanian. Secara praktis, hasil studi ini diharapkan dapat memberikan rekomendasi untuk BRI dalam merancang strategi untuk meningkatkan pemahaman tentang teknologi digital, memaksimalkan fitur yang ada, serta terus mengembangkan layanan aplikasi BRImo agar lebih sesuai dengan kebutuhan masyarakat Oleh karena itu, penelitian ini dapat membantu dalam meningkatkan partisipasi keuangan dengan memanfaatkan teknologi digital dalam perbankan. Tinjauan Pustaka Penelitian sebelumnya oleh Muttaqien et al. berjudul AuUsefulness. Trust, and Intention to Use M-Banking: Evidance from Metropolitan JakartaAy . Studi ini mengembangkan TAM dengan menambahkan konstruk kepercayaan dan resiko yang dirasakan dalam konteks perbankan mobile. Akibanya, kepercayaan memiliki dampak positif terhadap niat untuk menggunakan, sedangkan resiko yang dirasakan mengurangi kecenderungan untuk memanfaatkan layanan. Analisis dilakukan dengan PLS-SEM menggunakan indikator keamanan, privasi, dan kendala sistem sebagai variabel utama. Penelitian serupa Rido et al. melalui studi AuThe Role of Perceived Risk and Perceived Ease of Use Mediates the Effect of Service Quality on Mobile banking Use (Study on BNI Mobile banking Users in Denpasar Cit. menyertakan variabel kualitas layanan dan kualitas sistem untuk menjelaskan jalur pembentukan PU dan PEOU. Kualitas layanan yang tinggi dan keandalan sistem terbukti meningkatkan pandangan tentang manfaat dan kemudahan, sehingga dapat mendorong niat berkelanjutan unruk memanfaatkan aplikasi. Studi ini menerpkan Analisis Faktor Konfirmatori (CFA) untuk vaidasi konstruk dan SEM untuk menguji Sedangkan penelitian Latif et al. AuMinat Individu Terhadap Penggunaan Mobile banking Pendekatan Technology acceptance model (TAM)Ay . menganalisi penggunaan mobile banking BUMN dengan menggunakan TAM yang telah dimodifikasi. Melalui analisi PLS, terungkap Pengukuran Penerimaan Aplikasi BRImo Melalui a. Majid Ridho Al Rizal e-ISSN: 2685-0877 bahwa PU, kepercayaan, kredibilitas, kualitas sistem dan pengaruh sosial memberikan dampak positif terhadap minnat, sedangkan kemudahan penggunaan tidak berpengaruh secara Perbedaan utama dari penelitian ini dengan penelitian sebelumnya terletak pada objek penelitian dan konteks-sosial ekonomi dari para responden. Sementara penelitian sebelumnya lebih banyak berfokus pada area perkotaan dengan tingkat literasi digital yang cukup tinggi, penelitian ini menempatkan perhatian pada komunitas pedesaan di Kecamatan Banyubiru. Kab Semarang yang sebagian besar bermata pencaharian sebagai petani dan nelayan. Selain itu, penelitian ini sepenuhnya memakai konstruk utama TAM dan tanpa memasukkan variabel tambahan lainnya. Pendekatan ini menyajikan pemahaman yang lebih mendasar mengenai cara masyarakat pedesaan mengadopsi teknologi perbankan. Bertujuan untuk mengidentifikasi faktor utama yang memengaruhi adopsi teknologi perbankan di wilayah dengan karakteristik sosial-ekonomi yang berbeda dari studi sebelumnya. Metode Penelitian 1 Model TAM Technology acceptance model (TAM) yang dikembangkan oleh Davis pada tahun 1989 merupakan versi adaptasi dari teori tindakan yang dipertimbangkan (TRA) yang khusus digunakan untuk memahami bagaimana pengguna menerima dan menerapkan teknologi. Model ini kemudian dikembangkan ulang oleh para peneliti, salah satunya adalah Vankatesh dan Davis . Model pendekatan TAM digunakan untuk menjelaskan berbagai faktor yang memengaruhi bagaimana seseorang menerima dan menggunakan teknologi. Terdapat lima konstruk pertama Penggunaan yang dirasa mudah (PEU). Kepemakaian yang dirasa berguna (PU). Sikap menggunakan (ATU), dan Niat perilaku (BI). Gambar 1 merupakan gambaran konstruk TAM . Gambar 1. Konstruk Model TAM . Kepemakaian yang Dirasa Berguna (PU) Kepemakaian yang Dirasa Berguna (PU) persepsi pelanggan tentang keyakinan individu dari hasil pengalaman penggunaan aplikasi BRImo akan memberikan manfaat yang nyata, seperti mempercepat transaksi, memudahkan akses layanan perbankan, dan meningkatkan aktivitas keuangan. Semakin tinggi persepsi kegunaan, semakin tinggi kemungkinan individu bersikap positif terhadap aplikasi. Penggunaan yang Dirasa Mudah (PEOU) Penggunaan yang Dirasa Mudah berrarti bagaimana seseorang merasa aplikasi BRImo itu gampang untuk dipelajari dan digunakan. Jika pengguna merasa aplikasi tidak rumit, maka sikap positif dan minat untuk menggunakan aplikasi tersebut akan meningkat. Sikap Menggunakan (ATU) Sikap menggunakan dalam penggunaan mobile banking BRImo merupakan tahap sikap seseorang saat menghadai teknologi terbaru yangg diperkenalkan oleh suatu bank terkait bisnis online. Kemudian, masyarakat mulai terbiasa dan menerima aplikasi tersebut sebagai media sarana untuk melakukan transaksi keuangan, yang didukung dengan tersedianya informasi yang jelas dan fitur-fitur yang memadai di aplikasi mobile banking tersebut. Niat Perilaku (BI) Niat Perilaku (BI) dalam penggunaan mobile banking merupakan suatu keinginan atau niat dari seseorang individu akan melakukan pembelajaran terhadap sistem dan fitur dalam Perilaku pengguna juga dianggap sebagai bentuk penerimaan masyarakat terhadap Progresif: Vol. No. Agustus 2025: 940-951 Progresif e-ISSN: 2685-0877 suatu sitem aplikasi, dengan adanya reson positif mengenai pengalaman menggunakan layanan mobile banking, hal ini dapat menimbulkan persepsi positif dan dapat meningkatkan keinginana untuk menggunakan layanan tersbut secara berkelanjutan. 2 Tahapan Penelitian Tahapan penelitian ini dimulai dari penyusunan studi pustaka untuk memperoleh landasan yang kuat. Kemuudian menentukan model penelitian yang digunakan, yaitu TAM. Setelah itu, menentukan sampel penelitian sesuai dengan kriteria dan menyusun instrumen Gambar 2. Kerangka Penelitian Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode kuisioner, karena data yang dikumpulkan berupa angka-angka yang akan dianalisis secara statistik untuk menjelaskan Kepemakaian yang Dirasa Berguna (PU) dan Penggunaan yang Dirasa Mudah (PEU) serta sikap Niat Perilaku (BI) pengguna dalam memanfaatkan aplikasi mobile banking BRImo. Metode survei dipilih agar peneliti dapat memperoleh gambaran yang objektif dan terukur mengenai persepsi serta perilaku konsumen di Kecamatan Banyubiru. Penelitian kuantitatif, yaitu bertujuan untuk menjelaskan hubungan antarvariabel yang diteliti berdasarkan teori Technology acceptance model (TAM). Lokasi penelirian ini berada di Kecamatan Banyubiru, dengan cakupan wilayah sepuluh Waktu pengumpulan data dilaksanakan pada bulan Juni hingga Juli 2025. Dengan menyebarkan kuisioner ke seluruh desa yang berdomisili di kecamatan banyubiru. Lokasi ini dipilih karena wilayah tersebut merupakan salah satu daerah dengan tingkat penggunaan layanan mobile banking yang terus berkembang seiring dengan meningkatnya literasi digital . Menentukan Model Penelitian Sesuai dengan Technology acceptance model (TAM) yang diperkenalkan dalam . , studi ini menyusun beberapa hipotesis yang mengaitkan berbagai variabel, seperti Kepemakaian yang Dirasa Berguna (PU). Penggunaan yang Dirasa Mudah (PEU). Sikap Menggunakan (ATU), dan Niat Perilaku (BI). Gambar 3. Model Penelitian Hipotesis yang akan digunakan pada penelitian ini adalah. A H1: Penggunaan yang dirasa mudah (PEU) mempunyai dampak positif terhadap Kepemakaian yang dirasa Berguna (PU). Pengukuran Penerimaan Aplikasi BRImo Melalui a. Majid Ridho Al Rizal e-ISSN: 2685-0877 H2: Penggunaan yang dirasa mudah (PEU) mempunyai dampak positif terhadap Sikap Menggunakan (ATU). H3: Kepemakaian yang dirasa berguna (PU) mempunyai dampak positif terhadap Sikap menggunakan (ATU). H4: Kepemakaian yang dirasa berguna (PU) mempunyai dampak positif terhadap Niat perilaku (BI). H5: Sikap menggunakan (ATU) mempunyai dampak positif terhadap Niat perilaku (BI). Menentukan Sampel Sampel adalah bagian atau subset dari suatu populasi. Karena populasi terdiri dari data yang sangat banyak, maka melakukan penelitian terhadap seluruh data tersebut tidak mungkin atau suit. Oleh karena itu, penelitian dapat dilakukan hanya dengan pada sampel yang diambil dari populasi tersebut . Untuk menentukan jumlah responden yang diperlukan dalam penelitian ini, dengan teknik Purposive Random Sampling dalam pengambilan sampel. Dalam teknik sampling Purposive Random Sampling, terlebih dahulu dilakukan pengidentifikasian seseorang yang memenuhi kriteria penelitian, yaitu pelaku yang menggunakan aplikasi mobile banking BRImo. Setelah itu, jumlah sampel ditentukan dengan menggunakan rumus tertentu. Dengan rumus tersebut, diperoleh sebanyak 50 responden. Sehingga dalam penilitian ini setidaknya harus mengumpulkan data minimal 50 orang responden . Pengumpulan Data Responden Data responden dilakukan menggunakan penyebaran kuisioner tertutup yang diberikan ke para warga/responden yang menggunakan mobile banking BRImo. Kuisioner berisi beberapa informasi identitas responden, bagian panduan pengisian, dan pernyataan mengenai konstruk penelitian. Kuisioner disusun berdasarkan model TAM, dengan ketentuan per variabel dibawah ini. A Kepemakaian yang dirasa berguna (PU) 5 item A Penggunaan yang dirasa mudah (PEU) 5 item A Sikap menggunakan (ATU) 3 item A Niat perilaku (BI) 3 item . Teknik Analisis Data Hasil dari penyebaran kuesioner dianalisis menggunakan metode statistik dengan pendekatan Partial Least Square (PLS). Metode inimerupakan kategori Structural Equation Modeling (SEM), berfungsi untuk pengujian teori, sedangkan PLS dipakai untuk membangun model prediktif . Hasil dan Pembahasan 1 Data Demografi Responden Responden penelitian ini diperoleh dari distribusi kuesioner yang dilakukan secara daring di Kecamatan Banyubiru menggunakan google form. Total responden yang diperoleh dari kuesioner ini adalah 50 sebagai sampel. Demografi responden menurut gender diperoleh total wanita lebih tinggi daripada responden pria, ada 26 responden wanita dari total keseluruhan 50 orang responden. Demografi menurut kelompok umur menunjukkan Hasil distribusi usia bahwa mayoritas responden berada pada kelompok umur 25 hingga 34 tahun, yang artinya responden dalam penelitian ini didominasi oleh kelompok umur yang produktif. Dengan presentase 36% dan berjumlah 18 responden, dan yang terakhir menurut kategori pekerjaan memperlihatkan bahwa kategori pekerjaan terbesar responden adalah pegawai swasta, sehingga sektor swasta menjadi latar belakang pekerjaan yang paling Dengan presentase 34% dn total responden sebesar 17 orang. 2 Uji Validitas Informasi yang didapat dari sebuah studi yang dilakukan dengan mendstribusikan kuesioner kepada warga di Kecamatan Banyubiru yang memanfaatkan aplikasi perbankan BRImo. Uji validitas dilakukan untuk menentukan indikator-indikator pada masing-masing Dalam studi ini, validitas konvergen diuji dengan memeriksa nilai beban luar untuk masing-masing indikator serta nilai AVE (Rata-rata Varians yang Diekstra. untuk sebuah konstruk atau variabel . Progresif: Vol. No. Agustus 2025: 940-951 Progresif Konstruk e-ISSN: 2685-0877 Tabel 4. Hasil Pengujian Item Loading dan AVE (Average Variance Expecte. Indikator Simbol Loading AVE Penggunaan yang dirasa mudah (PEU) Kepemakaian yang dirasa berguna (PU) Sikap (ATU) Niat perilaku (BI) BRImo membantu mempercepat transaksi saya PEU1 Aplikasi BRImo mempermudah akses layanan perbankan PEU2 BRImo keuangan saya lebih efisien PEU3 Saya merasa waktu saya lebih hemat dengan menggunakan BRImo PEU4 BRImo membantu saya dalam mengambil keputusan keuangan PEU5 Saya merasa aplikasi BRImo mudah dipelajari PU1 BRImo mudah digunakan tanpa bantuan orang lain PU2 Saya menggunakan BRImo meskipun pertama kali PU3 Saya cepat terbiasa penggunaan BRImo PU4 Menu dan navigasi dalam BRImo mudah dipahami PU5 Saya merasa senang menggunakan BRImo ATU1 Saya BRImo memberikan manfaat nyata bagi ATU2 Saya merasa keputusan untuk menggunakan BRImo adalah pilihan yang baik ATU3 Saya BRImo secara rutin ke depannya BI1 Saya kepada orang lain BRImo BI2 Jika ada versi baru BRImo, saya akan menggunakannya BI3 Kriteria validitas konvergen terpenuhi apabila konstruk memiliki nilai AVE di atas 0. atau semua nilai beban faktor lebih besqar dari 0. Hasil dari pengujian menunjukkan Pengukuran Penerimaan Aplikasi BRImo Melalui a. Majid Ridho Al Rizal e-ISSN: 2685-0877 bahwa seluruh konstruk Penggunaan yang Dirasa Mudah (PEU). Kepemakaian yang Dirasa Berguna (PU). Sikap Menggunakan (ATU), dan Niat Perilaku (BI) dalam penelitian ini memenuhi ketentuan tersebut, sehingga dikatakan valid. ATU PEU Tabel 5. Matriks Korelasi Antar Konstruk Penelitian ATU PEU 0,912 0,727 0,874 0,711 0,747 0,894 0,723 0,684 0,680 0,868 Pengujian validitas diskriminan melalui matriks korelasi antar konstruk penelitian menunjukkan bahwa nilai akar AVE pada setiap variabel lebih tinggi daripada dengan korelasi antar variabel. Contohnya nilai akar AVE BI sebesar 0. 874 dibanding dengan korelasinya ke ATU . Dengan hasil nilai pada tabel tersebut dapat disimpulkan bahwa seluruh konstruk dalam penelitian ini memenuhi kriteria validitas diskriminan. ATU 1 ATU 2 ATU 3 BI 1 BI 2 BI 3 PEU 1 PEU 2 PEU 3 PEU 4 PEU 5 PU 1 PU 2 PU 3 PU 4 PU 5 Tabel 6. Hasil Uji Cross Loading pada Indikator ATU PEU 0,881 0,941 0,914 0,681 0,612 0,612 0,613 0,637 0,744 0,573 0,591 0,624 0,674 0,651 0,680 0,493 0,630 0,691 0,655 0,543 0,592 0,657 0,655 0,572 0,655 0,578 0,565 0,885 0,891 0,867 0,874 0,823 0,664 0,723 0,596 0,904 0,831 0,884 0,687 0,649 0,696 0,614 0,685 0,590 0,630 0,585 0,597 0,564 0,700 0,624 0,621 0,678 0,680 0,601 0,888 0,885 0,910 0,874 0,911 0,559 0,654 0,574 0,590 0,570 Berdasarkan pada tabel diatas nilai indikator dengan variabel asalnya . oading utam. nilainya harus lebih tinggi daripada korelasi dengan variabel lainnya. Jika terdapat nilai korelasinya lebih tinggi dibanding ke variabel asalnya maka indikator tersebut tidak valid. Indikator ATU (ATU1. ATU2. ATU. A ATU 1 bernilai 0. 881 terhadap ATU lebih tinggi dibanding korelasinya dengen BI . PEU . PU . A ATU 2 bernilai 0. 941 terhadap ATU lebih tinggi dibanding korelasinya dengen BI . PEU . PU . A ATU 3 bernilai 0. 881 terhadap ATU lebih tinggi dibanding korelasinya dengen BI . PEU . PU . Semua indikator ATU valid karena loading tertinggi selalu pada variabel ATU. Indikator BI (BI1,BI2,BI. A BI1 bernilai 0. 904 (BI) > ATU . PEU . PU . A BI2 bernilai 0. 831 (BI) > ATU . PEU . PU . A BI3 bernilai 0. 884 (BI) > ATU . PEU . PU . Semua indikator BI valid karena loading tertinggi pad variabel BI. Progresif: Vol. No. Agustus 2025: 940-951 Progresif e-ISSN: 2685-0877 Indikator PEU (PEU1. PEU2. PEU3. PEU4. PEU. A PEU1 bernilai 0. 888 (PEU) > ATU . BI . PU . A PEU2 bernilai 0. 885 (PEU) > ATU . BI . PU . A PEU3 bernilai 0. 910 (PEU) > ATU . BI . PU . A PEU4 bernilai 0. 874 (PEU) > ATU . BI . PU . A PEU5 bernilai 0. 911 (PEU) > ATU . BI . PU . Semua indikator PEU valid karena nilai loading terttinggi tetap berada pada variabel PEU. Indikator PU (PU1. PU2. PU3. PU4. PU. A PU1 bernilai 0. 888 (PU) > ATU . BI . PEU . A PU2 bernilai 0. 885 (PU) > ATU . BI . PEU . A PU3 bernilai 0. 910 (PU) > ATU . BI . PEU . A PU4 bernilai 0. 874 (PU) > ATU . BI . PEU . A PU5 bernilai 0. 911 (PU) > ATU . BI . PEU . Semua indikator PU valid karena nilai loading terttinggi tetap berada pada variabel PU. Variabel diatas diuji menggunakan Fornell-Lacker Criterion dan Cross Landing untuk mengetahui apakah variabel dalam penelitian ini mampu membedakan dengan variabel lainnya. Dengan demikian seluruh variabel yang digunakan pada penelitian ini memiliki validitas diskriminan yang cukup baik. 3 Uji Reliabilitas Pengujian reliabilitas dilakukan untuk mamastikan bahwa instrumen penelitian dalam bentuk kuesioner benar-benar konsisten dalam mengukur konstruk yang diteliti. Suatu konstruk dikatakan reliabel apabila nilai Composite Reliability melebihi 0,7. Sebaliknya, jika nilainya berada di bawah 0,7 maka konstruk dianggap tidak reliabel dan tidak dapat digunakan lebih Tabel 7. Pengujian Reliabilitas Konstruk Composite Reliability Konstruk Composite Reliability Ket ATU Reliabel Reliabel PEU Reliabel Reliabel Keempat niai konstruk diatas dalam penelitian ini berada di atas nilai 0,7. Pada konstruk ATU menunjukkan bahwa indikator-indikator yang mengukur sikap menggunakan pengguna memiliki nilai konsistensi yang sangat tinggi. Konstruk BI niat perilaku responden dalam menggunakan aplikasi BRImo cukup konsisten. Konstruk PEU penggunaan yang dirasa mudah dalam menggunakan aplkasi BRImo mempunyai nilai yang tinggi diantara konstruk lainnya, dan memiliki reliabilitas paling kuat. Dan yang terakhir konstruk PU kepemakaian yang dirasa berguna responden dalam menggunakan aplkasi BRImo memberikan persepsi manfaat. 4 Uji Hipotesis serta Interpretasi Hasil Tabel 8. Hasil Uji Hipotesis melalui Path Coefficients dan T-Statistic Ket Path T-Statistic Ket Hipotesis Coefficients PEU-PU H1 PEU terbukti berdampak positif dan signifikan ke PU PU-ATU H2 PU berdampak positif dan juga signifikan ke ATU PEU-ATU H3 PEU berdampak positif dan juga signifikan ke ATU PU-BI H4 PU berdampak positif ke BI tetapi pengaruhnya ke variabel lain ATU-BI H5 ATU berdampak positif dan juga signifikan ke BI Pengukuran Penerimaan Aplikasi BRImo Melalui a. Majid Ridho Al Rizal e-ISSN: 2685-0877 Pengujian hipotesis dilakukan dengan pendekatan Partial Least Square (PLS) dengan menggunakan kriteria. Path Coefficients digunakan untuk melihat arah hubungan antarkonstruk jika nilainya lebih dari 0. 1 maka hubungan antarkonstruk finyatakan positif. T-Statistic digunakan untuk mengetahui tingkat signifikansi apabila nilainya lebih dari 1,96. Dari hasil analisis yang tersaji dalam tabel 8 diatas, diperoleh temuan sebagai berikut. Penggunaan yang dirasa mudah (PEU) mempunyai dampak positif terhadap Kepemakaian yang dirasa Berguna (PU). Temuan penelitian menunjukkan nilai path coefficient sebesar 0. i atas 0. dan nilai t-statistic yang cukup besar, yaitu 5. dan menunjukkan hasil ini bahwa penggunaan yang dirasa mudah berdampak positif dan signifikan terhadap kepemakaian yang dirasa berguna dalam menggunakan aplikasi BRImo. Semakin mudah BRImo digunakan, semakin besar pula manfaat yang dirasakan oleh pengguna. Makna temuan ini menegaskan bahwa kesederhanaan navigasi, kejelasan menu, dan kemudahan akses fitur menjadikan faktor yang penting dalam mendotrong persepsi kegunaan Pihak BRI perlu meningkatkan UI/UX, dengan mempercepat respon loading aplikasi, menyederhanakan proses transaksi, dan menambahkan petunjuk yang jelas pada fitur-fiturnya. Hasil ini sejalan dengan penelitian . yang menegaskan bahwa Penggunaan yang Dirasa Mudah meningkatkan Kepemakaian yang Diras Berguna pada mobile banking. Penggunaan yang dirasa mudah (PEU) mempunyai dampak positif terhadap Sikap Menggunakan (ATU) Temuan penelitian menunjukkan nilai path coefficients sebesar 0. i atas 0. dan nilai T-Statistic 3. menunjukkan semakin penggunaan yang dirasa mudah semakin positif sikap pengguna dalam menggunakan aplkasi tersebut. Semakin mudah aplikasi digunakan, semakin positif sikap menggunakan. Kemudahan dalam mengakses login, kecepatan dalam melakukan transaksi, dan minimnya terjadinya error meningkatkan penerimaan aplikasi ke pengguna. BRI perlu menambahkan atau menyediakan fitur yang terbaru sesuai dengan perkembangan teknologi saat ini yaitu fitur bantuan interaktif . hatbot ai atau berupa video tutoria. untuk mendukung pengguna baru aplikasi BRImo. Penelitian . membuktikan bahwa Penggunaan yang Dirasa Mudah dan resiko yang rendah secara signifikan meningkatkan sikap menggunakan aplikasi BRImo. Kepemakaian yang Dirasa berguna (PU) mempunyai dampak positif terhadap Sikap menggunakan (ATU) Temuan penelitian menunjukkan nilai path coefficients sebesar 0. i atas 0. dan nilai T-Statistic 4. Artinya, kepemakaian yang dirasa berguna terbukti berdampak positif dan signifikan terhadap sikap menggunakan pengguna aplikasi tersebut. Pengguna aplikasi BRImo merasakan manfaatnya seperta dimudahkan daam proses transaksi transfer, pembayaran digital, dan keamanan. Sebaiknya menambahkan fitur keuangan pembayaran digital QR lintas bank agar mendapatkan manfaat positif. Penelitian . menemukan bahwa Kepemakaian yang dirasa Berguna merupakan predikator utama sikap menggunakan mobile banking di indonesia. Kepemakaian yang Dirasa Berguna (PU) mempunyai dampak positif terhadap Niat perilaku (BI) Temuan penelitian menunjukkan nilai path coefficients sebesar 0. i atas 0. dan nilai T-Statistic 2. Hasil ini menunjukkan bahwa kepemakaian yang dirasa berguna berdampak positif terhadap niat perilaku, meski tidak signifikan dibanding variabel lain. Pengguna merasa bahwa BRImo memberikan keuntungan, namun keuntungan tersebut tidak cukup untuk mendrong niat perilaku tanpa faktor kepercayaan dan rasa aman yang ada. Diperlukan peningkatan dalam aspek kepercayaan dan keamanan digital, seperti penggunaan biometrik atau perlindungan ganda. Penelitian . menyatakan bahwa kepemakaian yang dirasa berguna berperan penting namun harus didukung kepercayaan agar niat menggunakan Progresif: Vol. No. Agustus 2025: 940-951 Progresif e-ISSN: 2685-0877 Sikap menggunakan (ATU) mempunyai dampak positif terhadap Niat perilaku (BI). Temuan penelitian menunjukkan nilai path coefficients sebesar 0. 487 dan nilai TStatistic 3. hasil ini menegaskan bahwa sikap menggunakan pengguna berpengaruh positif dan signifikan terhadap biat Perilaku menggunakan aplikasi BRImo. Pengguna bersikap positif terbentuk dari pengaaman transaksi yang aman, cepat, dan efisien. BRImo perlu menjaga kepuasan layanan dengan meningkatkan layanan langganan 24/7. Penelitian . menemukan sikap menggunkan adalah predikator utama niat berperilaku di layanan mobile banking. Gambar 3. Perhitungan Menggunakan Smart PLS Hasil ini menegaskan bahwa penggunaan yang dirasa mudah (PEU) dan sikap menggunakan (ATU) merupakan faktor yang dominan dalam mendorong penerimaan aplikasi BRImo para responden di Kecamatan Banyubiru. Simpulan Berdasarkan hasil studi mengenai Penerapan Model Penerimaan Teknologi (TAM) terhadap perilaku pengguna mobile banking BRImo di Kecamatan Banyubiru, dapat diformulasikan beberapa Kesimpulan: Penggunaan yang dirasa mudah (PEU) mempunyai dampak positif terhadap Kepemakaian yang dirasa Berguna (PU) sertaa Niat Perilaku (BI). Menunjukkan bahwa semakin penggunaan yang dirasa mudah aplikasi BRImo, semakin tinggi juga persepsi kegunaan dan sikap positif masyarakat terhadap aplikasi tersebut. Kepemakaian yang Dirasa Berguna (PU) mempunyai dampak positif terhadap Sikap Menggunakan (ATU) dan Niat Perilaku (BI). Namun, pengaruh PU terhadap BI tidak terlalu signifikan, sehingga meskipun masyarakat menilai BRImo bermanfaat, faktor manfaat tersebut belum sepenuhnya mendorong niat mereka untuk menggunakannya secara berkelanjutan. Sikap Menggunakan (ATU) mempunyai dampak positif dan signifikan terhadap Niat Perilaku (BI), yang berarti semakin positif sikap masyarakat terhadap BRImo, semakin besar pula keinginan mereka untuk menggunakannya di masa depan. Secara keseluruhan, penelitian ini menegaskan bahwa faktor Penggunaan yang Dirasa Mudah (PEU) dan Sikap Menggunakan (ATU) merupakan determinan utama dalam membentuk niat masyarakat Banyubiru untuk menggunakan aplikasi BRImo. Dengan demikian, pihak perbankan, khususnya BRI, perlu memperkuat aspek kemudahan akses, tampilan yang sederhana, serta edukasi yang berkesinambungan agar masyarakat pedesaan semakin percaya dan terdorong untuk memanfaatkan layanan mobile banking secara optimal. Pengukuran Penerimaan Aplikasi BRImo Melalui a. Majid Ridho Al Rizal e-ISSN: 2685-0877 Daftar Referensi . Maulana. Kurniawan, and R. Putri. AuPengaruh Perceived Ease of Use . Perceived Usefulness Terhadap Behavior Intention to Use Pada Pengguna Layanan Qris Bsi Mobile Dengan Trust Sebagai Variabel Intervening ( Studi Pada Mahasiswa Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung ),Ay Probus. Manag. , vol. 15, no. 6, pp. 276Ae284, 2024. Meyliana. Fernando, and Surjandy. AuPengaruh Persepsi Risiko dan Kepercayaan Dalam Adopsi Layanan Fintech Di Indonesia,Ay CommIT (Communication Inf. Technol. Journal. 13, no. 1, pp. 31Ae37, 2019, [Onlin. Available: https://journal. id/index. php/commit/issue/view/267 . Fauziah. Leni Anggraini Susanti, and Upayana Wiguna Eka Saputra. AuAnalisis Faktor Yang Mempengaruhi Penggunaan Mobile-Banking Pada Mahasiswa di Bali: Pendekatan Theory Acceptance Model (TAM),Ay EKOMA J. Ekon. Manajemen. Akunt. , vol. 4, no. 4, pp. 6980Ae6990, 2025, doi: 10. 56799/ekoma. Siswoyo and B. Irianto. AuAnalisis Technology Acceptance Model (TAM) Terhadap Pengguna Aplikasi Mobile Banking,Ay Owner, vol. 7, no. 2, pp. 1196Ae1205, 2023, doi: 33395/owner. Sukmawati et al. AuPenerimaan dan Penggunaan Layanan Mobile Banking Perbankan Syariah: Ekstensi Technology Acceptance Model,Ay J. Ilm. Ekon. Islam, vol. 7, no. 03, pp. 1845Ae1857, 2021, [Onlin. Available: http://jurnal. stie-aas. id/index. php/jiedoi: http://dx. org/10. 29040/jiei. Muttaqien. Anam. Tajudin, and H. Hamli. AuWhat Determines Metropolitan JakartaAos Muslim Intention to Use M-Banking?,Ay J. Ilm. Ekon. Islam, vol. 9, no. 2, p. 1765, 2023, doi: 10. 29040/jiei. Wie Rido. Wardana. Giantari, and G. Suparna. AuThe Role of Perceived Risk and Perceived Ease of Use Mediates the Effect of Service Quality on Mobile Banking Use (Study on BNI Mobile Banking Users in Denpasar Cit. ,Ay Int. Econ. Manag. Stud. , vol. 10, no. 7, pp. 1Ae12, 2023, doi: 10. 14445/23939125/ijems-v10i7p101. Latif. Akuntansi, and F. Ekonomi. Auagusafeb. CYNTHIA SARI LATIFAy. Hervilia. Singasatia, and M. Agus Sunandar. AuAnalisis Faktor Yang Mempengaruhi Penerimaan Teknologi Pada Pengguna Aplikasi Shopee Menggunakan Technology Acceptance Model (TAM),Ay INSOLOGI J. Sains dan Teknol. , vol. 1, no. 4, pp. 401Ae410, 2022, doi: 10. 55123/insologi. Wulandari. Japarianto, and T. Tandijaya. AuPenerapan Technology Acceptance Model (Ta. Terhadap Perilaku Konsumen Mobile Banking Di Surabaya,Ay J. Manaj. Pemasar. , vol. 16, no. 2, pp. 126Ae132, 2022, doi: 10. 9744/pemasaran. Wahidin. Awalludin, and K. Dennis. AuAnalisis Tingkat Penerimaan Aplikasi BCA Mobile Di Karawang Menggunakan Pendekatan Technology Acceptance Model (TAM),Ay A Semin. Nas. Inov. A, no. September, 2021, [Onlin. Available: https://ejournal. id/index. php/inotek/article/view/133https://ejournal. id/index. php/inotek/article/download/133/141 . Kristiawan. AuFaktor-Faktor yang Mempengaruhi Penerimaan Mahasiswa Terhadap ELearning Exelsa Moodle dengan Menggunakan Getamel,Ay Edcomtech J. Kaji. Teknol. Pendidik. , vol. 6, no. 2, pp. 275Ae287, 2021, doi: 10. 17977/um039v6i12021p275. Setiyani. AuUsing Technology Acceptance Model 3 (TAM . at Selected Private Technical High School: Google Drive Storage in E-Learning,Ay Utamax J. Ultim. Res. Trends Educ. 3, no. 2, pp. 80Ae89, 2021, doi: 10. 31849/utamax. Putri. AuPerceived Ease of Use. Perceived Usefulness and Perceived Trust on Behavior Intention to Use Mobile Banking,Ay Amkop Manag. Account. Rev. , vol. 5, no. 2, pp. 547Ae554, 2025, doi: 10. 37531/amar. Nasutra. Setiyoko, and A. Moro Sundjaja. AuAn Empirical Study of the Impacts Perceived Risk on Trust and Continuous Intention to Use Digital Banking in Indonesia,Ay 2023 Int. Conf. Informatics. Multimedia. Cyber Inf. Syst. ICIMCIS 2023, pp. 588Ae593, 2023, doi: 10. 1109/ICIMCIS60089. Palumian. Tarigan. Garvey, and S. Sundari. AuThe Empirical Study of Technology Acceptance Model among Mobile Banking Users in Indonesia,Ay J. Ecohumanism, vol. 3, no. 8, pp. 7486Ae7498, 2024, doi: 10. 62754/joe. Ridwan. Puspitasari. Winarsih. Wangsih, and E. Sudarmanto. AuThe Effect of Digital Banking Adoption. Trust in Fintech. Perceived Security, and Customer Satisfaction Progresif: Vol. No. Agustus 2025: 940-951 Progresif e-ISSN: 2685-0877 on Financial Inclusion in Indonesian Banking,Ay West Sci. Bus. Manag. , vol. 3, no. 01, pp. 158Ae168, 2025, doi: 10. 58812/wsbm. Sugiarto. Wulandari, and M. Afandi. AuThe Influence of Application Features and Sesurity through Trust on BRImo Customer Loyalty in Banyuwangi,Ay Am. Humanit. Soc. Sci. Res. , vol. 08, no. 05, pp. 133Ae138, 2024. Pengukuran Penerimaan Aplikasi BRImo Melalui a. Majid Ridho Al Rizal