Tersedia di https://jurnal. id/index. php/JPMK/ Jurnal Pengabdian Masyarakat Kebidanan Volume 5 No 2, 2023, 29-34 MENGGUGAH PERUBAHAN: UPAYA PENURUNAN ANGKA STUNTING MELALUI KELAS IBU BALITA AVOIDING CHANGE: EFFORTS TO REDUCE STUNTING RATE THROUGH MOTHER CLASSES Nur Laela1. Syahriani 2. Nurjanna3. Chandra Ariani Saputri4. Rezki Devi Akib5 Program studi Sarjana Kebidanan. Institut Teknologi Kesehatan dan Sains Muhammadiyah Sidrap Program studi Profesi bidan. Institut Teknologi Kesehatan dan Sains Muhammadiyah Sidrap Email : elha1338@gmail. ABSTRAK Kelas ibu balita merupakan program pengabdian masyarakat yang difokuskan pada pendidikan dan pelatihan bagi ibu-ibu dalam upaya penurunan angka stunting. Dalam kelas ini, ibu-ibu diberikan pengetahuan tentang pentingnya nutrisi yang seimbang, asupan makanan bergizi, dan praktik pemberian makan yang baik bagi anak Melalui kelas ibu balita, diharapkan ibu-ibu dapat meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan keterampilan dalam merawat anak-anak mereka secara sehat dan optimal. Kegiatan pengabdian masyarakat dilaksanakan di posyandu yaitu Posyandu Melati Sikolong dan Posyandu Pelangi Indah Pangmaroan Waktu: 5 April 2023 dan 22 April dengan Sasaran Ibu yang memiliki bayi dan Balita, melalu program pengabdian masyarakat dapat dihasilkan adanya perubahan pola makan, praktik pemberian makan yang baik, dan stimulasi tumbuh kembang yang tepat, diharapkan dapat mengurangi risiko stunting pada anak balita. Pengabdian masyarakat melalui kelas ibu balita menjadi langkah konkrit dalam penurunan angka stunting. Melalui partisipasi aktif dalam kelas ini, ibu-ibu dapat menjadi agen perubahan dalam lingkungan keluarga mereka dan Diharapkan, dengan melibatkan ibu-ibu dalam program ini, dapat tercapai penurunan angka stunting yang signifikan dan terciptanya generasi balita yang sehat, cerdas, dan berkualitas di masa depan. Kata Kunci :Kelas Ibu Balita. Nutrisi Balita. Penurunan Stunting. Stimulasi Tumbuh Kembang ABSTRACT The toddler mother class is a community service program focused on education and training for mothers in an effort to reduce stunting rates. In this class, mothers are given knowledge about the importance of balanced nutrition, nutritious food intake, and good feeding practices for toddlers. Through mother-to-five classes, it is hoped that mothers can increase their knowledge, awareness and skills in caring for their children in a healthy and optimal manner. Community service activities are carried out at the posyandu, namely Posyandu Melati Sikolong and Posyandu Pelangi Indah Pangmaroan Time: April 5 2023 and April 22 with the target of mothers who have babies and toddlers, through community service programs can result in changes in eating patterns, good feeding practices, and proper growth and development stimulation is expected to reduce the risk of stunting in children under five. Community service through toddler mother classes is a concrete step in reducing stunting Through active participation in this class, mothers can become agents of change in their family and community environment. It is hoped that by involving mothers in this program, a significant reduction in stunting rates can be achieved and the creation of a generation of healthy, intelligent and quality toddlers in the future. Keywords: Toddler Mother Class. Toddler Nutrition. Stunting Reduction. Growth and Development Stimulation PENDAHULUAN Stunting atau pertumbuhan terhambat pada balita adalah masalah serius yang dihadapi oleh banyak negara, termasuk Indonesia. Stunting dapat berdampak negatif pada perkembangan fisik dan mental anak, serta mempengaruhi kualitas hidup mereka di masa depan. Untuk mengatasi masalah ini, diperlukan upaya yang melibatkan berbagai pihak, termasuk kelas ibu balita dalam program pengabdian masyarakat. Kelas ibu balita adalah salah satu bentuk program pengabdian masyarakat yang bertujuan untuk memberikan edukasi dan pendampingan kepada ibu-ibu yang memiliki anak usia balita. Program ini Copyright A 2023. JPMK, e-ISSN: 2654-7996 Jurnal Pengabdian Masyarakat Kebidanan 30 Volume 5 No 2, 2023 pengetahuan dan keterampilan ibu dalam hal gizi, kesehatan, perawatan, dan stimulasi tumbuh kembang anak. Melalui kelas ini, ibu-ibu dapat belajar cara memberikan perawatan yang baik dan menyediakan nutrisi yang seimbang bagi anak-anak mereka. Dalam kaitannya dengan stunting, kelas ibu balita memainkan peran penting dalam pencegahan dan penanggulangan masalah Berikut adalah beberapa alasan mengapa kelas ibu balita memiliki kaitan erat dengan stunting: Pendidikan gizi dan pemberian makanan yang sehat: Dalam kelas ibu balita, ibu-ibu diberikan pengetahuan tentang gizi yang tepat untuk anakanak mereka. Mereka belajar tentang pentingnya nutrisi yang seimbang dan cara menyajikan makanan sehat. Dengan pengetahuan ini, ibu-ibu dapat memberikan makanan yang bergizi dan sesuai dengan kebutuhan anakanak Adhikari. Khatri. Paudel, , & Poudyal. Praktik pemberian makan yang baik: Selain pengetahuan tentang gizi, kelas pembelajaran tentang cara memberi makan yang benar kepada balita. Ibuibu diajarkan mengenai pola makan yang tepat, frekuensi pemberian makan, dan porsi makan yang sesuai dengan usia anak. Hal ini penting karena praktik pemberian makan yang tidak tepat dapat menyebabkan Dewey. , & AduAfarwuah. Stimulasi tumbuh kembang anak: Di dalam kelas ibu balita, ibu-ibu juga diberikan pemahaman mengenai pentingnya stimulasi tumbuh kembang Mereka belajar bagaimana memberikan rangsangan yang sesuai dengan tahapan perkembangan anak, seperti bermain, berbicara, dan Stimulasi yang baik dapat mendukung pertumbuhan otak dan perkembangan kognitif anak, sehingga dapat mencegah stunting dalam hal perkembangan intelektual. de Onis, . Branca. , & Childhood Stunting: A Global Perspective. Pemantauan Melalui kelas ibu balita, ibu-ibu diajarkan cara memantau pertumbuhan anak secara rutin. Mereka diberikan pengetahuan tentang tanda-tanda pertumbuhan yang normal dan masalah kesehatan yang dapat Dengan memantau pertumbuhan anak secara teratur, ibu-ibu dapat mendeteksi dini adanya masalah pertumbuhan dan segera mengambil tindakan yang tepat. Saha KK, at all. Peningkatan kesadaran ibu: Selain keterampilan praktis, kelas ibu balita kesadaran ibu mengenai pentingnya pencegahan stunting. Melalui diskusi dan pertukaran pengalaman dengan ibu-ibu lainnya, mereka dapat memahami dampak stunting dan bagaimana menghindarinya. Dengan kesadaran yang meningkat, ibu-ibu menerapkan praktik perawatan dan nutrisi yang baik bagi anak-anak Nair MKC, at all . METODE Kegiatan pelaksanaan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan di posyandu melati Sikolong pada tanggal 5 April 2023 dan posyandu Pelangi Indah Pamaroan pada tanggal April Pengabdian dilaksanakan dengan kolaborasi antara Dosen dan bidan desa di wilayah mahasiswa beserta kader. Prosedur dengan tahapan sebagai berikut: Langkah 1: Perencanaan Program Copyright A 2023. JPMK, e-ISSN: 2654-7996 Jurnal Pengabdian Masyarakat Kebidanan 31 Volume 5 No 2, 2023 Identifikasi Menentukan tujuan yang ingin dicapai melalui penyuluhan. Identifikasi Menentukan kelompok sasaran yang akan menerima penyuluhan. Rencanakan lokasi dan waktu penyuluhan: Pilih tempat yang nyaman dan sesuai, serta jadwal yang memungkinkan partisipasi maksimal dari audiens. Langkah 2: Pengumpulan Informasi Mengumpulkan informasi tentang data stunting dan factor penyebabnya. Memahami konteks lokal: Mengetahui kondisi sosial, budaya, dan ekonomi di wilayah tersebut bertujuan membantu menyampaikan pesan dengan cara yang relevan dan dapat dipahami oleh Langkah 3: Persiapan Materi dan Metode Menyiapkan materi penyuluhan: Buat materi yang informatif dan mudah Menentukan metode penyampaian: Memilih metode yang sesuai dengan audiens dan konteks, dalam hal ini kami menggunakan ceramah, diskusi Langkah 4: Pelaksanaan Program Sosialisasikan program: Gunakan berbagai saluran komunikasi untuk melalui jaringan komunitas local . beserta bidan setempat. Melakukan Selenggarakan sesi kelas ibu balita dengan mengikuti rencana dan materi yang telah disiapkan. Serta melibatkan partisipan secara aktif melalui diskusi, tanya jawab. Menyampaikan informasi dengan jelas: Menggunakan bahasa yang mudah dipahami dan sederhana. Serta memberikan contoh nyata dan praktis memahami apa yang telah dijelaskan. Dukung dengan materi visual: Menggunakan bahan visual, seperti video pendek, untuk memperkuat pesan dan membantu partisipan Menjawab pertanyaan dan tanggapi Memberikan kesempatan kepada partisipan untuk bertanya dan berbagi pengalaman. Dan Menanggapi pertanyaan dengan baik dan jawab dengan jelas dan akurat. Langkah 5: Evaluasi dan Tindak Lanjut Evaluasi efektivitas program: Lakukan evaluasi untuk mengukur pemahaman partisipan pada ibu balita sebelum dan setelah dilakukan kelas ibu balita. Dengan melakukan diskusi kelompok kecil untuk mengumpulkan umpan Analisis hasil evaluasi: Tinjau hasil evaluasi dan identifikasi keberhasilan dan kekurangan program. Tindak lanjut: Setelah Kelas ibu balita dilaksanakan, memberikan panduan dan materi tertulis kepada partisipan agar mereka dapat mengingat dan membagikan informasi kepada orang Kemudian menjalin kerja sama dengan pihak terkait, seperti fasilitas kepada ibu balita. Copyright A 2023. JPMK, e-ISSN: 2654-7996 Jurnal Pengabdian Masyarakat Kebidanan 32 Volume 5 No 2, 2023 HASIL DAN PEMBAHASAN Kegiatan dilaksanakan di posyandu yaitu Posyandu Melati Sikolong dan Posyandu Pelangi Indah Pangmaroan Waktu : 5 April 2023 dan 22 April dengan Sasaran Ibu yang memiliki bayi dan Balita. Hasil yang dicapai yaitu: Peningkatan pengetahuan ibu tentang gizi balita: Melalui kelas ibu balita, ibu-ibu mendapatkan pengetahuan yang lebih baik tentang gizi yang seimbang untuk balita. Mereka memahami pentingnya nutrisi yang tepat dan dapat mengidentifikasi makanan yang sehat dan bergizi untuk diberikan kepada anak-anak mereka. Perubahan pola makan yang lebih sehat: Dengan pengetahuan yang diperoleh melalui kelas ibu balita, ibuibu dapat mengubah pola makan keluarga mereka menjadi lebih sehat. Mereka mempelajari cara menyajikan makanan yang bergizi, mengenali porsi yang sesuai, dan menghindari makanan yang tidak sehat. Hal ini dapat membantu mencegah stunting dan mempromosikan pertumbuhan yang optimal pada balita. Praktik pemberian makan yang baik: Ibu-ibu yang mengikuti kelas ibu balita juga belajar cara memberi makan yang baik kepada balita. Mereka memberikan makan dengan frekuensi yang tepat, memperhatikan porsi makan, dan memberikan variasi makanan yang sehat. Praktik ini dapat membantu memastikan bahwa balita menerima nutrisi yang cukup untuk pertumbuhan dan perkembangan Peningkatan kembang: Dalam kelas ibu balita, ibuibu diajarkan tentang pentingnya memberikan stimulasi yang tepat kepada anak-anak mereka. Mereka belajar cara bermain, berbicara, dan membaca dengan anak-anak mereka untuk merangsang perkembangan Dengan meningkatnya kesadaran ini, ibu-ibu dapat lebih aktif dalam memberikan perhatian dan rangsangan yang diperlukan untuk perkembangan balita Meningkatnya pertumbuhan anak: Melalui kelas ibu balita, ibu-ibu juga diajarkan cara memantau pertumbuhan anak secara Mereka memahami tanda-tanda pertumbuhan yang normal dan dapat mengidentifikasi masalah kesehatan Dengan ibu-ibu mengambil tindakan jika ada tandatanda stunting atau masalah kesehatan SIMPULAN Kelas ibu balita memiliki kaitan erat dengan stunting karena memberikan pendidikan, keterampilan, dan dukungan kepada ibu-ibu dalam upaya pencegahan dan penanggulangan stunting. Melalui program ini kelas ibu balita dapat memberikan kontribusi yang signifikan optimal pada balita. Dengan peningkatan pengetahuan, perubahan pola makan, praktik pemberian makan yang baik, kembang, dan pemantauan pertumbuhan yang lebih baik, diharapkan generasi anakanak yang lebih sehat dan berkualitas dapat tumbuh dan berkembang serta melalui diharapkan dapat tercapai penurunan angka stunting dan terciptanya generasi yang lebih sehat dan berkualitas di masa depan DAFTAR PUSTAKA