Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia, 6 . , 2026 p-ISSN: 2774-6291 e-ISSN: 2774-6534 Available online at http://cerdika. id/index. php/cerdika/index Keputusan Pembelian UMKM: Peran Digital Marketing dan Brand Image (Studi Kasus: UMKM Maja Lebak. Bante. Wenty Febrianti*. Ahmad Darda Universitas Teknologi Muhammadiyah Jakarta. Indonesia Emailwenty. utmjakarta@gmail. Abstrak Perkembangan teknologi digital mendorong pelaku Usaha Mikro. Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk beradaptasi dalam strategi pemasaran guna meningkatkan daya saing dan keputusan pembelian konsumen. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh digital marketing dan brand image terhadap keputusan pembelian produk UMKM di Kecamatan Maja. Kabupaten Lebak. Banten. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survei dengan pendekatan deskriptif dan kausal. Data dikumpulkan melalui kuesioner kepada 63 UMKM dari total populasi 70 UMKM dengan teknik probability sampling. Analisis data dilakukan menggunakan metode Partial Least SquareAeStructural Equation Modeling (PLS-SEM) melalui indikator reflektif pada aplikasi SmartPLS 4. Hasil penelitian menunjukkan bahwa digital marketing tidak berpengaruh dan tidak signifikan terhadap keputusan pembelian, dengan nilai koefisien jalur sebesar -0,209 dan nilai t-statistik sebesar 0,902 (< 1,. Sebaliknya, brand image berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian, dengan nilai koefisien jalur sebesar 0,388 dan nilai t-statistik sebesar 3,528 (> 1,. Temuan ini mengindikasikan bahwa keputusan pembelian produk UMKM di Kecamatan Maja lebih dipengaruhi oleh persepsi konsumen terhadap brand image dibandingkan dengan aktivitas digital marketing yang dilakukan. Implikasi manajerial dari penelitian ini menekankan pentingnya penguatan brand image sebagai strategi utama dalam meningkatkan keputusan pembelian, serta perlunya evaluasi dan optimalisasi penerapan digital marketing agar lebih efektif dan berorientasi pada pembangunan citra merek. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi pelaku UMKM dan peneliti selanjutnya dalam pengembangan strategi pemasaran UMKM berbasis digital. Kata kunci: Digital Marketing. Brand Image. Keputusan Pembelian. UMKM. Abstract The development of digital technology encourages Micro. Small, and Medium Enterprises (MSME. to adapt their marketing strategies to improve their competitiveness and consumer purchasing decisions. This study aims to analyze the influence of digital marketing and brand image on MSME product purchasing decisions in Maja District. Lebak Regency. Banten. The research method used is a survey method with a descriptive and causal Data were collected through questionnaires to 63 MSMEs from a total population of 70 MSMEs with probability sampling techniques. Data analysis was carried out using the Partial Least SquareAeStructural Equation Modeling (PLS-SEM) method through reflective indicators in the SmartPLS 4 application. The results showed that digital marketing had no and insignificant effect on purchasing decisions, with a path coefficient value of -0. 209 and a t-statistic value of 0. 902 (<1. In contrast, brand image has a positive and significant effect on purchasing decisions, with a path coefficient of 0. 388 and a t-statistic of 3. 528 (> 1. This finding indicates that purchasing decisions for MSME products in Maja District are more influenced by consumer perceptions of brand image than by digital marketing activities. The managerial implications of this study emphasize the importance of strengthening brand image as a primary strategy in improving purchasing decisions, as well as the need to evaluate and optimize the implementation of digital marketing to be more effective and oriented towards building brand image. This study is expected to serve as a reference for MSME actors and future researchers in developing digital-based MSME marketing strategies. Keywords: Digital Marketing. Brand Image. Purchasing Decisions. MSMEs. PENDAHULUAN Dewasa ini perkembangan dunia digital semakin berkembang dengan pesat, kemajuan teknologi nyatanya dapat memudahkan kegiatan masyarakat sehingga masyarakat dituntut untuk mampu beradaptasi dengan dunia digitalisasi (Kusnanto et al. , 2024. Taptajani et al. Begitu juga dengan dunia bisnis, dari bisnis besar maupun bisnis kecil, bahkan UMKM pun sudah mulai memanfaatkan digitalisasi terutama dalam hal kegiatan pemasaran baik produk maupun jasa yang ditawarkan. Sektor UMKM mempengaruhi perputaran roda Keputusan Pembelian Umkm: Peran Digital Marketing Dan Brand Image (Studi Kasus: Umkm Maja Lebak. Bante. perekonomian, seperti diketahui bahwa UMKM memiliki kontribusi penting bagi pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Bank Indonesia bahkan menjelaskan bahwa UMKM berkontribusi sebesar 60% dari total product domestic bruto (PDB) (Bank Indonesia 2. Pelaku UMKM harus merubah cara yang konvensional ke cara yang menggunakan teknologi. Hal ini perlu dilakukan karena konsumen juga telah merubah perilaku mereka dengan menggunakan teknologi. Berkaitan dengan ini, dalam penelitian Supriadi . tentang hubungan antara online marketing dan perilaku konsumen dalam membeli sebuah produk, penelitian tersebut menunjukkan adanya pengaruh antara sistem pemasaran secara daring dengan gaya konsumen membeli kebutuhan Strategi pemasaran dan media yang tepat yang digunakan dapat meraih pasar yang dituju sehingga volume penjualan selalu meningkat dan profit. Berdasarkan hasil riset McKinsey dalam Supriadi . menyatakan bahwa baru sekitar 30% usaha di Indonesia yang menggunakan instrumen digital dalam mengembangkan usahanya2. Oleh karena itu para pelaku UMKM perlu mendapatkan edukasi terkait dengan strategi dan jenis daripada digital Dapat kita simpulkan bahwa potensi digital marketing di Indonesia masih sangat besar, informasi pemasaran baik jasa maupun barang yang ditawarkan juga memudahkan konsumen untuk mendapatkan informasi yang dibutuhkan. Jadi dapat dikatakan bahwa digital marketing merupakan proses pemasaran secara online melalui teknologi elektronik. Penggunaan pemasaran dengan teknologi digital diharapan UMKM mampu berkembang dan menjadi pusat kekuatan ekonomi. Berhubungan dengan ini, pakar pemasaran Yuswohadi dalam Awali dan Rohmah . meyakinkan bahwa jika ingin tetap bertahan, pelaku UMKM harus memaksimalkan penggunaan teknologi digital3. Melalui perkembangan teknologi digital memungkinkan para pelaku UMKM untuk melakukan pemasaran produknya secara daring/online dan menggunakan transaksi melalui sistem perbankan secara online pula. Tantangannya hanya saja bagaimana UMKM dapat meningkatkan kualitas produknya sehingga bisa berkembang dengan Media sosial menjadi sarana digital marketing yang paling mudah untuk dimanfaatkan, ini dapat memacu para pelaku usaha untuk terus kreatif dalam memenuhi keinginan konsumen sehingga konsumen memiliki minat beli terhadap suatu produk dan melakukan keputusan pembelian baik secara online maupun ofline sehingga dapat menjadi motivasi tersendiri terhadap perkembangan dan keberlangsungan UMKM, akan tetapi apabila pemanfaatan digital marketing tidak dilakukan secara benar dalam arti para pelaku UMKM tidak dapat menampilkan informasi secara aktif di media sosial yang menceritakan pengalamanpengalaman pribadi yang menyenangkan, termasuk testimony dari pelanggan, foto atau video menarik saat upload suatu produk atau jasa yang ditawarkan maka penggunaan digital marketing tidak memiliki dampak terhadap keputusan pembelian seperti penelitian yang dilakukan oleh Dewi, et. yang menyatakan bahwa tidak ada pengaruh digital marketing terhadap keputusan pembelian. Pada saat konsumen mengambil keputusan untuk membeli suatu produk sebenarnya mereka telah mempunyai alasan-alasan tertentu dalam menentukan produk tersebut, seperti brand image misalnya, dimana brand image ini menjadi sesuatu hal yang dapat menarik Keputusan Pembelian Umkm: Peran Digital Marketing Dan Brand Image (Studi Kasus: Umkm Maja Lebak. Bante. perhatian dan mempengaruhi persepsi konsumen terhadap suatu produk, sehingga para pelaku UMKM harus menciptakan first impressions terhadap suatu produk melalui brand image Penelitian Adiwidjaja & Tarigan . yang sudah dilakukan menyatakan bahwa brand image berpengaruh positif terhadap keputusan pembelian, akan tetapi berbeda dengan penelitian yang dilakukan oleh Lestari . dimana brand image tidak berpengaruh terhadap keputusan pembelian6. Berkaitan dengan situasi yang terjadi seperti yang dipaparkan di atas, nampak nya masih ada research gap yang terjadi, sehingga penulis merasa perlu melakukan penelitian yang berhubungan dengan fenomena tersebut untuk membuktikan dan menjawab research gap yang ada dengan judul Penerapan Digital Marketing dan Brand Image Dalam Meningkatkan Keputusan Pembelian Produk UMKM di Kecamatan Maja Lebak Banten. Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan UMKM di daerah Maja sudah mulai berkembang akan tetapi masih mengalami keterbatasan dalam hal melakukan pemanfaatan digital marketing sebagai penguat dalam strategi pemasaran dan masih menghadapi keterbatasan dalam membangun citra merek . rand imag. yang kuat dan konsisten di tengah persaingan pasar. Adapun rumusan masalah dalam penelitian ini adalah apakah digital marketing dan brand image berpengaruh terhadap keputusan pembelian produk UMKM di Kecamatan Maja Lebak Banten. METODE PENELITIAN Jenis Penelitian Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei dengan menggunakan pendekatan deskriptif analisis. Metode survei ini bertujuan memberikan gambaran tentang masing-masing variabel dengan cara menganalisis pengaruh variabel bebas terhadap variabel Menurut Sekaran dan Bougie . penelitian deskriptif adalah. Audescriptive studiesare often designed to collect data that describe characteristic of object such as person, organizations, products, or brands, event or situations. Ay Kajian deskriptif adalah kajian yang sering dirancang untuk mengumpulkan data yang menggambarkan karakteristik dari objek seperti orang, organisasi, produk, atau merek, peristiwa atau situasi. Desain penelitian yang digunakan peneliti dalam penelitian ini menggunakan penelitian kausal. AuCausal research seeks to indentify cause-and-effect relationships. When something causes an effect, it means it brings it about or make it happen. Ay Dimana penelitian kausal merupakan alat untuk mengidentifikasikan hubungan sebab akibat. Zikmund et. Variabel penelitian yang akan dioperasionalisasikan dalam penelitian ini adalah variabel Ae variabel yang terkandung didalam hipotesis. Menurut Sekaran dan Bougie . Aua variable is anything that can take on differing or varying values. The values at various times for the same object or person, or at the same time for different objects or persons. Ay Sebuah variabel adalah sesuatu yang dapat mengambil nilai yang berbeda atau bervariasi. Nilai pada berbagai waktu untuk objek atau orang yang sama, atau pada saat bersamaan untuk objek atau orang yang berbeda. Dalam penelitian ini variabel-variabel penelitian yang dimaksud diklasifikasikan menjadi dua bagian yaitu variabel eksogen dan variabel endogen. Variabel eksogen adalah setiap variabel yang mempengaruhi variabel lain, namun tidak dipengaruhi oleh variabel Keputusan Pembelian Umkm: Peran Digital Marketing Dan Brand Image (Studi Kasus: Umkm Maja Lebak. Bante. Sedangkan variabel endogen adalah setiap variabel yang mendapat pengaruh dari variabel lain Ghozali . Dalam penelitian ini yang menjadi variabel eksogen adalah digital marketing dan brand image sementara variabel endogen adalah keputusan pembelian. Dengan skala ukur data menggunakan Likert. Populasi dari penelitian ini adalah para UMKM di Kecamatan Maja Lebak Banten, tepatnya di sekitar Citra Maja Raya dengan populasi sebanyak 70 UMKM, dan sampel yang terkumpul sebanyak 63 UMKM dengan metode pengambilan sampel secara probability sampling yang merupakan teknik pengambilan sampel yang memberikan peluang yang sama bagi setiap unsur anggota populasi untuk dipilih menjadi sampel. Jenis pengumpulan data yang dilakukan adalah data primer (Observasi, kuesione. dan data sekunder (Jurnal, buku, penelitian terdahul. Sedangkan untuk analisa datanya dalam penelitian ini menggunakan metode analisis data model regresi dengan indikator reflektif yang menguji arah hubungan kausalitas dari variabel laten ke indikator melalui diagram jalur dengan melakukan pengujian outer model dan inner model pada setiap indikator nya serta hipotesis bootstrapping melalui SmartPls4. Kemudian untuk menggambarkan karakteristik utama dari suatu kumpulan data, baik itu sampel atau populasi dilakukan analisa deskriptif dan distribusi HASIL DAN PEMBAHASAN Deskripsi Obyek Penelitian Maja adalah nama daerah yang terletak di Kabupaten Lebak. Provinsi Banten. Indonesia, yang juga merupakan sebuah kecamatan dengan desa-desa di dalamnya, seperti Desa Maja dan Desa Tanjungsari, dan memiliki Stasiun Maja yang penting bagi Maja dikenal sebagai kawasan yang diproyeksikan sebagai kota penyangga Jabodetabek dan pusat pengembangan perumahan, seperti Citra Maja Raya. Pengembangan Maja didorong dengan pembangunan infrastruktur dan transportasi oleh pemerintah dengan konsep Transit Oriented Development (TOD). Digadang Ae gadang sebagai kota penyangga membuat adanya perkembangan pada desa Maja termasuk dalam bidang UMKM. UMKM di Maja sedang dalam fase pertumbuhan yang didukung oleh faktor internal . SDM) dan eksternal . daptasi pasar, digitalisas. , meskipun tantangan dalam implementasi digitalisasi perlu terus diatasi untuk memaksimalkan potensi ekonomi daerah. Analisa Deskripsi Karakteristik Responden Berdasarkan data yang diperoleh hasil menunjukan bahwa responden dengan jenis bidang usaha terbanyak adalah dibidang kuliner dengan persentase sebesar 33%, terbanyak ke dua yaitu dibidang sembako sebanyak 11%, dan jenis usaha yang masih sedikit ada di bidang fashion, serta minyak wangi masing-masing sebesar 1%. Keputusan Pembelian Umkm: Peran Digital Marketing Dan Brand Image (Studi Kasus: Umkm Maja Lebak. Bante. Gambar 1. Grafik Jenis Bidang Usaha pada UMKM Maja Sumber : Hasil Pengamatan dan Kuesioner . Selanjutnya untuk responden berdasarkan besaran omset perbulan untuk UMKM dengan bidang usaha sembako memperoleh omset perbulan sebesar Rp. 000 dengan rata-rata omset perbulan sebesar Rp. 273 dan menempati urutan tertinggi. Gambar 2. Grafik Omset Perbulan Pada UMKM Maja (Dalam satuan juta rupia. Sumber : Hasil Pengamatan dan Kuesioner . Kemudian untuk data responden berdasarkan tahun berdirinya UMKM di Maja, rata-rata UMKM di Maja khususnya disekitar Citra Maja City, mulai berkembang di tahun 2011 sampai dengan 2020, bertepatan dengan proses infrastruktur dan pengembangan perumahan Citra Maja City dengan konsep Transit Oriented Development (TOD), hal ini menunjukan bahwa dengan adanya pengembangan perumahan Citra Maja City membuka akses kepada para warga sekitar untuk membuka peluang usaha melalui UMKM, seperti yang dapat dilihat pada gambar dibawah ini : Keputusan Pembelian Umkm: Peran Digital Marketing Dan Brand Image (Studi Kasus: Umkm Maja Lebak. Bante. Gambar 3. Data UMKM Maja Berdasarkan Tahun Berdirinya Sumber : Hasil Pengamatan dan Kuesioner . Dengan persentase 55% pada tahun 2011 sampai dengan 2020, kemudian persentase 29% ditahun 2000-2010. Distribusi Frekuensi Deskripsi Variabel . Deskripsi Variabel Digital Marketing Variabel digital marketing mempunyai dua . dimensi, tiga . indikator dan 10 pernyataan . Berikut distribusi frekuensi hasil jawaban kuesioner untuk variabel digital marketing: Tabel. Rekap Distribusi Frekuensi Jawaban Variabel Digital Marketing (X. Dimensi Indikator Hasil Kuesioner % Total Responden Favorable Neutral Unfavorable Sosial Media Strategi Promosi Interaktif SosMed 4 Efiesiensi Waktu dan Biaya Total Sumber : Data primer diolah Peneliti . Tabel 1 merupakan hasil rekap statistik deskriptif distribusi frekuensi untuk jawaban dari setiap responden pada variabel Digital Marketing. Berdasarkan Tabel 2 untuk variabel digital marketing memiliki nilai rata-rata variabel untuk favorable sebesar 72%, neutral sebesar 22% dan unfavorable sebesar 7%. Hal ini menunjukan bahwa peranan digital marketing termasuk Keputusan Pembelian Umkm: Peran Digital Marketing Dan Brand Image (Studi Kasus: Umkm Maja Lebak. Bante. kategori baik, akan tetapi peran digital marketing belum maximal karena masih terdapat beberapa UMKM yang belum memanfaatkan digital marketing sebagai media promosi. Deskripsi Variabel Brand Image Variabel brand image mempunyai dua . dimensi, tiga . indikator dan 10 pernyataan . Berikut distribusi frekuensi hasil jawaban kuesioner untuk variabel brand image : Tabel 2. Rekap Distribusi Frekuensi Jawaban Variabel Brand Image (X. Indikator Hasil Kuesioner % Total Responden Favorable Neutral Unfavorable Citra Pembuat Popularitas dan Kredibilitas Citra Produk Atribut Produk Manfaat Produk Total Sumber : Data primer diolah peneliti . Dimensi Tabel 2 merupakan hasil rekap statistik deskriptif distirbusi frekuensi untuk jawaban dari setiap responden pada variabel brand image. Berdasarkan Tabel 3 untuk variabel brand image memiliki nilai rata-rata variabel untuk favorable sebesar 72%, neutral sebesar 28% dan unfavorable sebesar 0%. Hal ini menunjukan bahwa brand image masih menjadi penentu dalam menunjang serta meningkatkan keputusan pembelian akan suatu produk. Deskripsi Variabel Keputusan Pembelian Variabel keputusan pembelian mempunyai dua . dimensi, lima . indikator dan 10 pernyataan . Berikut distribusi frekuensi hasil jawaban kuesioner untuk variabel keputusan pembelian. Tabel. Rekap Distribusi Frekuensi Jawaban Variabel Keputusan Pembelian (Y) Dimensi Indikator Hasil Kuesioner % Total Responden Favorable Neutral Unfavorable Kemantapan Pada Kualitas Produk Packaging Bahan Baku Kebiasaan Dalam Waktu Pembelian Membeli Produk Kemudahan Pembelian Total Keputusan Pembelian Umkm: Peran Digital Marketing Dan Brand Image (Studi Kasus: Umkm Maja Lebak. Bante. Sumber : Data primer diolah . Tabel 4 merupakan hasil rekap statistik deskriptif distribusi frekuensi untuk jawaban dari setiap responden pada variabel keputusan pembelian. Berdasarkan Tabel 4 untuk variabel keputusan pembeleian memiliki nilai rata-rata variabel untuk favorable sebesar 93%, neutral sebesar 7% dan unfavorable sebesar 0%. Hal ini menunjukan bahwa rata-rata jawaban responden mengenai keputusan pembelian akan suatu produk UMKM dikategorikan sangat Pengujian Outer Model Penelitian ini merupakan model regresi dengan persamaan terdiri atas dua kelompok konstruk yaitu konstruk eksogen dan konstruk endogen. Konstruk eksogen (Exogenous Construc. adalah variabel yang tidak diprediksi oleh variabel lain dalam model atau dikenal juga sebagai variabel bebas. Peneliti membagi konstruk eksogen adalah Digital Marketing (X. dan Brand Image (X. Sedangkan konstruk endogen (Endogenous Construc. adalah faktorfaktor yang diprediksi oleh satu atau beberapa konstruk. Konstruk endogen dapat memprediksi satu atau beberapa konstruk endogen lainnya, tetapi konstruk eksogen hanya dapat berhubungan kausal dengan konstruk endogen. Kemudian yang menjadi konstruk endogen adalah Keputusan Pembelian (Y). Convergent Validity Output pada diagram jalur dibawah ini merupakan factor loading yang sudah direvisi dan dilakukan pengujian convergent validity ulang, karena sebelumnya ada beberapa indikator yang tidak memenuhi nilai convergent validity. Kemudian setelah dilakukan uji ulang hasilnya memenuhi convergent validity yaitu nilai indikatornya sudah di atas 0,5. Gambar 4. Diagram Path Loading Factor Convergent Validity Sumber : Data diolah peneliti . Diagram diatas menunjukan bahwa indikator yang diajukan telah valid dan dapat digunakan untuk pengujian selanjutnya. Keputusan Pembelian Umkm: Peran Digital Marketing Dan Brand Image (Studi Kasus: Umkm Maja Lebak. Bante. Pengujian Reliability Dibawah ini merupakan hasil output outer model regresi berganda pengujian reliability: Tabel 4. Uji Reliability AVE Composite Cronbachs Digital Marketing 0,653 0,903 0,875 Brand Image 0,611 0,940 0,930 Keputusan 0,519 0,913 0,900 Pembelian Sumber : Data diolah peneliti . Variabel Composite reliability Ou 0,70. Cronbachs alpha dan composite reliability diatas 0,70. Ave Ou 0,5. Hasil ini menunjukan bahwa tingkat reliabilitas / konsistensi internal variabel digital marketing, brand image dan keputusan pembelian dapat diterima. Pengujian Heterotrait-Monotrait ratio (HTMT) Variabel Tabel 5. Uji HTMT Digital Brand Marketing Image Keputusan Pembelian Digital Marketing 0,197 Brand Image Keputusan Pembelian 0,233 0,331 Sumber : Data diolah peneliti . HTMT pasangan variable keputusan pembelian dan digital marketing sebesar 0,233 < 90, begitu juga pasangan variabel lainnya memiliki nilai kurang dari 0. 90, maka evaluasi discriminant validity dengan HTMT terpenuhi. Pengujian Inner Model . Uji Multikolonier dengan inner VIF < 5 Digital Marketing X1. X1. X1. X1. X1. Tabel 6. Uji Multikolonieritas Brand VIF Keputusan Image Pembelian X2. X2. X2. X2. X2. X2. X2. X2. X2. X2. Y10 Sumber : Data diolah peneliti . VIF VIF Keputusan Pembelian Umkm: Peran Digital Marketing Dan Brand Image (Studi Kasus: Umkm Maja Lebak. Bante. Hasil estimasi menunjukan nilai inner VIF . ariance Inflated Facto. kurang dari 5 maka tidak ada multikolinier antara variable yang memengaruhi keputusan pembelian. R Square (R. Evaluasi Goodness of Fit. Q Square predict dan Effect Size Pada penelitian ini diperoleh hasil R2 sebagai berikut: Tabel 7. R Square Variabel R Square Keputusan Pembelian (Y) 0,175 Sumber : Data diolah peneliti . Nilai R2 untuk variabel keputusan pembelian 0,175 dalam Hair et. termasuk kategori rendah, yang artinya nilai tersebut mengindikasi bahwa besarnya pengaruh digital marketing dan brand image terhadap keputusan pembelian pada UMKM di daerah Maja khususnya Citra Maja hanya sebesar 17,5%. Tabel 8. Evaluasi Goodness Of Fit Saturated model Estimated model SRMR d_ULS Chi-square NFI Sumber : Data diolah peneliti . Sedangkan evaluasi goodness of fit model struktural diukur dengan menggunakan nilai SRMR, merujuk pada Karin Schermelleh et al . apabila nilai SRMR antara 0,08 - 0. Sedangkan hasil daripada SRMR sebesar 0,11 > 0,10 sehingga model dapat dikatakan kurang baik. Sehingga model kurang mampu menjelaskan fenomena keputusan pembelian produk UMKM Maja dikaitkan dengan dengan beberapa variabel, yaitu digital marketing dan brand image. Diperkuat dengan pengujian Q2 Predict sebagai berikut : Endogen Tabel 9. Q Square Predict QApredict RMSE Keputusan Pembelian _(Y) Sumber : Data diolah peneliti . MAE Nilai Q Square predict sebesar 0,041 menunjukan bahwa model belum memiliki predictive acuracy yang tinggi. Kemudian untuk Effect size pengaruh langsung . irect effec. menggunakan ukuran effect size F square dengan kriteria F square . 02 rendah, 0. 15 Moderat, 35 Tingg. Hair etal . Keputusan Pembelian Umkm: Peran Digital Marketing Dan Brand Image (Studi Kasus: Umkm Maja Lebak. Bante. Tabel 10. Effect Size Digital Marketing Brand Image _(X. _(X. Variabel Digital Marketing _(X. Brand Image _(X. Keputusan Pembelian _(Y) Keputusan Pembelian _(Y) Sumber : Data diolah peneliti . Pengaruh digital marketing dan brand image terhadap keputusan pembelian UMKM pada level struktural memiliki effect size (F square sebesar 0,052 dan 0,. termasuk kategori rendah dan moderat. Hal ini menunjukan bahwa dari kedua variabel tersebut brand image lah yang memiliki pengaruh terbesar. Pengujian Hipotesis Gambar 4. Diagram Path Uji Hipotesis Sumber : Data diolah peneliti . Berdasarkan diagram path pengujian hipotesis di atas, pada variabel digital marketing terhadap keputusan pembelian mempunyai nilai t statistics lebih kecil dari 1,96 . Sedangkan variabel brand image terhadap keputusan pembelian memiliki nilai t statistik lebih besar dari 1,96 . Untuk lebih detailnya perhatikan tabel dibawah ini: Variabel Tabel 11. Hasil Uji Hipotesis Origin Sampl (O) (M) Digital Marketing _(X. -> Keputusan Pembelian _(Y) Brand Image _(X. -> Keputusan Pembelian _(Y) Sumber : Data diolah peneliti . Standar (STDE T statistics (|O/STDEV Keputusan Pembelian Umkm: Peran Digital Marketing Dan Brand Image (Studi Kasus: Umkm Maja Lebak. Bante. Hipotesis pertama (Ha. ditolak dimana digital marketing tidak mempunyai pengaruh positif dan tidak signifikan terhadap keputusan pembelian sebesar (-0,. dengan t statistic . ,902 < 1. atau p value . ,367 > 0,. Kemudian untuk hipotesis kedua diterima, dimana brand image berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian sebesar . dengan t statistik . ,528 > 1,. atau p value . ,000 <0,. Koefisien parameter jalur yang diperoleh dari pengaruh variabel digital marketing terhadap keputusan pembelian sebesar minus 0,209 dengan nilai t statistik 0,902 < 1,96 pada taraf signifikan 0,05 . %) menyatakan bahwa tidak terdapat pengaruh dan tidak signifikan antara digital marketing terhadap keputusan pembelian. Sehingga hipotesis yang pertama ditolak. Sehingga ada ketidaksesuaian dengan penelitian yang sudah dilakukan oleh Putri dan Marlien . Mewoh, et. Mulyansyah dan Sulistyowati . yang menyatakan bahwa digital marketing berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian. Koefisien parameter jalur yang diperoleh dari pengaruh variabel brand image terhadap keputusan pembelian sebesar 0,388 dengan nilai t statistik 3,528 > 1,96 pada taraf signifikan 0,05 . %) menyatakan bahwa terdapat pengaruh positif dan signifikan antara brand image terhadap keputusan pembelian. Sehingga hipotesis yang kedua diterima. Hal ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Adiwidjaja & Tarigan . Mamahit et. Omar dan Atteya . Novansa. Hafizh. Hapzi Ali . mengenai pengaruh brand image terhadap keputusan pembelian yang dilakukan membuktikan bahwa terdapat pengaruh yang positif dan signifikan keputusan pembelian. Model Persamaan Penelitian Berdasarkan diagram jalur dan tabel yang sudah dijelaskan pada hasil penelitian maka dibuatlah model persamaan regresi sebagai berikut : Gambar 5. Model Persamaan Penelitian Sumber : Data diolah peneliti . Dengan persamaan sebagai berikut: Y = -0,209X1 0,388 X2 ea. Keterangan : : Digital Marketing (DM) : Brand Image (BI) : Keputusan Pembelian Keputusan Pembelian Umkm: Peran Digital Marketing Dan Brand Image (Studi Kasus: Umkm Maja Lebak. Bante. : Error Pada model penelitian diatas dapat dilihat bahwa pengaruh langsung brand image terhadap keputusan pembelian memiliki koefisien tertinggi dibandingkan dengan koefisien digital marketing terhadap keputusan pembelian. KESIMPULAN Dari hasil analisa di atas dapat disimpulkan bahwa digital marketing tidak berpengaruh dan tidak signifikan terhadap keputusan pembelian pada produk UMKM di daerah Maja, sedangkan brand image berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian pada produk UMKM di daerah Maja. Hal ini menjelaskan bahwa peningkatan brand image akan berdampak pada peningkatan keputusan pembelian produk UMKM di daerah tersebut. Untuk meningkatkan keputusan pembelian, manajemen dapat melakukan beberapa langkah. Pertama, melakukan evaluasi dan reorientasi strategi digital marketing dengan memperhatikan efektivitas konten, platform, dan komunikasi kepada konsumen, agar tidak hanya fokus pada frekuensi promosi, tetapi juga pada kualitas pesan dan keterlibatan Kedua, mengoptimalkan brand image sebagai fokus utama strategi pemasaran dengan menjaga kualitas produk, meningkatkan kepercayaan konsumen, dan membangun identitas merek yang kuat. Ketiga, meskipun digital marketing tidak berpengaruh langsung terhadap keputusan pembelian, strategi ini tetap dapat digunakan untuk memperkuat brand image, meningkatkan brand awareness, dan membangun citra positif melalui platform digital. Keempat, manajemen perlu melakukan penyesuaian alokasi anggaran pemasaran, dengan memberi porsi lebih besar pada penguatan brand image dan fokuskan anggaran digital marketing pada kegiatan jangka panjang seperti membangun reputasi merek. Terakhir, perusahaan perlu mengembangkan strategi komunikasi merek yang konsisten, baik secara online maupun offline, untuk membentuk persepsi positif di benak konsumen yang pada akhirnya akan mendorong keputusan pembelian. DAFTAR PUSTAKA