Http://jurnal. id/index. php/JAPB ISSN : 2723-0937 EFEKTIVITAS PENGELOLAAN BADAN USAHA MILIK DESA KARYA MANDIRI DALAM RANGKA MENINGKATKAN PENDAPATAN ASLI DESA DI DESA KAPAR KECAMATAN MURUNG PUDAK KABUPATEN TABALONG Dzulia Khadijah*. Rahmi Hayati khdzliaa@gmail. hayati777@gmail. Program Studi Administrasi Negara Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Tabalong Komplek Stadion Olah Raga Saraba Kawa Pembataan Tanjung Ae Tabalong Telp/Fax . 2022484 Kode Pos 7012 Email: info@stiatabalong. ABSTRAK Pengelolaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDe. dilakukan oleh Pemerintah Desa bersama dengan Dengan ada nya pengelolaan BUMDes yang melibatkan masyarakat secara langsung ini diharapkan mampu untuk mendorong perekonomian dengan memberdayakan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mengetahui bagaimana Efektivitas Pengelolaan Badan Usaha Milik Desa Karya Mandiri Dalam Rangka Meningkatkan Pendapatan Asli Desa Di Desa Kapar Kecamatan Murung Pudak Kabupaten Tabalong. Jenis dan pendekatan penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini berupa observasi,wawancara dan dokumentasi. Sumber data primer diperoleh dari observasi wawancara dengan informan yang berjumlah 5 (Lim. orang sedangkan data sekunder diperoleh dari dokumen dan laporan-laporan data terkait. Teknik analisis data yang digunakan adalah model interaktif dari Miles and Huberman yaitu Pengumpulan Data. Reduksi Data. Penyajian Data. Penarikan Kesimpulan atau Verifikasi . Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Efektivitas Pengelolaan Badan Usaha Milik Desa Karya Mandiri Dalam Rangka Meningkatkan Pendapatan Asli Desa Di Desa Kapar Kecamatan Murung Pudak Pudak Kabupaten Tabalong dikategorikan Cukup Efektif. Kata Kunci : Efektivitas. Pengelolaan BUMDes. Pendapatan EFFECTIVENESS OF THE MANAGEMENT OF THE KARYA MANDIRI VILLAGE-OWNED ENTERPRISE (BUMDES) IN INCREASING VILLAGE ORIGINAL INCOME IN KAPAR VILLAGE. MURUNG PUDAK DISTRICT. TABALONG REGENCY ABSTRACT The management of Village-Owned Enterprises (BUMDe. is carried out by the Village Government in collaboration with the community. The involvement of the community in the direct management of BUMDes is expected to boost the local economy by empowering the residents. This study aims to analyze and understand the effectiveness of the management of the Karya Mandiri Village-Owned Enterprise in increasing the village's original income in Kapar Village. Murung Pudak District. Tabalong Regency. This research employs a descriptive qualitative approach. Data collection techniques include observation, interviews, and Primary data were obtained through interviews with five informants, while secondary data were gathered from relevant documents and reports. The data analysis technique used is the interactive model from Miles and Huberman, which involves data collection, data reduction, data display, and conclusion drawing or verification. The results of this study indicate that the effectiveness of the management of the Karya Mandiri Village-Owned Enterprise in increasing the village's original income in Kapar Village. Murung Pudak District. Tabalong Regency is categorized as moderately effective. Keywords: Effectiveness. BUMDes Management. Income JAPB : Volume 7 Nomor 2, 2024 Http://jurnal. id/index. php/JAPB ISSN : 2723-0937 PENDAHULUAN Desa adalah bagaimana membangun atau menciptakan mekanisme pemerintah yang dapat masyarakat yang sejahtera secara berkeadilan ,sehingga pemerintah harus melaksanakan pembangunan berdasarkan aspirasi masyarakat dan memberikan pelayanan public yang sebaikbaiknya (Solekhan M. , 2. Pembangunan desa telah diatur dalam undang-undang desa, yaitu meningkatkan kesejahteraan hidup manusia serta penanggulangan kemiskinan melalui penyediaan pemenuhan kebutuhan dasar , pembangunan sarana dan prasarana desa, pengembangan potensi ekonomi local dan pemanfaatan sumber daya alam dan lingkungan secara berkelanjutan. Pada pasal 1 ayat 6 Undang-undang nomor 6 Tahun 2014 disebutkan AuBahwa Badan Usaha Milik Desa , yang selanjutnya disebut BUMDes adalah badan usaha yang seluruh atau sebagian besar modalnya dimiliki oleh desa melalui penyertaan secara langsung yang berasal dari kekayaan desa yang dipisahkan guna mengelola asset, jasa pelayanan, dan usaha lainnya untuk sebesar-besarnya kesejahteraan masyarakat desa. Pengelolaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDe. dilakukan oleh pemerintah desa bersama dengan masyarakat. Pengelolaan yang melibatkan masyarakat secara langsung BUMDes diharapkan mampu untuk mendorong perekonomian dengan memberdayakan masyarakat. Keterlibatan masyarakat dimulai sejak awal pendirian sampai dengan pengelolaan lembaga tersebut. Kabupaten Tabalong adalah salah satu kabupaten yang berada di Provinsi Kalimantan Selatan yang bersebelahan dengan Kabupaten Paser Provinsi Kalimantan Timur dan Kabupaten Barito Timur Provinsi Kalimantan Tengah. Kabupaten Tabalong memiliki 12 kecamatan, 10 kelurahan dan 121 Desa. Dari 121 desa, tercatat ada 104 BUMDes dengan rincian 40 Bumdes berstatus aktif, 47 Bumdes berstatus ditingkat dasar, 52 Bumdes berstatus ditingkat tumbuh, 4 Bumdes berstatus ditingkat berkembang, dan 1 Bumdes yang berstatus ditingkat maju. Salah satu nya yaitu BUMDes yang ada di Desa Kapar merupakan BUMDes yang berstatus JAPB : Volume 7 Nomor 2, 2024 di tingkat dasar karena BUMDes tersebut masih mengalami ketertinggalan perihal bagaimana BUMDes tersebut belum mampu berkembang dan menjalankan tugas dan fungsi sebagaimana mestinya. (Zulhakim, 2. menyatakan bahwa AuBumdes merupakan perekonomian masyarakat desa dan perlu dikembangkan daya saingnya, sehingga selain menopang keuangan desa juga dapat menopang kehidupan masyarakatAy. Desa kapar merupakan ibu kota kecamatan Murung Pudak Kabupaten Tabalong yang mempunyai 15 Rukun Tetangga dan berpenduduk 4125 jiwa dengan jumlah kepala keluarga 1194 KK dan kepadatan penduduk 305 Per Km dengan mayoritas masyarakat bermata pencaharian iyalah sebagai petani yang memiliki tanah/lading serta sebagai pedagang hal ini dikarenakan Desa Kapar juga berada dikawasan pasar yaitu pasar Kapar Kecamatan Murung Pudak. Desa Kapar memiliki BUMDes yang bernama BUMDes Karya Mandiri. Bumdes ini terbentuk pada tahun 2017 sedangkan berdirinya BUMDes pada 2018 dengan merujuk pada usaha BUMDes Mart dan Penyediaan bahan sembako, pada tahun 2018 Desa Kapar mendapat bantuan keuangan dari Pusat yaitu Dana Desa sebesar Rp. 000 dan bantuan keuangan dari Daerah yaitu terdiri dari Bagi Hasil Pajak & Retribusi Rp. 000 dan Alokasi Dana Desa Rp. 000 dengan total keseluruhan Rp. Untuk penggunaan modal awal BUMDes Karya Mandiri memfokuskan pada dua penggunaan dana yaitu penggunaan modal dana untuk pembelian modal usaha bidang Retail/Perdagangan sebesar Rp. 000 dan untuk pembelian modal tidak bergerak (Aset Bumde. sebesar Rp. Alasan kenapa ingin memfokuskan pada 2 penggunaan dana tersebut adalah karena yang pertama, sementara ini ingin memfokuskan pada pelayanan Kelompok PKH atau Raskin dan melayani masyarakat penerima Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) dalam penyediaan/suplai bahan baku kebutuhan mereka di Desa Kapar dan juga untuk kebutuhan masyarakat umum lainnya. untuk poin kedua kenapa menggunakan modal untuk pembelian asset BUMDes dikarenakan Bumdes Http://jurnal. id/index. php/JAPB ISSN : 2723-0937 Karya Mandiri baru dibentuk belum memiliki aset dalam menunjang kegiatan operasionalnya, dengan berjalannya Bumdes Karya Mandiri , begitu juga berjalannya kegiatan usaha BUMDes sehingga diharapkan dapat menata dan merealisasikan rencana-rencana kegiatan usaha lainnya yang berpotensi bagi masyarakat diwilayah tersebut. TINJAUAN PUSTAKA Efektivitas Kata efektif berasal dari bahasa Inggris effective, yang berarti berhasil, sesuatu yang berhasil dilakukan. Pengetian Efektivitas sering dikaitkan dengan Pengertian Efisien. Efisiensi adalah hasil dari usaha yang telah di capai lebih besar dari usaha yang dilakukan. Sedangkan Efektivitas dapat dikatakan sebagai keberhasilan pencapaian tujuan organisasi. Menurut (Surmayadi, 2. dalam bukunya yang berjudul Au Efektivitas Implementasi Kebijakan Otonomi DaerahAy bahwa : AuOrganisasi dapat dikatakan efektif bila organisasi tersebut dapat sepenuhnya mencapai sasaran yang telah ditetapkanAy. Efektivitas umumnya dipandang sebagai tingkat pencapaian tujuan operatif dan operasional. Dengan demikian pada dasarnya efektivitas adalah tingkat pencapaian tujuan atau sasaran organisasional sesuai yang ditetapkan. Menurut (Siagian S. , 2. AuEfektif adalah jika hasil kegiatan semakin mendekati sasaran berarti semakin tinggi EfektivitasnyaAy. Jadi penggunaan istilah efektif adalah melakukan pekerjaan yang benar dan sesuai dengan cara yang tepat untuk mencapai suatu tujuan yang direncanakan. Sedangkan efisiensi adalah hasil dari usaha yang telah di capai dan lebih besar dari usaha yang di lakukan. Efektivitas pada kesimpulannya dikatakan sebagai taraf tercapainya suatu tujuan tertentu, baik ditinjau dari segi hasil maupun segi usaha yang di ukur dengan nutu, jumlah serta ketepatan waktu sesuai dengan prosedur dan ukuran-ukuran tertentu. Untuk mengukur efektivitas dapat dilihat dari : Pencapaian Target JAPB : Volume 7 Nomor 2, 2024 Artinya sejauh mana target dapat ditetapkan organisasi dapat terealisasikan dengan baik. Ini dapat dilihat dari sejauh mana pelaksanaan tujuan organisasi dalam mencapai target sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan. Kemampuan Adaptasi Artinya keberhasilan organisasi dilihat dari sejauh mana organisasi dapat menyesuaikan diri dengan perubahan Ae perubahan yang terjadi baik dari dalam organisasi maupun luar organisasi. Kepuasan Kerja Artinya suatu kondisi yang dirasakan oleh seluruh organisasi yang mampu memberikan kenyamanan dan motivasi bagi peningkatan kinerja organisasi. Yang menjadi fokus didalamnya adalah pekerjaan dan kesuaian imbalan atau sistem intensif yang diberlakukan bagi anggota organisasi yang berprestasi dan telah melakukan pekerjaan melebihi beban kerja yang ada. Tanggung Jawab Artinya organisasi dapat melaksanakan mandat yang diberikan sesuai dengan ketentuan yang telah dibuat sebelumnya, dan bisa menghadapi serta menyelesaikan masalah yang terjadi dengan Jenis-jenis efektivitas Jenis-jenis efektivitas menurut (Gibson. Ivancevich, & Donelly, 1. , yaitu : Efektivitas Individu, didasarkan pada pandangan dari segi individu yang menekankan pada hasil karya karyawan atau anggota dari organisasi. Efektivitas kelompok, adanya pandangan bahwa pada kenyataannya individu saling bekerja sama dalam kelompok. Jadi efektivitas kelompok merupakan jumlah kontribusi dari semua anggota . Efektivitas organisasi, efektivitas organisasi terdiri dari efektivitas individu dan Melalui pengaruh sinergitas, organisasi mampu mendapatkan hasil karya yang lebih tinggi tingkatannya dari Http://jurnal. id/index. php/JAPB ISSN : 2723-0937 pada jumlah hasil karya tiap Aetiap bagiannya. Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Efektivitas Menurut (Streers, 1. ada tiga perspektif utama di dalam menganalisa apa yang disebut Efektivitas Organisasi yaitu : Perspektif Optimalisasi Tujuan Definisi Efektivitas ini dinilai menurut ukuran seberapa jauh suatu organisasi berhasil mencapai tujuan yang layak dicapai. Jika pemusatan perhatian pada tujuan yang layak dicapai berjalan optimal, maka akan memungkinkan dikenalnya secara jelas berbagai tujuan yang sering saling berlawanan, sekaligus dapat diketahui hambatan-hambatan dalam mencapai tujuan tersebut. Perspektif sistem Definisi Efektivitas ini dinilai dari keterpaduan berbagai faktor yang berhubungan mengikuti pola, input, konversi, output, dan umpan balik, dan juga mengikut sertakan lingkungan sebagai faktor Dalam perspektif sistem , tujuan tidak dipergunakan sebagai keadaan akhir yang statis , tetapi lebih sebagai sesuatu yang dinamis yang dapat berubah sesuai berjalannya waktu. Jadi dengan begitu tujuan akan mengikuti dari faktor internal maupun dari faktor eksternal. Perspektif Perilaku Manusia Definisi Efektivitas ini dinilai berdasarkan pada perilaku personil yang mempengaruhi keberhasilan organisasi untuk periode jangka panjang. Dalam hal ini dilakukan pengintegrasian antara tingkah laku individu maupun kelompok sebagai unit analisis, dengan asumsi bahwa satu-satunya cara mencapai tujuan adalah melalui tingkah laku dari personil yang ada didalam organisasi tersebut. Indikator- Indikator Efektivitas Organisasi JAPB : Volume 7 Nomor 2, 2024 Menurut (Streers, 1. terdapat lima indikator yang dapat mempengaruhi efektivitas organisasi, yaitu: Kejelasan tujuan Tujuan sangat penting dirumuskan dengan jelas karena akan digunakan sebagai tolak ukur pembentukan organisasi. Tujuan tersebut dapat melahirkan berbagai macam fungsi, dan fungsi-fungsi tersebut dapat memperkuat organisasi dan memberikan fokus bagi kegiatan-kegiatan organisasi untuk pencapaian hasil-hasil yang dikehendaki secara baik. Filosofi dan sistem nilai Filosofi berhubungan dengan hal mengapa organisasi dibentuk, apa dasar pemikirannya, dan apa yang ingin di Komposisi dan struktur Komposisi menunjukkan adanya latar belakang . ingkat pendidikan, tingkat ciri-ciri kepribadian, dan motivas. dari anggota organisasi atau kualifikasi yang diperhatikan sejalan dengan peranan, tugas dan fungsi serta aktivitas pencapaian tujuan. Sedangkan struktur organisasi mengacu pada bagaimana organisasi mengatur dirinya, dengan membagi tugas dan peranan secara baik, sehingga mampu menggambarkan kebutuhan untuk mencapai tujuan organisasi. Teknologi organisasi Pemanfaatan teknologi modern yang di penggunaannya oleh karyawan akan menciptakan daya dukung bagi percepatan pencapaian tujuan organisasi. Lingkungan organisasi. Lingkungan disini merupakan kondisi lingkingan suasana kerja didalam organisasi yang berpengaruh terhadap produktivitas kerja dan hubungan yang harmonis bagi karyawan khususnya yang berkaitan dengan lingkungan Http://jurnal. id/index. php/JAPB ISSN : 2723-0937 fisik, seperti tingkat kebisingan, dan tata letak ruang kerja. Menurut (Sejathi, 2. ada tiga Indikator yang dapat mempengaruhi efektivitas. Ketepatgunaan Ketapat gunaan adalah melakuakan pekerjaan dengan tepat dan mampu menjalankan tugas dengan cermat, dan berdaya guna. Hasil guna Hasil guna adalah sebuah usaha yang dijalankan efektif agar dapat mencapai tujuan, hasil dan target yang diharapkan dengan tepat waktu. Sehingga dapat disimpulkan bahwa suatu pekerjaan dapat dikatakan efektif jika tujuan yang ditetapkan sebelumnya berhasil dicapai Menunjang tujuan Menunjang Tujuan merupakan membantu kelancaran suatu organisasi dalam mencapai atau merencanakan sesuatu yang di inginkan. Pendekatan Terhadap Efektivitas Pendekatan terhadap efektivitas dilakukan dengan acuan berbagai bagian yang berbeda dari lembaga, dimana lembaga mendapatkan input atau masukan berupa berbagai macam sumber dari lingkungannya. Menurut daft efektivitas dapat di evaluasi dengan melihat beberapa hal yaitu: pencapaian sasaran, proses pelaksanaan program yang tercermin dalam perilaku organisasi ketika berinteraksi dengan lingkungan, kepuasan konstituen dalam lingkungan, kesehatan kondisi internal, dan penilaian subyektif seseorang pada organisasi. Ada 5 pendekatan yang dapat digunakan, yaitu: Pendekatan sasaran goal (Goal Approac. yaitu pendekatan ini mencoba mengukur sejauh mana organisasi atau pembaga berhasil merealisasikan sasaran yang hendak JAPB : Volume 7 Nomor 2, 2024 Pendekatan Stakeholder yaitu pendekatan yang menekankan pada kepuasan konstituen dalam suatu lingkungan. Pendekatan proses internal yaitu pendekatan ini mengukur kesehatan internal Pendekatan nilai bersaing yaitu pendekatan ini menekankan pada penilaian subjektif seseorang pada organisasinya. Pendekatan ini sering digunakan organisasi dalam mengukur ke efektifan organisasi. Pendekatan sistem (Sistem Approuc. yaitu pendekatan ini menkankan pada sasaran jangka panjang dengan mengindahkan interaksi antara organisasi dan Pengertian Pengelolaan (Manajeme. Menurut kamus Besar Bahasa Indonesia, kata pengelolaan mempunyai 4 Pengertian. Pengelolaan adalah proses, cara, perbuatan mengelola. Pengelolaan melakukan kegiatan tertentu dengan menggerakkan tenga orang lain. Pengelolaan adalah proses yang membantu merumuskan kebijakan dan tujuan Pengelolaan adalah proses yang memberikan pengawasan pada semua hal yang terlibat dalam pelaksanaan kebijakan dan pencapaian tujuan. Pengelolaan diartikan sebagai suatu rangkaian pekerjaan atau usaha yang dilakukan oleh sekelompok orang untuk melakukan serangkaian kerja dalam mencapai tujuan tertentu. Dari definisi diatas dapat disimpulkan bahwa manajemen merupakan proses merencanakan, mengorganisasikan, memimpin, dan mengendalikan menggunakan semua sumber daya baik manusia maupun sumber daya alam untuk mencapai tujuan yang sudah ditetapkan. Fungsi-fungsi pokok manajemen menurut (Terry, 2. adalah sebagai berikut: Planning Http://jurnal. id/index. php/JAPB ISSN : 2723-0937 Kegiatan yang menentukan berbagai tujuan dan penyebab tindakantindakan selanjutnya. Organizing Kegiatan membagi pekerjaan diantara anggota kelompok dan membuat ketentuan dalam hubungan-hubungan yang diperlukan. Actuating Kegitaan menggerakkan anggotaanggota dengan tugas masing-masing Controling Kegiatan untuk menyesuaikan antara pelaksanaan dan rencana-rencana yang telah ditentukan. Faktor-Faktor pendukung pengelolaan Menurut Marry Parker Follet dalam (Priyono, 2. faktor-faktor pendukung pengelolaan, yaitu: Adanya penggunaan sumber daya organisasi, baik SDM maupun faktorfaktor lainnya. Adanya pengendalian Adanya pengawasan Faktor-faktor Penghambat Pengelolaan Menurut (Priyono, 2. suatu proses pengelolaan manajemen secara keseluruhan tidak lancar sehingga proses pencapaian tujuan akan terganggu atau mengalami kegagalan. Faktor-faktor yang menghambat tersebut, yaitu: Proses perncanaan . Pengorganisasian . Pengarahan . Penganggaran Badan Usaha Milik Desa (BUMDe. Pengertian Desa Menurut peraturan Menteri Dalam Negeri. Desa atau yang disebut dengan nama lain, yang selanjutnya disebut desa adalah kesatuan masyarakat hukum yang memiliki batas-batas wilayah yang berwewenang untuk mengatur dan mengutus kepentingan masyarakat setempat berdadsarkan asal-usul dan istiadat yang diakui dan dihormati dalam JAPB : Volume 7 Nomor 2, 2024 sistem Pemerintah Negeri Republik Indonesia. Sedangkan menurut UU Nomor 32 Tahun 2004 yang telah diubah dengan UU Nomor 6 Tahun 2014 tentang desa atau yang disebut dengan nama lain, selanjutnya disebut desa adalah kesatuan masyarakat hukum yang memiliki batas-batas wilayah yuridis berwenang untuk mengatur kepentingan masyarakat setempat , berdasarkan asal-usul dan adat istiadat setempat yang diakui dan atau tidak dibentuk dalam sistem Pemerintah Negara Republik Indonesia Tahun 1945. landasan pemikiran dalam pengaturan mengenai desa adalah keaneka ragaman otonomi asli , demokratisasi dan pemberdayaan masyarakat. Maka disimpulkan bahwa desa adalah kesatuan masyarakat yang memiliki adat istiadat dan asal-usul yang sama yang diakui oleh Negara dan menjalankan pemerintahannya secara otonom. Pengertian Badan Usaha Milik Desa(BUMDe. Pada pasal 1 ayat 6 UU Nomor 6 Tahun 2014 disebutkan bahwa Badan Usaha Milik Desa yaitu yang selanjutnya disebut BUM Desa adalah badan usaha yang seluruhnya atau sebagian besar modalnya dimiliki oleh desa melalui penyertaan secara langsung yang berasal dari kekayaan desa yang dipisahkan guna mengelola aset, jasa pelayanan, dan usaha lainnya untuk sebesarbesarnya kesejahteraan masyarakat desa. Menurut Pusat Kajian Dinamika Sistem Pembangunan . Badan Usaha Milik Desa (BUMDe. adalah lembaga usaha desa yang dikelola oleh masyarakat dan pemerintahan desa dalam upaya memperkuat perekonomian desa dan dibentuk berdasrkan kebutuhan dan potensi desa, sebagai salah satu lembaga ekonomi yang beroperasi dipedesaan. BUMDes harus memiliki perbedaan dengan lembaga ekonomi pada umumnya, ini dimaksud agar keberadaan dan kinerja BUMDes mampu memberikan rkonkontribusi yang signifikan terhadap peningkatan Http://jurnal. id/index. php/JAPB ISSN : 2723-0937 Disamping itu , supaya tidak berkembang sistem usaha kapasitas di pedesaan yang dapat mengakibatkan terganggunya nilai-nilai kehidupan bermasyarakat. Terdapat 7. ciri utama yang membedakan BUMDes dengan lembaga ekonomi komersial pada umumnya yaitu: Badan usaha ini dimiliki oleh desa dan dikelola secara bersama. Modal usaha bersumber dari desa . %) dan dari masyarakat . %) melalui penyertaan modal . aham atau andi. Operasionalisasinya menggunakan falsafah bisnis yang berakar dari budaya local . ocal wisdo. Bidang usaha yang dijalankan didasarkan pada potensi dan hasil informasi pasar. Keuntungan yang diperoleh ditujukan untuk meningkatkan kesejahteraan anggota. enyertaan moda. , dan masyarakat melalui kebijakan desa . illage polic. Difasilitasi oleh pemerintah. Perprov. Pemkab, dan Pemdes. Pelaksanaan operasionalisasi dikontrol secara bersama (Pemdes,BPD dan anggot. Berdasarkan uraian diatas dapat disimpulkan bahwa yang dimaksud dengan BUMDes adalah suatu badan usaha yang didirikan atau dibentuk secara bersama oleh masyarakat dan pemerintah desa dan pengelolaannya dilakukan oleh pemerintah desa dan masyarakat dalam rangka memperoleh keuntungan bersama sebagai salah satu sumber Pendapatan Asli Desa. Langkah-langkah persiapan pendirian BUMDes . Mendesain struktur organisasi BUMDes merupakan sebuah organisasi, maka diperlukan sebuah struktur organisasi yang bertujuan untul membagikan tugas masing-masing pengurus. Menyusun deskripsi kerja. Hal ini untuk memperjelas tugas masing-masing JAPB : Volume 7 Nomor 2, 2024 . Menetapkan sistem koordinasi. Melalui penetapan sistem organisasi yang baik akan memungkinkan teerbentuknya kerjasama antar unit usaha dan lintas usaha berjalan dengan efektif. Menyusun aturan kerjasama dengan pihak ketiga. Menyusun pedoman kerja organisasi BUMDes agar semua anggota BUMDes dan pihak-pihak yang berkepentingan memahami aturan kerja organisasi. Menyusun desain sistem informasi kepada masyarakat. Menyusun rencana usaha (Bussines Pla. Melakukab proses rekrutmen yang melibatkan masyarakat desa. Menyusun sistem administrasi pembukuan. Menetapkan sistem penggajian dan pengupahan. Tujuan & Fungsi BUMDes Tujuan dan Fungsi berdirinya Badan Usaha Milik Desa (BUMDe. sesuai dengan peraturan pemerintah No. 11 Tahun 2022 pasal 10 yaitu: Tujuan pendirian BUMDes antara lain: Meningkatkan perekonomian Desa Memenuhi kebutuhan masyarakat. Pemecahan masalah bersama. Meningkatkan pengelolaan potensi desa sesuai dengan kebutuhan masyarakat meningkatkan kekayaan usaha. Menjadi tulang punggung pertumbuhan dan pemerataan desa model bisnis, tata kelola, bentuk organisasi dan jenis usaha, serta pengetahuan teknologi. Mengoptimalkan aset desa agar bermanfaat untuk kesejahteraan masyarakat desa visi pelestarian , orientasi keberlanjutan, dan misi perlindungan nilai religi, adat istiadat, perilaku sosial, dan kearifan local. Meningkatkan usaha masyarakat dalam pengelolaan ekonomi desa. Http://jurnal. id/index. php/JAPB ISSN : 2723-0937 Guna mencapai tujuan BUMDes dilakukan dengan cara memenuhi kebutuhan ( produktif dan konsumti. masyarakat melalui pelayanann barang dari jasa yang dikelola oleh masyarakat dan pemerintah desa. Artinya terdapat mekanisme kelembagaan yang disepakati bersama, sehingga tidak menimbulkan disorsi ekonomi pedesaan disebabkan oleh usaha BUMDes. BUMDes merupakan sarana untuk menjalankan usaha pelayanan ekonomi didesa, yang meliputi jenis usaha jasa keuangan, jasa angkutan darat dan air, jasa listrik desa, penyaluran Sembilan bahan pokok(Sembak. ekonomi desa , perdagangan hasil pertanian meliputi perkebunan, peternakan, perikanan, dan agribisnis, serta industry dan kerajinan Menurut (Kurniawan, 2. menjelaskan bahwa BUMDes memiliki fungsi antara lain: Sebagai motivator, artinya BUMDes dapat memotivasi masyarakat untuk memberi Sebagai fasilitator, artinya BUMDes yang memfasilitasi segala aktivitas program Sebagai mediator, artinya BUMDes yang mensosialisasikan hasil-hasil usulan rencana usaha yang telah ditetapkan. Sebagai stailisator, artinya BUMDes berperan sebagai penyeimbang harga kebutuhan yang dijadikan usaha pembangunan. Sebagai server, artinya BUMDes disini Sebagai dinamisator, artinya BUMDes berperan sebagai pendorong masyarakat untuk lebih berperan aktif dalam kegiatan BUMDes. Keterlibatan pemerintah desa sebagai penyalur modal terbesar BUMDes diharapkan mampu memenuhi Standar Pelayanan Minimal(SPM). Yang diwujudkan dalam bentuk perlindungan . atas intervensi yang merugikan dari pihak ketiga . aik JAPB : Volume 7 Nomor 2, 2024 dari dalam maupun dari lua. Demikian pula pemerintah desa harus turut berkontribusi dalam pembentukan BUMDes sebagai badan hukum yang berpijak pada aturan perundangan yang berlaku , serta sesuai dengan kesepakatan yang terbangun dimasyarakat Berdadsarkan uraian diatas , maka dapat disimpulkan bahwa tujuan pendirian BUMDes adalah sebagai suatu badan usaha yang dapat memberdayakan berbagai potensi usaha masyarakat di Desa, mendukung pelaksanaan pembangunan di Desa , dan menjadi tulang punggung pertumbuhan dan pemerataan ekonomi pedesaan. Upaya pengembangan dan pengelolaan BUMDes harus dilaksanakan dengan langkah-langkah yang terencana serta terpadu antara satu dengan yang lainnya dalam rangka mencapai tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya. Prinsip-prinsip pengelolaan BUMDes Terdapat 6 . prinsip dalam mengelola BUMDes menurut (Ridwan, 2. Kooperatif Semua komponen yang terlibat didalam BUMDes harus Mampu melakukan kerjasama yang baik demi pengembangan dan kelangsungan hidup usahanya. Partisipatif Semua komponen yang terlibat didalam BUMDes harus bersedia secara sukarela atau diminta memberikan dukungan dan kontribusi yang dapat mendorong kemajuan usaha BUMDes. Emansipatif Semua komponen yang terlibat didalam BUMDes harus diperlakukan sama tanpa memandang golongan suku dan agama. Transparan Aktivitas yang berpengaruh terhadap kepentingan masyarakat umum harus Http://jurnal. id/index. php/JAPB ISSN : 2723-0937 dapat diketahui oleh segenap lapisan masyarakat dengan mudah dan terbuka. lam melakukan penguatan ekonomi desa. Akuntabel Seluruh kegitan usaha harus dapat dipertanggung jawabkan secara teknis maupun Sustainable Kegiatan usaha harus dapat dikembangkan dan di lestarikan oleh masyarakat dalam wadah BUMDes. Karakteristik Masyarakat Yang Dilayani BUMDes . Masyarakat desa yang bermata pencaharian sebagai petani atau pelaku usaha ekonomi yang bersifat informal, dalam mencukupi kehidupan berupa pangan, sandang, papan. Masyarakat desa yang berpenghasilan tergolong sangat rendah dan sulit menyisihkan sebagian besar penghasilannya untuk modal pengembangan usaha selanjutnya. Masyarakat desa yang tidak dapat mencukupi kebutuhan sendiri, sehingga banyak jatuh ke pengusaha yang memiliki modal yang lebih kuat. Masyarakat desa yang dalam kegiatan usahanya cenderung di perburul oleh sistem pemasaran yang memberikan kesempatan kepada pemilik modal untuk dapat menekan harga, sehingga mereka cenderung memeras dan menikmati sebagian besar dari hasil kerja masyarakat Maksud Pendirian BUMDes Meningkatkan pelayanan kepada masyarakat . tandar pelayanan minima. agar usaha masyarakat berkembang di Desa. Memberdayakan desa sebagai wilayah yang otonom. Berkenaan dengan usaha-usaha produktif bagi upaya pemberantasan kemiskinan, pengangguran dan peningkatan pendapatan asli desa. Meningkatkan kemandirian, kepentingan dan kapasitas desa/masyarakat da- Kerangka Konseptual Gambar 1 : Kerangka Konseptual Undang-undang No. 6 Tahun 2014 tentang desa Peraturan Menteri Dalam Negeri No. Tahun 2010 Tentang BUMDes Peraturan Menteri Desa No. 4 Tahun 2015 Tentang Pendirian. Pengurusan & JAPB : Volume 7 Nomor 2, 2024 Pengeloalaan BUMDes Http://jurnal. id/index. php/JAPB ISSN : 2723-0937 Badan Usaha Milik Desa Karya Mandiri Sembako Sangat Efektif erti pengamatan, hasil wawancara, analisis dokukumen, catatan lapangan, disusun peneliti dilokasi penelitian. Lokasi Penelitian Penelitian ini dilakukan di BUMDes Desa Kapar yang beralamat Di Desa Kapar Kecamatan Murung Pudak Kabupaten Tabalong. Sumber Data Data merupakan sekumpulan informasi, yang berupa informasi atau angka hasil pencatatan suatu kejadian atau sekumpulan informasi yang digunakan untuk menjawab masalah penelitian. Data yang mampu menjawab masalah penelitian adalah data yang berasal dari sumber-sumber yang sesuai dengan permasalahan penelitian. Sumber dalam penelitian ini yaitu data primer dan data sekunder adalah sebagai berikut: Sumber: Diolah Peneliti 2022. METODE PENELITIAN Pendekatan dan Jenis Penelitian Pada penelitian ini penulis menggunakan pendekatan kualitatif dalam melakukan penelitian, dengan kata lain penulis mampu mendeskripsikan dan menganalisis objek penelitian untuk mendapatkan data yang Dengan dibekali oleh teori dan wawasan yang luas agar dapat melakukan wawancara secara langsung terhadap responden, menganalisis dan mengkontibusikan objek yang diteliti agar lebih jelas. Menurut (Sugiyono P. , 2. mengemukakan bahwa: penelitian kualitatif adalah metode penelitian yang berlandaskan pada filsafat pospositivisme, digunakan untuk meneliti pada kondisi obejk yang alamiah . ebagai lawannya eksperime. dimana peneliti sebagai instrumen kunci, pengambilan sampel sumber data dilakukan secara purposive dan snowball, teknik pengumpulan dengan triangulasi . , analisis data bersifat induksi kualitatif dan hasil penelitian kualitatif lebih menekankan makna dari pada Adapun sifat penelitian ini adalah deksriptif analitik. Data yang diperoleh sepJAPB : Volume 7 Nomor 2, 2024 . Data Primer Data primer adalah data yang diperoleh secara langsung pada saat kita melakukan penelitian, sumber data yang diperoleh secara langsung dari informasi yang dipilih untuk memperoleh data-data atau informasi yang mempunyai relevansi dengan permaalahan penelitian tentang ke Efektivitasan BUMDes Karya Mandiri di Desa Kapar Kecamatan Murung Pudak Kabupaten Tabalong. Data primer dalam proses penelitian di definisikan sebagai sekumpulan informasi yang diperoleh oleh peneliti langsung dari lokasi penelitian yaitu BUMDes Karya Mandiri di Desa Kapar melalui sumber data pertama . esponden atau informan melalui wawancar. atau melalui hasil pengamatan yang dilakukan sendiri oleh peneliti. Data Sekunder Data sekunder adalah data yang tidak diperoleh dari sumber pertama. Dalam hal ini peneliti berada dalam posisi sebagai orang pertama yang mengumpulkan data. Untuk memanfaatkan data pendukung yang dapat mendukung dan memperjelas data primer agar mampu menjawab permasalahan penelitian ten1684 Http://jurnal. id/index. php/JAPB ISSN : 2723-0937 tang efektivitas pengelolaan BUMDes Karya Mandiri di Desa Kapar. Sumber Informan Sumber Informasi dalam penelitian ini adalah dari para responden yang sekaligus berperan sebagai informan kunci dalam penelitian ini adalah: Sekretaris Desa Kapar : 1 orang . Ketua BUMDes Karya Mandiri : 1 orang . Masyarakat Desa Kapar : 3 orang Metode Pengumpulan Data Teknik pengumpulan data merupakan langkah yang paling utama dalam penelitian. Agar data yang diperoleh valid dan mampu menjawab pertanyaan-pertanyaan maupun permasalahan-permasalahan penelitian serta mampu mencapai tujuan penelitian, maka ditentukan teknik pengumpulan data. Untuk memperoleh data dalam penelitian ini digunakan prosedur pengumpulan data ini digunakan sebagai berikut: Observasi Observasi adalah pengamatan dan pencatatan secara langsung terhadap objek yang akan di teliti didalam BUMDes Karya Mandiri di Desa Kapar pelaksanaan observasi . artisipasi observas. melakukan pengamatan secara langsung dalam waktu sementara menjadi orang dalam atau menjadi dari komunikasi yang diobservasi atau diteliti. Wawancara Wawancara pengumpulan data dengan cara peneliti mengajukan pertanyaan secara lisan kepda seseorang . nforman atau responde. , pada penelitian ini peneliti menggunakan teknik pengumpulan data yaitu dengan teknik wawancara. Dokumentasi Dokumen adalah benda atau objek yang memiliki karakteristik berupa teks tertulis (Nanang, 2. Dokumen ini dapat berupa dokumen pemerintah, hasil penelitian, foto-foto atau gambar, buku harian, rekaman pidato, undang-undang, hasil karya seseorang dan sebagainya JAPB : Volume 7 Nomor 2, 2024 yang berhubungan dengan penelitian tersebut. Analisis Data Analisis Data Kualitatif Miles And Huberman dalam (Sugiyono P. secara umum menejelaskan bahwa proses analisis data kualitatif melibatkan 4 proses penting, yaitu : Pengumpulan Data Langkah pengumpulan data ini sesuai dengan teknik pengumpulan data yang terdiri dari wawancara, observasi dan analisis dokumen. Pengumpulan data dilakukan selama data yang diperlukan belum memadai dan akandihentikan apabila data yang diperlukan telah memadai dalam pengambilan . Reduksi data Reduksi data merupakan bagian analisis yang berlangsung terus-menerus selamakegiatan penelitian bahkan sebelum data benar-benar terkumpul artinya sebelum dataterkumpul secara keseluruhan, proses analisis data sudah dilakukan. Penyajian data Penyajian sekumpulan informasi tersusun, yang memberikan kemungkinan adanya penarikan kesimpulan dan pengambilan tindakanAy. Dengan adanya pendapat tersebut penyajian data dapat diartikan sebagai suatu usahauntuk menyusun sekumpulan informasi yang telah diperoleh di lapangan, untuk kemudiandata tersebut disajikan secara jelas dan sistematis sehingga akan memudahkan penelitidalam mengambil kesimpulan. Penyajian data akan membantu peneliti untuk memahamidan menginterpretasikan apa yang terjadi dan apa yang seharusnya dilakukan tersebutdengan teori-teori yang relevan. Penarikan kesimpulan atau verifikasi Http://jurnal. id/index. php/JAPB ISSN : 2723-0937 Kegiatan analisis terakhir adalah penarikan kesimpulan yang merupakan analisisrangkaian data yang berupa gejala kasus yang terdapat di Penarikan kesimpulan bukanlah langkah final dari suatu analisis karena kesimpulan tersebut masi h perludiverifikasi. Apabila kesimpulan yang telah diambil ternyata belum diperoleh data yangvalid, maka proses analisis diulang kembali sampai diperoleh data yang benarbenarakurat, cocok dan kokoh, sehingga dapat dipertanggung jawabkan HASIL PENELITIAN Deskripsi hasil penelitian merupakan penjelasan mengenai data yang telah didapatkan dari hasil observasi yang dilakukan oleh peneliti selama proses penelitian berlangsung. Untuk mendapatkan informasi atau keterangan menganai Efektivitas pengelolaan Badan Usaha Milik Desa Karya Mandiri dalam rangka meningkatkan pendapatan asli Desa Di Desa Kapar Kecamatan Murung Pudak Kabupaten Tabalong. Maka peneliti melakukan wawancara dengan 5. orang informan. Dari informan tersebut bisa di ketahui apakah BUMDes Desa Kapar sudah Efektif atau Tidak. Berikut penjelasan saat peneliti mewawancarai setiap informan yaitu dari Sekretaris Desa. Ketua BUMDes. Dan Masyarakat. Efektivitas pengelolaan badan usaha milik desa karya mandiri dalam rangka meningkatkan pendapatan asli desa di desa kapar berdasarkan teori (Sejathi, 2. Ketepatgunaan Berdasarkan hasil wawancara dapat diketahui bahwa kelima informan menjawab bahwa dengan adanya BUMDes kebutuhan masyarakat sebagian dari sembako terpenuhi. Berdasarkan hasil analisis tersebut dapat disimpulkan bahwa ketapatgunaan efektivitas pengel- JAPB : Volume 7 Nomor 2, 2024 olaan badan usaha milik desa karya mandiri didesa kapar ini dikategorikan cukup efektif. Hasil guna Berdasarkan hasil wawancara dapat diketahui bahwa kelima informan menjawab bahwa Barang yang dijual Di BUMDes sudah memberikan hasil yang berguna bagi masyarakat. Berdasarkan hasil analisis tersebut dapat disimpulkan hasil guna pengelolaan baadan usaha milik desa karya mandiri di desa kapar ini dikategorikan cukup ifektif. Menunjang tujuan Berdasarkan hasil wawancara dapat diketahui bahwa kelima informan menjawab bahwa Terkadang jenis sembako yang diinginkan masyarakat tidak tersedia diBUMDes dan ini menyebabkan masih banyak masyarakat yang memilih berbelanja dipasar atau warungwarung terdekat. Berdasarkan hasil analisis tersebut dapat disimpulkan Menunjang tujuan pengelolaan badan usaha milik desa karya mandiri di desa kapar ini di kategorikan Belum efektif. Rekapitulasi Efektivitas Pengelolaan Badan Usaha Milik Desa Karya Mandiri. Tabel 1 Hasil Rekapitulasi. Variabel Indikator Efektivitas Pengelolan Badan usaha Karya Mandiri di Desa Kapar Ketepatgunaan Kategori Cukup Efektif Hasil Guna Cukup Efektif Menunjang Belum EfekTujuan Sumber : Data diolah oleh peneliti 2023. Berdasarkan hasil Rekapitulasi jawaban wawancara diatas, maka dapat dianalisis dari indikator ketepatgunaan cukup efektif, dari indikator hasil guna cukup efektif dan dari indikator menunjang tujuan belum efektif. Http://jurnal. id/index. php/JAPB ISSN : 2723-0937 Berdasarkan hasil analisis tersebut maka dapat disimpulkan bahwa efektivitas Pengelolaan Badan Usaha Milik Desa Karya Mandiri dalam rangka Meningkatkan Pendapatan Asli desa di desa Kapar Kecamatan Murung Pudak Kabupaten Tabalong dikategorikan Cukup Efektif. PEMBAHASAN HASIL PENELITIAN Berdasarkan dari hasil rekapitulasi jawaban wawancara dan pengamatan penulis, maka peneliti menyimpulkan dengan dukungan teori Sejathi . yaitu Ketepatgunaan. Hasil Guna dan Menunjang Tujuan yang menjadi tolak ukur untuk mengetahui dan menganilisis Efektivitas Pengelolaan Badan Usaha Milik Desa Karya Mandiri Dalam Rangka Meningkatkan Pendapatapan Asli Desa Di Desa Kapar Kecamatan Murung Pudak Kabupaten Tabalong dapat dilihat dari uraian hasil penelitian berikut: Ketepatgunaan Berdasarkan hasil penelitian. Ketepatgunaan sangat penting dalam pengelolaan BUMDes dimana usaha yang dijalankan harus tepat atau sesuai dengan potensi masyarakat serta dapat mengelola usahanya dengan baik yang dijalankan oleh BUMDes dimana sudah mampu memenuhi kebutuhan masyarakat serta sesuai dengan kehendak Jadi berdasrkan indikator Ketepatgunaan, maka Efektivitas pengelolaan Badan Usaha Milik Desa Karya Mandiri di Desa Kapar dikategorikan Cukup Efektif. Hasil Guna Berdasarkan hasil penelitian Hasil Guna dalam hal ini iyalah bagaimana BUMDes mampu memeberikan hasil yang berguna bagi masyarakat terhadap usaha berupa sembako yang dijalankan BUMDes karya mandiri di desa kapar dimana BUMDes tersebut dapat mejalankan usahanya sudah cukup baik da memberikan manfaat bagi masyarakat. Jadi berdasarkan indikator hasil guna, maka efektivitas Pengelolaan Badan Usaha Milik Desa Karya Mandiri di Desa kapar dikategorikan cukup efektif. Menunjang Tujuan Berdasarkan hasil penelitian maka Menunjang Tujuan merupakan hal yang haJAPB : Volume 7 Nomor 2, 2024 rus dilakukan BUMDes terhadap usaha yang dikembangkan bagaimana pengelola BUMDes Karya Mandiri belum mampu menjalankan tugasnya dengan baik dan lancer terhadap sembako yang dijual sehingga belum dapat menunjang keberhasilan dalam meningkatkan perekonomian masyarakat. Jadi berdasarkan indikator Menunjang Tujuan, maka Efektivitas Pengelolaan Badan Usaha Milik Desa Karya Mandiri Di Desa Kapar Belum Efektif. KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang dikemukakan sebelumnya, maka dapat disimpulkan bahwa Efektivitas Pengelolaan Badan Usaha Milik Desa Karya Mandiri Dalam Rangka Meningkatkan Pendapatan Asli Desa Di Desa Kapar Kecamatan Murung Pudak Kabupaten Tabalong dikategorikan sudah Cukup Efektif. SARAN Berdasarkan hasil penelitian dan kesimpulan yang dikemukakan sebelumnya, maka dapat disarankan sebagai berikut: Kepada Para petugas Pengelola BUMDes hendaknya terlebih dahulu harus mengetahui perihal usaha yang dijalankan sesuai dengan potensi kebutuhan masyarakat. Kepada Pemerintah Desa Kapar agar dapat memberikan perhatian penuh terhadap BUMDes agar dapat lebih berkembang lagi. Bagi petugas BUMDes hendaknya bekerja sama dengan pihak luar perihal usaha yang dijalankan dan petugas harus menjalankan tugasnya dengan penuh tanggung jawab sehingga BUMDes tersebut dapat memberikan manfaat bagi masyarakat. DAFTAR PUSTAKA