Jurnal Dinamika Vokasional Teknik Mesin Volume 7 Nomor 1 April 2022 Hal 21-28 https://journal. id/index. php/dynamika/issue/view/2267 ISSN 2548-7590 . edia onlin. ISSN 2598-392X . edia ceta. EVALUASI PEMBELAJARAN DARING DENGAN APLIKASI GOOGLE MEET PADA PELAJARAN GAMBAR TEKNIK MESIN DI SMK N 1 REMBANG Dodo Kukuh Minako1. Dwi Rahdiyanta2 12Jurusan Pendidikan Teknik Mesin Fakultas Teknik UNY Email: dodo1322ft. 2017@student. ABSTRACT This is an evaluation study of the implementation of online learning using google meet application for a mechanical engineering drawing course. The research method is quantitative descriptive with CIPP evaluation Data collection was performed using observation, interviews, and online questionnaires. The evaluation results indicate strong responses, averaging 81. 19% and 82. 2% from the students and educators, respectively. The highest average score, which was 80. 24, was given by class X TPA. The online learning using google meet application has a good influence towards the learning process, and is strongly suggested to be implemented in the next semester of the 2021/2022 academic year for all mechanical engineering drawing class. Keywords: evaluation, online learning, google meet, mechanical engineering drawing ABSTRAK Penelitian evaluasi ini bertujuan untuk mengetahui hasil uji coba pelaksanaan pembelajaran daring melalui aplikasi google meet pada pelajaran gambar teknik mesin kelas X TPA. Metode penelitian termasuk penelitian deskriptif kuantitatif dengan model evaluasi CIPP. Metode pengambilan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan angket/kuesioner online. Hasil penelitian menunjukkan bahwa respon peserta didik kelas X TPA terkait aplikasi google meet sangat menerima dengan rerata 81,19% atau kategori tinggi. Evaluasi pelaksanaan pembelajaran daring melalui aplikasi google meet oleh pendidik mendapatkan persentase 82,2% atau kategori tinggi. Evaluasi pelaksanaan pembelajaran daring melalui aplikasi google meet oleh peserta didik mendapatkan 82,01% atau kategori tinggi. Kelas X TPA mendapatkan nilai rata-rata yang tinggi dibandingkan kelas lainnya sebesar 80,24. Pembelajaran daring melalui aplikasi google meet mendapatkan pengaruh yang baik, sehingga pembelajaran daring semester depan tahun ajaran 2021/2022 untuk semua kelas X pelajaran gambar teknik mesin dapat menggunakan aplikasi google meet. Kata kunci: evaluasi, pembelajaran daring, google meet, gambar teknik mesin PENDAHULUAN Pendidikan memiliki peran penting untuk menunjang kehidupan manusia karena sejatinya pendidikan akan selalu digunakan dalam kehidupan sehari-hari di masyarakat, khususnya pendidikan kejuruan di mana salah satunya adalah Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). SMK dibangun dengan tujuan untuk membentuk tenaga kerja yang terampil dan kompeten sehingga siap bekerja sesuai bidang yang ditekuni (Dwi, 2020: . Sehingga lulusan SMK sudah memiliki bekal dalam memasuki dunia kerja (Alif, 2021: 174-. Hal ini sesuai dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 Pasal 15 tentang Sistem Pendidikan Nasional yang mendidik peserta didik untuk siap bekerja dalam industri tertentu. Pada bulan Maret 2020, sebuah virus covid-19 masuk ke Indonesia melalui WNA. Virus dengan penularan yang sangat cepat melalui udara dengan gejala batuk-batuk dan sesak napas. Wabah ini membuat seluruh dunia harus waspada dan melakukan pencegahan, termasuk negara Indonesia yang juga melakukan tindakan dengan cara menjaga jarak fisik atau physical distancing, menjaga jarak sosial atau physical social, dan Pembatasan Sosial Berskala Jurnal Dinamika Vokasional Teknik Mesin. Volume 7. Nomor 1. April 2022 | 22 Besar (PSBB) dengan tujuan mengurangi resiko penularan virus covid-19. Sehingga kegiatan yang menimbulkan kerumunan dan keramaian tidak diizinkan termasuk kegiatan belajar mengajar di sebuah instansi. Jadi, pembelajaran tatap muka dialihkan menjadi pembelajaran jarak jauh dengan bantuan internet atau pembelajaran daring. Pada bulan Desember 2020, dilakukan observasi ke sekolah sekaligus berbincangbincang dengan beberapa pendidik dan peserta didik mengenai pembelajaran daring. Menurut salah satu pendidik di SMK Negeri 1 Rembang, bahwa pelaksanaan pembelajaran daring ini sangat membosankan bagi peserta didik karena di setiap kegiatan pembelajaran hanya mengunduh file lalu membaca dan memahami secara mandiri tanpa penjelasan pendidik. Sehingga membuat jenuh dan monoton pada pelaksanaan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) ini, serta peserta didik selalu mengerjakan tugas di google classroom setiap hari. Beberapa pendidik pun tidak bisa maksimal dalam melaksanakan mengekspresikan secara langsung model pembelajaran seperti biasanya, sehingga harus beradaptasi dengan pembelajaran jarak jauh ini. Pendidik tidak bisa secara langsung memberi arahan ketika peserta didik mengalami kesulitan, apalagi untuk mata pelajaran praktik pemesinan. Sedangkan menurut pendapat dari beberapa peserta didik yang kebetulan datang ke sekolah untuk membayar SPP, menyatakan bahwa pelaksanaan pembelajaran daring ini bisa dibilang efektif dan produktif itu tergantung pendidik yang mengajar. Karena beberapa pendidik ada yang mencoba hal baru dalam melakukan pembelajaran daring dengan memberikan quiz, game atau tanya jawab melalui grup sehingga pembelajaran lebih Tetapi, beberapa pendidik ada juga yang hanya menggunakan google classroom dalam setiap pembelajaran daring sehingga peserta didik menjadi bosan dan kurang tertarik dalam belajar. Kebanyakan peserta didik lebih setuju atau lebih menerima pembelajaran dengan beberapa metode seperti menggunakan quiz, tanya jawab melalui grup whatsapp dan game yang bersifat membangun motivasi belajar. Pada pelaksanaan pembelajaran daring gambar teknik mesin kelas X pada semester satu tahun ajaran 2020/2021 mengalami beberapa hambatan dari segi pemahaman materi peserta didik, di antaranya, peserta didik menjadi bosan dan jenuh karena hanya diberikan materi microsoft word atau PDF kemudian mempelajari secara mandiri, peserta didik lebih bisa memahami materi dengan ditambah sebuah langsung, kurangnya komunikasi antara peserta didik satu dengan yang lain karena belum pernah melihat wajah peserta didik lain sama sekali, kurangnya rasa menghormati pendidik dikarenakan belum pernah bertemu ataupun melihat wajah pendidik, sulinya memantau peserta didik dalam pembelajaran jarak jauh. Pada semester dua, pendidik melakukan uji coba pembelajaran daring dengan menggunakan aplikasi google meet dalam pelaksanaan pembelajaran daring pelajaran gambar teknik pada kelas X TPA. Kelas X TPA di semester satu merupakan kelas dengan nilai rata-rata terendah diantara kelas X TPB dan X TPC, maka dari itu pendidik melakukan uji coba pada kelas X TPA dengan aplikasi google meet Pendidik menggunakan aplikasi google meet untuk menjelaskan materi secara virtual atau dengan menunjukan ekspresi wajah pendidik ketika menjelaskan dan memberi contoh cara menggambar yang baik dan benar, sehingga peserta didik lebih paham dan serius dalam belajar gambar teknik mesin serta peserta didik dapat mempraktekkan secara langsung di rumah. Selain itu, peserta didik juga bisa berekspresi secara langsung pada semua peserta didik lain agar memiliki keberanian dalam berpendapat atau bertanya. Meskipun dalam keadaan daring, pendidik harus tetap maksimal dalam melaksanakan kewajibannya sebagai pengajar dan harus memastikan bahwa peserta didik mendapatkan informasi/ilmu pengetahuan yang Pada saat ini masih belum bisa Jurnal Dinamika Vokasional Teknik Mesin. Volume 7. Nomor 1. April 2022 | 23 diizinkan untuk masuk ke sekolah oleh pemerintah daerah karena masih zona merah. Kecuali untuk daerah yang sudah zona hijau, maka diperbolehkan masuk sekolah dengan syarat batasan peserta didik dan batasan waktu belajar serta tetap mematuhi protokol kesehatan. Penelitian ini dibuat dengan tujuan memaparkan pengelolaan dalam pelaksanaan pembelajaran daring dengan menggunakan aplikasi google meet dan pengaruh terhadap penguasaan materi peserta didik kelas X TPA, sehingga dengan adanya penelitian ini dapat mengetahui permasalahan yang dihadapi selama pelaksanaan pembelajaran daring menggunakan aplikasi google meet di kelas X TPA di semester dua tahun ajaran 2021/2021. METODE PENELITIAN Jenis penelitian yang digunakan adalah analisis deskriptif, yaitu analisis pemecahan masalah yang menggambarkan keadaan suatu subjek atau objek penelitian yang berupa orang, lembaga, masyarakat dan lain-lain berdasarkan fakta-fakta yang sesungguhnya. Penelitian ini menggunakan evaluasi dengan model CIPP . ontext, input, process, produc. yang akan digunakan pada pengelolaan dan pelaksanaan pembelajaran daring dengan menggunakan aplikasi google meet. Menurut Arif . 7: . evaluasi dilaksanakan guna untuk mendapatkan masukan atau data-data terkait kelebihan dan kekurangan yang masih ada pada program yang telah terlaksana serta sebagai bahan untuk menyusun program selanjutnya. Paryanto . 8: . , menyatakan bahwa tujuan evaluasi adalah untuk mendapatkan data pembuktian yang akan menunjukkan sampai dimana tingkat kemampuan dan keberhasilan siswa dalam pencapaian tujuan pembelajaran, selain itu juga dapat digunakan untuk mengukur atau menilai sampai dimana keefektifan kegiatan belajar mengajar dan metode yang digunakan. Menurut Eko . dibandingkan dengan model-model evaluasi yang lain model CIPP memiliki beberapa kelebihan antara lain: lebih komprehensif, karena objek evaluasi tidak hanya pada hasil semata tetapi juga mencakup konteks, masukan . , proses, maupun hasil. Metode penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan model evaluasi CIPP . ontext, input, process, produc. yang digunakan untuk mengetahui hasil uji coba pembelajaran daring melalui aplikasi google meet pada pelajaran gambar teknik Penelitian dilaksanakan pada kelas X TPA Jurusan Pemesinan di SMK N 1 Rembang. Waktu penelitian berlangsung selama satu bulan dari tanggal 16 Juni sampai dengan 20 Juli tahun Subjek penelitian evaluasi pembelajaran daring dengan aplikasi google meet adalah satu pendidik mata pelajaran gambar teknik mesin dan 35 peserta didik kelas X TPA Jurusan Pemesinan di SMK N 1 Rembang Tahun Ajaran 2020/2021. Dalam penelitian ini data yang diperoleh berbentuk kuantitatif, kuantitatif didapatkan dari instrumen angket pencapaian kompetensi siswa. Instrumen uji validitas dengan teknik expert Teknik pengumpulan data yang digunakan terdiri dari observasi, wawancara, dan angket/kuesioner online. Kegiatan observasi secara langsung bertujuan untuk memperoleh data dan informasi yang valid mengenai Wawancara bersifat lebih bebas dan mendalam. Tujuannya permasalahan secara lebih terbuka dimana pihak yang diajak wawancara diminta pendapat dan ide-idenya. Angket/kuesioner online yaitu proses pertanyaan/pernyataan terkait persiapan dan proses pembelajaran daring yang diberikan kepada responden responden di SMK N 1 Rembang secara online dengan google form. Alat atau instrumen tersebut digunakan untuk memperoleh informasi terkait pelaksanaan pembelajaran daring menggunakan aplikasi google meet. Angket tersebut berbentuk online dan check list untuk memudahkan responden Jurnal Dinamika Vokasional Teknik Mesin. Volume 7. Nomor 1. April 2022 | 24 Responden dalam penelitian ini adalah pendidik dan peserta didik. Penilaian yang dilakukan disusun berdasarkan skala likert. Keterangan skala likert dapat dilihat pada Tabel Tabel 1. Keterangan skala likert Skala Likert Keterangan Sangat Setuju Setuju Netral Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Teknik analisis data pada penelitian ini dilakukan secara deskriptif kuantitatif dengan interval yang kemudian akan dikategorikan berdasarkan ukuran yang telah ditetapkan Data yang diperoleh disajikan dalam bentuk skor tertinggi ideal, skor terendah ideal. Mean ideal (M. , dan Standar Deviasi ideal (SD. Perhitungan dalam analisis data menghasilkan interval yang selanjutnya dijabarkan menjadi kalimat naratif. Perhitungan pada interval dilakukan dengan cara mengkombinasikan Mean ideal (M. dan Standar Deviasi ideal (SD. secara matematis yang kemudian didapatkan kriteria penilaian seperti yang ditunjukkan pada Tabel 2. Tabel 2. Kriteria penilaian dan pemaknaan Kategori Tinggi Sedang Rendah Interval Mi 1SDi < X Mi Ae 1SDi < X O Mi 1SDi X O Mi Ae 1SDi Keterangan: = Skor responden = Mean ideal yang dapat dicapai instrumen, 1/2 . kor tertinggi skor terenda. SDi = Standar deviasi ideal yang dicapai instrumen, 1/6 . kor ideal tertinggi - skor ideal terenda. HASIL DAN PEMBAHASAN Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengelolaan dan pelaksanaan pembelajaran daring menggunakan aplikasi google meet yang dilakukan pendidik dan peserta didik kelas X TPA, dengan model evaluasi berupa kegiatan pada aspek context, aspek input, aspek process, dan aspek product. Deskripsi Respon Peserta Didik X TPA Dari data kuesioner dan wawancara, respon peserta didik kelas X TPA mendapatkan respon yang baik atau setuju dengan adanya aplikasi google meet dalam PBM daring serta dapat saling mengenal wajah pendidik dengan peserta didik ataupun dengan peserta didik Jika dihitung keseluruhan, kelas X TPA mendapatkan persentase sebesar 81,19% dan termasuk kategori tinggi. Deskripsi Evaluasi Pendidik Dari hasil penelitian yang dilakukan melalui kuesioner/angket online pada pendidik mendapatkan persentase pada masing-masing Hasil persentase setiap aspek dapat dilihat pada Gambar 1. 90,91 Context Input Process Product Gambar 1. Diagram persentase aspek evaluasi Aspek context dari hasil analisis deskriptif pada pembelajaran daring dengan aplikasi google meet yang dilakukan pendidik, diketahui bahwa skor rata-rata . sebesar 16 dengan hasil persentase 80% dan termasuk dalam Jurnal Dinamika Vokasional Teknik Mesin. Volume 7. Nomor 1. April 2022 | 25 kategori tinggi. Sehingga dapat dikatakan pada aspek context berjalan dengan lancar, meskipun dalam situasi daring pendidik diharuskan menjadi lebih kreatif dan tetap menjaga komunikasi dengan baik supaya proses pembelajaran daring bersama peserta didik tetap berjalan lancar sesuai dengan tujuan awal. Aspek input dari hasil analisis deskriptif pembelajaran daring dengan aplikasi google meet yang dilakukan pendidik, diketahui bahwa skor rata-rata . sebesar 86 dengan hasil hasil persentase sebesar 81,9% dan termasuk dalam kategori tinggi. Pada aspek input terdapat beberapa indikator beserta dengan hasil persentasenya, antara lain pemahaman peserta didik tentang google meet dan penggunaannya sebesar 80,6%, sarana dan prasarana penunjang pembelajaran daring sebesar 83%, sumber materi yang dimiliki peserta didik sebesar 82,2%, penggunaan jenis metode dan media pembelajaran oleh pendidik sebesar 81,7%. Dari masing-masing indikator pada aspek input, ratarata hasil persentasenya termasuk dalam kategori tinggi atau baik. Hal ini menandakan bahwa persiapan pendidik sebelum melakukan proses pembelajaran sudah terarah dan terencana dengan baik. Aspek process dari hasil analisis deskriptif pembelajaran daring dengan aplikasi google meet yang dilakukan pendidik dari aspek process, diketahui bahwa skor rata-rata . sebesar 100 dengan hasil persentase sebesar 90,91% dan termasuk kedalam kategori tinggi. Pada aspek process terdapat beberapa indikator beserta dengan hasil persentasenya, antara lain terkait persiapan belajar mengajar, proses mengajar dan evaluasi sebesar 82,86%, hambatan peserta didik dari segi penggunaan google meet, dan sarpras sebesar 78,86% . emakin besar persentase maka semakin kecil hambatan yang terjad. , dukungan berupa motivasi dan pengawasan yang dilakukan terhadap peserta didik sebesar 82,86%. Meskipun sudah termasuk kategori tinggi, pada indikator hambatan memiliki hasil persentase yang terkecil yaitu 75% walaupun sudah termasuk kategori baik atau tinggi . urang ada hambata. , yang artinya proses kegiatan pembelajaran daring menggunakan aplikasi google meet ini masih memiliki beberapa hambatan yang terjadi, dan hambatan tersebut harus dapat ditangani atau diminimalisir. Seperti gangguan signal pada saat pembelajaran daring, penyampaian materi pada saat pembelajaran daring menggunakan media google meet, serta metode yang digunakan dalam pembelajaran. Oleh karena itu, pendidik harus bisa meminimalisir hambatan-hambatan yang terjadi agar pembelajaran berjalan lebih baik lagi. Serta perlunya motivasi pada masa pandemi ini untuk selalu semangat dalam belajar meski dalam keadaan daring. Aspek product dari hasil analisis deskriptif pembelajaran daring dengan aplikasi google meet yang dilakukan pendidik, diketahui bahwa skor rata-rata . sebesar 57 dengan hasil persentase sebesar 76% dan termasuk dalam kategori tinggi. Pada aspek product terdapat beberapa indikator beserta dengan hasil persentasenya antara lain yaitu, pengaruh google meet terhadap penguasaan materi peserta didik sebesar 80,57%, kompetensi yang dikuasai peserta didik sebesar 79,89%, keseluruhan hasil belajar peserta didik sebesar 84%. Dari pembahasan beberapa indikator pada aspek product rata-rata termasuk dalam kategori Hasil dari aspek product ini adalah berkaitan dengan aspek context, input, dan Bagi peserta didik belajar dengan media aplikasi google meet sangat berpengaruh karena belajar dengan mendengarkan dan melihat dari penjelasan pendidik itu lebih bisa dimengerti daripada peserta didik membaca secara mandiri. Di lain sisi setiap peserta didik memiliki motivasi dan semangat belajar yang berbedabeda, sehingga pendidik harus bisa memahami dan mengerti apa yang digemari oleh peserta didik agar terjadi komunikasi yang baik dan Dari semua hasil persentase semua aspek pelaksanaan pembelajaran daring pada pendidik, yaitu aspek context sebesar 80%, aspek input sebesar 81,9%, aspek process sebesar 90,91%, dan aspek product sebesar 76%. Didapatkan Jurnal Dinamika Vokasional Teknik Mesin. Volume 7. Nomor 1. April 2022 | 26 rata-rata perolehan persentase sebesar 82,2% dengan kategori tinggi. Sehingga pada evaluasi pelaksanaan pembelajaran daring dengan aplikasi google meet yang dilaksanakan oleh pendidik berjalan dengan lancar dan baik. Deskripsi Evaluasi Peserta Didik Dari hasil penelitian yang dilakukan melalui kuesioner/angket online pada peserta didik mendapatkan persentase pada masingmasing aspek. Hasil persentase setiap aspek dapat dilihat pada Gambar 2. 82,29 81,95 82,04 Context Input Process Product Gambar 2. Diagram evaluasi persentase aspek evaluasi peserta didik Aspek context dari hasil analisis deskriptif pada pembelajaran daring dengan bantuan aplikasi google meet yang dilakukan peserta didik, diketahui bahwa skor rata-rata . sebesar 16,46 dengan hasil persentase sebesar 82,29% dan termasuk dalam kategori tinggi. Pada aspek context, peserta didik mengerti bahwa pembelajaran daring adalah sebuah solusi untuk belajar di tengah pandemi covid-19 ini agar dapat meminimalisir penularan virus. Dengan begitu peserta didik memiliki persiapan mental dalam melaksanakan pembelajaran Aspek input dari hasil analisis deskriptif pada pembelajaran daring dengan bantuan aplikasi google meet yang dilakukan peserta didik, diketahui bahwa skor rata-rata . sebesar 102,2 dengan hasil persentase sebesar 81,8% dan termasuk dalam kategori tinggi. Pada aspek input sendiri terdapat beberapa indikator beserta dengan hasil persentasenya antara lain yaitu, pemahaman peserta didik tentang google meet dan penggunaannya sebesar 80,6%, sarana dan prasarana penunjang pembelajaran daring sebesar 83%, sumber materi yang dimiliki peserta didik sebesar 82,2%, penggunaan jenis metode dan media pembelajaran oleh pendidik sebesar 81,7%. Pada masing-masing indikator, rata-rata hasil persentase termasuk dalam kategori tinggi atau baik. Hal ini karena peserta didik sudah mempersiapkan diri untuk melakukan pembelajaran daring dan dengan bantuan aplikasi google meet. Dengan persiapan yang matang dan terencana, maka akan memberi dampak yang baik pada pelaksanaan belajar mengajar daring dengan aplikasi google meet. Tetapi, perlu diperhatikan mengenai kuota belajar peserta didik yang harus tepat waktu dalam penyalurannya karena hal tersebut merupakan persiapan yang paling utama dalam belajar mengajar. Aspek process dari hasil analisis deskriptif pada pembelajaran daring dengan bantuan aplikasi google meet yang dilakukan peserta didik, diketahui bahwa skor rata-rata . sebesar 90,1 dengan hasil persentase sebesar 81,95% dan termasuk kedalam kategori Pada aspek process terdapat beberapa indikator beserta dengan hasil persentasenya antara lain yaitu, terkait persiapan belajar mengajar, proses mengajar dan evaluasi sebesar 82,86%, hambatan peserta didik dari segi penggunaan google meet, dan sarpras sebesar 78,86% . emakin besar persentase maka semakin kecil hambatan yang terjad. , dukungan berupa motivasi dan pengawasan yang dilakukan terhadap peserta didik sebesar 82,86%. Dari semua indikator pada aspek process, rata-rata mendapatkan hasil persentase yang baik atau masuk dalam kategori tinggi, pembelajaran daring di masa pandemi ini pasti terdapat sebuah hambatan, dan hambatan tersebut harus ditangani atau diminimalisir, seperti motivasi belajar peserta didik yang naik turun, kuota belajar yang telat pembagiannya, penguasaan materi peserta didik yang belum maksimal pada saat pembelajaran daring melalui google meet. Jurnal Dinamika Vokasional Teknik Mesin. Volume 7. Nomor 1. April 2022 | 27 Oleh karena itu pendidik, peserta didik, dan instansi harus saling terbuka dan bekerja sama dalam meminimalisir hambatan-hambatan yang ada, memberikan keluh kesah terkait kesulitan dalam belajar daring supaya dapat pembelajaran daring tercapai dengan baik lagi meskipun dalam keadaan pandemi covid-19 ini. Aspek product dari hasil analisis deskriptif pada pembelajaran daring dengan bantuan aplikasi google meet yang dilakukan peserta didik, diketahui bahwa skor rata-rata . sebesar 57,43 dengan hasil persentase sebesar 82,04% dan termasuk dalam kategori Pada aspek product sendiri terdapat beberapa indikator beserta dengan hasil persentasenya antara lain yaitu, pengaruh google meet terhadap penguasaan materi peserta didik sebesar 80,57%, kompetensi yang dikuasai peserta didik sebesar 79,89%, mengenai keseluruhan hasil belajar peserta didik sebesar Dari semua indikator pada aspek product, rata-rata hasil persentase termasuk kedalam kategori tinggi. Namun peserta didik masih mengalami kendala terkait metode pendidik dalam mengajar karena beberapa masih belum bisa menangkap apa yang dijelaskan oleh Seperti pembahasan diatas bahwa tingkat kualitas product berkaitan dengan aspekaspek sebelumnya yaitu aspek context, input, dan process, sehingga perlu meningkatkan kualitas disetiap indikator-indikator sebelumnya supaya peserta didik memiliki kualitas atau kompetensi yang standar dunia industri. Dari semua hasil persentase semua aspek pembelajaran daring pada pendidik, yaitu aspek context sebesar 82,29%, aspek input sebesar 81,80%, aspek process sebesar 81,95%, dan aspek product sebesar 82,04%. Didapatkan ratarata perolehan persentase sebesar 82,2% dengan kategori tinggi, sehingga pada evaluasi pelaksanaan pembelajaran daring dengan aplikasi google meet yang dilaksanakan oleh peserta didik berjalan dengan lancar dan baik. Hasil Belajar Peserta Didik X TPA Berdasarkan perhitungan dari semua nilai peserta didik yang diberikan pendidik, hasil belajar peserta didik kelas X TPA pada mata pelajaran gambar teknik mesin termasuk kategori baik dan memenuhi standar kompetensi yang ditentukan. Peserta didik kelas X TP A yang menjadi uji coba pembelajaran daring dengan bantuan aplikasi google meet mendapatkan nilai rata-rata yaitu 80,24 KKM 65,00. Dibandingkan kelas X TPB dan TPC, kelas X TPA memiliki nilai rata-rata lebih tinggi. Kelas X TPB mendapat nilai rata-rata 79,46, kelas X TP C mendapat nilai rata-rata 78,38. Tingkat menggambar peserta didik kelas X TPA, memperlihatkan hasil yang bagus sesuai yang Hal ini dapat dilihat dari tugas menggambar peserta didik yang mana tebal tipisnya garis yang dibuat dan kesesuaian gambar dengan job yang diberikan sudah baik. SIMPULAN Respon peserta didik kelas X TPA terhadap pelaksanaan pembelajaran daring dengan bantuan aplikasi google meet pada pelajaran gambar teknik mesin termasuk dalam kategori tinggi dan mencapai persentase sebesar 81,19%. Sehingga kedepannya jika sistem pendidikan masih menggunakan pembelajaran jarak jauh maka pembelajaran dengan bantuan aplikasi google meet dapat diterapkan pada pelajaran gambar teknik mesin kelas X TPA. TPB, dan TPC. Secara keseluruhan evaluasi pelaksanaan pembelajaran daring dengan bantuan aplikasi google meet pada pelajaran gambar teknik oleh pendidik termasuk dalam kategori tinggi dan mencapai persentase sebesar 82,2 %. Hal ini menunjukkan bahwa semua aspek berjalan dengan lancar, meskipun masih ada yang perlu ditingkatkan terkait metode mengajar pendidik yang belum maksimal dan motivasi yang diberikan pendidik kepada peserta didik dalam Jurnal Dinamika Vokasional Teknik Mesin. Volume 7. Nomor 1. April 2022 | 28 belajar masih kurang, sehingga mempengaruhi penguasaan materi gambar teknik mesin. Secara keseluruhan evaluasi pelaksanaan pembelajaran daring dengan bantuan aplikasi google meet pada pelajaran gambar teknik mesin oleh peserta didik kelas X TPA termasuk dalam kategori tinggi dan mencapai persentase sebesar 82,01%. Hal ini menunjukan bahwa semua aspek berjalan dengan lancar, tetapi perlu dilakukan peningkatan motivasi belajar pada peserta didik, dan pembagian kuota belajar peserta didik yang harus tepat waktu agar pembelajaran daring dengan aplikasi google meet dapat berjalan secara lancar dan lebih baik Kelas X TPA mendapat nilai rata-rata yang lebih tinggi dibanding kelas X TPB dan X TPC yang tidak menggunakan aplikasi google Hal dapat dilihat dari hasil nilai rata-rata kelas X TPA yaitu sebesar 80,24. Jadi, pembelajaran daring dengan bantuan aplikasi google meet pada kelas X TPA dapat memberikan penguasaan materi yang lebih baik daripada kelas yang tidak menggunakan aplikasi google meet. Oleh karena itu, pembelajaran daring dengan bantuan aplikasi google meet sangat berpengaruh terhadap hasil belajar peserta didik kelas X TPA dalam penguasaan materi dan keterampilan menggambar teknik. Selain itu, pembelajaran daring menggunakan aplikasi google meet juga dapat mendekatkan hubungan pendidik dengan peserta didik di masa pandemi covid-19 ini dengan saling berkomunikasi dan Sehingga pembelajaran daring dengan bantuan aplikasi google meet dapat dilaksanakan pada kelas-kelas lain, apabila kondisi belajar daring atau dengan jarak jauh masih berlanjut di SMK N 1 Rembang. DAFTAR RUJUKAN Alif Hidayat & Badrun Kartowagiran. Penilaian hasil belajar praktik pemesinan bubut di SMK N 1 Gombong di masa Jurnal Dinamika Vokasional Teknik Mesin. Volume 6. Nomor 2, 174180 Arif Marwanto. Aan Ardian. Suyanto. Evaluasi pembentukan bahan bengkel fabrikasi Jurusan Pendidikan Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Negeri Yogyakarta. Jurnal Dinamika Vokasional Teknik Mesin. Volume 2. Nomor 1, 49-57. Dwi Rahdiyanta. Heru Tri Prasetya. Rivandra Rezani. Development of interactive learning media in producing straight gears of milling subjects. Journal of Physics: Conference Series, 1446 . Paryanto. Evaluasi pelaksanaan praktik pemesinan mahasiswa D3 Teknik Mesin UNY. Jurnal Pendidikan Teknologi dan Kejuruan. Volume 17. Nomor 1, 100-118. Eko Putro Widoyoko. Evaluasi program pembelajaran. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Undang-Undang. Undang-undang nomor 20 tahun 2003 tentang sistem pendidikan