Jurnal Aplikasi Pendidikan dan Sosial Budaya : Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan. Ilmu Ekonomi, dan Ilmu Sosial E-ISSN 3063-2021 | Volume 2 Nomor 1 . DOI:https://doi. org/10. 58466/adidaya STUDI PUSTAKA: KEJAYAAN MAJAPAHIT MASA PEMERINTAHAN RAJASANAGARA Mukhlisin Nata Hudin1. Retno Susanti2. Hudaidah3 1, 2, 3 Pendidikan Sejarah. Universitas Sriwijaya. Jl. Raya Palembang - Prabumulih No. KM. Indralaya Indah. Kec. Indralaya. Kabupaten Ogan Ilir. Sumatera Selatan 30862 mukhlisinnata1@gmail. com1 , retno_sutikno@yahoo. com2 , hudaidah20@gmail. Abstrak Majapahit merupakan kerajaan yang religius. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kejayaan Majapahit pada masa pemerintahan Rajasanagara, kehidupan sosial ekonomi, dan mengetahui akulturasi budaya Majapahit. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif yang berupa kajian pustaka yang diperoleh dari artikel, jurnal, buku, laporan penelitian, prosiding, tesis dan lain sebagainya. Penelitian ini menghasilkan deskripsi mengenai kerajaan Majapahit yang mencapai puncak kejayaan pada masa pemerintahan Rajasanagara, kehidupan sosial ekonomi pada masa itu serta akulturasi budaya dalam bentuk karya sastra agama dan bangunan suci. Kerajaan Majapahit mencapai puncak kejayaannya pada masa pemerintahan Hayam Wuruk atau Rajasanagara. Majapahit menerapkan sistem pemerintahan yang terstruktur dengan baik. Majapahit membangun hubungan diplomatik yang kuat dengan berbagai kerajaan, di antaranya Tiongkok. Champa. Siam, dan India. Berdasarkan catatan musafir Cina. Ma-Huan, sistem perekonomian masyarakat Majapahit diyakini relatif maju pada masa pemerintahan Rajasanagara. Sebagai sebuah kerajaan Hindu-Buddha. Majapahit menekankan kehidupan religius yang ditandai dengan peninggalan artefak dan Kesusastraan Majapahit selalu diakulturasikan dengan sistem keagamaan yang akhirnya membentuk budaya tersendiri bagi kerajaan Majapahit. Bentuk akulturasi tersebut diimplementasikan pada bangunanbangunan suci Majapahit yang berlandaskan pada ajaran agama. Kata Kunci: Kejayaan Majapahit. Masa Pemerintahan Rajasanagara Abstract Majapahit was a religious kingdom. This research aims to find out the glory of Majapahit during the reign of Rajasanagara, socio-economic life, and know the acculturation of Majapahit culture. The research method used is descriptive qualitative in the form of literature review obtained from articles, journals, books, research reports, proceedings, theses and so on. This research produced a description of the Majapahit kingdom which reached its peak during the reign of Rajasanagara, the socio-economic life at that time and cultural acculturation in the form of religious literature and sacred buildings. The Majapahit Kingdom reached its peak during the reign of Hayam Wuruk or Rajasanagara. Majapahit implemented a well-structured government system. Majapahit built strong diplomatic relations with various kingdoms, including China. Champa. Siam and India. Based on the records of Chinese traveler Ma-Huan, the economic system of Majapahit society was believed to be relatively advanced during the reign of Rajasanagara. As a Hindu-Buddhist kingdom. Majapahit emphasized religious life marked by artifacts and textual remains. Majapahit literature was always acculturated with the religious system which eventually formed its own culture for the Majapahit kingdom. The form of acculturation is implemented in Majapahit's sacred buildings that are based on religious teachings. Keywords: The Glory of Majapahit. Reign of Rajasanagara PENDAHULUAN Berdasarkan sejarah. Kerajaan Majapahit adalah salah satu kerajaan yang pernah ada di Indonesia, mengalami masa keemasan dan menduduki seluruh wilayah Indonesia saat ini, termasuk beberapa wilayah yang saat ini bukan merupakan bagian dari wilayah Indonesia. Maka dari itu, tidak berlebihan jika Kerajaan Majapahit disebut sebagai negara bangsa kedua setelah Kerajaan Sriwijaya. Majapahit merupakan kerajaan yang berjiwa keagamaan. Majapahit dikenal sebagai kerajaan Hindu terakhir yang berdiri di Indonesia yang wilayah kekuasaannya tersebar di nusantara. Kerajaan Majapahit didirikan oleh Raden Wijaya pada tahun 1293 M dan sekaligus menjadi raja pertama Jurnal Aplikasi Pendidikan dan Sosial Budaya : Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan. Ilmu Ekonomi, dan Ilmu Sosial E-ISSN 3063-2021 | Volume 2 Nomor 1 . DOI:https://doi. org/10. 58466/adidaya Kerajaan Majapahit. Majapahit berkuasa pada abad 13-16 M. , pada tahun 1293 hingga 1500 M. Kerajaan Majapahit berkembang dalam bidang politik, ekonomi, dan perdagangan global. Kerajaan Majapahit menguasai berbagai wilayah penting di nusantara. Bahkan arsitektur dan budaya kehidupannya cukup maju. Sistem kehidupan sosial pada masa Majapahit sudah terstruktur sempurna, baik bersifat keagamaan, ekonomi, maupun sosial. Pemerintahan Majapahit pada tahun 1293 hingga 1500 M merupakan wujud kesinambungan yang didasarkan pada aspek politik kerajaan dan pentingnya peran masyarakat dalam menjaga ciri khas dan keragaman budaya yang menyertainya, sumber dari seluruh tingkatan kerajaan. Dengan demikian terbentuklah kehidupan yang terstruktur dan se jahtera pada setiap golongan kerajaan Majapahit, yang menunjukkan bahwa kerajaan Majapahit mampu menjaga sistem politik dan sistem keagamaan kerajaan dengan baik. Dengan demikian, sinkronisasi antara budaya, agama, dan politik menjadikan Majapahit sebagai kerajaan besar yang mampu memperluas kekuasaan dan pengaruhnya ke seluruh nusantara. Kejayaan Majapahit dicapai masa pemerintahan Hayam Wuruk atau yang dikenal dengan Rajasanagara yang memerintah pada tahun 1350 hingga 1389 M . Konon kekuasaan kerajaan Majapahit pada abad ke-14 menjadikan pulau Jawa sebagai pusat sistem navigasi antar pulau yang maju dan canggih . Sebagai kerajaan maritim. Majapahit telah membuktikan kejayaannya di bidang maritim dengan armada lautnya yang kuat dan terkenal seantero nusantara. Meski berkuasa selama berabad-abad. Majapahit runtuh pada abad ke-16, namun meninggalkan warisan peradaban berupa bangunan bersejarah, situs, dan artefak. Salah satunya adalah Kakawin Nagarakrtagama yang ditulis oleh Mpu Prapanca pada tahun 1365 M, disusun sebagai pujasastra dan terdiri dari 98 pupuh. Naskah ini ditemukan oleh J. Brandes pada tahun 1894 di perpustakaan Candi Cakranagara. Lombok dan memberinya nama Kakawin Nagarakrtagama yang berarti AuTanah tradisi suci . Ay . Dalam Nagarakratagama, ia menggambarkan kejayaan Majapahit, kerabat raja, upacara-upacara akbar di Keraton Majapahit, perjalanan Rajasanagara, bangunan-bangunan suci Hindu-Buddha, perburuan raja dan gambaran tentang Keraton Majapahit pada masa pemerintahan Rajasanagara, yang memerintah dari tahun 1350 hingga 1389 M , merupakan sumber sejarah dalam penelitian kerajaan Majapahit. METODE Penelitian ini berupa deskriptif kualitatif, sumber penelitiannya yaitu berupa literatur review yang diperoleh dari artikel, jurnal, buku, laporan penelitian, cofference prociding, thesis dan lain sebagainya. Penggunaan literatur review untuk menghasilkan artikel ini sebanyak 15 literatur review yang kemudian dicantumkan dalam daftar pustaka. Penelitian ini menggunakan metode sejarah, yaitu proses menguji dan menganalisis secara kritis rekaman sejarah. Kajian dan pembahasan pada penulisan dilakukan dengan metode deskriptif dan komparatif. Langkah-langkah dalam metode sejarah meliputi heuristik, kritik sumber, interpretasi dan historiografi. HASIL DAN PEMBAHASAN Pada abad 14 hingga 15 M, tradisi, pencapaian, dan kebudayaan Majapahit sudah cukup maju. Diketahui istana raja Jawa dipenuhi dengan emas, perak dan permata. Pernyataannya mengacu pada istana kerajaan Majapahit yang megah dan terkenal, oleh kerajaan Jawa pada tahun 1321 M. Kerajaan Majapahit mencapai puncak kejayaannya pada masa pemerintahan Rajasanagara. Pada saat Rajasanagara memegang kekuasaan tertinggi, kerajaan Majapahit tidak mengalami konflik internal maupun eksternal yang dapat merugikan pemerintahan, kecuali peristiwa Pasundan-Bubad pada tahun 1357 Masehi. Oleh karena itu, pada masa pemerintahan Rajasanagara. Majapahit fokus mengembangkan kerajaannya tanpa banyak mengalami konflik. Jurnal Aplikasi Pendidikan dan Sosial Budaya : Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan. Ilmu Ekonomi, dan Ilmu Sosial E-ISSN 3063-2021 | Volume 2 Nomor 1 . DOI:https://doi. org/10. 58466/adidaya Berbeda dengan masa pemerintahan sebelumnya yang tidak henti-hentinya terjadi kerusuhan dan konflik, seperti pada masa pemerintahan Raden Wijaya yang menghadapi pemberontakan Rangga Lawe dan Lembu Sora. Kemudian pada masa pemerintahan Jayanegara terjadi pemberontakan Nambi, peristiwa Badander dan peristiwa Tanca. Apalagi kejayaan Majapahit tidak lepas dari peran para penguasa Majapahit sebelum Rajasanagara mengambil alih tahtanya. Tidak dapat dipungkiri bahwa para penguasa terdahulu mempunyai kontribusi yang besar terhadap kejayaan Majapahit. Ketika Majapahit berada di bawah kekuasaan Ratu Tribhuwana Wijayatunggadewi atau Tribhuwanatunggadewi atau ibu Rajasanagara, hal ini memperbaiki kondisi Majapahit yang awalnya diliputi keresahan pemerintah. Kebijakan politik Ratu Tribhuwanatunggadewi dan kontribusinya yang besar terhadap perkembangan Kerajaan Majapahit membuat Kerajaan Majapahit menjadi lebih baik. Pemerintahan Ratu Tribhuwanatunggadewi mampu mengembalikan Majapahit ke keadaan yang lebih stabil. Ratu Tribhuwanatunggadewi membangun kepercayaan di setiap tingkatan kerajaan, menumpas pemberontakan, meningkatkan stabilitas politik, dan memperkuat birokrasi pemerintahan kerajaan. Peran dan kontribusi Ratu Tribhuwanatunggadewi membuahkan hasil manis dalam perkembangan Kerajaan Majapahit. Keberhasilan masa pemerintahan Ratu Tribhuwanatunggadewi terlihat dari kebijakannya menjaga keutuhan Kerajaan Majapahit dengan menaklukkan wilayah sekitar Kerajaan Majapahit dan perkembangan lain di Majapahit yang ditandai dengan perluasan wilayah ke luar pulau Jawa . Sumber lain menyatakan bahwa Ratu Tribhuwanatunggadewi memperluas pengaruh Kerajaan Majapahit ke luar Pulau Jawa yang dipimpin oleh Mahapatih Gajah Mada dan saudara Ratu dari wilayah Minangkabau yaitu Arya Wangsadhiraja Adityawarman. Dengan demikian, perluasan wilayah yang dilakukan penguasa sebelumnya memungkinkan Majapahit memperluas pengaruhnya pada masa pemerintahan Rajasanagara. Pada tahun 1359 M. Ratu Tribhuwanattunggadewi resmi turun tahta dan digantikan oleh Rajasanagara. Rajasanagara berhasil merebut tahta dan berada di puncak kejayaan Majapahit setelah meneruskan kebijakan pendahulunya. Selain itu, tokoh Rajasanagara dikatakan sebagai raja yang terampil dan cakap dalam menjalankan pemerintahan sehingga mampu membawa Majapahit pada kejayaannya. Kepiawaian Rajasanagara dalam urusan pemerintahan terbukti ketika Gajah Mada memutuskan pensiun dan mengundurkan diri dari Patih pada tahun 1364 Masehi. Rajasanagara segera mengambil keputusan memanggil Pahom Narendra untuk keperluan pembahasan Mahapatih. Namun tidak ada yang mempunyai kepribadian besar seperti Gajah Mada sehingga tugas Mahapatih dibagikan kepada beberapa pejabat. Meski begitu. Rajasanagara berdiri tanpa bantuan Gajah Mada hingga tahun 1389 Masehi. Hal ini menunjukkan bahwa Rajasanagara merupakan tokoh yang memiliki kemampuan administratif dan mampu membaca kondisi Majapahit dengan baik. Politik Rajasanagara yang menjadi salah satu faktor stabilitas Majapahit terlihat dari pernyataan Pradhani bahwa raja Majapahit sering berkunjung untuk melihat kondisi rakyatnya. Dalam kunjungan tersebut, masyarakat dapat berhubungan langsung dengan raja dan dalam beberapa kasus dapat mengajukan petisi kepada raja, meskipun diawasi oleh perwakilan raja di daerahnya . Kebijakan ini menunjukkan kepada rakyatnya akan adanya seorang raja Majapahit, dan sang raja juga bisa lebih leluasa melihat kondisi rakyatnya secara langsung, demi kepercayaan dan hubungan yang harmonis. Nagarakrtagama pupuh 85-91 menceritakan bahwa kerajaan Majapahit mengadakan pertemuan besar yang disebut Paseban setiap tahunnya. Acara Paseban dihadiri oleh seluruh abdi dalam kerajaan, perawat, ksatria, aryya, kepala desa, pendeta dan brahmana. Begitu pula para pemimpin negara atau daerah selain Jawa dan Bali, bahkan seluruh daerah yang mengakui kedaulatan Kerajaan Majapahit pun datang memberi penghormatan kepada Majapahit. Pertemuan ini diadakan untuk membahas status Majapahit dalam segala hal yang berkaitan dengan kerajaan. Misalnya berbicara tentang upaya pengentasan kemiskinan, kebodohan dan kejahatan, serta memajukan kesejahteraan dan kebesaran Selain dari itu, pada acara Paseban masyarakat juga membaca buku-buku tentang agama dan peraturan pemerintah. Beberapa faktor penting yang mendukung kerajaan Majapahit mencapai puncak kejayaannya. Jurnal Aplikasi Pendidikan dan Sosial Budaya : Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan. Ilmu Ekonomi, dan Ilmu Sosial E-ISSN 3063-2021 | Volume 2 Nomor 1 . DOI:https://doi. org/10. 58466/adidaya yaitu: Pertama, sistem pemerintahan yang terorganisir dengan baik. Setiap kebijakan yang diambil dalam urusan pemerintahan didasarkan pada pertimbangan yang matang antara raja dan seluruh tingkat pemerintahan kerajaan. Kedua, situasi pemerintahan di Istana stabil. Stabilitas pemerintahan Kerajaan Majapahit dapat ditunjukkan dengan tidak adanya konflik keraton seperti pemberontakan atau kudeta. Faktanya, tidak terjadi konflik antara Majapahit dengan kerajaan lain di sekitarnya, sehingga kerajaan Majapahit lebih leluasa menjalankan kekuasaannya. Ketiga, kehidupan beragama mengalami kemajuan yang baik. Agama dan pemerintahan dalam masyarakat Majapahit memegang peranan yang tidak dapat diabaikan, apalagi keduanya terkait dengan pembagian kelas sosial di Majapahit . Majapahit dapat menyelaraskan agama atau kepercayaan yang dianutnya dengan budaya kehidupan di seluruh tingkatan kerajaan sehingga kehidupan sosial majapahit tetap damai dan sejahtera. Keempat. Pendekatan politik kerajaan majapahit terhadap wilayah nusantara. Majapahit dengan meyakinkan menundukkan kerajaan atau wilayah lain di nusantara agar tidak menimbulkan konflik atau peperangan yang merugikan kedua belah pihak. Dengan demikian daerahdaerah yang dikuasai Majapahit menjalin hubungan politik yang baik dengan kerajaan Majapahit. Kelima, sistem perdagangan Majapahit dengan kepulauan Indonesia tetap berjalan. Kehidupan sosial ekonomi kerajaan Majapahit berjalan lancar karena Majapahit mampu menguasai pasar nusantara melalui perdagangan dan armada lautnya yang terkenal. Biarlah Majapahit sejahtera perekonomiannya. Keenam, negara-negara Asia Tenggara lainnya mengakui kekuatan Majapahit secara internasional. Dengan adanya pengakuan dari negara lain. Kerajaan Majapahit secara tidak langsung mampu menjaga hubungan baik dengan daerah-daerah yang mengakui kedaulatannya. Karena salah satu bukti kuatnya suatu negara adalah diakui oleh negara lain. Ketujuh, hukum dan seni terus tumbuh dan berkembang. Sebagaimana diketahui. Majapahit merupakan kerajaan yang maju dalam bidang hukum dan sastra, ditandai dengan karya-karya yang diterbitkan pada periode tersebut. Apalagi dari segi infrastruktur yang dibangun, terdapat suasana artistik. Hukum dan seni yang terus berkembang dalam kehidupan kerajaan menjadikan Majapahit lebih maju dibandingkan daerah lain dalam bidang hukum dan seni. Kedelapan, diadakan upacara akbar di keraton sebagai bukti kemakmuran Majapahit. Upacara akbar Istana Majapahit mempunyai arti dan nilai bagi pemerintah, yaitu menentukan arah kebijakan pemerintahan Majapahit ke depan. Bahkan upacara tersebut dihadiri oleh seluruh abdi dalam kerajaan dan tokohtokoh penting kerajaan, serta daerah-daerah lain yang mengakui kedaulatan Kerajaan Majapahit pun datang menanggapi undangan Majapahit dengan mengirimkan utusan dan membayar upeti sebagai tanda tunduk kepada Kerajaan Majapahit. Beberapa faktor di atas turut membantu kerajaan Majapahit menuju kesuksesan selama Sebagai kerajaan maritim yang kuat dan sistem perdagangan yang terus berkembang. Majapahit merupakan kerajaan yang diakui oleh pemerintahan atau bangsa lain. Lebih lanjut, kehidupan sejahtera di seluruh tingkat pemerintahan menjadi salah satu penyebab Majapahit mampu mencapai puncak kesuksesan. 1 SISTEM PEMERINTAHAN Dalam konteks pemerintahan. Rajasanagara dianggap sebagai sosok raja yang berhasil mengelola kekuasaan Majapahit dengan lebih baik dibandingkan pendahulu-pendahulunya. Salah satu indikasinya adalah kebijakannya ketika mengeluarkan prasasti Trowulan pada tahun 1385 M, yang menyebutkan bahwa nama resmi Hayam Wuruk setelah menjadi raja Majapahit adalah SrTiktawilwa Nagareswara Sri Rajasanagara Namarajabhiseka. Posisi Pahom Narendra terletak di bawah raja. Dalam administrasi negara, raja dibantu oleh pejabat tinggi utama seperti Patih Umangkubhumi serta pejabatpejabat lain di bawah patih, masing-masing dengan tugas tertentu. Dalam struktur pemerintahan Majapahit, terdapat sistem birokrasi teritorial yang terpusat, yang didukung oleh birokrasi yang rinci. Hal ini disebabkan oleh pengaruh kepercayaan kosmologis yang dianut oleh Majapahit . Raja dipandang sebagai manifestasi dewa di dunia, sehingga menempatkannya di puncak hierarki dengan otoritas politik tertinggi . Meskipun demikian, ada dewan penasihat kerajaan yang terdiri dari kerabat raja, yang dikenal sebagai Pahom Narendra, serta sejumlah pejabat lainnya. Majapahit memperluas wilayah kekuasaannya melalui metode ekspansi yang bersifat persuasif, tetapi jika pendekatan ini tidak berhasil, mereka tidak ragu untuk menggunakan Jurnal Aplikasi Pendidikan dan Sosial Budaya : Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan. Ilmu Ekonomi, dan Ilmu Sosial E-ISSN 3063-2021 | Volume 2 Nomor 1 . DOI:https://doi. org/10. 58466/adidaya kekuatan militer untuk menaklukkan daerah tersebut (Nugroho, 2. Setelah berhasil menaklukkan suatu wilayah. Majapahit tidak mencampuri urusan internal daerah yang ditaklukkan . Hal ini memunculkan hukum adat baru mengenai penguasaan wilayah, yang memberikan otonomi kepada daerah taklukan dalam mengatur urusan mereka sendiri . Majapahit mewajibkan daerah yang telah dikuasai untuk memberikan upeti sebagai tanda penaklukan serta mengirimkan delegasi dari daerah tersebut pada waktu-waktu tertentu sebagai bukti kekuasaan Majapahit. Dalam hal pengambilan keputusan, daerah yang berada dalam kekuasaan Majapahit harus mengikuti kebijakan kerajaan secara umum (Kawuryan, 2. Sementara itu, daerah yang terletak jauh dari pusat kekuasaan Majapahit wajib menjadikan pengaruh kerajaan sebagai acuan bagi daerah taklukan tersebut. Keberhasilan Majapahit dalam menguasai wilayah maritim tidak terlepas dari kepemimpinan Rajasanagara dan Gajah Mada. Di bawah bimbingan mereka, hukum menjadi fondasi utama dalam pemerintahan. Hal ini dapat dibuktikan dengan adanya kitab Nagarakratagama yang mengatur kehidupan kerajaannya dan menjaga kehormatan Majapahit . Sebagai hukum tertulis Majapahit. Nagarakrtagama mengatur jalannya pemerintahan dan seluruh aspek kehidupan masyarakat Majapahit, sehingga berperan krusial dalam menjaga integritas dan stabilitas kerajaan. Majapahit juga mendirikan Saptopati sebagai lembaga peradilan kerajaan . Dengan demikian, dapat dipastikan bahwa kerajaan Majapahit mewajibkan seluruh elemen kerajaan untuk mematuhi peraturan yang berlaku demi kesejahteraan bersama. Hal ini memungkinkan Majapahit untuk mengelola pemerintahannya dengan lebih efektif tanpa khawatir akan pelanggaran hukum. 2 HUBUNGAN DIPLOMASI Periode pemerintah Rajasanagara, yang lebih dikenal dengan nama Hayam Wuruk . 0Ae 1. , merupakan saat-saat kejayaan luar biasa bagi Kerajaan Majapahit. Selain memperluas wilayahnya. Hayam Wuruk juga berhasil membangun hubungan diplomatik yang kuat dengan berbagai kerajaan di Asia Tenggara dan dunia internasional. Kerja sama ini sangat penting dalam menguatkan pengaruh Majapahit sebagai kekuatan di kawasan tersebut. Usaha diplomasi Majapahit tidak hanya berfokus pada perdagangan, tetapi juga pada peningkatan pengaruh politik dan budaya. Pengiriman misi diplomatik, pemberian hadiah, dan pernikahan antarkerajaan menjadi bagian integral dari strategi diplomasi yang diterapkan oleh Hayam Wuruk. Pendekatan ini sangat membantu Majapahit untuk mengukuhkan posisinya sebagai kekuatan utama di kawasan Asia Tenggara(Reid, 1. Berikut ini beberapa hubungan diplomatik yang dilakukan pada masa pemerintahan Rajasanagara: a. Hubungan dengan Tiongkok. Majapahit membangun relasi yang dekat dengan Dinasti Yuan dan Dinasti Ming di Tiongkok. Hubungan ini ditandai oleh pengiriman misi diplomatik serta aktivitas perdagangan yang aktif antara kedua kawasan. Pada waktu itu. Tiongkok menjadi salah satu mitra dagang utama bagi Majapahit, khususnya dalam komoditas rempah-rempah, kain sutra, dan Bukti tentang hubungan ini dapat ditemukan dalam catatan sejarah Tiongkok, seperti yang tertuang dalam "Yuan Shi" dan "Ming Shi," yang mencatat pengiriman utusan dari kerajaan-kerajaan di Nusantara, termasuk Majapahit, ke istana Tiongkok. (Poesponegoro & Notosusanto, 2. Hubungan dengan Champa. Majapahit juga memiliki relasi yang baik dengan Kerajaan Champa . ekarang merupakan bagian dari Vietna. Hubungan ini lebih dari sekedar perdagangan, melainkan termasuk aliansi strategis untuk menghadapi ancaman dari Siam (Thailan. Dalam karya Mpu Prapanca yang berjudul Negarakertagama, disebutkan bahwa Champa merupakan bagian dari jaringan kekuasaan Majapahit. Hubungan ini mengindikasikan bahwa Majapahit memainkan peran yang signifikan dalam menjaga stabilitas politik dan ekonomi di Asia Tenggara (Coedes, 1. Hubungan dengan Siam dan Kamboja. Meskipun Siam seringkali menjadi ancaman bagi Champa, hubungan Majapahit dengan Siam sangat kompleks. Terdapat bukti bahwa Majapahit melakukan perdagangan dengan Siam, meskipun tidak sekuat relasi dengan Champa. Sementara itu, hubungan dengan Kamboja cenderung lebih fokus pada perdagangan dan pengaruh kebudayaan. Arsitektur dan seni dari Majapahit menunjukkan adanya pengaruh budaya Kamboja, yang terlihat pada pembangunan beberapa candi di Jawa Timur(Munoz, 2. Hubungan dengan India. Sebagai salah satu pusat perdagangan global. Majapahit juga memiliki hubungan dengan kerajaan-kerajaan di India, terutama di daerah Gujarat dan Jurnal Aplikasi Pendidikan dan Sosial Budaya : Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan. Ilmu Ekonomi, dan Ilmu Sosial E-ISSN 3063-2021 | Volume 2 Nomor 1 . DOI:https://doi. org/10. 58466/adidaya Koromandel. Relasi ini dipermudah berkat jalur perdagangan maritim yang melibatkan pedagang Muslim dari Gujarat. Komoditas utama dalam hubungan ini meliputi tekstil, rempah-rempah, dan logam Hubungan ini tak hanya mempengaruhi aspek ekonomi tetapi juga membawa pengaruh budaya, termasuk penyebaran seni dan arsitektur India ke wilayah Majapahit(Wolters, 2. Hubungan dengan Kepulauan Nusantara. Dalam kitab Mpu Prapanca. Negarakertagama . upuh Xi-XV), sebagai bagian dari upaya Hayam Wuruk dan Gajah Mada untuk merealisasikan Sumpah Palapa. Majapahit melakukan hubungan diplomatik dengan berbagai kerajaan di Nusantara. Kerajaan-kerajaan seperti Melayu. Sriwijaya. Bali, dan Makassar dianggap sebagai bagian dari kekuasaan Majapahit, baik melalui aliansi damai maupun melalui penaklukan. Hubungan ini bertujuan untuk memperkuat dominasi Majapahit sebagai kerajaan maritim terbesar di Asia Tenggara. Dengan adanya hubungan diplomatik yang kokoh. Majapahit mampu menjaga kestabilan politik dan memantapkan kedudukannya di dunia internasional. Warisan diplomasi ini menjadi salah satu bukti keberhasilan Majapahit sebagai pusat kebudayaan dan kekuatan besar di Asia Tenggara pada waktu itu. 3 KEHIDUPAN SOSIAL EKONOMI Berdasarkan catatan pengelana Tiongkok Ma-Huan, sistem perekonomian masyarakat Majapahit diyakini relatif maju pada masa pemerintahan Rajasanagara. Penduduk pesisir pelabuhan utara sebagian besar adalah pedagang karena sering didatangi pendatang dari luar Jawa, seperti Arab. India. Asia Tenggara, dan Tionghoa. Faktanya, sebagian besar pendatang menetap di sana. Peluang yang ada dari sibuknya pelabuhan ini bisa dikatakan bisa dimanfaatkan dengan baik oleh masyarakat Majapahit sebagai pedagang, apalagi Majapahit bergerak di bidang kelautan dengan armada yang Ibu kota Majapahit memiliki sekitar 200 hingga 300 keluarga. Secara umum, pedagang lokal kaya dan perdagangan menggunakan koin Majapahit dan koin Cina dari dinasti mana pun diterima di Majapahit. Konon kehidupan masyarakat Majapahit sangat sejahtera dan sistem perdagangannya sangat maju karena dalam hal berdagang, uang logam tembaga dari luar Majapahit diterima karena banyak pedagang yang berkunjung bahkan yang berasal dari luar nusantara. Masyarakat Majapahit hidup dari kain dan pakaian. Pria memiliki rambut panjang tergerai, sedangkan wanita memiliki rambut yang disanggul. Laki-laki yang berumur lebih dari tiga tahun, bangsawan atau rakyat jelata, memakai keris bergagang emas dan diukir rumit dari cula badak atau Kalau di rumah duduk tanpa menggunakan kursi, tidur tanpa kasur, makan tanpa menggunakan Masyarakat Majapahit sering mengunyah sirih sepanjang hari. Ketika masyarakat datang berkunjung, mereka tidak disuguhi teh melainkan disuguhi sirih dan pinang. Kehidupan masyarakat Majapahit sudah sangat maju ditandai dengan adanya budaya sehari-hari memakai keris bergagang emas yang menunjukkan bahwa perekonomian masyarakat Majapahit berada di atas rata-rata. Selain itu, budaya minum sirih pada masa klasik sudah lazim dianut oleh seluruh masyarakat Indonesia pada Sebenarnya keberadaan Majapahit terletak di Trowulan, namun sebagian puncak kekuasaan dan kejayaan kerajaan Majapahit berada di lautan, sehingga pernyataan bahwa Majapahit merupakan peradaban maritim sulit terbantahkan. Sebagai kerajaan maritim, aktivitas perekonomian Majapahit bergantung pada perdagangan maritim dan antar pulau yang berlangsung secara besar-besaran. Perdagangan majapahit di dunia memegang peranan penting dalam pengelolaan perdagangan . Secara keseluruhan Kerajaan Majapahit menguasai pasar internasional nusantara dengan mengirimkan armada lautnya untuk melakukan angkutan laut dan perdagangan antar pulau, sehingga sektor perekonomian Majapahit berkembang secara dinamis. Armada Majapahit dikenal luas hingga ke wilayah luar pulau Jawa, sehingga memudahkan Majapahit menjalin hubungan dagang antara Majapahit dengan daerah lain, sehingga dapat menunjang perekonomian Majapahit. Hal ini tercermin dalam deklarasi Munandar yang menyatakan bahwa banyak wilayah luar Jawa atau yang mengakui kehebatan Majapahit dengan mengirimkan utusan untuk memberi penghormatan Hal ini bukan disebabkan oleh invasi militer Majapahit ke luar negeri, melainkan karena pelayaran armada kerajaan Majapahit yang terkenal keagungannya, mengunjungi daerah-daerah di dalam dan luar Pulau Jawa dan Nusantara. Keberadaan Kerajaan Majapahit tidak perlu diragukan Jurnal Aplikasi Pendidikan dan Sosial Budaya : Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan. Ilmu Ekonomi, dan Ilmu Sosial E-ISSN 3063-2021 | Volume 2 Nomor 1 . DOI:https://doi. org/10. 58466/adidaya lagi, bahkan disegani oleh daerah lain dengan mengirimkan upeti sebagai tanda penghormatan terhadap kejayaan dan kemakmuran Majapahit, negara berdaulat tinggi dan diakui oleh negara lain. 4 AKULTURASI KEBUDAYAAN Tradisi budaya dan pencapaian Majapahit cukup berkembang pada abad ke-14 hingga ke-15 Masehi. Merupakan pemerintahan Hindu-Buddha. Majapahit menekankan kehidupan keagamaan yang ditandai dengan tinggalan tekstual dan artefak. Perkembangan keagamaan pada masa Majapahit sangat pesat, dilihat dari komposisi karya sastra yang mengandung simbol-simbol Bahkan ditemukan pada arsitektur, patung, relief, dan altar pemujaan. Hasil karya ini terekam dalam berbagai bentuk monumen, seperti situs atau reruntuhan, artefak, dan sumber tekstual yang menjadi saksi kekayaan kehidupan keagamaan Majapahit. Sastra Majapahit selalu disesuaikan dengan sistem keagamaan yang akhirnya membentuk kebudayaan tersendiri bagi kerajaan Majapahit. Bahkan kehidupan raja dan keraton mendukung kebudayaan Majapahit yang kemudian terfokus pada ajaran agama atau sistem keagamaan. Sehingga agama dan sastra Majapahit bisa hidup berdampingan tanpa ada hambatan, bahkan kehidupan kerajaan Majapahit sejahtera tanpa ada perselisihan atau konflik di antara keduanya. Bentuk akulturasi budaya ini dilakukan pada bangunan suci Majapahit berdasarkan ajaran agama. Kehidupan keagamaan yang mulai muncul pada masa Majapahit adalah konsep dewaraja. Konsep dewaraja adalah konsep yang mengajarkan bahwa raja yang telah meninggal dianggap telah menyatu dengan dewa pribadi yang dipujanya. Tuhan menjelma menjadi manusia menjadi raja, raja sakti yang notabene bersifat ilahi. Oleh karena itu ajaran ini dikonsep sebagai pertemuan antara dunia manusia dan dunia para dewa. Dunia manusia dan dunia ketuhanan seolah menyatu dalam diri seorang raja sakti atau kerabat raja yang dekat dengan dunia keraton. Kebudayaan Majapahit diungkapkan melalui ajaran tentang perjumpaan antara dunia manusia dan dunia para dewa yang diwujudkan dalam karya-karya penting masa Majapahit. Hal ini tercermin pada bangunan candi yang menggunakan konsep triloka. Simbol-simbol yang terdapat pada bangunan candi merujuk pada kehidupan manusia pada umumnya hingga para biksu, yang tidak lagi mementingkan kehidupan duniawi dan dunia ketuhanan. Pembangunan candi melambangkan konsep dunia manusia dan dunia ketuhanan, atau dapat dikatakan candi merupakan jembatan antara dunia manusia dan dunia ketuhanan. Bukti paling nyata dari hal ini dapat dilihat pada penggambaran relief pada dinding candi yang dibuat pada masa Majapahit. Seniman pencipta relief pada dinding candi mungkin sempat berargumentasi dalam memilih cerita yang dianggap layak untuk dilukiskan pada dinding candi. Candi-candi Majapahit juga menampilkan candi-candi yang dibuat dari bahan-bahan yang sangat mudah rusak dengan atap tumpang-tindih yang juga dibuat dari bahan-bahan seperti kayu dan ijuk atau jerami. Atap seperti ini mirip dengan atap pelinggih dan pura yang ada di Bali. Dilihat dari arsitektur atap pelinggih di Bali, kemungkinan jumlah atap pelinggihnya ganjil, 3, 5, 7, 9, dan 11 Atap pelinggih setinggi 11 lantai untuk dewa tertinggi. Arsitektur atap bertumpuk melambangkan tempat tinggal para dewa sesuai dengan tingkat Siwa Mahadewa atau penjelmaan Siwa merupakan dewa utama candi, dan atap sembilan tingkatnya dibuat untuk dewa seperti Wisnu. Brahma. Saraswati. Parvati, dan Lakshmi. Sedangkan sembilan atap terbawah dibuat untuk dewa-dewa lainnya. Selain itu, akulturasi antara sistem religi dan sastra yang terdapat pada bangunan suci yang kemudian menjadi tradisi atau budaya Majapahit dapat dilihat dari sudut pandang Munandar yang menegaskan bahwa dalam ajaran Brahmana terdapat konsep struktur kosmis secara makro. Ajaran ini mengatakan bahwa bentuk alam semesta adalah datar seperti piringan. Bagian tengah piringan tersebut merupakan pusat alam yang diidentifikasi sebagai Gunung Mahameru. Mahameru adalah simbol gunung kosmik yang megah. Mahameru terletak di tengah benua tempat tinggal manusia yang disebut Jambhudvipa. Dalam ajaran tersebut dikatakan bahwa para Brahmana, petapa dan umat beragama yang tidak terikat pada dunia, tinggal di lereng Gunung Mahameru. Sedangkan di puncak Gunung Mahameru terdapat seorang dewa bernama Sudarsana yang penguasa tertingginya adalah Indra. Ajaran ini juga menyebutkan bahwa setiap arah Gunung Mahameru memiliki delapan arah mata angin, tempat bersemayamnya dewa penjaga yang disebut Lokapala. Karena jumlahnya delapan orang Jurnal Aplikasi Pendidikan dan Sosial Budaya : Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan. Ilmu Ekonomi, dan Ilmu Sosial E-ISSN 3063-2021 | Volume 2 Nomor 1 . DOI:https://doi. org/10. 58466/adidaya maka ia disebut dewa Astadikpalaka. Terdapat representasi dunia makro pada bangunan candi, walaupun tidak sepenuhnya konsisten namun pada beberapa bagian lebih menekankan konsep dasar dunia makro. Seperti kompleks candi Sambisari di Jawa Tengah. Di sekelilingnya terdapat tiga lapis pagar serta selokan yang melambangkan tujuh barisan gunung dan tujuh barisan laut yang mengelilingi Gunung Mahameru. Dalam hal ini bangunan induk yang berada di tengah kompleks merupakan lambang Mahameru. Selain itu. Candi Tikus di Trowulan juga menjadi tempat pertunjukan dunia makro. Pura ini merupakan sebuah petithaan yang terletak di tengah kolam. Di bagian bawah bangunan terdapat pegunungan Jaladwara yang menghasilkan air mengalir serta tembok tinggi kolam yang melambangkan pegunungan Cakrawala yang tinggi. Kolam pribadi JeJas merupakan simbol lautan yang mengelilingi benua Jambhudwipa tempat Mahameru berada. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa akulturasi antara agama, sastra, dan karya suci Majapahit merupakan sebuah konsep yang melahirkan kebudayaan baru bagi Majapahit. Setiap bangunan yang didirikan diukir dengan relief berdasarkan ajaran agama yang menjadi kepercayaan pada zaman Majapahit. Bahkan arsitekturnya dirancang berdasarkan ajaran agama yang dianut oleh seluruh lapisan di kerajaan. KESIMPULAN Kerajaan Majapahit, yang berdiri pada tahun 1293 di bawah pimpinan Raden Wijaya, adalah salah satu kerajaan terpenting yang pernah ada di Indonesia, dikenal sebagai kerajaan Hindu terakhir yang memiliki pengaruh luas di wilayah nusantara, bahkan ke beberapa daerah di luar Indonesia. Kejayaan Majapahit, terutama pada masa pemerintahan Hayam Wuruk (Rajasanagar. dari tahun 1350 hingga 1389, ditandai oleh perkembangan pesat dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk politik, ekonomi, dan budaya. Secara keseluruhan. Kerajaan Majapahit meninggalkan warisan penting yang lebih dari sekadar kekuasaan politik, termasuk sistem pemerintahan yang terstruktur, hubungan diplomatik yang kuat, dan kebudayaan yang kaya. Keberadaan Majapahit sebagai kerajaan maritim yang berpengaruh menjadikannya salah satu peradaban yang diakui di Asia Tenggara dan dihormati oleh negara-negara di sekitarnya. DAFTAR PUSTAKA