IMPLEMENTASI STRATEGI P3 DALAM MENINGKATKAN MOTIVASI DAN PRESTASI BELAJAR PADA MATA PELAJARAN IPS Siti Samsiyah Guru IPS. SMP IT MTA Karanganyar ss82@gmail. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan motivasi dan prestasi belajar IPS pada siswa Kelas IX D SMP Negeri 2 Tungkal Ulu melalui penerapan strategi pembelajaran P3 . engorganisasian, penyampaian, dan pengelolaan kela. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang terdiri dari dua siklus. Setiap siklus terdiri atas empat tahapan antara lain perencanaan, pelaksanaan,observasi, dan refleksi. Teknik pengumpulan data adalah dengan wawancara, observasi, tes dan dokumentasi atau arsip. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pembelajaran P3 dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar mata pelajaran IPS tentang hubungan manusia dengan bumi siswa kelas IX D SMP Negeri 2 Tungkal Ulu. Persentase kenaikan jumlah siswa yang mencapai ketuntasan belajar minimal (KKM) antara lain: pada siklus I siswa yang menjawab senang dan sangat senang terhadap strategi yang digunakan guru sebanyak 20 siswa dengan prosentasi siswa yang mencapai diatas KKM 69%, dan pada siklus II siswa senang dan sangat senang terhadap strategi yang digunakan guru sebanyak 23 siswa dengan prosentasi nilai diatas KKM meningkat menjadi 79,3%. Dengan demikian maka dapat dikatakan bahwa penerapan strategi pembelajaran P3 dapat meningkatkan motivasi dan prestasi belajar siswa. Kata kunci: Motivasi. Prestasi belajar dan Strategi P3. PENDAHULUAN Hasil penelitian pendahuluan, ditemukan bahwa mata pelajaran IPS akhir-akhir ini kurang mendapatkan perhatian dari pihak sekolah, guru bahkan siswa. Perhatian mereka terserap pada mata pelajaran yang di UN-kan. Tentunya perubahan perhatian tersebut berdampak pada proses belajar di dalam kelas. Guru tidak lagi menjadi perhatian siswa dalam proses pembelajaran. Dengan persepsi yang dibangun oleh mereka menyebabkan motivasi belajar siswa rendah dan rendahnya motivasi belajar diikuti dengan rendahnya prestasi belajar siswa. Pada kegiatan pembelajaran di kelas IX D SMP Negeri 2 Tungkal Ulu peneliti menemukan banyak persoalan di dalam belajar. Siswa seringkali bersifat acuh setiap guru menjelaskan materi pelajaran. Siswa sering berbuat gaduh, mengobrol, tertidur, menggambar dan lainnya, hanya beberapa siswa saja yang respon terhadap penjelasan Kebiasaan yang dilakukan oleh siswa, tentu akan merugikan mereka sendiri, maka Implementasi Strategi P3 dalam Meningkatkan Motivasi dan Prestasi Belajar pada Mata Pelajaran IPS (Siti Samsiya. banyak siswa yang nilainya di bawah standar ketuntasan belajar minimum (SKBM). Data di lapangan hanya 14 % siswa memenuhi SKBM yang telah ditetapkan, selebihnya harus mengikuti remedial (Dokumen semester ganjil 2008/2. Permasalahan di atas lebih didasarkan program pembelajaran yang kurang terencana dan kurangnya motivasi siswa dalam belajar. Masrun mengemukakan bahwa motif atau motivasi merupakan suatu hal penting yang mendasari terjadinya tingkah laku siswa, serta motivasi dapat berasal dari dalam maupun luar seseorang, yang berfungsi mengarahkan tingkah laku siswa menuju pada tujuan yang ingin dicapainya (Masrun,dkk, 1975:. Dari persoalan rendahnya motivasi siswa dalam belajar diharapkan guru dapat memotivasi siswa ketika mengajar. Suatu keberhasilan sangat bergantung pada upaya yang dilakukan dan motivasi untuk mewujudkannya. Salah satu unsur yang ada dalam motivasi adalah berusaha dengan sungguh-sungguh. Pada dasarnya motivasi timbul diakibatkan oleh dua faktor yaitu faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal ada di dalam diri siswa sedang faktor eksternal di luar diri siswa. Wahjosumidjo berpendapat bahwa, motivasi sebagai proses timbul diakibatkan oleh faktor di dalam diri siswa itu sendiri di sebut intrinsik atau faktor di luar yang di sebut ekstrinsik. Faktor di dalam diri seseorang dapat berupa kepribadian, sikap, pengalaman dan pendidikan atau berbagai harapan, cita-cita yang menjangkau ke masa depan. Sedangkan faktor di luar diri dapat ditimbulkan oleh berbagai sumber, bisa karena pengaruh teman, orang tua, lingkungan bahkan guru (Wahjosumidjo, 1992:. Pada sisi lain prestasi belajar siswa rendah. Menurut Bloom, prestasi belajar siswa secara umum dapat diklasifiksikan menjadi tiga yakni. ranah kognitif, ranah afektif dan ranah psikomotorik (Davies, 1987:. Pada ilmu pengetahuan sosial, pengetahuan yang perlu dimiliki siswa meliputi: . pengetahuan, berupa pengenalan, pengingatan kembali terhadap teori, konsep dan fakta-fakta. pemahaman, berupa kemampuan memahami tentang isi pelajaran yang dipelajari. penerapan, berupa kemampuan menggunakan pada situasi baru. analisis, berupa kemampuan menjabarkan isi pembelajaran. sintesis, kemampuan menggabungkan unsur-unsur pokok kedalam struktur yang baru. evaluasi, kemampuan menilai isi pembelajaran untuk suatu maksud atau tujuan tertentu (Davies, 1987:. KERATON : Journal of History Education and Culture Vol. No. Desember 2019 Membina keterampilan sosial siswa adalah salah satu tanggung jawab guru ilmu sosial (Sariyatun,dkk, 2018:. Keberhasilan pembelajaran terkait dengan strategi pembelajaran yang ditetapkan oleh guru. Penggunaan strategi pembelajaran yang tepat diharapkan dapat membantu siswa mencapai tujuan pembelajaran yang ditetapkan. Ada tiga variabel utama dalam pembelajaran, yaitu: kondisi pembelajaran, strategi pembelajaran dan hasil pembelajaran. Kondisi pembelajaran sebagai faktor yang mempengaruhi strategi dalam meningkatkan hasil pembelajaran. Strategi pembelajaran sebagai cara yang berbeda-beda untuk mencapai hasil pembelajaran yang berbeda di bawah kondisi pembelajaran yang berbeda. Sedangkan, hasil pembelajaran mencakup semua efek yang dapat dijadikan sebagai indikator tentang nilai penggunaan strategi pembelajaran di bawah kondisi pembelajaran yang berbeda. Pada persoalan ini, peneliti memiliki pandangan dengan melakukan perbaikan dalam proses pembelajaran dengan strategi pengorganisasian, penyampaian dan pengelolaan kelas (P. siswa dapat meningkatkan motivasi belajar. Dengan harapan tindakan tersebut dapat meningkatkan proses pembelajaran dan prestasi belajar sesuai dengan standar ketuntasan belajar minimum yang telah ditetapkan. KAJIAN PUSTAKA Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) merupakan mata pelajaran yang sudah diterapkan dari jenjang SD/MI, hingga tingkat sekolah menengah baik SMP maupun SMA. Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) adalah mata pelajaran yang merupakan suatu perpaduan dari sejumlah disiplin ilmu sosial seperti geografi, sosiologi, sejarah, ekonomi, hukum, politik, kewarganegaraan dan masih banyak lagi. IPS lebih banyak menekankan hubungan antara manusia dengan masyarakat, hubungan manusia di dalam masyarakat, disamping hubungan manusia dengan lingkungan fisiknya (Anisa Septi dan Edi Riandani,2012:. Motivasi Menurut Abdul Majid . 3 : 308-. motivasi adalah energi aktif yang menyebabkan terjadinya suatu perubahan pada diri seseorang yang tampak pada gejala kejiwaan, perasaan, dan juga emosi sehingga mendorong individu untuk bertindak atau melakukan sesuatu dikarenakan adanya tujuan, kebutuhan, atau keinginan yang harus Motivasi adalah dorongan seseorang untuk bertindak dengan suatu standar Implementasi Strategi P3 dalam Meningkatkan Motivasi dan Prestasi Belajar pada Mata Pelajaran IPS (Siti Samsiya. yang paling baik dalam usaha meningkatkan kemampuan diri. Pada penelitian ini bagaimana siswa dapat termotivasi dalam belajar, dapat terlibat secara aktif dalam proses pembelajaran, antusias ketika guru menjelaskan dan keceriaan ketika proses belajar berlangsung. Prestasi Belajar Prestasi belajar merupakan tingkat kemanusiaan yang dimiliki siswa dalam menerima, menolak dan menilai informasi-informasi yang diperoleh dalam proses belajar mengajar (Ghullam Hamdu & Lisa Agustina,2011:. Prestasi belajar seseorang sesuai dengan tingkat keberhasilan sesuatu dalam mempelajari materi pelajaran yang dinyatakan dalam bentuk nilai atau raport setiap bidang studi setelah mengalami proses belajar mengajar. Prestasi belajar siswa dapat diketahui setelah diadakan Hasil dari evaluasi dapat memperlihatkan tentang tinggi atau rendahnya prestasi belajar siswa. Prestasi belajar adalah hasil yang diperoleh dari kegiatan belajar selama periode tertentu yang dinyatakan dalam nilai akhir yang tertulis. Dalam penelitian ini yang dimaksud dengan prestasi belajar adalah hasil ulangan harian. Strategi P3 Strategi P3 merupakan strategi yang meliputi: . strategi pengorganisasian isi . strategi penyampaian isi pembelajaran. strategi pengelolaan kelas dalam pembelajaran. METODOLOGI Penelitian ini dilaksanakan di SMP Negeri 2 Tungkal Ulu. Desa Purwodadi. Kecamatan Tebing Tinggi. Kabupaten Tanjung Jabung Barat. Subjek penelitian adalah 30 siswa kelas IX D SMP Negeri 2 Tungkal Ulu semester Genap tahun ajaran 2016/2017, yang terdiri dari 20 siswa perempuan dan 10 siswa laki-laki dengan penguasaan terhadap materi rendah. Prosedur penelitian yang diterapkan dalam penelitian ini berdasarkan pada penelitian tindakan kelas (PTK). Pelaksanaan penelitian dilakukan dalam dua siklus Setiap siklus terdiri atas empat tahapan antara lain: . perencanaan, . pelaksanaan, . observasi dan . Teknik pengumpulan data adalah dengan wawancara, observasi, tes, dan dokumentasi atau arsip. Teknik tes digunakan untuk memperoleh hasil belajar siswa pada pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial. Data yang KERATON : Journal of History Education and Culture Vol. No. Desember 2019 diperoleh dari tes dianalisis dengan menghitung nilai rata-rata persentase antusias siswa terhadap strategi pembelajaran guru di kelas IX D SMP pada siklus I dan siklus II. Tolok ukur keberhasilan dalam penelitian ini dapat diukur dengan indikator yaitu persentase antusias siswa terhadap strategi pembelajaran guru dengan jumlah siswa yang mencapai KKM 79,3% dengan KKM yang telah ditentukan sebesar 70. HASIL DAN PEMBAHASAN Deskripsi Hasil Penelitian Setelah melakukan analisis terhadap 2 siklus yang dilaksanakan, maka dapat disimpulkan bahwa penerapan strategi pembelajaran P3 menunjukkan peningkatan dalam motivasi dan prestasi belajar siswa. Tabel 1. Respon Siswa Terhadap Strategi Yang Digunakan Guru Nilai Sangat senang Senang Biasa saja Kurang senang Tidak senang Frekuensi 20,7% 93,1% Pada siklus I. Siswa yang ikut dalam kegiatan pengangketan sebanyak 29 siswa, 1 siswa tidak hadir. Pada pemaparan di atas siswa yang sangat senang dan senang dengan kegiatan pembelajaran P3 sebanyak 20 siswa dengan presentasi 69%, artinya bahwa presentasi ini masih jauh di bawah prosentasi yang digunakan sebagai standar minimal 75%. Tingkat keberhasilan yang diharapkan adalah apabila siswa yang menjawab sangat senang dan senang mencapai prosentasi kumulatif sebesar 75% sesuai indikator keberhasilan yang telah ditetapkan. Artinya proses pembelajaran dengan menggunakan strategi pengorganisasian, strategi penyampaian dan strategi pengelolaan belum dikatakan berhasil di mata siswa. Pada kegiatan presentasi . aporan tugas kelompo. yang dilakukan siswa menunjukan adanya tingkat partisipasi yang tinggi dikalangan para siswa. Pada kegiatan ini ada tiga indikator yang dijadikan ukuran pertama kualitas presentasi kelompok, kualitas pertanyaan yang diajukan masing-masing kelompok, dan kualitas jawaban Implementasi Strategi P3 dalam Meningkatkan Motivasi dan Prestasi Belajar pada Mata Pelajaran IPS (Siti Samsiya. Pada kegiatan ini peneliti menyiapkan tabel observasi untuk mengamati kegiatan tersebut. Hasil Presentasi. Pertanyaan dan Jawaban siswa Pada paparan di atas dapat digambarkan bahwa kemampuan kelompok mempresentasikan materi pelajaran di depan kelas dari kelompok 1 baik, dan dilanjutkan berturut-turut dengan kelompok 2, untuk kelompok 3 dan 4 kemampuan mempresentasikanya cukup, sedangkan kelompok 5 kemampuan mempresentasikannya kurang baik. Kemampuan mengajukan pertanyaan masih didominasi oleh kelompk 1 kategori baik, berikutnya kelompok 2, 4 dan 5 kurang baik, dan untuk kelompok 3 kemampuan mengajukan pertanyaan cukup. Kemampuan menjawab pertanyaan dari kelompok lain, kelompok 1 lebih baik jika dibandingkan dengan kelompok yang lain, kelompok 2, 3 dan 4 kemampuan menjawab pertanyaan kategori cukup, dan untuk kelompok 5 tidak baik. Pada siklus I belum dilakukan tes atau ulangan harian. Alasan belum dilakukannya ulangan harian karena materi pelajaran belum seluruhnya tersampaikan sesuai dengan rancangan pelaksanaan pembelajaran (RPP). Berdasarkan catatan lapangan yang dibuat oleh peneliti dan guru pengamat menunjukkan pembelajaran dapat berjalan sesuai dengan rencana yang telah dibuat, walaupun ada sedikit kekurangan. Data tersebut mendukung hasil analisis di atas, sehingga hasil refleksi masih menunjukkan masalah-masalah yang perlu ditindaklanjuti dalam perlakuan tindakan pada siklus berikutnya, maka disusunlah suatu perbaikan tindakan . untuk dilaksanakan pada siklus II, dengan menggunakan strategi yang sama. Paparan Tindakan Siklus II Tindakan siklus II dilakukan pada minggu ke-3 bulan Maret 2017. Rencana tindakan siklus II ini disusun berdasarkan kelemahan-kelemahan yang ditemui pada siklus I, yaitu pada kontrol pembelajaran dan pemberian intruksi pembelajaran yang lebih jelas. Dengan langkah-langkah kegiatan yang sama dengan perlakuan siklus I. Pada pertemuan 1 siklus ke II, siswa akan belajar benua-benua yang ada di dunia. Pada kesempatan itu guru menjelaskan Benua Asia di dalam kelas, siswa mencermati, mendengarkan dan mencatat. Kegiatan berikutnya guru membentuk kelompok sama KERATON : Journal of History Education and Culture Vol. No. Desember 2019 seperti pada siklus I, dan guru memberikan penjelasan tentang rencana belajar yang akan dilaksanakan dipertemuan berikutnya. Guru memberikan kesempatan bertanya kepada siswa tentang materi yang disampaikan dan rancangan belajar yang akan Pada kesempatan ini ada siswa yang bertanya tentang Laut Merah. Laut Hitam, guru menjawab pertanyaan tersebut. Kegiatan belajar diakhiri dengan menarik Pada pertemuan ke 2, pembelajaran dilaksanakan di Laboraturium komputer, proses belajar sama seperti siklus yang pertama dan juga menggunakan media yang Yang berbeda pada siklus ini adanya pengontrolan lebih ketat dari guru agar proses belajar yang dilakukan sesuai dengan desain yang sudah dipersiapkan. Semua siswa diperintahkan membuka globe yang ada di komputer sambil mengikuti keterangan guru dengan mencatatnya. Penjelasan materi diruntut sesuai buku paket yang ada di perpustakaan, sehingga semua siswa dapat mengikuti proses pembelajaran. Pada proses pembelajaran ini siswa dapat mendengarkan penjelasan guru. Siswa juga dapat melihat teks langsung dari buku paket, dan siswa dapat melihat kondisi alam, budaya, suku dan lain sebagainya langsun dari komputer. Proses pembelajaran ini, siswa sangat tertarik dan merasa senang. Siswa dapat bertanya disela-sela penjelasan guru dengan mendengarkan dan melihat visualisasi benua-benua yang dijelaskan guru, hal ini membuat para siswa menjadi penasaran. Pembelajaran diakhiri dengan menarik kesimpulan dan dilanjutkan dengan pengangketan. Mengikuti kegiatan pada siklus I, pada siklus II juga dilakukan diskusi dengan kelompok yang sama, sehingga tidak perlu adanya pengarahan yang lebih panjang. Setiap kelompok mendapatkan tugas untuk membahas masalah, benua dan samudra. Siswa berdiskusi, mencatat dan guru berperan sebagai fasilitator, memberikan bimbingan kepada kelompok dan individu yang mengalami kesulitan. Kemudian guru menjelaskan sistematika kegiatan pembelajaran yang akan dilakukan pada pertemuan Kegiatan diakhiri dengan memberikan kesempataan kepada siswa untuk bertanya, kegiatan pembelajaran dilanjutkan dengan penarikan kesimpulan. Pertemuan ke 4, kegiatan pembelajaran dilakukan dengan presentasi kelompok di depan kelas. Setiap kelompok mempresentasikan selama 10 menit dan dilanjutkan dengan tanya jawab, demikian juga seterusnya untuk kelompok yang lain. Pada sesi presentasi dari semuanya dapat berjalan dengan baik, mereka dapat mempresentasikan Implementasi Strategi P3 dalam Meningkatkan Motivasi dan Prestasi Belajar pada Mata Pelajaran IPS (Siti Samsiya. dengan baik dan jelas. Pada proses pembelajaran pada sesi ini, siswa dapat berperan aktif, siswa terlihat antusias untuk bertanya kepada temannya, dapat terlihat dengan banyak siswa yang ingin mengajukan pertanyaan. Dengan demikian pada proses pembelajaran dengan menggunakan presentasi semangat belajar siswa dapat tumbuh dengan baik. Hasil temuan pada akhir siklus II ini menunjukkan hasil yang sangat Karena hampir semua indikator keberhasilan telah tercapai dengan pencapaian yang sangat signifikan. Hasil pengamatan siklus II menunjukkan perkembangan yang bagus dari semua aspek yang ingin ditingkatkan. Usaha yang dilakukan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran IPS Terpadu, khususnya hubungan manusia dengan alam dapat terlaksana dengan sangat baik melalui tindakan strategi pengorganisasian, strategi penyampaian dan strategi pengelolaan kelas. Motivasi belajar siswa menunjukkan kenyataan yang signifikan. Hasil Rekapitulasi Motivasi Siswa Dari tabel rekapitulasi di atas pencapaian motivasi belajar siswa meningkat. Peningkatan ini telah, berdampak positif pada tingkat keterlibatan siswa secara aktif. Hal ini, akan membantu siswa untuk mencapai hasil belajar yang lebih baik dari yang Keterlibatan siswa secara aktif selama proses pembelajaran siklus II menunjukkan peningkatan yang sangat tinggi, ini berarti bahwa dengan motivasi belajar yang tinggi mampu mendorong siswa untuk aktif terlibat dan berpartisipasi dalam setiap tahapan kegiatan. Pengamat mencatat semua hal yang dilakukan siswa dalam lembar pengamatan tersebut. Aspek kedua antusias, pada siklus ini menunjukan adanya peningkatan antusias yang sangat tinggi, dengan indikator mereka berani bertanya, ditengah-tengah penjelasan guru. Aspek ketiga keceriaan, pada aspek ini keceriaan siswa juga sangat tinggi, mereka terlihat jauh lebih senang jika dibandingkan pada siklus sebelumnya. Ini juga didukung dari hasil pengangketan. Respon Siswa Terhadap Strategi Yang Digunakan Guru Nilai Frekuensi 1 Sangat senang 2 Senang 3 Biasa saja 4 Kurang senang 3,45 5 Tidak senang 27,6% 79,3% 96,5% KERATON : Journal of History Education and Culture Vol. No. Desember 2019 Siswa yang ikut dalam kegiatan pengangketan sebanyak 29 siswa, 1 siswa tidak hadir. Pada pemaparan di atas siswa yang sangat senang dan senang dengan kegiatan pembelajaran P3 sebanyak 23 siswa dengan prosentasi 79,3%, artinya bahwa pada siklus II ini adanya respon yang baik dari siswa terhadap strategi pengorganisasian, strategi penyampaian dan strategi pengelolaan kelas, yang digunakan sebagai standar minimal 75%. Tingkat keberhasilan yang diharapkan adalah apabila siswa yang menjawab sangat senang dan senang mencapai prosentasi kumulatif sebesar 75% sesuai indikator keberhasilan yang telah ditetapkan. Artinya proses pembelajaran dengan menggunakan strategi pengorganisasian, strategi penyampaian dan strategi pengelolaan dapat dikatakan berhasil di mata siswa. Pada kegiatan presentasi . aporan tugas kelompo. yang dilakukan siswa menunjukan adanya tingkat partisipasi yang sangat tinggi dikalangan para siswa. Hasil Presentasi. Pertanyaan dan Jawaban siswa Pada paparan di atas dapat digambarkan bahwa kemampuan kelompok mempresentasikan materi pelajaran di depan kelas dari kelompok 1dan 2 baik, dan dilanjutkan dengan kelompok 3, 4 dan 5 kemampuan mempresentasikanya cukup. Kemampuan mengajukan pertanyaan kelompk 1, 2, 3, dan 4 kategori baik, dan kelompok 5 cukup. Kemampuan menjawab pertanyaan dari kelompok lain, kelompok 1, 3 dan 5 baik, kelompok 2 dan 4 kemampuan menjawab pertanyaan kategori cukup. Pada tes ulangan harian dari 30 siswa yang mengikuti ulangan hari 29 siswa, satu diataranya berhalangan hadir. Hasil ulangan harian siswa kelas IX D menunjukkan angka yang memuaskan, jika melihat standar ketuntasan belajar minimum (SKBM) Dengan prosentasi kumulatif yang mendapatkan nilai 70 lebih dari 75%, yang telah ditetapkan sebagai indikator keberhasilan hasil belajar. Pada tabel di bawah siswa yang mendapatkan nilai 70 ke atas sebanyak 82% ini menunjukkan bahwa proses pembelajaran dengan menggunakan strategi P3 berhasil. Adapun lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel 2. Implementasi Strategi P3 dalam Meningkatkan Motivasi dan Prestasi Belajar pada Mata Pelajaran IPS (Siti Samsiya. Tabel 2 Prestasi Belajar Siswa Nilai Frekuensi 27,58 31,03 14,13 13,79 3,44 27,62 58,62 82,76 96,55 Berdasarkan pencapaian beberapa aspek penting yang menjadi indikator keberhasilan tindakan dalam penelitian tindakan ini dan dukungan dari catatan Hasil refleksi siklus II telah menunjukkan hasil perbaikan dan pencapaian target yang dapat digunakan untuk bahan pertimbangan bahwa tindakan dalam PTK ini dihentikan untuk dilaporkan. Analisis Hasil Penelitian Dari tabel-tabel data di atas, nilai dan presentasenya direfleksikan dengan indikator keberhasilan setiap akhir siklus I dan siklus II sebagai berikut. Refleksi Motivasi Siswa pada Siklus I dan Siklus II Motivasi siswa pada siklus I ke siklus II adanya peningkatan. Hal ini, dapat tergambar dari tabel di bawah, yang merupakan rata-rata dari semua kelompok yang Keterlibatan siswa secara aktif selama proses pembelajaran/tindakan siklus I masih menunjukkan angka 2,6, ini menunjukan bahwa aktifitas siswa dalam pembelajaran rendah, indikator yang dijadikan ukuran dalam hal ini ada dua. Siswa mengerjakan tugas sesuai petunjuk guru, dan . Siswa mau mencatat apa yang telah dipelajari. Pada siklus I, tidak semua siswa dapat mengerjakan tugas sesuai dengan petunjuk guru dan tidak semua siswa mencatat apa yang dijelaskan oleh guru. Dari hasil diskusi dengan guru lain yang bertugas membantu penelitian sebagai pengamat, hal ini diyakini disebabkan oleh sikap siswa yang belum menyadari sepenuhnya petunjuk guru. Sehingga peneliti perlu merancang ulang rencana tindakan yang diberikan pada siklus II dengan sedikit modifikasi tindakan pada tahap. Pada hasil siklus II aktifitas siswa mengalami peningkatan dengan sekor 4,4 hal ini menunjukan adanya peningkatan aktifitas siswa dalam proses pembelajaran. KERATON : Journal of History Education and Culture Vol. No. Desember 2019 Pada aspek antusias siswa menunjukkan pada siklus I diperoleh sekor sebesar 3 hal ini menunjukan siswa cukup antusias dengan strategi yang dikembangkan oleh guru, namun hal ini belum mencapai target yang diharapkan artinya, dari dua indikator yang di harapkan . Siswa mau mendengarkan dan memperhatikan dan . Siswa mau mengemukakan ide dan pendapatnya. Pada siklus II antusias siswa mengalami peningkatan dengan sekor 4,4 hal ini menunjukkan adanya antusias siswa dalam proses Pada aspek keceriaan siswa menunjukkan pada siklus I diperoleh sekor sebesar 3,2 hal ini menunjukan siswa cukup antusias dengan strategi yang dikembangkan oleh guru, namun hal ini belum mencapai target yang diharapkan artinya, dari dua indikator yang di harapkan . Siswa terlihat berseri-seri dalam belajar dan . Siswa tidak mengantuk . enguap dan meletakkan kepala di atas mej. Pada siklus II keceriaan siswa mengalami peningkatan dengan sekor 3,9 hal ini menunjukkan adanya keceriaan siswa dalam proses pembelajaran. Hasil Refleksi Motivasi Siklus I dan Siklus II Motivasi adalah kecenderungan dalam diri seseorang yang membangkitkan topangan dan mengerahkan tindak tanduknya. Motivasi meliputi faktor biologis dan emosional yang hanya dapat diduga dengan pengamatan tingkah laku manusia (Hasibuan, 1999:. Keaktifan, antusias dan keceriaan siswa, merupakan indikator dari motivasi siswa yang tergambar dalam proses pembelajaran. Pada tahap ini motivasi siswa dapat tumbuh dengan cara penggunaan strategi belajar yang berbeda dari hari-hari Menurut para psikolog motivasi dibagi dua ada motivasi intrinsik dan ekstrinsik, dalam penelitian ini, motivasi ekstrinsik yang menjadikan siswa belajar lebih bersemangat, walaupun tidak menafikan pengaruh dari motivasi intrinsik. Fungsi pengaruh perilaku daripada motivasi membuat seseorang melakukan seleksi atau pilihan atas beberapa alternatif perilaku yang dapat memenuhi tujuannya, sehingga semakin tinggi motivasi akan semakin terarah perilakunya. Seseorang hanya akan melakukan perbuatan yang berhubungan dengan keberhasilan pencapaian tujuan dan kebutuhan yang utama baginya. Refleksi Tanggapan Siswa Terhadap Strategi P3 pada Siklus I dan Siklus II Hasil dari tanggapan siswa terhadap strategi yang digunakan oleh guru menunjukan respon yang positif (Tabel 1 dan Tabel . Pada siklus I siswa yang Implementasi Strategi P3 dalam Meningkatkan Motivasi dan Prestasi Belajar pada Mata Pelajaran IPS (Siti Samsiya. menjawab senang dan sangat senang terhadap strategi yang digunakan guru sebayak 20 siswa dengan prosentasi 69%. Sedangkan pada siklus II siswa yang menjawab senang dan sangat senang terhadap strategi yang digunakan guru sebanyak 23 siswa dengan prosentasi 79,3%. Hal ini, sudah melampaui dari indikator keberhasilan yang telah ditetapkan oleh peneliti sebesar 75%. Strategi pembelajaran merupakan salah satu faktor yang menentukan keberhasilan suatu program (Kristian, 1995:. Strategi pembelajaran merupakan komponen penentu utama kualitas pembelajaran, demikian pentingnya strategi pembelajaran, sehingga harus dipilih dengan sebaik-baiknya (Bakkidu, 1996:. Keberhasilan pembelajaran terkait dengan strategi pembelajaran yang ditetapkan oleh Penggunaan strategi pembelajaran yang tepat diharapkan dapat membantu siswa mencapai tujuan pembelajaran yang ditetapkan. Pada penelitian ini ada 3 strategi yang dikembangkan yaitu: pertama Strategi pengorganisasian isi pembelajaran adalah cara pemilihan isi pembelajaran dengan Pemilihan isi pembelajaran amat penting dilakukan oleh guru karena buku teks belum tentu sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan oleh guru. Isi pembelajaran yang telah diorganisasikan akan mempermudah bagi guru untuk mengajarkannya, dan juga mempermudah bagi siswa untuk mempelajarinya (Win, 1981:218. Kedua strategi penyampaian pembelajaran mengacu pada cara-cara yang dipakai untuk menyampaikan isi pembelajaran kepada siswa, dan sekaligus untuk menerima serta merespon masukan-masukan dari siswa (Degeng dan Miarso, 1993:. Media pembelajaran merupakan bagian dari kajian utama dari strategi ini, secara lengkap ada tiga komponen yang perlu diperhatikan dalam mempreskripsikan strategi penyampaian, yaitu: . media pembelajaran. interaksi siswa dengan media. bentuk belajar. Ketiga strategi pengelolaan pembelajaran berhubungan dengan berbagai macam interaksi, antar siswa dengan strategi pengorganisasi dan strategi penyampaian pembelajaran (Degeng, 1989:. Pengelolaan yang dimaksud mencakup: . penjadwalan penggunaan strategi pembelajaran. pembuatan catatan kemajuan belajar siswa. pengelolaan motivasi. kontrol belajar (Reigeluht, 1979:. Dengan menerapkan startegi P3 tersebut memungkinkan adanya ketertarikan siswa dalam proses pembelajaran. KERATON : Journal of History Education and Culture Vol. No. Desember 2019 Refleksi Partisipasi Diskusi Kelas pada Siklus I dan Siklus II Partisipasi siswa dalam kegiatan diskusi, pada siklus I ke siklus II adanya Hal ini, dapat tergambar dari tabel di bawah, yang merupakan rata-rata dari semua kelompok yang ada. Pada siklus I kemampuan setiap kelompok dalam memprestasikan tugasnya diperoleh sekor 4, kemudian pada siklus II adanya peningkatan sekor menjadi 4,25. Aspek yang kedua yang menjadi penilaian kemampuan siswa mengajukan pertanyaan kepada kelompok lain. Pada siklus I kemampuan siswa mengajukan pertanyaan diperoleh sekor sebesar 3,25, sedangkan pada siklus II sekor yang didapat sebesar 4,75. Aspek yang ketiga adalah kemampuan siswa didalam menjawab pertanyaan siswa lain. Pada siklus I didapatkam kemampuan siswa menjawab pertanyaan diperoleh sekor 3,5, sedangkan pada siklus II diperoleh sekor 4,5. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa aktifitas diskusi kelas dari siklus I ke siklus II mengalami Hasil Refleksi Partisipasi Diskusi Kelas Pada permasalahan . dalam belajar kepada rekannya sendiri. Selama ini, seringkali siswa tidak berani mengajukan pertanyaan dan menjawabnya secara langsung kepada Dengan diberlakukannya strategi semacam ini, semua siswa dapat berpartisipasi secara aktif dalam pembelajaran, sehingga suasana kelas menjadi lebih hidup. Prestasi Belajar Siswa pada Siklus I dan Siklus II Pada tabel 4. 7 di atas siswa yang mendapatkan nilai 70 ke atas sebanyak 82% ini menunjukkan bahwa proses pembelajaran dengan menggunakan strategi P3 adanya peningkatan, dan tercapainya SKBM yang telah ditetapkan berdasarkan indikator keberhasilan ketuntasan sebesar 75% dari 29 siswa. Prestasi belajar sebagai suatu out put ditentukan oleh proses dan inputnya, sehingga prestasi belajar banyak dipengaruhi serta ditentukan oleh berbagai faktor baik di dalam input maupun proses belajar itu sendiri. Djiwandono mengemukakan beberapa faktor yang ikut menentukan prestasi seseorang, antara lain. faktor inteligensi, . faktor kepribadian, . faktor motivasi, . faktor lingkungan keluarga, . faktor lingkungan sekolah, . faktor lingkungan teman (Djiwandono, 2007:. Secara lebih Implementasi Strategi P3 dalam Meningkatkan Motivasi dan Prestasi Belajar pada Mata Pelajaran IPS (Siti Samsiya. luas Sumadi Suryabrata mengemukakan empat kelompok yang mempengaruhi proses dan hasil belajar, yaitu: . faktor bahan atau hal, yang merupakan in put pokok dalam . faktor lingkungan yang terdiri: lingkungan fisik dan alami. lingkungan sosial. faktor instrumental yang berupa perangkat keras . seperti misalnya. gedung, perlengkapan belajar, media praktikum, dan sebagainya. Dapat pula faktor ini berupa perangkat lunak . seperti kurikulum, program, pedoman belajar, dan dan . faktor kondisi individual si pelajar yang terdiri dari kondisi fisiologis, seperti kesehatan, pada umumnya gizi, panca indera, dan kondisi psikis seperti perhatian, pengamatan, tanggapan, fantasi, ingatan, berfikir, inteligensi, bakat dan motivasi (Suryabrata, 1981:. Pada penelitian ini peningkatan prestasi belajar dapat meningkat karena factor lingkungan sekolah, faktor lingkungan teman. Menurut Suryabrata karena faktor faktor lingkungan yang terdiri: lingkungan fisik dan alami. lingkungan sosial. instrumental yang berupa perangkat keras . seperti misalnya. perlengkapan belajar, media praktikum, dan sebagainya. Dapat pula faktor ini berupa perangkat lunak . seperti kurikulum, program, pedoman belajar, dan Dalam proses penelitian tindakan ini, peneliti menggunakan berbagai sarana dan prasarana belajar yang ada disekolah, yaitu. berbagai media pembelajaran. Lebih lanjut dengan penggunaan media memungkinkan belajar menjadi . Media pembelajaran dapat mengatasi keterbatasan pengalaman yang dimiliki oleh para peserta . Media pembelajaran dapat melampaui batasan ruang kelas. Media pembelajaran memungkinkan adanya interaksi langsung antara peserta didik dengan . Media menghasilkan keseragaman pengamatan. Media dapat menanamkan konsep dasar yang benar, konkrit, dan realistis. Media membangkitkan keinginan dan minat baru. Media membangkitkan motivasi dan merangsang anak untuk belajar. Media memberikan pengalaman yang integral/menyeluruh dari yang konkrit sampai dengan abstrak. PENUTUP Kesimpulan Penelitian ini bermaksud menjawab 3 rumusan masalah yang telah diajukan di depan, sehingga penelitian ini, dapat disimpulkan: KERATON : Journal of History Education and Culture Vol. No. Desember 2019 Proses pelaksanaan strategi P3 dalam meningkatkan motivasi siswa dan prestasi belajar siswa pada mata pelajaran IPS kelas IX D di SMP Negeri 2 Tungkal Ulu, dapat berjalan dengan baik pada siklus I dan siklus II, dan adanya perbaikan proses dari tiap siklusnya. Hasil dari tanggapan siswa terhadap strategi yang digunakan oleh guru menunjukan respon yang positif. Pada siklus I siswa yang menjawab senang dan sangat senang terhadap strategi yang digunakan guru sebanyak 20 siswa dengan prosentasi Pada siklus II siswa senang dan sangat senang terhadap strategi yang digunakan guru sebanyak 23 siswa dengan prosentasi 79,3%. Pada . Dengan diberlakukannya strategi semacam ini, semua siswa dapat berpartisipasi secara aktif dalam pembelajaran, sehingga suasana kelas menjadi lebih hidup. Adanya meningkatkan motivasi siswa dengan menggunakan strategi P3 pada pelajaran IPS Terpadu kelas IX D di SMP Negeri 2 Tungkal Ulu. Motivasi siswa pada siklus I ke siklus II adanya peningkatan. Hal ini, dapat tergambar dari tabel di bawah, yang merupakan rata-rata dari semua kelompok yang ada. Keterlibatan siswa secara aktif selama proses pembelajaran/tindakan siklus I masih menunjukkan angka 2,6. Pada siklus II aktifitas siswa mengalami peningkatan dengan sekor 4,4 hal ini menunjukkan adanya peningkatan aktifitas siswa dalam proses pembelajaran. Pada aspek antusias siswa menunjukkan, pada siklus I diperoleh sekor sebesar Pada siklus II antusias siswa mengalami peningkatan dengan sekor 4,4 hal ini menunjukkan adanya antusias siswa dalam proses pembelajaran. Pada aspek keceriaan siswa menunjukkan pada siklus I diperoleh sekor sebesar 3,2 hal ini menunjukan siswa cukup antusias dengan strategi yang dikembangkan oleh Pada siklus II keceriaan siswa mengalami peningkatan dengan sekor 3,9 hal ini menunjukkan adanya keceriaan siswa dalam proses pembelajaran. Prestasi belajar siswa memenuhi standar yang telah ditetapkan dengan menggunakan strategi P3 pada pelajaran IPS Terpadu kelas IXD di SMP 2 Tungkal Ulu. Pada tabel 4. 7 di atas siswa yang mendapatkan nilai 70 ke atas sebanyak 82% ini menunjukkan bahwa proses pembelajaran dengan menggunakan strategi P3 adanya peningkatan, dan tercapainya Implementasi Strategi P3 dalam Meningkatkan Motivasi dan Prestasi Belajar pada Mata Pelajaran IPS (Siti Samsiya. SKBM yang telah ditetapkan berdasarkan indikator keberhasilan ketuntasan sebesar 75% dari 29 siswa. Saran Adapun saran-saran yang ditunjukan kepada peneliti lanjutan, dari hasil penelitian ini adalah: Perlu adanya rancangan penelitian yang lebih rinci di dalam menentukan perencanaan, pelaksanaan dan pengelolaan. Perlu adaya skenario penggunaan media pembelajaran yang lebih cermat. Perlu melakukan kolaborasi dengan peneliti lain maupun guru agar diperoleh hasil yang lebih baik Diharapkan adanya penelitian yang lebih fokus, dengan menggunakan strategi yang lebih berfareatif. DAFTAR PUSTAKA