Vol 8. No 2. Maret 2026. org/10. 38189/jtbh. ISSN 2654-5691 . 2656-4904 . Available at: e-journal. id/index. php/jbh Musa dan Yesus: Analisis Tipologis tentang Pembebasan dan Penebusan Pieter Otta1 pieterotta040570@gmail. Riany Butar-Butar2 rianyyuniarto@gmail. Kalis Stevanus3 kalisstevanus91@gmail. Abstract This paper analyzes the typological relationship between the great prophet Moses and Jesus as the promised Messiah, within the framework of liberation and redemption. In the history of GodAos salvific work for humanity, a recurring theological patternAireferred to as typologyAican be discerned. Moses, a central figure in the Old Testament who led the Israelites out of slavery in Egypt and received the Torah, is often viewed as a type of the Messiah. Jesus Christ, as the antitype, fulfills and perfects this image by offering the law of love as the fulfillment of the Mosaic Law. Studying the typology between Moses and Jesus enables Christians to grasp more deeply the continuity and coherence of GodAos redemptive plan, stretching from the Old Testament to the New. This is especially evident in MosesAo prophecy that God would raise a prophet like himself (Deuteronomy 18:15Ae. The findings show typological parallels in their birth, liberating roles, covenant mediation, miracles, spiritual experiences, and messianic prophecies. Ultimately. Jesus is the perfect fulfillment of Moses, leading humanity not only out of physical bondage but also from the power of sin and death, while guiding the application of biblical principles in daily life. Keywords: typology. Moses. Jesus. Abstrak Tulisan ini menganalisis hubungan tipologis antara Nabi besar yaitu Musa dan Yesus sebagai Mesias yang dijanjikan dalam perspektif pembebasan dan penebusan. Dalam sejarah karya keselamatan Allah untuk umat manusia, memiliki pola atau model dengan menggunakan istilah tipologi. Salah satu pemimpin besar dalam Perjanjian Lama Musa yang memimpin bangsa Israel keluar dari perbudakan di Mesir dan menerima hukum Taurat adalah salah satu tokoh yang dilihat sebagai gambaran awal dari Mesias yang dijanjikan yaitu Yesus Kristus sebagai antitipenya yang memberikan hukum kasih sebagai penyempurna dari hukum Taurat. Pentingnya meneliti Tipologi Musa dan Yesus agar orang Kristen dapat memahami lebih dalam tentang rencana keselamatan Allah yang berkarya dengan memiliki pola yang berkesinambungan dan saling terhubung dalam Perjanjian Lama hingga Perjanjian Baru serta kita dapat melihat penggenapan dari nubuat dalam Perjanjian Lama melalui tokoh Sekolah Tinggi Teologi Victory Cibubur Sekolah Tinggi Teologi Victory Cibubur Sekolah Tinggi Teologi Tawangmangu CopyrightA 2026. Jurnal Teologi Berita Hidup. ISSN 2654-5691 . , 2656-4904 . Jurnal Teologi Berita Hidup. Vol 8. No 2. Maret 2026 Musa yang menerima Wahyu Allah bahwa akan datang seorang Nabi seperti dirinya (Ulangan 18:15-. Melalui kajian Pustaka dan analisis tipologi Musa dan Yesus selain dari kelahiran, peran sebagai pembebas, mediator perjanjian, mukjizat, pengalaman rohani, serta nubuat mesianik. Kesimpulannya Yesus adalah penggenapan sempurna dari figur Musa, membawa umat manusia bukan hanya keluar dari perbudakan fisik, tetapi juga kuasa dosa dan maut serta membantu kita menerapkan prinsip-prinsip Alkitab dalam kehidupan seharihari. Kata-kata kunci: tipologi. Musa. Yesus. PENDAHULUAN Salah satu metode penafsiran di dunia teologi Kristen dikenal dengan metode penafsiran tipologi. Tipologi sebagai suatu studi tentang tipe-tipe atau prafigur selalu mengacu pada pola atau model dalam Perjanjian Lama, sebuah tipe adalah suatu gambaran dari suatu yang akan datang. Mengenai tipologi Musa adalah sebagai bayangan atau gambaran di Perjanjian Lama sebagai contoh atau model di masa depan . yang digenapi dalam Perjanjian Baru melalui kedatangan Yesus Kristus yang merupakan Dalam Perjanjian Lama banyak sekali terdapat kebenaran yang bersifat Kristologi dalam bentuk tipe-tipe Alkitabiah namun tipologi selalu mengalami kelemahan-kelemahan tertentu sehingga sering tidak dipercaya, tipologi bersifat subyektif yang sering kali bergantung pada perspektif individu yang sering kali dibangun berdasarkan asumsi tentang hubungan antara Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru. Oleh karena alasan itu maka tipologi sering kali diabaikan dalam pembahasan teologis. Tipologis sifatnya lebih banyak tunduk pada pandangan pribadi seseorang yang menyelidikinya dari pada kepada cara-cara penafsiran yang biasa. 4 Hal ini bisa disebabkan karena tidak sedikit orang Kristen kurang menyukai Perjanjian Lama5 serta cenderung menekankan aspek literal dan historis dari Alkitab. Alkitab juga memiliki banyak genre, gaya dan struktur, sehingga penafsiran menjadi lebih kompleks. Pembaca juga sering kali mengambil pendekatan topikal yang tidak melibatkan studi tipologis, bahkan pembaca Alkitab tidak sepenuhnya memahami prinsip-prinsip pada tipologi, yaitu bagaimana peristiwa, tokoh atau objek dalam Perjanjian Lama dapat menjadi model untuk peristiwa, tokoh, objek dalam Perjanjian Baru khususnya pada tokoh Yesus Kristus. John F Walvoord. Yesus Kristus Tuhan Kita (Surabaya: YAKIN, 2. , 60. Edi Sugianto. AuStudi Karakteristik Tipologi Alkitab Dan Relevansinya Bagi Hermeneutika Tabernakel Musa Dan Keimamatannya,Ay Jurnal Teologi Injili 4, no. 2 (December 2. : 114Ae35, https://doi. org/10. 55626/jti. CopyrightA 2026. Jurnal Teologi Berita Hidup. ISSN 2654-5691 . , 2656-4904 . Pieter Otta. Riany Butar Butar. Kalis Stevanus: Musa dan Yesus: Analisis Tipologis tentang Pembebasan dan Penebusan Nama Musa dalam kata Ibrani berarti diangkat keluar. Banyak kritikus yang menganggap bahwa kata Ibrani untuk Musa (Moshe. berasal dari kata Mesir, mesi, yang artinya mengandung. Di dalam proses kelahiran, seorang bayi diangkat keluar. di dalam kasus ini sang bayi dinamakan Musa sebab dia diangkat keluar dari air. 6 Dalam Keluaran. 2:10 menuliskan kata Firaun AuKarena aku telah menariknya dari airAy. Bapak leluhur Musa dari suku Lewi yaitu dari keluarga Amran dan Yokhebed (Kel. Musa adalah tokoh yang sangat penting dalam sejarah bangsa Israel juga bertanggung jawab atas apa yang diperbuat oleh bangsa Israel kepada Allah. Musa mengetahui bahwa membawa umat Israel keluar dari Mesir bukan sebuah pekerjaan melainkan sebuah panggilan dalam hidupnya meskipun berpeluang untuk hidup nyaman dalam lingkungan istana Firaun. Musa memilih mengorbankan kehidupan di istana dengan menjalankan pekerjaan panggilannya untuk memimpin bangsa Israel keluar dari perbudakan penyertaan Allah melalui Musa memberikan keselamatan kepada bangsa Israel. Kitab Keluaran berfokus pada Allah menyelamatkan umat pilihan-Nya dari perbudakan Mesir. Yesus sebagai antitipenya datang untuk menggenapi hukum Taurat, bukan untuk meniadakannya. Yesus yang berinkarnasi yang walaupun dalam rupa Allah tidak menganggap kesetaraan dengan Allah sebagai milik yang harus dipertahankan, mengambil rupa seorang hamba dan taat sampai mati di kayu salib (Flp. 2:6-. untuk menebus dan membebaskan manusia dari belenggu Salib sebagai puncak dari rencana keselamatan. Musa dan Yesus memiliki peran yang berbeda namun saling melengkapi dalam rencana keselamatan Allah. Musa melepaskan kenyamanannya hidup di istana, menjadi perantara dalam membebaskan bangsa Israel dari perbudakan fisik, sementara Yesus menjadi Penebus yang membebaskan manusia dari belenggu dosa dan memperoleh kehidupan kekal (Rm. Penelitian ini dengan kajian pustaka yang berfungsi sebagai landasan teoritis untuk meneliti yang berkaitan dengan tipologi Musa dan Yesus. Dengan metode pengumpulan literatur dan menganalisis setiap data yang diambil dari artikel-artikel serta melibatkan analisis teks Alkitab secara hermeneutis, komparatif dan teologis. Dengan sintesis tipologi membandingkan dan mengintegrasikan temuan dari kedua analisis, kemudian merangkumnya menjadi satu kesimpulan. Wycliffe. Tafsiran Alkitab (Malang: Gandum Mas, 2. , 160. CopyrightA 2026. Jurnal Teologi Berita Hidup. ISSN 2654-5691 . , 2656-4904 . Jurnal Teologi Berita Hidup. Vol 8. No 2. Maret 2026 METODE Penelitian ini menggunakan metode kualitatif bertujuan untuk memahami fenomena sosial secara mendalam dengan berfokus pada makna, pengalaman, dan perspektif individu atau kelompok. 7 Sumber data diambil dari Alkitab, jurnal, buku tafsir. Dengan pendekatan tipologis mencari paralel antara Musa dan Yesus menuju analisis teologis dan menggunakan beberapa tahapan. Tahap pertama yaitu mengidentifikasi peran Musa dalam memimpin bangsa Israel yang dalam perkembangannya orang Israel yang terdiri dari dua belas suku menjadi umat Allah dan diberi undang-undang di Gunung Sinai yaitu hukum Taurat. Kemudian tahap selanjutnya membandingkan dengan Yesus sebagai Mesias yang dijanjikan untuk membebaskan manusia dari belenggu dosa dan menerima hidup yang kekal. Kemudian tahap ketiga penelitian ini menarik implikasi teologis dengan menunjukkan bagaimana peristiwa-peristiwa dalam Perjanjian Lama memberikan bayangan tentang rencana keselamatan Allah yang digenapi dalam Yesus Kristus. HASIL DAN PEMBAHASAN Musa sebagai Tipe Pembebasan Diawali dari anak-anak Israel yang datang ke Mesir bersama-sama dengan Yakub yaitu Ruben. Simeon. Lewi. Yehuda. Isakhar. Zebulon. Benyamin. Dan. Naftali. Gad dan Asyer serta seluruh keturunan Yakub yang berjumlah tujuh puluh jiwa dan Yusuf sudah ada di Mesir sebelumnya. Keturunan Israel bertambah banyak dengan pesat sesuai janji Allah kepada leluhur Israel yaitu Abraham. Ishak. Yakub (Kej. 12:2. 17:2,6. 22:17. hingga mencapai 600 orang tidak termasuk perempuan dan anak-anak . melebihi jumlah orang Mesir. Kemudian bangkit seorang raja setelah Yusuf meninggal, yang ingin menghabisi Israel oleh karena jumlah mereka yang semakin banyak di Mesir. Allah mengizinkan penindasan dan penderitaan bagi Israel untuk memisahkan mereka dari penyembahan berhala dan cara hidup yang tidak bermoral di Mesir. Musa lahir pada masa Firaun yang mengeluarkan dekret pembunuhan bayi laki-laki Ibrani (Kel. Yokhebed ibunya yang sekaligus berperan sebagai inang pengasuh menyelamatkan Musa yang baru Ibunya memasukkan bayi Musa ke dalam peti. Peti itu disembunyikan di tengahtengah Teberau dan dijaga oleh Miryam di tepian Sungai Nil (Kel. Kemudian ditemukan oleh Putri Firaun yang hendak mandi di sungai tersebut, lalu Miryam Miza Nina Adlini et al. AuMetode Penelitian Kualitatif Studi Pustaka,Ay Jurnal Edumaspul 6, no. : 974Ae80, http://download. id/article. php?article=2846813&val=13953&title. CopyrightA 2026. Jurnal Teologi Berita Hidup. ISSN 2654-5691 . , 2656-4904 . Pieter Otta. Riany Butar Butar. Kalis Stevanus: Musa dan Yesus: Analisis Tipologis tentang Pembebasan dan Penebusan mengusulkan untuk mencari inang penyusu untuk bayi itu yang adalah ibu Musa sendiri. Musa disapih ibunya dan Ketika sudah besar diberikan kepada ibu angkatnya yaitu Putri Firaun (Kel. 2:1-. Pada zaman itu anak-anak didik oleh pengawas harim - guru dari anakanak raja. 8 Hingga tiba waktu masa dewasa anak raja dididik pendidikan militer dari perwira atau pensiunan militer yang dekat kepada raja. Musa yang cakap yang telah dididik untuk menjadi panglima perang. seorang anak muda yang telah dipersiapkan menjadi pemimpin yang paham literatur dan hukum tata negara. 9 Musa berada dalam lingkungan pendidikan yang sangat mumpuni menjadikan Musa seorang yang terlatih dan genius dalam memahami abjad dan tulisan-tulisan Mesir. Musa menjadi seorang pangeran Mesir didik untuk menjadi panglima perang. Musa dipanggil Allah untuk membebaskan bangsa Israel dari Mesir (Kel. 3:1-4:17. Kel. 3:10-. Kitab Keluaran sebagai lanjutan dari kitab Kejadian. Judul Keluaran diambil dari kata Yunani iC yang artinya juga keberangkatan. Kitab Keluaran ini menuliskan sejarah pembebasan bangsa Israel. 10 Musa dipakai Allah untuk memimpin Israel keluar dari perbudakan di Mesir pada usia yang ke-80 tahun (Kel. Allah tidak memanggil Musa ketika ia masih muda dan kuat, melainkan ketika ia telah menjadi tua yang berumur 80 tahun, yaitu ketika secara manusia sepertinya tidak ada lagi yang bisa diharapkan. Alasan Allah memakai Musa pada usia ini adalah bahwa pekerjaan Allah tidak dapat dilakukan dengan kekuatan dan antusiasme diri, melainkan harus dilakukan dengan Aoantusiasme AllahAo. Allah memperhatikan kesengsaraan umat-Nya di Mesir Ia mendengar seruan orang yang susah dan tertindas. Kepada Musa Tuhan sendiri memberikan diri nama Aku adalah Aku. Dari sinilah muncul kata Ibrani YHWH sebuah frase Ibrani yang menunjuk tindakan. Allah secara tidak langsung mengatakan kepada Musa AuAku ingin dikenal sebagai Allah yang hadir dan aktifAy. Arti kalimat Aku adalah Aku, ehye aser ehye (A )a ioAi a a ioAiAdalam Keluaran 3:14, menunjukkan adanya eksistensi dalam diri Allah. Allah senantiasa menyertai Israel pada setiap masalah hingga pada hukuman terakhir yaitu tulah ke sepuluh (Kel. 7Ae. Allah juga menawarkan bangsa Israel keluar dari perbudakan di Mesir dengan cara mengalahkan Firaun sambil menawarkan jalan keluar melalui darah anak domba Paskah (Kel. Hukuman ini adalah pembalasan yang adil Griffith. El Bersheh. Vol. 2 (London: Forgotten Books, 2. , 40. Rita Wahyu. Injil Salib Besorat Hatselav Protoevangelium & Penggenapan Janji Eksegesis Peshat Naskah Ibrani (Jakarta: Literature dan Penerbitan Sekolah Tinggi Teologi Ekumene, 2. , 77. Stanley M. Horton. Alkitab Penuntun Hidup Berkelimpahan (Malang: Gandum Mas, 1. , 93. Abraham Park. Penggenapan Perjnajian Suluh : 10 Tulah. Eksodus Dan Masuk Ke Kanaan (Depok: Yayasan Damai Sejahtera Utama, 2. , 69. Peter Otta. Kristologi Yang Diselewengkan (Tangerang: Bible Culture Study, 2. , 208. CopyrightA 2026. Jurnal Teologi Berita Hidup. ISSN 2654-5691 . , 2656-4904 . Jurnal Teologi Berita Hidup. Vol 8. No 2. Maret 2026 terhadap kejahatan orang Mesir. Tentang perjalanan umat Israel dari Mesir ke Kanaan dimulai saat Israel berkemah di tepi laut Teberau dan Firaun memimpin pasukan kereta mereka untuk menyerang mereka. Musa memimpin bangsa Israel bersama Tuhan dan Tuhan akan berperang untuk Israel. Allah membelah laut Teberau menjadi dua di kiri dan kanan mereka membentuk tembok, membuka jalur untuk mereka, kemudian menumpahkan air laut menenggelamkan tentara Mesir (Kel. dengan cara itulah Allah membebaskan mereka dengan menyeberangi lautan, melewati padang gurun dan Musa sebagai pemimpin mereka. Setelah orang Israel keluar dari tanah Mesir. Musa memimpin bangsa Israel ke kaki gunung Sinai. Allah mengundang bangsa Israel untuk masuk ke dalam sebuah hubungan perjanjian yaitu AuSepuluh HukumAy. Kehadiran Allah tampak di atas gunung Sinai dalam rupa awan, petir, dan gemuruh. Musa naik untuk mewakili mereka. Sepuluh hukum ini merupakan aturan-aturan pokok mengenai kesepakatan bagaimana Allah dan umat Israel akan saling berhubungan. Syarat-syarat perjanjian dapat dibagi dalam tiga golongan . hukum moral (Kel. 20:1-. hukum perdata (Kel. 21:1-23. hukum keupacaraan (Kel. 22:12-31. Dengan hukum membentuk bangsa Israel menjadi bangsa yang berkeadilan dan penuh kemurahan hati yang membedakan dengan bangsa-bangsa lain. Tatanan kehidupan bangsa Israel sebagai bangsa dimulai dari garis-garis ketentuan yang dituliskan oleh Musa. ini sebagai utusan yang dipilih Allah untuk memimpin bangsanya menjadi sadar siapa sang pencipta mereka dan pemahaman akan identitas mereka sebagai Aubangsa pilihan AllahAy (Ibr. AAo Ae y euiAam segula. Hukum Taurat diturunkan melalui Musa agar Israel menjadi bangsa yang menjadi berkat bagi bangsa lain. Sebab keselamatan dari Allah telah ditetapkan-Nya datang melalui bangsa Yahudi (Yoh. 13 Lima kitab Musa yang dikenal sebagai Pentateuk atau Taurat. Musa sesungguhnya adalah seorang history maker atau pembuat sejarah. Orang pertama dalam sejarah dunia yang menulis akar hukum pidana maupun hukum perdata. Sebelum Musa berlaku hukum rimba, siapa yang kuat akan mengalahkan yang lemah. Dengan ikatan perjanjian ini melalui keturunan Abraham hadirat Allah kembali terjalin yang sebelumnya manusia telah terpisah dengan Allah akibat dosa di taman Eden. Hubungan perjanjian ini pertama-tama bagi bangsa Israel. Musa adalah seorang guru bagi bangsa Israel yang memiliki banyak pengalaman Lebih jauh Musa adalah sebagai pemimpin yang setia mengikut Allah dengan iman (Ibr. 11:23-29 bdk Kis. 7:23-. Ketika Israel melanggar perjanjian yang baru saja mereka setujui yaitu jangan ada Allah lain dan jangan menyembah berhala, dengan membuat patung Wahyu. Injil Salib Besorat Hatselav Protoevangelium & Penggenapan Janji Eksegesis Peshat Naskah Ibrani, 77. CopyrightA 2026. Jurnal Teologi Berita Hidup. ISSN 2654-5691 . , 2656-4904 . Pieter Otta. Riany Butar Butar. Kalis Stevanus: Musa dan Yesus: Analisis Tipologis tentang Pembebasan dan Penebusan lembu emas. Allah mengetahui apa yang terjadi pada bangsa Israel kemarahan Allah adalah hendak melenyapkan bangsa Israel. Musa sebagai pemimpin umat membujuk Allah dengan mengatakan menghancurkan bangsa Israel sama artinya dengan tidak memenuhi ikatan perjanjian Allah kepada Abraham. Allah menerima bujukan Musa dan menjelaskan karakterNya sendiri dengan mengatakan Allah itu maha pengasih dan penyayang, panjang sabar dan setia pada perjanjian-Nya tetapi tidak membebaskan orang yang bersalah dari hukuman. Allah memerintahkan Musa untuk melanjutkan membangun Tabernakel atau Kemah Suci tempat hadirat Allah yang mulia datang. Kekhawatiran orang Mesir atas pertumbuhan yang pesat dari orang Israel, yang menjadikannya sebagai ancaman yang berpotensi menjadi sebuah bangsa serta orang- orang Israel tidak memiliki kebebasan untuk pindah ke negerinya sendiri bahkan Firaun mencegah orang Israel bisa bergabung dengan musuh mereka dalam perang yang berpotensi orang Israel dapat melarikan diri dari tanah Mesir. Dalam Masyarakat Israel orang dapat menjual dirinya atau anak-anaknya untuk menjadi budak untuk membayar hutang- hutangnya (Kel. Kondisi ekonomi dan budaya orang Israel masa itu akhirnya mendukung berbagai perbudakan namun Israel bertahan di Mesir agar mereka bisa menjadi sebuah bangsa. Selama lebih dari 400 tahun Israel menjadi budak dan terbelenggu di Mesir kemudian Allah memberi ketetapan untuk membebaskan Israel. Allah memilih Musa untuk memimpin bangsa pilihanNya (Kel. Allah mengutus malaikat kematian untuk membunuh anak sulung manusia Mesir hingga anak binatang (Kel. Dan untuk rumah orang Israel dilewatkan apabila ada tanda darah di pintu-pintu rumah mereka, bukan karena Allah tidak bisa membedakan rumah antara orang Mesir dan Israel, melainkan Allah hendak mengajar Israel akan ketaatan dan korban penebusan dengan darah sebagai tipologi Perjanjian Lama dan beberapa abad kemudian datangnya penebus dosa dunia adalah AuAnak Domba AllahAy (Yoh. Yesus sebagai Penggenapan Penebusan Kisah tentang Musa sebenarnya adalah gambaran tentang Mesias yang akan datang, yaitu Yesus Kristus. Melalui nubuatan yang disampaikan oleh Musa sebagai nabi yang diurapi dan menerima Wahyu Allah dalam Ulangan 18:15. Melalui Wahyu Allah yang disampaikan harus ada kesamaan antara Mesias yang akan datang dengan Musa. 14 Nabi yang diutus yang akan menjadi pemimpin dalam pembebasan umat dari perbudakan dan sebagai perantara antara Tuhan dengan manusia yang harus didengar artinya haruslah berasal dari bangsa Israel itu sendiri dan memiliki posisi yang sama dalam memimpin dan kedua tokoh Erich Unarto. Panorama Typologi Alkitab Jilid 1 (Pustaka Sorgawi, 2. , 31. CopyrightA 2026. Jurnal Teologi Berita Hidup. ISSN 2654-5691 . , 2656-4904 . Jurnal Teologi Berita Hidup. Vol 8. No 2. Maret 2026 ini merupakan tokoh penting dalam agama Yahudi dan Kristen. Yesus hadir dalam konteks penindasan Romawi. Augustus menjabat sebagai raja agung Romawi, memberi perintah untuk mengadakan sensus penduduk di setiap propinsi Romawi (Lukas 2:1-. , paralel dengan Israel di Mesir (Kel. 1:8,. Firman Allah kepada Musa akan memberi hujan roti untuk Musa dan bangsa Isarel (Kel. AuRoti dari langitAy ini dinamakan AumannaAy. Manna adalah sejenis tanaman yang meneteskan cairan pada malam hari seperti sisik halus seperti embun beku rasanya seperti kue madu (Kel. 16:14-15,. Alkitab mencatat manna merupakan pemeliharaan Tuhan yang ajaib selama empat puluh tahun mereka makan manna sampai mereka tiba di perbatasan Tanah Kanaan (Kel. Manna bukan merupakan sebuah gejala alam biasa tetapi merupakan bentuk pemeliharaan khusus dari Allah. Perintah Allah melalui Musa supaya Harun mengambil manna untuk ditempatkan di hadapan tabut hukum Allah untuk disimpan (Kel. AuDi hadapan tabut hukum AllahAy maksudnya di hadapan loh-loh batu yang berisi hukum di dalam Tabut. Manna menjadi lambang Yesus Kristus, sebagai roti yang benar dari surga, roti yang memberi hidup kepada dunia. Yesus AuRoti HidupAy (Yoh. 6:32- . Bangsa Israel dapat minum dari gunung Horeb yang dipukul Musa dan mengeluarkan air (Kel. 17:6. Bil. Yesus Batu Karang rohani yang memberi minuman rohani bagi mereka yang mau mengikut-Nya. Israel sebagai satu peringatan bagi orang percaya agar sungguh-sungguh dalam mengikuti Yesus sebagai Penebus dan Penyelamat untuk hidup kekal . Kor. Musa adalah pemimpin bangsa Israel yang bertindak sebagai penghubung antara Allah dan umat Israel yang menerima Hukum Taurat dan mendirikan Perjanjian di Gunung Sinai. Musa sebagai perantara Hukum Taurat. Sepuluh Perintah Allah (Kel. 20:1-. yang ditulis oleh Allah sendiri di atas dua loh batu dan diberikan kepada Musa dan bangsa Israel. Taurat tidak diberikan sebagai sarana untuk mencapai keselamatan. Taurat diberikan kepada bangsa yang sudah selamat (Kel. 19:4. untuk mengajar mereka tentang kehendak Tuhan supaya mereka dapat memenuhi maksud Allah bagi mereka sebagai sebuah AuKerajaan imam dan bangsa kudusAy (Kel. Penyataan tersebut diberikan bukan untuk memberikan kehidupan tetapi untuk menuntun kehidupan. Hukum diberikan Allah oleh karena pelanggaran-pelanggaran yang dilakukan oleh bangsa Israel (Gal. Bangsa yang tegar tengkuk sudah diselamatkan Allah dari perbudakan Mesir, diberikan Allah hukum untuk mengatur tingkah laku mereka sebagai AuThe Revelation of Law in Scripture by Patrick Fairbairn | Open Library,Ay 274, accessed January 25, 2026. CopyrightA 2026. Jurnal Teologi Berita Hidup. ISSN 2654-5691 . , 2656-4904 . Pieter Otta. Riany Butar Butar. Kalis Stevanus: Musa dan Yesus: Analisis Tipologis tentang Pembebasan dan Penebusan bangsa yang memiliki kecenderungan untuk melanggar kehendak Allah serta menegaskan apa itu dosa, dan memberi pemahaman kepada mereka bahwa mereka butuh kasih karunia dan penebusan dari Allah (Rom. 3:20. 5:20. Yesus menjadi penghubung antara Allah dengan manusia yang melayakkan manusia melalui kasih karunia-Nya untuk memiliki hubungan kembali dengan Allah. Atau manusia dibenarkan oleh karena iman bukan karena perbuatan menurut hukum (Rom. 3:20-. Manusia telah gagal mencapai kebenaran sementara kebenaran itu mutlak di hadapan Allah dan kebenaran itu telah dicurahkan kepada semua orang yang percaya. Percaya berarti penyerahan diri seumur hidup kepada Yesus. Kekristenan melalui Yesus Kristus adalah sebagai hukum yang baru. Peraturan hidup dengan iman sebagai pusatnya. Hakikat dasar iman ialah bahwa manusia dibenarkan karena iman dan bukan karena ia melakukan hukum Taurat (Rom. Iman kepada Yesus adalah satusatunya syarat untuk menerima keselamatan,16 tidak hanya pengakuan melainkan melalui tindakan yang keluar dari hati yang ingin mengikut Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat (Mat. 4:19. Luk. 9:23-25. Yoh. 10:4:27. Why. Yesus sebagai Imam Besar Perjanjian Baru (Ibr. menjelaskan perbandingan yang membedakan di Bait Suci di bumi dengan pelayan Kristus sebagai Imam Besar di Bait Suci di Surga, keselamatan dan hubungan yang baik dengan Allah dalam Perjanjian Lama diperoleh dengan sistim korban, untuk membuka jalan bagi Israel dapat menghampiri Allah, sementara pengorbanan Yesus adalah yang sempurna bagi dosa-dosa manusia. Dengan datangnya Perjanjian Baru melalui Yesus, maka Perjanjian Lama tidak terpakai lagi (Ibr. yang berhubungan dengan keselamatan. Yesus datang untuk menggenapi Taurat dan kitab nabi-nabi (Mat. dan sifat hukum Taurat telah mencapai tujuan ilahinya. Karunia Allah adalah karya salib dan kebangkitan Yesus sebagai puncak penebusan atas dosa manusia dan keselamatan yang membawa pada kehidupan kekal (Rom. 6:23. penebusan bukan sekedar pembebasan histori, tetapi bersifat universal dan kekal. Yohanes 3:14-15 menuliskan,AyDan sama seperti Musa meninggikan ular di padang gurun, demikian juga Anak Manusia harus ditinggikan, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya boleh hidup yang kekalAy. Dalam Bilangan 21:4-9 melihat sebagai tipologi, yaitu gambaran dalam Perjanjian Lama yang digenapi di Perjanjian Baru bahwa ular tembaga yang ditinggikan di tiang yang bisa menyembuhkan orang Israel yang dipatuk ular berbisa ketika mereka memandang kepada tiang dan kepada ular itu dengan iman maka mereka tidak akan mati. Yonatan Alex Arifianto and Kalis Stevanus. AuKepastian Keselamatan Dalam Kisah Para Rasul 4:12 Sebagai Pendorong Pekabaran Injil,Ay MAGNUM OPUS: Jurnal Teologi Dan Kepemimpinan Kristen 3, 1 . : 1, https://doi. org/10. 52220/magnum. CopyrightA 2026. Jurnal Teologi Berita Hidup. ISSN 2654-5691 . , 2656-4904 . Jurnal Teologi Berita Hidup. Vol 8. No 2. Maret 2026 Yesus sebagai penggenapan simbol tersebut. Artinya Yesus akan ditinggikan, diangkat di kayu salib. Sebagai dasar pemahaman teologi Kristen salib adalah keselamatan dan iman kepada Yesus sebagai Mesias adalah syarat untuk kehidupan kekal. Mengapa Allah memilih ular sementara ular adalah dosa. Simbol yang disematkan pada ular ini didasari atas bujukan ular yang mengakibatkan manusia salah mengambil keputusan yang mengakibatkan manusia berdosa konsekuensinya adalah mati (Rom. 6:23. Dalam Wahyu 4:11 dituliskan AuOleh karena kehendak-Mu semua itu ada dan diciptakanAy. Allah menciptakan manusia atas kehendak-Nya yang bebas, penciptaan manusia segambar dan serupa Allah (Kej. Gambar Allah adalah sifat-sifat Allah, sebagai manusia memiliki watak meliputi seluruh perangkat personalitas atau kedirian: intelegensi, kehendak, emosi. 17 Penciptaan manusia merupakan tindakan kehendak bebas Allah, di mana manusia diciptakan menurut gambar dan rupa-Nya sebagaimana dinyatakan dalam Kejadian 1:26. Gambar Allah ini tercermin dalam hakikat manusia yang memiliki sifat-sifat personalitas, meliputi intelegensi, kehendak, dan emosi, sebagai unsur kedirian yang membedakan manusia dari ciptaan Dosa bukanlah sesuatu yang fisik yang bisa dilihat. Dosa bukan berasal dari Allah bukan dari manusia bukan juga ular. Dosa bukan sesuatu yang ada secara independen. Dosa merupakan akibat dari penyebab atau bertitik tolak dari sebab atau terjadi karena ada pelanggaran manusia di Taman Eden. Pada akhirnya manusia memilih keputusannya sendiri menurut kehendaknya sendiri. Tidak ada yang dapat memaksakan seseorang mengambil keputusan dalam dirinya selain dari dirinya sendiri. Bersamaan dengan perpaduan yang paradoks atas hikmat dan kejahatan, ular bukan hanya mewakili kematian tetapi juga kesehatan dan kehidupan. 19 Tubuh ular digunakan Iblis untuk menipu manusia. Bagi orang Ibrani ular memiliki aspek penyembuhan, kekuatan, dan transformasi peran Mesianik dan dalam kitab Keluaran tongkat Musa berubah menjadi ular. Ular (Ibrani: A AnAcuA) disebut dalam Alkitab Ibrani dan Perjanjian Baru. Simbol ular memainkan peran penting dalam kehidupan keagamaan dan kebudayaan dari Mesir kuno. Kanaan. Mesopotamia dan Yunani. Ular adalah simbol kekuatan jahat dan pertikaian dari dunia bawah tanah serta simbol kesuburan, kehidupan dan penyembuhan. 20 Simbol yang paradoks memiliki nilai yang sama Millard J. Erickson. Christian Theology, 3rd ed. (Grand Rapids: Baker Academic, 2. , 94. Kalis Stevanus. AuRelasi Akal Budi Dan Iman Dalam Apologetika Dan Pewartaan Injil,Ay DUNAMIS: Jurnal Teologi Dan Pendidikan Kristiani 6, no. : 87Ae105, https://w. id/ejournal/index. php/dunamis/article/view/442. Tremper Longman. Kamus Gambaran Alkitab - The Dictionary of Biblical Imagery (Surabaya: Momentum, 2. , 1196. Dennis T. Olson. Numbers (Westminster John Knox Press, 2. , 135. CopyrightA 2026. Jurnal Teologi Berita Hidup. ISSN 2654-5691 . , 2656-4904 . Pieter Otta. Riany Butar Butar. Kalis Stevanus: Musa dan Yesus: Analisis Tipologis tentang Pembebasan dan Penebusan dengan tokoh Mesias yang menyembuhkan. Dalam gematria Ibrani jumlah huruf pada kata Ular dan Mesias adalah sama-sama berjumlah 358. Gematria Ibrani (Hubungan numerik di dalam tek. (GEMATRIA IBRANI dan YUNANI). Kata Ibrani Huruf Nilai per Huruf Ibrani Total Transliterasi Gematria A A 50 8 300 NAcuAh = Ular AoA A o A 40 300 10 8 Mashiach = Mesias Kesamaan jumlah angka ini merupakan petunjuk mengapa Allah memilih ular sebagai simbolik, bahwa Mesias akan tampil untuk membawa kesembuhan sebagai makna dari kesembuhan dari dosa. AoMusa meninggikan ular tembagaAo adalah transformasi dari simbol kematian menjadi keselamatan dan memperoleh hidup kekal. Kesaksian Yesus tentang diri-Nya dalam Yohanes 5:19-47 sebagai penegasan bahwa tipologi Musa digenapi dalam diri-Nya. Musa telah menulis tentang Yesus dengan maksud bahwa seluruh hukum Taurat harus dipahami sebagai nubuatan Mesias. Yesus menyamakan diri-Nya dengan menyebut diri-Nya AuAnakAy yang juga menyatakan kesatuan Allah Bapa dan Yesus yang berkuasa sebagai Hakim dan Anak berkuasa untuk memberi hidup. Apabila mereka menolak Yesus berarti mereka menolak kesaksian Musa. Jika ingin mengenal Allah dan memiliki hidup kekal, syaratnya adalah percaya kepada Yesus. Sebagaimana diungkapkan Stevanus, bahwa Yesus adalah pusat iman yang menyelamatkan. Analisis Tipologis dan Sintesis Kelahiran Musa dengan Yesus sama-sama lahir di masa ancaman. Terancam mati oleh penguasa pada saat itu. Musa pada masa kekuasaan Firaun di Mesir. Masa Israel dalam jajahan Mesir Firaun dengan dekretnya untuk membunuh anak laki-laki yang dilahirkan orang Israel dan dibuang ke sungai Nil. Bayi Musa disembunyikan ibunya di tepi sungai Nil dan luput dari kematian karena diselamatkan oleh putri Firaun. Yesus terancam mati oleh perintah Herodes untuk membunuh setiap bayi berumur dua tahun ke bawah (Mat. Yesus lahir pada masa Israel dijajah oleh bangsa Romawi (Luk. 2:1-. Bayi Yesus bisa selamat dari ancaman pembunuhan karena campur tangan Allah melalui peringatan dari malaikat lewat mimpi untuk membawa Maria dan Yesus ke Mesir (Mat. dan kembali Kalis Stevanus. AuKarya Kristus Sebagai Dasar Penginjilan Di Dunia Non-Kristen,Ay Fidei: Jurnal Teologi Sistematika Dan Praktika 3, no. : 1Ae19. CopyrightA 2026. Jurnal Teologi Berita Hidup. ISSN 2654-5691 . , 2656-4904 . Jurnal Teologi Berita Hidup. Vol 8. No 2. Maret 2026 ke Israel setelah Herodes mati (Mat. 2:19-. Selain kelahiran Musa dan Yesus keduanya sama-sama diangkat sebagai pemimpin bangsa untuk membebaskan umat. Musa memimpin Israel keluar dari perbudakan di Mesir (Kel. 12:1 Ae 15:. Yesus membebaskan umat manusia dari perbudakan dosa . Ptr. 2:24. Titus 2:14. Ibr. Kesamaan lainnya adalah menjadi perantara perjanjian. Musa sebagai perantara Perjanjian Hukum dengan menyampaikan hukum Taurat dan Pembangunan Kemah Suci (Kel. 19 Ae . Yesus menjadi perantara Perjanjian Baru melalui penebusan dari pelanggaran dan mendamaikan manusia dengan Allah melalui kematian di kayu salib (Yoh. 3:16. 1 Ptr. 3:18. 1 Kor. dan menyimpulkan seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi yaitu AoDua Hukum KasihAo (Mat. 22:37-39 . Mrk. 12:30-. Perbedaan sebagai pemimpin yang membebaskan umat, terdapat fokus utama dan sifat pembebasan tersebut antara Musa dan Yesus. Pembebasan Musa berfokus pada pembebasan fisik yang konteksnya adalah keluar dari tekanan fisik berupa perbudakan dan penindasan fisik bangsa Israel di Mesir serta keluar dari tanah Mesir menuju tanah yang dijanjikan tanah Kanaan menjadi bangsa yang merdeka. Cara pertolongan Allah melalui kepemimpinan Musa untuk lepas dari sepuluh tulah (Kel. 7:14-11:. , terbelahnya Laut Merah (Kel. 13:1714:. , makanan fisik berupa roti manna dan air di padang gurun (Kel. 16:1-36. 17:1-. tiang awan pada siang hari dan tiang api pada malam hari (Kel. 13:21-. Sementara penebusan Yesus adalah penebusan dari hutang darah (Mzm. yang dimaknai sebagai penebusan spiritual dan rohani, melalui pengorbanan-Nya dengan mati di kayu salib . Ptr. 2:24. Flp. Penebusan-Nya untuk mengembalikan manusia kepada Allah menuju kehidupan kekal (Roma 6:. dan hidup dalam persekutuan yang kudus dengan Allah. Musa dipilih Allah membawa keselamatan untuk umatnya Israel keluar dari perbudakan di Mesir menuju keselamatan di Tanah Perjanjian. Kehidupan Musa adalah pendahulu kehidupan Yesus di masa yang akan datang, dengan kata lain Musa merupakan bayangan . dan Yesus adalah wujud penggenapan . Latar belakang kehidupan Musa serta tugasnya secara keseluruhan merupakan gambaran Yesus sebagai Mesias yang dijanjikan dalam Kejadian 3:15 sebagai AuprotoeuanggelionAy atau dalam istilah Latin AuProtoevangeliumAy artinya AuInjil yang PertamaAy atau AuKabar Baik yang pertamaAy penyataan Allah sendiri tentang rencana keselamatan. 22 Yesus Sang Mesias tidak hanya menggenapi hukum dan nubuat Musa tetapi keseluruhan kehidupan Musa, menyempurnakan dan menjadi figur yang lebih besar Sang Mesias yang dijanjikan sebagai Penyelamat Wahyu. Injil Salib Besorat Hatselav Protoevangelium & Penggenapan Janji Eksegesis Peshat Naskah Ibrani, 7. CopyrightA 2026. Jurnal Teologi Berita Hidup. ISSN 2654-5691 . , 2656-4904 . Pieter Otta. Riany Butar Butar. Kalis Stevanus: Musa dan Yesus: Analisis Tipologis tentang Pembebasan dan Penebusan manusia yang Aomenginjak kepala ularAo simbol kemenangan atas belenggu dosa akibat Implikasi teologis mengenai tipologi mengalami progresivitas wahyu Allah adalah pemikiran yang mengacu pada pemahaman bagaimana Allah mewahyukan kehendak-Nya secara bertahap, melalui beberapa periode waktu. Ibrani 10:1 menuliskan bahwa di dalam hukum Taurat hanya terdapat bayangan saja dari keselamatan yang akan datang, dan bukan hakikat dari keselamatan itu sendiri. Kolose 2:16-17 menuliskan bahwa hukum Taurat merupakan bayangan dari yang akan datang, sedang wujud sesungguhnya ialah Kristus demikian pula dituliskan dalam Roma 10:4 Kristus adalah kegenapan hukum Taurat. Penebusan Yesus di salib sebagai klimaks sejarah keselamatan. KESIMPULAN Tipologi Musa dan Yesus menunjukkan kesamaan dan perbedaan dalam peran mereka sebagai pemimpin dan penyelamat. Musa memimpin bangsa Israel keluar dari perbudakan di Mesir, sementara Yesus membebaskan umat manusia dari perbudakan dosa. Keduanya menjadi perantara perjanjian antara Allah dan manusia, namun perjanjian yang dibawa oleh Yesus adalah perjanjian yang baru dan sempurna melalui kematian-Nya di kayu Pemahaman tentang bagaimana Allah mewahyukan kehendak-Nya secara bertahap, melalui beberapa periode waktu. Penebusan Yesus di salib adalah klimaks sejarah keselamatan, yang membawa manusia kepada kehidupan kekal dan persekutuan dengan Allah. Iman kepada Yesus adalah satu-satunya syarat untuk menerima keselamatan, bukan karena perbuatan menurut hukum. Yesus menjadi perantara Perjanjian Baru, yang sempurna daripada perjanjian lama yang dibawa oleh Musa. Allah bekerja dalam sejarah untuk menggenapi nubuat-Nya dalam mewujudkan keselamatan manusia, bukan dengan perubahan rencana, tetapi melalui pengembangan yang sempurna dalam menyertai umat-Nya. Pengembangan ini juga bisa diteliti bagaimana sejarah tipologi beberapa di antaranya tipologi. Yosua dan Yesus, atau Daud dan Yesus agar memperkaya studi teologi biblika. Kontribusi Penelitian Penelitian ini berkontribusi dengan menunjukkan bahwa tipologi MusaAeYesus bukan sekadar paralel naratif, melainkan memiliki dasar teologis yang kuat dalam keseluruhan kesaksian Alkitab. Musa dipahami sebagai tipe (EsAC), sedangkan Yesus sebagai penggenap (AEEIAC). Tipologi ini tidak bersifat spekulatif, karena dikonfirmasi oleh CopyrightA 2026. Jurnal Teologi Berita Hidup. ISSN 2654-5691 . , 2656-4904 . Jurnal Teologi Berita Hidup. Vol 8. No 2. Maret 2026 kesaksian Yesus sendiri (Yoh 5:46: AuSebab jikalau kamu percaya kepada Musa, kamu akan percaya kepada-KuAy. Artikel ini mempertegas metodologi tipologis yang menjaga keseimbangan antara konteks historis Musa, dan makna kristologis yang digenapi dalam Yesus. Rekomendasi Penelitian Lanjutan Berdasarkan temuan bahwa pembebasan Musa bersifat tipologis terhadap penebusan Kristus, maka disarankan penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi secara lebih mendalam relasi antara teologi pembebasan dan soteriologi. Kajian ini penting untuk menilai sejauh mana narasi eksodus dapat menjadi dasar teologis bagi praksis pembebasan sosial tanpa mereduksi makna penebusan dosa dalam Kristus. Ucapan Terima kasih Terima kasih untuk Dr. Kalis Stevanus. Th. yang telah membantu memberikan ulasan guna mempertajam kajian penelitian ini dan saran untuk penelitian selanjutnya. REFERENSI