AMMA : Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume 2. No. 1 Febuari . ISSN 2828-6634 . edia onlin. Hal 44-52 Pelatihan Kursus Dasar Kitab Suci Bagi Orang Muda Katolik Paroki Santo Gregorius Agung Oeleta Siprianus S. Senda1. Oktovianus Kosat1 1Fakultas Filsafat. Program Studi Ilmu Filsafat. Universitas Katolik Widya Mandira. Kupang. Indonesia E-mail: 1*sendasiprianus@gmail. 2 kosatkote@gmail. Abstrak: Umat Katolik memiliki kitab suci sebagai pedoman hidup beriman. Namun dalam kenyataan masih banyak umat, khususnya kaum muda katolik, yang tidak memiliki pengetahuan memadai mengenai kitab sucinya sendiri. Selain itu merekapun tidak terbiasa membaca dan merenungkannya, apalagi menjadikan kitab suci sebagai sumber renungan untuk kepentingan ibadat. Di sisi lain, kebutuhan akan pengetahuan kitab suci meningkat di kalangan umat. Demikian pula kebutuhan akan keterampilan membaca dan merenungkan kitab suci serta kemampuan menyusun renungan biblis yang bermanfaat dalam ibadat syukuran. Kegiatan pelatihan kursus dasar ini dibuat untuk menjawab kebutuhan umat katolik, khususnya kaum muda katolik di Paroki Santo Gregorius Agung Oeleta. Melalui kegiatan ini, para peserta mendapat pengetahuan tentang kitab suci secara garis besar, dan keterampilan untuk mendalami teks kitab suci serta menyusun renungan biblis. Kata Kunci: Kitab Suci. Pendalaman Kitab Suci. Renungan Biblis Abstract: Catholics have the holy Bible as a way of life of faith. But in reality there are still many people, especially young Catholics, who do not have adequate knowledge of their own scriptures. In addition, they are not used to reading and meditating on it, let alone using the holy Bible as a source of reflection for the sake of On the other hand, the need for knowledge of the scriptures is increasing among the people. Likewise, the need for skills to read and meditate on the scriptures and the ability to compose biblical reflections that are useful in thanksgiving worship. This basic course of Bible training was created to answer the needs of Catholics, especially the young Catholics in the Saint Gregory the Great Oeleta Parish. Through this activity, the participants gain knowledge about the scriptures in general, and the skills to explore the texts of the scriptures and compose biblical reflections. Keywords: Holy Bible. Meditation of Bible. Biblical Reflection PENDAHULUAN Latar Belakang Dalam kehidupan iman katolik, salah satu sumber iman yang pokok adalah Kitab Suci. Konsili Vatikan II dalam Konstitusi Dogmatis tentang Wahyu Ilahi. Dei Verbum, menegaskan bahwa umat beriman seluruhnya hendaknya memiliki kebiasaan membaca dan merenungkan Kitab Suci. Mengutip pernyataan St. Hironimus. Konsili suci menegaskan bahwa siapa tidak mengenal Kitab Suci, tidak mengenal Kristus. 1 Itu berarti kegiatan membaca dan merenungkan Kitab Suci sebagai perjumpaan pribadi dengan Kristus Tuhan yang sedang bersabda merupakan sebuah kegiatan yang sangat penting. Konsili malah mendesak dengan sangat hal tersebut kepada seluruh umat beriman supaya bisa mengenal dan memahami Kitab Suci yang adalah Sabda Tuhan sendiri. Dengan cara itu, umat dapat berjumpa dengan Allah yang bersabda dan menyatakan kehendakNya kepada manusia untuk dilaksanakan di dalam hidup. Dalam konteks kehidupan beragama di kota Kupang, umat Katolik hidup berdampingan dengan umat beragama lain. Dalam interaksi sosial, kerap terjadi diskusi iman mengenai Kitab Suci. Seyogyanya umat Katolik mampu menjelaskan isi Kitab Suci dengan baik, namun kenyataannya tidak demikian karena mereka kurang memiliki pengetahuan dan pemahaman yang memadai tentang Kitab Sucinya. Demikian pula yang terjadi dalam kehidupan Orang Muda Katolik (OMK): hal semacam inipun dialami dalam banyak kesempatan baik di lingkup pekerjaan, kekerabatan, maupun ruang publik pada umumnya. Minimnya pengetahuan dan pemahaman akan Kitab Suci ini dapat menjadi kendala dalam interaksi sosial yang kerap berujung pada relasi yang terganggu. Konsili Vatikan II. Dei Verbum, art. 25, dalam Dokumen Konsili Vatikan II, ed. Hardawiryana (Jakarta: Obor, 2. Siprianus S. Senda | https://journal. id/index. php/amma | Page 44 AMMA : Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume 2. No. 1 Febuari . ISSN 2828-6634 . edia onlin. Hal 44-52 Dalam interaksi dengan para OMK di kota Kupang, terlihat masih banyak OMK yang memiliki pengetahuan iman yang minim baik dari segi pengetahuan tentang Gereja Katolik pada umumnya, maupun pada bidang-bidang khusus seperti Liturgi. Kitab Suci. Hukum Gereja dan lainlain. Khusus dalam bidang Kitab Suci, kelihatan bahwa mereka jarang bahkan kurang sekali membaca Kitab Suci sehingga tidak memiliki pengetahuan yang memadai. Dalam pertemuanpertemuan informal dengan OMK, kerap muncul kesempatan diskusi tentang Kitab Suci. Pada saat itulah bermunculan aneka pertanyaan seputar Kitab Suci. Mayoritas pertanyaan, menurut penanya, bukan berasal dari dirinya, tetapi berasal dari teman-teman yang beragama lain. Mereka tidak bisa menjawab pertanyaan tersebut karena tidak memiliki pengetahuan yang memadai tentang agamanya sendiri, khususnya dalam bidang Kitab Suci. Padahal sebagai seorang beriman katolik, tugas memberi kesaksian iman itu melekat pada pribadinya. 2 Orang Muda Katolik mengemban tugas mewartakan injil antara lain juga dengan menjelaskan kitab suci kepada pihak non katolik yang Gambaran situasi ini mendapat konfirmasinya pada hasil penelitian yang dilakukan di Paroki Assumpta Kupang, tahun 2017. Hasil penelitian mengenai pengenalan dan pengetahuan tentang Kitab Suci menunjukkan bahwa masih banyak OMK tidak memiliki pengetahuan yang memadai mengenai Kitab Suci. Penelitian tersebut memberikan rekomendasi untuk dilakukan adalah memberikan kursus dasar Kitab Suci kepada OMK. 3 Atas dasar itulah maka pengabdian pada masyarakat ini dilaksanakan bagi OMK di Paroki Santo Gregorius Agung Oeleta. Perumusan Masalah Masih banyak OMK di Paroki Santo Gregorius Agung Oeleta tidak mengenal dan mengetahui hal-hal mendasar mengenai Kitab Suci. Kurangnya pengetahuan ini berpengaruh pada kesaksian iman katolik di tengah masyarakat. Banyak OMK merasa minder dalam interaksi sosial dengan teman-teman beragama lain karena tidak mampu memberikan penjelasan memadai mengenai Kitab Sucinya sendiri ketika ditanya. Maka kegiatan pelatihan berupa kursus dasar Kitab Suci adalah salah satu cara untuk mengatasi masalah tersebut. Selain itu, kebutuhan akan renungan biblis untuk ibadat syukur tanpa imam makin meningkat, sementara kemampuan umat awam untuk menyiapkan renungan biblis masih kurang. Kegiatan inipun dimaksudkan untuk membantu OMK keterampilan dasar mendalami teks dan menyusun renungan biblis secara sederhana. Tujuan Kegiatan Kegiatan ini bertujuan memberikan pelatihan berupa kursus dasar Kitab Suci dan pendalamannya kepada OMK di Paroki Santo Gregorius Agung Oeleta agar mereka memiliki pengetahuan dan keterampilan mendalami Kitab Suci. Diharapkan agar dengan pengetahuan dan keterampilan yang memadai, mereka mampu menjelaskan kitab suci dan mempertanggungjawabkan iman katolik secara tepat. 4 Mereka juga mampu mendalami teks kitab suci terutama injil dan menyusun renungan biblis sederhana yang dapat dipakai untuk keperluan ibadat syukur tanpa imam di KUB. Dalam situasi pandemi Covid19 ketika pelayanan di gereja mengalami pembatasan, maka ibadat di rumah menjadi pilihan. Pemberdayaan potensi umat (OMK) untuk menyiapkan renungan biblis yang dipakai dalam ibadat di rumah atau kelompok basis tentu saja sangat relevan. Agustinus Supriyadi. AuKAUM MUDA KATOLIK. EVANGELISASI DAN KITAB SUCI,Ay Jurnal Pendidikan Agama Katolik (JPAK) 8 . : 1Ae13. Siprianus S. Senda. AuPengenalan Dan Pengetahuan Kitab Suci Orang Muda Katolik Di Paroki Santa Maria Assumpta KupangAy (Kupang, 2. bdk Aloysius Suhardi. AuPELUANG PASTORAL KERASULAN KITAB SUCI BAGI ORANG MUDA KATOLIK DI ERA DIGITAL,Ay Jurnal Pendidikan Agama Katolik (JPAK) 8 . : 14Ae29. Yuliana T. Haryatin. AuPenguatan Pendidikan Karakter Melalui Gerakan Literasi Kitab Suci,Ay Kementerian Agama Republik Indonesia Dirjen Bimas Katolik (Jakarta. August 2. Sudarwati. AuPENGABDIAN MASYARAKAT DENGAN STRATEGI PENDEKATAN EDUKATIF. KOLABORATIF. DAN SEMANGAT MELAWAN COVID-19,Ay Jurnal Inovasi Dan Pengabdian Kepada Masyarakat (JIPkM) 1 . : 71Ae79. Siprianus S. Senda | https://journal. id/index. php/amma | Page 45 AMMA : Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume 2. No. 1 Febuari . ISSN 2828-6634 . edia onlin. Hal 44-52 Manfaat Kegiatan Kegiatan ini bermanfaat bagi OMK Paroki Santo Gregorius Agung Oeleta untuk memperoleh pemahaman mendasar mengenai Kitab Suci dan keterampilan mendalami Kitab Suci secara pribadi, hingga menyusun renungan biblis secara sederhana. Dengan pengetahuan yang memadai tentang seluk-beluk kitab Suci Katolik mereka dapat memberikan penjelasan atas pertanyaan-pertanyaan dari kalangan non katolik tentang Kitab Suci katolik. Hal ini pun merupakan sebuah bentuk pertanggungjawaban iman katolik. METODE Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini merupakan kegiatan dosen Fakultas Filsafat. Program Studi Ilmu Filsafat Universitas Katolik Widya Mandira Kupang. Kedua dosen melaksanakan dharma pengabdian kepada masyarakat sebagai wujud pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi yang menjadi kewajiban akademis. Kegiatan ini terdiri dari pemberian materi dan pelatihan kepada OMK mengenai Kitab Suci dan pendalamannya. Proses ini mencakup ceramah tentang kitab Suci untuk memberikan pemahaman mendasar tentang Kitab Suci . %). Selanjutnya diberikan metode pendalaman Kitab Suci dengan teknik-teknik membaca dan merenungan Kitab Suci secara pribadi . %). Muara dari kegiatan ini adalah pelatihan mendalami Kitab Suci dengan menggunakan contoh teks pilihan dan latihan menyusun renungan biblis . %). Pesertanya adalah OMK dari Paroki Santo Gregorius Agung Oeleta sebanyak 40 orang. Langkah awal kegiatan adalah berkoordinasi dengan Pastor Paroki Santo Gregorius Agung Oeleta. Rm. Christoforus Muda, agar mengizinkan kegiatan ini berlangsung di paroki ini dengan kelompok sasar Orang Muda Katolik. Setelah mendapat izin untuk pelaksanaan kegiatan, rancangan kegiatan disampaikan kepada pastor paroki untuk diteruskan kepada OMK. Pastor Paroki kemudian menyampaikan hal ini kepada OMK dan umat yang berminat dari kelompok kategorial lainnya seperti Legio Maria dan Wanita Katolik Republik Indonesia. Pelaksanaan kegiatan diatur dalam jadwal yang telah direncanakan dan disetujui oleh pastor Kegiatan ini dilaksanakan dalam waktu 3 . hari, yakni pada tanggal 18-20 September 2020, bertempat di Aula Paroki Santo Gregorius Agung Oeleta. Hari pertama terdiri dari pengantar dan penjelasan umum tentang kegiatan disampaikan oleh Oktovianus Kosat, disusul pemaparan materi pengenalan dasar Kitab Suci oleh Siprianus S. Senda. Hari kedua terdiri dari penjelasan metode pendalaman teks dan pelatihan dengan teks-teks pilihan, dibawakan oleh Siprianus S. Senda. Hari ketiga diisi dengan pelatihan menyusun renungan dan evaluasi, didampingi oleh Oktovianus Kosat, dan Siprianus S. Senda, serta penutupan kegiatan oleh Oktavianus Kosat. Gambar 1. Penulis Menjelaskan Pendalaman Kitab Suci Siprianus S. Senda | https://journal. id/index. php/amma | Page 46 AMMA : Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume 2. No. 1 Febuari . ISSN 2828-6634 . edia onlin. Hal 44-52 HASIL DAN PEMBAHASAN Kitab Suci disebut juga Alkitab. Istilah AuKitab SuciAy lebih akrab di hati umat Katolik. Karena Allah dan Sabda-Nya adalah suci, maka kitab yang memuat sabda-Nya disebut Kitab Suci. Sedangkan AuAlkitabAy, berasal dari bahasa Arab yang artinya sang kitab, lebih akrab di hati umat Protestan. Kitab Suci merupakan kumpulan buku yang ditulis oleh penulis manusia dengan ilham dari Allah. Buku-buku tersebut berisi tulisan tentang wahyu Tuhan dan rencana keselamatan umat Kitab Suci berisikan sejarah keselamatan yang tak dapat dipisahkan dari sejarah bangsa Israel sebagai bangsa pilihan Allah. Allah mewahyukan diri dan rencana keselamatan melalui bangsa Israel. Pengalaman iman bangsa Israel itulah yang kemudian ditulis dan menjadi Kitab Suci Perjanjian Lama. Semua kisah sejarah dan nubuat para nabi bangsa Israel mengarah pada kedatangan Mesias yang terwujud dalam pribadi Yesus Kristus. Dalam diri Yesus Kristus, dimulailah Perjanjian Baru yaitu pemenuhan rencana keselamatan Allah bagi manusia dari segala bangsa. Maka dalam Kristus, keselamatan itu bukan hanya bagi bangsa Israel, tetapi bagi seluruh umat manusia. Semua orang yang percaya kepada Yesus Kristus dihimpun dalam Gereja sebagai wujud Israel Baru yang mencakup segala bangsa. Seluruh kisah tentang Yesus Kristus, hidup dan karyaNya serta karya pewartaan Injil dari para rasul sesudah Yesus naik ke surga ditulis dan dihimpun dalam Kitab Suci Perjanjian Baru. Dengan demikian Kitab Suci Gereja Katolik terdiri dari dua bagian besar yaitu Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru. Ada 73 kitab, dengan perincian 46 kitab Perjanjian Lama dan 27 kitab Perjanjian Baru. Jumlah ini berbeda dengan Alkitab Protestan yang hanya mengakui 39 kitab Perjanjian Lama dan 27 Kitab Perjanjian Baru. 8 Mereka tidak menerima ketujuh kitab yang disebut Deuterokanonika yaitu kitab Tobit. Yudit. Barukh. Kebijaksanaan Salomo. Putra Sirakh, 1 Makabe dan 2 Makabe. Perbedaan ini terjadi karena pihak Protestan mengikuti kanon Kitab Suci yang dibuat oleh para rabi Yahudi dalam pertemuan konsili di Yamnia sekitar tahun 100. Dalam konsili itu, kaum Yahudi menetapkan kanon atau daftar resmi Kitab Suci mereka dengan kriteria antara lain harus ditulis dalam bahasa Ibrani, harus sesuai dengan Taurat, harus ditulis sebelum zaman Nehemia dan harus ditulis di Palestina. 9 Kriteria ini membuat 7 kitab Deuterokanonika yang ditulis dalam bahasa Yunani dan ditulis di luar Palestina tidak memenuhi syarat dan dikeluarkan dari daftar resmi, padahal ketujuh kitab Deuterokanonika itu telah dipakai selama kurang lebih dua abad sebelum Kristus oleh orang-orang Yahudi di diaspora, yaitu Kitab Suci Ibrani yang diterjemahkan ke dalam bahasa Yunani dan dikenal dengan nama Septuaginta. Banyak kutipan dalam Perjanjian Baru, terutama Paulus, berasal dari dari Septuaginta yang di dalamnya termuat ketujuh kitab tersebut. Dari sekitar 350 kutipan, 300 di antaranya berasal dari Septuaginta. Dengan demikian susunan Kitab Suci Perjanjian Lama Gereja Katolik dibandingkan dengan susunan Kitab Suci Ibrani memiliki perbedaan. Kitab Suci PL Katolik . engikuti Septuagint. Pentateukh: Kejadian. Keluaran. Imamat. Bilangan dan Ulangan Kitab Sejarah: Yosua. Hakim-hakim. Rut, 1 Samuel, 2 Samuel, 1 Raja-raja, 2 Raja-raja, 1 Tawarikh, 2 Tawarikh. Ezra. Nehemia. Tobit. Yudit. Ester, 1 Makabe, 2 Makabe. Hendrik Njiolah. Pengantar Kitab Suci Perjanjian Baru (Yogyakarta: Yayasan Pustaka Nusatama, 2. , 12. Giacomo Perego. ABC per La Lettura Della Bibbia (Torino: San Paolo, 2. , 24. Denni H. Pinontoan. AuAlkitab Menurut Gereja Katolik Dan Protestan: Dari Keterpisahan Menuju Kontekstualisasi,Ay Magenang 2 . : 107Ae127, . Douglash . Ensiklopedi Alkitab Masa Kini Jilid 1 (Jakarta: Yayasan Komunikasi Bina Kasih, 2. , 514. Gastone Bascolo. La Bibbia Nella Storia (Padova: Messagero di SantAoAntonio, 2. , 265. Bascolo, 16. Siprianus S. Senda | https://journal. id/index. php/amma | Page 47 AMMA : Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume 2. No. 1 Febuari . ISSN 2828-6634 . edia onlin. Hal 44-52 Kitab Sastra Hikmat: Ayub. Mazmur. Amsal. Pengkotbah. Kidung Agung. Kebijaksanaan Salomo. Putra Sirakh. Kitab Para Nabi: Yesaya. Yeremia. Ratapan. Barukh. Yehezkiel. Daniel. Hosea. Yoel. Amos. Obaja. Yunus. Mikha. Nahum. Habakuk. Zefanya. Hagai. Zakharia. Maleakhi. Sedangkan susunan Kitab Ibrani mencakup tiga bagian yaitu Torah. Nabi-nabi dan Tulisantulisan . isingkat TaNaK Ae Torah. Nebiim. Ketubi. Torah: Kejadian. Keluaran. Imamat. Bilangan. Ulangan Nebiim: nabi-nabi terdahulu yang mencakup Yosua. Hakim-Hakim. Samuel. Raja-raja, serta nabi-nabi kemudian yang meliputi Yesaya. Yeremia. Yehezkiel, serta 12 nabi kecil yaitu Hosea. Yoel. Amos. Obaja. Yunus. Mikha. Nahum. Habakuk. Zefanya. Hagai. Zakharia. Maleakhi, yang semuanya disatukan dalam satu kitab. Ketubim: Mazmur. Ayub. Amsal. Rut. Kidung Agung. Pengkotbah. Ratapan. Ester. Daniel. Esra-Nehemia. Tawarikh. Dari ketubim ini, kitab-kitab Rut. Kidung Agung. Pengkotbah. Ratapan dan Ester digabungkan dalam satu kumpulan khusus yang disebut Megillot. Kitab Suci Perjanjian Baru semuanya berjumlah 27 kitab, ditulis dalam bahasa Yunani. Dalam hal ini baik Gereja Katolik maupun Protestan sama-sama menerima ke-27 kitab ini. Perjanjian Baru dibagi atas beberapa bagian sebagai berikut13: Injil: Matius. Markus. Lukas. Yohanes Kisah Para Rasul Surat-surat yang terdiri dari : Surat Paulus: Roma, 1 Korintus, 2 Korintus. Galatia. Efesus. Filipi. Kolose, 1 Tesalonika, 2 Tesalonika, 1 Timotius, 2 Timotius. Titus. Filemon. Surat Ibrani Surat-surat Katolik: Yakobus, 1 Petrus, 2 Petrus, 1 Yohanes, 2 Yohanes, 3 Yohanes. Yudas. Wahyu Yohanes. Konsili Vatikan II dalam Konstitusi Dogmatik tentang Wahyu Ilahi atau dokumen Dei Verbum artikel 25 Aumendesak dengan sangat dan istimewa semua orang berimanAy supaya membaca Kitab Suci. Kita menggarisbawahi kalimat tersebut: mendesak dengan sangat dan istimewa semua orang beriman. Artinya Konsili suci sangat menganjurkan semua orang beriman termasuk OMK untuk rajin membaca Kitab Suci. Mengutip kata-kata St. Hironimus. Konsili juga dalam artikel yang sama menyatakan bahwa barangsiapa tidak mengenal Kitab Suci sama dengan tidak mengenal Kristus. 14 Penegasan ini menyatakan pentingnya mengakrabkan diri dengan Kitab Suci bagi semua umat beriman, termasuk OMK. Dalam alur yang sama kitab bisa mengatakan bahwa OMK yang tidak mengenal Kitab Suci sama dengan tidak mengenal Kristus. Artinya membaca dan merenungkan Sabda Tuhan dalam Kitab Suci merupakan keharusan bagi OMK. Persoalan minimnya pengetahuan dasar tentang kitab suci dan keterampilan membaca dan merenungkan kitab suci serta menyusun renungan biblis merupakan kenyataan yang dihadapi oleh umat katolik khususnya kaum muda. 15 Karya kerasulan kitab suci diharapkan menjawab kebutuhan umat dalam kaitan dengan kitab suci. Hal ini menjadi prioritas perhatian pastoral dari paroki maupun Pada tingkat keuskupan. Koordinasi Pastoral Keuskupan Agung Kupang, dalam hal ini Komisi Kitab Suci, telah berupaya menggerakkan kerasulan kitab suci dengan fokus pada Bascolo, 14. Groenen. Pengantar Ke Dalam Perjanjian Baru (Yogyakarta: Kanisius, 1. , 12. Konsili Vatikan II. Dei Verbum, dalam Dokumen Konsili Vatikan II, 25. Tirta Wacana. AuKursus Dasar Kitab Suci,Ay Bible Centre SVD (Batam, 2. Siprianus S. Senda | https://journal. id/index. php/amma | Page 48 AMMA : Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume 2. No. 1 Febuari . ISSN 2828-6634 . edia onlin. Hal 44-52 pemberdayaan orang muda dalam hal pengetahuan dan keterampilan berkaitan dengan kitab suci. Pengabdian yang dilakukan oleh dosen dari Perguruan Tinggi pun sangat bermanfaat bagi umat katolik, khususnya kaum muda dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan terkait kitab Berdasarkan koordinasi dengan Pastor Paroki Santo Gregorius Agung Oeleta, kegiatan pelatihan kursus dasar kitab suci bagi OMK dan umat di paroki ini dapat terlaksana. Pelatihan ini mencakup pemaparan materi mengenai kitab suci Katolik, teknik pendalaman kitab suci, dan teknik menyusun renungan biblis untuk kepentingan perayaan umat. Pemaparan dilakukan dengan cara ceramah dan diskusi interaktif. Pemateri menyajikan bahan mengenai kitab suci, metode pendalaman dan penyusunan renungan. Diskusi pendalaman materi diberikan kepada para peserta agar hal-hal yang tidak dimengerti dapat dijelaskan oleh pemateri. Diskusi berjalan baik dan membawa peserta kepada pemahaman dasar yang memadai mengenai kitab suci, metode pendalaman kitab suci secara sederhana dan teknik penyusunan renungan secara skematis sederhana. Gambar 2. Penulis Memberikan Materi Mengenai Kitab Suci Katolik Kegiatan pengabdian ini membawa hasil yang langsung bermanfaat bagi peserta. Para peserta mendapatkan pengetahuan dasar mengenai kitab suci Katolik yang digunakan dalam kehidupan menggereja pada umumnya, maupun dalam liturgi pada khususnya. Pengetahuan praktis mengenai seluk beluk kitab suci secara umum dimanfaatkan untuk mempertanggungjawabkan iman katolik dalam interaksi dengan penganut agama lain yang bertanya mengenai kitab suci katolik. Gambar 3. Seorang Peserta Mengajukan Pertanyaan Tentang Kitab Suci Mgr. Petrus Turang. Ajakan Pastoral 2020-2024 Keuskupan Agung Kupang. Hasil Muspas (Kupang: Keuskupan Agung Kupang, 2. , 6. Siprianus S. Senda | https://journal. id/index. php/amma | Page 49 AMMA : Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume 2. No. 1 Febuari . ISSN 2828-6634 . edia onlin. Hal 44-52 Pelatihan keterampilan mendalami kitab suci yang diberikan dalam kegiatan ini membawa manfaat bagi para peserta untuk semakin akrab dengan kitab sucinya sendiri. Para peserta dibekali dengan keterampilan dasar untuk membaca dan merenungkan kitab suci yang menjadi inspirasi hidup kekristenan. Hal ini penting bagi seorang katolik yang memiliki alkitab sebagai buku iman, buku penuntun kehidupannya. Metode pendalaman yang dilatih adalah metode sederhana yang dapat dimengerti dan dipraktikkan oleh umat sederhana. Melalui keterampilan mendalami kitab suci, dengan metode yang dapat dipahami dan dilaksanakan oleh umat, harapan Gereja agar semua umat beriman kristiani akrab dengan kitab sucinya sendiri dapat terpenuhi. Para peserta juga diberikan pelatihan sederhana mengenai cara menyusun renungan berdasarkan teks kitab suci. Pelatihan ini bermanfaat bagi para peserta dalam menjawab kebutuhan peribadatan di kelompok basis dalam rangka perayaan tertentu yang tidak dilayani oleh para imam katolik atau pastor, terlebih di masa pandemi covid19. Melalui kegiatan ini para peserta mendapat bekal berupa metode menyusun renungan secara sederhana berdasarkan pendalaman teks kitab suci yang telah dilatih pada tahap sebelumnya. Keterampilan menyusun renungan merupakan tahap berikut dari keterampilan mendalami teks kitab suci untuk menemukan nilai rohani bagi kehidupan Apa yang diperoleh dari pendalaman itu menjadi bahan dasar untuk menyusun renungan sederhana secara sistematis demi kepentingan ibadat tertentu yang dilayani oleh pemimpin umat awam setempat. Dalam kehidupan menggereja, ada kesempatan tertentu bagi umat untuk merayakan syukuran atas peristiwa iman yang dialami. Misalnya syukuran permandian, komuni pertama, wisuda, pekerjaan, hari ulang tahun, dll. Tentu saja syukuran ini dilaksanakan dalam ibadat, dan setiap ibadat membutuhkan renungan biblis dari pemimpin. Dengan memiliki keterampilan ini, para pemimpin umat setempat dapat menyusun sendiri renungan biblis untuk pelbagai kepentingan pelayanan ibadat di kelompok basis. Dalam pelaksanaan kegiatan ini, para peserta mendapat kesempatan berlatih dalam kelompok untuk mendalami teks secara bersama dengan metode yang diajarkan, dan selanjutnya kelompok yang sama berlatih menyusun renungan dengan metode yang diberikan. Adapun metode pendalaman teks mencakup tiga tahap yaitu pembacaan teks, penggalian teks dan penemuan pesan teologis atau rohani untuk kepentingan hidup iman. Pada tahap pertama, peserta dilatih membaca teks atau perikop pilihan yang diambil dari injil sesuai kalender liturgi Gereja Katolik. Pada tahap pembacaan, semua peserta diwajibkan membaca dengan teliti, kata demi kata dan merasakan kekuatan setiap kata dalam teks. Pada tahap kedua, peserta diajak untuk menggali isi teks dengan pertanyaan penuntun. Siapa. Apa. Mengapa. Kapan. Di Mana, dan Bagaimana. Pertanyaan ini mengarahkan peserta untuk mendalami teks secara keseluruhan maupun per bagian yang menjadi perhatian untuk menemukan pesan teologis. Pemahaman dari jawaban atas pertanyaan penuntun itu membawa peserta kepada tahap berikut yaitu penemuan pesan rohani untuk kehidupan. Apa yang ditemukan biasanya berupa nilai-nilai injil berupa cintakasih, persaudaraan, solidaritas, dll. Semua nilai rohani itu menjadi bahan dasar untuk penyusunan renungan tematis sesuai ibadat syukur yang Pada bagian pelatihan menyusun renungan, metode yang dipakai adalah skema tujuh alinea. Para peserta dilatih untuk menyusun renungan dengan skema tujuh alinea. Alinea pertama berupa pengantar umum sesuai tema perayaan, alinea kedua penegasan yang dihubungkan dengan teks kitab suci, alinea ketiga ulasan teks kitab suci hasil penggalian teks pada tahap sebelumnya, alinea keempat perumusan nilai teologis atau pesan rohani yang diperoleh dari ulasan teks kitab suci, alinea kelima aplikasi pesan teologis dalam kehidupan bersama atau kehidupan beriman, alinea keenam aplikasi khusus kepada tema perayaan atau syukuran yang dirayakan, alinea ketujuh ajakan penutup untuk hidup menurut nilai injil yang ditemukan. Para peserta yang mengikuti kegiatan ini berjalan bersama dalam proses pelatihan dan mencapai tahap pengetahuan dan pemahaman secara umum mengenai kitab suci, memiliki pengetahuan dan keterampilan mengenai metode pendalaman kitab suci, serta memiliki pengetahuan dan keterampilan menyusun renungan. Konsili Vatikan II. Dei Verum, dalam Dokumen Konsili Vatikan II, 25. Andreas Atawolo Leba. Kursus Dasar Kitab Suci (Ende: Nusa Indah, 1. , 23. Siprianus S. Senda | https://journal. id/index. php/amma | Page 50 AMMA : Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume 2. No. 1 Febuari . ISSN 2828-6634 . edia onlin. Hal 44-52 Gambar 4. Salah Satu Kelompok Mengerjakan Latihan Menyusun Renungan Dari pelatihan ini, kelompok-kelompok yang menyusun renungan diberi kesempatan untuk membacakan hasil renungan di depan umum dan dievaluasi bersama, baik oleh peserta maupun oleh Catatan evaluatif itu berguna bagi kelompok maupun peserta secara pribadi untuk semakin melatih diri dalam mengembangkan kemampuan serta keterampilan mendalami teks maupun menyusun renungan. Hasil yang dicapai adalah terbentuknya pengetahuan dasar dan keterampilan dasar mengenai kitab suci. Para peserta mendapat pengetahuan mengenai seluk beluk kitab suci Katolik secara garis besar, keterampilan mendalami teks kitab suci untuk kepentingan rohani masing-masing pribadi, dan keterampilan menyusun renungan biblis untuk pelbagai kebutuhan dalam keluarga maupun kelompok umat basis setempat. Dalam situasi pandemi covid19 ketika pelayanan rohani dibatasi, tentu saja hal ini bermanfaat bagi peserta yang adalah umat awam untuk melayani diri sendiri dalam ibadat-ibadat syukur tertentu yang membutuhkan renungan biblis. Pencapaian ini dapat disimak dalam tabel berikut ini. Tabel 1. Gambaran Hasil Kegiatan Berupa Perubahan Pengetahuan Dan Keterampilan Kegiatan Pengenalan dasar kitab suci Pendalaman teks kitab suci Penyusunan renungan biblis Keadaan Sebelum Kegiatan Peserta memiliki pengetahuan yang minim akan kitab suci Peserta tidak mampu menjawab pertanyaan seputar kitab suci Peserta tidak mengetahui teknik pendalaman kitab suci Peserta tidak mampu mendalami teks dengan metode pendalaman teks kitab suci Peserta tidak mengetahui cara menyusun renungan biblis Peserta tidak mampu menyusun renungan biblis Keadaan Sesudah Kegiatan Peserta memiliki pengetahuan dasar mengenai kitab suci Peserta pertanyaan seputar kitab suci Peserta mengetahui teknik atau metode sederhana pendalaman kitab suci Peserta mampu mendalami teks dengan metode pendalaman teks kitab suci Peserta menyusun renungan biblis Peserta renungan biblis Hasil sementara dari apa yang dicapai melalui kegiatan ini telah menunjukkan harapan baik untuk menggerakkan umat dalam membaca dan merenungkan kitab suci. Para peserta dalam evaluasi umum mengharapkan agar kegiatan seperti ini tetap dilanjutkan. Tindak lanjut ini penting karena peserta merasa bahwa pelatihan seperti ini tidak bisa hanya dilakukan satu kali. Oleh karena itu direkomendasikan kepada pihak paroki agar kegiatan tindak lanjut dapat diinisiasi oleh paroki. Siprianus S. Senda | https://journal. id/index. php/amma | Page 51 AMMA : Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume 2. No. 1 Febuari . ISSN 2828-6634 . edia onlin. Hal 44-52 KESIMPULAN Umat katolik memiliki kitab suci. Kitab suci itu menjadi pedoman hidup beriman. Oleh karena itu umat katolik hendaknya memiliki kebiasaan membaca dan merenungkan kitab suci. Kegiatan ini bermanfaat bagi Orang Muda Katoli dan umat di Paroki Santo Gregorius Agung Oeleta untuk memiliki pemahaman dasar mengenai kitab sucinya sendiri, dan keterampilan dasar untuk mendalami kitab suci serta menyusun renungan biblis untuk kepentingan ibadat syukur di kelompok Dengan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini. OMK dan umat Katolik di Paroki Santo Gregorius Agung Oeleta yang berpartisipasi kini memiliki pengetahuan dasar mengenai kitab suci, keterampilan dasar mendalami teks kitab suci, serta keterampilan dasar menyusun renungan biblis secara sederhana untuk kepentingan ibadat keluarga dan lingkungan setempat. Bekal ini bermanfaat untuk kehidupan rohani OMK dan umat dalam kehidupan menggereja maupun bermasyarakat DAFTAR PUSTAKA