CARAKA: Indonesia Journal of Communication, vol. , 2025, 387-414 Interpretasi Teori Ocean Personality Traits pada Film The Secret: Dare to Dream . https://doi. org/10. 25008/caraka. NOPRITA HERARI Universitas Negeri Jakarta - Indonesia RUBIYANTO LSPR Institute of Communication and Business Ae Indonesia Muhammad Fikri Akbar Universitas Negeri Jakarta - Indonesia ABSTRACT The COVID-19 pandemic does not provide many options for finding entertainment media through activities at home. One of the most popular entertainment media is watching movies, or commonly known as cinematherapy. A film as an audio-visual medium that can provide a new picture of reality to think positively when going through difficult times in life, has attracted the attention of The film The Secret: Dare to Dream . is considered the right object in this study. The formulation of the problem and the purpose of this research is, how to interpret the psychological theory of OCEAN Personality Traits described in the film The Secret: Dare to Dream . Using the semiotic model of Roland Barthes, which separates the meaning of denotation, connotation and myth, the researcher conducts an analysis behind a script or transcription of the words of the characters in the film. The results of the analysis in this study provide an answer that, the two main characters in the film The Secret: Dare to Dream . have contradictory The Secret: Dare to Dream movie nicely depicts the significant difference between optimistic characters against pessimistic characters in going through difficult times in life. The film The Secret: Dare to Dream is considered appropriate as an entertainment medium that is enjoyed at low times in life, especially during the COVID-19 pandemic that has hit since 2020. Keywords: Communication Psychology. Narrative Analysis. OCEAN Personality Traits. Semiotics ABSTRAK Pandemi COVID-19 tidak banyak memberi pilihan untuk menemukan media hiburan melalui aktivitas didalam rumah. Salah satu media hiburan yang banyak dipilih adalah dengan menonton film, atau yang biasa dikenal dengan cinematherapy. Sebuah film sebagai media audio visual yang dapat memberi gambaran baru atas realita untuk berpikir positif saat melewati masa sulit dalam kehidupan, menarik perhatian peneliti. Film The Secret: Dare to Dream . dinilai objek yang tepat dalam penelitian ini. Rumusan masalah dan tujuan penelitian ini adalah, bagaimana interpretasi teori psikologi OCEAN Personality Traits yang digambarkan dalam film The Secret: Dare to Dream . Menggunakan model semiotika dari Roland Barthes, yang memisahkan makna denotasi, konotasi dan mitos, peneliti melakukan analisis dibalik sebuah naskah atau transkripsi dari tutur kata tokoh dalam film. Hasil analisis pada penelitian ini memberikan jawaban bahwa, dua tokoh utama pada film The Secret: Dare to Dream . memiliki kepribadian yang saling Interpretasi Teori Ocean Personality Traits pada Film The Secret: Dare to Dream . CARAKA: Indonesia Journal of Communication, vol. , 2025, 387-414 Sebagaimana kutub positif dan negatif, film The Secret: Dare to Dream dengan apik menggambarkan perbedaan signifikan antara karakter optimistik . arakter dengan kepribadian OCEAN Personality Traits yang tingg. melawan karakter pesimistik . arakter dengan kepribadian OCEAN Personality Traits yang renda. dalam melewati masa-masa sulit di kehidupan. Film The Secret: Dare to Dream dinilai tepat sebagai media hiburan yang dinikmati pada saat rendah dalam hidup, terlebih saat masa pandemi covid-19 yang menerpa sejak tahun 2020. Kata Kunci: Analisis Narastif. Komunikasi Psikolgi. OCEAN Personality Traits. Semiotik AuthorAos email correspondent: noprita. h@unj. The author declares that she/he has no conflict of interest in the research and publication of this manuscript Copyright A 2025 (Noprita Herar. Licensed under the Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4. 0 (CC BY-SA 4. Available at http://caraka. Submitted: August 16, 2025. Revised: October 19, 2025. Accepted: December 8 , 2025 PENDAHULUAN Pandemi COVID-19 yang bermula di tahun 2020, merupakan pandemi terluas dibanding pandemi sebelumnya yakni Spanish Flu pada tahun 1917-1920 dengan jumlah korban meninggal sekitar 50 juta orang dan pandemi Black Death di abad ke-14 yang korbannya hampir sepertiga atau seperempat warga Eropa (Saleh, 2. Pada 10 Oktober 2020, tepat pada Hari Kesehatan Mental Sedunia. WHO melakukan survei tentang kesehatan mental dan dikaitkan dengan kondisi dunia yang tengah mengalami pandemi COVID-19, hasil survei diketahui bahwa banyak negara yang melaporkan peningkatan akses terhadap layanan kesehatan mental, disimpulkan bahwa COVID-19 memberikan dampak pada kesehatan mental (Unnes, 2. Sementara banyak individu telah beradaptasi, namun rupanya Pandemi COVID-19 juga menghambat akses ke layanan kesehatan mental dan telah menimbulkan kekhawatiran tentang peningkatan perilaku bunuh diri (WHO, 2. Secara cepat, masalah kesehatan mental, menjadi perhatian berikutnya selama pandemi COVID-19. Terbatasnya aktivitas luar ruang untuk meminimalisir penyebaran virus COVID-19, memaksa sebuah tren baru dalam melakukan aktivitas: beraktivitas dari rumah. Termasuk melakukan aktivitas hiburan, seperti menonton film, dari Hal ini tentunya meningkatkan minat konsumen untuk berlangganan media menonton film secara daring (Noor Malia et al. , n. Memilih media hiburan berupa menonton film, bukan tanpa alasan. Terbukti, film dapat memberikan beberapa manfaat kesehatan mental, seperti: meningkatkan suasana hati, relaksasi, motivasi, meningkatkan hubungan, mengurangi stres, menginspirasi refleksi sosial dan budaya (Benton, 2. Tomb dalam (Rosyida, 2. ) menjelaskan terapi dengan menonton film adalah intervensi terapeutik yang memungkinkan klien menilai secara visual karakter-karakter yang ada dalam film berinteraksi dengan orang lain, lingkungannya dan masalah-masalah pribadinya. Terapi sinema . yang dilakukan mandiri, dapat membantu seseorang dalam mempelajari dan mengenal dirinya sendiri secara mendalam berdasarkan bagaimana individu tersebut merespon karakter atau adegan dalam film, dengan memilih tema film yang sesuai dengan kondisi saat itu (Unnes, 2. Film memiliki nilai seni tersendiri, sebagai sebuah karya dari tenaga-tenaga kreatif yang profesional di bidangnya (Mudjiono, 2. Tidak dapat dipungkiri bahwa film Hollywood merupakan sebuah produk kesenian yang hingga saat ini masih berada pada puncak popularitas dalam dunia hiburan (Numpuno, 2. James M Welsh . alam Ardianto, 2. menegaskan bahwa secara kuantitas film yang menggunakan karya Interpretasi Teori Ocean Personality Traits pada Film The Secret: Dare to Dream . CARAKA: Indonesia Journal of Communication, vol. , 2025, 387-414 sastra sebagai sumber penciptaan memiliki nilai presentase yang sangat besar, terutama di Amerika Serikat sebagai arsitektur perfilman dunia. Adaptasi teks-teks sastra dan teater terkenal adalah hal yang umum di era bisu . ihat sinema bisu. drama kostum. film epik. dan telah menjadi pokok dari hampir semua bioskop nasional selama abad ke-20 dan ke-21 (Kahn & Westwell, 2. Tidak banyak yang bisa dilakukan sebagai hiburan selama masa lockdown pandemi COVID-19 di 2020. Salah satunya, dengan menikmati film sebagai media hiburan selama Masa-masa tanpa kepastian dan perubahan drastis secara global, menjadi alasan yang tepat untuk menonton film The Secret: Dare to Dream (Lawson, 2. Sebuah film drama fiksi, yang mengingatkan kita bahwa semua kejadian dalam hidup berjalan sebagaimana telah diatur. Namun kehidupan yang tidak pernah memberi kepastian, justru mengenai bagaimana kita menginterpretasikan setiap kejadian dalam hidup, untuk menjadikan kita pribadi yang lebih baik. Gambar 1. Poster Film The Secret: Dare to Dream . Sumber: (IMDb, 2. Disutradarai oleh Andy Tennant, film ini mengambil pendekatan sederhana mengenai fenomena global dari Buku The Secret: sebuah buku pseudo-scientific self-help mengenai keikhlasan dalam melewati saat-saat yang tidak mudah di kehidupan (Lawson, 2. Salah satu hal utama ketika individu mengalami krisis, adalah tentang bagaimana mengetahui seberapa baik melewatinya dengan menjadi penguasa atas pikirannya sendiri (Wigney. Film yang dijadwalkan rilis 31 Juli 2020 ini terpaksa ditunda penayangannya di Amerika Serikat, negara tempat film ini berasal, sebagai imbas dari pandemi global COVID-19. Lalu, dirilis resmi secara daring pada tahun 2021. Film ini dianggap tepat dirilis ketika pandemi, sebagai inspirasi kekuatan pikiran positif ketika menghadapi hal-hal sulit dalam hidup. Aspek semangat positif dan optimisme individu dapat dianalisis dari kacamata Dalam hal ini, peneliti memilih model OCEAN Personality Traits, yang merupakan model paling menonjol yang digunakan dalam sejarah psikologi kepribadian (Widiger, 2. Sehingga, rumusan masalah pada penelitian ini adalah Aubagaimana interpretasi Model OCEAN Personality Traits yang digambarkan dalam Film The Secret: Dare to Dream . ?Ay Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan secara detail sifat dari tokoh utama, sesuai dengan lima dimensi OCEAN Personality Traits. Manfaat yang didapat dari hasil penelitian ini secara teoritis diharapkan dapat memperkaya kajian film dengan sudut pandang model psikologi OCEAN Personality Traits. Sedangkan manfaat praktis dari Interpretasi Teori Ocean Personality Traits pada Film The Secret: Dare to Dream . CARAKA: Indonesia Journal of Communication, vol. , 2025, 387-414 penelitian ini, agar dapat menjadi masukan yang berharga bagi para sineas Indonesia untuk mempertimbangkan unsur pesan moral dan sosial secara psikologis, dalam produksi film. Penggunaan model semiotika Roland Barthes yang disandingkan dengan model sifat kepribadian manusia. OCEAN Personality Traits, menjadi hal yang tidak sering dilakukan dalam meneliti sebuah film. Diharapkan penelitian berikutnya dapat menganalisis lebih dalam bentuk media komunikasi massa lainnya, dari kacamata ilmu komunikasi dan psikologi yang disandingkan. Penelitian akan sebuah film, yang menggabungkan dua ilmu sosial dan humaniora ini, diharapkan dapat memudahkan publik lebih memahami akan sifat positif dan negatif dalam membentuk kepribadian. KERANGKA TEORI Manusia dalam kehidupannya, memiliki dua peran. sebagai makhluk individual dan makhluk sosial. Jika sebagai makhluk individu, yang erat kaitannya dengan unsur jiwa dan raga, fisik dan psikis. Maka peran manusia sebagai makhluk sosial erat akan kebutuhannya untuk berkomunikasi dan bekerjasama dengan manusia lain. Bahasa sebagai alat utama dalam berkomunikasi, merupakan sebuah sistem tanda yang terbentuk dari bentuk dan makna (Manaf, 2. Cabang ilmu yang mempelajari bahasa dan tanda dikenal dengan Ilmu Linguistik. Fokus dari Ilmu Linguistik adalah pada penggunaan bahasa dalam kehidupan sehari-hari, baik pada struktur bahasa yang digunakan . , makna dari bahasa . maupun fungsi sosial dari bahasa tersebut . (Kuntarto, 2. Selanjutnya, linguistik terbagi menjadi beberapa tataran kajian, yaitu: fonologi . atuan dasar bahasa sebagai buny. , morfologi . atuan dasar bahasa sebagai satuan gramatika. , sintaksis . truktur kalima. dan semantik . akna dari kalima. (Kuntarto, 2. Jika semantik adalah bagian dari ilmu linguistik yang mempelajari makna, maka metode untuk mengenalnya disebut semiotik. Semiotik berasal dari kata AusemeionAy dari Bahasa Yunani yang berarti AutandaAy. Ilmu semiotika sendiri digunakan untuk mempelajari sistem, aturan, atau konvensi yang memungkinkan tanda-tanda dalam sebuah struktur bahasa memiliki makna atau arti . (Mudjiyanto & Nur, 2. Analisis semiotik adalah cara untuk mempelajari linguistik atau bahasa serta struktur perilaku individu yang dapat membentuk atau membawa makna tertentu, dari satuan simbol atau isyarat (Samsu, 2. Lebih jauh, analisis semiotik, menggunakan objek tertentu baik berupa pemikiran, atribut pakaian hingga mitos atau kepercayaan yang dianut oleh sebuah masyarakat yang dapat memberi makna pada masyarakat tersebut (Samsu, 2. Penelitian pada film ini, menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif dengan metode analisis isi, semiotika. Dalam analisis isi atau makna . film, penulis memilih aliran semiotika Roland Barthes yang kerap digunakan untuk meneliti makna berbagai media komunikasi massa. Konsep penelitian semiotika yang dilontarkan oleh Roland Barthes, berkunci pada makna konotasi dan denotasi (Wibowo, 2. Konsep ini dikenal juga sebagai model signifikasi dua tahap. Signifikasi dua tahap Roland Barthes menjelaskan secara sederhana definisi sebuah sistem tanda dengan mengabaikan dimensi dari bentuk dan substansi. Secara garis besar, signifikasi dua tahap, berfokus pada definisi antara ekspresi . dan interaksi . (Wibowo, 2. Konsep signifikasi dua tahap dapat dilihat pada gambar 2. Interpretasi Teori Ocean Personality Traits pada Film The Secret: Dare to Dream . CARAKA: Indonesia Journal of Communication, vol. , 2025, 387-414 Gambar 2. Signifikasi Dua Tahap. Roland Barthes Sumber: (Satrio & Lobodally, 2. Proses signifikasi tataran pertama, adalah hubungan antara realitas dan tanda. Bagian yang disebut sebagai denotasi ini, dianggap oleh Barthes merupakan makna paling nyata, atau yang terlihat dari sebuah sistem tanda. Tataran kedua, terdiri dari konotasi dan Konotasi diartikan sebagai makna yang paling subjektif. Bagian ini terjadi ketika sebuah tanda bertemu dengan perasaan atau emosi. Jika makna denotasi mengenai apa yang digambarkan oleh subjek, maka makna konotasi adalah bagaimana subjek menggambarkan makna tersebut (Wibowo, 2. Roland Barthes menggambarkan makna konotasi pada tataran isi kedua, tidak terlepas dari bagian mitos . Mitos yang merupakan produk kelas sosial, adalah tentang bagaimana sebuah sistem kebudayaan, memberi pemahaman akan sebuah realita. Mitos menjadi bagian dimana suatu ideologi terwujud, dan menjadi bagian yang dapat dirangkai menjadi sebuah mitologi dalam kesatuan budaya (Wibowo, 2. Untuk dapat mengetahui interpretasi dari sifat tokoh dalam film, peneliti menggunakan kacamata ilmu psikologi melalui model OCEAN Personality Traits. Model sifat lima kepribadian besar OCEAN (Openness. Conscientiousness. Extraversion. Agreeableness, dan Neuroticis. dianggap sebagai standar emas dalam penilaian kepribadian dalam psikologi (Lester, 2. Detail mengenai OCEAN Personality Traits dapat dilihat pada Gambar 3. OCEAN Personality Traits Sumber: (Poteet, 2. Model OCEAN Personality Traits diklasifikasikan oleh Costa dan McCrae menjadi lima dimensi yaitu: Openness to experience . eterbukaan atas pengalaman bar. Interpretasi Teori Ocean Personality Traits pada Film The Secret: Dare to Dream . CARAKA: Indonesia Journal of Communication, vol. , 2025, 387-414 Conscientiousness . ikap kehati-hatia. Extraversion . kspresi atas sisi emosiona. Agreeableness . , dan Neuroticism . (Brehm dalam Tantyo et al. Ahli teori mengasumsikan bahwa sifat individu relatif bersifat stabil sepanjang waktu (Kulkarni et al. , 2. , inilah yang menjadi dasar peneliti menggunakan teori dan model OCEAN Personality Traits pada penelitian ini. Setiap individu memiliki kombinasi nilai . yang berbeda pada kelima dimensi OCEAN Personality Traits dinilai dapat memprediksi kesehatan mental individu, baik pada kesehatan emosional hingga tingkat kebahagiaan. Penelitian terdahulu menemukan bahwa individu dengan nilai neuroticism yang tinggi, memiliki kecenderungan nilai extraversion, agreeableness, openness dan conscientiousness yang rendah,secara konsisten berasosiasi dengan perilaku bunuh diri (Lester, 2. Objek penelitian ini adalah Film The Secret: Dare to Dream . dari rumah produksi Liosngate. Hollywood. Amerika Serikat. Peneliti membatasi beberapa adegan inti dari film yang berdurasi total 107 menit ini, dengan menampilkan foto rekaman adegan dan transkripsi dari dialog. Transkripsi dari dialog antar tokoh akan dianalisis dengan semiotika Roland Barthes dan disandingkan dengan model OCEAN Personality Traits. METODOLOGI Penelitian ini menggunakan dua jenis pengambilan data, yaitu berupa data primer dan data sekunder. Data primer peneliti ambil dari film dan skrip naskah. Sedangkan data sekunder peneliti ambil dari buku dan jurnal yang berkaitan dengan penelitian ini. Dalam penelitian kualitatif ini, peneliti menggunakan: dokumentasi, peneliti mengunduh film, peneliti menonton film berulangkali dan membaca transkripsi dari naskah film untuk memahami lebih menyeluruh film Metode analisis semiotika Roland Barthes, pernah digunakan untuk meneliti pencitraan oleh seorang tokoh politik Indonesia melalui sebuah iklan televisi (Indra Tamaka & Harry Susanto, 2. Pada penelitian tersebut, iklan pencitraan tokoh politik yang mencalonkan diri menjadi Presiden Republik Indonesia ditemukan bermakna denotasi yang dibangun dari latar belakang ayahnya, seorang rakyat kecil. Sedangkan, makna konotasi pada pencitraan di iklan yang menjadi objek penelitian, dibentuk dari kesuksesan dan kepribadian tokoh yang pro kaum muda. Makna mitos sendiri, ditemukan bahwa kepentingan politik yang dilakukan adalah untuk kepentingan rakyat kecil, sebagaimana kondisi ia dan ayahnya saat dulu. Tidak hanya pada media massa berbentuk digital, pemikiran atau konsep analisis Roland Barthes pun pernah digunakan untuk meneliti ruang personal dalam medium Representasi identitas personal dari realitas keseharian, menggunakan AodenotasiAo sebagai basis dan AokonotasiAo serta AomitosAo sebagai super struktur yang mengkonstruksikan identifikasi karakter seorang individu (Saputra, 2. Bidang penelitian ilmiah, etnografi, pun pernah menggunakan konsep pemikiran Roland Barthes dalam salah satu tahapannya, reintepretasi. Salah satu penelitian etnografi yang pernah dilakukan adalan penelitian mengenai dialetika komunikasi simbol emik-emik pada kain tenun (Moll. , khas Nusa Tenggara Timur. Hasil interpretasinya adalah setiap jenis warna kain tenun Mollo dari masyarakat Tutem, memiliki bentuk dan makna etik masingmasing. Baik dari konotasi yang mengacu pada mekanisme produksi kain, hingga mitos symbol yang merujuk pada sejarah hewan di masyarakat Tutem (Leuape & Dida, 2. Interpretasi Teori Ocean Personality Traits pada Film The Secret: Dare to Dream . CARAKA: Indonesia Journal of Communication, vol. , 2025, 387-414 HASIL DAN PEMBAHASAN Film yang diberi judul sesuai buku pengembangan diri karya Rhonda Byrne. AuThe SecretAy ini berfokus pada bagaimana kekuatan pikiran positif dalam melewati setiap fase kehidupan (IMDb, 2. The Secret: Dare to Dream . menceritakan Miranda Wells (Katie Holme. , seorang janda muda yang ditinggal mati oleh suaminya Matt Wells (Cory Scott Alle. , karena sebuah kecelakaan pesawat. Miranda berusaha memenuhi kebutuhan keluarganya sambil membesarkan ketiga anaknya seorang diri. Diceritakan. Miranda yang saat itu berkencan dengan pacarnya Tucker Middendorf (Jerry O'Connel. , merupakan pemilik dari restoran seafood tempat Miranda bekerja. Restoran Middendorf. Badai Hazel yang datang di kota kecil tempat Miranda dan anakanaknya tinggal (New Orlean. , seketika merusak rumah tua yang ditempati oleh keluarga Well. Kisah film ini memasuki babak baru, ketika seorang pria misterius. Bray Johnson (Josh Luca. , datang ke dalam kehidupan keluarga Wells. Bray membawa sebuah amplop penting untuk Miranda, yang secara misterius justru hilang diterbangkan oleh Badai Hazel di hari pertama ketika Miranda dan Bray bertemu. Bray menyalakan kembali semangat keluarga, yang tanpa sepengetahuan Miranda, juga menyimpan rahasia penting Ai rahasia yang akan mengubah segalanya. Berpesan mengenai harapan, kasih sayang, dan rasa terima kasih yang tak lekang oleh waktu. The Secret: Dare to Dream adalah film yang menginspirasi dan menghangatkan hati, yang menunjukkan bagaimana pikiran positif dapat mengubah hidup kita (Tennant et al. , 2. Tabel 1. Deskripsi Film The Secret: Dare to Dream . Artis / Pemeran Katie Holmes sebagai Miranda Wells Josh Lucas sebagai Bray Johnson Jerry OAoConnell sebagai Tucker Middendorf Celia Weston sebagai Bobby Sarah Hoffmeister sebagai Missy Wells Aidan Brennan sebagai Greg Wells Chloe Lee sebagai Bess Wells Katrina Begin sebagai Jennifer Sydney Tennant sebagai Sloane Cory Scott Allen sebagai Matt Wells Produksi: Savvy Media Holdings Robert Cort Productions Covert Media Illumination Productions Shine Box Tri G Crew Produksi Sutradara: Andy Tennant Cerita dan skenario: Andy Tennant Produser: Rhonda Byrne Robert W Cort Joe Gelchion Matthew George Robert Katz Sinematografi: Andrew Dunn Editor: Troy Takaki Musik: George Fenton Distribusi: Lionsgate Roadside Attractions Gravitas Ventures Tanggal rilis: 31 Juli, 2020 (Amerika Serika. Durasi film: 107 menit Sumber: (IMDb, 2. Film The Secret: Dare to Dream . memiliki sepuluh tokoh yang berkaitan. Sembilan tokoh dalam film ini diceritakan masih hidup, dan satu tokoh diceritakan telah meninggal dunia. Tokoh yang diceritakan telah meninggal dunia adalah tokoh Matt Wells. Matt Wells adalah seorang penemu peralatan yang juga suami dari tokoh Miranda Wells. Matt Wells berkenalan secara tidak sengaja oleh sosok Bray Johnson, disebuah perlombaan Kala itu, alat yang ditemukan oleh Matt Wells terkendala saat akan dipresentasikan, dan Bray Johnson dengan latar belakang Profesor Fisika dari Universitas Vanderbilt, membantu Matt Wells. Interpretasi Teori Ocean Personality Traits pada Film The Secret: Dare to Dream . CARAKA: Indonesia Journal of Communication, vol. , 2025, 387-414 Gambar 4. Hubungan antar Tokoh Film The Secret: Dare to Dream . Sumber: data olahan penulis . Tabel 2. Peran dan Karakter Tokoh dalam The Secret: Dare to Dream . Tokoh Miranda Wells Prof. Bray Johnson Matt Wells Bobby Wells Missy Wells Greg Wells Bess Wells Tucker Middendorf Peran dan Karakter dalam The Secret: Dare to Dream . Ibu tunggal. Janda dari Matt Wells. Pekerja keras, rentan emosional, menyayangi ketiga anaknya. Profesor Fisika dari Universitas Vanderbilt, rekan penelitian dari Matt Wells. Berkepribadian tenang, filosofis, bijaksana, optimis dan ringan tangan . udah menolong orang lai. Suami dari Miranda Wells. Seorang peneliti yang idealis. Wafat dalam sebuah kecelakaan pesawat yang ditumpangi bersama Prof. Bray Johnson. Ibu dari Matt Wells . bu mertua dari Miranda Well. Cenderung berpikir pesimistik dan lebih banyak mengatur kehidupan Miranda dan ketiga anaknya. Anak pertama dari keluarga Wells. Cenderung gemar berkonfrontasi dengan ibunya, namun terlihat begitu mengagumi cara berpikir dari Prof. Bray Johnson yang bijaksana. Anak kedua dari keluarga Wells. Sosok yang anak laki-laki yang kritis dan cerdas. Anak bungsu dari keluarga Wells. Memiliki daya imajinasi yang tinggi. Pemilik restoran Middendorf yang merupakan warisan dari orangtuanya. Bos dari Miranda Wells yang sekaligus pacar . an berikutnya menjadi tunangan Mirand. Memiliki sikap kurang percaya diri, karena tidak selalu yakin dengan hal yang ia inginkan dalam hidup. Interpretasi Teori Ocean Personality Traits pada Film The Secret: Dare to Dream . CARAKA: Indonesia Journal of Communication, vol. , 2025, 387-414 Tokoh Jennifer Johnson Sloane Peran dan Karakter dalam The Secret: Dare to Dream . Adik dari Prof Bray Johnson, seorang perawat. Bersifat ramah dan begitu menyayangi kakaknya. Resepsionis hotel tempat Prof Bray Johnson menginap sementara di kota New Orleans. AS. Berkepribadian ramah, memiliki cita-cita dan keinginan yang kuat dalam meraihnya. Sosok yang pintar dan dapat diandalkan. Sumber: data olahan penulis . Keragaman karakter atau personaliti pada tokoh dalam film ini, menjadi perangkai alur cerita yang menarik. Sifat antar tokoh dalam film The Secret: Dare to Dream . , diteliti dengan analisis semiotika Roland Barthes melalui model OCEAN Traits Personality. Untuk lebih memudahkan analisis, peneliti menjabarkan karakter tokoh melalui segi sifat yang ditunjukkan dalam film. Gambar 5 menunjukkan sifat dari masing-masing bagian OCEAN Personality Traits. Gambar 5. Segi Sifat OCEAN Personality Traits Sumber: (Poteet, 2. Keterbukaan: Imajinasi. Wawasan Individu yang memiliki nilai tinggi dalam dimensi kepribadian ini cenderung memiliki minat yang cukup banyak, keingintahuan yang tinggi tentang dunia dan orang lain, juga memiliki semangat yang tinggi untuk mempelajari hal atau pengalaman yang baru. Secara umum, individu berskala tinggi pada dimensi ini juga cenderung lebih berjiwa petualang Interpretasi Teori Ocean Personality Traits pada Film The Secret: Dare to Dream . CARAKA: Indonesia Journal of Communication, vol. , 2025, 387-414 enyukai hal bar. , imajinatif, dan kreatif. Sementara individu dengan nilai skala rendah dalam dimensi ini, cenderung bersikap konvensional dan kesulitan dalam berpikir abstrak, atau tidak mengalami bermacam-macam emosi seperti individu dengan skala openness yang tinggi (Widiger & Costa, 2. Pada objek penelitian, peneliti menemukan perbedaan signifikan dari sifat karakter Miranda Wells dengan skala dimensi openness yang rendah, dibandingkan dengan karakter lawan mainnya. Bray Johnson dengan dimensi openness yang lebih tinggi. Kedua karakter memaknai dengan berbeda akan suatu fenomena Auhal burukAy yang sedang terjadi dalam kehidupan mereka. Gambar 6. Miranda Wells mengingatkan Tucker untuk berhati-hati saat Badai Sumber: Lionsgte, menit 00:04:00 Ae 00:04:02. Miranda Wells: AuDengar, tak peduli seberapa buruk situasinya, itu selalu bisa menjadi lebih burukAy Gambar 7. Missy Wells pesimis tidak bisa membeli pizza untuk makan malam. Sumber: Lionsgate, menit: 00:19:44 - 00:19:51 Greg Wells : AuPizaAy Bess Well : AuYaAy Missy Wells : AuSemuanya, itu takkan terjadi. Orang miskin tak mampu beli pizaAy Miranda Weells: AuKita bukan miskin. Kita bangkrut. Itu bedaAy Denotasi pada adegan di gambar 6 dan 7 jelas sebagaimana transkripsi dialog di atas. Sutradara ingin menunjukkan karakter Miranda Wells yang memiliki nilai rendah pada area kepribadian openness . , atas wawasan maupun imajinasi. Makna konotasi yang ingin disampaikan adalah. Miranda Wells sebagai karakter yang konvensional, atau tidak terlalu terbuka pada kemungkinan-kemungkinan positif yang bisa terjadi. Begitupun dengan putri pertamanya. Missy Wells, bertindak sebagaimana realita yang ada saat itu, tidak memiliki cukup uang untuk membeli makan malam berupa piza. Mitos Interpretasi Teori Ocean Personality Traits pada Film The Secret: Dare to Dream . CARAKA: Indonesia Journal of Communication, vol. , 2025, 387-414 Miranda Wells sebagai ibu tunggal yang bekerja keras untuk menghidupi ketiga anaknya, membentuk karakter dirinya yang tegas, keras dan selalu berpikir berjaga-jaga untuk hal buruk yang mungkin akan terjadi selanjutnya. Gambar 8. Bray Johnson terbuka pada berbagai kemungkinan dalam kehidupan Sumber: Lionsgate, menit: 00:23:38 Ae 00:23:42. Bray Johnson: AuDan, tidak. Aku bukan penganut Buddha. Aku hanya terbuka terhadap kemungkinan jika semuanya terjadi, bahkan jika hal-hal buruk bisa menuntun pada halhal yang lebih baikAy Denotasi pada adegan di gambar 8 jelas sebagaimana transkripsi dari dialog Bray Johnson di atas. Sutradara menggambarkan Bray Johnson sebagai sosok yang berkebalikan dari karakter yang dimiliki oleh Miranda Wells. Bray Johnson terbuka atas berbagai kemungkinan, bahkan percaya jika hal-hal buruk yang terjadi bisa saja berakhir baik. Secara makna konotatif yang dikaitkan dengan Teori OCEAN Personality. Bray Johnson memiliki nilai openness yang lebih tinggi dibanding Miranda Wells. Hal tersebut dapat dibaca dari kalimat yang diutarakan oleh Bray Johnson, yang percaya akan imajinasi dan berwawasan. Mitos pada adegan ini adalah Bray Johnson berasal dari latar belakang dengan kekuatan keuangan yang lebih stabil dibanding kondisi keuangan keluarga Miranda Wells. Dimana hal ini benar, karena pada film ini diceritakan bahwa Bray Johnson adalah seorang bujangan dan berprofesi sebagai Profesor Fisika dari sebuah universitas ternama di kota Universitas Vanderbilt. Berbanding dengan Miranda Wells dengan latar belakang seorang janda berpendapatan pas-pasan, yang mengelola restoran milik pacarnya, dan memiliki tiga orang anak remaja, tentu latar belakang kondisi keuangan yang sangat Perbedaan latar belakang pada kondisi keuangan, pendidikan dan beban tanggungjawab pada kehidupan pribadi, digambarkan dengan apik pada film ini. Sutradara mengasosiasikan dua tokoh dengan latar belakang dan lingkungan tinggal, sebagai salah satu hal yang membentuk cara berpikir, dan terlihat pada karakter personaliti toko. Sebagaimana dalam teori OCEAN Personality Traits, latar belakang pendidikan menjadi salah satu indikator yang membentuk persona karakter seorang individu (Lim, 2. Kehati-hatian: Kontrol impuls. Orientasi tujuan Dimensi conscientiousness atau sifat kehati-hatian ini berhubungan dengan bagaimana individu dalam sebuah organisasi, berkaitan dengan ketekunan, kontrol dan Interpretasi Teori Ocean Personality Traits pada Film The Secret: Dare to Dream . CARAKA: Indonesia Journal of Communication, vol. , 2025, 387-414 motivasi diri dalam mencapai tujuan. Individu yang memiliki nilai tinggi pada sifat kehatihatian ini cenderung bersikap terorganisir, dapat diandalkan, pekerja keras, dapat mengatur diri sendiri, teliti, ambisius serta gigih. Sebaliknya, individu dengan dimensi conscientiousness conscientiousness yang rendah, cenderung tidak memiliki tujuan untuk dicapai, tidak dapat diandalkan, malas, ceroboh, lemah, lalai hingga boros (Widiger & Costa, 2. Gambar 9. Tucker Middendorf memuji kredibilitas Miranda Wells Sumber: Lionsgate, menit: 00:04:17 Ae 00:04:28 Miranda Wells: AuAku membeli kepiting soka dari Sang yang tadinya akan dijual ke FrymanAos, aku bilang itu sia-sia karena koki mereka buruk, itu sebabnya aku membayar 60 per lusinAy Tucker M : AuKepiting Soka di akhir musim?Ay Miranda Wells: AubenarAy Tucker M : Auitu baru gadiskuAy Pada adegan di rangkaian gambar 9, transkripsi tutur kata dari tokoh Tucker, jelas memuji kredibilitas tokoh Miranda Wells dalam mengambil keputusan untuk membeli Kepiting Soka, mengalahkan restoran kompetitor mereka: FrymanAos. Makna konotasi dapat dilihat dari ekspresi wajah bangga tokoh Tucker pada Miranda. Adegan ini menggambarkan Miranda sebagai sosok karakter pekerja keras dan dapat Terkait dengan teori OCEAN Personality Traits, tokoh Miranda Wells pada adegan ini memiliki dimensi conscientiousness yang tinggi. Mitos makna dari adegan ini adalah Miranda sebagai seorang janda dengan tiga orang anak bersekolah yang harus bekerja fokus, untuk menghidupi keluarganya. Interpretasi Teori Ocean Personality Traits pada Film The Secret: Dare to Dream . CARAKA: Indonesia Journal of Communication, vol. , 2025, 387-414 Gambar 10. Missy Wells menegur Miranda karena kecerobohannya memasak sumber: Lionsgate, menit: 00:19:35 - 00:19:37 Missy Wells: AuIbu memasukkan ayam ke microwave masih dalam bungkusnya, dan sekarang itu melelehAy Miranda Wells: Auya, itu benarAy Pada adegan di gambar 9 terlihat tokoh Miranda Wells yang ceroboh lupa membuka pembungkus dari menu ayam yang dimasak di dalam microwave. Hal tersebut ditegur oleh anak pertamanya. Missy Wells di depan tamu mereka malam itu. Bray Johnson. Konotasi adegan ini terlihat dari ekspresi Miranda Wells yang tersenyum masam mengetahui kecerobohannya. Mitos makna pada adegan ini dapat dipahami bahwa Miranda Wells saat itu memiliki banyak hal yang menjadi beban pikirannya sehingga ia lupa membuka pembungkus ayam untuk menu makan malam hari itu. Berbeda dengan adegan di gambar 9, pada gambar 10 ini, menunjukkan tokoh Miranda Wells yang memiliki dimensi conscientiousness yang rendah, yaitu bersikap ceroboh dan tidak teratur. Hal ini dapat dipahami karena sikap seseorang dapat berubahubah sesuai keadaannya juga dimensi di mana ia memposisikan dirinya. Pada film ini digambarkan, tokoh Miranda Wells memiliki dimensi conscientiousness yang tinggi ketika dalam lingkungan professional, namun dalam kehidupan personalnya di keluarga, ia memiliki kecenderungan berdimensi conscientiousness yang rendah. Interpretasi Teori Ocean Personality Traits pada Film The Secret: Dare to Dream . CARAKA: Indonesia Journal of Communication, vol. , 2025, 387-414 Gambar 11. Miranda Wells menghubungi Bray Johnson bercerita mengenai masalah hidupnya Sumber: Lionsgate, menit: 00:46:50-00:48:11. Miranda Wells: Aumerasakan stresAy Bray Johnson: Auapakah ini soal uangAy Miranda Wells: Autidak. Soal semuanya. Pekerjaanku, anak-anak. Tucker. Kurasa, aku mungkin harus menjual rumah. Lalu merobohkan itu, dan itu mematahkan hatiku. Itu jelas, aku hanya tahu seseorang akan membelinyaAy Bray Johnson: Audengar, saat waktunya tepat, kau akan tahu harus bagaimana. Hanya saja, terkadang hal terbaik untuk dilakukan yaitu menunggu hingga semuanya menjadi jelasAy Transkripsi percakapan pada gambar 11 menggambarkan tokoh Miranda Wells yang memiliki rasa bimbang atau keragu-raguan pada salah satu fase hidupnya saat itu. Denotasi pada adegan ini, terlihat pada tokoh Miranda Wells yang berada dalam kondisi yang tidak mudah dengan masalah keuangan. Aspek konotasi terlihat ekspresi tokoh Miranda Wells yang tidak dalam keadaan yang baik-baik saja, karena harus mengambil keputusan untuk menjual salah satu aset besar yang ia miliki, rumah yang ia tinggali. Hal sebaliknya terjadi pada tokoh Bray Johnson. Denotasi pada transkripsi percakapan antara tokoh Bray Johnson dan tokoh Miranda Wells memperlihatkan bagaimana tokoh Bray Johnson memiliki kontrol impuls yang lebih baik. Transkripsi pada kalimat Audengar, saat waktunya tepat, kau akan tahu harus bagaimana. Hanya saja, terkadang hal terbaik untuk dilakukan yaitu menunggu hingga semuanya menjadi jelasAy, memperlihatkan tokoh Bray Johnson memiliki sikap hati-hati saat akan mengambil keputusan. Hal ini terkait dengan mitos dari tokoh Bray Johnson yang memahami bahwa mengambil keputusan dalam keadaan emosional tidaklah baik. Konotasi lainnya dapat dilihat dari adegan ini, yaitu ketika Bray Johnson dipercaya untuk memperbaiki atap rumah dari keluarga Wells. Adegan tokoh Bray Johnson sedang duduk diatas atap yang baru saja ia benarkan dan menghubungi tokoh Miranda Wells untuk memberi update pekerjaannya hari itu melalui telepon genggam, adalah bukti bahwa tokoh Bray Johnson memiliki dimensi kepribadian conscientiousness yang positif dan tinggi. Kepribadian yang dapat diandalkan, pekerja keras dan memiliki perhatian dengan sekitar. Interpretasi Teori Ocean Personality Traits pada Film The Secret: Dare to Dream . CARAKA: Indonesia Journal of Communication, vol. , 2025, 387-414 Mitos yang melatarbelakangi perbedaan dari kedua tokoh ini adalah dari bagaimana perbedaan hal yang dipercayai oleh kedua tokoh ini. Tokoh Miranda Wells yang diceritakan memiliki masalah kehidupan bertubi-tubi sedang merasa rapuh, dan impulsif dalam tekanan kesulitan keuangan untuk memutuskan menjual rumah yang ia tinggali. Sedangkan tokoh Bray Johnson, dengan penggambaran emosional yang lebih stabil, memiliki keyakinan bahwa semua hal akan baik-baik saja sesuai waktunya yang tepat. Gambar 12. Bray Johnson memberi motivasi pada resepsionis hotel untuk meraih cita-citanya Sumber: Lionsgate, menit: 00:05:20. Bray Johnson: Ausemuanya mungkin, jika kau benar-benar menginginkannyaAy Denotasi pada adegan di gambar 12 jelas memperlihatkan tokoh Bray Johnson sebagai individu yang memiliki pikiran positif. Tokoh Bray Johnson digambarkan sebagai karakter yang memiliki keyakinan akan orientasi tujuan yang kuat. Mitos pada tokoh Bray Johnson, dapat dipahami pada adegan lainnya didalam film ini. Dikisahkan. Bray Johnson pernah mengalami situasi sulit dalam hidupnya, dan perlahan ia mempelajari hal-hal tentang kehidupan dan kekuatan pikiran. Inilah yang mendasari karakter tokoh Bray Johnson yang begitu percaya dengan kekuatan dari pikiran positif. Gambar 13. Bray Johnson memberi motivasi pada Missy Wells untuk mengetahui dan yakin akan apa yang diinginkannya dalam hidup Sumber: Lionsgate, menit: 01:06:09-01:06:11. Bray Johnson: Aujika kau tidak tahu apa yang kau inginkan, bagaimana bisa kau meminta untuk itu?Ay Denotasi pada gambar 13 terlihat kembali bagaimana tokoh Bray Johnson menjelaskan pada Missy Wells akan pentingnya memiliki tujuan. Tujuan, atau hal-hal yang diinginkan dalam hidup. Konotasi pada adegan ini terlihat bagaimana ekspresi dari tokoh Bray Johnson yang begitu tenang dan yakin ketika menjelaskan hal tersebut pada tokoh Missy Wells. Rangkaian adegan demi adegan menunjukkan dengan jelas bahwa tokoh Bray Johnson memiliki kepribadian dan keyakinan yang kuat akan pikiran positif, optimis. Tokoh Bray Johnson memiliki dimensi kepribadian conscientiousness yang tinggi dan positif. Interpretasi Teori Ocean Personality Traits pada Film The Secret: Dare to Dream . CARAKA: Indonesia Journal of Communication, vol. , 2025, 387-414 Ekspresi Emosional: Bersosial. Berpendapat Dimensi kepribadian ekstraversi . ini berhubungan dengan kenyamanan seseorang dengan oranglain. Karakter dengan dimensi ekstraversi yang tinggi atau positif, memiliki kecenderungan senang bertemu dengan orang lain atau bergaul, aktif, banyak bicara, mudah dalam bersosialisasi ditengah lingkungan baru, dapat bekerjasama dalam kehidupan berkelompok, optimis, suka bersenang-senang dan penyayang. Sebaliknya, individu dengan dimensi ekstraversi yang rendah, atau disebut introversi, adalah pribadi yang memiliki kecenderngan tertutup, tenang, pendiam, mandiri dan mudah merasa takut pada lingkungan baru. Introvert bukanlah pribadi yang tidak bahagia, mereka hanya pribadi yang tidak bersemangat tinggi atau menggembirakan seperti kepribadian ekstrovert (Widiger & Costa, 2. Karakter dengan dimensi ekstravesion dapat dilihat juga pada adegan di objek penelitian ini. Bagaimana salah satu karakter utama. Bray Johnson, terlihat mudah akrab dengan seorang resepsionis hotel tempat ia akan menginap. Gambar 14. Bray Johnson bersikap bersahabat kepada resepsionis hotel sumber: Lionsgate, menit: 00:05:12-00:05:15. Bray Johnson: Auapa yang kau pelajari?Ay Sloane: Aucara untuk keluar dari balik meja iniAy Denotasi pada adegan tersebut yang mencerminkan bagaimana tokoh Bray Johnson memiliki nilai ekstraversi yang tinggi. Bray Johnson dapat peka/sensitif dengan sekitarnya, sehingga dengan mudah memulai pembicaraan kepada lawan bicaranya. Bray Johnson mudah bersosialisasi, terlihat dari cara ia membangun kedekatan lawan bicara dengan membahas atau memberi pertanyaan diluar kebutuhan utamanya . eservasi ruangan untuk Termasuk kemampuan tokoh Bray Johnson untuk mengemukakan pendapatnya, dimana ia setuju dan mendukung tokoh Sloane dalam mengejar cita-citanya sebagai ahli dibidang hukum. Konotasi pada adegan tersebut dilihat dari bahas tubuh Bray Johnson yang cenderung santai dan ekspresi wajah yang bersahabat. Terlihat bukan hal yang sulit bagi tokoh Bray Johnson untuk melakukan sosialisasi pada orang yang baru ia temui. Mitos dalam adegan ini dapat diamati dari latar belakang tokoh Bray Johnson sebagai seorang professor dan dosen di universitas terkemuka. Sebagai seorang dosen, hal yang lumrah bertemu dengan orang baru, dan memiliki kemampuan bersosialisasi tinggi. Karakter pembanding pada adegan ini adalah Sloane, seorang resepsionis hotel tempat tokoh Bray Johnson akan menginap. Seorang resepsionis, dimana disebut juga sebagai petugas frontliner tentu sudah menjadi hal utama menunjukkan keramahan, dan mudah Kedua tokoh ini, memiliki nilai ekstraversi yang tinggi dalam berseosialisasi, dengan mitos latar belakang keduanya yang mengharuskan mereka menjadi pribadi yang Interpretasi Teori Ocean Personality Traits pada Film The Secret: Dare to Dream . CARAKA: Indonesia Journal of Communication, vol. , 2025, 387-414 Keramahan: Rasa Percaya. Kebaikan. Afeksi Dimensi agreeableness atau keramahan, berhubungan erat dengan rasa percaya, kebaikan dan afeksi. Individu dengan nilai keramahan tinggi, cenderung berhati lembut, baik hati, percaya, membantu, pemaaf dan alturistik. Individu ini memiliki keinginan tinggi dalam membantu orang lain, cendeurng responsif dan empatik. Sebaliknya, individu dengan dimensi agreeableness rendah, cenderung sinis, kasar, curiga, tidak kooperatif, mudah tersinggung, bahkan memiliki sifat pendendam hingga kejam (Widiger & Costa, 2. Gambar 15. Missy Wells menunjukkan profil Bray Johnson pada Miranda Wells sumber: Lionsgate. Denotasi transkripsi pada adegan di gambar 15 memperlihatkan sisi pesimistik dari tokoh Miranda Wells dengan kalimat "itu, lihat, orang jujur terakhir". Kalimat itu membuktikan bahwa sebelumnya, tokoh Miranda Wells curiga atau tidak mempercayai kebaikan tanpa pamrih dari tokoh Bray Johnson. Ketika melihat profil tokoh Bray Johnson. Miranda mulai mempercayainya, namun menganggapnya sebagai orang jujur terakhir. Hal ini mengartikan tokoh Miranda Wells percaya tidak ada lagi orang jujur di dunia ini, selain tokoh Bray Johnson. Konotasi pada adegan ini terlihat dari ekspresi raut muka tokoh Miranda Wells yang tersenyum tipis. Menyiratkan ia senang ketika mengetahui tokoh Bray Johnson adalah orang dengan latar belakang baik dan jujur. Namun juga tidak tersenyum lebar, karena ia masih memiliki kepercayaan bahwa tidak ada lagi orang jujur di dunia ini, selain tokoh Bray Johnson yang menolongnya. Mitos pada adegan ini bisa diingat bahwa banyak hal buruk terjadi dalam kehidupan tokoh Miranda Wells. Jika di flashback pada adegan sebelumnya di film ini, bisa dikatakan tokoh Miranda Wells digambarkan sebagai tokoh yang sendirian. Tokoh yang menanggung semua beban dipundaknya sendiri. Tokoh Miranda Wells digambarkan tidak memiliki sahabat atau orang dekat yang bisa ia ajak tukar pikiran, pun hubungannya dengan Tucker yang atasan tempat ia bekerja sekaligus pacarnya, digambarkan lebih banyak kepada hubungan bersifat profesional, dibanding hubungan romansa yang erat. Kehidupan yang cenderung sendirian, tanpa input informasi mengenai berpikir positif . ari buku, dari dukungan orang terdeka. cenderung membentuk pribadi yang negatif, dalam hal ini pesimistik, atau memiliki nilai self-esteem yang rendah (Okada, 2. Interpretasi Teori Ocean Personality Traits pada Film The Secret: Dare to Dream . CARAKA: Indonesia Journal of Communication, vol. , 2025, 387-414 Interpretasi Teori Ocean Personality Traits pada Film The Secret: Dare to Dream . CARAKA: Indonesia Journal of Communication, vol. , 2025, 387-414 Gambar 16. Bray Johnson menawarkan bantuan untuk memperbaiki atap rumah Miranda Wells yang terkena badai. Sumber: Lionsgate: menit: 00:16:39 Ae 00:32:19. Miranda Wells : Auaku bersumpah, seluruh hidupku seperti merasakan firasat, bahwa sesuatu yang sangat buruk akan terjadi, kemudian itu terjadi. Ay Bray Johnson : Aukau tahu, sesuatu tak harus menjadi rangkaian peristiwa burukAy Miranda Wells : Auini jelas terasa begituAy Bray Johnson : Auaku tahu, tapi A aku menyadari jika ketika aku memikirkan tentang apa yang kuinginkan, ketimbang yang tak kuinginkan, hidupku terasa lebih baikAy Miranda Wells : Au kau salah satu orang yang terbangun bahagia, itu kan?Ay Bray Johnson : Aubiar aku membantu, bagaimana?Ay Miranda Wells : Audengan busa ajaib lainnya?Ay Bray Johnson : Auaku baru merenovasi rumah peternakan kecil di Tennessee. Ini takkan menjadi masalah, ini hanya butuh waktu dan AAy Miranda Wells : Audan uang. dua hal yang tidak aku milikiAy Bray Johnson : Autidak sebanyak yang kau pikirkanAy Miranda Wells : Aukenapa kau membantuku?Ay Bray Johnson : Aukarena aku bisaAy Denotasi transkripsi pada adegan di gambar 16 memperlihatkan bagaimana tokoh Bray Johnson menawarkan bantuan kepada Miranda Wells, untuk memperbaiki atap rumahnya yang hancur terkena badai Hazel. Tingkat agreeableness yang tinggi pada tokoh Bray Johnson juga terlihat dari ucapannya menjawab pertanyaan dari tokoh Miranda Wells. Tokoh Bray Johnson memberi pertolongan pada tokoh Miranda Wells tanpa pamrih, sematamata karena ia tahu, ia bisa membantu Miranda Wells dan keluarganya. Konotasi dari adegan tersebut dilihat dari kondisi pembentuknya. Tokoh Bray Johnson dengan ekspresi wajahnya yang bersahabat dan penuh senyum, mencoba menenangkan Miranda Wells dengan menawarkan bantuan. Sebaliknya, tokoh Miranda Wells pada adegan ini menunjukkan wajah penuh rasa cemas bercampur sedih. Mitos pada adegan ini bahwa tokoh Bray Johnson memiliki latar belakang yang lebih stabil, secara finansial dan emosional. Latar belakang pekerjaan tokoh Bray Johnson sebagai Profesional Dosen Fisika di Universitas terkemuka cukup menggambarkan kemampanan finansial yang ia miliki. Sehingga, baginya, pertolongan memperbaiki atap bukanlah alat untuknya mencari uang tambahan, namun murni pertolongan tanpa imbalan uang. Berbanding terbalik dengan latar belakang yang dimiliki tokoh Miranda Wells. Diceritakan sebelumnya bagaimana tokoh Miranda memiliki banyak hutang dan imbalan ia bekerja di restoran tidak mencukupi kebutuhan hidup keluarganya. Perhatiannya pada pengeluaran finansial lebih kritis, dan kepercayaan dalam dirinya bahwa setiap hal buruk akan terus terjadi dalam hidupnya, membentuk persepsinya untuk terus berhati-hati dan tidak mudah percaya pada oranglain. Interpretasi Teori Ocean Personality Traits pada Film The Secret: Dare to Dream . CARAKA: Indonesia Journal of Communication, vol. , 2025, 387-414 Gambar 17. Bray Johnson menahan pintu untuk sepasang kakek-nenek asing yang berpapasan Sumber: Lionsgate, menit: 00:04:44. Bray Johnson tampak masuk kedalam hotel dan menahan pintu agar tetap terbuka untuk memudahkan sepasang orang tua . akek nene. melewati pintu untuk keluar dari hotel. Kakek Nenek : Auterima kasihAy Bray Johnson : Auterima kasihAy Denotasi dan konotasi pada adegan ini terlihat dari perilaku tokoh Bray Johnson, yang tanpa berpikir panjang, menahan pintu tetap terbuka dan mempersilakan sepasang kakeknenek yang tidak ia kenal, untuk keluar ruangan. Sepasang kakek-nenek mengucapkan terima kasih, dan tokoh Bray Johnson pun menjawab hal yang sama. Intonasi nada suara dan Bahasa tubuh yang diperlihatkan menunjukkan tokoh Bray Johnson adalah sosok yang baik, ramah dan mudah akrab dengan orang asing yang ditemuinya. Mitos dari tokoh Bray Johnson yang ingin diperlihatkan adalah sosok yang memiliki kepribadian . yang baik. Sosok dari lingkungan akademisi yang memang sudah seharusnya erat dengan tata krama, terlebih pada orang yang berusia lebih senior. Pada adegan di gambar 17, jika dikaitkan dengan teori OCEAN Traits Personality, jelas tokoh Bray Johnson menunjukkan sikap afeksi, atau kasih ssayang atau kebaikan, meski pada orang asing yang baru ia temui. Mudah melakukan hal baik, meski hanya kebaikan sederhana seperti menahan pintu untuk orang asing, menjadi salah satu indikator seseorang dengan nilai agreeableness yang tinggi. Gambar 18. Bray Johnson encourage Bess Wells mengenai kekuatan dalam diri sumber: Lionsgate, menit: 00:20:24 - 00:20:41. Interpretasi Teori Ocean Personality Traits pada Film The Secret: Dare to Dream . CARAKA: Indonesia Journal of Communication, vol. , 2025, 387-414 Bess Wells Bray Johnson Bess Wells Bray Johnson : Auangin membuatku takutAy : Aualam bisa menjadi sangat kuat, tapi begitu juga denganmuAy : Auaku, tidak mungkinAy : Auya, kau kuat. Tapi kita harus berhati-hati, karena kita mendapat apa yang kita harapkanAy Adegan pada gambar 14 memperlihatkan percakapan antara tokoh Bess Wells yang merasa takut dengan angin kencang, dan tokoh Bray Johnson yang meyakinkan Bess Wells bahwa dalam dirinya pun punya kekuatan yang lebih kuat. Percakapan pada adegan di gambar 18 terhenti dan bersambung sebagaimana percakapan yang terjadi pada adegan di Gambar 19. Bray Johnson menjelaskan mengenai kekuatan pikiran dengan asosiasi sebuah magnet. Sumber: Lionsgate, menit: 00:20:53 - 00:21:13. Bray Johnson Bess Wells Bray Johnson : Aubagaimana kau menyebut ini?Ay : Aukepiting naik sepeda?Ay : Auapa lagi?Ay Interpretasi Teori Ocean Personality Traits pada Film The Secret: Dare to Dream . CARAKA: Indonesia Journal of Communication, vol. , 2025, 387-414 Greg Wells: AumagnetAy Bray Johnson: Audan ini menarik benda dengan kekuatan yang tak bisa kau lihat. Tapi itu jelas nyataAy mempraktikkan bagaimana magnet bisa menarik peniti diatas meja makan Bray Johnson: AuPikiranmu bekerja dengan cara yang sama. Semakin kamu memikirkan tentang sesuatu, semakin kau menarik itu padamu. Ay Adegan pada gambar 18 dan gambar 19 merupakan sebuah rangkaian percakapan, dimana tokoh Bray Johnson, menjelaskan secara logika mengenai konsep berpikiran positif, kepada anak-anak dari Miranda Wells. Greg Wells dan Bess Wells. Sebagaimana dalam buku The Secret karya Rhonda Byrnes, yang merupakan asal dari terbuatnya film ini. Konsep yang meyakini bahwa jenis pikiran yang kita miliki, yang kita percayai, itu menarik hal-hal yang terjadi, hingga pikiran kita memberi pembenaran pada hal tersebut, disebut sebagai Law of Diibaratkan seperti sebuah magnet, otak manusia bekerja menarik hal-hal secara energi tak kasat mata. Namun dapat kita lihat hasil tarikan dari energi pikiran otak kita, pada keseharian kita tersebut. Denotasi dan konotasi pada rangkaian adegan ini terlihat jelas. Tidak hanya melalui kata-kata yang disampaikan oleh tokoh Bray Johnson, namun juga terlihat dari gestur tubuhnya yang membungkuk, mensejajarkan pandangan mata dengan lawan bicara (Greg Wells dan Bess Well. , untuk lebih mendekatkan diri ketika memberi penjelasan pada mereka. Mitos pada adegan ini adalah Bray Johnson memiliki pengetahuan yang luas dan baik mengenai kehidupan dan kekuatan pikiran. Membentuk karakternya yang ramah, tenang dan bijaksana. Neurotisme: Kestabilan emosi. Perubahan suasana hati Dimensi kelima dari OCEAN Personality Traits adalah Neurotisme. Neurotisme mengacu pada kemampuan seseorang dalam mengelola emosi ketika keadaan penuh tekanan atau stress. Individu dengan sisi neurotisme yang tinggi, dianggap rentan terhadap tekanan psikologis. Neurotisme tinggi meliputi sifat negatif seperti: permusuhan, marah, depresi dan kecemasan. Secara umum, neurotisme juga mencakup kerentanan atas stress, keinginan yang berlebihan, kesulitan dalam menoleransi frustasi atas desakan dari oranglain (Widiger & Costa, 2. Interpretasi Teori Ocean Personality Traits pada Film The Secret: Dare to Dream . CARAKA: Indonesia Journal of Communication, vol. , 2025, 387-414 Gambar 20. Miranda Wells berargumen dengan Missy Wells dan tidak sengaja menabrak mobil di depannya Sumber: Lionsgate, menit: 00:12:42 - 00:12:54. Missy Wells : Aukau pengemudi terburuk diseluruh duniaAy Miranda Wells : Auitu karena tidak ada orang lain diseluruh dunia, memiliki penumpang sepertimu!Ay Keluar mobil, menemui pemilik mobil yang ia tabrak tanpa sengaja Miranda Wells : Auaku benar-benar minta maaf, itu sepenuhnya salahkuAy Bray Johnson : Auapa kau baik-baik saja? Anak-anakmu baik-baik saja?Ay Miranda Wells : Auya, selain dari membutuhkan pelajaran tata krama, mereka baik-baik sajaAy Terlihat jelas pada rangkaian gambar 16. Miranda Wells kehilangan sisi kesabarannya ketika berbincang dengan anak pertamanya. Missy Wells. Karena kecerobohannya dalam mengemudi dan tidak apik dalam mengontrol emosinya ketika menyetir mobil, menyebabkan mobilnya menabrak mobil lain didepannya. Interpretasi Teori Ocean Personality Traits pada Film The Secret: Dare to Dream . CARAKA: Indonesia Journal of Communication, vol. , 2025, 387-414 Gambar 21. Miranda Wells bertemu Bray Johnson setelah tabrakan mobil Sumber: Lionsgate, menit: 00:12:55 - 00:13:13. Bray Johnson : Aukelihatannya kau mendapatkan dampak terburuknyaAy Miranda Wells terlihat menendang bumper mobilnya yang sudah rusak akibat tabrakan Bray Johnson : Auhei jangan sia-siakan asuransimu dengan ini. Ay Miranda Wells : Auhilang sudah biaya ganti rugi asuransiAy Bray Johnson berjongkok mengambil bumper mobil yang terlepas dan mencoba mereka-reka untuk memperbaikinya Bray Johnson : Aujika kau punya isolasi dan busa semprot, aku bisa perbaiki iniAy Miranda Wells : Auaku tidak memintamu untuk melakukan ituAy Bray Johnson : Aukau tidak memintaku, aku menawarkanAy Rangkaian gambar 17 adalah adegan berikutnya dari rangkaian gambar di gambar 16. Secara denotasi, transkripsi kata yang diucapkan oleh Miranda Wells yang menjawab pertanyaan dari tokoh Bray Johnson, terbaca kalimat yang tidak mengandung emosional Namun perilaku yang tokoh Miranda tunjukkan bernilai lain. Pada rangkaian gambar 17, terlihat tokoh Miranda Wells menendang bumper mobilnya yang rusak akibat tabrakan Meski setelah menendang bumper tersebut, tokoh Miranda Wells masih tersenyum sembari mengatakan Auhilang sudah biaya ganti rugi asuransi. Ay Sebaliknya, tokoh Bray Johnson secara konsisten menunjukkan karakter yang tenang. Bermula dari pertanyaan yang ia ajukan pada tokoh Miranda Wells Auapa kau baik-baik saja? Anak-anakmu baik-baik saja?Ay. Acapkali kita temukan pribadi yang langsung beremosi tinggi ketika mengetahui kendaraannya ditabrak, dan tidak menanyakan keadaan individu yang menabrak kendaraannya. Kalimat berikutnya yang terlontar dari tokoh Bray Johnson adalah ketika ia mencoba menenangkan tokoh Miranda Wells setelah insiden menendang bumper mobil rusaknya. Auhei jangan sia-siakan asuransimu dengan ini A jika kau punya isolasi dan busa semprot, aku bisa perbaiki iniAy adalah perilaku yang mengikuti sikap tenangnya, mencoba melihat keadaan dan mencari solusi atas masalah saat itu. Pada rangkaian gambar nomor 16 dan 17 terlihat bahwa tokoh Bray Johnson memiliki dimensi neurotisme yang lebih positif dalam kondisi yang tidak terduga. Sebaliknya, tokoh Miranda Wells dinilai sebanyak dua kali kehilangan kontrol terhadap emosinya. Pertama ketika membentak anaknya dengan kalimat Auitu karena tidak ada orang lain diseluruh dunia, memiliki penumpang sepertimu!. Ay Kejadian kedua terlihat ketika Miranda Wells dengan Interpretasi Teori Ocean Personality Traits pada Film The Secret: Dare to Dream . CARAKA: Indonesia Journal of Communication, vol. , 2025, 387-413 emosi menendang bumper mobilnya sehingga lebih rusak dari yang sebelumnya setelah insiden tabrakan. Mitos dari adegan ini adalah kondisi latar belakang tokoh Miranda Wells dihari itu. Diceritakan pada adegan sebelumnya, tokoh Miranda Wells dihari itu yang khawatir akan badai Hazel, kesulitan membayar biaya perawatan giginya yang rusak, hingga adu argumentasi dengan anaknya didalam mobil karena tagihan hutang menumpuk dari pihak Sedangkan pada tokoh Bray Johnson, tidak digambarkan masalah dalam kehidupannya saat itu. Ini menjadi mitos yang melatarbelakangi mengapa kedua tokoh utama ini bertolakbelakang dalam menghadapi insiden tidak terduga, berupa tabrakan mobil. KESIMPULAN Menjawab pertanyaan pada rumusan masalah: AuBagaimana interpretasi Teori OCEAN Personality Traits yang digambarkan dalam Film The Secret: Dare to Dream . Ay, peneliti menemukan kesimpulan -setelah meneliti dengan metode semiotika- hasil sebagai berikut: Dua tokoh utama pada film The Secret: Dare to Dream yaitu Miranda Wells dan Bray Johnson, seringkali menggambarkan dua kepribadian yang bertolak belakang. Berikut adalah tabel dari indikator sifat positif dan negatif antar dua karakter, dilihat dari kacamata Teori OCEAN Personality Traits: Tabel 4. Simpulan Nilai Sifat pada Karakter Utama Conscientiousne Openne OCEAN No. Gambar Tokoh Miranda Wells Skala Tinggi ue Skala Tinggi ue Skala Rendah Tokoh Bray Johnson ue ue ue Skala Rendah ue ue ue ue ue Neurotisme Agreeableness Ekstraversi ue ue ue ue ue ue Interpretasi Teori Ocean Personality Traits pada Film The Secret: Dare to Dream . ue ue CARAKA: Indonesia Journal of Communication, vol. , 2025, 387-413 OCEAN Tokoh Miranda Wells Tokoh Bray Johnson No. Gambar Skala Tinggi Skala Rendah Skala Tinggi Total Nilai Sifat Sumber: data olahan penulis . Skala Rendah Terlihat jumlah sifat positif . kala OCEAN Personality Traits tingg. yang ditampilkan oleh tokoh Bray Johnson lebih unggul dibandingkan jumlah sifat positif yang ditampilkan oleh tokoh Miranda Wells. Tokoh Miranda Wells kerap dimunculkan sebagai pribadi yang skeptis dan pesimistik, sebagaimana terlihat pada tabel 4. Meskipun tidak sedikit yang menilai karakter Bray Johnson terlalu klise karena memiliki banyak kebijaksanaan seperti seorang malaikat (Johanson, 2. Namun, mesin pencarian digital google, mendata 79% dari total orang yang menonton film ini menyukainya. Mayoritas menyukai film ini, karena pesan positif yang disampaikan mengenai kekuatan berpikir optimis yang dapat melewati masa sulit dalam kehidupan lebih baik, dibandingkan bersikap dari hasil berpikir pesimis (Google, 2. DAFTAR PUSTAKA