Nabla Dewantara: Jurnal Pendidikan Matematika Volume 9. No. Mei 2024, hal. ISSN 2528-3901, eISSN 2657-0335 https://ejournal. com/index. php/nabla PENGARUH LKPD BERBASIS PERMAINAN TRADISIONAL BANTEN UNTUK MENDUKUNG KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS SISWA Salma Rohadatul Aisy1*. Etika Khaerunnisa2 Universitas Sultan Ageng Tirtayasa *email: salmarohadatulaisy46@gmail. Abstract: Problem-solving skills are essential mathematical abilities that students must However, students' mathematical problem-solving skills remain low, often due to ineffective teaching methods and monotonous instructional materials that fail to meet the characteristics and needs of student learning. This study aims to examine the impact of student worksheets (LKPD) based on traditional games from Banten on supporting students' mathematical problem-solving abilities. The method used is a Systematic Literature Review (SLR) involving the collection, evaluation, and analysis of data from 15 scientific articles related to the topic. The results show that the use of LKPD in various approaches, such as Problem Based Learning (PBL) and ethnomathematics, is effective in enhancing students' problem-solving skills. Additionally, traditional Banten games such as engklek, gatrik, egrang batok, congklak, and gobak sodor have been proven to significantly support mathematical problem-solving abilities. Therefore, the use of LKPD based on traditional games can create more interactive and enjoyable learning, positively impacting the improvement of students' mathematical problem-solving skills. Keywords: The influence of Student Worksheets. Traditional Games. Problem-Solving Skill Abstrak: Kemampuan pemecahan masalah merupakan kemampuan matematika yang harus dimiliki peserta didik. Namun, kemampuan pemecahan masalah matematis siswa masih rendah, seringkali disebabkan oleh metode pengajaran yang kurang efektif dan bahan ajar yang monoton dan kurang memenuhi karakteristik dan kebutuhan pembelajaran peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) berbasis permainan tradisional di Banten untuk mendukung kemampuan pemecahan masalah matematis siswa. Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) yang melibatkan pengumpulan, evaluasi, dan analisis data dari 15 artikel ilmiah terkait topik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan LKPD dalam berbagai pendekatan, seperti Problem Based Learning (PBL) dan etnomatematika, efektif dalam meningkatkan kemampuan pemecahan masalah siswa. Selain itu, permainan tradisional Banten seperti engklek, gatrik, egrang batok, congklak, dan gobak sodor juga terbukti mendukung kemampuan pemecahan masalah matematis secara signifikan. Oleh karena itu, penggunaan LKPD berbasis permainan Salma Rohadatul Aisy. Etika Khaerunnisa / Nabla Dewantara 9 . 34-44 tradisional dapat menciptakan pembelajaran yang lebih interaktif dan menyenangkan, serta berpengaruh untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematis peserta didik. Kata Kunci: Pengaruh Lembar Kerja Peserta Didik. Permainan Tradisional. Kemampuan pemecahan masalah, game play answer PENDAHULUAN Matematika di masa globalisasi ini menjadi sangat penting karena berperan dalam berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi. Menurut Masykur dalam (Kurniawati & Ekayanti, 2. belajar matematika sama halnya belajar logika, karena kedudukan matematis dalam pengetahuan adalah sebagai ilmu dasar. Oleh karena itu, untuk mempelajari sains, teknologi, dan ilmu lainnya harus menguasai ilmu matematika. Menyadari akan pentingnya matematika, maka pelajaran matematika perlu diberikan kepada semua peserta didik mulai dari sekolah dasar hingga sekolah menengah untuk membekali peserta didik dalam menyelesaikan suatu permasalahan kehidupan sehari-hari. Konsep matematika yang mudah dipahami berasal dari pengalaman manusia yang sudah Konsep matematika terstruktur, saling berhubungan satu sama lain (Hidayah, 2. Banyaknya konsep pada matematika membuat kedudukan matematika masih di pandangan sebagai hal yang negatif karena berhubungan dengan sifat matematika yang abstrak, banyak konsep, penuh dengan angka dan rumus. Sehingga semua orang terutama peserta didik menganggap matematika sebagai mata pelajaran yang sulit dan menakutkan. Di samping itu, menurut Permendikbud Nomor 22 Tahun 2016 tujuan pembelajaran matematika adalah untuk memahami konsep matematika, mendeksripsikan bagaimana hubungan antar konsep, serta menerapkan konsep atau logaritma secara efisien, luwes, akurat, dan tepat saat memecahkan masalah. Untuk mencapai tujuan tersebut, kurikulum pendidikan haruslah sejalan dengan tujuan pembelajaran yang diharapkan. Tujuan kurikulum matematika menurut Permendikbud No. 24 Tahun 2016 tentang Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar Pelajaran Kurikulum pada Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah adalah untuk memahami, menerapkan, dan menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, prosedural dan metakognitif berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan Untuk itu, kemampuan pemecahan masalah penting bagi peserta didik. Namun, kenyataannya banyak peserta didik yang masih memiliki kemampuan pemecahan masalah yang rendah. Berdasarkan permasalahan dari hasil observasi yang dilakukan oleh Susanti et al. , kemampuan pemecahan masalah matematis siswa masih rendah dikarenakan pembelajaran masih berpusat pada guru dan masih banyak siswa kesulitan dalam menyelesaikan masalah matematika dalam berbagai bentuk, terutama soal cerita. Hal ini didukung oleh Sriwahyuni & Maryati . bahwa siswa masih kurang dalam kemampuan pemecahan masalah matematis, terutama dalam hal memilih dan menerapkan strategi untuk menyelesaikan masalah matematika atau non-matematika, menjelaskan atau menginterpretasikan hasil sesuai dengan masalah asli, memeriksa kebenaran jawaban atau hasil, serta menerapkan matematika secara efektif. Penyebab lain rendahnya kemampuan pemecahan masalah siswa, yaitu bahan ajar seperti LKPD yang tersedia di sekolah kurang memenuhi karakteristik dan kebutuhan pembelajaran peserta didik (Ningrum et al. , 2. Guru masih menggunakan bahan ajar cetak sebagai satu35 Salma Rohadatul Aisy. Etika Khaerunnisa / Nabla Dewantara 9 . 34-44 satunya sumber pembelajaran di kelas dan metode pembelajaran berupa ceramah. Menurut Septiani et al. , selama ini. LKPD hanya terdiri dari latihan soal rutin yang harus dikerjakan peserta didik. Hal ini kurang efektif karena terkesan monoton, tidak memiliki kegiatan yang membantu peserta didik belajar proses berpikir dan memecahkan masalah. Dengan begitu, perlu adanya pengembangan LKPD yang mendukung kemampuan pemecahan masalah matematis peserta didik dengan berbasis metode permainan yang menyenangkan bagi siswa, misalnya permainan tradisional. Peserta didik jarang bermain bahkan mengetahui permainan tradisional Indonesia. Siswa lebih sering bermain permainan online karena kemajuan teknologi. Padahal banyak permainan tradisional yang bisa digunakan sebagai permainan dalam pembelajaran matematika. Penggunaan permainan tradisional dapat membantu dalam proses pembelajaran dan bisa melestarikan warisan budaya. Permainan tradisional biasa dimainkan secara berkelompok sehingga dapat membantu siswa meningkatkan interaksi sosial, kemampuan logika, meningkatkan kerja sama antar tim, dan meningkatkan kemampuan anak dalam matematika (Maulida et al. , 2. Salah satu permainan tradisional yang dapat digunakan dalam pembelajaran, yaitu permainan tradisional Banten. Banyak permainan tradisional banten yang dapat diterapkan, seperti congklak, engklek, gobak sodor, engrang, dan lainnya (Goliah et al. , 2. Sebagai contoh, menurut (Fanani & Sari, 2. permainan gobag sodor dapat menarik rasa keingintahuan anak untuk berpartisipasi dalam kegiatan belajar dan bermain sehingga dapat meningkatkan kemampuan kognitif seperti kemampuan pemecahan masalah. Seperti yang dilakukan oleh (Fitriyah et al. , 2. bahwa penelitian metode drill berbantuan permainan engklek termodifikasi berpengaruh terhadap kemampuan pemecahan maslaah siswa kelas VII MTs. Hal ini juga didukung oleh (Firdaus & Putra, 2. bahwa pembelajaran dengan model RME berbantuan permainan congklak terhadap kemampuan pemecahan masalah berpengaruh dibandingkan tanpa berbantuan permainan congklak. Oleh karena itu, penulis ingin melakukan penelitian dengan bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan LKPD berbasis permainan tradisional di Banten dapat mendukung kemampuan pemecahan masalah matematis peserta didik dan membangun kegiatan pembelajaran menjadi lebih interaktif dan METODE Metode yang digunakan dalam artikel ilmiah ini, yaitu Systematic Literature Review (SLR). Systematic Literature Review (SLR) adalah jenis penelitian ilmiah yang berfokus pada topik tertentu dan memungkinkan peneliti menemukan dan mengembangkan teori atau metode, serta mengidentifikasi perbedaan antara teori dengan hasil dari penelitian (Cahyono et al. Pemilihan dan penyeleksian artikel atau literatur yang akan dikaji merupakan salah satu langkah kunci dalam penelitian systematic literature review (SLR). Menurut van der Maren dalam Yasin & Novaliyosi . , ada empat kriteria utama dalam pemilihan artikel untuk penelitian SLR yang digunakan dalam artikel ini, yaitu aksesibilitas, kelengkapan, kebaruan, dan keaslian artikel. Metode literature review ini dapat diakses dari berbagai media yang ada, seperti buku, internet, dokumentasi, dan website resmi. literature review ini menggunakan artikel yang diunduh melalui Publish or Perish (PoP) dengan kata kunci kemampuan pemecahan masalah matematis, permainan tradisional di Banten, dan Pengaruh LKPD untuk mendukung pemecahan masalah. Artikel yang direview dari tahun 2018 hingga tahun 2024 dan sesuai Salma Rohadatul Aisy. Etika Khaerunnisa / Nabla Dewantara 9 . 34-44 dengan topik tersebut. Selanjutnya, artikel yang digunakan dianalisis dan ditabulasi dalam tabel berupa nama penulis, jurnal, dan hasil dari penelitian. Pada artikel ini membahas 15 artikel yang telah direview, dibandingkan, dan diakhiri dengan kesimpulan. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Kemampuan pemecahan masalah merupakan kemampuan yang sangat penting dan hal paling dasar. Ini dikarenakan siswa harus terlebih dahulu memiliki kemampuan pemecahan masalah matematika sebelum dapat belajar kemampuan berpikir tingkat tinggi, seperti berpikir kreatif dan kritis. Oleh karena itu, pembelajaran matematika harus dirancang dengan baik, seperti bahan ajar, media pembelajaran, penggunaan LKPD yang baik, serta metode pembelajaran yang menyenangkan. Berdasarkan alasan tersebut, tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh LKPD berbasis permainan tradisional di Banten untuk mendukung kemampuan pemecahan masalah peserta didik. Berikut ini disajikan data artikel rujukan yang memenuhi kriteria SLR ini. Tabel 1. Literatur terkait pengaruh LKPD untuk mendukung kemampuan pemecahan masalah matematika siswa Penulis dan Tahun Judul Hasil Penelitian MaAowa et al. Pengembangan LKPD Hasil penelitian adalah produk berupa berbasis PBL untuk LKPD berbasis PBL (Problem Based Meningkatkan Learnin. pada materi sistem persamaan Kemampuan linear dua variabel. LKPD telah Pemecahan Masalah dinyatakan valid dengan kriteria sangat baik oleh dua orang validator. Berdasarkan uji coba terbatas, diketahui bahwa LKPD berbasis PBL dapat meningkatkan kemampuan pemecahan masalah peserta didik kelas Vi MTs Hikmatusyarief NW Salut Narmada. Nisa & Salafudin Pengembangan LKS Hasil LKS Berbasis . Berbasis Etnomatematika budaya Jawa Tengah Etnomatematika menunjukkan kategori sangat praktis. Budaya Jawa Tengah kategori efektif, dan kemampuan Meningkatkan pemecahan masalah siswa meningkat Kemampuan sebesar angka 0,57 atau masuk ke dalam Pemecahan Masalah kategori sedang. Materi Aritmetika Sosial Septiani et al. Pengembangan LKPD Kemampuan pemecahan masalah peserta Berbasis didik meningkat setelah menggunakan Etnomatematika Untuk LKPD yang telah dikembangkan dalam Meningkatkan Diperlukan Kemampuan penelitian lebih lanjut mengenai Pemecahan Masalah pengembangan LKPD dengan model atau Matematis Siswa pendekatan lain agar kemampuan pemecahan masalah matematika peserta Salma Rohadatul Aisy. Etika Khaerunnisa / Nabla Dewantara 9 . 34-44 Susanti et al. Susanti et al. Efektivitas LKPD Berbasis Penemuan Terbimbing Meningkatkan Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Kelas XI SMA. Pelatihan Pengembangan LKPD Menggunakan Aplikasi Wizer. Me Berbasis Model ASSURE untuk Meningkatkan Kemampuan Pemecahan Masalah pada Guru Sekolah Dasar Shabira & Andhany Pengembangan LKPD Berbasis Etnomatematika Untuk Meningkatkan Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Siswa Ningrum Pengembangan LKPD Digital Interaktif Pendekatan Matematika Realistik (PMR) Meningkatkan Kemampuan Pemecahan Masalah pada Materi Aritmatika Sosial Kelas VII Nst & Bahri . Pengembangan LKPD Berbasis Etnomatematika Jajanan Pasar Untuk Penerapan LKPD yang berbasis pada penemuan terbimbing terbukti efektif pemecahan masalah peserta didik, dikarenakan sudah lebih dari 75% dari seluruh peserta didik mencapai nilai di atas KKM. Pelatihan LKPD aplikasi Wizer. Me berbasis model ASSURE telah menunjukkan hasil yang positif. Aplikasi ini memungkinkan peserta pelatihan untuk membuat media pembelajaran yang berbeda dari LKPD konvensional karena memungkinkan peserta didik untuk berpartisipasi secara aktif dalam proses pembelajaran, melalui tugas dan pertanyaan interaktif. Pengembangan LKPD pada pembelajaran yang berbasis etnomatematika untuk matematis siswa dengan permainan engklek materi bangun datar telah teruji Hasilnya menunjukkan nilai validitas 87. 3% yang merupakan kategori sangat valid, nilai praktikalitas 86,8% yang merupakan kategori sangat praktis, serta setelah beberapa perbaikan LKPD tersebut dapat digunakan dalam Peserta didik yang telah menerapkan LKPD digital interaktif mengalami peningkatan keterampilan pemecahan masalah dari rata- rata nilai pretest sebesar 48,44 menjadi 89,32 pada ratarata nilai posttest. Analisis N-Gain pemecahan masalah matematis peserta didik mengalami peningkatan sebesar 0,82 yang termasuk dalam kategori Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil uji validitas LKPD masuk dalam kategori sangat valid dengan rata-rata 90% dan hasil praktisitas LKPD masuk Salma Rohadatul Aisy. Etika Khaerunnisa / Nabla Dewantara 9 . 34-44 Meningkatkan Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Siswa dalam kategori sangat praktis dengan rata-rata 90,43%. Hasil pre-test menunjukkan bahwa kemampuan peserta didik dalam memecahkan masalah matematis telah meningkat dan hasil posttest menunjukkan bahwa peserta didik mencapai nilai konfirmasi sebesar 0,71 dengan kategori tinggi. E-LKPD Matematika E-LKPD berorientasi REACT yang Berbasis React: mengacu pada kurikulum, kebutuhan Meningkatkan peserta didik, dan sumber bahan ajar Kemampuan sehingga E-LKPD berbasis REACT Pemecahan Masalah terbukti valid sesuai dengan tahapan Matematis pengembangan ADDIE. Dari hasil analisis data diperoleh bahwa H0 ditolak dan H1 diterima. Dengan demikian, penerapan E-LKPD berbasis REACT meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematis peserta didik. Berdasarkan hasil penelitian pada Tabel 1. bahwa pengembangan dan penggunaan LKPD dalam berbagai pendekatan dapat mendukung dan meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematis. Berbagai pendekatan, seperti LKPD berbasis etnomatematika budaya Jawa Tengah. Problem Based Learning (PBL) dan penggunaan aplikasi yang interaktif, telah disimpulkan efektif dalam meningkatkan keterampilan peserta didik. Hasil penelitian yang dilakukan oleh Nisa & Salafudin . menunjukkan bahwa peningkatan signifikan dalam kategori kepraktisan dan efektivitas, sementara hasil pengembangan oleh MaAowa et al. bahwa LKPD berbasis PBL valid dan efektif dalam meningkatkan kemampuan pemecahan masalah peserta didik. Hasil penelitian dari beberapa artikel ini memberikan kesimpulan bahwa pentingnya LKPD dapat membantu dan memperkuat pembelajara matematika siswa terutama dalam peningkatan kemampuan pemecahan masalah. Tabel 2. Literatur terkait permainan tradisional Banten untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa Penulis dan Tahun Judul Hasil Penelitian Fitriyah et al. Pengaruh Penggunaan Dengan menggunakan uji t-test dalam Metode Drill Berbantuan penelitian ini dapat disimpulkan bahwa Permainan Engklek metode drill berbantuan permainan Termodifikasi terhadap engklek termodifikasi berpengaruh Kemampuan Pemecahan terhadap Masalah Siswa Kelas VII masalah siswa kelas VII MTs Uswatun Hasanah. Dengan demikian dianjurkan terutama bagi para guru di sekolah untuk menggunakan metode tersebut agar kemampuan pemecahan masalah siswa menjadi lebih baik. Salma Rohadatul Aisy. Etika Khaerunnisa / Nabla Dewantara 9 . Alkulub . Efektivitas Pembelajaran Matematika Realistik Dengan Permainan Gatrik Pada Materi Operasi Hitung Campuran Kelas IV SD Maryanti . Pengembangan Media Board Games Berbasis Permainan Tradisional Egrang Batok untuk Siswa Sekolah Dasar Matulessy . Efektivitas kemampuan matematika siswa: literature review Firdaus Putra Pengaruh Model Realistic Mathemac Education Berbantuan Congklak Pembelajaran matematika realistik menggunakan permainan gatrik efektif diterapkan pada materi operasi hitung campuran di kelas IV SD. Hal ini dibuktikan dengan hasil penelitian di kelas implementasi diantaranya adalah keterlaksanaan pembelajaran oleh guru dikategorikan baik karena setiap indikator mendapat nilai Ou 3. Aktivitas siswa termasuk dalam waktu ideal sehingga dikatakan efektif. Respon siswa terhadap pembelajaran juga 77,92% ketuntasan belajar siswa secara klasikal 78,57% mendapatkan nilai di atas KKM. Media pembelajaran berbasis permainan tradisional egrang batok dikembangkan menggunakan konsep desain permainan ludo yang dicetak dalam ukuran besar. Setelah desain Board Game selesai, mengembangkan media yang mencakup tahap pembuatan atau penyusunan. Tahap ini meliputi perancangan aturan dan cara bermain serta penyusunan alatalat dalam Board Game, seperti kartu pertanyaan, kartu tantangan, kartu hukuman, egrang batok sebagai pion, dan lintasannya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa permainan congklak sangat efektif matematika dalam berbagai aspek karena permainan coklak ini melibatkan penjumlahan, pengurangan maupun perkalian. Selain itu, pembelajaran yang menyenangkan akan membuat siswa lebih bersemangat sehingga proses belajarnya menjadi lebih optimal. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwapenggunaan model pembelajaran realistic mathematic educationdengan Salma Rohadatul Aisy. Etika Khaerunnisa / Nabla Dewantara 9 . Kemampuan Pemecahan Masalah Siswa Materi KPK dan FPB SD Negeri 4 Purbowangi Masruroh Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis pada Pembelajaran Berbasis Etnomatematika Gustira et al. Permainan Tradisional Petualangan Gobak Sodor dan Kemampuan Pemecahan Masalah kemampuan pemecahan masalah siswa. Hal ini ditunjukkan dengan nilai signifikansi sebesar 0,000a < 0,05 dengan menggunakan uji regresi linear Hasil identifikasi dan analisis artikel matematika bernuansa etnomatematika meningkatkan kemampuan pemecahan Pembelajaran kesempatan kepada siswa untuk berdiskusi tentang materi yang dipelajari kemudian dikaitkan dengan pengalaman kebiasaan budaya siswa yang pernah dialami siswa sehingga siswa dapat memahami, mengolah,dan menggunakan ide-ide dan konsep matematika terkait pengalaman siswa untuk memecahkan permasalahan matematika yang berkaitan dengan aktivitas sehari-hari siswa secara inovatif dan mandiri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa desain produk permainan tradisional petualangan gobak sodor layak untuk meningkatkan pemahaman anak tentang kemampuan pemecahan masalah. Selain itu, keefektifan produk mendapatkan nilai signifikansi < 0,05 yang artinya produk dianggap efektif dalam meningkatkan kemampuan pemecahan Berdasarkan hasil penelitian pada Tabel 2. disimpulkan bahwa berbagai pendekatan inovatif dalam pembelajaran matematika berbasis permainan tradisional telah memberikan dampak positif pada kemampuan pemecahan masalah siswa. Penggunaan metode drill dengan bantuan permainan tradisional seperti engklek dan gatrik terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman dan kemampuan siswa dalam operasi hitung dan pemecahan masalah. Selain itu, pengembangan media pembelajaran berbasis permainan tradisional seperti egrang batok dan petualangan gobak sodor juga menunjukkan hasil yang positif, dengan siswa menunjukkan peningkatan signifikan dalam kemampuan matematika mereka. Permainan congklak, baik Salma Rohadatul Aisy. Etika Khaerunnisa / Nabla Dewantara 9 . 34-44 dalam konteks pembelajaran matematika realistik maupun sebagai alat pembelajaran umum, efektif dalam melibatkan kemampuan matematika seperti penjumlahan, pengurangan, dan Pembahasan Hasil penelitian dari artikel-artikel relevan yang telah ditelaah dan diidentifikasi menunjukkan bahwa penggunaan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) dengan berbagai pendekatan inovatif, serta integrasi permainan tradisional dalam pembelajaran matematika, efektif dalam meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa. Hasil penelitian dari MaAowa et al. menunjukkan bahwa LKPD berbasis Problem Based Learning (PBL) valid dan efektif dalam meningkatkan kemampuan pemecahan masalah siswa. Selain itu. Nisa & Salafudin . menemukan bahwa LKPD berbasis etnomatematika budaya Jawa Tengah juga efektif dalam meningkatkan kemampuan ini. Penelitian oleh Susanti et al. dan Ningrum et al. menunjukkan bahwa LKPD yang dirancang dengan baik, termasuk yang menggunakan aplikasi interaktif, mampu memberikan hasil positif dalam pembelajaran Temuan ini menegaskan bahwa LKPD berbasis berbagai pendekatan inovatif dapat mendukung peningkatan kemampuan pemecahan masalah siswa. Penelitian lainnya menunjukkan bahwa metode drill berbantuan permainan tradisional seperti engklek dan gatrik efektif dalam meningkatkan kemampuan pemecahan masalah siswa (Fitriyah et al. Alkulub 2. Maryanti et al. menemukan bahwa media pembelajaran berbasis permainan tradisional seperti egrang batok dapat meningkatkan interaksi siswa dengan materi pembelajaran. Penelitian Firdaus & Putra . dan Gustira et al. juga menunjukkan bahwa permainan tradisional seperti congklak dan gobak sodor efektif dalam meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa. Temuan ini menunjukkan bahwa permainan tradisional dapat memberikan konteks yang menarik dan relevan untuk pembelajaran matematika. Penggunaan LKPD berbasis permainan tradisional dapat memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan, yang dapat meningkatkan motivasi dan keterlibatan siswa dalam pembelajaran matematika. Pendekatan ini tidak hanya membantu siswa memahami konsep matematika dengan lebih baik, tetapi juga membuat materi lebih relevan dan bermakna. Integrasi budaya lokal melalui permainan tradisional dapat memperkaya pengalaman belajar siswa dan meningkatkan kemampuan pemecahan masalah secara lebih efektif. Untuk penelitian lebih lanjut, diperlukan uji coba berbagai model atau pendekatan lain dalam pengembangan LKPD untuk mencapai hasil yang lebih baik Septiani et al. Penerapan pendekatan serupa di berbagai jenjang pendidikan dan konteks budaya yang berbeda juga perlu dilakukan untuk menguji efektivitasnya secara lebih luas. Selain itu, pelatihan bagi guru untuk mengembangkan dan menggunakan LKPD berbasis permainan tradisional dalam pembelajaran sehari-hari sangat dianjurkan. Contoh penerapan permainan engklek termodifikasi yang dilakukan oleh Fitriyah et al. , yaitu siswa dibagi menjadi kelompok dan berbaris. Pemain pertama melemparkan gacuk ke bangun datar pertama, melompat dengan satu kaki, dan menghindari bangun datar yang terdapat gacuk. Pemain tidak boleh menyentuh garis pembatas. Setelah kembali, pemain mengambil gacuk dan soal, lalu mengerjakan soal tersebut. Jika jawaban benar, pemain melanjutkan dengan melemparkan gacuk ke bangun datar berikutnya. jika salah, dia berbaris di Salma Rohadatul Aisy. Etika Khaerunnisa / Nabla Dewantara 9 . 34-44 Proses ini berulang hingga soal dijawab dengan benar. Kelompok yang mencapai level tertinggi dalam waktu yang ditentukan menang. Permainan ini menggabungkan aktivitas fisik dan penyelesaian soal matematika serta meningkatkan kemampuan pemecahan masalah siswa secara interaktif. Secara keseluruhan, inovasi dalam pengembangan bahan ajar dan media pembelajaran, termasuk penggunaan LKPD berbasis berbagai pendekatan serta integrasi permainan tradisional, sangat penting untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematis Pendekatan ini tidak hanya membuat pembelajaran lebih menyenangkan, tetapi juga membantu siswa memahami dan mengaplikasikan konsep matematika dengan lebih baik. SIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah dijabarkan, dapat disimpulkan bahwa pengembangan dan penggunaan LKPD dalam berbagai pendekatan dapat meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa. Selain penggunaan LKPD, penerapan permainan tradisional di Banten seperti engklek, gatrik, egrang batok, congklak, dan gobak sodor berpengaruh untuk mendukung kemampuan pemecahan masalah matematis peserta Oleh karena itu. Penggunaan LKPD berbasis permainan tradisional di Banten dapat berpengaruh dan efektif dalam meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematis peserta didik. DAFTAR PUSTAKA