SOSFILKOM Volume XIV Nomor 01 Januari-Juni 2020 PROSES KONVERSI AGAMA (STUDI KASUS PADA PEMUDA YANG MEMUTUSKAN BERHIJRAH) Fitri Awan Arif Firmansyah Universitas Slamet Sri Batang Fitriawanarif@yahoo. Abstrak Perubahan perilaku yang bersifat negatif dari masyarakat sebagai dampak dari pembangunan dapat dilihat antara lain dengan gaya hidup yang glamour, pergaulan bebas, hedonistik, yang semuanya diekspresikan sesuai dengan tingkat intelektualitas dan kelas sosialnya masing-masing. Pemuda misalnya, yang merupakan bagian dari masyarakat adalah komunitas yang paling rentan menerima perubahan-perubahan itu. Pemuda sebagai sosok dengan usia yang masih labil sangat mudah terpengaruh oleh faktor-faktor yang dapat membawa mereka ketindak penyimpangan. Namun dari banyaknya tindakan penyimpangan yang dilakukan pemuda. Sekarang banyak muncul komunitas-komunitas pemuda hijrah yang beranggotakan para pemuda yang pernah mengalami tindakanan penyimpangan, kriminal, dan memutuskan untuk berubah menjauhi perbuatan terlarang dan fokus untuk mempelajari agama serta mendekatkan diri kepada tuhan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Pengumpulan data menggunakan teknik wawancara semi terstruktur. Informan dalam penelitian ini dipilih seseorang yang memutuskan untuk berhijrah dan memiliki masa lalu yang menyimpang dari nilai-nilai norma sosial dan agama yang berjumlah lima orang dan berjenis kelamin laki-laki. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa penyebab dan proses suatu konversi agama berupa adanya gejolak dalam diri individu berupa permasalahan yang membuat dirinya bingung. Kejadian yang membuat dirinya ingin berubah, setelah itu semua subjek mengalami proses perubahan perilaku melalui berbagai cara seperti mulai belajar mengaji, sholat, menjauhi pergaulan yang dulu. hingga akhirya subjek memantapkan diri untuk menjadi orang yang lebih Kata Kunci : Konversi Agama. Hijrah. Pemuda Abstract Negative behavior changes from society as a result of development can be seen, among others, with a glamorous, promiscuous, hedonistic lifestyle, all of which are expressed according to their intellectual level and social class. Youth for example, who are part of society, are the community most vulnerable to these changes. Youth as a person with an unstable age are very easily affected by factors that can lead them to act of deviance. However, from the many deviant acts committed by youth, now there are many migrant youth communities consisting of young people who have experienced acts of deviation, crime, and decided to change away from forbidden acts and focus on studying religion and getting closer to God. This research uses a descriptive qualitative Collecting data using semi-structured interview techniques. The informant in this study was chosen someone who decided to emigrate and had a past that deviated from the values of social and religious norms, amounting to five people and male gender. The results of this study indicate that the cause and process of a religious conversion is in the form of turmoil within the Diterbitkan oleh FISIP UMC | 19 SOSFILKOM Volume XIV Nomor 01 Januari-Juni 2020 individual in the form of problems that make him confused. The incident that made him want to change, after that all the subjects experienced a process of changing behavior through various means such as starting to learn the Koran, praying, staying away from previous associations, so that finally the subject solidified himself to become a better person. Keywords: Religious conversion. Hijrah. Youth PENDAHULUAN Manusia adalah makhluk dinamis yang dapat berubah dari waktu ke waktu. Manusia diberikan suatu pilihan dalam kehidupan untuk menjadi individu yang berada dijalan yang benar atau berada dijalan keburukan. Pastinya semua orang berharap berada dijalan kebaikan walaupun pada kenyataanya banyak manusia yang berada dijalan keburukan. Perubahan perilaku yang bersifat negatif dari pembangunan dapat dilihat antara lain dengan gaya hidup yang glamour, pergaulan diekspresikan sesuai dengan tingkat intelektualitas dan kelas sosialnya masingmasing. Pemuda misalnya, yang merupakan bagian dari masyarakat adalah komunitas yang paling rentan menerima perubahanperubahan itu. Pemuda sebagai sosok dengan usia yang masih labil sangat mudah terpengaruh oleh faktor-faktor yang dapat membawa mereka ketindak penyimpangan. Perubahan-perubahan sosial budaya yang bergerak cepat pada era moderen ini sebagai teknologi, banyaknya jumlah penduduk dan krisis multi dimensi telah mempengaruhi Pengaruh perubahan-perubahan tersebut juga dirasakan oleh pemuda sebagai kepentingannya dimasa kini dan tantangan (Taufik,2. Sekarang ini banyak Diterbitkan oleh FISIP UMC kasus-kasus kriminal yang melibatkan pemuda Beberapa kasus kriminal di indonesia rata-rata adalah pemuda yang berusia 20-30 tahun yang mereka rata-rata melakukan aksi seperti tawuran, minumminuman keras, penganiayaan dan narkoba (Badan Pusat Statistik,2014 ) di akses 4 november 2020, selain itu juga terdapat beberapa kasus kriminal yang melibatkan pemuda seperti yang terjadi pada tanggal 12, juni 2018 polisi berhasil menangkap empat pemuda komplotan begal di kota brebes mereka masih berusia 20 sampai 30 tahun dari hasil pemeriksaan mereka kerap melakukan aksinya untuk memenuhi kebtuhan mereka yaitu berfoya-foya . , di akses 15 oktober 2020, menurut Hasan . perilaku menyimpang seperti meminum-minuman beralkohol, seks bebas, pemakai obat-obatan terlarang adalah dosa yang sangat besar karena dengan jelas melanggar aturan pokok yang dibuat Allah SWT. Dosa besar akan menimbulkan kerugian pada diri sendiri maupun lingkungan sekitar sedangkan tugas manusia hidup dibumi adalah sebagai khalifah yaitu menjaga dunia seisinya maka dari itu manusia yang melakukan perbuatan buruk seharusnya segera sadar (Sururin,2. Dari maraknya kasus kriminal dan penyimpangan norma-norma sosial yang melibatkan pemuda. Saat ini telah terbentuk komunitas-komunitas pemuda hijrah yang didalamnya beranggotakan individu yang ingin berhijrah atau meninggalkan masa lalu yang kurang baik atau menyimpang dari norma-norma sosial (Nur & Meria 2. Selain itu pada saat ini banyak kisah-kisah | 20 SOSFILKOM Volume XIV Nomor 01 hijrahnya seorang pemuda seperti yang di kisahkan Okezone. Sebagian warga Kota Solo. Jawa Tengah (Jaten. mungkin pernah mendengar ada pria bernama Roni Bodax. Ya, dia adalah pria bertato yang kini menjadi pendakwah. Belum lama ini. Roni berkesempatan menceritakan kisah inspiratifnya di acara Hafiz Indonesia 2019 yang tayang di RCTI. Jumat 17 Mei 2019 lalu. Sosok Roni memang terlihat menyeramkan dengan tato di sekujur tubuhnya. Bahkan, wajah pria asal Solo itu juga dipenuhi dengan gambar dari tinta hitam. Di balik penampilan seperti itu, sebagai pendakwah Roni memiliki tekad mulia untuk membuat orang yang tersesat kembali ke jalan yang benar sesuai dengan tuntunan agama. Kisah inspiratif Roni Bodax bermula kala dia merupakan siswa biasa di SD Al-Islam 2 Jamsaren Surakarta. Kecamatan Serengan. Kota Solo. Dia mulai mengenal tato kala duduk di bangku kelas I SMP Al Islam 1 Surakarta. Kecamatan Serengan. Kota Solo. Lingkungan luar yang buruk disebut sebagai pemicu Roni Bodax mulai mengenal tato dan minuman keras. "Dulu itu dari lingkungan yang kurang baik. Dulu kalau enggak mabuk ya di gim online. Suatu ketika disamperin anak punk terus ngajak kenalan, sampai akhirnya minum Itu awalnya kenal tato," ucap Roni saat ditanya Irfan Hakim selaku pembawa acara Hafiz Indonesia 2019. Roni yang tinggal di Kota Solo dan orang tuanya tinggal di Jakarta kemudian terjun ke dunia Sampai akhirnya, ayah Roni meninggal dunia di Jakarta dan dibawa pulang ke Solo. Namun meninggalnya sang ayah justru tak membuat Roni Bodax berhenti berbuat maksiat. "Mabuk tato masih jalan terus," lanjut Roni Bodax. Hal yang kemudian mengubah hidup Roni Bodax ternyata adalah permintaan sang ibunda. Ibu Roni memintanya agar kembali ke jalan Diterbitkan oleh FISIP UMC Januari-Juni 2020 yang benar dan meninggalkan perbuatan maksiat yang selama ini digandrungi. "Ibu mau pulang ke Solo tapi ada syaratnya, ibu cuma meminta Mas Roni salat lagi, mengaji lagi, seperti waktu masih kecil. Enggak sadar mulut langsung mengucap 'iya bu'," Roni mengaku kembali belajar mengaji mulai dari Iqra' IV meski usianya sudah dewasa. Meski demikian. Roni Bodax mampu membuktikan dirinya mampu berubah dan kembali ke jalan yang benar. Kini. Roni berdakwah dengan menghampiri preman-preman bertato di tepi jalan. Uniknya. Roni mengajak preman untuk bertaubat dengan cara yang sangat halus. Roni Bodax hanya mengajak para preman untuk menongkrong di depan masjid. Setelah lama-kelamaan, beberapa preman mulai tertarik untuk salat setiap azan berkumandang tanpa ada ajakan dari Roni Bodax. Kisah inspiratif pendakwah Roni Bodax asal Solo itu kemudian memicu perhatian lebih dari warganet. Banyak yang terinspirasi dari perjalanan hidup Roni Bodax. "Lebih baik menjadi orang jahat yang bertaubat dibanding orang baik yang bermaksiat" begitu kalimat yang ramai dilontarkan warganet dalam kolom komentar video kisah Roni Bodax di saluran Youtube Hafiz Indonesia. Di akses 25 Oktober 2020. Dalam hal ini konversi agama terjadi dalam diri individu dimana menurut Jalaludin . Konversi agama merupakan suatu istilah untuk proses yang menjurus kepada penerimaan atau perubahan sikap keagamaan individu. Konversi agama Pertama, pindah/masuk kedalam agama yang lain. dahulu seseorang menganut agama Kristen tapi sekarang pindah/masuk agama Islam atau sebaliknya, seseorang yang menganut agama Islam pindah/masuk ke dalam agama Kristen. Kedua. Perubah | 21 SOSFILKOM Volume XIV Nomor 01 sikap keagamaan dalam agamanya sendiri. Dalam konteks ini, konversi agama menunjukan perubahan sikap seseorang terhadap agamanya sendiri, perubahan atau pergantian sikap seseorang itu disebakan oleh adanya masalah-masalah dalam peningkatannya di dalam pemahaman atau pengamalan seseorang terhadap agamanya misalnya, seorang tidak taat melaksanakan amalan-amalan agamnya, tetapi setalah terjadinya konversi agama . sikap pada dirinya, ia menjadi taat dalam dalam melaksanakan agamanya. Dari hal inilah peneliti tertarik untuk mediskripsikan proses konversi agama yang dilakukan pemuda yang memutuskan untuk berhijrah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor yang mempengaruhi konversi agama pada individu dan proses konversi agama. Pengertian konversi agama menurut Jalaludin merupakan suatu istilah untuk proses yang menjurus kepada penerimaan atau perubahan sikap keagamaan individu. Konversi agama mengandung dua arti. Pertama, pindah/masuk kedalam agama yang lain. seseorang menganut agama Kristen tapi sekarang pindah/masuk agama Islam atau sebaliknya, seseorang yang menganut agama Islam pindah/masuk ke dalam agama Kristen. Kedua. Perubah sikap keagamaan dalam agamanya sendiri. Dalam konteks ini, konversi agama menunjukan perubahan sikap seseorang terhadap agamanya sendiri, perubahan atau pergantian sikap seseorang itu disebakan oleh adanya masalah-masalah dalam agamanya, hal ini menunjukkan peningkatannya di dalam pemahaman atau misalnya, seseorang tidak taat melaksanakan amalan-amalan agamanya, tetapi setelah terjadinya konversi agama Diterbitkan oleh FISIP UMC Januari-Juni 2020 . sikap pada dirinya, ia menjadi taat dalam melaksanakan agamanya. Menurut Daradjat . Konversi agama sebagai suatu macam pertumbuhan mengandung perubahan arah yang cukup berarti, dalam sikap terhadap agama dan tindak agama. Lebih lanjut ditegasnya bahwa, konversi agama menunjukkan perubahan emosi yang tiba-tiba ke arah mendapat hidayah Allah secara mendada, telah terjadi, yang mungkin saja sangat mendalam atau Dan mungkin pula terjadi perubahan tersebut secara berangsur-angsur. Menurut Ramayulis . Secara psikologis terjadinya konversi agama pada seseorang disebabkan adanya suatu tenaga jiwa yang menguasai dan merobah kebiasaan Sebagaimana dibuktikan William James pada hasil penelitian terhadap pengalaman agama berbagai tokoh yang kesimpulan sebagai berikut: . Konversi agama terjadi karena adanya suatu tenaga jiwa yang menguasai pusat kebiasaan seseorang sehingga pada dirinya muncul persepsi baru, dalam bentuk suatu ide yang bersemi secara Konversi agama dapat terjadi oleh karena suatu krisis ataupun secara mendadak . anpa sutu prose. Sedangkan menurut W. Clark . alam Sururin,2. mendefinisikan bahwa konversi agama sebagai suatu macam pertumbuhan atau perkembangan spiritual yang mengandung perubahan arah yang cukup berarti, dalam sikap terhadap ajaran dan tindakan agama. Menurut Wildan Baihaqi . , konversi agama menunjukkan bahwa suatu perubahan emosi yang secara tiba-tiba kearah mendapat hidayah Allah SWT secara mendadak, telah terjadi, yang mungkin saja sangat mendalam atau dangkal, dan mungkin pula terjadi perubahan tersebut secara berangsur-angsur. | 22 SOSFILKOM Volume XIV Nomor 01 Tipologi Konversi Agama Konversi agama yang terjadi dalam masyarakat terdiri dari dua bentuk, yaitu : Tipe Volitional ( perubahan bertahap ) Konversi agama tipe ini terjadi melalui proses, dimana individu berusaha merubah kebiasaan-kebiasaan yang dilakukannya secara berangsur-angsur. Jalaluddin menulis pendapat Starbuck bahwa konversi agama tipe ini terjadi secara proses sedikit demi sedikit sehingga kemudian menjadi aspek dari kebiasaan kerohanian yang baru. Perubahan secara bertahap ini biasanya terjadi secara lambat, orang harus menempuh perjuangan batin secara mendalam untuk menjauhkan dirinya dari dosa-dosa. dan kesalahan yang dilakukan dalam hidupnya. Konversi agama tipe ini melalui proses, berapa lamanya proses yang orang-orang melakukan konversi agama tidaklah sama, tergantung kepada kepribadian, pendidikan dan lingkungan seseorang, namun proses ini harus mereka jalani. Untuk merobah sistem kepercayaan seseorang agak sukar karena termasuk kedalam pranata primer. Tipe Self Surrender ( perubahan drastis ). Konversi agama tipe ini terjadi secara tiba-tiba, biasanya perubahan sikap keagamaan tipe self surrender tidak melalui proses yang lama atau panjang, bisa terjadi dengan seketika baik proses perubahan sikap individu terhadap agama orang lain maupun perubahan sikap individu masalah-masalah terdapat dalam agamanya. Dalam hal ini Jalaluddin setuju dengan pendapat William James yang mengatakan bahwa adanya pengaruh petunjuk dari Yang Maha Kuasa terhadap seseorang. Diterbitkan oleh FISIP UMC Januari-Juni 2020 karena gejala konversi ini terjadi dengan sendirinya pada diri seseorang, sehingga ia menerima konversi yang baru dengan pengaruh terhadap jiwa Jadi ada semacam petunjuk (Hidaya. dari Tuhan Jalaludin,2015:. Menurut Hendro . bahwa faktor pendorong terjadinya konversi agama adalah faktor kejiwaan. Dimana orang menghadapi situasi yang menakutkan dan tekanan batin yang tidak bisa diatasi, mereka bisa mengalahkan motifmotif atau pandangan hidup terdahulu yang selama ini ditaati Berbagai ahli berbeda pendapat dalam menentukan faktor yang menjadi pendorong Wiliam James dalam bukunya The Varieties of Religious Experience dan Max Heirich dalam bukunya Change of Hearth banyak menguraikan faktor yang mendorong terjadinya konversi agama tersebut. Dalam buku tersebut diuraikan pendapat dari para ahli yang terlibat dalam disiplin ilmu, masing-masing mengemukakan pendapat bahwa konversi agama disebabkan faktor yang cenderung didominasi oleh lapangan ilmu yang mereka tekuni. Para ahli agama menyatakan, bahwa yang menjadi faktor pendorong terjadinya konversi agama adalah petunjuk ilahi. Pengaruh superanatural berperan secara dominan dalam proses terjadinya konversi agama pada diri seseorang atau Para ahli sosiologi berpendapat,bahwa yang menyebabkan terjadinya konversi agama adalah pengaruh socsal. Pengaruh social yang mendorong terjadinya konversi itu terdiri dari adanya berbagai faktor antara lain : Pengaruh hubungan antar pribadi yang bersifat keagamaan maupun non agama | 23 SOSFILKOM Volume XIV Nomor 01 Pengaruh kebiasaan yang rutin pengaruh ini dapat mendorong seseorang atau kelompok untuk berubah kepercayaan jika dilakukan secara rutin dan terbiasa. Misalnya : ataupun pertemuan-pertemuan yang lembaga formal maupun non formal. Pengaruh anjuran atau propaganda orang-orang misalnya : karib, keluarga, family. Pengaruh pemimpin agama merupakan salah satu faktor pendorong konversi Pengaruh berdasarkan hobi, perkumpulan yang dimasuki seseorang berdasarkan hobinya dapat pula Pengaruh kekuasaan pemimpin, yang dimaksud disisni adalah pengaruh kekuasaan pemimpin berdasarkan Masyarakat agama yang dianut oleh kepala neagara atau raja mereka. Menurut. Mukhlis . Pemuda atau generasi muda merupakan konsepkonsep yang selalu dikaitkan dengan masalah AuNilaiAy hal ini sering lebih merupakan pengertian ideologis dan cultural dari pada pengertian ilmiah, misalnya AuPemuda harapan bangsaAy dan Aupemuda pemilik masa depanAy dan lain sebagainya yang kesemuanya itu merupakan beban moral bagi pemuda untuk memberikan konstribusi pada masa depan masyarakat bangsa Indonesia. Tetapi dilain pihak pemuda menghadapi persoalan-persoalan Diterbitkan oleh FISIP UMC Januari-Juni 2020 yang akut seperti narkoba, kenakalan remaja, dan terbatasnya lapangan kerja. Menuut Sarwono . usia 10-24 tahun digolongkan sebagai young people, sedangkan remaja atau adolescence dalam golongan usia 10-19 tahun. Pemuda adalah suatu generasi yang dipundaknya dibebani bermacam-macam harapan, terutama dari generasi lainya. Hal ini dapat dimengerti karena pemuda diharapkan sebagai generasi penerus, genrasi yang harus mengisi dan melangsungkan estafet pembangunan secara berkelanjutanAy. Menurut Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2009 tentang kepemudaan pasal 1 ayat . , mendefinisikan bahwa AuPemuda adalah warga negara Indonesia Yang memasuki periode penting pertumbuhan dan perkembangan yang berusia 16 . nam bela. sampai 30 . iga pulu. Menurut Caar . pemuda dapat dilihat dari berbagai aspek yaitu: Aspek Psikologis Pemuda merupakan seorang yang mulai menghindari ketergantungan kepada Mulai merencanakan dan memilih langkahlangkah apa yang akan ia lakukan Proses pertumbuhan dan kepribadian pemuda dipengarugi oleh beberapa faktor seperti keterbelakangan jasmani dan mental, salah asuh orang tua keluarga dan guru-guru di Hambatan-hambatan tersebut memnugkinkan terjadinya tindak peyimpangan pada pemuda dan harus mendapatkan perhatian dari semua pihak. Aspek budaya Pemuda merupakan pewaris generasi yang seharusnya memiliki nilai-nilai luhur, bertingkah laku baik, berjiwa membangun, cinta tanah air, memiliki | 24 SOSFILKOM Volume XIV Nomor 01 visi dan tujuan positif . pemuda harus bisa memepertahankan tradisi dan kearifan lokal sebagai identitas bangsa Aspek Ekonomi Pemuda dalam bidang ekonomi memiliki peran yang sangat urgensi dalam menggerakan roda perekonomian Karena disokong oleh ide-ide dan gagasan cemerlang. Kesadaran akan pentingnya usia dan jiwa muda membuat para pemuda selalu tampil dalam setiap momentum. Bukan sebagai objek suatu peristiwa melainkan sebagai subjek pengubah, yang mendorong setiap perubahan kearah konstruktif serta menjadi kekuatan moral dalam mengawal setiap perjalanan dan pembangunan bangsa. Aspek Politik Dalam kehidupan sosial politik aspirasi mengikuti pola infrastruktur politik yang hidup dan berkembang pada suatu periode tertentu. Akibatnya makin bahwa dikalangan pemuda masih ada hambatan hambatan untuk menumbuhkan satu orientasi baru, yakni kepentingan nasional dan bangsa diatas segala kepentingan lainnya. Dirasakan belum terarahnya pendidikan politik dihayatinya mekanisme demokrasi Pancasila maupun lembaga-lembaga konstitusional, tertib hukum dan disiplin nasional, dimana merupakan hambatan bagi penyaluran aspirasi generasi muda secara institusional dan konstitusional. METODELOGI PENELITIAN Peneltian ini bertujuan untuk mengetahui proses konversi agama pada pemuda yang berhijrah. Bagaimana proses konversi agama yang dialami serta faktor Diterbitkan oleh FISIP UMC Januari-Juni 2020 apa saja yang mempengaruhinya. Oleh karena itu untuk mengetahui hal tersebut peneliti menggunakan model penelitian kualitatif fenomenologi. Jenis penelitian ini menggunakan penelitian Kualitatif fenomenologi. Menurut Creswell . Peneltian fenomenologi yaitu suatu studi untuk memberikan gambaran tentang suatu arti dari pengalaman-pengalaman beberapa individu mengenai suatu konsep tertentu. HASIL DAN PEMBAHASAN Berdasarkan diketahui bahwa penyebab proses konversi agama pada lima berbeda-beda, namun dalam proses konversi diketahui terdapat kesadaran akan kesalahan yang telah dilakukan. Seperti yang dialami subjek KD. serta kekurangan diri dalam diri individu, yang dialami subjek MA. Subjek AD ingin berhijrah karena sadar akan kesalahan masa lalunya. Subjek ID mengalami proses rasa kegelisahan yang dialami didalam diri, subjek AW kasihan melihat kondisi keluarganya setelah individu sadar maka individu akan merencanakan melakukan perbuatan yang dapat memperbaiki diri. namun dalam tahap aksi individu yang ingin merubah perilaku dari buruk menjadi baik dibutuhkan pengetahuam ,pengajaran, dan dukungan sosial agar dapat merubah individu menjadi baik dan merubah Masa lalu sebelum melakukan konversi agama Gambaran masa lalu Setiap subjek mempunyai masa lalu dan perilaku yang menyimpang sebelum mereka memutuskan untuk berhijrah mulai dari mabuk, judi | 25 SOSFILKOM Volume XIV Nomor 01 mengerjakan sholat dan memakai obat-obatan. Penyebab Bahwa yang membuat beberapa menyimpang yaitu karena faktor lingkungan dan keluarga, dimana rata-rata tempat tinggal subjek memiliki kebiasaan yang buruk sehingga informan terbawa ke hal Frekuensi Bahwa setiap informan memiliki frekuensi atau keseringan melakukan tindakan yang menyimpang berbedabeda ada yang sebulan sekali minum alkohol, seminggu dua kali memakai obat atau pil dan merokok serta meninggalkan sholat. Sifat teman-teman sebelumnya Bahwa sebelum konversi agama informan mempunyai teman-teman yang menyimpang juga, beberapa menceritakan bahwa teman-temanya menyukai kebebasan tidak mau diatur dan suka bermusuhan. Tempat melakukan hal negatif Bahwa mempunyai tempat dalam melakukan hal-hal negatif yaitu seperti dijalan nan , tempat yang sepi dan dirumah teman, serta di warung-warung. Waktu melakukan hal negatif Bahwa tiap subjek memiliki waktu tertentu saat mabuk judi dan yang lainya seperti setiap main bersama temanya, sehabis menang taruhan, ketika tidak ada kerjaan dan sepulang kerja. Lamanya Diterbitkan oleh FISIP UMC Januari-Juni 2020 Bahwa mempunyai masa lalu meyimpang yang cukup lama mulai dari tiga tahun sampai tujuh tahunanan. Perasaan setelah melakukan hal Disimpulkan perbuatan itu seperti biasa saja, menyesal menjelang masa dia ingin Pengaruh melakukan hal-hal negatif memiliki pengaruh terhadap fisik seperti lemas , merasa ringan buat gerak, pusing, sakit tenggorokan sakit, tidak disukai tetangga dan dimarahi orang tua subjek KD dan MA mengatakan AuSetiap kali saya melakukan tindakan maksiat seperti minum,alkohol, judi meninggalkan sholat rasanya itu tidak tenang, aplagi kalo habis minum itu badanya terasa panas dan tenggorokan sakitAy Menurut Bastaman & Hanna . perbuatan negatif dan perilaku individu akan menybabkan individu tidak nyaman atau mempunyai rasa penyesalan setelah melakukanya. Tanggapan keluarga Bahwa dengan perilaku informan yang sudah menyimpang adalah ada yang masih perhatian, udah tidak diperhatikan, dan cenderung cuek dengan perilaku Seperti kata subjek AD dan ID Aukalo dari tanggapan keluarga saya ya masih perhatian tapi sedikit paling bicara, yaudah jangan seperti it uterus. Terus setelah itu mereka ya cuek mugkin sudah lelah dan capek jugaAy Al Mishri . mengatakan | 26 SOSFILKOM Volume XIV Nomor 01 bahwa keluarga adalah orang yang paling peduli dengan keadaan anggota keluarganya, mereka selalu menyimpan kepedulian walaupun itu tidak terlihat. Tanggapan lingkungan sekitar lingkungan sekitar tempat subjek tinggal cenderung cuek ataupun tidak menghiraukan apa yang mereka Proses Konversi Agama Dari lima informan menjelaskan bahwa yang mendorong individu itu ingin berubah yaitu adanya permasalahan atau kejadian dalam diri seperti individu sadar atas kesalahan, permasalahan yang dialami subjek, kegelisahan yang dialami dalam diri, membandingkan diri dengan orang lain sehingga subjek merasa tidak berguna, dan kesadaran diri karena kejenuhan melakukan hal yang menyimpang dan faktor usia yang semakin dewasa memberikan kesadaran untuk berubah. Lewin . menjelaskan permasalahan yang dapat menimbulkan kekhawatiran dan keglisahan pada diri individu yang akan membuat diri untuk merubah perilakunya. Menurut Jalaludin Faktor kemaksiatan. Individu yang menekuni kehidupan dilingkungan dunia hitam, baik sebagai pelaku maupun sebagai pendukung kemaksiatan umumnya akan mengalami rasa berdosa dan keguncangan batin. Perasaan itu mereka tutupi dengan perbuatan yang bersifat kompensatif, seperti melupakan sejenak dengan judi, meminum minuman keras dan berfoya-foya. Namun upaya untuk menghilangkan guncangan batin itu sering tidak berhasil. Karena itu, jiwa mereka menjadi labil dan kadang dilampiaskan denagan tindakan yang pemarah, brutal, mudah tersinggung dan berbagai tindakan negatif lainya. Perasaan seperti itu biasanya Diterbitkan oleh FISIP UMC Januari-Juni 2020 terus menghantui diri mereka hingga menyebabkan hidup mereka tidak pernah mengalami ketenangan dan ketentraman. Sesekali mungkin saja timbul perasaan kemanusiaanya yang fitri seperti rasa kasih sayang, iba, rasa berdosa, menyesal, rasa tidak berharga karena kehilangan harga diri, dikucilkan masyarakat dan sebagainya. Perasaan-peran penyaluran yang menurut penilainya dapat memberi ketentraman batin. Lazimnya mereka akan kembali kepada agama dan mendorong orang untuk memperbaiki diri, sebagai penebus dosa-dosa yang di perbuatnya, tak jarang orang-orang yang seperti ini menjadi penganut agama yang taat dan fanatik. Dari permasalahan itu kemudian timbulah rasa ingin memperbaiki diri agar mereka dapat merasakan ketenangan dan terlepas dari permasalahan. Disitu mereka menyatakan bahwa mereka butuh agama seperti dekat dengan tuhan, ingin belajar agama lagi serta belajar mengaji menurut Robert N . dorongan beragama merupakan salah satu dorongan-dorongan lainya seperti makan, minum, intelek dan lain sebagainya sejalan dengan hal itu maka dorongan beragama pun menuntut untuk dipenuhi sehingga pribadi manusia ini mendapatkan kepuasan dan ketenangan, selain itu dorongan beragama pun juga merupakan kebutuhan insaniah yang timbulnya gabungan dari berbagai faktor penyebab yang bersumber dari keagamaan. Daradjat . juga berpendapat, bahwa pada diri manusia itu terdapat kebutuhan Beliau mengemukakan, selain dari kebutuhan jasmani dan kebutuhan rohani, manusia pun mempunyai sesuatu kebutuhan akan adanya kebutuhan akan keseimbangan dalam kehidupan jiwanya agar tidak mengalami tekanan. Unsur-unsur kebutuhan | 27 SOSFILKOM Volume XIV Nomor 01 tersebut yaitu, kebutuhan akan rasa kasih sayang, kebutuhan akan rasa aman, kebutuhan akan rasa harga diri, kebutuhan akan rasa sukses, kebutuhan akan rasa bebas, kebutuhan akan rasa ingin tahu. Gabungan dari keenam macam kebutuhan tersebut menyebabkan orang memerlukan agama. kebutuhan-kebutuhan Dengan melaksanakan ajaran agama secara baik maka kebutuhan akan semua rasa itu akan Katakanlah: AuWahai hamba-hambaku yang melampui batas terhadap diri mereka sendiri,janganlah berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya. Allah mengampuni semua dosa, sesungguhnya. Dialah yang maha pengampun lagi maha Penyayang. (QS Selain itu juga subjek mengevaluasi diri sendiri akan kekurangan dan kesalahankesalahan masla lalunya. Individu akan mengevaluasi dirinya sendiri ketika mereka mendapatkan pembelajaran dari pengamatan dan pengalaman yang membuat individu sadar akan kekuranganya. (Kalenda & Gavora 2. Dalam proses perubahan hampir semua informan menginginkan teman-teman baru yang dapat mendukung dirinya dalam memikirkan bahwa saat itu dia butuh temanteman yang baik, informan MA butuh teman yang baik agar bisa mengajari dan mengerti Crystal . kebutuhan sosial manusia tidak disebabkan pengaruh yang datang dari luar (Stimulu. , seperti layaknya binatang kebutuhan sosial pada manusia berbentuk nilai. Jadi, kebutuhan itu bukan semata-mata kebutuhan biologis melainkan juga kebutuhan rohaniah. Selain itu menurut pengakuan informan stimulus dari luar seperti suara adzan, sholawah juga mempengaruhi nya Diterbitkan oleh FISIP UMC Januari-Juni 2020 dalam berhijrah, seperti informan KD karena kosnya didekat masjid sehingga sering mendengarkan adzan yang membuat hatinya tenang dan membuatdia memaksakan diri harus pergi kemasjid, kemudian subjek AD mendengarkan suara murotal yang membuat hatinya bergetar dan semangat untuk Walgito . stimulus yang kuat atau di inginkan akan menghasilkan respon. Dalam proses hijrahnya subjek juga mendpatkan pengajaran dan bimbingan yang dapat membantu dan mempengaruhi tingkah Seperti mendapatkan pembalajaran dari kajiankajian yang di isi ustadz-ustadz dalam komunitasnya, subjek KD mendapatkan pembelajaran dari majelish Ar-raudah, subjek ID mendapatkan pembelajaran di pondok pesantren, subjek AD mendapatkan pembelajaran mengaji dan kajian-kajian dari gurunya di komunitas exspreso. Menurut Chris kyiriacou . tujuan pembelajaran merupakan upaya perubahan tingkah lakuindividu yang berlangsung sebagai akibat dari keterlibatanya dalam sebuah pengalaman bimbingan. Dalam prosesnya subjek juga mendapatkan lingkungan-lingkungan baru yang membuatnya semakin mudah untuk menjauhi perbuatan maksiat dan melakukan tindakan baik, seperti informan KD mendapatkan teman-teman kos yang baik yang mengenalkan dia ke majelis kajian, subjek AD sering berinteraksi dengan teman-teman membantu dalam perubahan menuju keproses yang lebih baik. Amini . jika lingkungan sosialnya terdiri dari orangorang shaleh dan bermoral baik, dia menjadi terbiasa dengan perbuatan dan sifat yang baik, serta ingin menjadi seperti mereka. Dengan demikian, teman yang baik adalah karunia Allah, dan dianggap sebagai faktor penting yang berperan dalam kemajuan dan | 28 SOSFILKOM Volume XIV Nomor 01 kebahagiaan manusia. Sebaliknya, teman yang jelak adalah salah satu masalah bertanggung jawab atas kesesatan dan Setelah itu dalam proses hijrahnya subjek juga mendapatkan dukungan dari teman baru nya atau teman sebayanya. Seperti subjek AW mengungkapkan bahwa teman yang sekarang selalu berusaha mengingatkan sholat, kemudian subjek juga mengungkapkan teman yang dulu mengajak ke maksiat sekarang mengajak ke taat, kemudian subjek AD diajak temanya untuk belajar ke exspreso. Menurut Nawaz & Jahinger . pengaruh teman sebaya yang memiliki tingkah laku yang sama dapat memberikan dorongan berupa perilaku dan dapat memberikan kekompakan yang relatif Subjek juga melakukan kontrol diri agar tidak kembali ke hal-hal buruk ataupun menghindari godaan-godaan yang dapat menjerumuskan lagi kemasa lalunya. Subjek WA ketika ada teman yang mengajak nya untuk melakukan hal buruk lagi dia beralasan bosan dan sudah tidak punya uang. Subjek KD menjauhi teman-teman yang dulu dan tidak pernah berkumpul lagi dengan teman-teman lamanya. Selain itu Santrock . menunjukan bahwa ternyata kontrol diri mempunyai peran penting dalam Kontrol menggambarkan keputusan individu yang melalui pertimbangak kognitif untuk menyatukan perilaku yang telah disusun untuk meningkatkan hasil dan tujuan tertentu seperti yang diinginkan. Individu dengan kontrol diri tinggi sangat memperhatikan cara-cara yang tepat untuk berperilaku dalam situasi yang bervariasi, individu memiliki kontrol diri tinggi cenderung akan menghindari perbuatan buruk dan tidak akan terbawa arus lingkunganya. Aqbaria . Diterbitkan oleh FISIP UMC Januari-Juni 2020 menjelaskan jika seseorang mempunyai religiusitas tinggi maka seseorang tersebut akan mempertahankan keyakinan sehingga dapat memberikan ketenangan hidup dan dapat mengontrol diri. Faktor Konversi agama Faktor-faktor dalam proses konversi yaitu ada faktor eksternal dan internal. Faktor internal berupa evaluasi diri akan kesalahan dan kekurangan, perbuatan dosa, kebutuhan-kebutuhan yang bisa mendukungnya dalam berhijrah Sedangkan faktor eksternal berupa pembelajaran secara terus menerus mengajarkan akan bertindak, mempengaruhi dan mendukung individu tersebut dalam berhijrah, dukungan teman sebaya yang memiliki tujuan yang sama, dan stimulus dari luar yang memberi dorongan untuk bertindak KESIMPULAN Dari lima subjek yang mengalami proses konversi agama dimulai dari tiga subjek yang mengalami permasalahan dalam hidupnya seperti kesadaran diri, kejenuhan, musibah, kebosanan perilaku yang monoton dalam fase ini individu sudah merencanakan perubahan. Namun dua subjek masih terkendala dengan tidak adanya yang membimbing dan lingkungan dikarenakan subjek yang memamng tidak memiliki teman yang baik. Dalam dibutuhkan perencanaan dukungan dari luar yang membantu berupa teman, stimulus lingkungan, pembelajaran dan dukungan teman sebaya, sebaya selain itu bimbingan dan pembelajaran dari orang lain juga diperlukan dalam hal ini untuk membantu individu mempelajari hal-hal baru dan | 29 SOSFILKOM Volume XIV Nomor 01 mempekuat keimaanan nya. Selain itu evaluasi diri juga diperlukan sebagai rasa sadar bahwa selama ini subjek salah dalam Adapun Faktor-faktor dalam proses konversi yaitu ada faktor eksternal dan Faktor internal berupa evaluasi diri akan kesalahan dan kekurangan, perbuatan dosa, kebutuhan-kebutuhan sosial dimana yang bisa mendukungnya dalam berhijrah. Sedangkan faktor eksternal berupa pembelajaran secara terus menerus mengajarkan akan bertindak, mempengaruhi dan mendukung individu tersebut dalam berhijrah, dukungan teman sebaya yang memiliki tujuan yang sama, dan stimulus dari luar yang memberi dorongan untuk bertindak Dalam hal ini bagi subjek yang telah menjalani konversi agama dalam dirinya untuk bisa menjaga kekonsistenan dalam hal yang baik. Seperti mejauhi lingkungan yang buruk, mendapatkan bimbingnan dari orang yang lebih baik, terus mengontrol diri agar tidak terjebak lagi dalam kemaksiatan. DAFTAR PUSTAKA