JALHu: Jurnal Al Mujaddid Humaniora Volume 10. Issue 1. April 2024 p-ISSN: 2476-8855 e-ISSN: 2808-2850 DOI: https://doi. org/10. 58553/jalhu. Strategi Pengelolaan Pembiayaan UMKM Melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR): Studi Kasus terhadap Persepsi dan Kendala yang Dihadapi Pengguna KUR di Desa Rosmeri Elina Hasibuan Universitas Isalam Syekh-Yusuf Tangerang. Banten. Indonesia rosmerielina8@gmail. Abstrak indonesia Kredit Usaha Rakyat (KUR) merupakan salah satu skema pembiayaan yang bertujuan untuk meningkatkan akses permodalan bagi Usaha Mikro. Kecil, dan Menengah (UMKM). Meskipun program ini telah memberikan manfaat bagi pelaku usaha, masih terdapat berbagai kendala dalam pengelolaannya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pengelolaan pembiayaan UMKM melalui KUR dengan meninjau persepsi dan kendala yang dihadapi oleh pengguna KUR. Menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan in-depth interview, penelitian ini mengumpulkan data dari pelaku UMKM penerima KUR serta pihak bank penyedia layanan KUR. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas pelaku UMKM memiliki persepsi positif terhadap program KUR karena bunga yang rendah dan kemudahan akses modal. Namun, terdapat tantangan utama dalam implementasi KUR, seperti prosedur administrasi yang kompleks, kurangnya literasi keuangan dalam pengelolaan dana pinjaman, serta tantangan eksternal seperti daya beli masyarakat dan persaingan pasar. Oleh karena itu, diperlukan strategi optimalisasi melalui penyederhanaan prosedur administrasi, edukasi literasi keuangan bagi pelaku UMKM, serta penguatan pendampingan usaha. Dengan pendekatan ini. KUR dapat lebih efektif dalam mendukung pertumbuhan UMKM secara berkelanjutan dan mendorong stabilitas ekonomi nasional. Kata Kunci: Kredit Usaha Rakyat. UMKM. Pembiayaan. Manajemen Keuangan. Strategi Pengelolaan Abstract English People's Business Credit (KUR) is a financing scheme that aims to increase access to capital for Micro. Small and Medium Enterprises (MSME. Even though this program has provided benefits for business actors, there are still various obstacles in its This research aims to analyze the management strategy for MSME financing through KUR by reviewing the perceptions and obstacles faced by KUR users. Using a qualitative method with an in-depth interview approach, this research collected data from MSMEs who received KUR as well as banks providing KUR services. The research results show that the majority of MSME players have a positive perception of the KUR program because of the low interest and easy access to capital. However, there are main challenges in implementing KUR, such as complex administrative procedures, lack of financial literacy in managing loan funds, as well as external challenges such as people's purchasing power and market competition. Therefore, an optimization strategy is needed through simplifying administrative procedures, financial literacy education for MSME players, as well as strengthening business assistance. With this approach. Page 45 KUR can be more effective in supporting sustainable growth of MSMEs and encouraging national economic stability. Keywords: People's Business Credit. UMKM. Financing. Financial Management. Management Strategy PENDAHULUAN Didalam sisi eksternal, usaha kecil dan menengah( UMKM) masih mengalami permasalahan seperti keterbatasan dalam penyediaan produk dan juga jasa dalam lembaga keuangan, yaitu terutama dalam kredit investasi serta keterbatasan dalam memperoleh dana dari institusi keuangan. Permasalahan ini salah satunya diakibatkan oleh Survei Kegiatan Dunia Usaha ( SKDU) menyatakan bahwa permasalahan jaminan serta proses pengajuan merupakan pemicu utama kesulitan memperoleh kredit dari bank. maka pemerintah membuat penerapan peningkatan kesejahteraan untuk rakyat Indonesia selaku prioritas utama agar prekonmian warga Indonesia dapat stabil, sehingga Presiden Susilo Bambang Yudhoyono . apak presiden SBY) meluncurkan kredit usaha rakyat (KUR) pada 5 bulan November 2007 dalam hal ini teruji sukses dalam menambah tingkat produktivitas ekonomi pada masyarakat di Indonesia, dapat menambah/membuka lapangan pekerjaan yang memadai serta layak, menurunkan angka Jutaan orang yang menjadi pelaku ekonomi dari usaha mikro, kecil, menengah, serta koperasi di banyak negara sudah merasakan manfaat KUR dengan kemudahan dan pasilitas penjaminan kredit dari pemerintah yang sudah menunjang perkembangan bisnis (Maghfiroh 2. Saskara dan putra mengatakan bahwa kedudukan KUR terhadap pertumbuhan UMKM merupakan Tingkatkan akses ke modal. Salah satu penghambat utama yang dialami UMKM merupakan akses terhadap modal. oleh karena itu KUR telah menyediakan dana pinjaman dengan bunga rendah serta jaminan yang memudahkan UMKM untuk mendapatkannya , sehingga membolehkan owner usaha buat memperoleh modal yang dibutuhkan buat mengawali ataupun meningkatkan usahanya. (Maryama 2. dengan hadirnya KUR (Kredit Usaha Rakya. , yang mana sebahagian besar permodalanya dapat dibantu oleh pemerintah, sehingga tingkat bunga kredit yang harus dibebankan pada wirausahawan disektor UMKM sangat kecil. Perihal ini akan memungkinkan memberi peluang yang baik kepada para pelaku usaha mikro, kecil anmenengah untuk menggunakan Kredit Usaha Rakyat tersebut menjadi pendorong bagi permodalan dalam menaikkan penghasilan usaha mereka. Tetapi disisi lain, permodalan usaha yang dibiayai menggunakan utang akan disertai beban tanggung jawab serta efek yang besar oleh pelaku UMKM untuk keberlanjutan usahanya apabila utang yang diambil tidak sanggup dalam Hal inilah yang menjadi sumber kekhawatiran sebahagian orang dalam memanfaatkan modal usaha melalui utang. Waktu yang lama atau pengalaman dalam menjalankan usaha menjadi salah satu faktor dalam kecakapan dalam memenej dan mengelola pembiayaan usaha. Hal ini disebabkan oleh fakta bahwa pengalaman yang dikumpulkan oleh pedagang akan meningkat dengan waktu yang mereka habiskan untuk bekerja. Oleh karena itu, pengalaman adalah salah satu komponen yang dapat meningkatkan pendapatan. Namun, bisnis dengan usia yang lebih singkat tidak selalu menghasilkan lebih banyak uang. Banyak bisnis kecil dan mikro telah beroperasi selama belasan tahun, tetapi pendapatan mereka tidak stabil atau turun. Namun, ada juga yang baru memulai bisnisnya beberapa tahun lalu, dan mereka menghasilkan uang (Egawani Egawani Page 46 Permodalan yang kuat tidak hanya bersumber pada keuntungan yang diperoleh akan tetapi bagaimana mereka juga memanfaatkan permodalan dari luar sehingga tujuan dari ekspansi dapat terlaksana dengan baik. Namun Tantangan yang dihadapi oleh UMKM adalah keterbatasan dalam mengelolan seacara maksimal atau efektif pembiayaan yang di diberikan. Program Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang bertujuan untuk memberikan kemudahan akses permodalan bagi UMKM. Meskipun program ini telah berjalan, masih terdapat berbagai persepsi dan kendala yang dihadapi oleh pengguna KUR dalam pengelolaan pembiayaan Oleh karena itu, penting untuk memahami bagaimana strategi pengelolaan pembiayaan melalui KUR dapat dioptimalkan guna mendukung keberlangsungan dan pengembangan UMKM. LANDASAN TEORI UU No 10 tahun. mengatakan kalau kredit merupakan penyediaan uang ataupun tagihan yang bisa dipersamakan dengan itu, berlandaskan persetujuan ataupun konvensi pinjam meminjam diantara bank bersama . pihak-pihak lain yang mengharuskan pihak peminjam buat melunasi utangnya sesudah jangka watku ang ditentukan dengan tambahan pemberian bunga. menurut Toejekam . alam Fitria dan Sari, 2012 : . Unsur atau factor-faktor yang yang tercantum dalam pemberian sarana sesuatu kreditantara lain, ialah waktu, keyakinan, penyerahan, resiko, persetujuan/ perjanjian. (Maryama 2. Kredit Usaha Rakyat( KUR) ialah wujud pembiayaan ataupun kredit yang diberikan buat modal kerja ataupun investasi kepada orang, tubuh usaha, ataupun kelompok usaha yang mempunyai kemampuan produktif serta layak, namun tidak mempunyai jaminan bonus ataupun jaminan tambahannya masih terbatas. Program KUR bertujuan buat memperluas dan tingkatkan akses pembiayaan untuk usaha yang bertabiat produktif, menguatkan energi saing UMKM, dan berkontribusi terhadap perkembangan ekonomi serta kenaikan lapangan kerja. sebagai program yang diprioritaskan. KUR dirancang agar dapat menunjang kebijakan penyaluran kredit ataupun pembiayaan kepada zona usaha mikro, kecil, serta menengah( UMKM). (Sulaimiah and Haerani 2. Dalam UU No 20 Tahun . mendefinisikan bahwasanya UMKM ialah satu bentuk usaha yang dipunyai perorangan ataupun suatu lembaga usaha individu yang sifatnya produktif serta memenuhi kriteria bagian mikro serta telah diatur di dalam undang- undang. Usaha Mikro Kecil dan Menegah telah mempunyai prospek serta kedudukan yang sangat penting di dalam pertumbuhan perekonomian yang terdapat di Indonesia. dimana bisa dibuktikan dengan krisis ekonomi yang menyerang bangsa Indonesia sebagian tahun yang kemudian pada tahun 1998, dimana pemerintah sudah mengandalkan Usaha Mikro Kecil serta Menengah buat meminimalisir ataupun memperkecil efek negatif tentang krisis ekonomi tersebut. METODOLOGI Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif, sebagaimana dikemukakan oleh Sugiyono . metode penelitian kualitatif adalah metode penelitian yang digunakan untuk meneliti pada kondisi obyek yang alamiah, peneliti juga akan mewawancarai pelaku UMKM penerima KUR dengan metode indepth interview. Berdasarkan hasil wawancara tersebut, peneliti kemudian melakukan analisis sesuai dengan teori yang berkaitan dengan permasalahan Data-data yang dibutuhkan atau diguanakan dalam peneltian ini adalah data-data tentang Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang didapatkan dari wawancara kepada pihak Bank BRI Unit Telaga, data-data UMKM penerima Kredit Usaha Rakyat (KUR), dan data dari wawancara Page 47 yang akan dilakukan peneliti kepada UMKM penerima KUR mengenai persepsi dan kendala yang dihadapi penerima KUR . Prosedur pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara dalam hal ini menggunakan metode Indepth Interview. Teknik wawancara dilakukan dengan dengan menggunakan pedoman wawancara. (Ramadhani. Machmud, and Ishak 2. Analisis data dalam penelitian kualitatif dilakukan sebelum ke lapangan, selama di lapangan, dan setelah pengumpulan data selesai. Analisis data lebihbanyak dilakukan bersamaan dengan pengumpulan data. 53 Teknik analisis datayang dilakukan dalam penelitian ini yaitu pengumpulan data, reduksi data,penyajian data, dan langkah terakhir adalah penarikan Langkah- langkah tersebut sebagai berikut : Pertama reduksi kata . eduksi data merupakan penyederhanaan yang dilakukan melalui seleksi, pemfokusan dan keabsahan data mentah menjadi informasi yang bermakna, sehingga memudahkan penarikan Kesimpulan. Kedua Penyajian data. enyajian data yang sering digunakan pada data kualitatif adalah bentuk Penyajian penyajian data berupa sekumpulan informasi yang tersusun secara sistematis dan mudah dipaham. Ketiga penarikan Kesimpulan . narikan kesimpulan merupakan tahap akhir dalam analisis data yang di lakukan melihat hasil reduksi data tetap mengacu pada rumusan masalah secara tujuan yang hendak dicapa. (Adolph 2. PEMBAHASAN Dalam penelitian ini, telah dilakukan wawancara mendalam . n-depth intervie. dilakukan terhadap pelaku UMKM penerima Kredit Usaha Rakyat (KUR) serta pihak Bank yang berperan sebagai penyedia pembiayaan. Berdasarkan hasil wawancara tersebut, ditemukan beberapa temuan utama yang berkaitan dengan persepsi dan kendala yang dihadapi oleh UMKM dalam pengelolaan pembiayaan melalui KUR. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Sebagian besar pelaku UMKM yang diwawancarai memiliki persepsi positif terhadap program KUR. Mereka menilai bahwa KUR sangat membantu dalam mendapatkan akses modal dengan bunga rendah dibandingkan pinjaman konvensional Mayoritas responden merasa bahwa KUR memberikan mereka kesempatan untuk mengembangkan usaha, meningkatkan kapasitas produksi, serta memperluas jangkauan pasar Namun, beberapa pelaku UMKM juga mengungkapkan adanya kekhawatiran terkait kemampuan mereka dalam mengelola utang. Mereka merasa bahwa meskipun KUR menawarkan bunga rendah, adanya kewajiban pembayaran cicilan tetap menjadi beban yang harus dikelola dengan baik agar tidak mengganggu kelangsungan usaha. Meskipun program KUR memberikan akses permodalan yang lebih mudah, terdapat beberapa kendala yang dihadapi oleh penerima KUR dalam pengelolaan pembiayaan mereka: Beberapa pelaku UMKM menyatakan bahwa proses administrasi dalam pengajuan KUR masih cukup rumit. Dokumen yang diperlukan, seperti laporan keuangan dan legalitas usaha, sering kali menjadi kendala utama bagi UMKM yang belum memiliki sistem pencatatan keuangan yang baik. Kedua. Banyak pelaku UMKM yang mengalami kesulitan dalam mengelola dana pinjaman secara efektif. Sebagian dari mereka menggunakan dana KUR tidak sepenuhnya untuk pengembangan usaha, tetapi untuk kebutuhan lain, seperti konsumsi pribadi. Hal ini menyebabkan adanya risiko gagal bayar yang lebih tinggi. Ketiga. Beberapa pelaku usaha yang telah menerima KUR mengungkapkan bahwa meskipun mereka memperoleh tambahan modal, tidak semua usaha dapat langsung meningkatkan pendapatan. Page 48 Persaingan yang semakin ketat, perubahan tren pasar, serta keterbatasan dalam strategi pemasaran menjadi faktor penghambat dalam pemanfaatan KUR secara optimal. Berikut adalah hasil wawancara yang telah dilakukan dengan beberapa pelaku UMKM penerima KUR: No Nama Jenis Usaha Persepsi terhadap KUR Kendala Responden Dihadapi Budi Santoso Warung Makan Sangat Membantu Sulit Siti Rohmah Konveksi Membantu, prosedur sulit tetapi Persyaratan administrasi Agus Pratama Toko Kelontong Bermanfaat, bunga Daya beli Rina Kusuma Kerajinan Baik, memudahkan Kurangnya Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa meskipun KUR telah memberikan manfaat bagi pelaku UMKM, terdapat berbagai tantangan yang harus diatasi agar pengelolaan pembiayaan dapat lebih optimal. Pemerintah, perbankan, serta pihak terkait perlu terus melakukan evaluasi terhadap program KUR dengan mempertimbangkan kendala yang dihadapi oleh penerima KUR. Selain itu, edukasi dan pendampingan usaha menjadi langkah strategis yang harus diperkuat agar UMKM dapat berkembang secara berkelanjutan. Dengan memahami berbagai tantangan dan strategi yang telah dijelaskan, diharapkan UMKM dapat lebih siap dalam memanfaatkan KUR untuk pertumbuhan usaha mereka secara lebih efektif dan berkelanjutan. KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa Kredit Usaha Rakyat (KUR) memiliki peran yang signifikan dalam mendukung pengembangan UMKM, terutama dalam meningkatkan akses permodalan dengan bunga rendah. Meskipun demikian, masih terdapat berbagai tantangan yang perlu diatasi agar efektivitas program ini dapat lebih optimal. Manfaat KUR bagi UMKM adalah Membantu pelaku usaha mendapatkan modal dengan bunga rendah. Mendorong pengembangan usaha dan peningkatan kapasitas . Memberikan kemudahan dalam akses kredit bagi usaha kecil dan menengah. Kendala dalam Pemanfaatan KUR adalah Prosedur administrasi yang masih dinilai rumit oleh sebagian pelaku usaha. Kurangnya literasi keuangan yang menyebabkan pengelolaan dana kurang optimal. Faktor eksternal seperti persaingan usaha dan daya beli masyarakat yang mempengaruhi keberhasilan usaha setelah menerima KUR. Rekomendasi untuk Optimalisasi KUR adalah pemerintah dan perbankan perlu menyederhanakan proses administrasi dan persyaratan kredit, pelaku UMKM perlu diberikan edukasi dan pendampingan dalam manajemen keuangan agar lebih bijak dalam mengelola Page 49 modal, peningkatan akses pelatihan bisnis dan pemasaran bagi UMKM agar mereka lebih siap dalam menghadapi tantangan pasar. Secara keseluruhan. KUR merupakan solusi pembiayaan yang efektif bagi UMKM, tetapi membutuhkan strategi pengelolaan yang lebih baik agar manfaatnya dapat dirasakan secara maksimal. Dengan adanya peningkatan edukasi dan kebijakan yang lebih adaptif, diharapkan KUR dapat terus menjadi alat yang mendorong pertumbuhan ekonomi bagi sektor UMKM di Indonesia. REFERENSI.