Internet of Things Alat Pemberian Pakan Ternak Otomatis Berbasis IoT (Internet of Thing. Hanafi Batubara *. Mhd. Zulfasyuri Siambaton. Aulia Ichsan Fakultas Teknik. Program Studi Teknik Informatika. Universitas Islam Sumatera Utara. Medan. Indonesia INFORMASI ARTIKEL Diterima Redaksi: 20 Juni 2025 Revisi Akhir: 26 Agustus 2025 Diterbitkan Online: 14 Oktober 2025 KATA KUNCI IoT ESP32 Pemberian Pakan Otomatis Blynk Peternakan Sensor Ultrasonik. KORESPONDENSI Phone: 62 896-5394-1923 A B S T R A K Permasalahan dalam dunia peternakan salah satunya adalah keterlambatan dalam pemberian pakan ternak yang berdampak pada produktivitas dan kesehatan hewan. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan membangun sebuah alat pemberi pakan ternak otomatis berbasis Internet of Things (IoT) yang dapat mengatur jadwal pemberian pakan secara otomatis serta memantau kondisi pakan melalui aplikasi Sistem ini menggunakan mikrokontroler ESP32 sebagai pusat kendali, motor servo untuk mekanisme pemberian pakan, serta sensor ultrasonik untuk mendeteksi ketinggian pakan dalam wadah. Platform Blynk digunakan sebagai antarmuka pengguna untuk mengatur jadwal dan mengontrol alat dari jarak jauh. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah rekayasa perangkat keras dan lunak, mulai dari perancangan sistem, implementasi, hingga pengujian. Hasil pengujian menunjukkan bahwa sistem mampu memberikan pakan sesuai jadwal yang ditentukan, serta memberikan notifikasi kepada pengguna apabila volume pakan mulai menipis. Dengan demikian, alat ini dapat membantu peternak dalam menghemat waktu, meningkatkan efisiensi, dan memastikan pemberian pakan dilakukan secara konsisten. Sistem ini juga memiliki potensi untuk dikembangkan lebih lanjut dengan fitur tambahan seperti integrasi kamera atau sensor suhu untuk pemantauan lingkungan kandang. E-mail: batubarahanafi939@gmail. PENDAHULUAN Pengendalian pemberian pakan ternak unggas merupakan salah satu aspek penting dalam budidaya ternak unggas, terutama pada skala rumahan. Budidaya ternak unggas tidak hanya berfokus pada produksi telur dan daging yang tinggi, tetapi juga memerlukan perawatan yang optimal untuk meningkatkan kesehatan dan produktivitas ternak. Pemberian pakan yang tidak tepat dapat menyebabkan penurunan kesehatan dan produktivitas ternak, sehingga mempengaruhi hasil Pada umumnya, pemberian pakan pada ternak masih dilakukan secara manual dan tidak terintegrasi dengan teknologi. Hal ini dapat menyebabkan kelalaian dalam pemberian pakan, seperti jadwal pemberian pakan yang tidak sesuai dengan kebutuhan ternak atau kurangnya pengawasan pemberian pakan. Oleh karena itu, diperlukan sistem pengendalian yang lebih akurat dan terintegrasi dengan teknologi untuk meningkatkan efisiensi dan pemberian pakan. Teknologi ESP32 dan IoT (Internet of Thing. telah berkembang pesat dalam beberapa tahun terakhir dan telah digunakan dalam berbagai aplikasi industri, termasuk budidaya ternak. Sistem pengendalian pemberian pakan menggunakan ESP32 dan IoT dapat memberikan beberapa keuntungan. Dengan demikian, penggunaan teknologi ESP32 dan IoT dalam pengendalian pemberian pakan ternak unggas dapat meningkatkan efisiensi dalam pemberian pakan, sehingga meningkatkan kesehatan dan produktivitas ternak. https://doi. org/10. 56211/helloworld. Attribution-ShareAlike 4. 0 International Some rights reserved HANAFI BATUBARA / HELLO WORLD JURNAL ILMU KOMPUTER - VOL. 4 NO. EDISI OKTOBER ISSN: 2829-8616 (ONLINE) Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan sistem pengendalian pemberian pakan ternak bebek menggunakan teknologi ESP32 dan IoT pada skala rumahan. TINJAUAN PUSTAKA Internet of Things (IoT) Internet Of Things merupakan sebuah teknologi canggih yang pada dasarnya merujuk pada banyaknya device dan suatu sistem di seluruh dunia yang saling terhubung satu sama lain dengan meggunakan internet dan bisa saling berbagi data, terknologi Aeteknologi ini memiliki seperti sensor dan software dengan tujuan untuk berkomunikasi, mengendalikan, menghubungkan, dan bertukar data melalui perangkat lain selama masih terbuhung dengan internet dan mendukung kinerja tanpa menggunakan bantuan kabel, dan berbasis wireless IoT memiliki hubungan yang erat dengan istilah machine-to-machine atau M2M. (Selay dkk. , 2. Mikrokontroler ESP32 Mikrokontroler ESP32 merupakan mikrokontroler SoC (System on Chi. terpadu dengan dilengkapi WiFi 802. 11 b/g/n. Bluetooth versi 4. 2, dan berbagai peripheral. ESP32 adalah chip yang cukup lengkap, terdapat prosesor, penyimpanan dan akses pada GPIO (General Purpose Input Outpu. ESP32 bisa digunakan untuk rangkaian pengganti pada Arduino. ESP32 memiliki kemampuan untuk mendukung terkoneksi ke WI-FI secara langsung (Agus Wagyana, 2. Motor Servo Motor servo merupakan motor yang mampu bekerja secara dua arah, motor servo bekerja dengan system closed feedback dimana posisi dari motor servo akan diinformasikan kembali ke rangkaian kontrol yang ada didalam motor servo. Motor servo terdiri dari sebuah motor, rangkaian gear, potensiometer, serta rangkaian control. Potensiometer pada motor servo berfungsi sebagai penentu batas sudut dari putaran servo. Motor servo biasanya hanya bergerak mencapai sudut tertentu saja dan tidak secara kontinyu. Namun untuk beberapa keperluan motor servo dapat dimodifikasi bergerak secara (Rinaldy dkk. , 2. Sensor ultrasonik Sensor ultrasonik merupakan sensor yang bekerja berdasarkan prinsip pantulan gelombang suara dan digunakan untuk mendeteksi keberadaan suatu objek atau benda tertentu didepan frekuensi kerja pada daerah diatas gelombang suara dari 20 kHz hingga 2 MHz (Arief,2. Sensor ultrasonik terdiri dari dari dua unit, yaitu unit pemancar dan unit penerima struktur unit pemancar dan penerima. Blynk Blynk merupakan aplikasi yang didesain untuk mengerjakan pekerjaan IoT (Internet of Thing. Aplikasi ini dapat mengontrol piranti keras melalui jarak jauh. Ia bisa dipergunakan untuk menampilkan data sensor, menyimpan data tersebut dan berbagai pekerjaan menarik lainnya. METODOLOGI Metode Metode yang digunakan adalah black-box testing dengan pendekatan skenario, yaitu menguji sistem berdasarkan input dan output tanpa melihat proses internal dari perangkat lunak. Pengujian dilakukan dengan cara menerapkan langsung di lapangan sesuai dengan kebutuhan operasional. https://doi. org/10. 56211/helloworld. Hanafi Batubara 141 HANAFI BATUBARA / HELLO WORLD JURNAL ILMU KOMPUTER - VOL. 4 NO. EDISI OKTOBER ISSN: 2829-8616 (ONLINE) Tahap Perancangan Perancangan Perangkat Keras Dalam proses perancangan alat pakan otomatis, menggunakan bahan blok kayu sebagai rangka utama dan wadah bekas sebagai tempat penyimpanan pakan. Tutup penyimpanan pakan akan dikendalikan oleh motor servo dalam mendistribusikan pakan pada ternak. Gambar 1 Rangkaian Keselurahan Dari perancangan komponen di atas dapat di jelaskan hubungan antra komponen yang di hubungkan oleh pin. Pin penghubung servo ke esp32 yaitu 5v terhubung ke 3v3 berfungsi memberikan tegangan positif yang dapat menggerakan servo, pin GND terhubung ke GND landasan bersama untuk motor dan logika dan pin PWM ke D2 pin input bagi mikrokontroler esp32. Pin penghubung antara sensor ulstrasonik ke esp32 yaitu VCC ke VIN berfungsi memberikan tegangan ke sensor, pin GND ke GND untuk menghubungkan ke gound. TRIG ke D5 Input pin digunakan menganalisa pengukuran dengan mentransmisikan gelombang ultrasonik dan menjaga pin dalam kondisi High selama 10 mikrodetik dan ECHO TX2 Pin output berfungsi merubah menjadi High dalam jangka waktu yang tertentu dengan durasi waktu gelombang kembali ke sensor. (Samsumar dkk. , 2. Gambar 2 Rangkaian motor servo dengan ESP32 Gambar 3 Rangkaian sensor ultrasonik hcsr04 dengan ESP32 Perancangan Perangkat Lunak Aplikasi ini dirancang sebagai antarmuka pengguna untuk mengontrol perangkat, seperti sensor ultrasonic dan motor servo, yang memiliki fungsi mengetahui level pakan pada wadah dan kendali buka tutup pada wadah pakan. Tujuan utama dari aplikasi ini adalah memberikan kendali penuh secara manual kepada operator untuk pemberian pakan pada ternak. Tujuan utama perancangan perangkat lunak adalah untuk: Mengontrol kerja motor untuk membuka dan menutup wadah pakan Membaca data dari sensor load cell untuk mengetahui berat pakan yang keluar Mengatur jadwal pemberian pakan otomatis Mengirimkan data dan status sistem ke aplikasi Blynk Menerima perintah manual dari pengguna melalui Blynk Alat dan Bahasa Pemrograman Software: Arduino IDE Bahasa Pemrograman: C/C (Arduino Languag. 142 Hanafi Batubara https://doi. org/10. 56211/helloworld. HANAFI BATUBARA / HELLO WORLD JURNAL ILMU KOMPUTER - VOL. 4 NO. EDISI OKTOBER ISSN: 2829-8616 (ONLINE) Platform IoT: Blynk . enggunakan library Blynk terbaru dan koneksi WiF. Board: ESP8266 atau ESP32 . esuai alat yang digunaka. Struktur Program (Secara Umu. Inisialisasi Setup pin motor, pin sensor, dan koneksi WiFi Menghubungkan mikrokontroler dengan server Blynk menggunakan Auth Token Looping Utama Mengecek apakah waktu pemberian pakan sudah sesuai jadwal Mengeksekusi perintah dari aplikasi Blynk . anual contro. Menggerakkan motor untuk membuka atau menutup wadah Mengirimkan data berat ke Blynk Menampilkan status seperti AuFeeding in ProgressAy. AuCompletedAy, atau AuLow Feed WarningAy Tahapan Implementasi Tahapan implementasi merupakan proses realisasi dari sistem yang telah dirancang sebelumnya, baik perangkat keras maupun perangkat lunak, hingga dapat digunakan dalam kondisi sebenarnya di peternakan. Implementasi dilakukan secara bertahap agar setiap bagian dapat diuji dan dipastikan berfungsi sesuai dengan tujuan penelitian. Perakitan Perangkat Keras Perakitan Perangkat Keras Pada tahap ini, seluruh komponen elektronik dan mekanik disusun serta dirakit agar dapat berfungsi sebagai satu sistem yang utuh. Beberapa langkah dalam tahap ini meliputi: Memasang mikrokontroler ESP8266/ESP32 sebagai pusat kendali sistem. Menghubungkan motor servo atau motor DC dengan driver motor untuk membuka dan menutup wadah pakan. Menyusun wadah pakan dan mekanisme distribusi sesuai desain yang telah dibuat. Memastikan sumber daya . ower supply 5V/12V) dapat menyalurkan listrik dengan stabil ke seluruh sistem. Pemrograman Mikrokontroler Setelah perangkat keras dirakit, tahap selanjutnya adalah memprogram mikrokontroler menggunakan Arduino IDE dengan bahasa C/C . Program yang dibuat mencakup: Inisialisasi koneksi WiFi dan autentikasi dengan Blynk. Mengontrol motor servo/DC berdasarkan perintah otomatis atau manual dari aplikasi Blynk. Mengirimkan data ke aplikasi IoT (Blyn. untuk ditampilkan kepada pengguna. Menampilkan status alat seperti AuFeeding in ProgressAy. AuFeeding CompletedAy, atau AuLow Feed WarningAy. Integrasi dengan Aplikasi IoT (Blyn. Mikrokontroler yang telah diprogram kemudian dihubungkan dengan aplikasi Blynk melalui koneksi WiFi. Langkahlangkahnya sebagai berikut: Membuat dashboard di aplikasi Blynk dengan elemen seperti tombol kontrol, monitor keadaan pakan, dan Menghubungkan mikrokontroler ke server Blynk dengan Auth Token yang diberikan aplikasi. Menguji komunikasi dua arah antara ESP8266/ESP32 dan aplikasi Blynk, baik untuk menerima perintah maupun mengirimkan data. Pengujian Sistem Setelah perangkat keras dan perangkat lunak berhasil diintegrasikan, dilakukan pengujian sistem untuk memastikan alat bekerja sesuai dengan skenario yang telah dirancang. Beberapa aspek yang diuji antara lain: Pengujian motor servo/DC Ie memastikan gerakan buka-tutup wadah berjalan lancar. Pengujian koneksi WiFi & Blynk Ie memastikan alat dapat dikendalikan secara jarak jauh. Pengujian pemberian pakan otomatis Ie memastikan alat bekerja sesuai jadwal yang ditentukan. Implementasi di Lingkungan Peternakan Tahap terakhir adalah mencoba alat langsung di peternakan untuk melihat bagaimana sistem bekerja dalam kondisi nyata. Implementasi ini mencakup: https://doi. org/10. 56211/helloworld. Hanafi Batubara 143 HANAFI BATUBARA / HELLO WORLD JURNAL ILMU KOMPUTER - VOL. 4 NO. EDISI OKTOBER ISSN: 2829-8616 (ONLINE) Menguji alat pada peternakan bebek petelur untuk melihat respons ternak terhadap sistem otomatis. Mengamati efektivitas pemberian pakan dibandingkan metode manual. Mengumpulkan data untuk analisis kinerja sistem. Setelah implementasi, dilakukan evaluasi terhadap efektivitas alat, serta mencatat kendala yang muncul agar dapat dilakukan perbaikan di masa mendatang. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Perancangan Alat Perancangan alat pemberian pakan ternak otomatis berbasis IoT dilakukan dengan tujuan untuk menciptakan suatu sistem yang dapat memberikan pakan secara otomatis. Baik berdasarkan waktu yang telah ditentukan sebelumnya maupun melalui pengendalian jarak jauh melalui aplikasi Blynk. Dua aspek utama penelitian ini adalah perangkat keras . dan perangkat lunak . yang telah diintegrasikan menjadi suatu sistem kerja yang handal dan efisien. Perancangan Perangkat Keras Perangkat keras sistem dirancang dengan memperhatikan fungsionalitas, serta kemudahan dalam instalasi di lingkungan Komponen utama dalam perancangan perangkat keras meliputi: Mikrokontroler (ESP. : Berfungsi sebagai otak dari sistem, mengendalikan seluruh proses otomatisasi dan komunikasi dengan platform Blynk. Motor Servo: Menggerakkan mekanisme buka-tutup wadah pakan. Sensor Ultrasonik: Mendeteksi ketersediaan pakan dalam wadah penyimpanan. Power Supply: Menyediakan daya yang dibutuhkan oleh seluruh komponen sistem. Wadah Pakan dan Rangka Penyangga: Dibuat dari bahan yang kokoh dan tahan terhadap lingkungan peternakan. Perancangan Perangkat Lunak Perancangan perangkat lunak bertujuan untuk mengatur logika kerja sistem secara otomatis maupun manual melalui mikrokontroler ESP32 yang terhubung dengan platform IoT Blynk. Perangkat lunak ini dikembangkan menggunakan Arduino IDE dengan bahasa pemrograman C/C , serta memanfaatkan library Blynk untuk komunikasi antar perangkat melalui jaringan WiFi. Adapun komponen utama dalam perancangan perangkat lunak adalah sebagai berikut: Inisialisasi Sistem Tahap ini mencakup konfigurasi awal pin-pin input/output . eperti pin sensor dan motor serv. , koneksi WiFi, serta autentikasi terhadap server Blynk menggunakan token yang diperoleh dari aplikasi. Looping Utama (Main Loo. Mikrokontroler secara terus-menerus menjalankan perulangan yang berisi: Pemeriksaan waktu untuk jadwal pemberian pakan otomatis. Pemrosesan perintah manual dari aplikasi . ika tombol virtual diteka. Aktivasi motor servo untuk membuka-tutup wadah pakan. Pembacaan data dari sensor ultrasonik untuk mendeteksi level pakan. Pengiriman data status ke aplikasi Blynk secara real-time. Kontrol Motor Servo Fungsi pengendali motor servo digunakan untuk membuka dan menutup katup tempat pakan. Motor diaktifkan dalam durasi tertentu sesuai kebutuhan distribusi pakan, lalu dinonaktifkan kembali secara otomatis. Pengiriman dan Tampilan Data Data hasil pembacaan sensor dikirim ke aplikasi Blynk untuk ditampilkan dalam bentuk indikator status atau Sistem juga menampilkan status seperti AuFeeding in ProgressAy. AuCompletedAy, dan AuLow Feed WarningAy. Perancangan Antarmuka Blynk Aplikasi Blynk dirancang sebagai media kendali dan pemantauan sistem. Antarmuka Blynk yang dibuat meliputi: Tombol Manual Feeding: Untuk mengaktifkan pemberian pakan dari jarak jauh. Notifikasi Pemberitahuan: Apakah katup dalam keadaan terbuka atau keadaan tertutup. 144 Hanafi Batubara https://doi. org/10. 56211/helloworld. HANAFI BATUBARA / HELLO WORLD JURNAL ILMU KOMPUTER - VOL. 4 NO. EDISI OKTOBER ISSN: 2829-8616 (ONLINE) Jadwal Otomatis . ia timer atau pemrograman wakt. : Untuk pemberian pakan secara otomatis. Implementasi IoT Implementasi Internet of Things (IoT) dalam sistem alat pemberi pakan ternak otomatis dilakukan dengan memanfaatkan koneksi internet yang terhubung antara ESP32 dengan platform Blynk sebagai antarmuka pemantauan dan pengendalian jarak jauh. Koneksi IoT Mikrokontroler ESP32 digunakan sebagai pusat kendali sistem yang telah dilengkapi dengan modul WiFi bawaan. Mikrokontroler ini menghubungkan perangkat keras dengan jaringan internet melalui koneksi WiFi lokal. Setelah berhasil terhubung, perangkat dapat berkomunikasi dua arah dengan server Blynk. Platform Blynk Platform Blynk digunakan sebagai aplikasi mobile berbasis Android/iOS yang memungkinkan pengguna untuk: Melihat status sistem apakah dalam kondisi standby atau sedang aktif. Mengaktifkan pemberian pakan secara manual melalui tombol . irtual butto. Melihat log waktu pemberian pakan pada widget notifikasi atau terminal. Fungsionalitas IoT yang Diimplementasikan Pemantauan Jarak Jauh Pengguna dapat memantau pakan yang dikeluarkan kapan saja. Kontrol Manual Terdapat tombol virtual di aplikasi untuk mengaktifkan motor pemberi pakan secara manual. Sistem akan menyalakan motor dan menghentikannya secara otomatis sesuai delay yang dibuat. Pemberian Notifikasi Sistem mengirimkan notifikasi saat pemberian pakan dilakukan, baik otomatis maupun manual. Pengaturan Jadwal Otomatis Jadwal pemberian pakan ditanamkan dalam kode program mikrokontroler. Sistem akan menjalankan proses pemberian pakan secara otomatis berdasarkan waktu tersebut, tanpa perlu intervensi pengguna. Hasil Uji Coba Hasil implementasi menunjukkan bahwa sistem dapat beroperasi dengan stabil ketika terkoneksi ke internet. Perintah dari aplikasi Blynk dapat diterima dan dijalankan dengan baik oleh mikrokontroler, serta data dari sensor berhasil dikirim dan ditampilkan di aplikasi secara real-time. Pengujian Sistem Pengujian sistem merupakan tahap krusial dalam pengembangan alat pemberi pakan ternak otomatis berbasis IoT, guna mengevaluasi sejauh mana sistem memenuhi spesifikasi yang telah ditentukan. Pengujian ini bertujuan untuk memverifikasi dan memvalidasi fungsi sistem secara menyeluruh, baik dari aspek perangkat keras, perangkat lunak, maupun integrasi dengan platform IoT (Blyn. Dengan melakukan pengujian ini, dapat diketahui efektivitas, efisiensi, serta keandalan sistem dalam kondisi nyata. Hasil dan Analisis Pengujian Berdasarkan hasil pengujian yang dilakukan pada setiap bagian sistem, dapat disimpulkan bahwa sistem bekerja secara fungsional dan sesuai dengan spesifikasi yang telah dirancang. Motor servo bekerja responsif dengan jeda aktivasi ratarata di bawah 1 detik dari perintah pengguna. Dari sisi IoT, aplikasi Blynk terbukti mampu menampilkan data secara realtime tanpa adanya delay yang signifikan (<500 m. Selain itu, kontrol manual dari pengguna juga berjalan dengan baik. Pengujian sistem juga menunjukkan bahwa proses pemberian pakan otomatis berjalan sesuai dengan jadwal yang telah Ketika waktu pada RTC atau sistem internal sesuai dengan jadwal, sistem langsung menjalankan proses pemberian pakan tanpa perlu intervensi manual. Sistem juga tetap berjalan dengan stabil selama diuji dalam waktu panjang tanpa terjadi hang, reboot otomatis, atau gangguan konektivitas. https://doi. org/10. 56211/helloworld. Hanafi Batubara 145 HANAFI BATUBARA / HELLO WORLD JURNAL ILMU KOMPUTER - VOL. 4 NO. EDISI OKTOBER ISSN: 2829-8616 (ONLINE) Gambar 4 Output Sensor Ultrasonik Gambar diatas menunjukan sensor ultrasonic membaca 3 kondisi yaitu kondisi pakan penuh, kondisi pakan sedang, kondisi pakan kosong sesuai yang ditanamkan kedalam program. Tabel 1. Pengujian Sensor Ultrasonik (Jarak ke Paka. Jarak Terdeteksi Oleh Sensor Error Keterangan . (%) Berfungsi Baik Berfungsi Baik Berfungsi Baik Berfungsi Baik Jarak Aktual . Berfungsi Baik Berfungsi Baik No. Kondisi Pakan Pakan Penuh Pakan Penuh Pakan Sedang Pakan Sedang Pakan Hampir Habis Pakan Hampir Habis Gambar 5 Servo Tertutup Gambar servo sebelum membuka pada posisi 0A. Gambar 6 Servo Terbuka Gambar servo setelah terbuka akan dan akan membuka selebar 90A. Tabel 2. Pengujian Motor Servo (Penggerak Paka. No. Kondisi Sudut Yang Diharapkan (A) Sudut Yang Dicapai (A) Keterangan Pakan Penuh Servo Idle Pakan Menipis Berfungsi Baik Pakan Habis Berfungsi Baik Tombol Manual Berfungsi Baik 146 Hanafi Batubara https://doi. org/10. 56211/helloworld. HANAFI BATUBARA / HELLO WORLD JURNAL ILMU KOMPUTER - VOL. 4 NO. EDISI OKTOBER ISSN: 2829-8616 (ONLINE) Table 3. Pengujian Sistem Keseluruhan No. Jarak Pakan (C. Status Pakan Respon Alat Keterangan Penuh Tidak Memberi Pakan Sesuai Menipis Memberi Pakan Servo Aktif Sesuai Habis Memberi Pakan Servo Aktif Sesuai <5 (Manua. Penuh Memberi Pakan (Tombol Manua. Tombol Manual Berhasil Table 4. Pengujian Koneksi ke Aplikasi Blynk No. Koneksi Ke Internet Status Koneksi Esp32 Ke Blynk Perintah Dari Aplikasi Respon Alat Keterangan Stabil Terhubung Tekan Tombol Pakan Servo Aktif Memberi Pakan Berfungsi Normal Stabil Terhubung Tidak Ada Perintah Tidak Ada Aksi Standby Terputus Tidak Terhubung Tekan Tombol Pakan Tidak Ada Respon Sesuai (Tidak Ada Koneksi Interne. Stabil Terhubung Kembali Tekan Tombol Pakan Servo Aktif Kembali Koneksi Pulih Stabil Terhubung Kirim Data Jarak Sensor Data Tampil Di Blynk Monitoring Berhasil Analisis Sistem Analisis sistem dilakukan untuk meninjau sejauh mana sistem yang dibangun mampu memenuhi kebutuhan yang telah dirumuskan pada tahap perancangan. Dari hasil pengujian yang dilakukan pada berbagai skenario, diperoleh bukti bahwa sistem bekerja secara optimal dalam melaksanakan fungsi utamanya, yaitu memberikan pakan secara otomatis dan terjadwal, serta memberikan kontrol manual melalui platform IoT Blynk. Fungsi aktuator berupa motor servo dapat bekerja secara presisi, baik melalui perintah otomatis dari sistem berdasarkan jadwal waktu, maupun dari perintah manual oleh pengguna via aplikasi. Integrasi mikrokontroler dengan modul WiFi . isalnya ESP. dan aplikasi Blynk juga berjalan lancar, dengan tingkat latensi yang rendah serta koneksi yang stabil selama pengujian. Dari sisi perangkat lunak, logika sistem terbukti mampu mengelola pemicu waktu, kontrol output, dan komunikasi dua arah dengan platform IoT secara sinkron. Tampilan antarmuka Blynk cukup intuitif, dan pengguna dapat memantau serta mengendalikan sistem dari jarak jauh dengan mudah. Kinerja Sistem Berdasarkan Tujuan Sistem berhasil memenuhi beberapa poin tujuan utama penelitian, yang dapat diuraikan sebagai berikut: Otomatisasi Pemberian Pakan: Sistem berhasil menjalankan pemberian pakan secara otomatis berdasarkan waktu yang telah ditentukan. Komponen RTC internal atau pemrograman waktu dalam sistem bekerja sinkron dengan logika sistem, sehingga motor servo aktif sesuai jadwal yang diatur. https://doi. org/10. 56211/helloworld. Hanafi Batubara 147 HANAFI BATUBARA / HELLO WORLD JURNAL ILMU KOMPUTER - VOL. 4 NO. EDISI OKTOBER ISSN: 2829-8616 (ONLINE) Kontrol Jarak Jauh (Remote Contro. : Aplikasi Blynk memberikan fleksibilitas bagi pengguna dalam mengakses dan mengendalikan sistem dari mana saja selama terkoneksi internet. Pengguna dapat mengaktifkan motor servo atau memantau status sistem dengan real-time response. Kemudahan Penggunaan: Antarmuka pengguna dirancang dengan sederhana namun informatif. Tombol kontrol, indikator status, dan jadwal yang ditampilkan sangat mudah dipahami bahkan oleh peternak awam. Efisiensi dan Ketepatan Pemberian Pakan: Dengan sistem otomatis ini, waktu dan tenaga manusia dapat Pemberian pakan menjadi lebih teratur, mengurangi risiko keterlambatan atau pemberian pakan berlebih/kekurangan. Pembahasan Integrasi IoT Salah satu keunggulan sistem ini adalah kemampuannya terhubung ke platform IoT. Penggunaan Blynk sebagai platform IoT memberikan banyak keuntungan, di antaranya: Monitoring Real-Time: Pengguna dapat melihat status alat secara langsung tanpa harus berada di lokasi. Kustomisasi UI: Komponen seperti tombol, notifikasi, dan grafik data dapat diatur sesuai kebutuhan pengguna. Fleksibilitas Perintah: Sistem dapat diperluas dengan notifikasi push, integrasi ke Google Assistant, hingga fitur log histori. Namun, pembahasan juga mencakup keterbatasan integrasi ini. Sistem sangat bergantung pada kestabilan jaringan WiFi dan listrik. Apabila terjadi pemadaman atau gangguan koneksi internet, fungsi monitoring dan kendali jarak jauh akan Evaluasi Performa Sistem Dari hasil pengujian performa: Latency respons sistem terhadap perintah manual di aplikasi berkisar antara 0. 3Ae0. 8 detik, yang masih berada dalam batas ideal untuk aplikasi IoT. Reliabilitas sistem diuji selama 48 jam penuh dalam pengoperasian berkelanjutan, menunjukkan kestabilan operasional tanpa adanya crash atau disconnect. Akurasi Jadwal mendekati 100%, dengan toleransi kesalahan waktu di bawah 1 menit dari waktu yang KESIMPULAN DAN SARAN Berdasarkan hasil perancangan, implementasi, dan pengujian sistem Alat Pemberian Pakan Ternak Otomatis Berbasis IoT, maka dapat disimpulkan beberapa poin utama sebagai berikut: Sistem berhasil dirancang dan diimplementasikan menggunakan mikrokontroler ESP32, motor servo sebagai aktuator pemberian pakan, serta aplikasi Blynk sebagai antarmuka pengguna berbasis IoT. Sistem mampu bekerja secara otomatis maupun manual dalam memberikan pakan ternak. Fitur otomatisasi sistem berjalan sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan. Hal ini ditunjukkan melalui akurasi dan ketepatan waktu dalam menjalankan siklus pemberian pakan tanpa keterlambatan atau kesalahan fungsi. Integrasi sistem dengan aplikasi IoT (Blyn. memberikan kemudahan bagi pengguna dalam mengontrol dan memantau sistem dari jarak jauh secara real-time, dengan antarmuka yang intuitif dan mudah digunakan. Hasil pengujian menunjukkan bahwa sistem memiliki kinerja yang stabil dan andal, dengan latensi respons terhadap perintah IoT rata-rata di bawah 1 detik, serta kemampuan sistem untuk beroperasi dalam waktu lama tanpa gangguan teknis. Sistem ini dapat meningkatkan efisiensi waktu dan tenaga dalam proses pemberian pakan, mengurangi keterlambatan dan ketidakteraturan, serta membantu peternak untuk lebih fokus pada aspek lain dalam manajemen peternakan. Dengan keberhasilan implementasi sistem ini, diharapkan alat ini dapat menjadi solusi teknologi tepat guna yang bermanfaat bagi peternak, khususnya dalam skala kecil hingga menengah. Sistem ini juga dapat dikembangkan lebih lanjut dengan fitur tambahan seperti log histori pakan, sensor jumlah pakan tersisa, dan sistem notifikasi berbasis pesan. 148 Hanafi Batubara https://doi. org/10. 56211/helloworld. HANAFI BATUBARA / HELLO WORLD JURNAL ILMU KOMPUTER - VOL. 4 NO. EDISI OKTOBER ISSN: 2829-8616 (ONLINE) Berdasarkan hasil penelitian dan implementasi sistem, penulis memberikan beberapa saran yang dapat menjadi bahan pertimbangan untuk pengembangan sistem selanjutnya, antara lain: Penambahan fitur notifikasi otomatis, seperti pemberitahuan melalui aplikasi atau pesan singkat (SMS/WhatsAp. , apabila proses pemberian pakan gagal, pakan habis, atau terjadi gangguan koneksi internet. Pengembangan fitur log histori, agar sistem dapat menyimpan data riwayat pemberian pakan secara otomatis, sehingga pengguna dapat melakukan evaluasi terhadap frekuensi dan konsumsi pakan harian ternak. Peningkatan daya tahan sistem terhadap kondisi lingkungan peternakan, seperti penggunaan casing tahan air/debu dan perlindungan komponen elektronik agar sistem dapat beroperasi lebih lama dan aman di lapangan. Pengembangan sistem agar dapat berfungsi secara offline, dengan menambahkan fitur penyimpanan data dan kontrol lokal jika terjadi gangguan pada koneksi internet, sehingga proses pemberian pakan tetap berjalan. Uji coba pada skala peternakan yang lebih besar, untuk menilai sejauh mana sistem ini mampu beradaptasi dan berfungsi pada berbagai jumlah dan jenis ternak dengan kebutuhan pakan yang berbeda-beda. DAFTAR PUSTAKA