JOURNAL OF NONCOMMUNICABLE DISEASES Volume 1 . , 75-80 http://dx. org/10. 52365/jond. http://jurnal. Artikel Pengabmas Pemanfaatan Tumbuhan Obat Sebagai Ramuan Tradisional pada Ibu Nifas di Wilayah Kecamatan Mentok Kabupaten Bangka Barat Tahun 2020 Eva Dewi R Purba1. M Seto Sudirman1. Rachmawati Felani Djuria1 1Polteknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Pangkalpinang. *Corresponding Author : Eva Dewi R Purba Polteknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Pangkalpinang ivo@gmail. Abstrak: Banyak jenis tumbuhan yang dapat dieksplorasi sebagai bahan obat tradisional. Salah satu penggunaan tumbuhan sebagai obat tradisional adalah ramuan herbal untuk ibu nifas. Penyehat tradisional (Hatr. menggunakan ramuan herbal dalam pengobatan pada ibu nifas ada yang telah menyiapkan ramuan herbal tersebut dalam bentuk sediaan obat siap pakai . entuk sediaan padat seperti pil, serbuk dan pare. Penggunaan jamu atau herbal hendaknya memperhatikan aspek pengawasan peredaran dan pengawasan obat tradisional. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan dengan tujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat berupa pelatihan pembuatan obat tradisional serta pemberian informasi terkait pendaftaran dan ijin edar Obat Tradisional. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini adalah pemberian penyuluhan, diskusi dan pelatihan pembuatan obat tradisional dalam pengobatan ibu masa nifas. Hasil Kegiatan pengabdian ini menghasilkan 4 obat tradisional jamu bersalin yakni parem perut dan parem badan untuk membersihkan kotoran/darah kotor, jamu seduh untuk menghilangkan pegel-pegel/ meningkatkan stamina dan jamu seduh untuk menghindari masuk angin. Kesimpulan kegiatan pengabdian efektif dalam meningkatkan ketrampilan dalam pembuatan obat tradisional jamu bersalin dan meningkatkan jumlah masyarkat yang mengetahui cara pembuatan jamu bersalin tersebut yang selama ini hanya turun menurun dalam satu keluarga saja. Keywords: Mentok. Nifas. Obat tradisional. Pendahuluan Kesehatan manusia merupakan salah satu kebutuhan dasar yang harus dipenuhi dan salah satu penunjang pelayanan kesehatan adalah obat. Pada dasarnya fungsi obat adalah untuk menyelamatkan jiwa, memulihkan atau memelihara kesehatan. Salah satu obat yang mudah didapat oleh semua lapisan masyarakat adalah obat tradisional (Ahmad dan Sulistyowati, 2. Peningkatan penggunaan obat dari tanaman berkhasiat akhir-akhir ini menunjukkan bahwa pengobatan ini dipercaya manfaatnya. Hal lain yang menyebabkan eISSN 2776-3161 A 2021 Penulis. Dibawah lisensi CC BY-SA 4. Ini adalah artikel Akses Terbuka yang didistribusikan di bawah ketentuan Creative Commons Attribution (CC BY), yang mengizinkan penggunaan, distribusi, dan reproduksi tanpa batas dalam media apa pun, selama penulis dan sumber aslinya disebutkan. Tidak diperlukan izin dari penulis atau penerbit. Purba, et. NonComm. Dis. Vol 1. meningkatnya penggunaan obat herbal adalah adanya kegagalan penggunaan obat modern untuk penyakit tertentu. Dalam menyembuhkan suatu penyakit, obat herbal juga tersedia dalam bentuk sediaan racikan atau siap pakai misalnya jamu dan obat kemasan lainnya (Damayanti, 2. Banyak jenis tumbuhan yang dapat dieksplorasi sebagai bahan obat tradisional. Salah satu penggunaan tumbuhan sebagai obat tradisional adalah ramuan herbal untuk ibu nifas. Berdasarkan hasil penelitian tim SP3T Provinsi Kepulauan Bangka Belitung . , menunjukkan bahwa di setiap wilayah kabupaten/kota Provinsi Kepulauan Bangka Belitung terdapat penyehat tradisional (Hatr. yang menggunakan ramuan herbal dalam pengobatan pada ibu nifas. Pada Hatra di Kecamatan Mentok Kabupaten Bangka Barat, terdapat kelebihan dibandingkan dengan Hatra di wilayah lainnya, yakni telah menyiapkan ramuan herbal tersebut dalam bentuk sediaan obat siap pakai . entuk sediaan padat seperti pil, serbuk dan pare. Penggunaan jamu atau herbal hendaknya memperhatikan aspek pengawasan peredaran dan pengawasan obat tradisional. Seperti yang dinyatakan oleh Kasi Kefarmasian Dinas Kesehatan Provinsi Bangka Belitung. Zulkarnain bahwa pengawasan peredaran dan pengawasan obat tradisional memiliki aturan berdasarkan Undangundang Kesehatan yaitu berdasarkan Permenkes No. 006 Tahun 2012 dan Permenkes No. 007 Tahun 2012 tentang registrasi. Terdapat dua hal terkait obat tradisional yaitu Izin usaha dan produknya. Ia menjelaskan, untuk jamu ada beberapa golongan seperti usaha jamu gendong dan jamu racikan, itu tidak diwajibkan untuk ijin. Pengawasan hanya sebatas didaftarkan saja (Bangka Pos. Oleh karena itu, untuk memanfaatkan ramuan herbal sebagai obat tradisional pada ibu nifas, tim tertarik melakukan kegiatan pengabdian masyarakat dalam bentuk pemberian edukasi dan pelatihan pembuatan ramuan herbal dalam pengobatan tradisional pada ibu nifas. Selain itu, tim bersinergi dengan berbagai pihak agar kegiatan terus berkelanjutan dan bermanfaat bagi semua pihak . aik pihak dinas kesehatan dalam pemberian infomasi pendaftaran herbal ataupun terkait ijin eda. Materials dan Metode Metode kegitan ini terdapat 3 jenis yakni penyuluhan . , pelatihan . engan mendemokan pembuatan ramuan tradisiona. dan evaluasi kegiatan. Kegiatan ini diawali dengan pemberian informasi ilmiah tentang pemanfaatan ramuan herbal dalam pengobatan ibu nifas dari narasumber Hatra dan Poltekkes Kemenkes Pangkalpinang . erkait keilmuan tentang pengobatan tradisiona. Selanjutnya Hatra akan mendemokan pembuatan ramuan herbal untuk ibu nifas. Dalam melihat keberhasilan pelatihan dalam pembuatan ramuan herbal pada ibu nifas serta menilai efektif atau tidak kegiatan ini maka diperlukan evaluasi. Kegiatan ini dilaksanakan di Kecamatan Mentok di Kelurahan Tanjung Kabupaten Bangka Barat selama 8 . bulan mulai Bulan Maret Ae Oktober 2020. Pelatihan ini diberikan kepada kader-kader kesehatan dan ibu-ibu PKK Kelurahan Tanjung Kecamatan Mentok. Diharapkan dengan pelatihan ini, kaderkader kesehatan dan ibu-ibu PKK dapat mengimbaskan ketrampilan pelatihan pembuatan ramuan herbal bagi ibu nifas. Kegiatan ini melibatkan berbagai pihak seperti Puskesmas Mentok. Kelurahan Tanjung dan Hatra Kelurahan Tanjung serta Poltekkes Kemenkes Pangkalpinang. Pelaksanaan evaluasi dan monitoring pelatihan diberikan Ramuan Tradisional pada Ibu Nifas Purba, et. NonComm. Dis. Vol 1. setelah responden diberikan penyuluhan dan pelatihan pembuatan ramuan herbal pada ibu nifas . ekitar beberapa bulan kemudia. Evaluasi dan monitoring berupa daftar bentuk sediaan obat tradisional yang berhasil dibuat dalam bentuk obat jadi . esuai dengan informasi dari Hatr. Hasil dan Pembahasan Pelaksanaan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat yang dibuat oleh Tim Pelaksana dihadiri oleh 29 orang ibu-ibu PKK dan kader kesehatan. Selanjutnya dibagi menjadi 3 kelompok dengan masing-masing kelompok terdiri dari 10 orang hanya 1 kelompok yang terdiri dari 9 orang. Adapun hasil dari kegiatan pelatihan yakni 4 produk obat tradisional jamu bersalin yakni : Kelompok 1 menghasilkan parem badan dan parem perut yang berkhasiat membersihkan kotoran-kotoran/darah kotor yang dinamakan param badan. Kelompok 2 menghasilkan jamu seduh untuk memulihkan stamina setelah melahirkan yang dinamakan jamu salah. Kelompok 3 menghasilkan jamu seduh untuk menghindari masuk angin yang dinamakan jamu masak. Narasumber memberikan ramuan tradisional dalam bentuk rebusan yang terdiri dari berbagai macam tumbuhan obat yang telah dikeringkan dan dirajang. Hasil ini sesuai dengan pengertian dari obat tradisional adalah obat ramuan yang dibuat dari bagian tanaman, hewan, menyembuhkan penyakit maupun untuk memelihara kesehatan, obat ini dapat berbentuk bubuk, rajangan, cairan, tablet, kapsul, parem, obat gosok, dan lain-lain, obat ini biasanya dibuat oleh rumah tangga, penjaja jamu gendong, sinse, dukun, tabib, perusahaan jamu, pabrik farmasi, dan lain-lain. Obat yang buatan pabrik farmasi atau perusahaan jamu, mempunyai nomor registrasi di Departemen Kesehatan (Depke. dengan kode awal TR (Tradisiona. misal pada berbagai merek jamu buatan dalam negeri. TRI . erbagai merek obat tradisional impo. misal pada berbagai merek obat tradisional impor. TRL . erbagai merek obat tradisional luar yang memperoleh lisens. (Anonim, 2. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), parem adalah obat pelumur seperti bedak basah yang dilumurkan pada bagian tubuh untuk menghilangkan rasa pegal . etegangan ura. atau terasa terkilir. Selain itu, nama lainnya adalah tapel. Jamu bersalin sangat mudah didapatkan di lingkungan. Jamu bersalin berfungsi untuk mengencangkan otot perut yang kendur, mengembalikan stamina, memperlancar ASI, membersihkan darah kotor dalam rahim dan membantu pemulihan luka serta membantu proses pengerutan rahim ke bentuk semula (Anonim, 2. Jamu Salah terdiri dari bahan dasar Jahe kering 2 ons dan kencur 3 ons serta bahan rempah-rempah yang terdiri dari cengkeh 1 gr, pala 1 gr, kayu manis 1 gr, lada 1 gr, jintan hitam 1 gr dan kulit jeruk purut 1 genggam . alau ad. Adapun cara pembuatannya seluruh bahan dijemur kering lalu ditumbuk sampai halus dan diayak. Cara konsumsi ramuan 1 sendok teh diseduh dengan A gelas air hangat dan diminum 2x Jamu Masak terdiri dari jahe 2 ons, kencur 3 ons, kunyit 2 ons, majakani 1 gr . , kayu manis 2 gr, pala 1 gr, lada 1 gr, cengkeh 1 gr dan cabe jawa 11 batang. Cara membuatnya yakni seluruh bahan dikeringkan . , ditumbuk sampai halus lalu Ramuan Tradisional pada Ibu Nifas Purba, et. NonComm. Dis. Vol 1. terakhir diayak. Cara mengkonsumsinya ramuan 1 sendok teh diseduh dengan A gelas air hangat dan diminum 2x sehari. Param badan dan param perut masing-masing berbahan tepung beras A kg dan jamu salah 3 gr. Cara membuat yakni seluruh bahan dicampur dengan air sedikit demi sedikit sampai kalis lalu dibentuk bulat dan dijemur kering. Cara pakai dari obat ini adalah dilarutkan dengan air lalu dioleskan ke seluruh tubuh 2x sehari setiap habis Rebusan yang disiapkan oleh narasumber Hatra berbahan akar medang sahang, akar pelempang, akar carik, akar kibuy, akar kelita dan akar salak. Cara pembuatannya yakni seluruh bahan dicindang lalu dijemur selanjutnya dikonsumsi yakni direbus dan Berdasarkan dengan bahan-bahan yang disampaikan sangat sesuai dengan teori yang menunjukkan fungsi dari setiap bahan tersebut. Kegiatan pengabdian masyarkat ini tidak sesuai rencana dikarenakan untuk penyampaian informasi izin edar atau pendaftaran obat tradisional di UMKM tidak dapat terlaksana dikarenakan narasumbernya tidak ada dari pihak Dinas Kesehatan Bangka Barat karena kondisi pandemic covid-19 dan narasumber yang pernah menyetujui kegiatan ini meninggal Setelah melakukan koordinasi di Kabupaten Bangka Barat, pihak yang berwenang dalam informasi tersebut adalah Dinas Perindustrian dan Perdagangan. Namun, tim pelaksana meminta untuk peserta untuk menindaklanjuti dalam bentuk UMKM melibatkan pihak Kelurahan Tanjung. Lurah Tanjung pun telah menyetujui untuk menindaklanjuti kegiatan ini agar dapat terbentuk UMKM yang dapat menghasilkan jamu bersalin. Harapannya ada informasi dari Dinas terkait ke depannya. Pelaksanaan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat yang dibuat oleh Tim Pelaksana menghasilkan luaran wajib dan tambahan dapat dilihat pada Tabel 1. Tabel 1. Luaran Kegiatan Pengabdian Masyarakat Jenis Luaran Wajib Artikel ilmiah dimuat pada jurnal nasional tidak internasional yang ber ISSN dan e-ISSN Video/Modul/Booklet Peningkatan kuantitas dan kualitas produk serta nilai tambah barang, jasa, diversifikasi produk, atau sumber daya lainnya sesuai dengan jenis kegiatan yang diusulkan Indikator Capaian Draft . iusulkan pada Video dan Booklet Bertambahnya tradisional pada ibu nifas Kabupaten Bangka Barat temurun pada keluarga Hatra tersebut . sehingga ada 33 orang Ramuan Tradisional pada Ibu Nifas Purba, et. NonComm. Dis. Vol 1. tradisional tersebut. Peningkatan pengetahuan dan ketrampilan ibu-ibu PKK dan kader dalam tradisional pada ibu nifas Peningkatan pemahaman dan ketrampilan Tambahan Kekayaan intelektual, paten, hak cipta, merek dagang, rahasia dagang, desain produk industri, perlindungan produk Buku/Modul ber ISBN Jejaring kerjasama Draft usulan HaKi Booklet Modul mata kuliah sebagai wujud pengayaan ilmu yang dapat diterapkan Usulan Kerjasama Kesimpulan Berdasarkan dengan hasil dan luaran kegiatan dapat disimpulan bahwa kegiatan pengabdian masyarakat pemanfaatan tumbuhan obat sebagai ramuan tradisional pada ibu nifas di Kelurahan Tanjung Kecamatan Mentok Kabupaten Bangka Barat antara lain Efektif dalam menambah jumlah orang yang mengetahui ramuan tradisional sehingga tidak hanya dalam 1 keluarga saja, namun bertambah 29 orang yang mengetahuinya. Pada pelatihan tersebut, terdapat 4 produk ramuan yang dihasilkan yakni rebusan, parem badan dan parem perut, jamu salah dan jamu masak. Bentuk sediaan yang dihasilkan sediaan padat semua. Tidak dapat terlaksana kegiatan terkait pendaftaran obat Konflik Kepentingan Tidak ada konflik kepentingan dalam artikel ini Kontribusi Penulis Semua penulis berkontribusi sama dalam tulisan ini Kelaikan Etik No surat etika penelitian 18/KEP/STIKES/X/202 Daftar Pustaka