Buletin KKN Pendidikan. Vol. No. Juni 2025 e-ISSN 2716-0327 doi: 10. 23917/bkkndik. Peningkatan Pemahaman Nilai Spiritual Isra MiAoraj melalui Metode Pembelajaran Interaktif bagi Anak-Anak TPQ Desa Pilang Royhan Pradipta Setyana1. Mukhlis2. Rendito Abimanyu3. Yunus Sulistyono4*. Ana Maghfiroh5 Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Universitas Muhammadiyah Surakarta. Indonesia Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Universitas Muhammadiyah Ponorogo. Indonesia INFORMASI ARTIKEL ABSTRAK Histori Artikel: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan di TPQ Desa Pilang dalam rangka memperingati IsraAo MiAoraj Nabi Muhammad SAW. Tujuan utama dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pemahaman anak-anak terhadap makna dan nilai-nilai spiritual peristiwa IsraAo MiAoraj melalui pendekatan pembelajaran yang interaktif dan menyenangkan. Metode yang digunakan meliputi storytelling, dramatisasi, penggunaan boneka tangan, media visual, serta aktivitas partisipatif lainnya. Hasil pelaksanaan menunjukkan bahwa metode interaktif lebih efektif dibandingkan metode ceramah konvensional dalam meningkatkan fokus, keterlibatan, dan daya serap anak terhadap materi keagamaan. Anak-anak tampak lebih antusias dan mampu mengaitkan isi cerita dengan nilai-nilai kehidupan sehari-hari, seperti pentingnya shalat, keimanan kepada Allah SWT, serta peningkatan akhlak dan kedisiplinan. Kegiatan ini membuktikan bahwa pembelajaran agama Islam dapat dikemas secara menarik, kreatif, dan sesuai dengan karakteristik psikologis anak. Pendekatan interaktif dinilai strategis untuk menanamkan nilai-nilai spiritual Islam sejak usia dini dan dapat diadaptasi oleh lembaga pendidikan Islam lainnya. Submit: 15 April 2025 Revisi: 20 Juni 2025 Diterima: 22 Juni 2025 Publikasi: 29 Juni 2025 Periode Terbit: Juni 2025 Kata Kunci: israAo miAoraj, metode interaktif, nilai spiritual, pembelajaran anak. Corresponding Author: Yunus Sulistyono Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Surakarta. Indonesia Email: ys122@ums. Pendahuluan IsraAo MiAoraj merupakan salah satu peristiwa agung dalam sejarah Islam yang memiliki makna spiritual mendalam. Peristiwa ini menggambarkan perjalanan luar biasa Nabi Muhammad SAW dari Masjidil Haram di Mekah ke Masjidil Aqsa di Palestina, dan kemudian naik ke Sidratul Muntaha di langit tertinggi bersama malaikat Jibril dengan menaiki buraq (Yunita, 2. Kejadian ini bukan hanya menjadi tonggak sejarah keimanan umat Islam, tetapi juga sarat akan pesan-pesan ketauhidan, keikhlasan, dan kedekatan dengan Sang Pencipta. Oleh karena itu, mengenalkan nilainilai dan makna dari peristiwa IsraAo MiAoraj kepada generasi muda, khususnya anak-anak, menjadi suatu keharusan dalam pendidikan IsraAo MiAoraj tidak hanya relevan sebagai bagian dari kurikulum pendidikan Islam, tetapi juga menjadi sarana dakwah yang sangat potensial dalam menanamkan nilai-nilai moral dan spiritual sejak dini. Apalagi dalam konteks pembelajaran di Taman Pendidikan Al-QurAoan (TPQ), penyampaian materi keagamaan perlu dilakukan dengan pendekatan yang tepat agar Peningkatan Pemahaman Nilai Spiritual Isra MiAoraj melalui Metode PembelajaranA. e-ISSN 2716-0327 doi: 10. 23917/bkkndik. mampu menjangkau dunia pemikiran anak-anak yang sedang berada pada tahap awal perkembangan kognitif dan emosional. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan oleh tim ini bertujuan untuk melihat bagaimana metode penyampaian yang digunakan dalam kajian IsraAo MiAoraj dapat meningkatkan pemahaman anak-anak TPQ Desa Pilang tentang makna, hikmah, dan nilai spiritual dari peristiwa Dalam mengimplementasikan berbagai pendekatan penyampaian materi, dengan fokus pada penggunaan metode interaktif. Pendekatan pengalaman belajar yang lebih menyenangkan dan bermakna bagi anak-anak. Metode interaktif, dalam hal ini, mencakup aktivitas belajar yang melibatkan partisipasi aktif peserta didik, seperti diskusi, tanya jawab, permainan edukatif, visualisasi melalui media audio-visual, hingga penggunaan alat bantu seperti boneka. Selain itu, tim juga berupaya mengidentifikasi metode yang paling efektif dalam menyampaikan materi keagamaan kepada anak-anak dengan cara yang mudah dipahami dan menarik perhatian mereka. Efektivitas proses pembelajaran dan dakwah sangat dipengaruhi oleh gaya penyampaian serta metode yang digunakan oleh Dalam konteks pendidikan agama, keberhasilan transfer nilai-nilai religius tidak hanya bergantung pada isi materi, melainkan juga pada cara penyampaiannya yang harus sesuai dengan karakteristik peserta didik (Toha & Wargadinata, 2. Komunikasi yang berhasil adalah komunikasi yang mampu mengubah pengetahuan, sikap, bahkan perilaku Maka dari itu, dibutuhkan strategi Buletin KKN Pendidikan. Vol. No. Juni 2025 komunikasi yang tepat untuk menyampaikan pesan keagamaan, terutama kepada anak-anak (Nurhadi & Kurniawan, 2. Dakwah saat ini juga telah mengalami perkembangan signifikan. Tidak lagi terbatas pada ceramah konvensional di mimbar, penyampaian pesan agama kini dituntut untuk lebih kreatif dan relevan dengan perkembangan zaman, khususnya dalam menjangkau generasi Z dan generasi Alpha yang akrab dengan teknologi digital (Parhan. Riezky, & Alifa, 2. Generasi muda kini lebih tertarik pada pendekatan visual, interaktif, dan berbasis teknologi. Hal ini menuntut pengajar atau penyampai materi untuk mampu menyesuaikan metode dakwah agar tetap efektif dan diminati oleh anak-anak. Transformasi media dakwah dari metode tradisional menuju pendekatan berbasis digital menjadi sesuatu yang tak terelakkan. Platform seperti video online, media sosial, dan aplikasi pesan instan kini menjadi alat penyebaran dakwah yang efektif, terutama bagi generasi muda (Yulia. Farida. Ahmad, & Mia, 2. Gaya komunikasi dakwah dalam era digital menjadi krusial karena mampu menghadirkan pesan keagamaan dalam bentuk yang lebih dinamis dan mudah diakses oleh khalayak luas, termasuk anak-anak. Dalam proses pembelajaran, penggunaan media interaktif menjadi salah satu pendekatan yang sangat efektif. Interaktif adalah suatu bentuk komunikasi dua arah atau lebih yang memungkinkan adanya pertukaran informasi dan partisipasi aktif (Cahyaningtias & Ridwan. Media pembelajaran interaktif berfungsi sebagai alat penghubung antara pendidik dan peserta didik, yang memungkinkan proses belajar terjadi secara timbal balik. Interaksi ini tidak hanya berupa pertukaran verbal, tetapi juga Peningkatan Pemahaman Nilai Spiritual Isra MiAoraj melalui Metode PembelajaranA. Buletin KKN Pendidikan. Vol. No. Juni 2025 melibatkan pengalaman visual, audio, dan kinestetik yang membuat proses belajar menjadi lebih menarik. Media pembelajaran interaktif, terutama yang berbasis teknologi, memberikan peluang besar untuk meningkatkan motivasi dan minat belajar anak-anak. Tidak hanya itu, media ini juga dapat memperkuat pemahaman konsep secara lebih mendalam (Ajid et al. , 2. Dalam kegiatan pembelajaran yang dilakukan oleh tim, penggunaan media interaktif terbukti membantu pemahaman anak terhadap nilai-nilai spiritual dari IsraAo MiAoraj. Dongeng, misalnya, merupakan metode yang sangat efektif untuk menyampaikan pesan keagamaan kepada anak usia dini. Selain sebagai bentuk hiburan, dongeng juga berfungsi sebagai media edukatif yang menyampaikan nilai-nilai moral dan spiritual secara halus dan menyentuh (Sulis Mutiara & Saudah, 2. Dalam kegiatan ini, tim memanfaatkan media dongeng dengan bantuan boneka peraga untuk menarik perhatian dan imajinasi anak-anak. Penggunaan boneka dianggap mendekati bentuk naturalisasi dalam bercerita, karena anak-anak menganggap boneka sebagai makhluk hidup dalam imajinasi mereka (Mulya et al. , 2021. Trianziani, 2. Selain itu, media audio visual juga dimanfaatkan untuk mendukung penyampaian cerita IsraAo MiAoraj. Penggunaan media ini menjadikan dongeng lebih hidup, ekspresif, dan emosional, sehingga anak-anak lebih mudah terbawa suasana cerita dan memahami isi pesan (Purwantoro. Kombinasi antara visual, suara, dan narasi yang menyentuh membuat pengalaman belajar e-ISSN 2716-0327 doi: 10. 23917/bkkndik. menjadi lebih menyatu dan berdampak kuat bagi perkembangan spiritual anak. Melihat realitas ini, para pendidik atau penyampai materi keagamaan perlu bersikap aktif, kreatif, dan produktif dalam merespons Penyusunan pembelajaran yang baru dan relevan menjadi suatu keharusan untuk meningkatkan efektivitas proses pengajaran (Hasanah, 2018. Wardhani et , 2. Metode pembelajaran berperan penting dalam proses penyampaian ilmu, karena membantu pengajar menyampaikan materi secara sistematis dan sesuai dengan gaya belajar peserta didik (Mafatih, 2021. Purnawan et al. Dengan demikian, kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan oleh tim ini bertujuan untuk menghadirkan alternatif metode penyampaian materi keagamaan yang lebih menarik dan sesuai dengan karakteristik generasi masa kini. Penggunaan media interaktif seperti dongeng, boneka peraga, dan audio visual dalam mengajarkan peristiwa IsraAo MiAoraj terbukti dapat membantu anak-anak memahami pesan spiritual secara lebih mendalam, sekaligus menjadikan pembelajaran agama sebagai pengalaman yang menyenangkan, bermakna, dan tak terlupakan. Metode Pelaksanaan Pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan di Taman Pendidikan Al-QurAoan (TPQ) Desa Pilang. Kegiatan difokuskan pada kajian keagamaan bertema IsraAo MiAoraj, dengan penekanan pada penggunaan metode penyampaian yang interaktif dan menarik bagi peserta didik. Pendekatan yang digunakan bersifat partisipatif dan aplikatif, dengan melibatkan anak-anak secara aktif dalam proses pembelajaran, serta memanfaatkan Peningkatan Pemahaman Nilai Spiritual Isra MiAoraj melalui Metode PembelajaranA. e-ISSN 2716-0327 doi: 10. 23917/bkkndik. berbagai teknik dan media penyampaian untuk meningkatkan efektivitas pemahaman. Dalam kegiatan ini, tim pelaksana menggunakan pendekatan observasi langsung dan dokumentasi untuk memantau jalannya aktivitas serta mengevaluasi sejauh mana metode meningkatkan daya serap anak-anak terhadap Pendekatan observasional dilakukan selama kegiatan kajian berlangsung, dengan mencatat interaksi antara pemateri dan peserta didik, ekspresi anak-anak, serta respons mereka terhadap variasi metode Kegiatan inti berupa kajian IsraAo MiAoraj dilaksanakan dengan pendekatan storytelling atau metode bercerita sebagai strategi utama penyampaian materi. Ustadz yang bertugas sebagai pemateri menggunakan teknik bercerita yang diperkaya dengan unsur dramatik, seperti perubahan intonasi suara, peniruan suara binatang, atau suara langkah kaki, untuk menambah daya tarik cerita dan menjaga perhatian anak-anak. Selain itu, media bantu seperti boneka tangan dan gambar visual juga digunakan untuk memperkuat daya imajinasi anak-anak terhadap kisah yang disampaikan. Berdasarkan hasil pengamatan selama pelaksanaan, dari total 40 anak yang mengikuti kajian, sekitar 32 anak . tau 80%) tampak menunjukkan tingkat fokus yang lebih tinggi ketika materi disampaikan melalui metode bercerita dibandingkan dengan pendekatan ceramah konvensional. Anak-anak lebih antusias dan menunjukkan partisipasi aktif saat mendengarkan cerita yang disampaikan dengan gaya ekspresif dan media visual. Sebagai contoh, ketika ustadz menambahkan efek suara seperti suara burung berkicau atau suara langkah kaki dalam cerita tentang perjalanan Nabi, sekitar 85% anak-anak memberikan respons yang lebih antusias, seperti tertawa, menirukan suara, atau Buletin KKN Pendidikan. Vol. No. Juni 2025 mengajukan pertanyaan spontan. Hal ini menunjukkan bahwa metode penyampaian yang kreatif mampu menarik perhatian dan meningkatkan pemahaman mereka terhadap materi yang bersifat abstrak seperti IsraAo MiAoraj. Sebagai pendukung kegiatan, dokumentasi juga dilakukan secara sistematis. Dokumentasi ini meliputi pengambilan foto dan video selama proses kajian berlangsung. Tujuan dokumentasi bukan hanya sebagai arsip kegiatan, tetapi juga sebagai bahan evaluatif dan reflektif. Dari dokumentasi tersebut, terlihat bahwa anak-anak tampak lebih terlibat secara emosional dan kognitif saat metode pembelajaran yang digunakan mengedepankan unsur visual dan Misalnya, dalam sesi penggunaan boneka tangan, ekspresi wajah anak-anak tampak lebih ceria dan mereka tampak antusias dalam menyimak alur cerita. Pendekatan visual seperti penggunaan gambar, ilustrasi, dan animasi sederhana juga diaplikasikan untuk membantu anak-anak memahami jalur perjalanan IsraAo MiAoraj. Gambargambar tentang Masjidil Haram. Masjidil Aqsa, dan Sidratul Muntaha dipresentasikan dalam bentuk slideshow, yang juga diselingi dengan penjelasan yang sederhana namun bermakna. Metode ini terbukti membantu mereka menghubungkan cerita dengan visualisasi nyata, sehingga pemahaman mereka terhadap peristiwa tersebut menjadi lebih konkret. Tim pelaksana juga menyediakan sesi interaktif pada akhir kegiatan, seperti kuis ringan dan tanya-jawab seputar cerita yang telah Sesi ini bertujuan untuk mengukur seberapa jauh anak-anak memahami materi, sekaligus memperkuat daya ingat mereka. Dalam sesi ini, mayoritas anak mampu menjawab pertanyaan dengan tepat, yang menjadi indikator bahwa metode penyampaian yang digunakan berhasil menyampaikan pesan-pesan utama dari Peningkatan Pemahaman Nilai Spiritual Isra MiAoraj melalui Metode PembelajaranA. Buletin KKN Pendidikan. Vol. No. Juni 2025 kajian IsraAo MiAoraj dengan cara yang sesuai dengan gaya belajar mereka. Metode pelaksanaan pengabdian ini karakteristik peserta didik usia dini yang lebih menggabungkan unsur cerita, visualisasi, dan Pelibatan anak-anak secara aktif dalam proses pembelajaran serta penggunaan media yang tepat menjadi faktor kunci dalam menyenangkan dan bermakna. Melalui kegiatan ini, tim berharap pendekatan serupa dapat direplikasi oleh pengelola TPQ lainnya sebagai inovasi dalam menyampaikan materi keagamaan dengan cara yang lebih efektif dan kontekstual. Hasil Pelaksanaan dan Pembahasan Kegiatan ini diselenggarakan dalam rangka memperingati IsraAo MiAoraj Nabi Muhammad SAW yang dilaksanakan di Desa Pilang, sebuah wilayah yang dikenal memiliki tradisi keagamaan yang kuat dan komunitas yang aktif dalam kegiatan pendidikan Islam. Pemilihan Desa Pilang sebagai lokasi kegiatan bukan tanpa alasan. Desa ini memiliki karakteristik yang unik, antara lain keterlibatan masyarakat secara aktif dalam pendidikan keagamaan anak-anak, penguatan nilai-nilai Islam melalui pendekatan berbasis budaya, serta keberadaan lembaga pendidikan seperti TPQ dan madrasah yang menjadi pusat kegiatan keislaman masyarakat. Nilai-nilai religius sudah mengakar dalam kehidupan sosial warga, dan momentum peringatan IsraAo MiAoraj menjadi momen yang tepat untuk memberikan edukasi spiritual secara menyenangkan dan bermakna kepada anak-anak. Kegiatan ini melibatkan mahasiswa sebagai pelaksana utama, bekerja sama dengan pengurus TPQ dan tokoh masyarakat setempat. Tim menghadirkan seorang ustadz yang ahli e-ISSN 2716-0327 doi: 10. 23917/bkkndik. dalam penyampaian cerita Islami sebagai narasumber utama. Materi disampaikan dengan komunikatif, yaitu melalui metode storytelling, dramatisasi, serta dukungan media visual yang sesuai dengan usia dan gaya belajar anak-anak. Pendekatan ini dipilih karena anak-anak lebih mudah menyerap informasi melalui pengalaman belajar yang konkret, imajinatif, dan interaktif dibandingkan dengan ceramah konvensional yang cenderung pasif. Anak-anak yang hadir dalam kegiatan tidak hanya mendengarkan cerita secara pasif, tetapi juga diajak untuk berpartisipasi aktif. Mereka terlibat dalam berbagai aktivitas seperti bermain peran . ole-pla. , mendramatisasikan kisah perjalanan IsraAo MiAoraj, menggunakan alat peraga seperti boneka tangan, serta mengikuti sesi diskusi ringan yang mengajak mereka merefleksikan makna dan pesan dari peristiwa Kegiatan ini memberikan ruang bagi anak-anak untuk tidak sekadar menerima informasi, tetapi juga memahami, menghayati, dan menghubungkan kisah tersebut dengan kehidupan sehari-hari mereka. Penerapan Nilai-Nilai Spiritual IsraAo MiAoraj Salah satu tujuan utama dari kegiatan ini adalah membantu anak-anak dalam memahami serta menerapkan nilai-nilai spiritual yang terkandung dalam kisah IsraAo MiAoraj. Cerita yang disampaikan tidak hanya dijelaskan secara naratif, tetapi juga disertai dengan penguatan nilai-nilai moral dan religius yang dapat diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Beberapa nilai utama yang ditekankan antara Ketaatan dalam Menjalankan Shalat Kisah IsraAo MiAoraj menjadi momentum penting turunnya perintah shalat lima waktu. Peningkatan Pemahaman Nilai Spiritual Isra MiAoraj melalui Metode PembelajaranA. e-ISSN 2716-0327 doi: 10. 23917/bkkndik. Dalam sesi penyampaian materi, anak-anak diajak untuk memahami bahwa shalat adalah bentuk komunikasi langsung dengan Allah SWT, bukan sekadar kewajiban rutin. Ustadz menjelaskan bahwa melalui shalat, seorang Muslim dapat menguatkan hubungannya dengan Allah, memohon petunjuk, dan menenangkan Anak-anak kemudian diminta untuk menceritakan kembali bagaimana mereka biasa shalat di rumah, serta dimotivasi untuk menjaga shalat dengan tepat waktu dan khusyuk. Keimanan kepada Hal Gaib dan Kekuasaan Allah SWT Perjalanan IsraAo MiAoraj juga mengandung pelajaran penting tentang keimanan terhadap hal-hal gaib dan kekuasaan Allah yang tidak selalu dapat dijangkau oleh logika manusia. Anak-anak diperkenalkan pada konsep iman sebagai dasar kehidupan seorang Muslim. Melalui cerita yang dibawakan secara dramatis, anak-anak diajak membayangkan bagaimana Nabi Muhammad SAW diperjalankan dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa, dan naik ke langit menuju Sidratul Muntaha. Hal ini menumbuhkan kekaguman mereka terhadap kebesaran Allah SWT dan memperkuat keyakinan mereka terhadap kebenaran ajaran Islam. Peningkatan Akhlak dan Kedisiplinan Selain aspek ibadah dan keimanan, kegiatan ini juga menanamkan nilai-nilai akhlak seperti kejujuran, kedisiplinan, serta kepedulian terhadap sesama. Anak-anak diberi contoh bagaimana Nabi Muhammad SAW selalu menunjukkan akhlak terpuji dalam setiap perjalanan dan misinya. Cerita IsraAo MiAoraj dijadikan titik tolak untuk menjelaskan pentingnya menjadi anak yang jujur, tidak mudah marah, menghormati orang tua, serta gemar melakukan kebaikan. Buletin KKN Pendidikan. Vol. No. Juni 2025 Efektivitas Metode Penyampaian Bercerita Selama kegiatan berlangsung, metode bercerita yang diterapkan oleh ustadz terbukti mampu menarik perhatian anak-anak secara Cerita disampaikan dengan penuh ekspresi, intonasi yang bervariasi, serta penambahan unsur dramatik yang sesuai. Misalnya, saat menggambarkan perjalanan Nabi menaiki buraq, ustadz menambahkan efek suara langkah kaki, deru angin, atau kicauan burung. Elemen-elemen ini membuat anak-anak lebih mudah membayangkan jalannya cerita dan memahami alurnya. Dari hasil pengamatan selama kegiatan, terlihat bahwa anak-anak menjadi lebih fokus dan terlibat ketika materi disampaikan melalui cerita, dibandingkan dengan metode ceramah biasa yang cenderung membosankan bagi usia mereka. Gambar 1. Metode Penyampaian Selain penyampaian, metode ini juga mempermudah anak-anak dalam mengingat inti cerita. Beberapa anak bahkan dapat menceritakan kembali perjalanan IsraAo MiAoraj dengan urutan yang tepat, serta menyebutkan nama-nama tempat yang dilalui Nabi Muhammad SAW. Hal ini menunjukkan bahwa cerita yang disampaikan melalui metode ekspresif dan imajinatif tidak hanya menyampaikan informasi, tetapi juga Peningkatan Pemahaman Nilai Spiritual Isra MiAoraj melalui Metode PembelajaranA. Buletin KKN Pendidikan. Vol. No. Juni 2025 e-ISSN 2716-0327 doi: 10. 23917/bkkndik. memperkuat pemahaman dan daya ingat mereka. Peran Metode Interaktif Meningkatkan Pemahaman Pendekatan interaktif yang diterapkan dalam kegiatan ini menjadi kunci utama keberhasilan dalam menyampaikan materi Anak-anak tidak hanya duduk dan mendengarkan, melainkan diajak untuk menjadi bagian dari cerita. Beberapa dari mereka berperan sebagai Nabi Muhammad SAW, malaikat Jibril, buraq, atau tokoh-tokoh lain dalam kisah tersebut. Gerakan tubuh, ekspresi wajah, dan intonasi suara mereka menjadi bagian dari proses belajar yang penuh makna. Penggunaan alat peraga seperti boneka tangan juga sangat membantu dalam Boneka digunakan untuk memvisualisasikan karakter-karakter dalam cerita, serta menjadi media interaksi antara pemateri dan peserta. Anak-anak lebih fokus, merasa dekat dengan materi, dan bahkan tidak mengekspresikan pendapat mereka selama sesi Selain boneka, media visual seperti gambar ilustrasi dan video animasi sederhana perjalanan IsraAo MiAoraj secara visual. Gambar Masjidil Haram. Masjidil Aqsa, dan Sidratul Muntaha ditampilkan dalam bentuk poster dan proyeksi slide, sehingga anak-anak memiliki gambaran konkret mengenai lokasi-lokasi spiritual tersebut. Video animasi pendek yang menceritakan kisah IsraAo MiAoraj juga ditampilkan sebagai penutup kegiatan untuk memperkuat pemahaman mereka. Gambar 2. Metode Interaktif Metode ini menggabungkan pendekatan audio, visual, dan kinestetik secara bersamaan, yang sangat sesuai dengan gaya belajar anakanak usia dini. Mereka tidak hanya melihat dan mendengar, tetapi juga merasakan dan Aktivitas seperti menjawab kuis, diskusi, dan bermain peran memperkuat keterlibatan kognitif dan afektif anak dalam Penerapan metode interaktif ini juga mendorong anak-anak untuk berpikir kritis dan Dalam sesi diskusi, mereka diajak untuk mengaitkan cerita dengan kehidupan sehari-hari, seperti bagaimana menerapkan semangat IsraAo MiAoraj dalam menjaga shalat, bersikap jujur, atau berbuat baik kepada sesama. Aktivitas ini bukan hanya bersifat edukatif, tetapi juga membentuk karakter dan nilai spiritual anak sejak dini. Peningkatan Pemahaman Nilai Spiritual Isra MiAoraj melalui Metode PembelajaranA. e-ISSN 2716-0327 doi: 10. 23917/bkkndik. Gambar 3. Foto Pelaksanaan Kegiatan Hasil dari pelaksanaan kegiatan ini sejalan dengan pandangan Kusumaningtyas et al. , yang menyebutkan bahwa pembelajaran berbasis interaksi dan visualisasi dapat meningkatkan retensi dan pemaknaan materi ajar secara signifikan pada anak-anak. Kegiatan ini membuktikan bahwa pendidikan agama Islam tidak harus dilakukan secara monoton dan satu Sebaliknya, pembelajaran agama dapat dikemas secara menyenangkan, partisipatif, dan kontekstual, sehingga tidak hanya diserap sebagai pengetahuan, tetapi juga tertanam sebagai nilai kehidupan. Simpulan Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dalam rangka memperingati IsraAo MiAoraj di TPQ Desa Pilang telah berhasil mencapai tujuannya, yaitu meningkatkan pemahaman dan penanaman nilai-nilai spiritual kepada anak-anak melalui metode penyampaian yang interaktif dan Pendekatan yang digunakan seperti bercerita, dramatisasi, penggunaan media visual, dan alat peraga seperti boneka tangan terbukti lebih efektif dibandingkan metode ceramah konvensional. Anak-anak menunjukkan antusiasme yang tinggi, fokus yang lebih baik, serta mampu mengingat dan memahami isi cerita secara mendalam. Nilai-nilai utama seperti Buletin KKN Pendidikan. Vol. No. Juni 2025 pentingnya shalat lima waktu, keimanan kepada Allah SWT, serta peningkatan akhlak dan kedisiplinan berhasil ditanamkan melalui aktivitas yang bersifat partisipatif dan sesuai dengan karakteristik usia mereka. Penggunaan metode interaktif tidak hanya memperkaya pengalaman belajar anak-anak, tetapi juga memperkuat hubungan emosional mereka dengan materi keagamaan yang disampaikan. Dengan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa penyampaian materi keagamaan khususnya peristiwa IsraAo MiAoraj akan lebih efektif jika dikemas dengan metode yang kreatif, komunikatif, dan sesuai dengan perkembangan psikologis anak. Model pendekatan ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi pengelola TPQ maupun lembaga pendidikan Islam lainnya dalam mengembangkan strategi pembelajaran yang relevan, kontekstual, dan berdampak positif bagi pembentukan karakter dan spiritualitas anak sejak usia dini. Daftar Pustaka