Barita dan Ekadjaja: Analisa Faktor-Faktor yang mempengaruhi Nilai Perusahaan. Analisa Faktor - Faktor yang Mempengaruhi Nilai Perusahaan Sektor Konsumsi Gilbert Austin Barita dan Agustin Ekadjaja Fakultas Ekonomi Universitas Tarumanagara Jakarta Email: gilbertbarita0@gmail. Abstract: In an empirical study conducted from 2018 to 2021, the purpose of this study is to observe and evaluate the impact of firm size, profitability, liquidity, and leverage on firm value in manufacturing companies in the consumption sector listed on the Indonesia Stock Exchange (IDX). Purposive sampling was used to select 16 manufacturing companies from the consumption sector for this study, which used 64 data points from the previous four years. Secondary data in the form of financial statements for a specific time period that ended on January 1 are used. The statistical software IBM SPSS 22 is used to analyze the data in this study. According to the study's findings, firm size and leverage have a significant negative impact on firm value, liquidity has a negligible positive impact on firm value, and profitability has a significant positive impact on firm value. to the company's worth. Keywords: firm value, profitability, liquidity, firm size, and leverage Abstrak: Dalam studi empiris yang dilakukan dalam periode 2018-2021, tujuan penelitian ini adalah untuk mengamati dan mengevaluasi pengaruh profitabilitas, likuiditas, leverage, dan ukuran perusahaan terhadap nilai perusahaan pada perusahaan manufaktur di sektor konsumen yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI). Purposive sampling digunakan untuk memilih 16 perusahaan manufaktur dari sektor konsumsi untuk penelitian ini, yang menggunakan 64 titik data dari empat tahun sebelumnya. Digunakan data sekunder berupa laporan keuangan untuk periode waktu tertentu yang berakhir pada tanggal 1 Januari. Perangkat lunak IBM SPSS 22 Statistics digunakan untuk mengolah data dalam penelitian ini. Menurut temuan penelitian, ukuran perusahaan dan leverage memiliki dampak negatif yang signifikan terhadap nilai perusahaan, likuiditas memiliki dampak positif yang dapat diabaikan terhadap nilai perusahaan, dan profitabilitas memiliki dampak positif yang signifikan terhadap nilai Kata kunci : perusahaan, profitabilitas, likuiditas, ukuran perusahaan, dan leverage Pendahuluan Pasar modal adalah pasar terikat dengan instrumen keuangan jangka panjang yang dapat diperdagangkan sebagai utang atau ekuitas. Perusahaan di Indonesia membutuhkan Pasar Modal karena penerbitan saham di Bursa Efek dapat menarik minat Jurnal Multiparadigma Akuntansi. Volume VII No. 3/2025 Edisi Juli Hal: 1220-1227 Barita dan Ekadjaja: Analisa Faktor-Faktor yang mempengaruhi Nilai Perusahaan. investor untuk menanamkan modal dan mengumpulkan dana untuk kegiatan operasional perusahaan, yang juga dapat meningkatkan nilai perusahaan. Perusahaan yang mengeluarkan transaksi, khususnya yang beroperasi di pasar uang, nilai jatah yang dipertukarkan pada perdagangan saham bisa menjadi indikator nilai perusahaan, atau bisa juga dikatakan sebagai biaya saham dapat mencerminkan kualitas saham dari perusahaan. Perusahaan yang menawarkan publik, kualitas organisasi diukur dengan biaya Berbeda dengan organisasi yang tidak mencoba publik, kualitas organisasi dapat mengambil resiko sebagaimana diukur terhadap biaya penawaran jika organisasi tersebut dijual. Dalam Penelitian tersebut. PBV, atau Price Book Value, adalah alat penelitian yang digunakan sebagai proksi nilai perusahaan. Menurut Suwardika dan Mustanda . PBV adalah harga pasar per saham dan nilai buku per saham. Khoirunnisa dkk. PBV berguna untuk mengevaluasi suatu perusahaan karena dapat menjelaskan seberapa besar apresiasi berdasarkan nilai buku per saham bagi investor saham. Menurut Suharli dengan Uniariany . , tingginya PBV dapat menenangkan pasar terkait harapan bisnis lain di masa mendatang. Nilai perusahaan sebagai tolak ukur investor memilih tempat untuk berinvestasi. Widiastari & Yasa . menyatakan bahwa nilai perusahaan merupakan harga sahamnya kesediaan untuk membayar oleh calon pembeli . emegang saham atau investo. pada waktu tertentu perusahaan terjual. Menurut Dian & Sidiq . kemakmuran pemegang saham dapat disajikan sesuai dengan nilai perusahaan dan dengan demikian meningkat nilai perusahaan. bisa dikatakan, meningkat kemakmuran pemegang saham, sebagai akib nya bisa dikatakan bahwa nilai Perusahaan yg tinggi akan sebagai hasrat para pemilik modal . emegang saha. Beberapa faktor dapat mempengaruhi nilai perusahaan. Faktor Pertama yang mempengaruhi terhadap nilai perusahaan ialah Profitabilitas. Menurut R. Agus Sartono . , profitabilitas adalah rasio profitabilitas perusahaan terhadap penjualan, total aset, dan ekuitasnya. sehingga nilai perusahaan akan dipengaruhi oleh modal yang diperoleh melalui rentabilitas. Faktor Kedua dalam Nilai Perusahaan adalah Liquidity. Sesuai dengan KBBI. Liquidity adalah menggambarkan posisi keuangan berupa kemampuan perusahaan untuk membayar hutangnya tepat waktu yang disebut sebagai kas perusahaan, dan posisi kasnya. Likuiditas adalah suatu tingkat perusahaan untuk memenuhi kewajiban keuangannya yang harus dipenuhi, atau kemampuannya dalam perusahaan harus ditagih dalam bentuk keuangan. Hal tersebut, yang dapat diproksikan dalam nilai perusahaan adalah Current Ratio. Current Ratio dapat diukur melalui Current Asset dan Current Liabilities dalam nilai perusahaan. Variabel tersebut dipilih karena adanya menyesuaikan dengan hasil penelitian secara terlebih dahulu. Faktor Ketiga dalam Nilai Perusahaan adalah Ukuran Perusahaan. Menurut Riyanto . Besar kecilnya suatu perusahaan yang ada diukur dari besarnya nilai ekuitas atau nilai penjualan suatu perusahaan. Ukuran Perusahaan merupakan hubungan dengan nilai rata-rata dengan total penjualan bersih selama beberapa periode dalam kurun waktu satu tahun sesuai dengan ingin dihitung (Bringham dan Houston 2. Berdasarkan dalam penelitian. Ukuran Perusahaan terhadap Nilai Perusahaan berpengaruh negatif secara signifikan (Liu & Chen, 2. di China. Jurnal Multiparadigma Akuntansi. Volume VII No. 3/2025 Edisi Juli Hal: 1220-1227 Barita dan Ekadjaja: Analisa Faktor-Faktor yang mempengaruhi Nilai Perusahaan. Faktor Keempat dalam Nilai Perusahaan adalah Leverage. Menurut Agus Sartono . 7: . , pengertian Leverage keuangan adalah ketika bisnis dengan biaya tetap menggunakan aset dan sumber pendanaan untuk meningkatkan potensi keuntungan bagi pemegang saham. Kedua, kebijakan investasi perusahaan dituangkan dalam The Importance of Leverage oleh Susan Irawati . memperoleh dana dari sumber yang menimbulkan biaya atau tetap menjadi tanggung jawab perusahaan. Rasio utang terhadap PDB, atau niat baik, dapat menggantikan alat tersebut. Kajian Teori Sinyalling Theory. Teori ini juga menjelaskan mengapa perusahaan yang memilikinya seperti itu niat untuk memberikan informasi secara berkelanjutan dengan laporan keuangan tahunan perusahaan luar. Hal ini dilakukan untuk tujuan memberikan informasi dari perusahaan karena informasi yang mereka miliki adalah antara perusahaan dan pihak ketiga karena bisnis lebih bisnis dan prospek kedepan yang datang dari luar. Nilai Perusahaan. Biasanya, persepsi investor terhadap keberhasilan suatu perusahaan didasarkan pada penawaran dan permintaan yang mempengaruhi pergerakan harga pasar modal (Nugraha et al. , 2. memaksimalkan tujuan utama perusahaan. Kekayaan pengusaha . emegang saha. menentukan nilai bisnis. menjadi kenaikan harga saham perusahaan (Haryadi, 2. Profitability. Menurut Sudiani & Darmayanti . , profitabilitas perusahaan adalah jumlah uang yang dapat dihasilkan dari operasinya. Menurut Putra & Lestari . , profitabilitas yang tinggi menunjukkan efisiensi pengelolaan perusahaan. profitabilitas keseluruhan perusahaan, atau kemampuan bisnis untuk mengubah penjualan menjadi keuntungan dan arus kas (Sirait, 2019: . Likuiditas. Kasmir . 4 dalam Sofiatin, 2. menyatakan liquidity merupakan rasio yang dapat mengukur kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajibannya jatuh tempo, baik kewajiban kepada pihak eksternal perusahaan maupun internal umumnya investor memilih perusahaan yang dapat melakukan hal tersebut memenuhi kewajibannya baik itu jangka panjang dan pendek. Ukuran Perusahaan. Kepemilikan institusional adalah jumlah saham yang dimiliki perusahaan atau dibeli oleh suatu institusi (Widyasari et al. , 2. Kepemilikan institusional dapat memenuhi fungsi pengawasannya secara memadai berkat kepemilikan institusional biasanya banyak sehingga kontrol atas manajemen juga kuat (Widyasari dkk, 2. , (Rely dan Purwanti ,2. dan (Yanto, 2. Namun, kepemilikan institusional juga berpengaruh terhadap kinerja perusahaan Jamil dan Afriaynti . dan (Samasta. Muharan dan haryanto. Leverage. instrumen penting untuk mengevaluasi kinerja pengelolaan utang Penggunaan leverage tidak hanya memungkinkan bisnis untuk menghasilkan keuntungan tetapi juga mengakibatkan kerugian. berarti pemegang saham menghadapi risiko dari perusahaan, yang merugikan pengembalian saham (Weston dan Copeland, 2. Kaitan Antar Variabel Profitability terhadap Nilai Perusahaan. Menurut Sujoko & Soebiantoro . , profitabilitas yang tinggi menunjukkan perusahaan memiliki prospek masa depan yang Akibatnya, investor akan senang dengan sinyal ini dan nilai bisnis akan Jurnal Multiparadigma Akuntansi. Volume VII No. 3/2025 Edisi Juli Hal: 1220-1227 Barita dan Ekadjaja: Analisa Faktor-Faktor yang mempengaruhi Nilai Perusahaan. Hal ini dapat dimengerti mengingat bahwa perusahaan yang melaporkan pendapatan sedang tumbuh, yang menunjukkan bahwa perusahaan berjalan dengan baik dan, sebagai hasilnya, dapat mendorong investor dan bisnis. dapat menaikkan harga saham perusahaan. Nilai perusahaan naik akibat naiknya harga saham di pasar. Dapat disimpulkan dari pernyataan ini bahwa profitabilitas meningkatkan nilai perusahaan. Liquidity terhadap Nilai Perusahaan. Semakin tinggi likuiditasnya perusahaan . alah satunya tercermin dari rasio kas terhadap modal kerj. Semakin banyak uang yang dimiliki perusahaan untuk pembayaran dividen, membiayai operasi dan investasinya, dan membuat aktivitasnya lebih terlihat oleh investor, semakin baik. Peningkatan PBV dan harga saham diharapkan dapat menguntungkan. likuiditas yang lebih besar juga dapat berakhir dalam berbagai kondisi. Ukuran Perusahaan terhadap Nilai Perusahaan. Kenyamanan bisnis Pendanaan eksternal menimbulkan pertanyaan tentang faktor ukuran perusahaan dipertanyakan. Perusahaan yang lebih besar tentu saja akan mendapatkannya Penawaran hibah dalam bentuk kredit dari beberapa mata pelajaran yang ingin berpartisipasi aktivitas Ketika sebagian besar perusahaan besar Meningkatkan modal melalui hutang akan menciptakan tren di industri ini mereka berjuang untuk membayar hutang mereka di masa depan. Leverage terhadap Nilai Perusahaan. Kapasitas Menggunakan bisnis, aset, atau dana yang memiliki biaya tetap. kemudian digunakan untuk memaksimalkan kekayaan Ada dua jenis leverage, yaitu Operating Leverage dan Financial Leverage. Operating Leverage adalah kemampuan perusahaan untuk tumbuh Volume penjualan dengan biaya operasi tetap. Biaya operasi tetap biasanya diakibatkan oleh biaya penyusutan, biaya produksi dan biaya penjualan perbaiki, seperti gaji karyawan. Pengembangan Hipotesis Berdasarkan penelitian. Profitability merupakan kemampuan perusahaan dalam menggunakan aset, modal atau penjualan usaha untuk menghasilkan laba dalam periode Laba merupakan salah satu indikator kinerja sebuah perusahaan, semakin tinggi laba sebuah perusahaan menunjukan kinerja yang bagus dari perusahaan tersebut, dan tentunya akan menarik para investor untuk menanamkan modal kepada perusahaan tersebut. Hasil penelitian. Liquidity merupakan kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka pendeknya. Sebagian dana dari perusahaan didapatkan dari utang, dan investor tentunya memilih perusahaan yang memiliki tingkat liquidity yang tinggi, karena menunjukkan kualitas dan kinerja perusahaan dalam dipenuhi wewenang jangka Semakin besar ukuran sebuah perusahaan menunjukan bahwa perusahaan tersebut dapat dengan lebih mudah memperoleh utang, yang akan menyebabkan kesulitan untuk membayar kewajibannya jika laba yang dihasilkan tidak cukup untuk memenuhi kewajiban dari perusahaan tersebut. Berdasarkan kerangka pemikiran yang diatas, dirumuskan hipotesis sebagai berikut: Ukuran Perusahaan memiliki pengaruh yang negatif dan signifikan terhadap Nilai Perusahaan (Purwanti, 2. Utang bukanlah hal yang tidak baik selama dapat dikelola dengan baik oleh perusahaan, karena utang yang digunakan oleh perusahaan dapat digunakan sebagai alat untuk mengurangi pajak yang dimana bunganya dapat menjadi pengurang pajak . ax deductibl. yang akan meningkatkan nilai perusahaan. Berdasarkan kerangka pemikiran Jurnal Multiparadigma Akuntansi. Volume VII No. 3/2025 Edisi Juli Hal: 1220-1227 Barita dan Ekadjaja: Analisa Faktor-Faktor yang mempengaruhi Nilai Perusahaan. yang diatas, dirumuskan hipotesis sebagai berikut: Nilai Perusahaan dipengaruhi secara signifikan dan negatif oleh leverage. Kerangka pemikiran dalam penelitian ini seperti digambarkan dibawah ini Profitability Liquidity Nilai Leverage Perusahaan Ukuran Perusahaan Gambar 1. Kerangka Pemikiran Metodologi Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dan data sekunder dari Bursa Efek Indonesia mengenai konsumsi baik Cyclical maupun non-Cyclical dalam periode 2018-2021. Pemilihan sampel, metode yang digunakan adalah purposive sampling adalah industri sektor konsumsi baik Cyclical maupun Non-Cyclical dengan kriteria Perusahaan Manufaktur Sektor Konsumsi baik Baik Cyclicals maupun Non Cyclicals yang terdaftar dalam Bursa Efek Indonesia pada 2018-2021 . Perusahaan Manufaktur Sektor Konsumsi baik Baik Cyclicals maupun Non Cyclicals yang tidak IPO dalam 2018-2021 . Perusahaan Manufaktur Sektor Konsumsi baik Baik Cyclicals maupun Non Cyclicals mendapatkan laba dalam Bursa Efek Indonesia pada 2018-2021 Perusahaan Manufaktur Sektor Konsumsi baik Baik Cyclicals maupun Non Cyclicals yang tidak delisting dalam Bursa Efek Indonesia pada 2018-2021. Variabel Operasional dan pengukuran yang digunakan adalah : Tabel 1. Variabel Operasional Dan Pengukuran Variabel Ukuran Nilai PBV : Perusahaan Profitabilitas Skala Rasio Rasio Likuiditas Rasio Leverage Rasio Ukuran Perusahaan Rasio Jurnal Multiparadigma Akuntansi. Volume VII No. 3/2025 Edisi Juli Hal: 1220-1227 Barita dan Ekadjaja: Analisa Faktor-Faktor yang mempengaruhi Nilai Perusahaan. Hasil Uji Statistik dan Kesimpulan Tabel 2. Tabel Pemilihan Sampel Penelitian No Keterangan Perusahaan Sektor 155 Konsumsi Baik Cyclicals maupun Non Cyclicals yang terdaftar dalam Bursa Efek Indonesia selama tahun 2018-2021 Perusahaan IPO dalam 2018-2021 Perusahaan yang delisting dalam 2018-2021 Perusahaan yang tidak memperoleh laba dalam Jumlah Sampel Keseluruhan Total Tabel 3. Hasil Uji Analisis Regresi Berganda tanpa Moderasi Descriptive Statistics Profitability Liquidity Ukuran Perusahaan Leverage Transform_Lg10 Valid N . Minimum Maximum Mean Std. Deviation Dimungkinkan untuk menganalisisnya berdasarkan table 64 data ini, dapat diketahui bahwa profitabilitas menemukan minimum 0,0005, maksimum 0,4867, 0,112356 rata-rata dan standar deviasi 0,1171612 , likuiditas memiliki minimum 0,6141, maksimum 13,2673, rata-rata 3,302103 dan standar deviasi 2. Ukuran Perusahaan memi1iki minimum 15,5304, maksimum 30,6362, rata-rata 24,7506 dan standar deviasi 5,2102790, leverage minimum 0. 1152, maksimum 4. rata-rata 0. 501786 dan standar deviasi 0. 7516152, nilai bisnis memi1iki minimum 0,6141, maksimum 13,2673, rata-rata 3,302103 dan standar deviasi 2. 8835872, dapat simpu1kan Jika nilai rata-rata atau rata-rata lebih tinggi dari standar deviasi, data terdistribusi dengan baik. Dan setelah dilakukan moderasi dengan CSR, maka diperoleh hasil seperti dibawah ini: Tabel 4. Uji Autokorelasi Model Summaryb Adjusted R Std. Error of the Model R Square Square Estimate Durbin-Watson Predictors: (Constan. Ukuran Perusahaan. Liquidity. Profitability. Leverage Jurnal Multiparadigma Akuntansi. Volume VII No. 3/2025 Edisi Juli Hal: 1220-1227 Barita dan Ekadjaja: Analisa Faktor-Faktor yang mempengaruhi Nilai Perusahaan. Dependent Variable: Transform_LG10 Dari tabel diatas, kita dapat mengetahui ada tidaknya autokorelasi digunakan Uji Durbin Watson dan tidak. Dari tabel diatas. Dublin-Watson memiliki nilai sebesar 805. Sedangkan Penelitian berikutnya tidak adanya angka Dublin-Watson. Hal ini, nilai Dublin-Watson lebih besar dari 0. Yang artinya penelitian tersebut tidak ada autokorelasi positif dan keputusannya ditolak. Bedanya dengan adanya Dublin Watson, kita belum bisa mengetahui apakah data yang tertera diatas ada atau tidaknya autokolerasi jika tidak menggunakan Autokolerasi. Diskusi