Sultra Civil Engineering Journal (SCiEJ) Volume 1 Issue 1. April 2020 E-ISSN: 2716-1714 Sarana publikasi bagi para akademisi, peneliti, praktisi, dan atau perorangan/kelompok lainnya . di bidang ilmu Teknik Sipil. FAKTOR- FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PROSESPELAKSANAAN PEKERJAAN JALAN LINGKAR KOTA KENDARI II La Madu1 . Sunaryo2*. Laoede Musa Rachmat3 Program Studi Teknik Sipil. Fakultas Teknik. Universitas Sulawesi Tenggara Program Studi Teknik Sipil. Fakultas Teknik. Universitas Sulawesi Tenggara Program Studi Teknik Sipil. Fakultas Teknik. Universitas Sulawesi Tenggara *Corresponding author. sunaryo123@gmail. ARTICLE INFO ABSTRACT Keywords: Project delays can come from service providers or other users who have an impact on additional time and expenses beyond the plan. If the delay comes from the contractor (Contracto. , the contractor may be fined, as well as if the delay arises from the user of the service, the service user shall pay the loss incurred by the service provider, the amount stipulated in the contract in accordance with applicable legislation. Many studies have been done to determine the factors that cause the delay in completion of the project. Budgeted Cost of Work Scheduled (BCWS), describes the budget plan to a certain period of volume of the project plan to be done. Budgeted Cost of Work Performed (BCWP), describes the project plan budget for a certain period of what has been done on the actual volume of work. Land acquisition is the work of Kendari II railway project, at the time of execution of work there is a name of compensation made from the government to the community, if there is a community land whose land is affected by the project. The availability of budget is Kendari II road project, with length 38. 15 km with budget amount Rp. 000,00 this is very limited. So that the contractor to carry out the project work according to the existing volume. Geographical conditions of the work of Kendari II city circle project, there are drawings of plans and work items before carrying out a project work. This research concludes that factors influencing the completion of construction project of Kendari II ring road. In accordance with the calculation of SPSS program . actor analysi. of 3 factors that affect the process of execution road construction project in Kendari City. The 3 factors that are contribution value in detail are: . availability of budget with value 93,3%, . land acquisition with value 68,5% and . Geographical condition with value 61,8%. Land Acquisition. Budget Cost. Geographical Condition How to cite: La Madu. Sunaryo. La Ode Musa Rachmat . FaktorFaktor Yang Mempengaruhi Prosespelaksanaan Pekerjaan Jalan Lingkar Kota Kendari II La Madu. Sunaryo. La Ode Musa Rachmat Pendahuluan Pembangunan infrastruktur merupakan program pemerintahan masa kini yang selalu di genjot setiap saat untuk menunjang perekonomian bangsa dan negarasehingaga dapat menjadikan masyarakat yang sejehtera dan mandiri. Dalam pembangunan infrastruktur juga selalu mengalami kendala dalam pelaksanaannya baik itu masalah teknis maupun non teknis. Pembangunan infrastruktur tentu selalu melalui proses atau mekanisme yang sudah diatur dalam undang-undang pengadaan barang/jasa sehingga dalam prosesnya dibutuhkan dokumen- dokumen yang menjadi persyaratannya dan disebut dokumenpengadaan. Dokumen pengadaan adalah dokumen yang ditetapkan oleh kelompok kerja yang memuat informasi dan ketentuan yang ditaati oleh para pihak dalam proses pengadaan (PERPES NO. 14/2. Untuk mensinergikan program pemerintah pusat dan pemerintah daerah dalam pembangunan infrastruktur maka pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara juga menggenjot pembangunan infrastruktur diantaranya adalah Jalan dan Jembatan untuk menghubungkan antara satu wilayah ke wilayah yang lain sehingga memudahkan akses buat masyarakat di wilayah tersebut, juga sebagai salah satu upayahpemerintah untuk medorong perekonomian masyarakat baik secara khusus maupun secara umum. Namun dalam pelaksanaan Keterlambatan proyek bisa berasal dari penyedia jasa pengguna jasa maupun pihak lain yang berdampak penambahan waktu dan biaya diluar rencana. Bila keterlambatan berasal dari kontraktor (Penyedia jas. , maka kontraktor bisa dikenai denda, begitu juga bila keterlambatan berasal dari pengguna jasa, maka pengguna jasa akan membayar kerugian yang ditanggung penyedia jasa, yang jumlahnya ditetapkan dalam kontrak sesuai perundang- undangan yang berlaku. Banyak penelitian yang sudah dilakukan untuk mengetahui faktor-faktor penyebab keterlambatan penyelesaianproyek . Berdasarkan data base jalan provinsi, pelaksanaan jalan lingkar kota Kendaridengan panjang 38,15 km yang dalam pelaksanaanya bertahap dan fokus pada jalan lingkar kota Kendari II dengan anggaran Rp 2. 000,-. Dalampelaksanaanya dan kondisinyatidak jauh berbeda dengan proyek-proyekkonstruksi yang lain. Ada beberapa hal yang mempengaruhi proses penyelesaian proyek, diantaranya pembebasan lahan pada saat pelaksanaan pekerjaan, masalah keterbatasan anggaran, keadaan geografis, dan lain sebagainya yang sering sekali dinggap tidak berpengaruh dalam proses penyelesaian proyek tersebut kendatipun pembebasan lahan, keterbatasan anggaran dan keadaan geografis sudah ada tim yang dibentuk yang akan menanganinya namun tetap saja menjadi suatu masalah , sehubungan dengan itu ada beberapa hal / permasalahan - permasalahan yang penting dan perlu diketahui serta diteliti. Berdasarkan permasalahan tersebut penulis akan mengangkat sebuah Skripsi yang mengkaji masalah masalah proses pelaksanaan sehingga penulis mengangkat sebuah judul AyFaktor-Faktor Yang Mempengaruhi Proses Pelaksanaan Pekerjaan Jalan Provinsi Studi Kasus Ruas Jalan Lingkar Kota Kendari IIAy dengan judul ini agar nantinya dapat menjadi pertimbangan pada pelaksanaan proyek untuk lebih menperhatikan masalah Pelaksanaan dalam mengerjakan proyek-proyek selanjutnya agar tidak mengalami keterlambatan. La Madu. Sunaryo. La Ode Musa Rachmat Tinjauan Pustaka Pengertian Penyedia Jasa Undang-undang Republik IndonesiaNo. 2 tahun 2017 tentangjasa konstruksimenyebutkan bahwa penyedia jasa adalah orang perseorangan/badan yang kegiatan usahanya adalah menyediakan layanan jasa konstruksi, yang terdiri dari konsultan perencana, konsultan pengawas, dan kontraktor. Pengertian dari masing- masing penyedia jasa akan dijelaskan sebagai berikut ini: Konsultan perencana adalah penyedia jasa orang/badan usaha yang dinyatakan ahli yang profesional dibidang perencanaan jasa konstruksi yang mampu mewujudkan pekerjaan dalam bentuk dokumen perencanaan bangunan atau bentuk lain. Konsultan pengawas adalah penyedia jasa orang/badan usaha yang dinyatakan ahli yang profesional dibidang pengawasan jasa konstruksi yang mampu melaksanakan pekerjaan pengawasan sejak awal pekerjaan sampai dengan selesainya pekerjaan. Kontraktor adalah penyedia jasa orang/badan usaha yang dinyatakan ahli yang profesional dibidang pelaksanaan jasa konstruksi yang mampu menyelenggarakan kegiatan untuk mewujudkan suatu hasil perencanaan menjadi bentuk bangunan atau bentuk fisik lainnya. Keterlambatan Proyek Keterlambatan proyek . onstruction dela. diartikan sebagai penundaan penyelesaian pekerjaan sesuai kontrak kerja dimana secara hukum melibatkan beberapa situasi yang menyebabkan timbulnya klaim. Keterlambatan proyek timbul ketika kontraktor tidak dapat menyelesaikan proyek sesuai dengan waktu yang tercantum dalam kontrak (Ariful Bakhtiyar etal. Menurut Andietal, 2003 dalam penelitian I. Rai Widhiawati faktor-faktor yang potensial mempengaruhi waktu pelaksanaan konstruksi, yang terdiri dari tujuh . kategori (Andietal. , adalah : Tenaga Kerja . Keahlian tenaga kerja. Kedisiplinan tenaga kerja. Motivasi kerja para pekerja. Angka ketidakhadiran. Ketersediaan tenaga kerja. Penggantian tenaga kerja baru. Komunikasi antara tenaga kerja dan badan pembimbing Bahan . Pengiriman bahan. Ketersediaan bahan. Kualitas bahan. La Madu. Sunaryo. La Ode Musa Rachmat Peralatan . Ketersediaan peralatan. Kualitas peralatan. Karakteristik Tempat . ite characteristi. Keadaan permukaan dan dibawah permukaan tanah. Penglihatan atau tanggapan lingkungan sekitar. Karakteristik fisik bangunan sekitar lokasi proyek. Tempat penyimpanan bahan/material. Akses ke lokasi proyek. Kebutuhan ruang kerja. Lokasi proyek. Manajerial . Pengawasan proyek. Kualitas pengontrolan pekerjaan. Pengalaman manajer lapangan. Perhitungan keperluan material. Perubahan desain. Komunikasi antara konsultan dan kontraktor. Komunikasi antara kontraktor dan pemilik. Jadwal pengiriman material dan peralatan. Jadwal pekerjaan yang harus diselesaikan. Persiapan/penetapan rancangan tempat. Keuangan . Pembayaran oleh pemilik. Harga material. Faktor Ae faktor lainnya . ther factor. Intensitas curah hujan. Kondisi ekonomi. Kecelakaan kerja. La Madu. Sunaryo. La Ode Musa Rachmat Jenis Ae jenis proyek menurut akifitas yang paling dominan dilakukan pada sebuah proyek, dikategorikan sebagai berikut : Proyek engineering konstruksi, aktifitas utama terdiri dari pengkajian, desain engineering, pengadaan dan konstruksi. Proyek engineering manufaktur, aktifitas utama adalah menghasilkan produk baru. Proyek manufaktur juga merupakan proses untuk menghasilkan produk baru. Proyek pelanyanan manajemen, aktifitas utama merancang sistem, merancang program efisiensi, penghematan, diversifikasi, penggabungan dan pengambilalihan, memberi bantuan emergency untuk daerah yang terkena musibah, merancang strategi untuk mengurangi kriminalitas dan penggunaan obat Ae obatan terlarang dan lain Ae lain. Proyek penelitian dan pengembangan, aktifitas utama adalah melakukan penelitian dan pengembangan suatu produk tertentu. Proyek kapital, biasanya digunakan oleh sebuah badan usaha atau pemerintah seperti pembebasan lahan dan lain Ae lain. Satu jenis proyek yang memiliki beberapa aktifitas sekaligus, maka pembagian jenis proyek adalah merupakan kombinasi. ( Nurhayati, 2010 Proses manajemen Menurut A. Daustendan R. H Neale . dalam Suyatno 2010, yang dimaksud dengan proses manajemen adalah suatu proses untuk memanfaatkan sumber daya manusia dan sumberdaya lainnya untuk mencapai tujuan tertentu. Manajemen tergantung pada komunikasi yang jelas, dan kemampuan untuk melontorkan pemikiran, gagasan, informasi serta instruksi dengan cepat dan efektif diantara orang- orang yang keterampilan teknis dan minatnya berbeda-beda. Proses manajemen atau seringjuga disebut Fungsi Manajemen, dalam satu kesatuan sebagai berikut dibawah ini: Penempatan tujuan . oal settin. tujuan merupakan tahapan awal dari proses Tujuan merupakan misi sasaran yang akantercapai. Perencanaan . merupakan proses pemilihan informasi dan pembuatan asumsi-asumsi mengenai keadaan dimasa yang akan datang untuk merumuskan kegiatan- kegiatan yang perlu dilakukan dalam rangka pencapaian tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya. Kepegawaian (Staffin. adalah denganpengerahan. , penempatan, pelatihan dan pengembangan tenaga kerja dalam organisasi. Pada dasarnya prinsip dari tahapan proses manajemen itu adalah menempatkan orang yang sesuai pada tempat yang sesuai dan pas pada saat yang tepat . ight people, right position, right tim. Directing adalah usaha untuk memobilisasi sumber-sumber daya yang dimiliki oleh organisasi agar dapat bergerak dalam satu kesatuan yang sesuai dengan rencana yang telah dibuat. Dalam tahapan proses ini terkandung usaha- usaha bagaimana memotivasi orang- orang agar dapat bekerja. Supervising didefinisikan sebagai interaksi langsung antara individu- individu dalam suatu organisasi untuk mencapai kinerja kerja serta tujuan organisas i tersebut. Pengendalian (Controllin. yaitu panduan atau aturan untuk melaksanakan aktifitas suatu usaha atau bagian- bagian lain dari usaha tersebut untuk tercapainya tujuan yang telah disepakati. Kegiatan Proyek Operasi lapangan Tahap persiapan penggunaan bertujuan menjamin agar bangunan yang telah selesai dibangun sesuai dokumen kontrak, dan semua fasilitas bekerja Menurut Imam Soeharto ( 2. dalam Suyatno 2010, suatu rangkaian kegiatan dapat dibedakan La Madu. Sunaryo. La Ode Musa Rachmat atas dua jenis, yaitu kegiatan rutin dan kegiatan proyek. Kegiatan rutin adalah suatu kegiatan terus menerus yang berulang dan berlangsung lama, sedangkan kegiatan proyek adalah suatu rangkaian kegiatan yang hanya satu kali dilaksanakan dan umumnya berlangsung dalam jangka waktu yang pendek. Oleh karena itu, suatu kegiatan proyek mempunyai awal dan akhir kegiatan yang jelas serta hasil kegiatan yang bersifat unik. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa kegiatan proyek merupakansuatu rangkaian kegiatan yang mempunyai cirri-ciri sebagai berikut ini : Dimulai dari awal proyek . wal rangkaian kegiata. dan diakhiri dengan akhirproyek . khir rangkaian kegiata. , serta mempunyai jangka waktu yang terbatas. Rangkaian kegiatan proyek hanya satu kali sehingga menghasilkan produk yang bersifat unik. Jadi tidak ada dua atau lebih proyek yang identik, yang ada adalah proyek yang sejenis. Tahapan Proyek Menurut A. Daustendan R. H Neale . dalam Suyatno 2010, tahapan utama proyek konstruksi terdiri dari 5 tahap, yaitu : Tahap brifing bertujuan memungkinkan klien menjelaskan fungsi proyek dan biaya yang diijinkan, sehingga para arsitek, insinyur, surveyor kuantitas dan anggota lain kelompok perancang dapat secara tepat menafsirkan keinginannya dan menafsirkan Yang harus dilakukan selama tahap brifing adalah : Menyusun rencana kerja dan menunjuk para perancang dan ahli. Mempertimbangkan kebutuhan pemakai, keadaan lokasi dan lapangan, merencanakan rancangan, taksiran biaya, persyaratan mutu : Mempersiapkan : Program data departemen, program data ruangan, jadwal waktu, sketsa yang menggambarkan denah dan batas-batas proyek, taksiran biaya dan rencana pelaksanaan. Tahap perencanaan dan perancangan bertujuan untuk melengkapi penjelasan proyek dan menentukan tata letak, rancangan, metode konstruksi dan taksiran biaya agar mendapat persetujuan yang perlu dari klien dan pihak berwenang yang terlibat. Kegiatan pada tahap ini meliputi: Mengembangkan ichtisar proyek menjadi penyelesaian akhir. Memeriksa masalah teknis. Meminta persetujuan dari klien,. Mempersiapkan rancangan sketsa/pra rancangan, termasuk taksiran biaya, rancangan terinci, spesifikasi dan jadwal, daftar kuantitas, taksiran biaya akhir, program pelaksanaan pendahuluan termasuk jadwal waktu. Tahap pelelangan. menunjuk kontraktor bangunan, atau sejumlah kontraktor yang akan melaksanakan konstruksi. Kegiatan pada tahap ini untuk mendapatkan penawaran dari para kontraktor untuk pembangunan gedung dan untuk menyerahkan kontrak. Dalam tahap ini klien terkait kuat pada sebagian besar pengeluaran proyek, jadi prosedur serta proses harus di definisikan secara cermatdan Tahap konstruksi atau tahap pelaksanaan pembangunan bertujuan membangun bangunan dalam batasan biaya dan waktu yang telah disepakati, mutu yang telah Kegiatan dalam tahap ini adalah : rencanamengkoordinasi La Madu. Sunaryo. La Ode Musa Rachmat danmengendalikan sebagaimana mestinya. Kegiatannya adalah : Mempersiapkan catatan pelaksanaan . Meneliti bangunan dengan cermat dan memperbaiki kerusakan . Menguji sifat kedap air bangunan . Memulai menguji dan menyesuaikan semua fasilitas . Mempersiapkan petunjuk operasi serta pedoman pemeliharaan . Melatih staf Sedangkan menurut Istiawan Dipohusodo . dalam Suyatno 2010 tahapan konstruksi dibagi menjadi 5 tahap yaitu : Tahap pengembangan konsep, adapun kegiatan yang dilakukan dalan tahap ini adalah melakukan survey pendahuluan dengan investigasi lapangan dimana proyek akan Hal ini akan mengungkapkan informasi- informasi yang sangat diperlukan dalam pembuatan konsep proyek. Seperti misalnya informasi mengenai upah tenaga kerja setempat, harga material, perizinan pemerintah setempat, kemampuan penyedia jasa setempat baik kontraktor maupun konsultan, informasi mengenai iklim disekitar lokasi proyek yang digunakan untuk mengantisipasi kendala yang dapat diakibatkan oleh cuaca dan lain sebagainya. Tahap perencanaan, adapun kegiatan yang dilakukan adalah pengajuan proposal, survei lanjutan, pembuatan desain awal/sketsa rencana . reliminary desig. dan perancangan detail . etail desig. , keempat kegiatan ini tidak dapat dipisahkan satu sama lain karena hasil kegiatan pertama akan berpengaruh pada kegiatan kedua dan Tujuan dari tahap ini sebenarnya untuk mendapatkan rencana kerjafinal yang memuat pengelompokan pekerjaan dan kegiatan secara terperinci. Adapun sasaran pokok rencana kerja final adalah : Dengan menggunakan sebagai pedoman pelaksanaan pekerjaan maka akandidapat harga kontrak konstruksi dan material yang lebih pasti, bernilai tetap dan bersaing, sehingga tidak akan melewati batas anggaran yang tersedia. Pekerjaan akan dapat diselesaikan sesuai dengan kualitas dan dalam rentang waktu seperti yang telah direncanakan atau ditetapkan. Tahap pelelangan, kegiatan yang dilakukan adalah kegiatan administrasi untuk pelelangan sampai dengan terpilihnya pemenang lelang. Tahap Pelaksanaan Konstruksi, dalam tahap ini adapun kegiatan yang dilakukan antara lain persiapan lapangan, pelaksanaan konstruksi fisik proyek sampai dengan selesainya konstruksi itu sendiri. Salah satu kegiatan yang cukup penting pada saat pelaksanaan konstruksi fisik adalahkegiatan pengendalian biaya dan jadwal konstruksi, untuk pengendalian biaya konstruksi hal-hal yang harus diperhatikan adalah alokasi biaya untuk sumber daya proyek mulai dari tenaga kerja, peralatan sampai dengan material konstruksi, sedangkan pengendalian jadwal diupayakan agar setiap kegiatan dalam proyek berjalan sesuai dengan yang direncanakan, dalam hal ini semua pihak yang terlibat diharapkan bisa menggunakan berbagai sumber daya yang dimiliki agar tujuan proyek tercapai dengan baik. Tahap pengoperasian, setelah konstruksi fisik selesai maka penyedia jasa akanmenyerahkannya kepada pengguna jasa untuk dioperasikan, dalam tahap ini penyedia jasa masih memiliki tanggung jawab untuk memelihara bangunan tersebut sesuai dengan perjanjian. Tahapan Pelaksanaan Menurut A. Austendan R. Neale . dalam Suyatno 2010, kegiatan yang dilakukan dalam tahapan ini adalah merencanakan, mengkoordinasi, dan mengendalikan semua operasional dilapangan. Perencanaan dan pengendalian proyek secara umum meliputi 4 La Madu. Sunaryo. La Ode Musa Rachmat Perencanaan dan pengendalian jadwal waktu proyek Perencanaan dan pengendalian organisasi lapangan Perencanaan dan pengendalian tenaga kerja Perencanaan dan pengendalian peralatan dan material Koordinasi seluruh operasi dilapangan meliputi 2 macam : Mengkoordinasi seluruh kegiatan pembangunan, baik untuk bangunan sementara maupun bangunan permanen, serta semua fasilitas dan perlengkapan yang terpasang. Mengkoordinasi para sub kontraktorSedangkan masalah-masalah yang berpengaruh terhadap waktu pelaksanaan konstruksi lebih banyak disebabkan oleh mekanisme penyelenggaraan seperti keterlambatan pengadaan material dan peralatan, keterlambatan jadwal perencanaan, perubahan- perubahan berlangsungnya konstruksi, kelayakan jadwal konstruksi, masalah-masalah produktifitas, peraturan-peraturan dari pemerintah mengenai keamanan perencanaan dan metode konstruksi, dampak lingkungan, kebijakan dibidang ketenaga kerjaan dan lain sebagainya. Keterikatan Biaya. Waktu, dan Kualitas Menurut Istiwan Dipohusodo . dalam Suyatno 2010, sebagaimana layaknya pelayananjasa, ketentuan mengenai biaya, mutu dan waktu penyelesaian konstruksi sudah diikat dalam kontrak dan ditetapkan sebelum pelaksanaan konstruksi dimulai. Apabila dalam proses konstruksi terjadi penyimpangan kualitas hasil pekerjaan, baik disengaja atau tidak, risiko yang harus ditanggung tidak kecil. Cara memperbaiki bangunan yang tidak sesuai dengan spesifikasi harus dibongkar, kemudian dibangun ulang. Dipihak lain upaya untuk memperbaiki tidak dapat mengubah kesepakatan pembiayaan dan jangka waktu pelaksanaan. Dengan demikian faktor biaya, waktu dan kualitas dalam proses konstruksi merupakan kesepakatan mutlak yang tidak bisa ditawar-tawar lagi dan ketiganya saling tergantung dan berpengaruh secara ketat. Metode Penelitian Populasi dan Sampel Populasi Populasiadalah wilayah generalisasi yang terdiri atas obyek atau subyek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan peneliti untuk dipelajari dan ditarik Maka dari penjelasan diatas penulis menetapkan populasi penelitian ini meliputi: Tim Pembebasan Lahan yaitu dari Pihak Biro Pemerintahan Prov. Sulawesi Tenggara dengan jumlah 8 orang . Pengguna anggaran (Owne. , yaitu Pihak Kontraktor atau Pihak Pelaksana Pekerjaan dengan jumlah 4 orang. Rekanan (Kontrakto. serta tenaga kerja yaitu Pihak Direksi dari Dinas Penyedia Barang Dan Jasa dengan jumlah 10 orang. Konsultan yaitu Konsultan Perencanaan 1 orang. Konsultan Pengawas yaitu Konsultan Pengawas Lapangan minimal 7 orang. La Madu. Sunaryo. La Ode Musa Rachmat Dari beberapa populasi yang diambil hanya pada pihak-pihak yang bersangkutan pada PembangunanJalan Lingkar Kota Kendari II . Provinsi Sulawesi Tenggarahingga mencapai 30 sampel. Sampel Teknik sampling untuk memberikan peluang yang sama pada setiap anggota populasi untuk dipilih menjadi anggota sampel, adapun teknik pengambilan sample dengan cara probability sampling sebagai berikut : Simple RandomSampling (Sampling Aca. , dikatakan Simple . , karena pengambilan sample anggota populasi dilakukan secara acak tanpa memperhatikan strata yang ada. Cara demikian ini dilakukan bila anggota populasi dianggap homogen. Proportionate Stratified Random Sampling. Teknik ini digunakan apabila populasi mempunyai anggota/unsur yang tidak homogen dan berstrata secara proposional. Pengambilan sampel dari beberapa populasi yaitu: Tim Pembebasan Lahan terdiri dari 8 orang . Pengguna anggaran (Owne. terdiri dari 4 orang . Rekanan (Kontrakto. serta tenaga kerja terdiri dari 10 orang . Konsultan terdiri dari 1 orang . Konsultan Pengawas terdiri dari 7 orang Variabel Penelitian Variabel pada penelitian ini meliputi Pelaksanaan proyek (Y), sebelum dilaksanakan suatu pekerjaan terlebih dahulu ada kontrak pekerjaan proyek dan gambar rencana pekerjaan. Pembebasan lahan (X. , sebelum di laksanakan pekerjaan terlebih dahulu di ukur batas proyek pekerjaan dengan lahan warga. Pada saat pelaksanaan pekerjaan, masalah ketersediaanAnggaran (X. , sesuai dengan RAB proyek yang akan dikerja. Kondisi geografis (X. , sebelum dilaksanakan pekerjaan dilakukan pengukuran letak lokasi pekerjaan, disertai dengan foto dokumentasi. Sumber Data dan Teknik Pengumpulan Data Sumber Data . Data Primer Data Primer merupakan data yang didapat secara langsung dari sumbernya atau yang Data primer dalam penelitian ini yaitu: Data koesioner yang meliputi Jawabanrespondenterhadap pihak pihak yang terlibat dalam proyekjalan lingkar Kota Kendari II . Data Skunder Data sekunder meliputi : Rencana Anggaran Biaya . Gambar Rencana Teknik Pengumpulan Data Metode pengumpulan data dalam penelitian ini adalah observasi lapangan dengan cara melakukan survey lapangan pada lokasi penelitian, untuk mendukung data-data penelitian, sehingga mendapakan keterangan-keterangan yang berhubungan dengan pelaksanaan proyek pembangunan jalan lingkar kota Kendari II. kemudian memberikan pertanyaan melalui kuisioner kepada seluruh pihak yang terlibat dalam pelaksanaan kegiatan yang di teliti, lalu dikumpulkan semua kuisioner untuk dilakukan rekapitulasi dari jawaban responden. Selain itu data sekunder La Madu. Sunaryo. La Ode Musa Rachmat juga di peroleh melalui dokumen kontrak, pelaksana kegiatan serta. Tim Pembebasan Lahan dari Dinas PU Provinsi Sulawesi Tenggara serta Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK). Provinsi Sulawesi Tenggara. Persepsi responden dapat diurutkan menjadi: tidak berpengaruh, agak berpengaruh, berpengaruh dan sangat berpengaruh Kalau tidak berpengaruhdiberi nilai 0 ( nol ), agak berpengaruh diberi nilai 1 ( satu ), berpengaruhdiberi nilai 2 ( dua ), sangat berpengaruhdiberi nilai 3 ( tiga ). Teknik Analisis Data Pembebasan lahan yaituPekerjaan proyek jalan lingkar kota kendari II, pada saat pelaksanaan pekerjaan ada namanya ganti rugi yang dilakukan dari pihak pemerintah kepada masyarakat, apabila ada lahan masyarakat yang lahannya terkena proyek Ketersediaan anggaran yaitu Pekerjaan proyek jalan lingkar kota kendari II, dengan panjang 38,15 km, lebar 8 m, dengan jumlah anggaran Rp. 000,00 hal ini sangat terbatas. Sehingga pihak kontraktor melaksanakan pekerjaan proyek sesuai volume yang ada. Kondisi geografis yaitu Pekerjaan proyek jalan lingkar Kota Kendari II, ada gambar rencana dan item-item pekerjaan sebelum melaksanakan suatu pekerjaan proyek Untuk menentukan nilai rata-rata persepsi responden menggunakan rumus pada 1 berikut ini : ycUycycaycycaOeycycaycyca = I = ycA Ocycuycn=1 xycn a. Dengan : I = IndeksKepentingan Xi = frekuensi respon dari setiap persepsi N = jumlah data Definisi Operasional Adapun definisi operasional dalam penelitian ini adalah: Pembebasan lahan (X. menyediakan tanah dengan cara mengganti rugi yang layak dan adil kepada pihak yang berhak apabila tanah tersebut terkena lokasi pekerjaan proyek . Ketersediaan Anggaran (X. rencana anggaran biaya disesuaikan dengan volume pekerjaan yang akan di kerja. Kondisigeografis (X. merupakan keadaan dimana menggambarkan situasi atau aktivitas suatu tempat, wilayah atau daerah tersebut. Konsep Operasional Adapuntahapan-tahapankegiatan yangakan dilakukan dalam penelitian ini, disajikandalam bentukbaganalirberikut ini: La Madu. Sunaryo. La Ode Musa Rachmat Hasil dan Pembahasan Pendapat Responden Hasil penelitian danpendapat responden yang terdiri dari 30 orang responden serta 3 pertanyaan yang kami berikan terhadap faktor yang mempengaruhipenyelesaianproyek konstruksi jalan lingkar Kota Kendari II dapat di rekap dalam bentuk tabel adalah sebagai berikut: Tabel 4. 1 Pendapat Responden Terhadap Faktor yang mempengaruhi penyelesaian proyek jalan. Faktor-faktor yang Tidak Agak Berpengar Sangat Jumlah Pembebasan Lahan Ketersediaan Anggaran Kondisi Geografis Sumber : Hasil Analisa Data . Dari presentasi nilai yang tertera diatas maka setiap kolam angka tabel di bawah ini dikalikan dengan angka yang telah tertera di atas Sehingga dimasukan dalam tabel presentase di bawah Dengan menggunakan rumusperhitungan statistik: 1 = -------- x 100 = 23 % 7 = nilai rekapan pendapat responden 1= Pembebasan lahan 30 = Jumlah responden Tebel 4. 2 Presentasi Jawaban Responden Faktor-faktor Pembebasan Lahan Tidak Agak Berpengaruh Sangat La Madu. Sunaryo. La Ode Musa Rachmat Ketersediaan Anggaran Kondisi Geografis Sumber : Hasil Analisa Data . Dari tabel presentasi di atas maka didapatkan item yang sangat berpengaruh dan tidak berpengaruh terhadap penyelesaian proyek Bina Marga. Dengan hasil peresentasi di atas, untuk memudahkan untuk penyelesaian dalam mencapai nilai mean . ata-rat. maka kami peneliti mengunakan Microsoft Office Excel 2007. Angka mean didapat dari jumlah keseluruhan data dalam seitap item di bagi dengan banyak data dalam satu item. Sehingga dapat ditulis dalam tabel dibawah ini. Untuk tabel angka ranking yang terterah di bawah ini di peroleh dari hasil perhitungan nilai mean yang ada, maka direngkingkan sesuai dengan hasil rata-rata dari butir satu sampai Angka perengkingan yang ada pada tabel di bawah ini, terdiri dari ranking 1 sampai dengan ranking 3 yang di hasilkan berdasarkan nilai rata-tata tertinggi sampai yang terendah. Untuk nilai rata-rata sama maka memiliki nelai ranking yang sama pula. SebagaicontohperhitunganNilai rata-rata(Mea. makadicariindekskepentingan yaitu: 0 x 0 7 x 1 15 x 2 5 x 3 Mean = I= ---------------------------------------30 = . 7 36 . :30 = 1,933 Dari tabel di atas dapat diketahui urutan ranking yang paling berpengaruh dari tiga variabel terhadap pelaksanaan pekerjaan jalan lingkar Kota Kendari II yaitu sebagai berikut : Ranking 1 adalah Ketersediaan Anggaran Ranking 2 adalah Pembebasan Lahan Ranking 3 adalah Kondisi Geografis Angka tersebut dapat diuraikan sebagai berikut : 0 x 0 = jawaban responden. nilai 0= skor tidak berpengaruh 7 x 1= jawaban responden . nilai 1= skor agak berpengaruh 18x 2 = jawaban responden . nilai 2 = skor berpengaruh 5x3= jawaban responden . nilai 3= skor sangat berpengaruh La Madu. Sunaryo. La Ode Musa Rachmat Tabel 4. 3 Hasil Analisis Data RankingFaktorpendapat responden terhadap faktor yang mempengaruhi penyelesaian proyek jalan Faktor Penyebab Keterlambatan Mean Ranking Pembebasan Lahan 1,93 Ketersediaan Anggaran Kondisi Geografi 1,17 Sumber : Hasil Analisa Data . Dari nilai mean . ata-rat. dan nilai ranking yang ada pada tabel di atas dapat diperjelas dengan tabel bobot (%). Untuk tabel di bawah ini, angka bobot diperoleh dari nilai mean. Setiap itemnya dikali 100% lalu hasilnya dibagi dengan jumlah total keseluruhan nilai mean dari butir 1- 3. Yaitu dengan di jumlahkan 1,93 2,03 1,17 = 5,13 Tabel 4. 4 Hasil Analisis Data Rekapan Pembobotan(%) Faktor Penyebap Keterlambatan Bobot (%) Ranking Pembebasan Lahan Ketersediaan Anggaran Kondisi Geografis Sumber : Hasil Analisa Data . Pembahasan Ketersediaan Anggaran Item ini dianggap sangat berpengaruh oleh responden karena pada item ini para pekerja proyek . akan banyak mengalami kendala dilapangan. Para responden berpendapat bahwa faktor uang yang membuat segala proses kegiatan di lapangan akan berpengaruh dengan proses pelaksanaan pekerjaan dan mengakibatkan hambatan dalam pelaksanaannya, dalam penyelesaian sebuah proyek seorang kontraktor akan mengalami kendala apabila uangnya tidak ada, item lain dalampelaksananan proyek akan ikut terhambat apabila uang tidak siap misalnya alat,material karyawan dan lain sebagainya, dengan demikian pelaksanaan sebuah pekerjaan proyek akan terlambat. Begitu pula sebaliknya apabila uang semua siap maka pekerjaan akan terselesaikan sesuai dengan waktu yang di tentukan di konrak. La Madu. Sunaryo. La Ode Musa Rachmat Tabel 4. 5 Hasil Analisis Data Dinas PU. Prov. Sultra Nama Ruas Jalan Pembangunan Jalan Pelaksana PT. Lingkar MAHAPUTRI Kota Kendari II Anggaran Nomor Kontrak 602/331/PU- Tgl, 14 Juni Tgl,12 BM/VI/2016. UTAMA Mulai Selesai PPTK Desember Tanggal, 14 Juni 2016 Sumber : Hasil Analisa Data PU. Pembebasan Lahan Para responden berpendapat bahwa item ini berpengaruh terhadap penyelesaian proyek karena tanpa adanya kejelasan obyek atau lokasi pekerjaan proyek akanmengalami hambatan, pada item ini para kontraktor akan mengalami kendala dalam penyelesaian proyek. hal-hal yang membuat terkendala dalam item ini yaitu misalnya seorang kontraktor belum adanya kejelasan terhadap lahan atau lokasi tempat proyek. Tabel 4. Pendapat Responden Terhadap Faktor yang mempengaruhi penyelesaian proyek Faktor-faktor Tidak Agak Pembebasan Lahan Berpengaruh Sangat Jumlah Sumber : Hasil Analisa Data . Tabel 4. Presentase Jawaban Responden Faktor-faktor yang mempengaruhi proyek Pembebasan Lahan Tidak Agak Berpengaruh Sangat Sumber : Hasil Analisa Data . Kondisi Geografi Item ini dianggap tidak terlalu berpengaruh karena dalam perencanaan suatu pekerjaan sudah tentu memperhitungkan kondisi geografisnya apakah lokasi itu perbukitan, lembah, rawah ataupun yang lainnya. Dalam perencanaan sudah semua item memperhitungkan besaran La Madu. Sunaryo. La Ode Musa Rachmat anggaran yang akan dihabiskan, namun yang menjadi masalah bilamana anggaran tidak Berikut tabel rekapan kuisioner untuk analisis faktor pelaksanaan : Tabel 4. Hasil Analisa Data Rekapan Kuisioner Untuk Analisis Faktor Pelaksanaan : 3 Faktor Proses Pelaksanaan Sumber : Hasil Analisa Data . Keterangan : X1 = Pembebasan Lahan X2 = Ketersediaan Anggaran X3 = Kondisi Geografis La Madu. Sunaryo. La Ode Musa Rachmat Tabel 4. 9 Pendapat Responden Terhadap Faktor yang mempengaruhi penyelesaian proyek Faktor-faktor Tidak Agak Kondisi Geografis Berpengaruh Sangat Jumlah Sumber : Hasil Anlisis Data ( 2018 ) Tebel 4. 0 Presentasi Jawaban Responden Faktor-faktor yang Tidak Agak Berpengaruh Kondisi Geografis Sangat Sumber : Hasil Analisis data ( 2018 ) Dari tabel 4. 8 yang memiliki jumlah 3 faktor yang tertera masing- masing terdiri dari 30 hasil responden dan dapat di jelaskan pada tabel-tabel berikutnya yang ada dibawah ini sesuai dengan output hasil olahan SPSS . nalisis fakto. Tabel: 4. Hasil Analisis Data Output Olahan SPSS Faktor Proses Pelaksanaan Initial Extraction Pembebasan Lahan Ketersediaan Anggaran Kondisi Geografis Sumber : Hasil Analisis Data ( 2018 ) Dari tabel 4. 1 merupakan hasilolahan data outputmenggunakan SPSS, sehingga nilai Communalities merupakan nilai yang menunjukkan kontribusi variabel tersebut terhadap faktor yang terbentuk. Dapat juga didefinisikan sebagai besaran nilai varians . alam persentas. suatu variabel yang dapat dijelaskan oleh faktor yang terbentuk. Nilai communalities ini sama pengertiannya dengan nilai koefisien determinasi . ada model regres. La Madu. Sunaryo. La Ode Musa Rachmat Pada tabel 4. 1 nilai communalities variabel Pembebasan Lahan (X. =68,5%. ini berarti sebesar 68,5% varians dari variabel Pembebasan Lahan dapat dijelaskan oleh faktor yang A Untuk variabel Ketersediaan Anggaran , nilai communalities =93,3 %. Hal ini berarti sekitar 93,3% varians dari Ketersediaan Anggaran dijelaskan oleh faktor yang terbentuk. Demikian seterusnya dengan variabel lainnya. A Untuk variabel Kondisi Geografis, nilai communalities =61,8 %. Hal ini berarti sekitar 61,8 % varians dari Kondisi Geografis oleh faktor yang terbentuk. A Semakin besar communalitiessebuah variabel,berarti semakin erat hubungannya dengan faktor yang terbentuk. Tabel: 4. Hasil Analisis Data Total Variance Explained Initial Eigenvalues Component Total % of Variance Extraction Sums of Squared Loadings Cumulative % Total % of Variance Cumulative % Sumber : Hasil Analisis Data ( 2018 ) Berdasarkan tabel di atas ada beberapa hal yang dapat diketahui: ) Nilai eigenvalues. yang menunjukkan jumlah variabel yang menjadi anggota suatu ) Besaran varians yang dapat dijelaskan oleh faktor dengan sejumlah variabel ) Jumlah faktor yang dapat terbentuk oleh sejumlah variabel yang dimiliki. ) Setelah dilakukan ekstraksi, tampak dalam tabel 4. 2 bahwa faktor yang terbentuk sebanyak 2 faktor, dengan masing-masing mempunyai nilai eigenvalues 1,236 dan sesuai dengan defenisi eigenvalues, berarti kita dapat mengatakan bahwa faktor1 beranggotakan 1. 236 variabel dan faktor-2 beranggotakan 1. 000 variabel . aktor yang mempunyai nilai eigenvalues< 1, berarti tidak mempunyai anggota variabel pembentuk ) Tabel 4. 2 menunjukkan adanya 3 component . yang dimasukkan dalam analisis faktor dengan masing-masing variabel memiliki variansi 1, maka total varians adalah 3x1 =3. ) Sesuai dengan jumlah faktor yang terbentuk dan jumlah variansi masing-masing variabel yang diketahui, selanjutnya dapat dijelaskan oleh masing-masing faktor maupun oleh keseluruhan faktor yang terbentuk . aik sebelum dirotasi dan setelah dirotas. A Variansfactor-1 : . ,236/. x 100% = 41,2% A Variansfactor-2 : . x 100% = 33. Artinya bahwa sebesar 44,567% variansdari variabilitas pembentuk faktor-1 dapat dijelaskan faktor tersebut, dan sebesar 41,2% varians dari variabilitas pembentuk faktor ke dua dapat dijelaskan oleh faktor tersebut. Sedangkan total ketiga faktor tersebut akan mampu 533 % . aktot-1 faktor-2 ) dari variabilitas ke-tiga variabel asli tersebut. La Madu. Sunaryo. La Ode Musa Rachmat Selain dari tabel Total Varians, yang menjelaskan dasar perhitungan dalam menentukan jumlah faktor, untuk melihat berapa jumlah faktor yang tebentuk dapat pula dilihat pada grafik : Gambar 4. 1 Grafik Total Varians Nilai batas eigenvalues pembentuk faktor adalah 1 apabila kurang dari 1 berarti tidak terdapat variabel pembentuk faktor. Dengan demikian, dari grafik tersebut tampak bahwa ada 2 faktor yang terbentuk. Hal ini berarti sama dengan hasil pendefinisian sebelumnya. Tabel: 4. 3Hasil Analisis Data Component Matrixa Component Matrixa Faktor Proses Pelaksanaan Component Pembebasan Lahan -41,8 Ketersediaan Anggaran 0,329 0,908 Kondisi Geografis -78,6 La Madu. Sunaryo. La Ode Musa Rachmat Sumber : Hasil Analisa Data ( 2018 )2 components extracted. Tabel Component Matrix4. 3 menunjukkan nilai loading factor masing-masing variabel terhadap faktor. Loading Factor adalah nilai yang menunjukkan hubungan . suatu variabel terhadap faktor. Apabila suatu variabel mempunyai nilai loading factor terbesar pada faktor tertentu . ibanding faktor lainny. , maka variabel tersebut akan menjadi anggota atau pembentuk faktor tersebut. Nilai loading factor yang disarankan sebagai penentu komponen faktor yaitu setidaknya bernilai 0,7 . orelasi Ou 0,. Hal ini sesuai dengan pendefenisian koefisien korelasi Ou 0,7 dikatakan bahwa adanya hubungan yang kuat antar variabel yang diteliti. Dari tabel 4. 3 dapat pula diketahui distribusi variabel terhadap 3 faktor yang terbentuk. Cara yang dilakukan untuk melihat distribusi variabel tersebut yaitu dengan membandingkan nilai loading factor suatu variabel pada faktor-faktor yang ada adalah sebagai berikut : Korelasi variabel ketersediaan anggaran dengan faktor-2 pada komponen-1 adalah 0,329, berarti menunjukkan hubungan yang lemah. Sedangkan dengan faktor-2 komponen-2 mempunyai korelasi Ae 0,908 berarti menunjukkan hubungan yang sangat kuat, dengan demikian, variabelketersediaan anggaran dimasukkan dalam komponen faktor-1. Hal ini berlaku pula untuk variabel lainnya sesuai urutan. Dari beberapa faktor yang telah di analisis dapat di lihat pada gambar di bawah ini, untuk memastikan faktor-faktor tersebut masuk dalam komponen keberapa. Gambar 4. 2Grafik Componen Plot In Rotated Space Gambar 4. 2 merupakan hasil dari analisis data yang menampilkan gambar letak ketiga variabel pada ketiga faktor yang ada. Perhatikan bahwa variabel Ae variabel yang terpisah dalam satu faktor akan terlihat berkejauhan antara ketiga faktor tersebut. Korelasi variabel ketersediaan anggaran dengan faktor-2 pada komponen-1 menunjukan hubungan yang lemah. Sedangkan dengan faktor-2 komponen- 2 menunjukkan hubungan yang sangat kuat dengan demikian, variabel ketersediaan anggaran dimasukkan dalam komponen faktor-1. Faktor Ae faktor tersebut terdiri dari data, dimana laporan dari ketiga faktor tersebut dari rekapan responden melaporkan La Madu. Sunaryo. La Ode Musa Rachmat bagaimana masing- masing variabel terkait dengan faktor Ae faktor ini. Nilai pemuatan mewakili pentingnya variabel untuk komponen, ( koefisien korelasi yang diperoleh Ou 0,7 ). Kesimpulan Hasil perhitungan analisis berdasarkan pembobotan yang masuk dalam kategori sangat berpengaruh terhadap penyebab proses penyelesaian proyek jalan lingkar Kota Kendari adalah Ketersediaan Anggaran 93,3%. Pembebasan Lahan 68,5%. Kondisi Geografis 61,8%. Korelasi variabel ketersediaan anggaran dengan faktor-2 pada komponen-1 adalah 0,329, berarti menunjukkan hubungan yang lemah. Sedangkan dengan faktor-2 komponen-2 mempunyai korelasi Ae 0,908 berarti menunjukkan hubungan yang sangat kuat, dengan demikianvariabelketersediaan anggaran dimasukkan dalam komponen Referensi