Jurnal Pendidikan. Sains dan Teknologi Vol 13. No 01, 2026 pages 16 - 29 e-ISSN : 2655-3392 https://doi. org/10. 47668/edusaintek. IMPLEMENTASI IMPORTANCE PERFORMANCE ANALYSIS DALAM MENGEVALUASI KUALITAS PELAYANAN INFRASTRUKTUR JALAN NASIONAL KOTA KUPANG Dwy Putri Sutanti1. Kusa Bill Noni Nope2, & Amandus Jong Tallo3* 1,2,3 Politektnik Negeri Kupang. Indonesia *e-mail korespondensi: mandustallo@gmail. Abstract: National road infrastructure is a land transportation infrastructure that has a vital role in supporting economic, social and cultural activities in a region. The ideal quality of road infrastructure services is not only reflected by the physical reliability of the infrastructure, but also by the perception and level of satisfaction of road users as the main beneficiaries. However, service evaluations carried out so far tend to focus on technical assessments, so they have the potential to ignore aspects of user experience and needs directly. This study aims to evaluate the quality of national road infrastructure services in Kupang City based on the perception and satisfaction of road users. It used a quantitative approach and involved 200 productive age respondents from various backgrounds. The research was conducted with 5 main variables, including. condition of road bodies, complementary buildings, road equipment, utilization of side parts of the road, and maintenance services. The data was then analyzed using the Importance Performance Analysis (IPA) method to identify the level of service performance proficiency and determine handling The results of the analysis show that there are 9 service attributes that require improvement actions based on the analysis of the level of conformity between the level of performance and importance. In addition, the analysis of the cartesian diagram identified 4 service attributes that are priority for handling, namely roadside channels that function well so that there is no inundation when it rains, there are safety fences as protection on roads with steep conditions, there are green trees as air filters and minimize light and sunlight, and damage handling is carried out on time. These findings provide a specific overview of the aspects of road services that are most felt by users and can be a basis for consideration for road operators in formulating a more responsive, directed, and sustainable service improvement strategy. Keywords: Road Infrastructure. User perception. IPA. Abstrak: Infrastruktur jalan nasional merupakan prasarana transportasi darat yang memiliki peran vital dalam menunjang aktivitas ekonomi, sosial dan budaya pada suatu wilayah. Kualitas pelayanan infrastruktur jalan yang ideal tidak hanya dicerminkan oleh keandalan fisik prasarana, tetapi juga oleh persepsi dan tingkat kepuasan pengguna jalan sebagai penerima manfaat utama. Namun, evaluasi pelayanan yang dilakukan selama ini cenderung berfokus pada penilaian teknis, sehingga berpotensi mengabaikan aspek pengalaman dan kebutuhan pengguna secara langsung. Penelitian ini, bertujuan untuk mengevaluasi kualitas pelayanan infrastruktur jalan nasional di Kota Kupang berdasarkan persepsi dan kepuasan pengguna jalan. Menggunakan pendekatan kuantitatif dan melibatkan 200 responden usia produktif dari berbagai latar belakang. Penelitian dilakukan dengan 5 variabel utama, meliputi. kondisi badan jalan, bangunan pelengkap, perlengkapan jalan, pemanfaatan bagian-bagian samping jalan, dan pelayanan pemeliharaan. Data kemudian dianalisis menggunakan metode Importance Performance Analysis (IPA) untuk mengidentifikasi tingkat kesesusaian kinerja pelayanan serta menentukan prioritas penanganan. Hasil analisis menunjukan bahwa terdapat 9 atribut pelayanan memerlukan tindakan perbaikan berdasarkan analisis tingkat kesesuaian antara tingkat kinerja dan kepentingan. Selain itu, analisis diagram kartesius mengindentifikasi 4 atribut pelayanan yang menjadi prioritas penanganan, yaitu saluran tepi jalan berfungsi dengan baik sehingga tidak ada genangan saat hujan, tersedia pagar pengaman sebagai perlindungan pada ruas jalan dengan kondisi curam, terdapat pepohonan hijau sebagai penyaring udara dan meminimalisir cahaya dan terik matahari, serta penanganan kerusakan dilakukan tepat waktu. Temuan ini memberikan gambaran spesifik terkait aspek Implementasi Importance Performance Analysis Dalam Mengevaluasi Kualitas PelayananA Jurnal Pendidikan. Sains dan Teknologi Vol 13. No 01, 2026 pelayanan jalan yang paling dirasakan oleh pengguna dan dapat menjadi dasar pertimbangan bagi penyelenggara jalan dalam merumuskan strategi peningkatan pelayanan yang lebih responsif, terarah, dan berkelanjutan. Kata Kunci: Infrastruktur Jalan. Persepsi pengguna. IPA. Histori Naskah Diserahkan: 27-03-2026 Direvisi: 10-03-2026 Diterima: 11-02-2026 This is an open access article under the CC BY-SAlicense. Copyright A2026 by Author. Published by STKIP PGRI Situbondo PENDAHULUAN Infrastruktur jalan merupakan prasarana transportasi darat yang memiliki peran vital dalam menunjang aktivitas sosial, ekonomi dan budaya suatu wilayah (Hadi et al. , 2021. Mananoma et al. , 2. Sebagai prasarana transportasi publik, infrastruktur jalan tidak hanya terbatas sebagai penghubung antar wilayah dan meningkatkan aksesibilitas, melainkan dapat menentukan kualitas pergerakan, keamanan dan kenyamanan yang dialami oleh pengguna (Azik et al. , 2021. Haliza et al. , 2. Dalam ranah fasilitas publik, infrastruktur jalan memiliki peran pelayanan yang seharusnya tidak hanya dinilai dari aspek teknis, tetapi juga dari persepsi pengguna jalan. Merujuk pada pendekatan bahwa kualitas infrastruktur jalan juga dinilai dari persepsi pengguna, penilaian kondisi jalan tidak terbentuk secara langsung dari karakteristik semata, melainkan melalui proses kognitif yang dipengaruhi oleh asensi, atensi, ekspektasi, motivasi, dan memori (Suhendra et al. , 2. Proses tersebut menyebabkan respons pengguna terhadap kondisi jalan dapat berbeda, meski berada pada karakteristik fisik prasarana yang relatif sama. Oleh karena itu, persepsi berperan sebagai mekanisme utama yang menjembatani kondisi objektif infrastruktur dengan penilaian subjektif terhadap kualitas pelayanan dan tingkat Meskipun persepsi pengguna memberikan gambaran penting mengenai kualitas pelayanan jalan, evaluasi kinerja pelayanan jalan pada praktiknya didominasi oleh pendekatan teknis yang berfokus pada kondisi fisik dan manajemen jalan. Pedoman Manual Kapasitas Jalan Indonesia (MKJI) tahun 1997 menyatakan bahwa evaluasi kinerja pelayanan jalan didasarkan pada karakteristik arus lalu lintas kendaraan, seperti volume, kecepatan dan tingkat pelayanan, tanpa secara tegas mempertimbangkan persepsi serta kepuasan pengguna jalan (Faisal et al. , 2. Konsekuensinya, penyelenggara jalan cenderung menjadikan indikator teknis sebagai dasar utama dalam pengambilan keputusan pengelolaan, perbaikan, dan pengembangan pelayanan jalan, sementara kualitas pelayanan jalan yang dirasakan pengguna belum sepenuhnya terwakili (Sulasmi et al. , 2. Temuan penelitian yang dilakukan oleh (Amri et al. , 2. menunjukan bahwa 9 ruas jalan nasional di Kota Kupang memiliki nilai Pavement Condition Index (PCI) berada di atas 90% yang menunjukkan kondisi perkerasan sangat baik. Namun demikian, beberapa segmen perkerasan memiliki kondisi bergelombang dan kasar. Disisi lain permasalahan prasarana penunjang yang tidak ikut dinilai seperti drainase dalam kondisi tidak optimal, menyebabkan banjir saat hujan (Ismail, 2. , trotoar yang kurang terawat, dan beberapa rambu lalu lintas yang mulai memudar turut mempengaruhi kepuasan perjalanan pengguna. Temuan ini sejalan dengan pernyataan (Roza & Sriono, 2. bahwa, laporan teknis jalan umumnya masih berfokus pada kondisi perkerasan dan aspek operasional lalu lintas, sedangkan komponen infrastruktur jalan lain seperti perlengkapan jalan dan pelengkap jalan belum terintegrasi secara memadai dalam proses evaluasi. Hal ini menyebabkan penilaian kinerja jalan belum sepenuhnya mencerminkan kualitas pelayanan jalan secara menyeluruh. Kondisi tersebut menegaskan bahwa perlunya pendekatan evaluasi jalan yang mampu mencakup seluruh rana pelayanan infrastruktur jalan, salah satu pendekatan yaitu dengan Implementasi Importance Performance Analysis Dalam Mengevaluasi Kualitas PelayananA Jurnal Pendidikan. Sains dan Teknologi Vol 13. No 01, 2026 memanfaatkan persepsi dan tingkat kepuasan pengguna. Sejumlah penelitian terdahulu seperti (Diyanti et al. , 2023. Faisal et al. , 2022. Muatan et al. , 2022. Sulasmi et al. , 2. menjelaskan bahwa persepsi dan kepuasan pengguna adalah faktor penting dalam menilai kualitas pelayanan infrastruktur jalan, karena mampu merepresentasikan pengalaman aktual pengguna terhadap berbagai atribut pelayanan dan prasarana jalan. Dengan pendekatan ini, pengalaman nyata masyarakat dalam menggunakan infrastruktur jalan dapat direkam secara sistematis, sehingga atribut pelayanan yang belum memenuhi harapan pengguna dan memerlukan peningkatan dapat diidentifikasi lebih cepat. Saat ini, kajian empiris yang mengukur persepsi dan tingkat kepuasan pengguna jalan nasional di Kota Kupang, masih terbatas, sehingga proses evaluasi dan pengambilan kebijakan cenderung berdasarkan pendekatan teknis dari sisi penyelenggara jalan. Untuk menjawab kebutuhan tersebut, penelitian ini dilakukan dengan memadukan persepsi dan kepuasan pengguna sebagai dasar evaluasi kualitas pelayanan jalan. Menggunakan metode Importance Performance Analysis (IPA) dalam mengidentifikasi kesenjangan antara tingkat kepentingan atau harapan dengan kinerja pelayanan berdasarkan persepsi pengguna, sehingga atribut pelayanan yang memerlukan peningkatan dan menjadi prioritas penanganan dapat dipetakan secara sistematis. Pendekatan ini memungkinkan penyusunan rekomendasi yang responsif dan relevan terhadap kebutuhan serta harapan pengguna jalan. METODE Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif, menggunakan data kuantitatif berbentuk angka-angka yang dapat diukur secara objektif dengan teknik pengumpulan data yang sistematis (Zai et al. , 2. Objek penelitian merupakan 9 ruas jalan nasional di Kota Kupang yang meliputi. Jalan Ke Tenau, . Jalan Pahlawan, . Jalan Sukarno, . Jalan Yani, . Jalan Urip Sumarjo, . Jalan Ikan Paus, . Jalan Timor Raya, dan . Jalan Terusan Timor Raya. 8 ruas jalan tersebut merupakan jalur penghubung kawasan strategis, permukiman, industri, pusat pemerintahan, pendidikan, dan perdagangan di Kota Kupang. Sedangkan subjek dalam penelitian ini merupakan pengguna jalan yang melintas ruas jalan tersebut meliputi pengendara roda 2, roda 4, dan pejalan kaki. Pengambilan sampel menggunakan teknik non-probability sampling berjenis quota sampling dimana penelitian dianggap selesai apabila sampel telah memenuhi jumlah sampel rencana (Sugiyono, 2. Jumlah sampel minimal dihitung menggunakan persamaan Isaac dan Michael, dengan tingkat kepercayaan 90%. Hasil sampel minimal yaitu 183 responden dengan rincian 50% kendaraan roda 2, 40% kendaraan roda 4, dan 10% pejalan kaki. Presentasi ini didapatkan dengan menggunakan teknik pembobotan design weight, dimana data utama yang digunakan berasal dari jumlah kendaraan roda 2 dan roda 4, yang memiliki proporsi populasi lebih besar. Sementara itu, data mengenai pejalan kaki tidak tersedia resmi, sehingga estimasi jumlahnya diperoleh dari hasil survei lapangan. Berdasarkan temuan survei tersebut, proporsi pejalan kaki relatif kecil dan diasumsikan sebesar 10%. Variabel dalam penelitian ini diambil melalui referensi kajian penelitian terdahulu oleh (Diyanti et al. , 2023. Faisal et al. , 2022. Muatan et al. , 2022. Sulasmi et al. , 2. Diyanti , 2023. Muatan dkk. , 2022, dan Sulasmi dkk. , 2. yang terdiri atas . kondisi badan jalan, . bangunan pelengkap, . perlengkapan jalan, . pemanfaatan bagian-bagian samping jalan dan . pelayanan pemeliharaan. 5 variabel tersebut kemudian dikembangkan menjadi instrumen dalam bentuk kuesioner dengan 22 pertanyaan terstruktur. Data primer merupakan data yang dikumpulkan langsung dari sumber data pertama yang menjadi data pokok penelitian ini (Napitupulu et al. , 2. Data primer dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner kepada pengguna jalan secara langsung di lokasi penelitian. Selain itu ada data sekunder merupakan data yang diperoleh dari sumber-sumber yang telah Data sekunder dalam penelitian ini diperoleh dari buku, jurnal, dan sumber online lainnya Implementasi Importance Performance Analysis Dalam Mengevaluasi Kualitas PelayananA Jurnal Pendidikan. Sains dan Teknologi Vol 13. No 01, 2026 yang berisi teori-teori relevan dalam mendukung penelitian ini serta dokumen Penetapan Ruas Jalan Menurut Statusnya Sebagai Jalan Nasional tahun 2022 oleh Kementerian Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat Direktorat Jenderal Bina Marga serta jumlah penduduk kota kupang (BPS Kota Kupang, 2. Sebelum melakukan analisis data mendalam, instrumen penelitian diuji terlebih dahulu untuk memastikan validitas dan reliabilitasnya. Uji validitas digunakan untuk menunjukan sejauh mana suatu alat pengukur itu dapat mengukur apa yang ingin diukur. Dalam penelitian ini uji validitas menggunakan product moment pearson dengan tingkat kepercayaan 95% dengan syarat kevalidan nilai r hitung > r tabel. Sedangkan reliabilitas data dilakukan untuk mengetahui sejauh mana pengukuran dapat memberikan hasil yang konsisten dari suatu Instrumen penelitian dikatakan reliabel jika Cronbach Alpha > 0,60 (Sugiyono. Data yang terkumpul dianalisis menggunakan metode Importance Performance Analysis (IPA). Metode ini digunakan untuk membandingkan tingkat kepentingan dan tingkat kinerja masing masing atribut pelayanan jalan berdasarkan persepsi pengguna (Muatan et al. Muhardono & Susilo, 2019. Yudanto et al. , 2. Hasil analisis disajikan dalam diagram kartesius yang terbagi ke dalam 4 kuadran, yaitu prioritas utama, pertahankan kinerja, prioritas rendah, dan kinerja berlebihan (Immanuel & Setiawan, 2. Tahap Penelitian meliputi: . Identifikasi Permasalahan dan penentuan atribut pelayanan jalan, . penyusunan dan uji kelayakan instrumen penelitian, . pengumpulan data persepsi dan kepuasan pengguna jalan, . pengolahan dan analisis data menggunakan metode IPA, . penyusunan evaluasi berdasarkan hasil analisis. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Jumlah responden total yang berhasil dijaring pada proses pengumpulan data ialah 200 jiwa dengan berbagai latar belakang. Berdasarkan jenis kelamin, responden laki laki sebanyak 125 jiwa atau sebesar 62%, sedangkan responden berjenis kelamin perempuan sebanyak 75 jiwa atau sebesar 38%. Dominasi responden laki-laki disebabkan oleh keterlibatan pengemudi truk angkutan umum, maupun barang dalam penelitian ini, yang secara umum didominasi oleh lakilaki. Ditinjau dari karakteristik usia, responden terbanyak berada pada rentang usia lebih dari 30 tahun sebanyak 76 jiwa atau 38%. Selanjutnya, rentang usia 26-30 tahun sebanyak 46 jiwa atau 23%, rentang usia 21-25 tahun sebanyak 44 jiwa atau 22% dan rentang usia 17-20 tahun sebanyak 34 jiwa atau 17%. Sementara itu berdasarkan tingkat pendidikan, responden terbanyak yaitu lulusan SMA sebanyak 123 jiwa atau 61,5%. Berikutnya lulusan S1 sebanyak 62 jiwa atau 31%, lulusan SMP sebanyak 8 jiwa atau 4%, lulusan SD sebanyak 5 jiwa atau 2,5%, dan lulusan S2 sebanyak 2 jiwa atau 1%. Berdasarkan jenis pekerjaan, responden didominasi oleh pelajar/mahasiswa sebanyak 76 jiwa atau 38%. Selanjutnya wirausaha sebanyak 39 jiwa atau 19,5%, responden dengan pilihan pekerjaan lainnya sebanyak 38 jiwa atau 19%. PNS sebanyak 23 Jiwa atau 11,5%, petani/buruh sebanyak 17 jiwa atau 8,5%, dan jenis pekerjaan POLRI/TNI sebanyak 7 jiwa atau 3,5%. Berdasarkan domisili, responden terbanyak dalam penelitian ini berasal dari kecamatan Kelapa Lima yaitu sebanyak 57 jiwa atau 28,5%, diikuti kecamatan alak dengan 43 jiwa atau 21,5%, kecamatan Oebobo 33 jiwa atau 16,5%, kecamatan Maulafa 24 jiwa atau 12%. Kota Lama 19 jiwa atau 9,5%. Kota Raja 9 jiwa atau 4,5%, sedangkan 15 responden lainnya berdomisili di luar wilayah Kota Kupang dengan pilihan lainnya. Jika dilihat dari karakteristik tujuan perjalanan, tujuan responden bekerja menjadi tujuan dengan responden terbanyak yaitu 81 jiwa atau 40,5%, yang kemudian disusul oleh tujuan Implementasi Importance Performance Analysis Dalam Mengevaluasi Kualitas PelayananA Jurnal Pendidikan. Sains dan Teknologi Vol 13. No 01, 2026 perjalanan untuk belajar sebanyak 76 jiwa atau 38%, belanja 16 jiwa atau 8%, olahraga 13 jiwa atau 6,5% dan 14 responden tersisa dengan tujuan perjalan lainnya. Berdasarkan jenis kendaraan yang digunakan saat melewati ruas jalan Tenau Ae Terusan Timor Raya, pengguna jalan dengan mengendarai sepeda motor sebanyak 100 jiwa atau 50%, kendaraan roda empat yang teridiri dari mobil penumpang, pick up, bemo, dan bus sebanyak 80 jiwa atau 40% dan responden sedang berjalan kaki sebanyak 20 jiwa atau 10%. Uji Validitas dan Reliabilitas Uji validitas dilakukan dengan bantuan aplikasi perangkat lunak SPSS 22 menggunakan menu Bivariate Correlation yang menerapkan prinsip korelasi product moment person. Adapun hasil uji validitas instrumen penelitian ini yang disajikan pada Tabel 1. Tabel 1 Uji Validitas Data Kinerja Variabel Kondisi Badan Jalan Bangunan Pelengkap Perlengkapan Jalan Pemanfaatan Bagian-Bagian Samping Jalan Pelayanan Pemeliharaan No. Atribut Data Kinerja R tabel Status 0,138 0,443 Valid 0,138 0,287 Valid 0,138 0,526 Valid 0,138 0,652 Valid 0,138 0,681 Valid 0,138 0,596 Valid 0,138 0,533 Valid 0,138 0,602 Valid 0,138 0,482 Valid 0,138 0,699 Valid 0,138 0,606 Valid 0,138 0,665 Valid 0,138 0,569 Valid 0,138 0,708 Valid 0,138 0,618 Valid 0,138 0,602 Valid 0,138 0,681 Valid 0,138 0,723 Valid 0,138 0,775 Valid 0,138 0,791 Valid 0,138 0,514 Valid 0,138 0,691 Valid Data Kepentingan R tabel Status 0,138 0,588 Valid 0,138 0,722 Valid 0,138 0,730 Valid 0,138 0,687 Valid 0,138 0,767 Valid 0,138 0,769 Valid 0,138 0,661 Valid 0,138 0,747 Valid 0,138 0,679 Valid 0,138 0,703 Valid 0,138 0,673 Valid 0,138 0,698 Valid 0,138 0,690 Valid 0,138 0,814 Valid 0,138 0,786 Valid 0,138 0,726 Valid 0,138 0,668 Valid 0,138 0,798 Valid 0,138 0,813 Valid 0,138 0,839 Valid 0,138 0,561 Valid 0,138 0,759 Valid Berdasarkan Tabel 1, seluruh butir pertanyaan baik data kinerja maupun data kepentingan menunjukan nilai rhitung > rtabel , sehingga instrumen penelitian dinyatakan Hal ini sesuai kriteria berdasarkan teori (Sugiyono, 2. Selanjutnya uji reliabilitas dilakukan dengan bantuan aplikasi perangkat lunak SPSS 22 menggunakan menu Reliability Analysis yang menerapkan prinsip persamaan nilai reliabilitas. Adapun hasil uji reliabilitas instrumen penelitian yang disajikan pada Tabel 2. Tabel 2 Uji Reliabilitas Data Kinerja dan Kepentingan Indikator Kinerja Kepentingan CronbarchAos Alpha 0,919 0,956 Status Reliable Reliabel Hasil uji Reliabilitas pada Tabel 2, menunjukan bahwa nilai Cronbrach Alpha baik data kepentingan maupun data kinerja dinyatakan reliabel karena memenuhi syarat uji yaitu Cronbrach Alpha > 0,60 sesuai teori (Sugiyono, 2. Implementasi Importance Performance Analysis Dalam Mengevaluasi Kualitas PelayananA Jurnal Pendidikan. Sains dan Teknologi Vol 13. No 01, 2026 Importance Performance Analysis (IPA) Analisis pertama dalam metode IPA yaitu analisis tingkat kesesuaian yang digunakan untuk menilai keselarasan antara tingkat kepentingan dan kinerja pelayanan jalan berdasarkan penilaian pengguna. Hasil analisis ini menjadi dasar awal dalam mengidentifikasi atribut pelayanan yang telah memenuhi harapan pengguna maupun yang masih memerlukan peningkatan (Yudanto et al. , 2. Tingkat kesesuaian dihitung dengan Tki = Yi x100% Keterangan: Tki : Tingkat kesesuaian responden Xi : Skor penilaian kinerja : Skor penilaian kepentingan Berikut disajikan tabel hasil pengolahan analisis tingkat kesesuaian: Tabel 3 Analisis tingkat kesesuaian Tingkat Kesesuaian Atribut Tki Total kinerja (X. Total Kepentingan (Y. (Xi/Y. *100 Rata-rata Tki Tabel 3 memberikan gambaran umum mengenai atribut pelayanan yang cenderung perlu dipertahankan maupun ditingkatkan. Nilai rata-rata tingkat kesesuaian sebesar 89,963% Implementasi Importance Performance Analysis Dalam Mengevaluasi Kualitas PelayananA Jurnal Pendidikan. Sains dan Teknologi Vol 13. No 01, 2026 digunakan sebagai acuan untuk melihat posisi masing-masing atribut terhadap kondisi ideal, sebelum dilakukan analisis lebih lanjut untuk penentuan prioritas penanganan, dengan ketentuan sebagai berikut: 1 Jika tingkat kesesuaian Ou 89,963, maka kualitas pelayanan infrastruktur jalan nasional di Kota Kupang perlu dipertahankan. 2 Jika tingkat kesesuaian < 89,963, perlu dilakukan tindakan perbaikan kualitas pelayanan infrastruktur jalan nasional di kota Kupang. Berdasarkan ketentuan tersebut atribut pelayanan yang perlu diperbaiki adalah . permukaan jalur lalu lintas, . saluran tepi jalan, . kondisi rambu peringatan, . kondisi halte, . ketersediaan pagar pengaman, . penyediaan pepohonan hijau, . gangguan kendaraan yang diparkir pada badan jalan, . gangguan keluar masuk kendaraan akibat pertokoan, sekolah dan pasar, gangguan akibat warung dan tiang listrik pada trotoar, dan . ketepatan waktu perbaikan jalan. Sedangkan atribut lainnya masuk dalam kategori Selanjutnya dilakukan pemetaan atribut pada diagram kartesius yang dimulai dengan menghitung nilai rata-rata bobot kinerja dan kepentingan. Tabel 4 Rata-rata skor atribut pertanyaan Atribut Pertanyaan Rata-rata Kinerja rata-rata Kepentingan Total Tabel 4 menyajikan skor rata-rata setiap atribut pertanyaan yang selanjutnya akan dipetakan dalam diagram kartesius. Diagram kartesius dibagi dalam 4 kuadran yang dibatasi oleh 2 garis yang saling tegak lurus, yaitu sumbu horizontal (X) dan sumbu vertikal (Y). Titik perpotongan kedua sumbu tersebut ditentukan berdasarkan nilai tengah rata-rata Implementasi Importance Performance Analysis Dalam Mengevaluasi Kualitas PelayananA Jurnal Pendidikan. Sains dan Teknologi Vol 13. No 01, 2026 importance dan performance, yang digunakan sebagai bata pembagi antar kuadran (Nurjayanti & Nurhayati, 2. Pemetaan dilakukan dengan aplikasi perangkat lunak SPSS 22 menggunakan menu simple scatterplot. Berdasarkan hasil pengolahan tersebut berikut 22 atribut yang telah dibagi dalam 4 kuadran diagram IPA. Gambar 1 Diagram IPA Gambar 1 menunjukan hasil pemetaan atribut pelayanan jalan ke dalam 4 kuadran berdasarkan nilai rata-rata tingkat kepentingan dan kinerja menurut persepsi pengguna. Pemetaan ini secara jelas mengidentifikasi posisi masing-masing atribut pelayanan sebagai dasar penentuan prioritas evaluasi dan penanganan. Pembahasan Berdasarkan Gambar 1 diagram IPA menunjukan penyebaran setiap rata-rata indikator pertanyaan sesuai dengan titik koordinatnya dan telah terbagi menjadi 4 kuadran dengan penjelasan masing-masing sebagai berikut: Kuadran I (Concentrate Her. Kuadran I (Concentrate Her. atau prioritas utama merupakan suatu daerah yang memuat indikator-indikator yang dianggap penting, namun belum sesuai dengan harapan pengguna jasa (Immanuel & Setiawan, 2. Dapat diartikan importance atau kepentingan tinggi namun performance atau kinerja yang dirasakan pengguna rendah, indikator kualitas pelayanan yang masuk dalam kuadran ini merupakan prioritas utama untuk ditingkatkan guna mencapai kepuasan pengguna jalan. Indikator pertanyaan kualitas pelayanan infrastruktur jalan nasional di Kota Kupang yang masuk pada kuadran I disajikan dalam Tabel 5. Tabel 5Atribut Pertanyaan Kuadran I Indikator Pertanyaan Saluran tepi jalan berfungsi dengan baik sehingga tidak ada genangan pada saat hujan Tersedia pagar pengaman sebagai perlindungan pada ruas jalan dengan kondisi curam Variabel Nomor Atribut Bangunan Pelengkap Perlengkapan Jalan Implementasi Importance Performance Analysis Dalam Mengevaluasi Kualitas PelayananA Jurnal Pendidikan. Sains dan Teknologi Vol 13. No 01, 2026 Variabel Nomor Atribut Pemanfaatan BagianBagian Samping Jalan Pelayanan Pemeliharaan Indikator Pertanyaan Terdapat pepohonan hijau sebagai penyaring udara dan meminimalisir cahaya dan terik Penanganan Kerusakan dilakukan tepat waktu Atribut . saluran tepi jalan berfungsi dengan baik sehingga tidak ada genangan pada saat hujan, merupakan salah satu indikator prioritas utama penanganan dalam penelitian ini. Temuan tersebut sejalan dengan eksisting ruas jalan nasional di kota kupang, khususnya pada ruas Jalan Timor Raya dan Terusan Timor Raya, yang kerap mengalami genangan air saat hujan hingga mencapai 20 cm, sehingga mengganggu kenyamanan dan keamanan pengguna jalan, baik pengendara maupun pejalan kaki (Ismail, 2. Selain itu, hasil penelitian ini sejalan dengan temuan (Sulasmi et al. , 2. dan (Muatan et al. , 2. yang juga menempatkan atribut drainase, masuk dalam kuadran I sebagai prioritas utama penanganan pada ruas jalan Atribut . tersedia pagar pengamanan sebagai perlindungan pada ruas jalan dengan kondisi curam, termasuk dalam prioritas penanganan utama. Secara kondisi aktual, pagar pengaman telah terpasang pada segmen jalan dengan kondisi curam, khususnya pada ruas Jalan Ke Tenau. Meski demikian, berdasarkan persepsi pengguna jalan, kinerja atribut ini dinilai belum optimal sehingga masih memerlukan peningkatan baik dalam aspek jumlah, spesifikasi teknis, maupun kondisi fisiknya. Atribut . Terdapat pepohonan hijau sebagai penyaring udara dan meminimalisir cahaya dan terik matahari, termasuk dalam prioritas utama penanganan berdasarkan persepsi pengguna Keberadaan pepohonan berperan penting dalam meningkatkan kenyamanan termal melalui efek peneduhan dan pendinginan evapotranspirasi, yang terbukti mampu menurunkan suhu udara dan paparan panas pada koridor jalan (Ren et al. , 2. Kondisi iklim kota kupang yang relatif panas hampir sepanjang tahun menjadikan kebutuhan akan ruang teduh sebagai faktor penting bagi pengendara dan pejalan kaki, sehingga preferensi terhadap pepohonan hijau mencerminkan respons adaptif pengguna jalan terhadap kondisi cuaca. Atribut terakhir yang menjadi prioritas utama penanganan yaitu atribut . penanganan kerusakan dilakukan tepat waktu. Meskipun kinerja atribut ini belum sepenuhnya memenuhi harapan pengguna, pemerintah tetap secara konsisten melaksanakan program pemeliharaan dan peningkatan ruas jalan di wilayah Kota Kupang setiap tahun guna menjamin keberlangsungan fungsi dan kualitas pelayanan jalan. Hal tersebut dibuktikan dalam laporan pemeliharaan PUPR PROVINSI NTT tahun 2025 yang rutin melakukan pemeliharaan jalan baik pemeliharaan rutin kondisi, holding, hingga drainase. Kuadran II (Keep UP The Good Wor. Kuadran II (Keep UP The Good Wor. atau pertahankan prestasi, merupakan suatu daerah yang memuat indikator-indikator kualitas pelayanan yang dianggap penting dan kinerja yang diberikan telah sesuai dengan harapan pelanggan (Immanuel & Setiawan, 2. Dapat diartikan importance atau kepentingan tinggi dan performance atau kinerja yang diberikan tinggi sehingga sesuai dengan harapan pelanggan. Indikator pelayanan yang masuk pada kuadran ini harus dipertahankan prestasinya agar pelanggan senantiasa puas dengan kinerja yang diberikan. Adapun indikator agar pengguna jalan senantiasa puas dengan kinerja yang diberikan disajikan dalam Tabel 6 berikut. Tabel 6 Atribut Pertanyaan Kuadran II Indikator Pertanyaan Variabel Permukaan jalur lalu lintas rata, tidak kasar, dan berlubang Lebar badan jalan cukup menampung lalu lintas Kondisi badan Jalan Kondisi badan Jalan Implementasi Importance Performance Analysis Dalam Mengevaluasi Kualitas PelayananA Nomor Atribut Jurnal Pendidikan. Sains dan Teknologi Vol 13. No 01, 2026 Indikator Pertanyaan Variabel Nomor Atribut Tersedia zebra cross untuk jalur penyeberangan bagi pejalan kaki Kondisi badan Jalan Kondisi jembatan baik dan dapat dilalui dengan aman Tersedia saluran tepi jalan Rambu peringatan, larangan perintah, dan petunjuk dalam kondisi yang baik Rambu Peringatan, larangan, perintah dan petunjuk ditempatkan dengan tepat Tersedia penerangan jalan yang berfungsi dengan baik saat malam hari Bangunan Pelengkap Jalan Bangunan Pelengkap Jalan Perlengkapan Jalan Perlengkapan Jalan Perlengkapan Jalan Atribut . Permukaan jalur lalu lintas rata, tidak kasar, dan berlubang termasuk atribut yang harus dipertahankan karena dinilai telah memenuhi harapan pengguna jalan. Secara umum kondisi permukaan ruas jalan nasional di Kota Kupang menunjukan kualitas yang baik, meskipun beberapa segmen masih diperlukan pemeliharaan. Temuan ini sejalan dengan penelitian (Amri et al. , 2. yang menunjukan nilai Pavement Condition Index (PCI) pada ruas jalan nasional berada di atas 90%, yang mengindikasikan kondisi perkerasan dalam kategori sangat baik. Temuan serupa juga terjadi pada penelitian (Muatan et al. , 2. , yaitu atribut kondisi badan jalan berada pada kuadran II, yang menandakan kinerja pelayanan telah baik dan perlu dipertahankan. Atribut . lebar badan jalan cukup menampung lalu lintas dan atribut . Tersedia zebra cross untuk jalur penyeberangan bagi pejalan kaki termasuk atribut yang perlu dipertahan karena dinilai telah memenuhi harapan pengguna jalan. secara umum, lebar ruas jalan nasional di Kota Kupang dinilai memadai untuk melayani volume lalu lintas yang berbeda pada setiap segmen jalan. selain itu, penyediaan zebra cross pada lokasi-lokasi penyeberangan yang strategis turut mendukung keselamatan pejalan kaki, meskipun pada beberapa titik diperlukan pemeliharaan marka akibat keausan. Selanjutnya 2 atribut pada variabel bangunan pelengkap jalan, yaitu . kondisi jembatan baik dan dapat dilalui dengan aman, serta . tersedia saluran tepi jalan yang dinilai telah memenuhi harapan pengguna dan perlu dipertahan. Secara visual, jembatan pada ruas jalan nasional di Kota Kupang umumnya berada dalam kondisi yang baik dan aman dilalui pengguna Sementara itu, meskipun ketersedian saluran tepi jalan dinilai cukup dan memperoleh penelitian kepentingan yang tinggi, kinerja fungsionalnya masih dinilai rendah oleh pengguna. Kondisi ini menunjukan bahwa keberadaan infrastruktur semata belum menjamin kualitas pelayanan, melainkan harus didukung oleh fungsi dan kinerja yang optimal. 3 atribut perlengkapan jalan yang harus dipertahankan yaitu, . rambu peringatan, larangan perintah, dan petunjuk dalam kondisi yang baik, . rambu Peringatan, larangan, perintah dan petunjuk ditempatkan dengan tepat, serta . tersedia penerangan jalan yang berfungsi dengan baik saat malam hari. Ketiga atribut tersebut dinilai telah memenuhi harapan pengguna jalan dan menunjukan kinerja pelayanan yang baik pada ruas jalan nasional di Kota Kupang. Temuan ini sejalan dengan penelitian (Sulasmi et al. , 2. , yang menunjukan bahwa atribut-atribut tersebut juga termasuk dalam kuadran II. Kuadran i (Low Priorit. Kuadran i (Low Priorit. atau prioritas rendah, merupakan suatu daerah yang memuat indikator-indikator kualitas pelayanan yang dianggap kurang penting dan kinerja yang diberikan tidak begitu memuaskan pengguna. Peningkatan kinerja pada kuadran ini perlu dipertimbangkan kembali karena tidak terlalu berpengaruh dan manfaat yang dirasakan pengguna kecil. Berikut atribut yang masuk dalam kuadran i disajikan dalam Tabel 7. Implementasi Importance Performance Analysis Dalam Mengevaluasi Kualitas PelayananA Jurnal Pendidikan. Sains dan Teknologi Vol 13. No 01, 2026 Tabel 7Atribut Pertanyaan Kuadran i Indikator Pertanyaan Variabel Trotoar rata dan bersih. Kondisi halte nyaman dan terawat Tidak terdapat gangguan kendaraan yang diparkir pada badan jalan Tidak terdapat gangguan keluar masuk kendaraan akibat aktivitas pertokoan, sekolah dasar dan pasar Tidak terdapat gangguan akibat warung, tiang listrik di sepanjang trotoar Penanganan terhadap tumbuhan liar dilakukan secara rutin Perlengkapan Jalan Perlengkapan Jalan Pemanfaatan BagianBagian Samping Jalan Pemanfaatan BagianBagian Samping Jalan Pemanfaatan BagianBagian Samping Jalan Pelayanan Pemeliharaan Nomor Atribut Berdasarkan Tabel 7 Variabel perlengkapan jalan menunjukan 2 atribut, yaitu . trotoar rata dan bersih, . Kondisi halte nyaman dan terawat dinilai memiliki kinerja dan kepentingan yang rendah. Rendahnya kepentingan atribut trotoar dipengaruhi oleh terbatasnya aktivitas pejalan kaki pada ruas jalan nasional di Kota Kupang, sehingga meskipun secara normatif trotoar merupakan elemen penting jalan, dalam penilaian berbasis persepsi pengguna atribut ini tidak dinilai sebagai prioritas. Kondisi serupa juga terjadi pada atribut halte, dimana rendahnya frekuensi penggunaan angkutan umum menyebabkan fasilitas halte kurang dianggap penting oleh pengguna jalan, meskipun secara fungsional memiliki peran strategis dalam sistem transportasi publik. Variabel pemanfaatan bagian-bagian samping jalan menunjukan 3 atribut, yaitu . Tidak terdapat gangguan kendaraan yang diparkir pada badan jalan, . Tidak terdapat gangguna keluar masuk kendaraan akibat aktivitas pertokoan, sekolah dasar dan pasar, serta . Tidak terdapat gangguna akibat warung, tiang listrik di sepanjang trotoar. Ketiga atribut tersebut dinilai memiliki tingkat kepentingan dan kinerja yang relatif rendah. Kondisi ini mencerminkan karakteristik ruas jalan perkotaan di Kota Kupang, dimana aktivitas parkir dibadan jalan serta pergerakan keluar masuk kendaraan pada kawasan fungsional masih sering terjadi dan cenderung dianggap sebagai kondisi yang umum oleh pengguna jalan. selain itu, rendahnya aktivitas pejalan kaki menyebabkan gangguan pada ruang trotoar tidak dipersepsikan sebagai isu utama. Sejalan dengan hal tersebut, pada variabel pelayanan pemeliharaan, atribut . penanganan terhadap tumbuhan liar dilakukan secara rutin juga menunjukan tingkat kepentingan yang relatif rendah. Persepsi ini berkaitan erat dengan terbatasnya pemanfaatan trotoar oleh pejalan kaki, sehingga keberadaan tumbuhan liar di sepanjang trotoar belum dianggap sebagai gangguan yang signifikan oleh sebagian besar pengguna jalan. temuan ini menunjukan bahwa rendahnya kepentingan terhadap atribut trotoar dan pemeliharaanya lebih dipengaruhi oleh pola penggunaan ruang jalan saat ini, bukan semata-mata oleh fungsi teknis dan keselamatan yang melekat pada fasilitas tersebut. Kuadran IV (Possible Overkil. Kuadran IV (Possible Overkil. atau berlebihan, merupakan suatu daerah yang memuat indikator-indikator yang dianggap kurang penting namun kinerja yang diberikan dirasa terlalu Dapat diartikan importance atau kepentingan rendah sedang performance atau kinerja yang dirasakan cukup tinggi. Atribut yang tergolong dalam kuadran IV disajikan dalam Tabel 8. Implementasi Importance Performance Analysis Dalam Mengevaluasi Kualitas PelayananA Jurnal Pendidikan. Sains dan Teknologi Vol 13. No 01, 2026 Tabel 8 Atribut Pertanyaan Kuadran IV Indikator Pertanyaan Variabel Tidak terdapat material pada badan jalan . ampah, pasir, dl. Kondisi Badan Jalan Kondisi Badan Jalan Kondisi Badan Jalan Tersedia median jalan Marka jalan terang dan tidak pudar Tersedia halte sebagai tempat pertukaran moda Nomor Atribut Perlengkapan Jalan Pada kuadran IV. Variabel kondisi badan jalan mencakup 3 atribut penyusun yaitu, . Tidak terdapat material pada badan jalan . ampah, pasir, dl. , . Tersedia median jalan, dan . Marka jalan terang dan tidak pudar, serta 1 atribut variabel perlengkapan jalan yaitu . tersedia halte sebagai tempat pertukaran moda transportasi. Atribut-atribut tersebut memiliki tingkat kinerja pelayanan yang relatif tinggi, namun tingkat kepentingannya dinilia rendah oleh pengguna jalan. kondisi ini menunjukan bahwa fungsi pelayanan pada atribut tersebut telah berjalan dengan baik dan tidak menimbulkan permasalahan signifikan bagi pengguna, sehingga belum dipersepsikan sebagai aspek yang memerlukan perhatian khusus. Oleh karena itu, strategi penanganan yang tepat adalah mempertahankan kinerja melalui pemeliharaan rutin dan pengawasan berkala, tanpa menjadikannya sebagai prioritas utama. SIMPULAN Penelitian ini menunjukan bahwa kualitas pelayanan infrastruktur jalan nasional di Kota Kupang masih menunjukan adanya kesenjangan antara tingkat kepentingan dan kinerja pada beberapa atribut pelayanan. Hasil analisis Importance Performance Analysis (IPA) mengungkap bahwa atribut yang berkaitan dengan fungsi drainase, keselamatan jalan, kenyamanan lingkungan, serta responsivitas pemeliharaan menempati prioritas utama penanganan berdasarkan persepsi pengguna jalan. Temuan ini menunjukan bahwa pengguna jalan menilai kualitas pelayanan yang secara langsung mempengaruhi rasa aman, nyaman, dan kelancaran aktivitas berkendara. Sehingga, peningkatan kualitas pelayanan jalan perlu mempertimbangkan pendekatan yang lebih responsif terhadap kebutuhan pengguna, khususnya pada atribut-atribut yang memiliki tingkat kepentingan tinggi namun kinerja yang Penelitian selanjutnya disarankan untuk mempertimbangkan cakupan wilayah yang lebih terbatas, seperti pada ruas atau segmen jalan tertentu, agar hasil penelitian benar-benar merepresentasikan kondisi faktual objek yang dinilai. Hal tersebut penting, mengingat penggabungan penilaian pada beberapa ruas jalan dengan karakteristik yang berbeda dapat menghasilkan nilai rata-rata yang cenderung baik, meskipun pada kenyataannya masih terdapat sebagian segmen dengan tingkat pelayanan yang rendah. Fenomena ini serupa dengan evaluasi teknis jalan, dimana nilai rata-rata kondisi ruas dapat menutupi keberadaan kerusakan berat pada sebagian kecil segmen jalan. DAFTAR RUJUKAN Amri. Said. , & Alifuddin. Studi Komparasi Tingkat Kerusakan Jalan Berdasarkan Data Road Asset Management System. Surface Distress Index dan Pavement Condition Index. Jurnal Teknik Sipil MACCA, 75Ae83. https://doi. org/10. 33096/21ej3554 Azik. Solmazer. Ersan. Kacan. Findik. Uzumcuoglu. Ozkan. Lajunen, . Oz. Pashkevich. Pashkevich. Mylona. Gerogonniani. Krasniqi. Implementasi Importance Performance Analysis Dalam Mengevaluasi Kualitas PelayananA Jurnal Pendidikan. Sains dan Teknologi Vol 13. No 01, 2026 . Krasniqi. Makris. Shubenkova. , & Xhenladini. Road usersAo evaluations and perceptions of road infrastructure, trip characteristics, and daily trip experiences across countries. Transportation Research Interdisciplinary Perspectives . BPS Kota Kupang. Jumlah Penduduk Menurut Kelompok Umur dan Jenis Kelamin (Jiw. Dalam Badan Pusat Statistik Kota Kupang. https://kupangkota. id/id/statistics-table/2/MjgyIzI=/jumlah-penduduk-menurutkelompok-umur-dan-jenis-kelamin. Diyanti. Supomo. , & Mandasari. Analisis Tingkat Kepuasan Pelayanan Jalan Nasional Lintas Pantura Jawa Koridor Merak-DKI. Jurnal Pengabdian Masyarakat, 3. , 20Ae29. Faisal. Mulyono. , & Utomo. Kepuasan Pengguna Jalan Terhadap Pelayanan Jalan Provinsi Di Kalimantan Barat. Jurnal HPJI ( Himpunana Pengembangan Jalan Indonesi. , 8. , 11Ae26. https://doi. org/10. 26593/jhpji. Hadi. Wasanta. , & Santosa. Pengaruh Indeks Infrastruktur Jalan Terhadap Indikator Ekonomi di Indonesia. Jurnal HPJI (Himpunan Pengembangan Jalan Indonesi. , 7. , 143Ae152. https://doi. org/10. 26593/jhpji. Haliza. Rohman. , & Pamungkas. Indeks Kualitas Layanan Infrastruktur (IKLI) Pembangunan Jalan Kecamatan Ambulu Ae Tempurejo Kabupaten Jember. Electronical Journal of Social and Political Sciences (E-Sospol, 11. , 179Ae189. Immanuel. , & Setiawan. Implementasi Metode Importance Performance Analysis Untuk Pengukuran Kualitas Sistem Informasi Akademik. KURAWAL Jurnal Teknologi. Informasi Industri 181Ae190. https://doi. org/10. 33479/kurawal. Ismail. April . Air Penuhi Badan Jalan Timor Raya Hambat Arus Lalu Lintas. POS KUPANG. https://kupang. com/2025/04/01/air-penuhi-badan-jalantimor-raya-hambat-arus-lalu-lintas Mananoma. Mokoagow. Mokoginta. , & Damopilii. Analisis Prioritas Pemeliharaan Jalan Kota Kotamobagu Menggunakan Metode Analytical Hierrarchy Process (AHP). EdusainTek: Jurnal Pendidikan. Sains dan Teknologi, 11. , 1520Ae1541. https://doi. org/10. 47668/edusaintek. Muatan. Rifai. , & Handayani. The Analysis Of National Road User Satisfation In Urban Areas (Case Study Of The PGC-Kramat Jati-Graha Cijantug Route. Jakart. Indonesian Journal Multidisiplinary Science, 12. https://doi. org/10. 55324/ijoms. Muhardono. , & Susilo. Teknik Analisis Regresi Linear Berganda Dan Important Performance Analysis Untuk Mengukur Tingkat Kepuasan Mahasiswa Terhadap Kinerja Layanan Akademik. Buletin Bisnis Manajemen, 5. , 148Ae163. https://doi. org/10. 47686/bbm. Napitupulu. Nugroho. Fauzi. Permana. Lutfiyana. Setyawati. Bahri, . Samosir. Ananti. Tallo. , & Nisa. Mudah Membuat Skripsi/Tesis (Tim Qiara Media. Ed. Qiara Media. Nurjayanti. , & Nurhayati. Analisis Kualitas Pelayanan dan Kepuasan Pelanggan Dengan Menggunakan Metode IPA dan CSI pada PT. Ekspedisi Pada Jaya Jakarta Barat. Jurnal Pemasaran Bisnis, 6. Ren. Zhao. Fu. Xiao. , & Dong. Effects of urban street trees on human thermal comfort and physiological indices: a case study in Changchun city. China. Journal of Forestry Research, 33, 911Ae922. https://doi. org/10. 1007/s11676-021-01361-5 Roza. , & Sriono. Pengaruh Enam Komponen Jalan Terhadap Kinerja Ruas Jalan. Jurnal Himpunan Pengembangan Jalan Indonesia, 6. Implementasi Importance Performance Analysis Dalam Mengevaluasi Kualitas PelayananA Jurnal Pendidikan. Sains dan Teknologi Vol 13. No 01, 2026 https://doi. org/10. 26593/jh. Sugiyono. Metode Penelitian Kuantitatif. Kualitatif, dan R & D (Vol. Alfabeta. Cv. Suhendra. Rate. , & Malik. Persepsi Masyarakat Terhadap Peningkatan Infrastruktur Jalan Nasionanl Kabupaten Minahasa. SPASIAL, 2. , 21Ae32. https://doi. org/10. 35793/sp. Sulasmi. Wicaksono. , & Hariyani. Kepuasan Pengguna Jalan Terhadap Pelayanan Jalan Nasional di Perkotaan Kabupaten Trenggalek. Jurnal Tata Kota dan Daerah, 16. , 101. https://doi. org/10. 21776/ub. Yudanto. Kumalawati. , & Nasjono. Analisis Tingkat Kepuasan Pejalan Kaki Terhadap Jembatan Penyebrangan Orang Di Jalan A. Yani Kota Kupang. Jurnal Teknik Sipil, 13. , 205Ae218. Zai. Gulo. Harefa. , & Telaubanua. Hubungan Technological Pedagogical Content Knowledge (TPACK) Terhadap Minat Belajar Peserta Didik SMP Negeri & Mandrehe. Edusaintek: Jurnal Pendidikan. Sains dan Teknologi, 12. , 1210Ae https://doi. org/10. 47668/edusaintek. Implementasi Importance Performance Analysis Dalam Mengevaluasi Kualitas PelayananA