JIK: Jurnal Ilmu Komputer Vol. No. Juni 2025, pp. DOI: 10. 47007/komp. p-ISSN: 2527-9653 e-ISSN: 2797-8389 ANALISIS PERFORMA WEBSITE KARYA USAHA MENGGUNAKAN GOOGLE LIGHTHOUSE DAN GTMETRIX Arif Prambayun1*. Agus Triawan2. Faris Humam3 Program Studi Teknologi Informatika Multimedia Digital. Politeknik Negeri Sriwijaya Program Studi Teknik Komputer. Politeknik Negeri Sriwijaya Email: 1prambayun@polsri. id, 2matriawan@polsri. id, 3faris. humam@polsri. Abstrak Performa website merupakan faktor kritis yang mempengaruhi pengalaman pengguna dan tingkat konversi dalam dunia digital saat ini. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis performa website Karya Usaha . berdasarkan metrik performa core web vital yang berfokus pada Loading. Interactivity dan visual stability. Pengujian dilakukan menggunakan dua tools utama yaitu Google Lighthouse dan GTmetrix. Metodologi penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan mengumpulkan data dari automated testing tools untuk menganalisis berbagai metrik performa web vital. Hasil pengujian menunjukkan bahwa website Karya Usaha memperoleh skor Performance 85% pada Google Lighthouse dan 76% pada GTmetrix, dengan masalah utama terkait optimasi gambar dan ukuran payload yang besar mencapai 5,67MB. Penelitian ini memberikan kontribusi praktis bagi pelaku usaha dalam meningkatkan performa website mereka untuk mencapai tujuan bisnis yang lebih Kata kunci: Performa Website. Google Lighthouse. GTmetrix. Optimasi web. Core Web Vitals WEBSITE PERFORMANCE ANALYSIS OF KARYA USAHA USING GOOGLE LIGHTHOUSE AND GTMETRIX Abstract Website performance is a critical factor that influences user experience and conversion rates in todayAos digital This study aims to analyze the performance of the Karya Usaha website . based on Core Web Vitals metrics, focusing on loading speed, interactivity, and visual stability. The evaluation was conducted using two main tools: Google Lighthouse and GTmetrix. A descriptive quantitative approach was employed, collecting data through automated testing tools to assess various web performance metrics. The results indicate that the Karya Usaha website achieved a Performance Score of 85% on Google Lighthouse and 76% on GTmetrix. The primary issues identified were related to image optimization and a large network payload size, 67MB. This research offers practical insights for business owners to enhance their website performance, ultimately supporting better achievement of their business goals Keywords: Website Performance. Google Lighthouse. GTmetrix, web optimization. Core Web Vitals peningkatan bounce rate dan penurunan engagement pengguna. Hal ini tentu menyebabkan website menjadi tidak efektif untuk memasarkan informasi maupun produk kepada pengguna. Website Karya Usaha . merupakan platform digital yang menjembatani pelaku usaha dengan calon customer dan memiliki peran penting dalam ekosistem bisnis digital Indonesia. Website ini menyediakan informasi mengenai berbagai pelaku usaha mulai dari kelompok masyarakat, warung kuliner, hingga produk UMKM dengan tampilan profil, produk, layanan, dan INTRODUCTION Perkembangan mengubah paradigma bisnis di berbagai sektor, termasuk website yang dapat menghubungkan pelaku usaha dengan konsumen. Website telah menjadi media yang sangat penting dalam menyampaikan informasi dan layanan kepada pengguna di era digital saat ini. Performa website yang optimal menjadi faktor kunci dalam memberikan pengalaman pengguna yang memuaskan dan mempengaruhi tingkat konversi bisnis. Kecepatan pemuatan halaman web yang lambat dapat menyebabkan 2 Jurnal Ilmu Komputer (JIK). Vol. No. Juni 2025, pp. 4853, hlm. informasi lainnya yang komprehensif. Dalam konteks platform marketplace, kecepatan akses informasi dan kemudahan navigasi website menjadi faktor yang sangat penting untuk mendukung efisiensi operasional dan kepuasan pengguna. Dalam konteks pengukuran performa website, berbagai alat . pengujian telah dikembangkan untuk membantu mengidentifikasi masalah dan mengoptimalkan kinerja website. Tools seperti Google Lighthouse dan GTmetrix menyediakan analisis komprehensif terhadap berbagai aspek performa website dengan memberikan rekomendasi perbaikan yang dapat ditindaklanjuti. Berdasarkan beberapa hal tersebut, maka perlu melakukan evaluasi mendalam terhadap performa website Karya Usaha menggunakan metodologi automated testing dengan tools Google Lighthouse dan GTmetrix, serta memberikan rekomendasi optimasi berdasarkan temuan yang diperoleh. STUDY LITERATURE Performa website merupakan aspek teknis yang mengukur seberapa cepat dan efisien sebuah website dapat dimuat dan diakses oleh pengguna. Faktorfaktor yang mempengaruhi performa website meliputi kecepatan server, ukuran file, optimasi kode, dan implementasi teknologi caching. Penggunaan tools seperti Google Lighthouse dan GTmetrix dapat menjadi solusi efektif untuk menganalisis dan memberikan rekomendasi perbaikan performa website. Pada Tahun 2020 Google menetapkan Web Vitals sebagai standar untuk menilai performa sebuah website. Core Web Vitals merupakan bagian dari Web Vitals yang terdiri dari metrik utama yang berfokus pada Loading. Interactivity dan visual Ketiga aspek tersebut memiliki batasan . sebagai berikut. Gambar 1. Core Web Vitals Threshold . Largest Contentful Paint (LCP) digunakan untuk mengukur waktu loading elemen konten terbesar, idealnya kurang dari 2,5 detik. Interaction to Next Paint (INP) digunakan untuk mengukur responsivitas website terhadap interaksi pengguna, idealnya 200 ms atau dibawahnya. Cumulative Layout Shift (CLS) digunakan untuk mengukur pergeseran layout yang tidak terduga, idealnya kurang dari 0,1. Metrik ini menjadi bagian dari page experience signals Google dan mempengaruhi ranking website di hasil pencarian. Selain ketiga metrik utama, terdapat juga metrik pendukung yang terdiri dari First Input Delay (FID). Time to First Byte (TTFB) dan Total Blocking Time (TBT). Banyak tools yang dapat digunakan untuk menganalisis performa sebuah website, diantaranya adalah Google Lighthouse dan GTmetrix. Google Lighthouse adalah automated testing tool yang dikembangkan oleh Google untuk menganalisis kualitas halaman web. Tool ini memberikan audit Performance. Accessibility. Best Practices, dan SEO. GTmetrix adalah tool analisis performa website yang dikembangkan oleh perusahaan Kanada GT. net dan telah menjadi salah satu sumber paling terpercaya dalam testing kecepatan loading website. GTmetrix Google PageSpeed dan Yahoo YSlow sebagai engine analisis untuk menghasilkan laporan performa yang komprehensif. GTmetrix menggunakan metrik core web vitals yang terdiri dari Largest Contentful Paint (LCP). Total Blocking Time (TBT) dan Cumulative Layout Shift (CLS). Penelitian tentang analisis performa website telah banyak dilakukan dalam beberapa tahun Studi yang dilakukan oleh PT Neptus Teknologi Indonesia implementasi Cloud Web Application Firewall (WAF) dapat meningkatkan performa website secara signifikan ketika diuji menggunakan Pingdom Tools dan GTmetrix. Penelitian oleh Arni. Mongkau, dan Berelaku . menggunakan GTmetrix untuk menguji performa situs layanan pendidikan tinggi di Makassar. Hasilnya menunjukkan skor performa ratarata hanya sekitar 31 % dan struktur 45 %, yang tergolong sangat buruk dan memerlukan perbaikan segera. Penelitian lain oleh Hidayati . , yang mengkaji website kantor pencarian dan pertolongan Palembang, juga menggunakan GTmetrix dan memperlihatkan kelemahan performa teknis yang signifikan, serta menyertakan rekomendasi praktis untuk optimasi. Sedangkan studi oleh Sumitro Gregorius Herman dkk. pada website Sulivan Agro melaporkan performa GTmetrix hanya 44 %, yang menegaskan bahwa GTmetrix dapat menjadi tolok ukur efektif untuk identifikasi kelemahan teknis yang perlu ditangani. Dari beberapa penelitian automated testing tools seperti Google Lighthouse dan GTmetrix memberikan hasil analisis yang akurat dan dapat diandalkan untuk evaluasi performa RESEARCH METHOD Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif. Instrumen penelitian yang digunakan mengacu pada metrik web vital untuk menguji performa website. Objek penelitian adalah website Karya Usaha yang dapat diakses melalui URL https://karyausaha. Metodologi penelitian menggunakan kerangka kerja Prambayun, dkk. Analisis A 3 sistematis yang terdiri dari beberapa tahapan terintegrasi seperti yang terlihat pada gambar 2. Analisis Performa Website Tahap Persiapan Tahap Pengujian Menentukan Paramenter Pengujian Pengujian Google Lighthouse Persiapan Tools Pengujian Pengujian GTmetix Tahap Analisis Pengumpulan Data Evaluasi Performa Website Gambar 2 Kerangka Kerja Penelitian. Tahap persiapan meliputi identifikasi objek penelitian, yaitu website Karya Usaha yang diakses melalui alamat https://karyausaha. Tahap ini juga mencakup penetapan parameter pengujian dan persiapan tools pengujian. Adapun tools pengujian yang digunakan adalah Google Lighthouse 12. 0 dan GTmetrix dengan engine Chrome 125. Tahap pengujian dilakukan secara paralel untuk mendapatkan perspektif yang komprehensif. Pengujian dilakukan menggunakan dua tools yang berbeda namun saling melengkapi. Google Lighthouse memberikan perspektif dari sisi teknikal, sementara GTmetrix fokus pada aspek performa dan user experience. Pengujian dilakukan pada tanggal 23-24 Juni 2025 dengan kondisi jaringan yang stabil untuk memastikan akurasi pengukuran. Tahap analisis melibatkan pengumpulan data dari kedua tools. Data yang dikumpulkan meliputi Core Web Vitals. Performance Score, dan berbagai metrik teknis lainnya yang kemudian dianalisis secara Hasil analisis digunakan untuk menyusun rekomendasi perbaikan yang spesifik dan dapat ditindak lanjuti. RESULT AND ANALYSIS Pengujian performa situs web Karya Usaha dilakukan dengan menggunakan tools Google Lighthouse dan GTmetrix, setiap tools mengukur performa berdasarkan metrik Web Vitals serta prinsip-prinsip efisiensi dan aksesibilitas modern. Hasil Pengujian Google Lighthouse Hasil Pengujian menggunakan tools Google Lighthouse menunjukkan performa website yang cukup baik dengan distribusi skor terlihat pada Gambar 3. Hasil Pengujian Google Lighthouse Hasil pengujian pada gambar 3 menunjukkan bahwa website Karya Usaha memiliki performa yang excellent dalam aspek Best Practices dengan skor sempurna 100%, diikuti oleh aspek Accessibility dengan skor 94% yang masuk kategori sangat baik. Aspek SEO menunjukkan performa yang baik dengan skor 92%, sementara Performance Score berada di angka 85% yang masih dalam kategori baik namun memerlukan optimasi lebih lanjut. Aspek Performa pada website karya usaha memiliki metrik performa utama yang ditampilkan pada tabel 1. Tabel 1. Metrik Pengujian Google Lighthouse First Contentful Paint (FCP) Largest Contentful Paint (LCP) Total Blocking Time (TBT) 0 ms Cumulative Layout Shift (CLS) Speed Index Interaction to Next Paint (INP) Hasil Pengujian GTmetrix Pengujian GTmetrix menunjukkan hasil sebagai berikut: Gambar 4 Hasil Pengujian GTmetrix Hasil pengujian menggunakan tools GTmetrix pada gambar 4 menunjukkan performance score sebesar 76 dan structure sebesar 82, yang mengindikasikan bahwa struktur dokumen cukup baik tetapi performa aktual masih bisa ditingkatkan. Metrik performa utama menunjukkan hasil sebagai Tabel 2. Metrik Performa analis GTmetrix First Contentful Paint (FCP) Largest Contentful Paint (LCP) Total Blocking Time (TBT) 2 ms Cumulative Layout Shift (CLS) Speed Index Time to Interactive Tabel 2 menunjukkan Largest Contentful Paint menunjukkan waktu sebesar 3,3 detik, melebihi ambang batas yang disarankan (O 2,5 deti. Selain 4 Jurnal Ilmu Komputer (JIK). Vol. No. Juni 2025, pp. 4853, hlm. Time to Interactive (TTI) tercatat sebesar 3,2 detik, dan Speed Index sebesar 2,4 detik, keduanya juga berada di atas standar yang disarankan. Analisis Perbandingan Hasil Pengujian Tabel 3 menyajikan perbandingan metrik performa antara Google Lighthouse dan GTmetrix, serta keterkaitannya terhadap standar ideal yang ditetapkan berdasarkan metrik Core Web Vitals Tabel 3. Perbandingan Metrik core web vitals antara Lighthouse dan GTmetrix Metrik Performance Score First Contentful Paint (FCP) Largest Contentful Paint (LCP) Total Blocking Time (TBT) Cumulative Layout Shift (CLS) Speed Index Time to Interactive (TTI) Total Page Size Google Lighthouse GTmetrix Standar Ideal . O 1,8 s O 2,5 s O 200 ms O 0,1 8 MB 67 MB O 1,3 s O 2,5 s < 2 MB Tabel 3 menunjukkan bahwa kedua tools menunjukkan konsistensi dalam pengukuran First Contentful Paint dengan selisih minimal . 8s vs 808. Cumulative Layout Shift yang hampir identik . 044 vs 0. , dan Total Blocking Time yang samasama optimal di 0 ms. Namun, terdapat perbedaan substansial pada Largest Contentful Paint dengan Google Lighthouse mencatat 2. 5s sementara GTmetrix mencatat 3. 3s, yang menunjukkan bahwa metrik ini memerlukan investigasi lebih mendalam. Metrik Total Page Size pada kedua tools menunjukkan bahwa ukuran halaman perlu Analisis Analisis Komposisi Halaman Komposisi halaman website karyausaha. berdasarkan tipe konten pada website dapat dillihat pada gambar 5. Gambar 5 menunjukkan distribusi ukuran sumber daya halaman web karyausaha. berdasarkan jenis konten, dengan total ukuran halaman sebesar 5,67 MB. Komponen terbesar berasal dari gambar (Image. yang mendominasi hingga 61% dari total ukuran halaman. Konten berbasis JavaScript dan CSS masing-masing menyumbang 11,1%, yang masih dalam batas wajar namun tetap dapat diefisienkan lebih lanjut melalui teknik minifikasi dan bundling. Sedangkan elemen HTML, font, dan konten lainnya masing-masing memiliki porsi yang setara, yaitu 5,59%. Identifikasi Masalah Utama Berdasarkan analisis Google Lighthouse dan GTmetrix, berikut ini merupakan masalah-masalah performa website KaryaUsaha. com yang berhasil diidentifikasi dari hasil analisis. Tabel 4. Identifikasi Masalah pada Website Karya Usaha Kategori Prioritas Masalah Detail Temuan Tinggi Ukuran Payload Network yang Besar Total halaman Tinggi Optimasi Gambar Potensi penghematan Tinggi Largest Contentful Paint (LCP) Lambat LCP = 3. 3 detik (GTmetri. Medium-Low Implementasi CDN Tidak Ada 11 resources dapat dioptimalkan via CDN Medium-Low Cache Policy Belum Diterapkan Potensi penghematan cache: 562KB Medium-Low Image Sizing Tidak Lengkap 10 gambar tanpa atribut width & height Masalah dominan yang diidentifikasi adalah Payload Network yang Besar, hal ini disebabkan gambar yang tidak terkompresi dan tidak menggunakan format gambar generasi baru seperti WebP atau AVIF. Sebanyak 61% dari total data halaman terdiri dari gambar, tanpa implementasi Content Delivery Network (CDN) dan cache policy. Pembahasan KOMPOSISI UKURAN HALAMAN WEBSITE KARYAUSAHA. COM Font Other HTML CSS JavaScript Images Gambar 5. Diagram komposisi halaman website Hasil penelitian menunjukkan bahwa website Karya Usaha memiliki performa dasar yang cukup baik, terutama dalam aspek Total Blocking Time dan Cumulative Layout Shift yang mencapai nilai optimal. Hal ini mengindikasikan bahwa struktur kode JavaScript dan layout stability website sudah baik. Namun demikian, ditemukan beberapa area yang memerlukan optimasi signifikan, terutama dalam pengelolaan aset gambar dan implementasi chache Ukuran payload network yang mencapai 68MB menunjukkan bahwa website masih memuat resources yang berlebihan dan dapat dioptimalkan. Temuan ini sejalan dengan penelitian sebelumnya Prambayun, dkk. Analisis A 5 yang menunjukkan bahwa optimasi gambar dan implementasi CDN merupakan faktor kunci dalam meningkatkan performa website. Largest Contentful Paint yang mencapai 3. 3 detik pada pengujian GTmetrix menunjukkan bahwa elemen konten utama memerlukan waktu loading yang cukup CONCLUSION REFERENCES