Jurnal ILMAN (Jurnal Ilmu Manajeme. Vol. 13 No. 3 Bulan Oktober 2025. Hal. ISSN 2615-2932 (Media Onlin. Website https://journals. id/index. php/ilman DOI https://doi. org/10. 35126/ilman. Pengaruh Pelatihan Dan Penempatan Kerja Terhadap Kinerja Karyawan Pt. Indonesia Servant Service Cabang Medan Yang Ditempatkan Di PT. Medisafe Technologies Deli Serdang Linda Setiana1. Hablil Ikhwana2. Winda Wardhani3. Fahri Alamsyah4 1,2,3,4 Fakultas Ekonomi. Prodi Manajemen. Universitas Alwashliyah. Medan. Indonesia 1lindasetiana2000@gmail. com, 2hablilikhwanabeniman@gmail. 3windawardhani69@gmail. com, 4alamsyahfahri63@gmail. Abstract. Based on the results of primary data regression processed using SPSS 20, the following multiple linear regression equation was obtained: Y = 4. 695 X1 0. 228 X2 e. Partially, the training variable (X. has a significant effect on employee performance, as evidenced by the calculated t value > table t . 646 > 2. The job placement variable (X. has a significant effect on employee performance, as evidenced by the calculated t value > table t . 114 > 2. Simultaneously, the training variable (X. and job placement variable (X. have a significant effect on employee performance. This means that the hypothesis in this study is accepted, as evidenced by the calculated F value > table F value . 303 > 3. The training variable (X. and job placement variable (X. are able to contribute 50. 7% to the employee performance variable, while the remaining 49. 3% is influenced by other variables not examined in this study. Based on the results of primary data regression processed using SPSS 20, the multiple linear regression equation is obtained as follows: Y = 4. 695 X1 0. 228 X2 e. Partially, the training variable (X. has a significant influence on employee performance, as evidenced by the calculated t value > t table . 646 > 2. The job placement variable (X. has a significant influence on employee performance, as evidenced by the calculated t value > t table . 114 > 2. Simultaneously, the training variable (X. and job placement. Keywords: Training. Job Placement. Performance Abstrak. Berdasarkan hasil regresi data primer yang diolah dengan menggunakan SPSS 20, diperoleh persamaan regresi linier berganda sebagai berikut : Y = 4,388 0,695 X1 0,228 X2 Secara parsial, variabel pelatihan (X. memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kinerja karyawan, terbukti dari nilai t hitung > t tabel . ,646 > 2,. Variabel penempatan kerja (X . memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kinerja karyawan, terbukti dari nilai t hitung > t tabel . ,114 > 2,. Secara simultan, variabel pelatihan (X . dan penempatan kerja (X. memiliki pengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan. Artinya hipotesis pada penelitian ini diterima, terbukti dari nilai F hitung > F tabel . ,303 > 3,. Variabel pelatihan (X . dan penempatan kerja (X. mampu memberikan kontribusi pengaruh terhadap variabel kinerja karyawan sebesar 50,7% sedangkan sisanya sebesar 49,3% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini. Kata Kunci : Pelatihan. Penempatan Kerja. Kinerja PENDAHULUAN Sumber daya manusia juga memainkan peran penting bagi perusahaan karena merupakan kombinasi dari energi, tubuh, ide, bakat, pengetahuan, kreativitas, dan keterampilan yang diperlukan untuk memajukan perusahaan. Karyawan harus dijelaskan bahwa mereka adalah sumber daya yang terlibat langsung dalam pelaksanaan aktivitas bisnis. Kinerja karyawan merupakan titik awal yang sangat penting untuk membentuk kinerja perusahaan. Tidak ada bisnis yang dapat berjalan dengan baik tanpa Sumber Daya Manusia (SDM). Karyawan Copyright @ 2025 Author. Page 11 Jurnal ILMAN (Jurnal Ilmu Manajeme. Vol. 13 No. 3 Bulan Oktober 2025. Hal. ISSN 2615-2932 (Media Onlin. Website https://journals. id/index. php/ilman DOI https://doi. org/10. 35126/ilman. berperan sebagai perencana, pelaku, dan pengelola serta selalu berperan aktif dalam mencapai tujuan perusahaan. Salah satu cara perusahaan dapat meningkatkan keterampilan dan kemampuan karyawannya adalah dengan memberikan program pelatihan bagi karyawan itu sendiri. Program pelatihan yang masuk akal dan tepat yang memenuhi kebutuhan karyawan akan memungkinkan karyawan memperoleh pemahaman dan kecakapan yang lebih baik dalam menjalankan profesinya. Bukan hanya keterampilan, kompetensi dan kecakapan kerja karyawan yang terus dikembangkan perusahaan untuk meningkatkan kinerja karyawan. Armstrong yang dikemukakan oleh Sudaryo . mengemukakan bahwa pelatihan adalah pengembangan yang sistematis tentang pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang diperoleh oleh seseorang individu untuk melakukan tugas atau pekerjaan yang diberikan secara memadai. Menurut Wilson yang dikemukakan oleh Sudaryo . mengatakan training adalah Aulearning related the present jobAy . elajaran yang terkait pekerjaa. Menurut Sofyandi yang dikemukakan oleh Sudaryo . pelatihan adalah suatu usaha untuk meningkatkan pengetahuan dan kemampuan karyawan dalam melaksanakan pekerjaannya dengan lebih efektif dan efisien. Program pelatihan adalah serangkaian program yang dirancang untuk meningkatkan pengetahuan dan kemampuan karyawan dalam hubungannya dengan pekerjaannya. Efektivitas program pelatihan adalah suatu istilah untuk memastikan apakah program pelatihan dijalankan dengan efektif dalam mencapai sasaran yang Menurut Mangkuprawira . alam Fahmi, 2016:. penempatan merupakan penugasan atau penugasan kembali dari seorang karyawan pada sebuah pekerjaan baru. Menurut Hariandjo . alam Windi, 2018:. penempatan kerja merupakan penugasan/pengisisan jabatan atau penugasan kembali pada tugas/jabatan baru atau jabatan berbeda. Menurut Hasibuan . alam Windi, 2018:. mengemukakan bahwa penempatan karyawan adalah tindak lanjut dari seleksi, yaitu menempatkan calon karyawan yang diterima pada jabatan/pekerjaan yang dibutuhkannya dan sekaligus mendelgasikan kepada orang tersebut. Pada umumnya, kinerja diberi batasan sebagai kesuksesan seseorang di dalam melaksanakan suatu pekerjaan Maier . alam Sutrisno, 2019:. Lebih tegas lagi adalah Lawler dan Porter . alam Sutrisno, 2019:. , yang menyatakan bahwa job performance adalah Ausuccessful role achievementAy yang diperoleh seseorang dari perbuatan-perbuatannya. Tingkat sejauh mana keberhasilan seseorang di dalam melakukan tugas pekerjaannya dinamakan level of performance oleh Vroom . alam Sutrisno, 2019:. Bernardin dan Russel . alam Sutrisno, 2019:. , memberikan definisi tentang kinerja adalah catatan tentang hasil-hasil yang diperoleh dari fungsi-fungsi pekerjaan tertentu atau kegiatan tertentu selama kurun waktu tertentu. Byars dan Rue . alam Sutrisno, 2019:. , mengartikan kinerja sebagai tingkat kecakapan seseorang pada tugas-tugas yang mencakup pada pekerjaannya. Pengertian tersebut menunjukkan pada bobot kemampuan individu di dalam memenuhi ketentuan-ketentuan yang ada di dalam pekerjaannya. Adapun kinerja adalah hasil upaya seseorang yang ditentukan oleh kemampuan karakteristik pribadinya serta persepsi terhadap perannya dalam pekerjaan itu. Pelatihan dapat diselenggarakan oleh perusahaan untuk melihat sejauh mana kinerja Pelatihan adalah suatu kegiatan yang direncanakan oleh suatu perusahaan kepada karyawannya dengan cara memperkenalkan mereka kepada kontak-kontak yang berkompeten di bidangnya sehingga mereka dapat memperoleh informasi dan pengetahuan. Pelatihan memungkinkan karyawan untuk bekerja lebih baik sesuai dengan tujuan yang ditetapkan oleh Karyawan yang tidak terlatih cenderung tidak dapat diandalkan dan tahu cara bekerja sesuai aturan prosedural perusahaan. Karyawan sangat membutuhkan pelatihan untuk meningkatkan kemampuan kerja mereka karena pelatihan dapat meningkatkan kinerja. Setelah pelatihan sudah dilaksanakan maka perlu adanya penempatan kerja terhadap karyawan agar karyawan dapat bekerja seacara profesional. Penempatan merupakan bagian materi dan sebuah kegiatan dalam manajemen SDM yang melalui sebuah proses seleksi. Setelah Copyright @ 2025 Author. Page 12 Jurnal ILMAN (Jurnal Ilmu Manajeme. Vol. 13 No. 3 Bulan Oktober 2025. Hal. ISSN 2615-2932 (Media Onlin. Website https://journals. id/index. php/ilman DOI https://doi. org/10. 35126/ilman. melalui proses seleksi kemudian karyawan ditempatkan sesuai dengan kemampuan dan Proses penempatan digunakan sebagai sarana untuk menentukan posisi yang pas. Penempatan kerja yang dilakukan oleh perusahaan bertujuan untuk meningkatkan efisiensi kerja karyawan dan meningkatkan produktivitas. Penempatan karyawan di setiap perusahaan akan menentukan keberhasilan perusahaan di masa depan. Onboarding adalah perekrutan karyawan untuk jenis pekerjaan tertentu. Suatu instansi pemerintah atau korporasi harus dapat memilih dan menunjuk orang-orang yang berkompeten untuk mengisi lowongan guna melaksanakan tugas pokok jabatan tersebut. Kegiatan penempatan ini sangat penting dalam proses manajemen SDM, apabila suatu perusahaan tidak cermat dalam memproses karyawan maka kemungkinan yang terjadi penempatan karyawan yang tidak sesuai dan tidak cocok dengan posisi yang akan ditempatkan sehingga karyawan tidak dapat bekerja secara efektif dan efesien. Dengan proses ini perusahaan akan mengetahui kompetensi yang dimiliki karyawan. Proses penempatan yang tepat tidak cukup untuk menunjang kinerja karyawan, melainkan membutuhkan pengalaman untuk menunjang pekerjaan tersebut. Karyawan yang memiliki pengalaman tinggi dapat menumbuhkan kerja sama dalam proses pembelajaran dimana dengan hal tersebut dapat mempengaruhi kinerja dari karyawan. Karyawan dengan pengalaman kualitas rendah, cenderung tidak puas dengan pekerjaan mereka, kurang berkomitmen untuk organisasi dan lebih merenungkan meninggalkan organisasi. Sebagai seorang karyawan yang dibekali banyak pengalaman akan memungkinkan karyawan untuk mewujudkan kinerja yang baik dan sebaliknya jika tidak cukup berpengalaman di dalam melaksanakan tugasnya seseorang akan besar kemungkinan mengalami kegagalan. PT. Indonesia Servant Service merupakan perusahaan yang menyediakan pelayanan seperti cleaning service, office support service, gardening dan landscaping, integrated pest management, building maintenance service, indoor air quality service, wash room service, portable toilet service, catering service, parking management service. PT. Indonesia Servant Service tersebar di beberapa kota besar salah satunya adalah Kota Medan yaitu PT. Indonesia Servant Service Medan. PT. Indonesia Servant Service Medan banyak melakukan kerja sama dengan peruahaan-peruahaan yang membutuhkan tenaga kerja untuk memenuhi SDMnya dalam bekerja, salah satunya PT. Medisafe Technologies Deli Serdang. Dalam pelakasanaan manajemennya secara keseluruhan sudah baik, hanya saja ada beberapa kendala yang perlu Berdasarkan observasi penulis bahwa tidak adanya pelatihan lagi bagi karyawan yang sudah melakukan kontrak baru. Ada beberapa karyawan menganggap penempatan kerjanya kurang tepat dikarenakan sangat jauh dari rumah. Kinerja karyawan sebagian besar menurun hal ini dapat dilihat dari banyaknya karyawan diberhentikan karena putusnya keja sama dengan pihak ke dua. METODE PENELITIAN Penelitian ini dilaksanakan di PT. Indonesia Servant Service Cabang Medan yang beralamat di Jalan Bahagia By Pass. Sudirejo I Kecamatan Medan Kota. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh karyawan PT. Indonesia Servant Service Cabang Medan sebanyak 74 orang sedangkan teknik pengambilan sampelnya dengan menggunakan teknik sampling jenuh . Berdasarkan teknik pengambilan sampel tersebut maka jumlah sampel dalam penelitian ini berjumlah 74 orang. Untuk menganalisis data informasi yang diperoleh penulis menggunakan metode analisis regresi linear berganda, uji parsial . , uji simultan . , dan uji koefisien determinasi. HASIL DAN PEMBAHASAN Untuk melihat faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja pegawai maka digunakan analisis regresi linear berganda. Berdasarkan hasil pengolahan data dengan menggunakan SPSS dapat dilihat hasil empiris penelitian sebagai berikut: Copyright @ 2025 Author. Page 13 Jurnal ILMAN (Jurnal Ilmu Manajeme. Vol. 13 No. 3 Bulan Oktober 2025. Hal. ISSN 2615-2932 (Media Onlin. Website https://journals. id/index. php/ilman DOI https://doi. org/10. 35126/ilman. Coefficientsa Model Unstandardi Standardize Collinearity Coefficients Coefficients Statistics Std. Toleranc Error Beta Sig. VIF (Constan. Pelatihan Penempatan_Kerj . Dependent Variable: Kinerja Sumber: Output SPSS Versi 20. Data Diolah 2023 Diperoleh persamaan regresi linier berganda sebagai berikut: Y = 4,388 0,695 X1 0,228 X2 e Konstanta sebesar 4,388 artinya jika pelatihan (X. dan penempatan kerja (X. nilainya 0, maka kinerja (Y) nilainya adalah 4,388. Koefisien regresi variabel pelatihan (X. sebesar 0,695 artinya jika variabel independen lain nilainya tetap dan pelatihan mengalami kenaikan 1%, maka kinerja akan mengalami kenaikan sebesar 0,695. Koefisien bernilai positif artinya terjadi hubungan positif antara pelatihan dengan kinerja, semakin naik pelatihan maka semakin naik kinerja. Koefisien regresi variabel penempatan kerja (X. sebesar 0,228 artinya jika variabel independen lain nilainya tetap dan penempatan kerja mengalami kenaikan 1%, maka kinerja akan mengalami peningkatan sebesar 0,228. Koefisien bernilai positif artinya terjadi hubungan positif antara penempatan kerja dengan kinerja, semakin naik penempatan kerja maka semakin naik kinerja. Uji Hipotesis Secara Parsial (Uji . Pada tabel Coefficientsa diperoleh juga nilai t hitung. Nilai t hitung tersebut selanjutnya dibandingkan dengan nilai t tabel pada = 0,05. Nilai t tabel pada df . dimana n adalah banyaknya sampel dan k adalah banyaknya variabel baik variabel bebas maupun terikat, maka 62-3 = 59. Pada df 59 dengan = 0,05 nilai t tabel adalah 2,001. Nilai t hitung variabel pelatihan (X. adalah sebesar 3,728, dengan demikian t hitung > t tabel . ,646 > 2,. dan nilai signifikansi lebih kecil dari 0,05 . ,000 < 0,. , maka H 0 ditolak dan H1 diterima yang berarti bahwa variabel pelatihan (X. berpengaruh signifikan terhadap Nilai t hitung variabel penempatan kerja (X. adalah sebesar 2,216, dengan demikian t hitung > t tabel . ,114 > 2,. dan nilai signifikansi lebih kecil dari 0,05 . ,003 < 0,. , maka H 0 ditolak dan H1 diterima yang berarti bahwa variabel penempatan kerja (X. berpengaruh signifikan terhadap kinerja. Uji Hipotesis Secara Simultan (Uji F) Anova atau analisis varian merupakan uji koefisien regresi secara bersama-sama . ji F) untuk menguji signifikansi pengaruh beberapa variabel independen terhadap variabel Hasil uji F dapat dilihat pada tabel berikut: Model Regression Residual ANOVAb Sum of Squares df Mean Square Sig. Copyright @ 2025 Author. Page 14 Jurnal ILMAN (Jurnal Ilmu Manajeme. Vol. 13 No. 3 Bulan Oktober 2025. Hal. ISSN 2615-2932 (Media Onlin. Website https://journals. id/index. php/ilman DOI https://doi. org/10. 35126/ilman. Total Predictors: (Constan. Penempatan_Kerja. Pelatihan Dependent Variable: Kinerja Sumber: Output SPSS Versi 20. Data Diolah 2023 Pada tabel Anovab diperoleh nilai F hitung sebesar 30,303 sedangkan nilai F tabel sebesar 3,15. Dengan demikian F hitung > F tabel . ,303> 3,. artinya variabel pelatihan dan penempatan kerja secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap kinerja. Uji Koefisien Determinasi (R. Koefisien detreminasi (R. hasil regresi dapat dilihat pada tabel seperti bawah ini: Model Model Summaryb Adjusted R R Square Square Std. Error of the Estimate DurbinWatson Predictors: (Constan. Penempatan_Kerja. Pelatihan Dependent Variable: Kinerja Sumber: Output SPSS Versi 20. Data Diolah 2023 Nilai koefisien determinasi (R. hasil regresi sebesar 0,507 artinya bahwa variabel pelatihan dan penempatan kerja memberikan kontribusi pengaruh terhadap kinerja karyawan sebesar 50,7%. Hasil ini merupakan hasil dari (R2 x 100%), sedangkan sisanya 49,3% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini. KESIMPULAN Dari hasil penelitian yang telah dibahas dengan mengolah dan kuesioner dan menggunakan beberapa pengujian dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut: Secara parsial, variabel pelatihan (X. memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kinerja karyawan, terbukti dari nilai t hitung > t tabel . ,646 > 2,. Variabel penempatan kerja (X. memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kinerja karyawan, terbukti dari nilai t hitung > t tabel . ,114 > 2,. Secara simultan, variabel pelatihan (X. dan penempatan kerja (X. memiliki pengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan. Artinya hipotesis pada penelitian ini diterima, terbukti dari nilai F hitung > F tabel . ,125 > 3,. Variabel pelatihan (X. dan penempatan kerja (X. mampu memberikan kontribusi pengaruh terhadap variabel kinerja sebesar 50,7% sedangkan sisanya sebesar 49,3% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini. DAFTAR PUSTAKA